Education Achievment: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Journal Homepage: http://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr Penerapan Kurikulum Merdeka Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam Pembuatan Tumpeng untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa di Kelas X SMA Negeri 4 Surakarta Fitria Suci Rahmadhani1. Mareta Dwi Suryani2. Sri Astuti3. Muhammad Sabandi4 1,2,3,4 Universitas Sebelas Maret Surakarta. Indonesia Corresponding Author: maretadwisuryani@student. ABSTRACT Key Word The aim of the research is to determine the application of the Merdeka Curriculum through the Project Based Learning (PjBL) model in making tumpeng to increase student creativity in the production process material in class X SMA Negeri 4 Surakarta. The independent curriculum focuses on student-centered learning. This research uses a qualitative descriptive research type. Data collection techniques were carried out using observation, documentation and interviews. Data analysis uses qualitative descriptive analysis. The object of this research is student creativity in production process material in class X SMA Negeri 4 Surakarta for the 2024/2025 academic year with a total of 286 students. The results of this research show that the implementation of the Merdeka Curriculum through the Project Based Learning (PjBL) model increases student creativity through making tumpeng in the production process material in class X SMA Negeri 4 Surakarta. Project Based Learning (PjBL). Creativity. Independent Curriculum. How to cite https://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr ARTICLE INFO Article history: Received 10 November 2024 Revised 21 December 2024 Accepted 01 January 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License PENDAHULUAN Kehidupan manusia tidak terlepas dari aspek pendidikan, hal ini dikarenakan pendidikan menjadi salah satu aspek terpenting. Pendidikan diartikan sebagai salah satu kegiatan yang maksud dan tujuannya difokuskan dalam pengembangan potensi manusia, baik sebagai individu maupun masyarakat sepenuhnya (Nurkholis, 2013, hlm. Pendidikan dan kurikulum merupakan dua aspek yang saling terikat dan tidak dapat dipisahkan. Kurikulum diartikan sebagai seperangkat rencana atau program yang digunakan dalam proses pendidikan. Kurikulum berisikan mata pelajaran dan hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan yang dipergunakan sebagai panduan dalam menyelenggarakan demi tercapainya tujuan dalam membelajarkan peserta didik dalam suatu pendidikan (Kamiludin & Suryaman, 2017, hlm. Kurikulum adalah rencana atau program, artinya dalam penyusunan kurikulum harus fleksibel. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 182-193 Kurikulum dapat berubah dan dikembangkan, agar dalam pengimplementasiannya dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman Kurikulum di Indonesia telah mengalami perubahan dan pergantian sebanyak 11 Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang diterapkan saat ini. Siswa memiliki waktu yang memadai untuk memahami konsep dan mengasah keterampilannya karena peluang belajar intrakurikuler yang beragam dari Kurikulum Merdeka (Fauzi, 2022, hlm. Sejak tahun 2022, kurikulum ini diperkenalkan secara bertahap dengan tujuan dapat diterapkan secara komprehensif di satuan tingkat pendidikan mulai dari bangku sekolah dasar, menengah. Tujuan dari Kurikulum Merdeka adalah untuk memberikan fleksibilitas kepada pendidik dan sekolah dalam menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kebutuhan dan keadaan siswa. untuk mengubah pembelajarannya agar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswanya. Kurikulum merdeka dapat mendorong kreativitas siswa, disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan juga secara kontekstual, sehingga dengan cara tersebut siswa dapat mencapai tujuan untuk memecahkan masalah