4281 JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 GAMBARAN KINERJA DI SUB BAGIAN PERBEKALAN UMUM DAN INVENTARIS RSI SURABAYA JEMURSARI Oleh Anindi Dwi Afida1. Agus Aan Adriansyah2 1,2Prodi Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya E-mail: 1Anindidwi057. km19@Student. Article History: Received: 03-06-2023 Revised: 25-06-2023 Accepted: 16-07-2023 Keywords: Pulmonary Tuberculosis Sequelae. ACBT. Segmental Breathing. Physical Therapy Abstract: Logistics management is the process of planning, implementing and controlling the processes of logistics activities starting from procurement, storage, disposal and distribution to meet customer needs. The RSI Surabaya Jemursari logistics distribution system has been running effectively, but every month there are still staff errors during ANFRA services, resulting in differences between goods and data when doing stock taking at the end of the month. This study aims to analyze the factors that influence the occurrence of stockouts at RSI Surabaya Jemursari. This research is a descriptive research with cross sectional research. The variables studied consisted of planning, acceptance, distribution. The results of the discussion as a whole, the conclusions obtained by the researcher can be described that the inventory system of the logistics function at RSI Surabaya Jemursari has been running effectively. However, it needs to be improved when ANFRA's services are more thorough so that there are no errors in picking up goods which result in differences in the goods in the warehouse with the existing data. PENDAHULUAN Manajemen logistik merupakan proses perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari proses-proses kegiatan logistik mulai dari pengadaan, penyimpanan, penghapusan, dan pendistribusian guna memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam organisasi publik, manajemen logistik sangat erat hubungannya dengan penyelenggaraan fungsi pemerintah. Proses ini tidak hanya berputar di sekitar aktivitas pengadaan barang untuk kebutuhan suatu instansi pemerintah, tetapi juga mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dikarenakan aktivitas manajemen logistik sangat menyangkut kehidupan sehari- hari yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pemerintah. Manajemen logistik merupakan seni dan ilmu yang mengatur dan mengontrol arus barang, energi, informasi, dan sumber daya lainnya dengan tujuan untuk mengoptimalkan penggunaan modal. Dalam penyelenggaraannya terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu tepat waktu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat harga, tepat kualitas. Ketidakefisienan melakukan manajemen logistik memberikan dampak negatif terhadap a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 rumah sakit baik dari segi medis maupun non medis. Manajemen logistik juga digunakan sebagai informasi yang digunakan dalam pengambilan kebijakan di rumah sakit. Secara umum, kegiatan logistik merupakan penyampaian dan pengiriman barang atau material dengan jumlah tertentu dan waktu yang tepat ke lokasi tertentu dengan biaya seminim mungkin. Melalui proses logistik, material dapat sampai ke tempat produksi melalui saluran distribusi sehingga mampu memberikan kegunaan . yang baik. Dengan demikian, sistem logistik merupakan sumber penciptaan nilai tambah baru . reation of the new value adde. , yaitu dalam mempermudah dan memperlancar aliran barang dan jasa sehingga menjadi suatu pelayanan terpadu yang selanjutnya merupakan sumber-sumber Semakin besar suatu organisasi, maka semakin rumit manajemen logistik yang harus dilakukan karena makin beraneka ragamnya bahan, barang, alat, dan sarana yang Manajemen logistik pada RSI Surabaya Jemursari merupakan salah satu aspek yang Ketersediaan logistik menjadi tuntutan pelayanan yang maksimal. Manajemen logistik pada kantor tersebut meliputi tahap-tahap yaitu perencanaan, pengadaan, perawatan, dan penghapusan yang saling terkait satu sama lain, sehingga harus terkoordinasi dengan baik agar masing-masing dapat berfungsi secara optimal. Ketidakterkaitan antara masing-masing tahap akan mengakibatkan tidak efisiennya sistem suplai logistik yang ada. Dari ulasan tersebut RSI Surabaya Jemursari memerlukan proses perencanaan yang terstruktur dengan baik, perencanaan