Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Halaman jurnal di https://journal. id/skenoo Tanggung Jawab Sosial Misi Kristen: Sebuah Panggilan bagi Gereja untuk Berpartisipasi dalam Misi Allah Romelus Blegura. Hari Wahyudib. Nico Pabayo Gadingc. Leniwan Darmawati Gead a,b,c,d Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak email: romeblg085@gmail. com, hariwahyudi0@gmail. com, nicopgading@gmail. com, leniwangea83@gmail. INFO ARTIKEL Sejarah artikel: Dikirim 21 Oktober 2024 Direvisi 29 Maret 2025 Diterima 16 April 2025 Terbit 30 Juni 2025 Kata kunci: Tanggung Jawab Sosial Panggilan Gereja Misi Allah Keywords: Social Responsibility Church Calling God's Mission. ABSTRAK Masalah-masalah sosial yang terus berkembang menjadi ancaman nyata bagi kehidupan manusia, sehingga memerlukan tanggapan serta partisipasi aktif untuk penyelesaiannya. Dalam konteks ini, gereja memiliki peran dan tanggung jawab yang penting sebagai bagian dari misi Allah yang harus diwujudkan secara nyata. Penelitian ini bertujuan menyelidiki prinsip panggilan misi Kristen dalam kaitannya dengan masalahmasalah sosial yang belum sepenuhnya menjadi fokus perhatian gereja global. Penelitian dilakukan melalui metode kepustakaan dengan pendekatan sosiologis. Hasilnya menunjukkan bahwa masalah sosial merupakan bagian integral dari tanggung jawab gereja dalam menjalankan misi Allah. Sebagaimana Allah berkarya di tengah umat-Nya, gereja pun dipanggil untuk berperan aktif dalam menyikapi tantangan sosial masa kini. Penelitian ini menyoroti isu dunia kerja, lingkungan hidup, dan pengaruh dunia digital, yang semuanya menuntut keterlibatan gereja secara holistik dalam menjalankan misi ilahi di tengah ABSTRACT The continuously emerging social problems have become a real threat to human life, thereby requiring active responses and participation for their resolution. In this context, the church holds a significant role and responsibility as part of God's mission that must be actualized. This study aims to investigate the principle of the Christian mission calling in relation to social issues that have not yet received full attention from the global church. The research employs a literature review method with a sociological approach. The findings indicate that social problems are an integral part of the churchAos responsibility in fulfilling GodAos Just as God has worked among His people to address social issues, the church is also called to actively respond to todayAos social This study highlights issues such as the world of labor, environmental concerns, and the influence of the digital realm all of which demand the churchAos holistic involvement in carrying out its divine mission in the world. 20 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. PENDAHULUAN Tujuan penting misi Kristen adalah menyampaikan Kabar Baik bagi keselamatan Karena itu misi Kristen tidak dapat dilepaskan dari tujuan pokok tersebut. Keselamatan yang dimaksud adalah keselamatan kini, yaitu menghadapi realitas hidup masa kini, dan pada puncaknya adalah keselamatan kekal yang disediakan Tuhan Yesus pada kedatangan-Nya kembali. Berkenaan dengan itu, maka misi Kristen memiliki cakupan luas yang menyentuh aspek rohani maupun aspek jasmani, yang sama-sama penting dan tidak terpisahkan. 1 Mengenai itu, misi Kristen haruslah bersifat holistik. Dalam cakupan tersebut, maka salah satu tanggung jawab penting dalam misi Kristen Dalam pelayanan-Nya. Yesus melakukannya dalam rangka mengaktualisasikan misi Allah yang membebaskan manusia dalam kompleksitas masalah mereka, misalnya menyembuhkan orang sakit, memperhatikan mereka yang miskin dan terbuang dari kalangan atau kelas sosial serta ekonomi tertentu. Karya Yesus dimaksudkan agar gereja pun turut berpartisipasi dalam aksi yang sama. Berdasarkan acuan tersebut, maka tanggung jawab sosial dalam misi Kristen harus menjadi pokok perhatian, sebab gereja dan orang percaya masih ada dalam dunia untuk mengorientasikan pelayanannya kepada seluruh aspek hidup manusia termasuk masalah 3 Masalah sosial menjadi salah isu krusial dan penting untuk disikapi, karena itu harus menjadi agenda misi Kristen. Sejauh ini gereja telah turut mengambil perhatian terhadap problem sosial sebagai bagian dari misinya. Hal tersebut menjadi penekanan utama dalam misi kaum oikumenikal yang cenderung berorientasi pada konteks sebagaimana yang ditekankan oleh Lumintang. Meskipun demikian keterlibatan dalam isu-isu sosial tidak disambut dengan antusias secara serentak, misalnya yang terjadi di kalangan kaum injili yang dipandang lambat mengambil sikap tersebut. 5 Namun dalam Lausanne Covenant, pelayanan sosial diberi perhatian sebagai suatu kebutuhan dalam pelayanan misi kaum injili dengan kesadaran bahwa: Injil harus diimplementasikan pada persoalan-persoalan manusia seperti peperangan, penyakit, kelaparan, serta berbagai masalah sosial lainnya. 