yang ada dan nantinya diharapkan dapat mengatasi tantangan di abad 21 (Harahap et al. , 2024, hlm. Sangat penting untuk menumbuhkan kreativitas dan karakter siswa di dalam kelas, untuk membuat generasi muda yang memiliki kompetensi dan karakter anak bangsa agar dapat menghadapi tantangan di era globalisasi. Siswa dapat mengembangkan kreativitas yang dimilikinya serta kapasitas dalam pemecahan masalah secara kreatif melalui kegiatan pembelajaran yang dilakukan kreativitas di dalam kelas dan membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Hasil penelitian sebelumnya yang meneliti tentang kreativitas, yaitu pada implementasi dalam penggunaan model pembelajaran STEM melalui projek ecoprint kelas X di SMA Negeri 1 Kabandungan yang terbukti dapat meningkatkan kreativitas pada peserta didik (Damayanti. Ramdhan, & Setiono, 2024, hlm. Pada penelitian Suliastifah . 3, hlm. tentang penerapan model pembelajaran kooperatif dengan tipe Teams Games Tournament (TGT) ternyata juga terbukti dapat meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar pada materi laju reaksi pada siswa kelas XI IPA 6 SMA Negeri 3 Lamongan Tahun Pelajaran 2022/2023. Hasil penelitian oleh Bramantya. Untari, & Nafsiyah . 4, hlm. menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran project based learning berbantu dengan poster kebudayaan juga dapat meningkatkan keterampilan kreativitas siswa kelas X di 3 SMAN 1 Tumpang tahun pelajaran genap 2022/2023. Sarmi . 0, hlm. dengan penelitiannya juga menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran mind mapping pada mata pelajaran Ekonomi terbukti mampu meningkatkan kreativitas dan penguasaan materi yang diajarkan oleh guru kepada peserta didik. Sama halnya pada penerapan dengan media pembelajaran berbasis e-learning ini juga dapat meningkatkan kreativitas Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 182-193 belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Angkola Timur (Hutabarat & Hasibuan, 2020. Terbukti dari beberapa penelitian sebelumnya bahwa dalam meningkatkan kreativitas siswa dapat melalui berbagai model pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Tujuan pembelajaran siswa akan tercapai jika ditandai dengan adanya peningkatan indikator kreativitas yaitu siswa aktif dalam kegiatan berkelompok, siswa aktif dan kreatif dalam menumbuhkan kemampuan bernalar kritis sederhana melalui kecepatan dalam berfikir, siswa kreatif dalam menciptakan berbagai ide ataupun gagasan yang berkaitan dengan materi pelajaran yang dipelajari yang bersifat pemikiran dari siswa itu sendiri. Dalam penelitian yang berjudul Penerapan kurikulum Merdeka melalui Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam Pembuatan Tumpeng untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Di Kelas X SMA Negeri 4 Surakarta ini nanti akan menjadi penelitian yang berbeda dari sebelumnya, karena dalam meningkatkan kreativitas siswa peneliti menggunakan model PjBL dengan melihat kreativitas siswa dalam pembuatan tumpeng yang mereka buat. Dengan demikian belum banyak yang menggunakan model pjbl dengan mengkreasikan kearifan lokal pada pembuatan tumpeng. Kreativitas memiliki salah satu hal penting di dalam mata pelajaran ekonomi, siswa dapat memahami ide-ide secara kompleks dan memahami cara menggunakannya dalam dunia nyata. Namun, kurangnya sumber daya dan kurangnya keragaman dalam metode pengajaran terus menghambat kreativitas siswa. Pendidikan sangat penting untuk menumbuhkan inovasi dan karakter bangsa karena negara ini penuh dengan berbagai macam budaya, bermacam-macam kearifan lokal, dan dalam pengembangan karakter anak bangsa penting untuk menjaga jati diri seseorang dan integritas sebagai sebuah bangsa. Upaya tersebut bertujuan menghasilkan generasi yang mampu dan memiliki karakter yang baik dalam menghadapi tantangan dan perubahan di era digital dan globalisasi. Menurut Muliardi . alam