JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 28-36 ISSN : 2985-4768 PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN PARUNG Nabila Aliya Zahra1 Email : aliyazahra271@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangetang Selatan 1 Ratna Sari2 Email : dosen02442@unpam. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangetang Selatan 2 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Parung, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil uji t menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung sebesar 11,008 dan signifikansi 0,000. Uji F menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan disiplin kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai F hitung sebesar 63,648, lebih besar dari F tabel sebesar 3,19 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,850 menunjukkan bahwa hubungan antar variabel sangat kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja dan disiplin kerja memiliki pengaruh yang signifikan dan kuat terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Parung. Kata kunci: lingkungan kerja, disiplin kerja, kinerja pegawai, regresi. Kecamatan Parung ABSTRACK This research aims to find out the influence of the work environment and work discipline on the performance of employees at the Parung District Office, both partially and simultaneously. The method used is a quantitative method with multiple linear regression analysis techniques. The t test results show that the work environment has a significant effect on employee performance with a calculated t value of 11. 008 and a significance of 0. The F test shows that the work environment and work discipline simultaneously have a significant effect on employee performance with a calculated F value of 63,648, greater than the table F of 3. 19 and a significance of 0. The value of the coefficient of determination (R Squar. 850 shows that the relationship between variables is very strong. Thus, it can be concluded that the work environment and work discipline have a significant and strong influence on the performance of employees at the Parung District Office. Keywords: work environment, work discipline, employee performance, regression. Parung District PENDAHULUAN Setiap perusahaan pasti membutuhkan seorang pegawai sebagai tenaga kerja yang melakukan setiap kegiatan di dalam perusahaan tersebut. Sebab itu perusahaan harus dapat mengelola sumber daya manusia yang dimilikinya dengan baik, sehingga perusahaan dapat mencapai visi, misi hingga tujuan yang baik. Hal yang paling penting dalam sumber daya manusia adalah dapat memaksimalkan kinerja pegawai agar dapat mencapai tujuan yang strategis di dalam organisasi Dengan adanya ikatan antara kinerja perusahaan dan kinerja pegawai, yaitu dengan adanya kinerja pegawai yang baik maka akan berpengaruh dengan kinerja perusahaan yang meningkat. Begitu dengan sebaliknya, jika kinerja pegawai menurun maka kinerja atau kualitas perusahaan akan menurun dan mengurangi citra perusahaan tersebut. Dalam perusahaan perlu adanya sumber daya manusia yang berperan di dalamnya, karena sumber daya manusia merupakan satu faktor penting yang harus ada dan tidak bisa dilepaskan dalam satu organisasi. Sumber https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index daya manusia juga memiliki peran utama dalam suatu perusahaan yaitu sebagai perencanaan pegawai di dalam suatu perusahaan atau organisasi. Kantor kecamatan parung adalah salah satu kecamatan yang berada dalam Kabupaten Bogor. Jawa Barat. Indonesia. Kantor kecamatan ini menjadi peran penting dalam proses administrasi pemerintahan, pelayanan publik dan pengembangan sosial ekonomi di dalam masyarakat. Selain bagian dari tata kelola pemerintahan kantor kecamatan parung terus berinovasi yang di dalamnya terdapat layanan yang dilakukan secara transparan dan dengan adanya dukungan. Kantor Kecamatan parung diharapkan dapat berkembang menjadi wilayah yang melayani masyarakat dengan sejahtera dan dapat memberikan masyarakat kebutuhan yang lebih baik. Kantor kecamatan parung juga berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah kabupaten, dalam meningkatkan kualitas pelayanan dalam masyarakat kantor kecamatan parung membarikan akses yang lebih baik dari sebelumnya dengan membuat beberapa program seperti pelayanan JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 