6 Sampai pada titik ini, tampak bahwa 1 Kalis Stevanus and Yunianto Yunianto. AuMisi Gereja Dalam Realitas Sosial Indonesia Masa Kini,Ay HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen 6, no. : 55Ae67. 2 Romelus Blegur et al. AuMendidik Kesadaran Gereja Terhadap Tugas Misi Allah,Ay Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual 2, no. : 77Ae86. 3 Yohanes Hasiholan Tampubolon and Grace Son Nassa. AuUrgensi Misi Penatalayanan Ciptaan: Berdasarkan Hasil Sidang Gereja Sedunia Dan Teologi Misi,Ay THEOLOGIA INSANI (Jurnal Theologia. Pendidikan, dan Misiologia Integrati. 1, no. : 28Ae48. 4 Stevri Indra Lumintang. Misiologia Kontemporer: Menuju Rekonstruksi Theologia Misi Seutuhnya, 2nd ed. (Batu: Departemen Multi-Media YPPII, 2. , 21Ae22. 5 Tampubolon and Nassa. AuUrgensi Misi Penatalayanan Ciptaan: Berdasarkan Hasil Sidang Gereja Sedunia Dan Teologi Misi. Ay 6 Young Chan Lee. AuAnalisa Sejarah Perkembangan Pemikiran Dan Praktek Misi Kaum Injili,Ay in Holistic Global Mission: Kepeloporan Petrus Octavianus Dalam Gerakan Misi Sedunia Dari Batu Sampai Ke Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 21 masalah sosial telah menjadi perhatian dua kubu meskipun menyisakan landasan teologis yang terus diperdebatkan diseputar dua pilihan terkait masalah keutamaan teks atau konteks dalam misi Kristen. Penekanan yang berlebihan kepada salah satu sering mengorbankan bagian yang lainnya. Hal ini menyebabkan ketegangan persepsi yang tidak dapat diremehkan sebab berdampak pada peran gereja. Harus disadari bahwa, masalah sosial tidak dapat diabaikan dan mesti diberi perhatian. Alasan terkait yang dikemukakan di sini, adalah bahwa masalah sosial juga merupakan sasaran panggilan misi Kristen. Landasan dari panggilan tersebut yakni, karya Tuhan Yesus melalui transformasi sosial sebagai basis misi sosial yang merupakan bagian dari realisasi Kerajaan Allah, yang dikembangkan melalui pelayanan diakonia sejak zaman para rasul hingga masa kini. 7 Hal tersebut menjadi undangan dan panggilan bagi orang Kristen untuk turut terlibat di dalamnya. Panggilan tersebut perlu ditekankan lagi sebab pada satu sisi masalah sosial belum tuntas, tetapi juga di sisi yang lain gereja belum sepenuhnya mengimplementasikan panggilan misi sosialnya secara global. Kenyataan sosial menunjukkan asumsi tersebut, bahwa tugas misi gereja belum selesai. Gultom dalam analisisnya menemukan adanya kelemahan dalam gereja terkait masalah tersebut, karena itu mendorong gerakan Pentakostal untuk terlibat di dalamnya sebagai wujud dari spiritualitas pneumatik yang 8 Saragih dalam penelitiannya mengemukakan bahwa gereja belum maksimal melaksanakan fungsi sosialnya, karena itu ia mendorong gereja berfungsi sebagai entrepreneurship sosial agar turut terlibat dalam mengatasi masalah-masalah sosial. Meskipun tujuan penulis sama dengan penelitian terdahulu untuk mendorong gereja terlibat dalam pelayanan sosial, namun penelitian ini lebih menyoroti aspek panggilan sebagai daya pendorong bagi gereja untuk menyadari peran holistiknya di tengah dunia. Problem sosial yang mengemuka tampak tidak terbendung sebab realitas tersebut melekat dalam keseharian hidup manusia, dan hal tersebut terus berlanjut hingga pada kemajuan masa kini, khususnya tantangan era digital yang merekonstruksi struktur sosial Mengenai itu, gereja masih memiliki beban misi terkait masalah sosial yang harus diselesaikan dengan terus menyadari bahwa hal tersebut merupakan bagian dari Masalah sosial tidak dapat dilepaskan dari panggilan misi gereja, sebab gereja Lima Benua . Negar. , ed. Roland Octavianus et al. , 1st ed. (Batu: Departemen Multimedia (Bidang Literatu. YPPII, 2. , 226Ae227. 7 Jan S. Aritonang. AuMisi Kristen Yang Global Dan Holistik: Perenungan-Ulang Dari Perspektif Historis-Misiologis,Ay in Holistic Global Mission: Kepeloporan Petrus Octavianus Dalam Gerakan Misi Sedunia Dari Batu Sampai Ke Lima Benua . Negar. , ed. Roland Octavianus et al. , 1st ed. (Batu: Departemen Multimedia (Bidang Literatu. YPPII, 2. , 197Ae198. Thomas Ly. AuKerajaan Allah Dan Transformasi Sosial: Dialetika Kedatangan Kerajaan Allah Dan Implikasi Masa Kini,Ay DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 8, no. : 760Ae776. 8 Junifrius Gultom. AuGereja Sebagai Administrator Misi Keadilan Sosial: Sebuah Panggilan Misional Holistik Pentakostal,Ay Kurios 9, no. : 364Ae376. 9 Erman Sepniagus Saragih. AuFungsi Gereja Sebagai Entrepreneurship Sosial Dalam Masyarakat Majemuk,Ay Kurios 5, no. : 12Ae23. 22 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. sendiri berada dalam konteks sosial dengan berbagai kompleksitas masalah yang memerlukan tanggapannya. Hal inilah yang mesti disadari agar gereja tidak larut dalam menyoal panggilan dan partisipasinya menanggapi masalah-masalah sosial yang terus mengemuka dan mengancam hidup manusia. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan sumber-sumber atau data-data pustaka. 10 Sumber-sumber pustaka digunakan untuk mengidentifikasi masalah yang relevan dengan masalah penelitian. 11 Mengenai hal itu, penulis mengumpulkan sumber-sumber pustaka terkait dan melakukan seleksi terhadap data-data pustaka elektronik berupa jurnal online maupun buku-buku cetak. Dalam kaitan dengan topik penelitian ini, maka penulis menggunakan pendekatan perspektif sosiologis guna menyelidiki interaksi sosial dengan beragam masalah yang terkandung di dalamnya. Oleh karena pokok masalah yang diselidiki adalah tentang tanggung jawab sosial misi Kristen, maka penulis menggunakan perspektif iman Kristen atau teologi sebagai tanggapan serta pemecahan masalahnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Panggilan Misi Kristen Misi Kristen adalah Misi Allah Tritunggal sebab atas kedaulatan-Nya Ia memprakarsai misi dan melibatkan gereja untuk terlibat aktif di dalamnya. 13 Terkait itu, maka dengan merujuk pada Kuiper dalam kutipan Lumintang, misi Kristen bukanlah agenda gereja melainkan diciptakan oleh Allah Bapa. Anak, dan Roh Kudus. Hal tersebut telah dimulai oleh Allah sejak kekekalan. 14 Dalam hal ini misi adalah milik Tuhan dan terarah kepada tujuan-Nya, yaitu untuk memuliakan nama-Nya, menegakkan kerajaan-Nya, dan mendamaikan dunia dengan diri-Nya. 15 Misi adalah tugas mendesak dan merupakan jantung dari gereja yang mesti berdetak terutama kepada mereka yang sedang menduduki 10 Amir Hamzah. Metode Penelitian Kepustakaan (Library Researc. : Kajian Filosofis. Teoritis Dan Aplikasi Proses Dan Hasil, ed. Indi Vidyafi, 1st ed. (Depok: PT RajaGrafindo Persada, 2. , 7. 11 Burhan Bungin. Post-Qualitative Social Research Methods: Kuantitatif-Kualitatif-Mixed Mothods Positivism-PostPositivism-Phenomenology-Postmodern Filsafat. Paradigma. Teori. Metode Dan Lapangan, 1st (Jakarta: Penerbit Kencana, 2. 12 Hamzah. Metode Penelitian Kepustakaan (Library Researc. : Kajian Filosofis. Teoritis Dan Aplikasi Proses Dan Hasil. 13 Stevri Indra Lumintang. Theologia & Misiologia Reformed, 1st ed. (Batu: Departemen Literatur YPPII, 2. , 389Ae390. 14 Lumintang. Theologia & Misiologia Reformed. 15 Henry T. Blackaby and Avery T. Willis Jr. AuOn Mission With God,Ay in Perspectives: On the World Christian Movement, ed. Ralph D. Winter and Steven C. Hawthorne, 4th ed. (Pasadena. California: Willian Carey Library, 2. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 23 bangku gereja. 16 Oleh karena itu gereja dengan sendirinya bersifat missioner, sebab untuk tujuan itulah umat Allah dibentuk di tengah dunia. Jika misi diciptakan oleh Allah dan Ia sendiri adalah pemilik misi, maka panggilan misi pun adalah panggilan Allah. Panggilan Allah dan misi merupakan dua hal yang saling berkaitan erat. Terkait itu. Moskala menekankan bahwa, ketika Tuhan memanggil umatNya. Ia memberi mereka sebuah misi. 17 Hal tersebut dapat ditelusuri dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, hingga gereja masa kini, bahwa panggilan Allah tidak pernah terlepas dari misi-Nya. Mengenai itu. Simon menerangkan bahwa, panggilan misi Kristen berakar pada kedaulatan Allah memilih dan menetapkan seseorang untuk menyampaian berita keselamatan bagi dunia. 18 Panggilan tersebut berlaku bagi seluruh gereja Kristen atau semua orang yang diidentikkan dengan Yesus Kristus untuk turut berpartisipasi dalam misi Allah. 19 Panggilan tersebut dikhususkan bagi orang Kristen, sebab merekalah umat yang dipanggil kepada terang dan diutus untuk menerangi kegelapan dunia melalui pemberitaan, pelayanan dan peperangan rohani. Penjelasan tersebut menegaskan bahwa panggilan Kristen memiliki kekhususan dalam pengertian serta praksisnya. Bruce Waltke dalam kutipan McConnell mengemukakan bahwa, panggilan adalah keinginan batin yang diberikan oleh Roh Kudus, melalui Firman Tuhan dan ditegaskan oleh komunitas Kristus. 21 Dalam pengertian itu pulalah seseorang diberikan mandat misi oleh Tuhan. Merujuk pada penjelasan McConnel panggilan tersebut melekat dalam keseharian orang Kristen dan memberi mereka keyakinan untuk melayaniNya, karena itu tidak tepat jika seseorang menunggu panggilan spektakuler untuk melaksanakan misi Allah. Sebaliknya orang Kristen harus siap sedia setiap saat dipimpin oleh Tuhan dalam iman untuk melaksanakan misi-Nya. Penjelasan yang dikemukakan tersebut penting untuk dipahami agar orang Kristen kemudian tidak mengelak dari tugas misi yang diperkenankan oleh Allah kepada-Nya setiap waktu. Dunia yang telah berdosa dengan berbagai cakupan di dalamnya adalah ladang misi bagi orang Kristen untuk menyatakan Kabar Baik, karena itu dalam Christopher Duraisingh. AuFrom Church-Shaped Mission to Mission-Shaped Church,Ay Anglican Theological Review 92, no. : 7Ae28. 