Harahap et al. , 2024, , kapasitas tersebut dibutuhkan masyarakat dan bangsa untuk menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang. Sebelum menerapkan Kurikulum Merdeka, metode pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 4 Surakarta cenderung konvensional, yaitu masih didominasi dengan metode ceramah dan pemberian soal yang kurang bervariasi serta jarang memberikan proyek yang kreatif atau diskusi secara kontekstual. Fakta yang terjadi di SMA Negeri 4 Surakarta pada kegiatan pembelajaran mata pelajaran ekonomi khususnya di kelas X Fase E1 sampai dengan kelas X Fase E8, kreativitas siswa masih tergolong rendah. Siswa malas-malasan dalam memecahkan persoalan yang diberikan melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Siswa juga merasa tidak percaya diri dalam mengemukakan pendapat dan pada saat diskusi. Proses pembelajaran pada mata pelajaran ekonomi yang berlangsung selama ini merupakan proses pembelajaran yang pasif, yaitu peran guru masih dominan. Siswa hanya sebatas mempelajari peta konsep tanpa memiliki kemampuan dalam Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 182-193 menciptakan sesuatu. Hal ini bisa dilakukan dengan inovasi dari seorang guru untuk mendorong siswa agar mampu berpikir kreatif. Menurut (Susanti. et al. , 2024, hlm. , dengan berperan sebagai fasilitator, guru dapat membantu siswa dalam mengatasi tantangan belajar dan menginspirasi mereka untuk mencapai hasil yang lebih baik dengan membina hubungan yang kuat dan menawarkan dukungan dan dorongan emosional. Selain menyampaikan ilmu, tugas guru adalah menginspirasi siswa agar melakukan pembelajaran dengan penuh semangat, serta membimbing siswa menuju hasil belajar yang termotivasi dan efektif, guru harus mampu mengenali dan mendukung potensi penuh setiap siswa. Hal tersebut dapat dicapai apabila pembelajaran di desain secara menarik, sehingga perlu memberikan tindakan yang tepat untuk meningkatkan kreativitas guna memastikan proses pembelajaran dapat berjalan secara efisien dan berkualitas. Penelitian ini menggunakan Project-Based Learning (PjBL) sebagai pendekatan pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas siswa. PjBL mendorong pembelajaran yang aktif, interaktif, kolaboratif, serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan Model pembelajaran PjBL memiliki kelebihan yaitu model ini mengajarkan siswa untuk menemukan informasi, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan bekerja secara berkelompok. Serta model ini juga memfasilitasi pemahaman konsep sebelumnya dan memperoleh pengetahuan terkini (Parhizkar et al. , 2023, hlm. Kegiatan pembelajaran menggunakan Project-Based Learning tersebut nantinya dilakukan secara berkelompok dengan membuat produk berupa tumpeng. Pembuatan tumpeng merupakan penerapan dari materi kegiatan ekonomi yaitu proses produksi. Pembuatan tumpeng dapat memberikan peluang kepada peserta didik untuk menggali lebih dalam mengenai proses memproduksi suatu produk dengan menggunakan berbagai cara sesuai dengan kreativitas masing-masing siswa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dengan aktivitas utama berupa pembuatan tumpeng sebagai bagian dari proses Desain penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran ekonomi, khususnya pada materi tentang proses produksi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Surakarta, tepatnya di Kelas X Fase E1 hingga X Fase E8, yang berlokasi di Jl. Adi Sucipto No. Manahan. Kecamatan Banjarsari. Kota Surakarta. Jawa Tengah. Kegiatan penelitian berlangsung selama bulan September hingga November 2024, melibatkan 286 siswa Kelas X sebagai subjek Objek penelitian difokuskan pada kreativitas siswa dalam pembelajaran ekonomi, terutama terkait pemahaman dan aplikasi konsep proses produksi. Teknik Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 182-193 pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam, dokumentasi