Aflah Consilia : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. No. 02, 2023 http://ejournal. id/index. php/aflah/index EFEKTIVITAS PELATIHAN SMART MOSLEM UNTUK MENINGKATKAN SELF CONCEPT REMAJA Eka Safitri WulandariA Budiarda Widya LaksanaA Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam. Institut Agama Islam Ngawi email: ekafitriwulandari80@gmail. com, barda. wul2@gmail. Abstrak Peserta didik MA Al-Hijrah Ngawi seluruhnya tinggal di pondok pesantren dan banyak kegiatan keagamaan Sehingga siswa melakukan kegiatan sesuai dengan apa yang sudah dijadwalkan oleh pondok, akan tetapi masih terdapat beberapa siswa yang belum sepenuhnya bisa memanajemen waktu, menyadari pentingnya aktif mengikuti semua kegiatan, dan indicator tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa peserta didik dengan konsep diri yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kondisi konsep diri pada remaja kelas XI di MA Al-Hijrah Ngawi melalui pelatihan Smart Moslem. Jenis Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen Design Pre-one group pretestposttesttanpa kelompok kontrol. Subjek penelitian ini adalah Siswa kelas XI. Metode pengumpulan datanya adalah observasi,interview singkat,skala dan dokumentasi. Metode analisisnya berupa data statistik. Hasil Penelitian ini adalah, pelaksanaan pelatihan Smart Moslem dapat meningkatkan konsep diri remaja siswa di MA Al-Hijrah Ngawi didapatkan bahwa hasil pre-test menyatakan kondisi konsep diri remaja rendah. Sehingga dengan demikian pelatihan Smart Moslem sedikit banyaknya membantu remaja dalam meningkatkan konsep diri remaja, terbukti dengan hasil post-test yang meningkat, pelatihan Smart Moslem dilaksanakan melalui beberapa tahap, meliputi: tahap perkenalan, tahap penjabaran, tahap pelaksanaan kegiatan dan tahap pengakhiran. Adapun pengaruh dari pelatihan Smart Moslem yang terlaksana menghasilkan beberapa perilaku positif diantaranya memiliki tujuan hidup yang jelas,terencana, memiliki kesadaran diri yang kuat, dapat mengatur waktu dengan baik serta meningkatkan keaktifan dalam semua kegiatan. Demikian pengaruh yang dihasilkan oleh pelatihan Smart Moslem. Hasil dari pelatihan Smart Moslem menyatakan efektif serta mengalami peningkatan, dapat dilihat dengan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang konsep diri dilihat dari hasil pre-test 73,11 dan post-test 96,88 dengan hasil persentase 31,30 % maka, dapat dikatakan treatment dalam bentuk pelatihan Smart Moslem berhasil dan efektif digunakan untuk meningkatkan self concept . onsep dir. pada remaja kelas XI MA Al-Hijrah Ngawi. Kata Kunci: Pelatihan Smart Moslem. Konsep Diri. Remaja Abstract MA Al-Hijrah Ngawi students all live in boarding schools and there are many religious activities in it. So that students carry out activities according to what has been scheduled by the boarding school, but there are still some students who are not fully able to manage time, realize the importance of actively participating in all activities, and these indicators show that there are still some students with low self-concept. This study aims to improve the condition of self-concept in grade XI adolescents at MA Al-Hijrah Ngawi through Smart Moslem The type of research used is quantitative with experimental research type Design Pre-one group pretest-posttest without control group. The subjects of this study were 11th grade students. The data collection methods are observation, short interview, scale and documentation. The analysis method is statistical data. The results of this study are, the implementation of Smart Moslem training can improve the self-concept of adolescent students at MA Al-Hijrah Ngawi, it is found that the pre-test results state the condition of low adolescent self-concept. Thus. Smart Moslem training helps adolescents in improving adolescents' selfconcept, as evidenced by the increased post-test results. Smart Moslem training is carried out through several Eka Safitri & Budiarda Widya Laksana / Aflah Consilia : Jurnal Bimbingan dan Konseling stages, including: the introduction stage, the elaboration stage, the activity implementation stage and the termination stage. The influence of Smart Moslem training that is carried out results in several positive behaviors including having clear, planned life goals, having strong self-awareness, being able to manage time well and increase activeness in all activities. Such is the influence produced by Smart Moslem training. The results of Smart Moslem training state that it is effective and has increased, it can be seen by an increase in knowledge and understanding of self-concept seen from the results of the pre-test 73. 