939 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP IDENTITAS MASYARAKAT ADAT DI DESA BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Mitadi1. Lalu Masyhudi2. Dila Ariyogi3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata E-mail: 1mitadioflife@gmail. com 2laloemipa@gmail. com & 3dila. riyogi@gmail. Article History: Received: 21-08-2025 Revised: 22-09-2025 Accepted: 25-09-2025 Keywords: Dampak Pengembanagn. Pariwisata. Identitas masyarakt adat. Abstract: Penelitian ini dilakukan di Desa Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten lombok utara. Desa ini sebagian besar penduduk nya bersuku Sasak, letak geogerafis desa Bayan berada di dataran tinggi di bawah kaki gunung rinjani, sehinga memiliki pemandangan yang alam yang indah, masyarakat desa bayan juga masih memegang teguh tradisi budaya adat istiadat nenek moyang mereka, sadar dengan potensi yang di miliki sehingga pemerintah desa bayan mengembangkan pariwisata budaya yang kini di lanjutkan pengembangan ekowisata, pengembangan pariwisata di bayan memunculkan problematika dan dampak terhadap lingkungan, sosial budaya dan ekonomi oleh karena itu, perlu adanya penelitian tentang dampak pengembangan pariwisata terhadap identitas masyarakat adat Desa Bayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan apa saja dampak pengembangan pariwista terhadap identitas masyarakat adat. Karena pengembangan pariwisata di bayan bisa di bilang sangat berefek, peneliti bisa perubahan sebelum dan sesudah pengembangan pariwisata. Baik dari sektor ekonomi, budaya, lingkungan dan soial masyarakat adat. Alasan peneliti memilih topik ini karena identitas suatu daerah di lihat dari sektor budaya, lingkungan dan ekonomi. Metode penelitan menggunakan deskriftip kualitatif dengan memaparakan hasil wawancara yang dilakukaan penulis terhadap informan yang sudah di Hasil peneltian dampak pengembangan pariwisata terhadap identitas masyarakat adat, sangat berimbas terhaap masyarakat adat bisa di lihat alih fungsi hutan adat menjadi wisata tirta atau kolam berenang,sehingga berimbas ke sektor pertanian dan cara berpakaian atau gaya hidup sudah muali mengikuti Pentingnya pengembangan pariwisata harus mengikuti budaya masyarakat, sehingga keunikan atau ke autentikan suatu daerah menjadi daya tarik yang sangat berbeda dari daerah lainnya. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 PENDAHULUAN Desa Bayan merupakan salah satu Desa yang termasuk dalam 99 Desa wisata yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa ini terletak di wilayah Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Kecamatan ini berjarak sekitar 41 Km dari ibu kota Kabupaten Lombok Utara. Pusat pemerintahannya Kecamatan Bayan berada di Desa Anyar. Kecamatan Bayan terletak di wilayah paling timur berbatasan dengan Kabupaten Lombok Timur. Desa ini sebagian besar penduduk nya bersuku Sasak, letak geogerafis desa Bayan berada di dataran tinggi di bawah kaki gunung rinjani, sehingga Desa Bayan memiliki pemandangan alam yang begitu indah mulai dari keindahan gunung rinjani, air terjun singang petune, kolam berenang mandala, dan lenskip persawahan. Berdasarkan letak geogerafis yang berada di dataran tinggi sehingga masyarakat Bayan rata-rata berpendapatan dari sektor petanian dan peternakan. Selain itu masyarakat adat bayan masih memegang teguh tradisi adat istiadat dan budaya nenek moyang Desa Bayan juga memiliki situs-situs sejarah sperti masjid kuno sebagi bukti masuknya islam di Bayan dan memiliki berberapa rumah adat dan makam para penyebar agama islam, selain itu tradisi, budaya, gaya hidup dan tata kelola hutan adat masih di jaga dan di lestarikan secara tradisonal, mulai dari tradisi acara-acara adat istiadat seperti mulud adat, lebaran adat dan ngaji makem, yang masih di laksanakan setiap tahunya, bahkan gaya hidup atau cara berpakaian masih secara tradisonal yang merupakan simbol dari identitas masyarakat adat Bayan, untuk perempuan masih menggunakan kereng londong abang . untuk menutup aurat bagian bawah, sedangkan bagian atas menggunakan kemben, sedangkan untuk laki-laki menggunakan kereng londong abang . untuk menutup aurat bagian bawah, sedangkan bagian atas sapuk, dodot dan tidak menggunakan anting. kalung dan tato. Bahkan kearifan lokal yang masih terus di jaga kelestraian nya, seperti pengelolaan hutan adat dan pertanian yang masih melakukan cara tradisonal, contohnya pengelolaan hutan adat menggunkan hukum adat/ awik-awik untuk masyarakt yang merusak hutan adat dan setiap tahun nya akan di lakukan ritual adat yaitu meroah / ucapan rasa shukur atas nikmat yang di berikan oleh sang