17 Jiri Moskala. AuThe Mission of GodAos People in the Old Testament,Ay Journal of the Adventist Theological Society 19, no. 1Ae2 . : 40Ae60. 18 Mark Andrew Simon. AuPanggilan Misi,Ay SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika 2, 1 . : 66Ae87. 19 J. Nelson Jennings. AuBroader Implications of the Missio Dei,Ay in Reflecting on and Equipping for Christian Mission (Edinburgh Centenary Serie. , ed. Stephen Bevans et al. , 27th ed. (TJ International Ltd. Padstow. Cornwall: Regnum Books International, 2. , 34. 20 Nicu Grigore. AuRelevant Aspects of the Purpose of Christian Missions,Ay in RAIS Conference Proceedings, 2024, 91Ae99. 21 Walter McConnell. AuThe Missionary Call: A Biblical and Practical Appraisal,Ay Evangelical Missions Quarterly, no. April . : 210Ae217. 22 Ibid. 24 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. kesehariannya orang Kristen harus sadar akan panggilannya sebagai umat Allah untuk mengaktualisasikan diri sebagi alat Tuhan. Problem Sosial Masalah sosial merupakan isu yang mengemuka karena merambat ke dalam seluruh sendi-sendi hidup manusia. Masalah tersebut mencakup berbagai hal misalnya ekonomi, kesehatan, pekerjaan, bisnis, politik, lingkungan hidup, bencana alam, kemanusiaan, perkembangan teknologi dan berbagai permasalahan lainnya yang dampaknya saling kaitmengait. Masalah-masalah tersebut umumnya merusak struktur sosial hingga merenggut kesejahteraan hidup masyarakat. Mengenai hal itu, akan dikemukakan beberapa isu yang mengemuka dan berdampak global bagi struktur sosial masyarakat yang di dalamnya tercakup berbagai isu sosial lainnya, yaitu: dunia kerja, lingkungan hidup, dan dunia digital. Dunia Kerja Stott dalam tulisannya menitikberatkan isu-isu sosial pada dunia kerja, hubungan bisnis, perbudakan, dan kemiskinan. 23 Dunia kerja menjadi isu penting di tengah situasi sosial yang diwarnai dengan kemiskinan dan pengangguran, yang menelantarkan manusia dari kehidupan sosial dan ekonomi yang layak. Meskipun demikian, dunia kerja mengalami pergolakan yang tidak mudah, sebab pada satu sisi diperlukan, namun pada sisi yang lain membawah tekanan dan ancaman yang besar. Menurut Stott, dalam dunia kerja, kesejahteraan hidup direnggut oleh suasana kerja yang tidak kondusif dan mengakibatkan tingkat stress yang dinilai sebagai penyakit kedua paling melumpuhkan bagi pekerja setelah penyakit jantung. 24 Manusia diperbudak oleh waktu demi mengejar tuntutan waktu dan pendapatan. Selain itu, masalah tersebut pun berdampak pada spiritualitas hidup, khususnya di negara-negara dengan intensitas kerja yang tinggi, misalnya Jepang. Selain masalah di atas, penyelewengan terhadap dunia kerja pun menjadi masalah sosial yang urgen, seperti halnya human trafficking melalui praktek eksploitasi manusia. Kasus ini merebak di semua tempat dan memakan banyak korban, khususnya anak-anak. Para korban human trafficking umumnya dikelabui dengan tawaran kerja yang menguntungkan, tetapi kenyataan yang dialami para korban selalu berbanding terbalik. Demi memenuhi kebutuhan ekonomi, orang terjebak dalam praktek tersebut dan John Stott. Isu-Isu Global: Penilaian Atas Masalah Sosial Dan Moral Kontemporer Menurut Perspektif Kristen, ed. Roy McCloughry and John Wyatt, 2nd ed. (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2. , 255. 24 Stott. Isu-Isu Global: Penilaian Atas Masalah Sosial Dan Moral Kontemporer Menurut Perspektif Kristen. 25 Leniwan Darmawati Gea. Ayub Abner Martinus Mbuilima, and Sherly Mudak. AuKeseimbangan Kerja Dan Ibadah. Serta Peran Penggembalaan: Studi Terhadap Tenaga Kerja Indonesia Di Wilayah Osaka-Jepang,Ay Jurnal Teologi Injili 3, no. : 1Ae13. 26 Ayub Abner Martinus Mbuilima. AuHuman Trafficking Di Tinjau Dari Perspektif Teologi Perjanjian Lama,Ay Jurnal Teologi Injili 2, no. : 73Ae89. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 25 diperbudak layaknya benda atau barang. Bentuk eksploitasi ini telah menawan banyak perhatian namun kasus tersebut belum terselesaikan. Dunia kerja merupakan isu global yang mengemuka sehingga sangat berpengaruh pada gangguan struktur sosial, sebab di dalamnya bersarang beragam masalah sosial yang sulit untuk diatasi. Jika diselidiki, maka sebetulnya isu ini sangat dilematis sebab tanpa dunia kerja, maka kemiskinan segera meningkat dan mengancam kesejahteraan hidup pada sisi yang lainnya. Meskipun demikian tantangannya pun tidak kecil dan mengancam eksistensi hidup manusia. Tegangan situasi dalam dunia kerja inilah yang mesti disikapi dengan baik. Lingkungan Hidup Pada sisi yang lain, isu tentang lingkungan hidup yang turut mencederai struktur sosial masyarakat pun terus mengemuka. Menurut Chang pengelolaan lingkungan hidup yang baik dapat menunjang kesehatan individual dan sosial, karena itu jika tidak dijaga maka akan menjadi sumber penyakit. 