28-36 ISSN : 2985-4768 administrasi yang efesien, melakukan sosalisasi pemerintah dan mengembangkan potensi. Kinerja pegawai adalah salah satu hal penting untuk menuju kesuksesan dan tujuan organisasi, dalam peningkatan kinerja pegawai dapat melalui dengan beberapa cara yaitu dengan memahami faktor-faktor yang berkaitan dengan motivasi, kompentensi dan pengembangan sumber daya manusia. Perilaku karyawan dalam mengusahakan kinerja yang baik dapat menjadi evaluasi bagi kinerja karyawan, hal ini berkaitangan dengan penggunaan sumber daya manusia dan pedoman yang digunakan agar kinerja pegawai dapat mencapai puncak yang efesien. Jika kinerja pegawai menurun maka stabilitas di dalam organisasi akan terganggu dan tidak akan mencapai tujuan organisasi sehingga sulit bersaing dengan organisasi lain. Keterangan: 90% - 100% = Sangat Baik 80% - 89% = Baik 70% - 79% = Cukup Baik Berdasarkan data tabel 1. 1 diatas, terlihat bahwa kinerja pegawai kantor kecamatan parung masih kurang maksimal. Hal ini dapat dilihat dari penilaian kinerja diatas yang mengalami penurunan dan kenaikan yang mengakibatkan pencapaian kerja kurang sesuai dan tentunya kedepannya akan menghambat pencapaian Maka dari itu perusahaan diharapkan dapat memberikan dorongan kepada para pegawai agar kinerja para pegawai tidak menurun. Berikut dilampirkan data terkait Lingkungan Kerja pada Kantor Kecamatan Parung melalui tabel dibawah ini. Berdasarkan tabel 1. 2 diatas, kondisi lingkungan kerja pada kantor kecamatan parung masih terdapat beberapa indikator yang kurang baik seperti penggunaan Hal ini dapat dilihat dari penilaian kinerja diatas yang mengalami penurunan dan kenaikan, makadari itu instansi melakukan perbaikan pada setiap tahunnya. Selain itu tingkat kehadiran pegawai juga sangat penting karena dapat mempengaruhi kinerja dari setiap pegawainya, untuk mencapai tujuan tersebut peranan Sumber Daya Manusia (SDM) terlibat di dalamnya sangat penting. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan terhadap kinerja pegawai, dapat dilihat dari segi tingkat kedisiplinan pegawai yaitu absensi kehadiran pegawai pada Kantor Kecamatan Parung Tahun 2021-2023 sebagai berikut: Dari data absensi diatas dapat dilihat bahwa tingkat absensi para pegawai di Kantor Kecamatan Parung perlu ditingkatkan lagi karena masih naik turun Berbagai faktor kemungkinan penyebab adanya absensi yang kurang efesien karena beberapa tahun mengalami wabah penyakit sehingga seluruh pegawai melakukan pekerjaan memalui WFH. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini bersifat studi kasus dengan menggunakan data-data yang bersifat deskriptif kuantitatif. Menurut Moh. Nazir . metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 28-36 ISSN : 2985-4768 sistem pemikiran, ataupun suatu kelas periwisata pada masa sekarang, sedangkan Witney dalam bukunya Moh. Nazir . , metoode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interprestasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalahmasalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Uji Validitas Variabel Lingkungan Kerja (X. Untuk mendapatkan analisis uji validitas variabel lingkungan kerja (X. dengan menggunakan program komputer SPSS versi 20 for windows, masukan data variabel lingkungan kerja yaitu data ordinal dari sampel sebanyak 52 dengan jumlah 10 soal, sebagai berikut: Dengan rumus Df = (N-. Df = . = 50. Dari tabel diatas terlihat bahwa untuk setiap ekspresi variabel Disiplin kerja (X. semua instrumen dapat dikatakan valid karena nilai rhitung yang dihasilkan jauh lebih besar dari nilai rtabel yang ada untuk n=50 yaitu 0,273. Uji Validitas Variabel Kinerja Pegawai (Y) Untuk mendapatkan analisis uji validitas variabel disiplin kerja (X. dengan menggunakan program komputer SPSS versi 20 for windows, masuukkan data variabel disiplin kerja yaitu data ordinal dari sampel sebanyak 52 dengan jumlah 10 soal, sebagai berikut: Dari tabel diatas terlihat bahwa untuk setiap ekspresi variabel lingkunagn kerja (X. semua instrumen dapat dikatakan valid karena nilai rhitung yang dihasilkan jauh lebih besar dari nilai rtabel yang ada untuk n=50 yaitu 0,273. Uji Validitas Variabel Disiplin Kerja (X. Untuk mendapatkan analisis uji validitas variabel disiplin kerja (X. dengan menggunakan program komputer SPSS versi 20 for windows, masuukkan data variabel disiplin kerja yaitu data ordinal dari sampel sebanyak 52 dengan jumlah 10 soal, sebagai berikut: Dari tabel diatas terlihat bahwa untuk setiap ekspresi variabel kinerja pegawai (Y) semua instrumen dapat dikatakan valid karena nilai rhitung yang dihasilkan jauh lebih besar dari nilai rtabel yang ada untuk n=50 yaitu 0,273. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 28-36 Uji Reabilitas Hasil Uji Reabilitas Variabel Lingkungan erja (X. Berdasarkan tabel diatas,untuk uji reabilitas variabel lingkungan kerja (X. dengan nilai rtabel 0. sedangkan pada nilai CronbachAos Alpha sebesar 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa ralpha positif dan lebih besar, maka dengan demikian instrumen penelitian mengenai variabel Lingkungan Kerja (X. adalah Realiabel. Hasil Uji Reabilitas Variabel Disiplin Kerja (X. Berdasarkan tabel diatas,untuk uji reabilitas variabel disiplin kerja (X. dengan nilai rtabel 0. 600, sedangkan pada nilai CronbachAos Alpha sebesar 0. 880, sehingga dapat disimpulkan bahwa ralpha positif dan lebih besar, maka dengan demikian instrumen penelitian mengenai variabel Disiplin Kerja (X. adalah Realiabel. Hasil Uji Reabilitas Variabel Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan tabel diatas,untuk uji reabilitas variabel kinerja pegawai (Y) dengan nilai rtabel 0. 600, sedangkan pada nilai CronbachAos Alpha sebesar 0. 856, sehingga dapat disimpulkan bahwa ralpha positif dan lebih besar, maka dengan demikian instrumen penelitian mengenai variabel Kinerja Pegawai (Y) adalah Realiabel. ISSN : 2985-4768 Hasil pengujian menunjukan bahwa Asymp. Sig. variabel lingkungan kerja (X. , disiplin kerja (X. dan variabel kinerja pegawai (Y) sebesar 0. 911 yang lebih besar dari 0. 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa model penelitian memiliki data yang normal, distribusi nilai variabel statistik uji lingkungan kerja (X. , nilai variabel disiplin kerja (X. , dan nilai variabel kinerja pegawai (Y) sebesar 0. 561 yang berarti residual berdistribusi normal. Untuk uji normalitas, penulis juga menggunakan diagram P-plot normal. Tabelnya ditunjukkan dibawah ini: Keyakinan normal dengan kurva probabilitas normal mensyaratkan bahwa penyebaran data terletak disekitar area garis diagonal dan mengikuti arah garis Berdasarkan gambar diatas dapat disimpulkan bahwa data penelitian ini memenuhi persyaratan jaringan distribusi normal yaitu model regresi penelitian ini sesuai dengan asumsi normalitas . istribusi norma. Artinya data dalam penelitian ini berdasar dari populasi yang berdistribusi normal. Uji Hetetoskedastisitas Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 28-36 Sumber: Hasil olahan data SPSS 20, 2025 Gambar 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan gambar 4. 2 dapat diketahui bahwa titik-titik tidak membentuk pola yang jelas, dan titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas dalam model regresi. Namun apabila titik-titik tersebut tidak menyebar seperti pada gambar diatas maka dapat dikatakan bahwwa heteroskedastisitas tersebut memiliki masalah di dalamnya. Uji Autokorelasi Menurut Ghozali, dasar pengambilan keputusan uji autokorelasi adalah dengan menggunakan uji DurbinWatson (DW Tes. Jika Dw terletak diantara dibatas atas . dan batas bawah . maka tidak ada autokorelasi. Jika nilai Dw ebih kecil dari batas bawah maka autokorelasi positif. Jika nilai Dw lebih besar dari 4-batas atas maka ada autokorelasi negatif. Berdasarkan tabel diatas, diketahui: Nilai DW = 1. = 1. = 14741 4 Ae dU = 2. Kesimpulan: dU < d < 4-dU diperoleh 1. 6334 < 1. 3666 maka hipotesis nol diterima, artinya tidak terdapat autokorelasi. Uji Multikolinearitas https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Berdasarkan hasil pengujian multikolinearitas pada tabel diatas diperoleh nilai tolerance variabel Lingkungan Kerja sebesar 0. 280 dan Disiplin Kerja 280 nilai tersebut kurang dari 1, dan nilai Variance inflation factor (VIF) variabel Lingkungan Kerja sebesar 574 dan variabel Disiplin Kerja 3. 