kegiatan, serta observasi langsung terhadap aktivitas pembelajaran yang berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Kurikulum Merdeka menjadi sebuah inovatif di dalam program pendidikan yang sedang berjalan di negara Indonesia untuk menghadirkan pendidikan yang fleksibel dan utamanya berpusat kepada siswa. Terdapat model pembelajaran di dalam Kurikulum Merdeka, yaitu salah satunya model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Model ini dirancang dengan cara melibatkan siswa secara aktif langsung di dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi pada keberlangsungan model PjBL pada Kurikulum Merdeka. Siswa kelas X SMA Negeri 4 Surakarta didorong untuk mengerjakan tugas-tugas seperti membuat tumpeng sebagai bagian dari pembelajaran tentang proses produksi. Dari wawancara dengan siswa, terungkap bahwa pengalaman belajar ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga memfasilitasi kreativitas mereka. Pada Kurikulum Merdeka ini menggunakan model pembelajaran PjBL yang menimbulkan dampak positif untuk meningkatkan kreativitas dalam belajar materi proses produksi siswa kelas X pada pelajaran ekonomi digunakan untuk memudahkan siswa dalam mempelajari dan mengembangkan ide kreatif baru yang siswa miliki. Peneliti: Bagaimana pendapatmu tentang pengalaman belajar melalui proyek pembuatan tumpeng? Bagaimana menurutmu, apakah metode ini berpengaruh terhadap kreativitasmu? Siswa: Iya, menurut saya pembelajaran melalui proyek ini sangat berpengaruh pada kreativitas Melalui proyek ini, kami punya kesempatan untuk berkreasi, bukan hanya membuat sesuatu yang indah secara visual, tetapi juga menggali nilai budaya lokal dari tumpeng itu Peneliti: Apa yang tantangan dalam mengerjakan proyek ini? Siswa: Tantangan utama yaitu saat menentukan tema desain tumpeng. Kami harus berpikir kreatif untuk memilih tema yang menarik. Selain itu, kami juga harus menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan dan memastikan bahwa semuanya tersedia. Saat presentasi juga cukup menantang, karena kami harus menjelaskan produk kami di depan kelas dengan percaya diri. Peneliti: Apa manfaat yang kamu dapatkan dari proyek ini? Siswa: Banyak manfaat yang kami dapatkan, saya menjadi lebih paham proses produksi, dan biaya-biaya yang diperlukan saat membuat suatu produk. Proyek ini juga mengajarkan kami bagaimana bekerja sama dalam tim. Peneliti: Apakah metode ini lebih berkesan? Siswa: Dengan cara seperti ini, kami tidak hanya belajar teori tetapi juga langsung terjun untuk Apalagi dengan membuat tumpeng ini, kami jadi lebih menghargai budaya lokal sekaligus merasa puas dengan hasil kerja keras kami. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 182-193 Berdasarkan hasil wawancara tersebut, para siswa mengatakan bahwa pembelajaran melalui proyek pembuatan tumpeng memberikan dampak terhadap kreativitas mereka. Proyek ini memberi mereka kesempatan untuk berkreasi dan menciptakan suatu hal yang tidak terkesan indah yang dilihat secara visual saja akan tetapi juga kaya akan nilai budaya lokal. Pada kegiatan ini siswa ditantang berpikir kreatif untuk memilih tema desain, menyusun bahan-bahan yang diperlukan, dan mengkomunikasikan produk akhir yang telah dibuatnya dengan mempresentasikannya di depan kelas. Pembelajaran ekonomi pada proses produksi ini tidak hanya memungkinkan mereka melihat proses produksi, namun juga berguna dalam membantu siswa belajar bagaimana menjadi kolaborator yang efektif, menghasilkan solusi, dan mengembangkan pola pikir kewirausahaan. Bagi siswa, pembelajaran seperti ini semakin bermakna karena mereka bisa melihat langsung hasil kerja sendiri. Penulis juga menemukan banyak manfaat yang dirasakan siswa pada kreativitas yang dikembangkan melalui program Kurikulum Merdeka. Kemampuan untuk berpikir lebih kreatif ini juga akan memberikan manfaat dalam merancang dan mengimplementasikan