27 Hal ini sering diabaikan dan kurang disadari, padahal mengancam masalah kesehatan, bencana alam dan lain-lain yang merupakan isu krusial dalam kehidupan masyarakat global. Isu lingkungan yang menjadi ancaman besar bagi struktur sosial khususnya terkait kesehatan masyarakat adalah kebakaran hutan. 28 Selain itu juga pembuangan sampah sembarangan atau limbah industri yang mencemari lingkungan menjadi ancaman serius pada kesehatan atau ekosistem alam. 29 Selain itu penebangan hutan yang menyebabkan terjadinya bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor yang tidak jarang memakan 30 Hal ini menunjukkan bahwa ada harga yang mahal untuk membayar dampak eksploitasi alam yang merugikan bumi dan isinya. Kenyataan-kenyataan tersebut sangat memperihatinkan sebab umumnya dimotori oleh keserakahan manusia terhadap alam melalui perilaku pemborosan, pencemaran dan kecerobohan yang merusak tatanan alam. 31 Beririsan dengan itu. Chang menegaskan bahwa, kerusakan alam terjadi karena manusia menggarap dan memperkosa alam tanpa Masalah-masalah mengkhawatirkan sebab melekat erat dengan situasi sosial masyarakat dan menjadi ancaman mematikan bagi manusia. 27 William Chang. Moral Spesial, ed. Lianto, 1st ed. (Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2. , 192. 28 Miswar Pasai. AuDAMPAK KEBAKARAN HUTAN DAN PENEGAKAN HUKUM,Ay Jurnal Pahlawan 3, no. : 36Ae46. 29 Chang. Moral Spesial. 30 Windiani Windiani. AuStrategi Pemberdayaan Masyarakat Di Kawasan Hutan Sebagai Langkah Antisipatif Dalam Penanganan Bencana Banjir Dan Tanah Longsor Di Kabupaten Trenggalek,Ay Jurnal Sosial Humaniora 3, no. : 148Ae161. 31 Stott. Isu-Isu Global: Penilaian Atas Masalah Sosial Dan Moral Kontemporer Menurut Perspektif Kristen. 32 Chang. Moral Spesial. 26 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Dunia Digital Dalam perkembangan kini, masalah sosial yang mengemuka adalah tantangan era digital yang berpotensi mencederai relasi sosial. Meskipun manusia tampak dekat karena dimediasi oleh teknologi yang mengatasi keasingan geografi dan sosiokultural,33 namun bersamaan dengan itu manusia mengalami keterasingan dalam pengalaman langsung dengan dunia yang mereduksi kesalingpercayaan, komitmen, serta rasa tanggung jawab. Selain itu, ruang digital pun kini dicederai oleh kenyataan sosial yang dimediasi realitas sosial yang diwarnai dengan kemerosotan moral karena kebebasannya yang sulit dikontrol. Hal mempertimbangkan segi-segi etis dalam aktivitas di dunia maya. Kenyataan-kenyataan ruang digital yang sedemikian bebas tersebut, turut memberi ruang yang luas bagi eksistensi kejahatan yang tersebar melalui internet tanpa kontrol. samping segi-segi positifnya, ruang digital pun menghancurkan privasi manusia, serta mempertontonkan kejahatan secara bebas tanpa kendali moral. Dunia digital dengan kecanggihannya pun menjadi media penghancur sistem alam melalui senjata pemusnah dengan kendali teknologi. Hal tersebut menunjukkan masalah sosial yang serius dan mengandung bahaya besar bagi manusia jika tidak disikapi dengan baik. Tanggungjawab Sosial Misi Kristen sebagai Panggilan untuk Berpartisipasi dalam Misi Allah Masalah sosial seperti yang diuraikan tersebut tidak dapat didiamkan, melainkan memerlukan tanggapan untuk penyelesaiannya. Hal ini penting sebab dampak buruknya merambat ke seluruh ruang eksistensi manusia dan menimbulkan kerugian yang besar. Menyikapi persoalan tersebut, maka sudah semestinya misi Kristen turut berperan serta di Panggilan misi Kristen tidak dapat hanya terbatas pada pemberitaan Injil saja, tetapi kebenaran berita Injil harus diaktualisasikan dalam konteks dunia yang mencakup juga masalah-masalah sosial. Tanggung Jawab Sosial Misi Kristen Panggilan sosial sebetulnya telah dijalankan oleh orang percaya dalam menyusuri perkembangan zaman, namun sebelum abad ke-19 realisasinya masih dalam skop yang Menurut Budiman, dengan merujuk pada Troeltsch, pada abad-abad awal kepedulian sosial hanya dipraktekkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang berkiblat pada doktrin akhir zaman secara harafiah. Selanjutnya pada abad pertengahan perhatian gereja pada etika sosial bersifat otoritatif dalam bentuk kontrol sosial. Kemudian pada awal era modern pun masih terdapat problem yang serupa, misalnya gereja Anabaptis yang mengorientasikan ajaran etika sosial secara sektarian, sementara itu tradisi Calvinis yang Budi Hardiman. Aku Klik Maka Aku Ada. Manusia Dalam Revolusi Digital, ed. Erdian (Yogyakarta: Penerbit PT. Kanisius, 2. , 43. 34 Hardiman. Aku Klik Maka Aku Ada. Manusia Dalam Revolusi Digital. 