11 and post-test 96. with a percentage result of 31. 30%, so it can be said that treatment in the form of Smart Moslem training is successful and effective to be used to improve self-concept . elf-concep. in adolescents in class XI MA AlHijrah Ngawi. Keywords:Smart Moslem Training. Self Concept. Teenagers PENDAHULUAN Generasi remaja merupakan harapan masa depan suatu bangsa. Di tangan para generasi muda inilah masa depan bangsa ditentukan, karena merekalah yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Tentunya kualitas generasi tersebut yang akan menentukan, karena jika kualitas generasi remaja dari negara tersebut baik maka masa depan negara tersebut baik pula. Begitupula jika kualitas remaja buruk maka buruk pula masa depan negara. (Abdillah, 2. Generasi remaja yang baik adalah remaja yang tumbuh dan berkembang menjadi seorang pribadi yang unggul dan mandiri dalam Generasi muda yang berkualitas ditandai oleh adanya kerangka berfikir secara visioner. Yaitu memiliki kerangka perencanaan kedepan yang lebih baik atau visioner. Seseorang akan memiliki kerangka berfikir visioner apabila individu tersebut memiliki konsep diri yang baik. Salah satu yang perlu ditingkatkan dan di perhatikan dalam diri remaja adalah konsep diri, yang mana memiliki peran penting dalam perkembangan. Konsep diri merupakan terjemahan dari bahasa inggris yaitu self concept. Istilah dalam psikologi memiliki dua arti yaitu sikap dan perasaan seseorang terhadap dirinya sendiri dan sesuatu keseluruhan proses psikologi yang menguasai tingkah laku dan penyesuaian diri (Suryabata, 1. Konsep diri adalah gambaran yang dimiliki seseorang tentang dirinya baik yang bersifat fisik, sosial, maupun psikologis (Retnaningsih, dkk, 1. Selanjutnya menurut Coulhoun konsep diri dapat bersifat positif maupun negatifnya konsep diri ditentukan oleh penilaian individu sendiri berdasarkan persepsi tentang bagaimana orang mempersepsikannya. Seseorang yang merasa dirinya diterima akan cenderung memiliki konsep diri yang positif dan sebaliknya, orang yang merasa dirinya ditolak akan cenderung memiliki konsep diri yang negatif (Coulhoun, 1. Lebih lanjut di tegaskan oleh Monks bahwa memasuki usia remaja konsep diri menjadi masalah yang cukup serius. Pada umumnya remaja mengalami crisis psikologis yaitu antara menemukan kebingungan atas identitas dirinya. Secara umum dapat dikatakan bahwa sikap remaja saat ini masih dalam tahap mencari jati diri (Monks. Surya juga mempertegas bahwa konsep diri yang negatif dapat menghancurkan kehidupan remaja, karena remaja berada dalam keadaantidak berdaya dalam menghadapi berbagai tantangan dan masalah yang ditimbulkan oleh kenyataan, remaja terlalu menyerah dengan keadaan tanpa berbuat apa-apa, dan remaja pesimis menghadapi masa depannya (Surya, 2. Vol. No. 2, 2023 Eka Safitri & Budiarda Widya Laksana / Aflah Consilia : Jurnal Bimbingan dan Konseling Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri. Hurlock mengatakan bahwa konsep diri seseorang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal tersebut diantaranya adalah intelegensi, motivasi dan emosi, kompetensi personal, episode keberhasilandan kegagalan, usia, kondisi dan penampilan fisik, persepsi individu tentang kegagalan, jenis kelamin, aktualisasi diri, religiusitas dan tingkat stres seseorang. Sedangkan faktor eksternal diantaranya adalah lingkungan keluarga, teman sebaya, peran pendidikan, kebudayaan, status sosial dan pengalaman interpersonal (Brook. D & Phillip. E, 1. Dijelaskan pula oleh Calhoun bahwa pola asuh orang tua, teman sebaya, peranan penampilan fisik dan peranan harga diri merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri remaja. Faktor keluarga di pilih karena keluarga merupakan tempat pertama bagi individu melakukan kontak dan komunikasi pertamanya sebelum ia mengenal masyarakat, keluarga merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi konsep diri Interaksi individu dengan orang tua dan keluarganya secara memadai akan memungkinkan individu mengembangkan pengalaman-pengalaman dan penyesuaian dirinya (Calhoun, 1. Faktor yang lain adalah teman sebaya, kelompok teman sebaya merupakan lingkungan sosial pertama dimana remaja belajar untuk hidup bersama dengan orang lain yang bukan anggota keluarganya. Selain itu kelompok teman sebaya merupakan suatu kelompok yang memiliki ciri, norma, kebiasaan yang berbeda jauh dengan apa yang terdapat dalam keluarga, sehingga di dalam berinteraksi dengan oranglain, remaja di harapkan akan mendapatkan suatu perkembangan yang baik dalam pola berfikir menuju proses menemukan jati diri. Faktor selanjutnya adalah sekolah. Sekolah merupakan salah satu sarana remaja dalam berinteraksi selain dengan keluarga dan teman sebaya. Remaja yang bersekolah memperoleh bermacam-macam pengalaman, di samping hal-hal yang diberikan oleh tuanya di rumahnya yang ruang lingkupnya tidak begitu luas. Adapun tanda-tanda konsep diri yang positif adalah percaya bisa mengatasi masalah, merasa sejajar dengan orang lain, tidak merasa malu jika memperoleh pujian, sadar bahwa tidak semua perasaan dan keinginan serta perilaku dapat disetujui oleh masyarakat, mampu memperbaiki dirinya Sedangkan tanda-tanda konsep diri yang negatif adalah tidak suka dengan kritik yang ditujukan terhadap dirinya, apabila mendapatkan pujian sangat responsif, senantiasa mengeluh, merasa bahwa orang lain tidak menyukai dirinya, tidak senang berkompetisi dan merasa pesimis apabila berkompetisi (Brooks, 2. Dilihat dari beberapa pengertian dan faktor dari konsep diri, peneliti menemukan banyak siswa di MA Alhijrah yang belum memiliki konsep diri yang positif. Karena masih banyak ditemukannya siswa yang kurang percaya diri dengan dirinya, dengan apa yang dicita-citakannya. Banyak yang beranggapan hidup tak perlu ribet dengan planning, karena mereka merasa jika planning gagal akan membuat lebih menyakitkan, sehingga dari mereka memilih untuk hidup mengalir dan apa adanya. Tidak ada yang salah dari statement tersebut, akan tetapi jika memiliki konsep diri yang positif maka Vol. No. 2, 2023 Eka Safitri & Budiarda Widya Laksana / Aflah Consilia : Jurnal Bimbingan dan Konseling hidup akan lebih terstruktur dan lebih bisa dikondisikan, dan yang paling penting akan tetap berusaha tanpa pesimis terlebih dahulu. Seperi contoh banyak siswa yang kurang memahami betapa pentingnya konsep diri, merencanakan rencana untuk masa depan. Hal tersebut ditemukan ketika siswa mengatakan selalu pesimis, merasa tidak disukai oleh teman-temannya bahkan takut untuk mempunyai cita-cita yang tinggi, disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya latar belakang keluarga yang berbeda-beda serta mereka beranggapan bahwa lulusan Madrasah Aliyah terutama dari pesantren belum menemukan potensi diri yang sebenarnya, sehingga para siswa mengatakan bahwa lulusan pesantren hanya bisa menjadi pendakwah dan guru ngaji saja selain itu rasa minder dan malu untuk bersaing masih dimiliki oleh para siswa. Wali kelas sudah berusaha memberikan motivasi dan arahan tetapi masih ada beberapa siswa yang merasa malu dan tidak yakin untuk membuat konsep diri dalam hidupnya, mungkin dikarenakan beberapa sebab. Hasil wawancara dengan guru, didapatkan data bahwa siswa kelas XI memang belum begitu faham akan rancangan hidup yang dibuat,selalu merasa minder dan beberapa siswa merasa tidak di sukai oleh teman- temannya. Bahkan guru cenderung sering menasehati,memberikan gambaran konsep diri yang baik, begitupula pentingnya konsep diri bagi remaja untuk kemajuan impian,citacita di kehidupan mendatang. Guru kelas mengatakan bahwa siswa cenderung stress,terlalu menyalahkan diri ketika mendapati sesuatu hal yang tidak sesua dengan keinginannya, selalu berputus asa ketika menemukan sedikit kendala di setiap proses perjalanan hidupnya. Oleh karena itu, dibutuhkan berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan konsep diri positif siswa. Untuk meningkatkan konsep diri siswa kelas XI MA Al-Hijrah Ngawi, maka dibutuhkan sarana ataupun metode untuk meningkatkan konsep diri siswa. Salah satu cara adalah dengan mengadakan pelatihan Smart Moslem. Pelatihan Smart Moslem