ide bisnis baru. Selain itu, mereka merasa lebih percaya diri saat mengungkapkan ide kreatifnya. Hasil observasi yang dilaksanakan di SMA Negeri 4 Surakarta pada siswa kelas X ini nanti menunjukkan bahwa terdapat adanya perbedaan pada motivasi belajar antara siswa ketika menempuh program Kurikulum Merdeka dengan siswa menempuh program Kurikulum yang lama, khususnya pada mata pelajaran ekonomi kelas X. Jika sebelumnya pemberian pelajaran siswa lebih fokus pada teori, maka program Kurikulum Merdeka ini akan mendorong siswa untuk berpartisipasi langsung dalam praktik. Penerapan ini menjadikan siswa lebih bersemangat dalam belajar karena dapat langsung merasakan manfaat nyata dari apa yang dipelajarinya di kelas. Strategi pada penerapan pembelajaran Kurikulum Merdeka ini terbukti efektif, dapat dilihat strategi dalam merangsang kreativitas siswa dengan cara menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (PjBL). Melalui metode ini, siswa diajak mengerjakan proyek nyata, seperti membuat tumpeng, menghubungkan konsep proses produksi dengan aspek kehidupan sehari hari siswa. Proyek ini merupakan sebagai gambaran nyata bagaimana pembelajaran dapat lebih bermakna bagi siswa kelas X dalam pembelajaran ekonomi. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 182-193 Gambar 1. Hasil Proyek Pembuatan Tumpeng Berdasarkan observasi, kegiatan pembuatan tumpeng merupakan contoh nyata yang berhasil mendorong kreativitas siswa pada kelas X SMA Negeri 4 Surakarta. Pada proyek ini, siswa diminta untuk merancang tumpeng dengan desain inovatif yang tetap mengedepankan nilai-nilai intelektual lokal. Proses ini meliputi pembagian tugas, kerjasama antar siswa, pengembangan ide bersama, dan identifikasi konsep tumpeng yang unik dan menarik. Guru menemukan bahwa kegiatan ini tidak hanya membantu siswa menjadi lebih kreatif tetapi juga melatih mereka untuk bekerja dalam kelompok dan menerapkan teori yang dipelajari di kelas. Selain itu, pendekatan ini sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai profil Pancasila siswa, khususnya aspek kreativitas dan gotong royong, sehingga pembelajaran menjadi lebih hidup dan relevan. Peneliti: Bisa ibu ceritakan bagaimana kegiatan ini dilaksanakan? Guru: Dalam proyek ini, siswa diminta untuk membuat tumpeng dengan desain inovatif yang tetap mengedepankan nilai-nilai intelektual lokal. Kegiatan ini dimulai dengan pembagian tugas di setiap kelompok, mereka juga diminta untuk berdiskusi dalam kelompok untuk mengembangkan ide bersama sehingga setiap tumpeng memiliki konsep yang unik dan menarik. Peneliti: Bagaimana respon siswa terhadap kegiatan ini? Guru: Siswa terlihat sangat antusias selama proses pengerjaan. Peneliti: Lalu bagaimana pengaruh kegiatan ini terhadap kreativitas siswa? Guru: Saya melihat bahwa kegiatan ini berhasil mendorong kreatifitas siswa. Dalam merancang tumpeng, mereka ditantang untuk berpikir di luar kotak. Mereka juga belajar menerapkan teori ekonomi yang dipelajari di kelas, seperti konsep proses produksi ke dalam situasi nyata. Model pembelajaran PjBL dalam Kurikulum Merdeka ini akan mendukung berkembangnya 6 aspek pada profil pelajar Pancasila secara keseluruhan. Pada dimensi yang pertama yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, dapat dibentuk melalui penanaman nilai-nilai spiritual selama pelaksanaan proses pembuatan proyek. Misalnya, siswa diajak untuk merefleksikan Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 182-193 rasa syukur yang terkandung dalam budaya tumpeng dengan cara menanamkan nilai kejujuran siswa dan tanggung jawab dalam proses berkreasi. Bahkan, guru bisa mengajak siswanya untuk mengikuti kegiatan sosial, seperti membagikan tumpeng kepada masyarakat setempat. Dimensi kedua, berkebinekaan global, dalam unsur budaya lokal. Dengan membuat tumpeng, siswa dapat mengeksplorasi kreasi dari berbagai daerah di Indonesia, seperti