35 Riana Mardina. AuLiterasi Digital Bagi Generasi Digital Natives,Ay in Seminar Nasional Perpustakaan & Pustakawan Inovatif Kreatif Di Era Digital, 2017, 340Ae352. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 27 berorientasi pada semangat apologetis dalam soal-soal etika sosial menghadapi tantangan Penjelasan tersebut menjunjukkan bahwa, dalam perkembangannya peran gereja terhadap masalah sosial kurang leluasa dalam rentang sejarah yang telah dikemukakan, sebab ada batasan-batasan tertentu yang dijaga oleh gereja untuk mencegah tantangantantangan sosial yang bertendensi mengusik kemurnian gereja. Kondisi tersebut baru diterobosi, dan gereja baru memperhatikan masalah sosial secara leluasa pada abad ke-19. Menurut Troeltsch, pada abad ini gereja mulai memberi perhatian secara komprehensif terhadap isu-isu keadilan sosial, seperti kebebasan dan isu persamaan kelas sosial di tengah 37 Dalam kaitan itu, relasi antara tugas rohani dan tugas sosial gereja disinergikan sebagai dua hal yang sama-sama penting. Menurut gerakan Laussane pada Juli 1974, kedua hal tersebut merupakan mitra seperti dua sayap burung yang terbang bersama. 38 Oleh karena itu misi harus terintegrasi pada pembangunan gereja dan masyarakat. 39 Menurut Grigore, perbuatan baik seperti melayani penderitaan, bantuan kemanusiaan, misi medis, pelayanan sosial atau bentuk lain dari tindakan belas kasihan merupakan tindakan memuliakan Tuhan yang olehnya kuasa Allah dan Injil dinyatakan. Sebagaimana halnya dengan penjelasan di atas, problem sosial yang dihadapi oleh gereja memang tidak mudah, misalnya perpecahan secara organisatoris yang diperkeruh lagi dengan perbedaan berbagai sudut pandang tentang isu-isu sosial, yang menyebabkan keengganan untuk terlibat serta berpartisipasi dalam satu visi dan misi terkait masalahmasalah sosial yang dihadapi. Mengenai itu. Dietrich menekankan bahwa gereja seharusnya menjalin kesatuan dengan umat manusia secara global dengan bercermin pada kesatuannya sebagai tubuh Kristus. Dengan dasar itu, gereja dapat melaksanakan misi holistik yang tidak hanya berkutat pada wacana teologis saja melainkan mencakup juga oikumenisme kehidupan melalui pelayanan diakonia sebagai dimensi praksis gereja untuk mengentaskan masalah sosial. 41 Keterlibatan dalam pelayanan diakonia dapat menarik gereja keluar dari kesempitan wacana teologis ke dalam sikap prihatin terhadap masalah sosial yang luas dan Bertalian dengan itu, menurut Siburian, gereja harus memerankan tugas misionernya dengan mengupayakan solidaritas sosial dengan turut melayani sebagai agen kontrol sosial masalah-masalah 36 Kalvin S. Budiman, 7 Model Kristologi Sosial, 1st ed. (Malang: Literatur SAAT, 2. , 4Ae5. 37 Budiman, 7 Model Kristologi Sosial. Christopher R. Little. AuWhat Makes Mission Christian?,Ay International Journal of Frontier Missiology 25, no. : 65Ae73. 39 Ibid. 40 Grigore. AuRelevant Aspects of the Purpose of Christian Missions. Ay 41 Styphanie Dietrich. AuGodAos Mission as a Call for Transforming Unity,Ay International Review of Mission 107, no. 2 (December 2. : 378Ae390. 28 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. 42 Asumsi teologis yang mendukung peran sosial ini, sebagaimana yang dikemukakan oleh Abraham Kuyper dalam Budiman, yaitu Tuhan menciptakan dan berdaulat atas segala sesuatu di alam semesta, termasuk di dalamnya institusi-institusi Terkait dengan itu, maka gereja tidak dapat berjarak dengan problem sosial yang telah dikemukakan di atas, yaitu: dunia kerja, isu lingkungan hidup, serta dunia digital, yang dalamnya mencakup berbagai masalah-masalah sosial yang serius dan mengancam sendi-sendi eksistensi manusia. Gereja mesti menjalankan misi Allah secara holistik dan bertanggung jawab atas masalah-masalah sosial yang mendistorsi struktur ciptaan Allah. Tanggung jawab tersebut dapat dijalankan, jika gereja menyadari bahwa isu sosial merupakan salah satu agenda misi yang penting. Panggilan untuk Berpartisipasi dalam Misi Allah Melalui Kegiatan Sosial Sebagaimana halnya dengan penekanan di atas bahwa problem sosial pun merupakan cakupan dalam panggilan misi Kristen, maka gereja harus berpartisipasi di Hal tersebut dapat dimungkinkan jika gereja sadar akan panggilannya untuk melaksanakan misi melalui kegiatan sosial. Secara teologis, panggilan misi untuk terlibat dalam aksi sosial memperoleh pendasaran Alkitab yang jelas, misalnya ketetapan Allah tentang kerja, serta mandat Allah untuk melestarikan alam ciptaan-Nya untuk menopang hidup manusia. Dasar tersebut harus dipertahankan secara konsisten khususnya menghadapi tantangan perkembangan era digital yang berdampak luas bagi konstruksi sosial masa kini. Pertama, berpartisipasi dalam dunia kerja. Dalam catatan Ensiklopedi Masa Kini, dilansir bahwa Rasul Paulus menetapkan hukum ekonomi sosial sebagaimana yang termaktub dalam 2 Tesalonika 3:10. Lebih mendasar lagi. Yesus sendiri menjadi tukang kayu (Mrk. 44 Perihal kerja ini bukan ketetapan yang baru ditekankan pada zaman Perjanjian Baru, tetapi sebaliknya telah diwariskan oleh Allah sejak manusia pertama (Adam dan Haw. diciptakan untuk dilestarikan. 