sendiri memiliki 4 aspek yaitu Goals Setting. Time Management. Self Awareness, dan Pro aktif siswa kelas XI yang mana akan diberikan pertanyaan untuk mengetahui seberapa besar konsep diri yang mereka miliki. Untuk peningkatan konsep diri ini terletak pada aspek kognitif yang dapat mengubah pola pikir dan goals dalam kehidupan remaja. Hal ini erat kaitannya dengan konsep diri yang terbentuk dari keyakinan dan asumsi terhadap diri. Pelatihan Smart Moslem ini sendiri diharapkan dapat meningkatkan konsep diri remaja secara signifikan, serta remaja lebih terampil dan yakin akan konsep diri yang Dengan demikian remaja lebih percaya diri dengan seluruh konsep diri yang sudah dimki atau dibuat, serta tidak akan ada perasaan minder di dalam diri para remaja. METODEPENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen. Metode eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan untuk Vol. No. 2, 2023 Eka Safitri & Budiarda Widya Laksana / Aflah Consilia : Jurnal Bimbingan dan Konseling mencari pengaruh treatment . tertentu(Sugiyono, 2. Pada penelitian eksperimen dilakukan penulis untuk mengetahui bagamana pengaruh antara pelatihanyang diberikan guna meningkatkan konsep diri positif remaja. Penelitian eksperimen digunakan penulis sesua dengan tujuan dan permasalahan yatu efektivitas pelatihan Smart Moslem dalam meningkatkan konsep diri remaja siswa kelas XI di MA Al-Hijrah Ngawi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Design Pre-one group pretest-posttestdengan populasi sebanyak 44 peserta didik, lalu terdapat 18 peserta didik dengan kategori konsep diri yang rendah yang dijadikan sebagai subyek penelitian. Karena tanpa menggunakan kelompok kontrolpada desain ini, maka pengukuran terhadap evektifitas pelatihan Smart Moslem dan Self Concept (Konsep Dir. dilakukan sesaat sebelum pelatihan dimulai (Pre-tes. Ini untuk mengetahui skor konsep diri dan motivasi berprestasi sebelum pelatihan. setelah pemberian pelatihan, dilakukan lagi pengukuran (Post-tes. sebanyak 1 kali untuk mengetahui apakah pelatihan yang dijadikan sebagai intervensi dapat memberikan perubahan atau . Instrumen Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang diguakan dalam penelitian ini : Data Primer . Observasi, yang digunakan dengan tujuan untuk memperoleh data atau informasi tentang dinamika perkembangan subyek penelitian selama pelaksanaan treatment(Pelatihan smart Mosle. berlangsung, sehingga hasil perkembangan atau peningkatan konsep diripeserta didik tidak hanya diperoleh dari hasil tes skala konsep diri . Interview/wawancara, teknik ini sebagai pelengkap untuk memperoleh informasi tentang perkembangan psikologis subyek mengenai perubahan yang dialami subyek setelah mendapatkan treatmentpelatihan smart moslem, baik di dalam maupun di luar proses treatmentpelatihan smart moslem. Skala, yang merupakan alat pengumpulan data berupa pernyataan yang berkaitan dengan aspek dan indikator konsep diri, sehingga skala yang digunakan adalah skala konsep diri. Penyusunan skala disajikan dalam bentuk pernyataan yang berkaitan dengan teori dari aspek-aspek dan indikator dalam konsep diri. Skala digunakan untuk mengukur tingkat konsep diri yang dimiliki peserta didik baik sebeleum maupun sesudah pemberian . Data Sekunder Buku, sebagai alat bantu penelitian dalam mengembangkan teori dan kerangka berpikir peneliti dalam melakukan penelitian. Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan untuk pengujian hipotesis penelitian ini adalah dengan Vol. No. 2, 2023 Eka Safitri & Budiarda Widya Laksana / Aflah Consilia : Jurnal Bimbingan dan Konseling analisis statistic One Sample T-Test atau Uji T satu sampel merupakan teknik analisis untuk membandingkan satu variabel bebas (Arifin, 2. Penelitian ini menggunakan SPSS versi . Treatment Pemberian treatmen dengan bentuk Pelatihan Smart Moslem dilakukan sebanyak 1 kali dengan jumlah 5 sesi dalam pertemuan, dengan materi per sesi dibawah ini : Perkenalan Why Smart Moslem Self Awareness Goal Setting Time Management Pro Aktif HASILDAN PEMBAHASAN Dalam pelatihan smart moslem peserta didik diminta untuk mengikuti serangkaian kegiatan penuh, agar kegiatan menjadi kondusif dan diikuti dengan baik agar terciptanya keberhasilan yang diharapkan oleh trainer. Dalam serangkaian