maha pencipta , sedangkan sektor pertanian masih menggunakan cara tradisonal seperti pembajakan sawah menggunakan sapi, dan masih menggunakan praktik-praktik tradisonal setelah panen seperti contoh melakukan ritual meroh yaitu acara shukur atas hasil pertanian yang di . Menurut Suwarti dan Yuliamir . menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata adalah suatu usaha yang dilakukan untuk memperbaiki dan mengembangkan suatu produk atau menambah jenis produk wisata tersebut. Berdasarkan potensi daya tarik alam dan budaya yang di miliki Desa Bayan sehingga pemerintah desa bayan mengembangkan pariwisata berbasis Pengembangan ekowisata yang di lakukan pemerintah Desa Bayan adalah mengembangkan hutan adat menjadi wisata tirta/kolam berenang, yang di lengkapi dengan faselitas-faselitas umum seperti toilet dan gazebo, selain mengembangkan hutan adat menjadi wisata tirta/kolam berenang pemerintah desa juga menambahkan faselitas-faselitas umum di objek wisata masjid kuno seperti seperti toilet dan gazebo, dalam pengembangan pariwisata di Bayan pemerintah desa juga memeperhatikan aspek pengembangan antara lain ialah Attraction. Accessibility. Amenity dan Ancilliary. Pengembangan pariwisata di Bayan bisa di bilang sangat berefek peneliti bisa merasakan before dan after perubahan dari pengembangan pariwisata. Baik dari sektor ekonomi, budaya, lingkungan dan soial masyarakat adat bayan before di kembangkannya pariwisata masyarakat adat bayan rata-rata berprofesi sebagai petani dan peternak , selain itu budaya yang masih secara a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 tradisonal mulai dari cara berpakaian yang sederhana di kehidupan sehari hari, sedangkan untuk lingkungan bisa dibilang sangat asri/alami, bahkan kehidupan sosial masyarakat sangat kental dengan adat istiadat lama, yang dimana kebiasan berupa tolong menolong atau bahasa sasak Bayan nya (Sor alap ) dan ketika ada suatu permasalahan akan di adakan musawarah untuk mengatasi atau memecahkan masalah. After pengembangan pariwisata menambanh pendapatan prekonomian masyarakat meningkat yang dulunya dari sektor pertanian dan peternakan kini munculnya pendapatan baru dari penjualan souvenir, penjualan tiket, penyewaan homstye, penyewaan kain dan parkir motor, bahkan kini hutan adat di jadikan wisata tirta/kolam berenang sebagai daya tarik wisata, sedangkan untuk sosial budaya masyarakat adat terjadinya mobilitas sosail yang di mana dari seorang petani menjadi penjual souvenir, guide penjual tiket dan tukang parkir sehingga munculnya identitas baru yang pada dasarnya masyarakat bayan berpakaian yang sederhana kini sudah mulai berubah seperti laki-laki memakai tato, anting dan kalung. Dengan pengembangan pariwisata di bayan memunculkan problematika dan dampak terhadap lingkungan, sosial budaya seperti pembuatan wisata tirta/ kolam berenang di hutan adat yang dimana berimbas kepada sektor pertanian karena air yang mestinya ke sawah warga kini mulai berkurang, sehingga menyebabkan pekasih dan subak saling menyalahkan karena air kecil, selain berimbas terhadap lingkungan juga berimbas terhadap kehidupan sosil budaya masyarakat yang dimana dulunya ada budaya . or ala. kini sudah berkurang karena tumbuhnya rasa matrealistik hanya kerja ketika ada uang. salin itu berubahnya cara berpakain untuk laki-laki yang dulu nya sederhana kini sudah ada yang pakek tato, anting, dan kalung yang pada dasarnya itu di larang oleh tokoh-tokoh adat karena melangar etika berpakaian. Dengan pengembangan pariwisata yang di lakukan pemerintah Desa Bayan menimbulkan dampak yang cukup besar baik itu positif maupun negatif, positifnya menambah lapangan pekerjan, timbulnya rasa menjaga lingkungan alam dan budaya dengan cara konservasi, sedangkan negatifnya rusaknya lingkungan karena adanya bangunan, petani kekurangan air dan adanya komersialisai budaya, selain itu tanpa disadari adanya percampuran budaya dan pemikiran mengakibatkan terjadinya pengikisan identitas sosial dan budaya masyarakat adat. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian tentang dampak pengembangan pariwisata terhadap identitas masyarakat adat Desa Bayan. Supaya bisa mengatasi dampak yang akan ditimbulkan kedepannya, diharapkan penelitian ini dapat berkontribusi dalam memberikan masukan bagi pemerintah daerah, provinsi maupun masyarakat agar mengetahui dampak yang didapatkan masyarakat karena pengembangan pariwisata. Berdasarkan latar belakang diatas, maka dalam kegiatan penelitian dan penyusunan skripsi ini penulis tertarik untuk meneliti tentang (Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Identitas Masyarakat Adat Desa Bayan. Kecamatan Bayan. Kabupaten Lombok Utara. NTB. Penelitian terdahulu yang dijadikan acuan dalam penulisan ini terdiri dari tiga artikel jurnal. Pertama penelitian di lakukan oleh 1Hamzah. , 2Hermawan. , & 3Wigati . Meneliti tentang Evaluasi Dampak Pariwisata Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Lokal. Kesimpulan yang dapat diambil dari temuan dan diskusi sebelumnya adalah Meskipun potensi peluang kerja dan peluang berusaha semakin meningkat oleh adanya pariwisata, namun pada kenyataanya masyarakat Desa Borobudur masih belum cukup sejahtera, dikarenakan masih ada sebagian masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Kedua penelitian ini dilakukan oleh . Kartika,T. 7,1, januar. meneliti tentang AuDampak Pengembangan Terhadap Aspek Ekonomi. Sosial Budaya dan Lingkungan Fisik Di Desa Penjalu. Perkembangan pariwisata di Desa Panjalu mulai menunjukkan geliatnya terutama a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 pascakunjungan Gusdur pada tahun 2000 yang saat itu menjadi Presiden Republik Indonesia ke kawasan wisata Desa Panjalu (Nusa Gede dan Situ Lengkong Panjal. Kunjungan Gusdur seolah menambah penguatan publik akan keberadaan makam yang ada di Nusa Gede memiliki nilai historis tinggi dalam upaya penyebaran agam Islam di Indonesia. Seiring dengan perkembangannya, kegiatan pariwisata di Desa Panjalu pun telah memberi dampak baik positif maupun negatif terhadap aspek ekonomi, sosial budaya maupun lingkungan fisik. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti terdapat beberapa hasil penting berkenaan dengan area penelitian diantaranya Perkembangan pariwisata di Desa Panjalu telah membawa dampak terhadap aspek ekonomi untuk masyarakat sekitar. Hal ini terlihat dari Pendapatan Asli Desa (PAD) yang berasal dari sektor pariwisata, meningkatkan pendapatan masyarakat, memberikan banyak peluang pekerjaan, meningkatkan pembangunan Desa. Sementara itu, sisi negatif pun terlihat pada naiknya harga dan tarif akan tanah yang mungkin memberikan kerugian bagi pihak investor namun memberikan keuntungan bagi si pemilik lahan. Ketiga penelitian ini dilakukan oleh . 1Suindari. , 2Surya. Meliti tentang AuDampak Pengembangan Obyek Wisata Kayu Putih Terhadap Keuangan Dan Aktivitas Ekonomi Masyarakat Di Banjar Bayan. Pengembangan obyek wisata kayu putih menambah penghasilan warga sekitar, namun belum berpengaruh banyak bagi perekonomian masyarakat Wisatawan yang berkunjung tidak tentu jumlah dan waktunya, dan biasanya meningkat pada hari libur. Secara keseluruhan, perubahan taraf hidup belum dapat dirasakan oleh warga Desa Adat Bayan setelah dibukanya obyek wisata. Hal ini karena pengembangan obyek wisata masih dalam pengembangan ditambah kondisi pandemi covid-19 yang mengguncang industri pariwisata. Pendapatan dari usaha wisata digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup seharihari dan keperluan sekolah anak-anak. Untuk melihat bukti fisik jenis lantai dan dinding bangunan tempat tinggal, status kepemilikan rumah, dan daya listrik secara keseluruhan masih sama jika dibandingkan dengan sebelum dikembangkannya obyek wisata. Kepemilikan barang berharga merupakan tuntukan kebutuhan, bukan merupakan dampak pengembangan obyek wisata. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa taraf hidup masyarakat Desa Adat Bayan sebelum dan setelah pengembangan obyek wisata tidak banyak mengalami perubahan karena adanya ekowisata. Fokus Penelitian Berdasarkan uraian pada fokus penelitian ini ,maka dirumuskan permasalahan yaitu,Bagaimana Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadep Identitas Masyarakat Adat Di Desa Bayan Kabupaten Lombok Utara Ay Tujuan penelitian Berdasarkan uraian pada fokus penelitian di atas maka manfaat yang ingin diketahui yaitu,Untuk menganalisis apa saja Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadep Identitas Masyarakat Adat Di Desa Bayan Kabupaten Lombok Untara Manfaat Penelitian Ada beberapa manfaat penelitian yang penulis sajikan diantaranya sebagai berikut: Manfaat Teoritis Manfaat teoritis penelitian ini adalah Hasil penelitian ini nanti akan diharapkan bisa digunakan sebagai bahan kajian ilmu pariwisata khususnya tentang kebudayaan. Hasil dari penelitian ini nanti akan diharapkan sebagai bahan refrensi bagi penelitianpenelitian yang akan datang dalam konteks pernasalahan yang berkaitan tentang Dampak a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Pengembangan Pariwisata Manfaat Praktis Manfaat praktif penelitian ini adalah Penelitian ini akan digunakan oleh pemerintah Desa Bayan sebagai bahan pertimbangan ketika membuat