merupakan proses awal dari pengelolaan manajemen logistik yang selanjutnya mempengaruhi fungsi-fungsi lainnya yang berpengaruh terhadap pengelolaan logistik di rumah sakit tersebut, hal ini sangat penting dilakukan oleh pihak RSI Surabaya Jemursari sebagai pihak yang selalu memberikan pelayanan rutin kepada masyarakat luas maka perlu perencanaan yang baik agar hal-hal yang dibutuhkan dalam proses pelayanan dapat terpenuhi dengan baik. Pengelolaan logistik yang baik dapat memberi pengaruh yang besar terhadap kualitas pelayanan, maka dari itu, pengelolaan logistik perlu diawasi untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan dalam pelaksanaan operasionalnya sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan untuk hal pelaksanaan pengelolaan logistik yang masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi terjadinya stockout yang ada di RSI Surabaya Jemursari. Hasil penelitian diharapkandapat memberikan rekomendasi dalam mengantisipasi terjadinya stockout di RSI Surabaya Jemursari. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan penelitian cross sectional. Variabel yang diteliti terdiri dari perencanaan, penerimaan, distribusi, penghapusan. Penelitian dilakukan di unit logistik RSI Surabaya Jemusari bulan Februari hingga April 2023. Informan penelitian merupaka petugas yang mengelola unit logistik. Data sekunder diperoleh dengan melihat laporan bulanan di unit logistik RSI Surabaya Jemursari bulan Januari hingga Maret 2023. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Proses perencanaan mengecek stock barang di gudang terlebih dahulu yang dilakukan a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 setiap akhir bulan, biasa disebut dengan Stock Opname. Setelah Stock Opname dilakukan petugas akan mulai merencanakan kebutuhan apa saja yang perlu dibeli untuk persediaan barang di bulan selanjutnya. Kegiatan perencanaan bertujuan untuk membuat dan merencanakan anggaran rutin tiap bulan. Sasaran kegiatan perencanaan seluruh unit RS Islam Surabaya Jemursari. Pihak yang terlibat : Unit Pengadaan, instalasi Gizi dan Boga, instalasi Pemeliharaan sarana dan Kesling. Instalasi CSSD dan Laundry. Penerimaan Kegiatan penerimaan barang membantu mengecek barang datang sudah sesuai permintaan pemesanan atau belum. Kegiatan penerimaan bertujuan untuk cek kuantitas barang yang dikirim dengan mencocokkan jumlah barang yang dikirim telah sesuai dengan Sasaran kegiatan ini seluruh unit RS Islam Surabaya Jemursari. Pihak yang terlibat ialah unit pengadaan, unit keuangan, pengirim/supplier. Distribusi Pelayanan ANFRA menyiapkan barang sesuai permintaan Unit kerja sesuai waktu yang telah ditentukan oleh Unit logistik. Kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan di RS Islam Surabaya Jemursari. Sasaran kegiatan ini seluruh unit RS Islam Surabaya Jemursari. Pihak yang terlibat kegiatan pelayanan ANFRA Seluruh unit RS Islam Surabaya Jemursari. Sistem distribusi logistik RSI Surabaya Jemursari sudah berjalan dengan efektif namun setiap bulannya masih ada kesalahan petugas ketika pelayanan ANFRA sehingga mengakibatkan selisih barang dengan data ketika melakukan stok opname di akhir bulan. Kesalahan petugas ini dikarenakan human error faktor kelelahan dan kurang teliti ketika Penghapusan Kegiatan penghapusan dilakukan jika barang sudah tidak dipakai ataupun sudah tidak dibutuhkan lagi oleh Unit kerja RS Islam Surabaya Jemursari. Dengan dilakukannya penghapusan barang inventaris ini guna mewujudkan efisiensi dan efektifitas pemanfaatan barang-barang inventaris. Penghapusan bertujuan untuk menghapus barang inventaris yang sudah tidak dipakai. Sasaran kegiatan ini seluruh unit RS Islam Surabaya Jemursari. Pihak yang terlibat seluruh unit RS Islam Surabaya Jemursari. Sub Bagian Akuntansi dan Pajak. KESIMPULAN Proses manajemen Logistik Non Medis RS Islam Surabaya Jemursari meliputi perencanaan, penerimaan, distribusi, penghapusan. Secara keseluruhan kesimpulan yang didapatkan peneliti dapat diuraikan bahwa sistem inventarisasi dari fungsi logistik di RSI Surabaya Jemursari sudah berjalan dengan efektif. Namun perlu ditingkatkan ketika pelayanan ANFRA lebih teliti agar tidak terjadi kesalahan pengambilan barang yang mengakibatkan selisih barang di gudang dengan data yang ada. DAFTAR PUSTAKA