tumpeng tradisional jawa hingga modern, yang memperkaya wawasan mereka tentang ragam budaya. Pada dimensi ketiga yaitu gotong royong, kegiatan ini jelas membutuhkan kerjasama tim. Siswa belajar berbagi tugas, bertukar ide, dan saling membantu menyelesaikan proyek. Dimensi keempat, kemandirian, terjadi ketika siswa diberi tanggung jawab penuh dalam mengelola proyeknya, mulai dari perencanaan, pengelolaan bahan, hingga penyelesaian. Mereka dilatih untuk mengambil inisiatif, mengatur waktu, dan menyelesaikan tugas secara Dimensi kelima, bernalar kritis, juga sangat relevan karena siswa harus berpikir strategis dalam merancang tumpeng unik, menghitung kebutuhan bahan, dan mengevaluasi hasil karyanya. Terakhir, dimensi keenam, dimensi kreatif, merupakan inti dari proyek ini. Siswa didorong untuk menuangkan ide-ide kreatif ke dalam karya tumpengnya, baik bentuk, warna, maupun penyajiannya, sehingga setiap karya menjadi unik dan bermakna. Penerapan program belajar Kurikulum Merdeka dengan model pembelajaran PjBL di SMA Negeri 4 Surakarta pada siswa kelas X ini menggunakan aspek dimensi kreatif dengan profil pelajar Pancasila yang telah dikembangkan dengan baik melalui kegiatan pembelajaran yang telah diterapkan. Namun siswa masih terdapat beberapa tantangan yang mereka hadapi, seperti keterbatasan bahan atau ide dalam membuat Tantangan tersebut nantinya akan menjadi kesempatan tersendiri bagi siswa untuk melatih kemampuan dalam memecahkan permasalahan dan berpikir kritis agar lebih fleksibel. Siswa juga perlu beradaptasi dengan tingkat kemandirian dalam pembelajaran mereka, termasuk untuk melatih keterampilan seperti manajemen waktu, inisiatif diri, dan kolaborasi. Terdapat beberapa kasus yang ada, jenis proyek pembuatan tumpeng ini juga dapat menjadi cukup sulit secara individu maupun kelompok, sehingga dari kesulitan tersebut siswa harus belajar menghadapi hambatan dan mencari solusi secara mandiri. Kegiatan pembelajaran seperti ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas siswa tetapi juga selaras dengan tujuan dari program Kurikulum Merdeka dalam menciptakan pembelajaran yang relevan, bermakna, dan mampu mempersiapkan siswa menghadapi berbagai tantangan di masa depan. PjBL merupakan sebuah model kegiatan dalam pembelajaran yang ditujukan untuk siswa agar lebih kreatif dengan cara melibatkan mereka dalam tugas proyek yang relevan dalam lingkungan di kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran ini berfokus pada siswa yang berperan sebagai peran utama pada kegiatan pembelajaran. Nantinya mereka akan secara aktif dapat mencari berbagai solusi dari permasalahan- Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 182-193 permasalahan yang ada, sehingga proses pembelajaran nantinya terasa lebih menarik dan bermakna bagi siswa. Dalam Kurikulum Merdeka PjBL akan menekankan pada fleksibilitas, kemandirian, dan pengembangan potensi dari siswa sesuai dengan minat dan bakat yang berbeda beda dengan pendekatan dalam kurikulum yang diterapkan. Kurikulum Merdeka ini bertujuan untuk menghasilkan siswa yang memiliki aspek nilai dalam Profil Pelajar Pancasila yaitu siswa dapat berfikir secara kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, dan juga berwawasan global. Dalam penerapannya, siswa memiliki kebebasan untuk memilih topik proyek sesuai dengan minatnya, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator yang membantu merancang, menjalankan, dan mengevaluasi proyek. Pembuatan tumpeng pada materi proses produksi ini siswa belajar memulainya dengan cara merencanakan bahan yang dibutuhkan dalam proses produksi, merencanakan proses produksi, membuat, hingga mempresentasikan hasil proyek yang telah dibuat. Selain melatih dalam aspek keterampilan teknis siswa, proyek ini juga dapat mendorong kreativitas mereka dengan cara mengeksplorasi berbagai desain kreativitas siswa dan inovasi dalam pembuatan tumpeng. Berbeda