45 Kerja itu penting, karena dipertentangkan dengan watak malas sebagai wujud dari tindakan destruktif terhadap ketetapan Allah. 46 Senada dengan itu. Hardy menekankan bahwa, kerja adalah panggilan Ilahi dan kita dipanggil Togardo Siburian. AuEkklesiologi Profetik Pada Isu-Isu Etis Kerakyatan Kristen: Refleksi Injili,Ay Stulos 18, no. : 187Ae2016. 43 Budiman, 7 Model Kristologi Sosial. 44 J. D Douglas et al. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid I A-L (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 2. , 553. 45 Yosiana Limiati Baitanu. AuOrang Rajin Dan Kemalasan Menurut Amsal 12:24 Sebagai Prinsip Kerja Bagi Para Pekerja Kristen Masa Kini,Ay Jurnal Teologi Injili 3, no. : 37Ae49. 46 Yosiana Limiati Baitanu. Romelus Blegur, and Nastiti Puspita Rini. AuPotensi Destruktif Dari Kemalasan Terhadap Etos Kerja Kristen Berdasarkan Amsal 18:9,Ay Makarios : Jurnal Teologi Kontekstual 1, no. : 160Ae168. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 29 untuk melayani sesama kita melalui kerja. 47 Melalui tugas atau kerja yang diembankan kepada kita. Luther dalam kutipan Hardy menegaskan bahwa, yang lapar diberi makan, berpengetahuan diterangi, dan yang lemah dilindungi. 48 Merujuk pada kerja sebagai tugas mulia dari Allah, maka misi Kristen harus menebus kerja dari berbagai penyelewengan yang menekan hidup manusia. Gereja harus menyadari hal tersebut dan menyuarakan etos kerja yang berpijak pada mandat Allah, sehingga mengembalikan kerja sebagai wadah untuk membebaskan manusia dari tekanan sosial, ekonomi, diskriminasi, seksisme, rasialisme yang kian makin menjamur dalam dunia kerja. Tidakan konkret yang dapat dilakukan gereja adalah dengan membangun dan terlibat dalam organisasi-organisasi sosial sebagai wadah untuk mewujudkan citra kerjanya guna mengatasi masalah-masalah konkret di dunia, misalnya: melalui pelayanan kesehatan, lembaga bantuan hukum, membuka lapangan kerja, lembaga pendidikan, lembaga bantuan bagi orang miskin dan yang lapar, serta organisasi lainnya sejauh menjangkau keperluan dunia. Semua kegiatan tersebut mesti dibangun di atas dasar misi Kerajaan Allah. Hal ini senada dengan pelayanan Serving in Mission (SIM), sebuah organisasi di Amerika Serikat. 49 Penekanan utamannya buka pada kegiatan-kegiatan tersebut, tetapi pada tujuan utamanya yaitu untuk kemuliaan Allah. Kedua, berpartisipasi dalam isu lingkungan hidup. Peran dalam masalah lingkungan hidup sangat penting sebab berdampak pada keselamatan manusia. Untuk itulah sejak semula Allah memberi mandat kepada manusia untuk merawat alam ciptaan-Nya (Kej. 1:2628. 50 Dimensi missional dari lingkungan hidup tampak melalui uraian Oikotree tentang tanah sebagai tempat bagi kesetaraan manusia dalam keberagaman etnis dan latar belakang sosial secara adil, tertib, dan bertanggung jawab. 51 Hal ini menunjukkan wajah ideal dari lingkungan hidup yang mesti dipelihara, sebab Allah memberi mandat untuk merawat alam dengan penuh tanggung jawab kepada Allah dan melayani sesama. Menurut Yewangoe, tugas tersebut merupakan panggilan misi bagi orang percaya sebagai yang sulung dari seluruh ciptaan. 53 Oleh karena itu, jika tidak dilindungi maka akan 47 Lee Hardy. Karier: Panggilan Atau Pilihan?, ed. Hans Wuysang and Rondang Sitompul, 1st (Jakarta: Yayasan Pancar Pijar Alktab, 2. , 63. 48 Hardy. Karier: Panggilan Atau Pilihan? 49 Jammes E. Plueddemann. Leading Across Cultures: Pelayanan Dan Misi Yang Efektif Dalam Dunia Global, 1st ed. (Malang: Literatur SAAT, 2. , 45. 50 Ni Sarah Medo Ludji and Rolin Ferdilianto Sandelgus Taneo. AuGereja Masehi Injili Di Timor Dan Keberpihakan Pada Alam: Apresiasi Terhadap Liturgi Bulan Lingkungan Hidup Di Gereja Masehi Injili Di Timor,Ay Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 8, no. : 1Ae16. 51 Oikotree. Dengarkan Jeritan Bumi! Respon Kristiani Atas Krisis Keadilan Ekologis, ed. Bilven and Daniel Sihombing, 1st ed. (Bandung: Ultimus, 2. , 30Ae31. 52 Stott. Isu-Isu Global: Penilaian Atas Masalah Sosial Dan Moral Kontemporer Menurut Perspektif Kristen. 53 Andreas A. Yewangoe. Tidak Ada Ghetto. Gereja Di Dalam Dunia, 1st ed. (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 120. 