574 nilai tersebut Dengan demikian model regresi ini dinyatakan tidak ada gangguan multikolinearitas. Uji Regresi Linear Pengaruh Lingkungan Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Y = 6,079 0,852 Interpretasi: Nilai konstanta a menunjukkan nilai sebesar 6,079, artinyajika tidak terjadi perubahan variabel independen . ilai x adalah . maka variabel dependen (Y) sebesar 6,079. Nilai koefisien regresi variabel X1 adalah Lingkungan Kerja adalah 0,852 bernilai positif, sehingga jika menglami kenaikan 1 nilai, maka keputusan akan meningkat 0,852. Pengaruh Disiplin Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 28-36 ISSN : 2985-4768 Y = 10,231 0,744 Interpretasi: Nilai konstanta a menunjukkan nilai sebesar 10,231, artinya jika tidak terjadi perubahan variabel independen . ilai x adalah . maka variabel dependen (Y) sebesar 10,231. Nilai koefisien regresi variabel X2 adalah Disiplin Kerja adalah 0,744 bernilai positif, sehingga jika menglami kenaikan 1 nilai, maka keputusan akan meningkat 0,744. Pengaruh Lingkungan Kerja (X. dan Disiplin Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y). Nilai konstanta a menunjukan nilai sebesar 5,276. Artinya jika tidak terjadi perubaan variabel independen maka nilai variabel dependen sebesar 5,276. Nilai koefisien regresi variabel Lingkungan Kerja (X. adalah 0,658 bernilai positif, sehingga jika mmengalami kenaikan 1 nilai maka keputusan akan meningkat sebesar 0,658. Jika kofisien regresi variabel Disiplin Kerja (X. adalah 0,215 bernilai positif, sehingga jika kenaikan 1 nilai maka keputusan akan meningkat sebesar 0,215. Uji Koefisien Korelasi Korelasi menggambarkan derajat keeratan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dalam sistem korelasi berganda setelah mengendalikan atau mengendalikan variabel bebas lainnya. `Di bawah ini adalah tabel untuk menginterpretasikan koefisien Interpretasi: Diketahui bahwa nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 maka terdapat hubungan, sehingga dapat disimpulkan adanya hubungan antara keduanya. Hubungan yang didapat adalah 0,841 dimana menunjukkan antara 0,800 Ae 1000 dimana dapat dikatakan hubungan tersebut sangat Pengaruh Disiplin Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Interpretasi: Diketahui bahwa nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 maka terdapat hubungan, sehingga dapat disimpulkan adanya hubungan antara keduanya. Hubungan yang didapat adalah 0,777 dimana menunjukkan antara 0,600 Ae 0,799 dimana dapat dikatakan hubungan tersebut kuat Pengaruh Lingkungan Kerja (X. dan Disiplin Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Pengaruh Lingkungan Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dari tabel diatas diketahui signifikan, maka dikatakan korelasi antara variabel dan nilai r 0,850. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 28-36 ISSN : 2985-4768 Artinya hubungan tersebt berada diantara 0,800 - 1,000 yang hubungannya dikatakan sangat kuat. Uji Determinasi Pengaruh Lingkungan Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai determinasi sebesar 0,722, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Lingkungan Kerja (X. memiliki kontribusi pengaruh terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) sebesar 72,2% sedangkan sisanya 27,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Pengaruh Disiplin Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai determinasi sebesar 0,604, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Disiplin Kerja (X. memiliki kontribusi pengaruh terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) sebesar 60,4% sedangkan sisanya 39,6% dipengaruhi oleh faktor Pengaruh Lingkungan Kerja (X. dan Disiplin Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai determinasi 0,711 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Lingkungan Kerja (X. dan Disiplin Kerja (X. memiliki kontribusi pengharuh terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) sebesar 71,1% sedangkan sisanya 28,9% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji Hepotesis Uji-t https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Berdasarkan hasil analisis regresi pada tabel diatas mengenai lingkungan kerja (X. terhadap kinerja pegawai (Y) pada kantor kecamatan parung, diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,852 dengan nilai t hitung sebesar 11,008 dan nilai signifikasi 0,000 nilai ini jauh lebih kecil dari 0,05 yang berarti variabel lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor kecamatan parung. Uji t dilakukan dengan membandingkan thitung dengan ttabel untuk menentukannya besarnya df = . = 50 jadi nilai total ttabel 2,008. Koefisien regresi sebesar 0,852 menunjukkan bahwa setiap peningkatan pada satuan variabel lingkungan kerja (X. akan meningkatkan kinerja pegawai pada kantor kecamatan parung. Artinya semakin baik lingkunan kerja yang dirasakan, maka semakin tinggi juga kinerja pegawai pada kantor kecamatan parung. Dalam penelitian ini, yang dimaksud pegawai adalah seseorang atau para pegawai yang bekerja di kantor kecamatan parung. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan kerja yang kondusif secara nyata mampu meningkatkan para kinerja pegawai di kantor kecamatan Pengaruh Disiplin Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Tabel diatas menunjukkan hasil disiplin kerja (X. terhadap kinerja pegawai (Y) pada kantor kecamatan parung, diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,744 dengan nilai t hitung sebesar 9,726 dan nilai signifikasi sebesar 0,000. Karena nilai signifikasi jauh lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor kecamatan parung. Uji t dilakukan dengan membandingkan thitung dengan ttabel untuk JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 28-36 menentukannya besarnya df = . = 50 jadi nilai total ttabel 2,008. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat disiplin kerja, maka semakin baik pula kinerja pegawai pada kantor kecamatan parung. Dalam konteks penelitian ini, yang dimaksud dengan pegawai adalah seseorang atau pegawai yang bekerja di kantor kecamatan parung secara nyata dapat meningkatkan kinerja mereka dalam menjalankan tugas dan tanggung Uji-F Pengaruh Lingkungan kerja (X. Disiplin Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan tabel analisis diatas, diperoleh Fhitung 63,648 sedangkan Ftabel 3,19 . 52-2-1 = 49. Secara signifikan 0,000 < 0,05 Ho3 ditolak dan Ha3 Maka dapat dikatakan jika lingkungan kerja (X. dan disiplin kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada kantor kecamatan Hal ini ditunjukkan oleh nilai F hitung sebesar 63,648 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi jauh lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi yang dibentuk signifikan dan layak digunakan untuk menjelaskan pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor kecamatan parung. Dengan kata lain, secara bersama-sama, lingkungan kerja dan disiplin kerja memberikan kontribusi yang nyata terhadap peningkatan kinerja pegawai pada kantor kecamatan parung. Dalam konteks penelitian ini, yang dimaksud dengan pegawai adalah pegawai yang bekerja di Kantor Kecamatan Parung. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas lingkungan kerja serta penegakan disiplin yang baik akan berdampak positif terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Parung. Oleh karena itu, pihak manajemen Kantor Kecamatan Parung perlu memperhatikan kedua faktor tersebut secara bersamaan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kinerja para pegawainya secara Pembahasan Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan hasil pentingnya nilai uji-t variabel Lingkungan Kerja (X. dengan nilai t sebesar 11,008 dan signifikasi sebesar 0,000. Karena thitung lebih besar dari ttabel dan disignifikasi kurang dari 5% maka Ha1 diterima dan Ho1 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada kantor kecamatan parung. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Tabel diatas menunjukkan hasil pentingna nilai uji t variabel disiplin kerja (X. terhadap kinerja pegawai (Y) pada kantor kecamatan parung, diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,744 dengan nilai t hitung sebesar 9,726 dan nilai signifikasi sebesar 0,000. Karena nilai signifikasi jauh lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha2 diterima dan Ho2 ditolak. Maka dapat dikatakan disiplin kerja (X. berpengaruh terhadap kinerja pegawai (Y) pada kantor kecamatan parung. Pengaruh Lingkungan Kerja. Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan tabel analisis diatas, diperoleh Fhitung 63,648 sedangkan Ftabel 3,19 . 