dengan Kurikulum KTSP dan K13, karena dalam Kurikulum Merdeka guru memberikan kebebasan lebih kepada siswa untuk menggali menemukan berbagai potensi yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Pada KTSP, guru memainkan peran kunci utama dalam mengidentifikasi proyek hingga dalam memulai proyek dengan tekanan pada pencapaian hasil yang sesuai dengan standar kompetensi dasar. Sedangkan dalam K13 ini lebih fleksibel dalam penerapan pembelajarannya dari dalam dan di luar sekolah, akan tetapi dalam pelaksanaan PjBL tetap diarahkan oleh guru untuk mencapai tujuan dari program pembelajaran tersebut. Berbeda dengan Kurikulum Merdeka yang menggunakan pembelajaran yang komprehensif dalam proses dan hasil dari proyek dibuat. Perihal ini nantinya akan memberikan suatu kesempatan besar kepada siswa kelas X dalam mengekspresikan berbagai kreativitas dan pemikiran kritis yang dimiliki siswa berbeda dengan satu sama lain. Pendekatan dalam penerapan PjBL Kurikulum Merdeka ini nantinya akan dapat digunakan untuk membantu siswa dalam memahami berbagai materi ekonomi melalui pengalaman langsung. Belajar tidak hanya sekedar mencapai hasil dan nilai akan tetapi bagaimana siswa dapat menerapkan proses yang mendorong mereka dalam berpikir kreatif, bekerja sama dalam waktu, memecahkan masalah yang ada secara mandiri. Misalnya dari pemberian tugas proyek yang diberikan oleh guru dalam pembuatan tumpeng pada materi proses produksi kelas X di SMA Negeri 4 Surakarta yang menjadi salah satu cara efektif untuk mengasah keterampilan siswa. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Kurikulum Merdeka dalam memberikan kesempatan siswa untuk belajar lebih aktif dan kreatif. Sebagai salah satu Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 182-193 upaya yang dapat dilakukan, yaitu melalui model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yang diterapkan di kelas X SMA Negeri 4 Surakarta untuk meningkatkan kreativitas siswa, khususnya pada materi proses produksi. Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul AuPenerapan Kurikulum Merdeka melalui model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam Pembuatan Tumpeng untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa di Kelas X SMA Negeri 4 SurakartaAy ini dinilai efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa pada kelas X di SMA Negeri 4 Surakarta. Melalui proyek pembuatan tumpeng, siswa tidak hanya memahami konsep proses produksi tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kreatif, berkolaborasi, dan memecahkan masalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan berlangsung. Analisis data yang dilakukan dengan secara deskriptif untuk mengetahui sejauh mana kreativitas siswa berkembang dalam proses pembelajaran yang melibatkan 286 siswa kelas X tahun ajaran 2024/2025 sebagai objek penelitian. Kegiatan pembuatan proyek tumpeng ini akan memberikan pengalaman baru kepada siswa dalam mengekspresikan berbagai ide kreatif yang dimiliki, meningkatkan kemampuan kerja sama tim dan menghubungkan teori dengan praktek nyata. Terdapat enam aspek yang terdapat di dalam Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka yaitu dimensi pertama beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan akhlak yang mulia. Dimensi kedua yaitu berkebinekaan global. Dimensi ketiga yaitu gotong royong Dimensi keempat yaitu kemandirian. Dimensi kelima yaitu bernalar Dimensi yang terakhir keenam yaitu dimensi kreatif yang mendorong siswa untuk menuangkan ide-ide kreatif ke dalam karya tumpengnya, baik bentuk, warna, maupun penyajiannya, sehingga setiap karya menjadi unik dan bermakna. Namun masih terdapat tantangan yang siswa hadapi, seperti keterbatasan bahan atau ide dalam membuat proyek. Tantangan tersebut akan menjadi kesempatan tersendiri bagi siswa dalam melatih kemampuannya dalam memecahkan masalah, berpikir kritis, dan DAFTAR PUSTAKA