30 Ae Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. menimbulkan kerusakan fatal pada sistem sosial manusia, sebab akan membuka ruang bagi berbagai praktek eksploitasi terhadap lingkungan hidup yang menguntungkan salah satu pihak dan menindas pihak lainnya. Misi Kristen harus membangun kesadaran akan hal ini untuk membangun visi baru yang menunjang tatan dunia sesuai dengan kehendak Allah. Hal tersebut dapat diaktualisasikan melalui program penghijauan, misalnya menanam pohon, melakukan pendidikan lingkungan hidup bagi komunitas gereja, pencegahan pencemaran lingkungan bagi warga gereja, serta upaya-upaya lainnya yang efektif bagi perawatan lingkungan hidup. Kegiatan atau tindakan tersebut penting untuk mencegah kerusakan ekologis yang menyebabkan bencana alam yang fatal bagi hidup manusia. Ketiga, berpartisipasi dalam dunia digital. Dunia digital dengan kecanggihan teknologinya telah menjadi media bersosialisasi yang melampuai batas-batas fisik, namun ruang ini telah dicemari oleh informasi-informasi yang mengacaukan dan merusak wacana sosial baik secara etis maupun religius. Karena itu, sudah semestinya dunia digital menjadi sasaran misi Kristen untuk menyuarakan kebenaran Allah di tengah lintasan arus informasi yang rentan menyesatkan. 55 Pada prinsipnya ruang digital dapat memancarkan kemuliaan Allah,56 karena itu mesti dilihat sebagai peluang untuk menyampaikan kabar baik guna merebut manusia dari dampak buruk, yang dipertontonkan melalui media sosial yang kian makin mengancam moralitas dan religiusitasnya. Dalam kaitan itu, maka partisipasi misi Kristen dalam dunia digital sangat relevan dan diperlukan. Gereja dan orang Kristen tidak dapat menutup mata terhadap tantangan dunia digital, melainkan harus menjadikannya sebagai sasaran penyampaian Kabar Baik. Poythress dalam tanggapannya terhadap perkembangan sains menegaskan bahwa, kita tidak boleh mengizinkan wilayah kehidupan apa pun menjadi benteng dosa. 57 Yang menjadi fokus Poythress adalah bahwa sains pun perlu ditebus dengan kebenaran Allah, sebab merupakan wilayah kekuasaan Allah yang kini makin tercemar oleh ulah manusia berdosa. Untuk melaksanakan mandat penebusan Allah melalui dunia digital, maka gereja dapat berperan dalam dunia digital dengan menyiarkan kabar baik melalui platform-platform media sosial seperti youtube, instagram. WatsApp, facebook, dan lainnya. Menurut D. Soto, hal tersebut efektif untuk penjangkauan sebab melaluinya gereja dapat berlayar melintasi perairan internasional. Gerrit Emanuel Singgih. Dari Ruang Privat Ke Ruang Publik, 1st ed. (Yogyakarta: PT KANISIUS, 2. , 372. 55 Romelus Blegur. AuMenyasar Peluang Pemberitaan Injil Dalam Lintasan Arus Informasi Di Media Sosial,Ay Makarios : Jurnal Teologi Kontekstual 3, no. : 1Ae12. 56 Darrell L. Bock and Jonathan J. Armstrong. Virtual Reality Church: Perangkap Dan Peluang, 1st (Jakarta: Literatur Perkantas, 2. , 188. 57 Vern S. Poythress. Menebus Sains: Pendekatan Yang Berpusat Kepada Allah, ed. Stevy Tilaar, 1st (Surabaya: Penerbit Momentum, 2. , 54. 58 Bock and Armstrong. Virtual Reality Church: Perangkap Dan Peluang. Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. Ae 31 KESIMPULAN Orientasi panggilan misi Kristen yang utama adalah menyampaikan kabar baik bagi dunia, yaitu keselamatan yang dianugerahkan oleh Allah kepada manusia berdosa. Meskipun demikian orientasi tersebut tidak melulu berurusan dengan persoalan spiritual saja, melainkan juga harus terimplementasi dalam kehidupan sosial. Karena itu, sudah masalah-masalah keterlibatannya secara aktual di tengah dunia, sebab hal tersebut merupakan bagian dari Hal tersebut mendapat legitimasi alkitabiah yang tampak melalui karya Allah sejak semula, hingga Tuhan Yesus Kristus dan para rasul yang turut memberi perhatian serius terhadap masalah-masalah sosial yang kait-mengait dengan pelayanan rohani. Hal serupa jugalah yang mesti dipraktekkan gereja melalui misinya terhadap masalah-masalah sosial dalam konteks masa kini, misalnya dunia kerja, isu lingkungan hidup, serta dunia digital yang mengandung ancaman bagi manusia secara kompleks. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi gereja melalui misi sosial merupakan bagian dari panggilannya dan sangat penting sebab, gereja ada dalam dunia dan turut bertanggung jawab terhadap masalah-masalah dunia yang kian mengancam kesejahteraan hidup manusia. Gereja harus bersosialisasi dan mewujudkan misi penyelamatan Allah melalui keterlibatannya dalam persoalan konkret manusia, khususnya masalah-masalah sosial. Berkenaan dengan itu, maka keterlibatan gereja sangat diharapkan dalam tiga isu sosial yang mengemuka, yaitu dunia kerja, lingkungan hidup, dan dunia Melalui ketiga isu tersebut, gereja dapat melaksanakan mandat pembebasan Allah bagi manusia, serta menyampaikan Kabar Baik secara aktual melalui partisipasi dalam dunia kerja dengan bercermin pada Allah, berpartisipasi dalam isu lingkungan hidup sebagai wujud menjalankan mandat pelestarian alam, serta berpartisipasi dalam dunia digital untuk menyiarkan berita keselamatan melalui lintasan arus informasi. Daftar Pustaka