52-2-1 = 49. Secara signifikan 0,000 < 0,05 Ho3 ditolak dan Ha3 diterima. Maka dapat dikatakan jika lingkungan kerja (X. dan disiplin kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor kecamatan parung (Y). Berdasarkan hasil analisis regresi, diketahui bahwa nilai konstanta sebesar 5,276 menunjukkan bahwa tanpa adanya perubahan pada variabel independen, nilai keputusan tetap sebesar 5,276. Variabel lingkungan kerja (X. memiliki koefisien regresi sebesar 0,658, yang berarti setiap peningkatan satu satuan dalam lingkungan kerja (X. akan meningkatkan keputusan sebesar 0,658. Sementara itu, variabel disiplin kerja (X. memiliki koefisien regresi sebesar 0,215, yang juga menunjukkan pengaruh positif terhadap keputusan, meskipun lebih kecil dibandingkan lingkungan kerja (X. Dengan demikian, kedua variabel tersebut berpengaruh positif terhadap keputusan, dengan pengaruh terbesar berasal dari lingkungan kerja (X. Dari hasil analisis korelasi, diperoleh nilai koefisien korelasi . sebesar 0,850. Nilai ini berada dalam rentang 0,800 hingga 1,000 yang menunjukkan bahwa hubungan antar variabel dalam penelitian ini tergolong sangat kuat. Artinya, terdapat hubungan yang sangat kuat antara variabel-variabel yang dianalisis, sehingga perubahan pada satu variabel kemungkinan besar akan diikuti oleh perubahan yang signifikan pada variabel lainnya. Berdasarkan hasil analisis determinasi, diperoleh nilai RA sebesar 0,711 yang berarti variabel lingkungan kerja (X. dan disiplin kerja (X. memberikan kontribusi pengaruh sebesar 71,1% terhadap variabel kinerja pegawai (Y) pada kantor kecamatan parung. Artinya, sebagian besar variabel dalam kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Sementara itu, sisanya sebesar 28,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model yang tidak diteliti dalam penelitian ini. JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 28-36 KESIMPULAN Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan hasil pentingnya nilai uji-t variabel Lingkungan Kerja (X. dengan nilai t sebesar 11,008 dan signifikasi sebesar 0,000. Karena thitung lebih besar dari ttabel dan disignifikasi kurang dari 5% maka Ha1 diterima dan Ho1 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada kantor kecamatan parung. Tabel diatas menunjukkan hasil pentingna nilai uji t variabel disiplin kerja (X. terhadap kinerja pegawai (Y) pada kantor kecamatan parung, diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,744 dengan nilai t hitung sebesar 9,726 dan nilai signifikasi sebesar 0,000. Karena nilai signifikasi jauh lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha2 diterima dan Ho2 ditolak. Maka dapat dikatakan disiplin kerja (X. berpengaruh terhadap kinerja pegawai (Y) pada kantor kecamatan Berdasarkan tabel analisis diatas, diperoleh Fhitung 63,648 sedangkan Ftabel 3,19 . 52-2-1 = 49. Secara signifikan 0,000 < 0,05 Ho3 ditolak dan Ha3 diterima. Maka dapat dikatakan jika lingkungan kerja (X. dan disiplin kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor kecamatan parung (Y). Berdasarkan hasil analisis regresi, diketahui bahwa nilai konstanta sebesar 5,276 menunjukkan bahwa tanpa adanya perubahan pada variabel independen, nilai keputusan tetap sebesar 5,276. Variabel lingkungan kerja (X. memiliki koefisien regresi sebesar 0,658, yang berarti setiap peningkatan satu satuan dalam lingkungan kerja (X. akan meningkatkan keputusan sebesar 0,658. Sementara itu, variabel disiplin kerja (X. memiliki koefisien regresi sebesar 0,215, yang juga menunjukkan pengaruh positif terhadap keputusan, meskipun lebih kecil dibandingkan lingkungan kerja (X. Dengan demikian, kedua variabel tersebut berpengaruh positif terhadap keputusan, dengan pengaruh terbesar berasal dari lingkungan kerja (X. Dari hasil analisis korelasi, diperoleh nilai koefisien korelasi . sebesar 0,850. Nilai ini berada dalam rentang 0,800 hingga 1,000 yang menunjukkan bahwa hubungan antar variabel dalam penelitian ini tergolong sangat kuat. Artinya, terdapat hubungan yang sangat kuat antara variabel-variabel yang dianalisis, sehingga perubahan pada satu variabel kemungkinan besar akan diikuti oleh perubahan yang signifikan pada variabel lainnya. Berdasarkan hasil analisis determinasi, diperoleh nilai RA sebesar 0,711 yang berarti variabel lingkungan kerja (X. dan disiplin kerja (X. memberikan kontribusi pengaruh sebesar 71,1% terhadap variabel kinerja pegawai (Y) pada kantor https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 kecamatan parung. Artinya, sebagian besar variabel dalam kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Sementara itu, sisanya sebesar 28,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model yang tidak diteliti dalam penelitian DAFTAR PUSTAKA