penelitian tentang Dampak Pengembangan Pariwisata Penelitian ini akan digunakan sebagai bahan tambahan materi pembelajaran mengetahui tentang dampak pengembangan pariwisata. LANDASAN TEORI Pengembangan pariwisata . Menurut Barreto dan Giantari . Pengembangan pariwisata adalah suatu usaha untuk mengembangkan atau memajukan objek wisata agar, objek wisata tersebut lebih baik dan lebih menarik ditinjau dari segi tempat maupun benda-benda yang ada didalamnya untuk dapat menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya. Menurut Anindita . pengembangan pariwisata adalah suatu usaha untuk mengembangkan atau memajukan objek wisata agar lebih baik dan menarik ditinjau dari segi tempat dan segala yang ada didalamnya untuk dapat menarik minat wisatawan untuk Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pariwisata termasuk prioritas alokasi anggaran tertinggi dan digariskan untuk menghasilkan banyak devisa, karena dengan bertambahnya devisa banyak diperlukan untuk menggiatkan pembangunan . Dengan demikian bahwa pengembangan pariwisata dengan segala aspeknya mempunyai pengaruh langsung terhadap pendapatan devisa negara dan peluasan kesempatan kerja. Hal ini sebagai akibat dari adanya pembinaan dan pemeliharaan terus-menerus dari pemerintah terhadap semua unsur budaya di daerah yang mempunyai potensi dalam menarik wisatawan, baik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Pengertian Identitas . Teori identitas sosial Tajfel dan Turner menjelaskan bahwa bagian dari konsep diri seseorang berasal dari kelompok tempat orang itu berada. Seorang individu tidak hanya memiliki kedirian pribadi, tapi juga banyak diri dan identitas yang terkait dengan kelompok terafiliasi mereka. Seseorang mungkin bertindak berbeda dalam berbagai konteks sosial sesuai dengan kelompok tempat mereka berada, yang mungkin termasuk tim olahraga yang mereka ikuti, keluarga mereka, negara kebangsaan mereka, dan lingkungan tempat tinggal mereka, di antara banyak kemungkinan lainnya. 12 Selain itu, komitmen religius sering menjadi inti dari identitas seseorang. Dalam studi sosial tentang agama telah menunjukkan beragam cara di mana agama-agama dengan kuat melayani impuls identitas. Seul menyatakan, agama sering AumelayaniAy beragam kebutuhan psikologis lebih komprehensif daripada budaya lainnya. Artinya, agama berkontribusi terhadap pembangunan dan pemeliharaan identitas individu dan "Masingmasing agama secara khas memberi para pengikutnya sebuah keyakinan yang berbeda dengan seperangkat norma, institusi, tradisi, dan nilai moral yang koheren dan stabil yang merupakan dasar bagi seseorang untuk membangun dan memelihara identitasnya. Dampak Pariwisata Dampak adalah pengaruh kuat yang dapat berakibat positif atau negative1 . Sedangkan menurut para ahli, definisi dampak adalah akibat, imbas atau pengaruh yang terjadi . aik itu a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 negative atau positi. dari sebuah tindakan yang dilakukan oleh satu/sekelompok orang yang melakukan kegiatan tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari, kata dampak merupakan kata yang telah lazin digunakan dalam masyarakat luas pada umumnya dengan pengelompokkan sebagai Dampak positif ini adalah akibat baik atau pengaruh menguntungkan yang didapatkan dari berbagai hal atau peristiwa yang terjadi. Dalam hal ini pengaruh atau akibat yang dihasilkan dari kata dampak adalah merugikan dan cenderung memperburuk keadaan berdasarkan arti tersebut, maka yang dimaksud dengan dampak dalam tulisan ini adalah akibat yang ditimbulkan dari perceraian orang tua sehingga dapat mempengaruhi kondisi mental dan motivasi belajar. Pariwisata Istilah pariwisata berasal dari bahasa sanskerta yang terdiri darisuku kata AupariAyberarti berkeliling atau bersama ,dan suku kata AuwisataAyberarti perjalanan . UU RI NO. 10 Tahun 2009 pariwisata adalah berbagaii macam kegiatan wisata dan masyarakat,pengusaha,pemeriintah,dan pemerintah daerah. Ada beberapa komponen pokok secara umum disepakati di dalam batasan pariwisata yaitu sebagai berikut : Traveler yaitu orang yang melakukan perjalanan ke dua tempat lokasi yang berbeda. Visitor yaitu orang yang melakukan perjalanan ke daerah yang bukan merupakan tempat tinggalnya, kurang dari 12 bulan daan tujuan perjalanannya bukan untuk mencari nafkah,pendapatan,atau penghidupan di tempat tujuan. Touris yaitu bagian dari visitor yang menghabiskan waktu paling tidak satu malam . di daerah yang dikunjungi (WTO,2. Menurut A. J Burkat dalam Damanik . , parwisata adalah perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek ke tujuan-tujuan diluar tempat