kegiatan, tidak hanya berisikan materi, akan tetapi juga refleksi serta diskusi terkait permasalan yang berkaitan dengan konsep diri. Sehingga diharapkan pelatihan mampu memberikan pengertian sekaligus memberikan kesenangan kepada peserta didik agar tidak mudah bosan, maka pelatihan dilaksanakan dengan variatif, mulai dari game, diskusi, dan Setelah berjalannya pelatihan, peserta didik diberikan skala konsep diri yang dijadikan sebagai post-test untuk mengetahui apakah pelatihan smart moslem itu memberikan pengaruh atau Berdasarkan pengajuan hipotesis penelitian, dapat disimpulkan bahwa Pelatihan Smart Moslem efektif digunakan untuk meningkatkan self concept . onsep dir. pada peserta didik Kelas XI MA AlHijrah Ngawi. Hal ini dibuktikan dengan hasil output perhitungan statistic pada pre-test dan post-test kelompok eksperimen. Berdasarkan one-sample t test, diketahui nilai t . adalah sebesar 078 731 nilai df . egree of freedo. atau derajad kebebasan adalah sebesar 17. Nilai Sig . -taile. atau nilai signifikansi dengan uji dua sisi adalah sebesar 939 dan 000. Hasil analisa uji-t . -tes. terhadap pelatihan smart moslemjugadiketahui bahwa nilai pre-test dengan signifikansi sebesar 939, nilai signifikansi yang menunjukkan 939 > 0,05 sehingga H0 diterima. Hal itu juga didukung oleh nilai mean post-test sebesar 23. 88889 lebih besar daripada pretest yaitu sebesar 11111. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang sangat signifikan pada metode pelatihan smart moslem dalam meningkatkan konsep diri remaja kelas XI. Disajikan dalam bentuk tabel berikut : Vol. No. 2, 2023 Eka Safitri & Budiarda Widya Laksana / Aflah Consilia : Jurnal Bimbingan dan Konseling Berikut rincian kegiatan pemberian treatment kepada peserta didik melalui pelatihan smart moslem oleh trainer: Sesi Waktu 30 Menit . 00- 07. 30 Menit . 30 Menit . 30 Menit . C Lembar Kerja C Penyampaian Materi Perkenalan why Smart Moslem? Kegiatan Pembukaan Perkenalan dan ucapan terima kasih atas kehadiran para peserta dalam mengkuti Game Pembukaan Perjanjian Pelatihan Permainan Lembar Kerja Self Awareness C Goal Setting 60 Menit . 00-1I. Time Management Vol. No. 2, 2023 60 Menit . Break 30 Menit . Penayangan video Refleksi Lembar Kerja Penyampaian Kerja Breakdan ISHOMA 90 Menit . C Ice Breaking C Mengisi Lembar Kerja Tujuan C Acara dibuka, peserta dan trainer saling mengenal dan peserta tau tujuan dari C Peserta mengetahui tujuan, isi dan materi pelatihan,serta proses pelaksanaan C Peserta memahami bahwa membentuk konsep diri harus diawali oleh diri C Menggali pengalaman gagal dala perjalanan hidup C Peserta mengenal konsep diri positifdan dapat di aplikasikan dalam C Remaja mempunyai tujuan dan rencana hidup yang jelas C Mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki agar tercipta konsep diri yang C Menyegakan suasana pelatihan dan membuat peserta pelatihan bersemangat Eka Safitri & Budiarda Widya Laksana / Aflah Consilia : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pro Aktif 30 Menit . C Ice Breaking C Mengisi Lembar Kerja C Penutup C Penyampaian pesan dan kesan oleh peserta didik C Untuk evaluasi kedepannya SIMPULAN Dari data yang telah penulis paparkan pada bab sebelumnya dengan menggunakan skala konsep diri untuk mengetahui kondisi konsep diri remaja peserta didik kelas XI di MA Al-Hijrah Ngawi didapatkan bahwa hasil pre-test menyatakan kondisi konsep diri remaja rendah, dengan demikian pelatihan Smart Moslem sedikit banyaknya membantu remaja dalam meningkatkan konsep diri remaja, terbukti dengan hasil post-test yang mendapatkan hasil meningkat. Adapun pengaruh dari pelatihan Smart Moslem yang telah di gagas oleh penulis menghasilkan beberapa perilaku positif diantaranya memiliki tujuan hidup yang jelas,terencana, memiliki kesadaran diri yang kuat, dapat mengatur waktu dengan baik serta meningkatkan keaktifan dalam semua kegiatan. Demikian pengaruh yang di hasilkan oleh pelatihan Smart Moslem. Pelatihan Smart Moslem dalam meingkatkan konsep diri remaja terbukti efektif, hal ini dinyatakan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang konsep diri dilihat dari hasil pretest 73,11 dan postest 96,88 dengan hasil persentase 31,30 % maka, hasil yang di dapatkan dinyatakan berhasil dan efektif. DAFTAR PUSTAKA