dimana mereka biasa hidup dan bekerja dan juga kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di suatu tempat tujuan. Menurut mathieson & Wall dalam Pitana dan Gyatri . , bahwa pariwisata adalah kegiatan perpindahan orang untuk sementara waktu ke destinasi diluar tempat tinggal dan tempat bekerjanya dan melaksanakan kegiatan selama di destinasi dan juga penyiapan-penyiapan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan wisata, termasuk objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. Inti atau komponen pariwisata yaitu: Atraksi/ attraction seperti atraksi alam, budaya dan buatan. Amenitas/ amenities berhubungan dengan fasilitas atau akomodasi Aksesibilitas/ accebilities berhubungan dengan segala jenis transportasi, jarak atau kemudahan pencapaian. Serta unsur pendukung lainnya . asyarakat, pelaku industry pariwisata, dan institusi pengembanga. yang membentuk sistem yang sinergis dalam menciptakan motivasi kunjungan serta totalitas pengalaman kunjungan wisatawan. Pariwisata budaya . Pengertian pariwisata budaya menurut R. Damardjati . 4: . adalah gerkan atau kegiatan wisata yang dirangsang oleh adanya objek-objek wisata yang berwujud hasil-hasil seni buadaya setempaat seperti : adat istiadat, upacara agama ,tata hidup masyarakat,peninggalan sejarah, hasil seni, kerajinan-kerajina rakyat dan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Pariwisata budaya merupakan aktivitas yang memungkinkan wisatawan untuk mengetahui dan memperoleh pengalaman tentang perbedaan cara hidup orang lain, merefleksikan adat istiadatnya, tradisi relegiusnya dan ide-ide intelektual yang yang terkandung dalam warisan budaya yang belum di kenalnya (Borley,2006: . Sirtha . mengemukakan motivasi pariwisata budaya,antara lain : mendorong pendayagunaan produksi daerah dan nasional, mempertahankan nilai-nilai budaya,norma,adat istiadat dan agama, berwawasan lingkungan hidup,baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial (Arismayanti. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang, serta diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik , adat istiadat, bahasa , perkakas, pakaian bangunan, dan karya Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Seseorang bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaan di antara mereka, sehingga membuktikan bahwa budaya bisa dipelajari METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan,bersifat deskrptif kualitatif, dimana penelitian yang akan mengkahasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang yang di perlukan dan dapat diamati. penelitian ini akan digunakan untuk mengetahui dampak pariwisata terhadap masyarakat adat Bayan. Menurut Creswell. W mengartikan penelitian kualitatif adalah penelitian yang di gunakan untuk meneliti masalah manusia dan sosial. Dimana peneliti akan melaporkan dari hasil penelitian berdasarkan laporan pandangan data dan analisa data yang di dapatkan di lapangan, kemudian di deskripsikan dalam laporan penelitian secara rinci (Salmaa, 2. Penentuan Informan Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, . Menurut sugiyono . ,proposive sampling adalah teknik penentu informan dengan pertimbangan pada kemampuan informan yang memberikan informasi selengkap mungkin kepada peneliti. Kriteria yang ditentukan dalam menentukan informan yang di pilih yaitu informan yang terlibat langsung dalam menjaga pelestarian budaya adat istiadat masyarakat adat Bayan. Informan dalam penelitianini di anataranya yaitu: Perangkat Desa. Tokoh adat, kepala sekolah SAB (Sekolah Adat Bayan ) Informan merupakan subjek penelitian yang dapat memberikan informasi mengenai permasalahan atau fenomena yang diangkat dalam penelitian. Tabel. 1 Nama- Nama Informan No. Nama Informan Jabatan Pendidikan Usia Jenis Kelamin Hasan Basri. Sekertaris Desa S1 Pendidikan Laki-Laki Bayan Sumadim Kepala Sekolah D1 Kesehatan Laki-Laki Adat Bayan Raden Riko Sekertaris S1 Manajemen Laki-Laki a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Agustian. SM Sumangsa Sd Sederajat Laki-laki Irawalip Pokdarwis Tokoh Adat / Pengulu Adat Pekasih Smp Sederajat Laki Aelaki Muliyanom Agus irawan Masyarakat adat Masyarakat adat Sd sederajat D3 perpajakan Laki- laki Laki-laki Istraji Jusheri Masyarakat adat Masyarakat adat Sd sederajat SMA sederajat Laki-laki Laki-laki Astrinep Dani sulitoga Bohari Masyarakat adat Masyarakat adat Masyarakat adat Sd sedderajat Sd sederajat Sd sederajat Perempuan Laki-laki Laki-laki Sumber. Mitadi 2024 Alasan peneliti memilih dua belas ainforman tersebut, karena informan tersebut di anggap akan memiliki data yang akurat dan mengetahui banyak hal tentang permasalahan yang akan peneliti teliti selain itu dari kedua belas informan ini juga lebih tau kondisi dan situasi lapangan, kemudian peneliti juga menanyakan pertanyaan tersebut kepada kedua belas informan tersebut guna mendapatkan keterangan yang berkaitan dengan rumusan masalah pada penelitian yang di Pertanyaan yang di berikan kepada informan di berikan kebebasan untuk menjawab, pembahasan di mulai dari segi umum menuju ke fokus penelitian. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang di gunakan untuk mendapatkan informasi mengenai data yang di perlukan dalam penelitian ini. Dengan demikian teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengumpulan data merupakan pecarian informasi baik dari data ,observasi,wawancara dan Observasi Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang di lakukan dengan cara mengamati dan mencatat setiap gejala atau fenomena yang diteliti di lokasi penelitian. Teknik ovservasi di lakukan dengan cara datang langsung ke lokasi penelitian yaitu dengan mengunjungi objek wisata seperti wisata Tirta / kolam berenang dan wisata budaya Masjid Kuno Desa Bayan. Kunjungan observasi dilakukan peneliti guna mendapatkan gambaran/keadaan yang ada di Desa Bayan Kabupaten Lombok Utara. Hal tersebut di lakukan oleh peneliti untuk melihat kearifan lokal ,tradisi ,adat istiadat,maupun ritual yang ada , serta melihat berberapa potensi alam ,mauapun kesenian dan keterampilan yang ada dan berintraksi dengan penduduk Dengan demikian teknik observasi merupakan teknik yang diakukan untuk memperkuat hasil. Adapun hasil observasi yang di lakukan di lokasi tempat peneliti melakukan penelitian ke berberapa tempat yang ada di Desa Bayan. Yaitu kolam berenang, masjid kuno dan rumah adat tempat ini masih di gunakan untuk kegiatan tradisi adat istiadat yang masih di lestarikan oleh masyarakat adat Desa Bayan . Observasi merupakan suatu penyelidikan yang dilakukan secara sistematik dan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 sengaja diadakan dengan menggunakan alat indera terutama mata terhadap kejadian yang berlangsung dan dapat di analisa pada waktu kejadian itu terjadi. Dibandingkan dengan metode survey, metode observasi lebih obyektif, maksud utama observasi adalah menggambarkan keadaan yang diobservasi. Selain itu, observasi tidak harus dilakukan oleh peneliti sendiri, sehingga peneliti dapat meminta bantuan kepada orang lain untuk melaksanakan observasi (Kristanto, 2. Tabel. 2 Pedoman Observasi Aspek Keterangan Pengamatan Letak geografis Lokasi Potensi wisata Mengamati pariwisata yang pemerintah desa Mengamati Dataran Tinggi Desa Bayan Wisata budaya dan wisata Mengembangkan hutan adat menjadi wisata tirta/kolam berenang, dan menambang faselitas umum sekitar masjid kuno seperti gazebo, toilet. Masyarakat kedatangan wisatawan Before After Mengamati Ekonomi dan peternak Mengamati sangat asri/alami. Menambahnya pendapatan prekonomian dulunya dari sektor pertanian dan peternakan pendapatan baru dari penyewaan homstye dan parkir motor, bahkan kini hutan adat di jadikan wisata tirta/kolam berenang sebagai daya tarik wisata a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Mengamati sosial Budaya tradisonal mulai berpakaian yang kehidupan sehari hari dan sangat adat istiadat lama, kebiasan berupa tolong menolong atau bahasa sasak Bayan nya (Sor alap ), ketika ada akan di adakan musawarah untuk terjadinya mobilitas sosail yang di mana dari seorang petani menjadi penjual souvenir, guide penjual tiket dan tukang parkir. Bahkan budaya . or ala. kini sudah berkurang karena matrealistik hanya kerja ketika ada uang. Salin itu munculnya identitas baru berpakaian yang sederhana kini sudah mulai berubah dari cara berpakain untuk laki-laki yang dulu nya sederhana kini sudah ada yang pakek tato, anting, dan kalung yang pada dasarnya itu di larang oleh tokoh-tokoh adat karena melangar etika berpakaian. Dampak Positif Negatif Bertambahnya pekerjaan dan usaha-usaha baru sehingga masyarakat dan desa, selain itu tumbuhnya rasa menjaga dan budaya tardisi Munculnya problematika lingkungan, sosial budaya seperti pembuatan wisata tirta/ kolam berenang di hutan adat yang dimana berimbas kepada sektor pertanian karena air yang mestinya ke sawah warga pekasih dan subak saling menyalahkan karena air terhadap lingkungan juga a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 kehidupan sosil budaya masyarakat yang dimana dulunya ada budaya . or ala. kini sudah berkurang karena tumbuhnya rasa matrealistik hanya kerja ketika ada uang. salin itu berubahnya cara berpakain untuk laki-laki yang dulu nya sederhana kini sudah ada yang pakek tato, anting, dan kalung yang pada dasarnya itu di larang oleh tokohtokoh adat karena melangar etika berpakaian. Sumber. Mitadi 2024 Wawancara Wawancara merupakan percakapan yang di lakukan dua pihak dengan maksud tertentu yaitu pewawancara sebagai pemberi pertanyaan dan yang diwawancarai sebagai pemberi jawaban. Jenis wawancara yang di lakukan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur yaitu wawancara menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya dalam konteks pengembangan desa wisata. Dalam hal ini wawancara di lakukan kepada Tokoh Adat. Pemerintah Desa. Kepala Sekolah Adat Bayan . Adapun hasil sedikit wawancara dari Kepala Sekolah Adat Bayan mengenai identitas masyarakat adat Bayan yang di mana masyarakat adat Bayan terkenal dengan gaya hidup yang sederhana /tradisonal dan tetep menjaga kesakkralan setiap tradisi yang ada, disini bisa kita lihat dari cara berpakaian untuk perempuan menggunakan Jong sebaggai penutup aurat bagian atas . , kemben untuk menutup bagian tengah . dan kereng londong abang untuk menutup bagian bawah. Selain gaya hidup ada tempat - tempat yang di sakralkan seperti, masjid kuno,rumah adat dan hutan adat yang ada di Desa Bayan. Dokumentasi Dokuimentasi merupakan pengumpulan data seperti dokumen, catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, sehingga diperoleh data yang lengkap dan bukan Peneliti melakukan dokumentasi dengan catatan tulisan, recording foto, dan mencari data-data yang sudah tercatat seperti letak geografis, demografi dan lain sebagainya. Selain melalui wawancara dan observasi, informasi juga bisa diperoleh lewat fakta yang tersimpan dalam bentuk surat, catatan harian, arsip poto, hasil rapat, cenderamata, jurnal kegiatan dan sebagainya. Data berupa dokumen seperti ini bisa dipakai untuk menggali infromasi yang terjadi di masa silam. Peneliti perlu memiliki kepekaan teoretik untuk memaknai semua dokumen tersebut sehingga tidak sekadar barang yang tidak bermakna. Teknik atau studi dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui peninggalan arsiparsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil-dalil atau hukum-hukum dan lainlain berhubungan dengan masalah penelitian. Dalam penelitian kualitatif taknik pengumpulan data yang utama karena pembuktian hipotesisnya yang diajukan secara logis dan rasional melalui a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 pendapat, teori, atau hukum-hukum, baik mendukung maupun menolak hipotesis tersebut HASILDAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis tentang dampak pengembangan pariwisata terhadap identitas masyarat adat adalah sebuah studi yang membahas tentang bagaimana dampak-dampak yang ditimbulkan dari pengembengan pariwisata sehingga bisa berdampak terhadap identitas masyarakat adat. Penelitian ini fokus pada dampak yang di timbulkan dari pengembangan pariwisata, sehingga kedepanya ketika mengembangankan pariwisata berbasis alam maupun budaya kita bisa mengurangi dampak-dampak negatif yang di timbulkan oleh Idenfikasi Daya Tarik Wisata Yang Ada Di Desa Bayan Berdasarkan hasil idenfikasi Daya tarik wisata yang di milii desa bayan sangat banyak mulai dari ke indahan alam dan kearifan lokal masyarakat adat bayan karena masih memegang teguh tradisi adat istiadat dan budayanya nenek moyang mereka. Daya tarik wisata alam yaitu Kolam berenang mandala Air terjun singgang petune Lenskip persawahan bangket bayan Daya tarik wisata budaya Masjid kuno bayan beleq Rumamh adat Kegiatan adat istiadat Kesenian tradisonal sadar dengan potensi wisata alam yang di miliki sehingga pemerintah desa bayan mengembangkan ekowisata yang dimana dulunya berbaisis wisata budaya kini dikembangkan menjadi ekowisata. Pengembangan Pariwisata Di Desa Bayan . Menurut Suwarti dan Yuliamir . ) menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata adalah suatu usaha yang dilakukan untuk memperbaiki dan mengembangkan suatu produk atau menambah jenis produk wisata tersebut. Berdasarkan potensi daya tarik alam dan budaya yang di miliki Desa Bayan pemerintah desa bayan mengembangkan pariwisata berbasis ekowisata. Pengembangan ekowisata yang di lakukan pemerintah Desa Bayan adalah mengembangkan hutan adat menjadi wisata tirta/kolam berenang, yang di lengkapi dengan faselitas-faselitas umum seperti toilet dan gazebo, selain mengembangkan hutan adat menjadi wisata tirta/kolam berenang pemerintah desa juga menambahkan faselitas-faselitas umum di objek wisata masjid kuno seperti seperti toilet dan gazebo, dalam pengembangan pariwisata di Bayan pemerintah desa juga memeperhatikan aspek pengembangan antara lain ialah Attraction. Accessibility. Amenity dan Ancilliary. Berikut pengembangan pariwisata yang ada di objek wisata desa bayan. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Objek wisata masjid kuno pengembangan nya meliputi penambahan faselitas seperti gazebo, toilet, papan informasi. Objek wisata kolam bereang / wisata tirta pengembangan nya meliputi penambahan faselitas seperti gazebo, toilet, papan informasi, sfot selfi, ayunan. Identitas Masyarakat Adat Bayan Adapun hasil wawancara dari Kepala Sekolah Adat Bayan mengenai identitas masyarakat adat Bayan yang di mana masyarakat adat Bayan terkenal dengan gaya hidup yang sederhana /tradisonal dan tetep menjaga kesakkralan setiap tradisi yang ada, disini bisa kita lihat dari cara berpakaian untuk perempuan menggunakan Jong sebaggai penutup aurat bagian atas . , kemben untuk menutup bagian tengah . dan kereng londong abang untuk menutup bagian bawah. Selain gaya hidup ada tempat - tempat yang di sakralkan seperti, masjid kuno,rumah adat dan hutan adat yang ada di Desa Bayan. Dengan adanya pengembangan pariwisata di bayan menimbulakan dampak positif dan negatife yang di mana positifnya meningkatkan lapangan pekerjaan dan menambah pendapatan masyarakat yang ada di sekitar objek wisata, sedangkan negatifnya kurangnya sumber mata air karena ailh fungsi hutan menjadi tempat wisata, gaya hidup dan cara berpakian sudah mulai ada perubahan yang diman laki laki mulai memakai tato, memakai anting dan kalung. KESIMPULAN Berdasarkan pemaparan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian pada bab sebelumnya maka dapat dapat disimpulkan bahawa dengan adanya pengembangan pariwisata di desa bayan menimbulkan dampak positfi negatif di desa bayan dampak tersebut terhadap perekonomian masyarakat, lingkungan masyarakat, dan kehidupan sosial masyarakat. Dampak Positif Bertambahnya lapangan pekerjaan dan munculnya usaha-usaha baru sehingga menambah pendapatan masyarakat dan pemerintah desa, selain itu tumbuhnya rasa menjaga dan melestraikan budaya tardisi dan lingkungan sedangkan negatif yang di timbulkan. Munculnya problematika dan dampak terhadap lingkungan, sosial budaya , seperti pembuatan wisata tirta/ kolam berenang di hutan adat yang dimana berimbas kepada sektor pertanian karena air yang mestinya ke sawah warga kini mulai berkurang, sehingga menyebabkan pekasih dan subak saling menyalahkan karena air kecil, selain berimbas terhadap lingkungan juga berimbas terhadap kehidupan sosil budaya masyarakat yang dimana dulunya ada budaya . or ala. kini sudah berkurang karena tumbuhnya rasa matrealistik hanya kerja ketika ada uang. salin itu berubahnya cara berpakain untuk laki-laki yang dulu nya sederhana kini sudah ada yang pakek tato, anting, dan kalung yang pada dasarnya itu di larang oleh tokoh-tokoh adat karena melangar etika berpakaian. PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas berkat limpahan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul AuPengaruh Promotion Terhadap Penjualan Kam,ar Hotel Anugrah Di Lombok UtaraAy Skripsi ini adalah salah satu syarat kelulusan dalam meraih gelar sarjana program Strata Satu (S-. Pariwisata di Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram. Terselesainya Proposal Skripsi ini tidak terlepas dari semangat, motivasi, dan bantuan serta a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Bapak Dr. Halus Mandala. Hum Ketua Program Studi S1 Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Bapak Dr. Syech Idrus. Seluruh Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram yang selama ini telah memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi penulis. Kepada dosen pembimbing 1 bapak lalu masyhudi. Si & 2 bapak dila aryogi M. St,M. Kedua orang tuaku terima kasih yang tak terhingga atas semuanya. Semoga penulis dapat senantiasa berbakti kepada keduanya. Teman-teman seperjuangan khususnya angkatan yang telah banyak memberikan motivasi, dan semangat sehingga terwujudnya Skripsi ini. Semua pihak yang telah memberikan doa dan dukungan kepada penulis selama penulisan Skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Akhirnya penulis berharap semoga apa yang diikrarkan ini mendapatkan ridho dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa Skripsi ini belum mencapai kesempurnaan, namun penulis berharap semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis secara khusus maupun pembaca pada Untuk itu, saran dan kritik yang konstruktif dari semua pihak sangat penulis harapkan, semoga Allah SWT. Selalu memberikan berkah dan meridhoi langkah ini. Aamiin. DAFTAR PUSTAKA