Pengaruh Faktor Keuangan Mahasiswa Madiun Terhadap Keputusan Menabung Dimasa Pandemi The Influence of Madiun Student Financial Factors Against the Decision to Save During the Pandemic Muhammad Agus Universitas Negeri Surabaya Email: muhammadagus. 18080@mhs. Abstract This study was conducted with the aim of analyzing the effect of financial knowledge, financial attitude, financial technology, financial self-efficacy, and locus of control on saving decisions. The object of this research is college students who live in Madiun city. The type of research used in this study is Quantitative Explanatory Research with nonprobability sampling data collection techniques. Meanwhile, the data collection methods used were questionnaire interviews and literature study. Data was obtained by distributing questionnaires to college in students Madiun via Google Form which was then processed using the Structural Equation Model Partial Least Square (SEM-PLS). From the tests carried out, the results show that financial knowledge and locus of control have a positive and significant effect on saving decisions. Meanwhile, financial attitude, financial technology, and financial self-efficacy have no effect. Keywords: Financial Factor. Financial Management Behavior. Saving Decision Abstrak Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial knowledge, financial attitude, financial technology, financial self-efficacy, dan locus of control terhadap keputusan menabung. Objek penelitian ini adalah mahasiswa yang berdomisili di kota Madiun. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quantitative Explanatory Research dengan teknik pengumpulan data non-probability sampling. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara angket dan studi Data diperoleh dengan menyebarkan kuisioner kepada mahasiswa di Kabupaten Madiun melalui Google Form yang kemudian diolah dengan menggunakan Model Persamaan Struktural Partial Least Square (SEM-PLS). Dari pengujian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa pengetahuan keuangan dan locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menabung. Sedangkan financial attitude, financial technology, dan financial self-efficacy tidak berpengaruh. Kata kunci: Faktor Keuangan. Perilaku Manajemen Keuangan. Keputusan Menabung PENDAHULUAN Munculnya Covid-19 sebagai pandemi menyebabkan kondisi ekonomi Indonesia berada pada crucial level sehingga berdampak pada kenaikan jumlah unemployment akibat hilangnya mata pencaharian. Namun, atensi para pemimpin negara dalam hal pengangguran cenderung kurang maksimal yang menunjukkan bahwasanya rencana economic recovery setelah pandemi belumlah mampu menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat. Kondisi tersebut diproyeksikan dengan masih tingginya prosentase unemployment . aksa ataupun tida. SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Pengaruh Faktor Keuangan Mahasiswa Madiun Terhadap Keputusan Menabung Dimasa Pandemi Muhammad Agus DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. Tingkat Pengangguran Terbuka (Februari, 2019 Ae Februari 2. Gambar 1 : Tingkat pengangguran terbuka Indonesia (Sumber : Badan Pusat Statistik 2. Sejalan dengan perekonomian Indonesia yang berangsur pulih, maka terjadilah penurunan open unemployment pada Februari 2022 dari 6,26% ke 5,83% yang bernilai kurang lebih 350. 000 pekerja, meskipun menurut BPS angka tersebut masih belum mencapai angka sebelum pandemi yakni 4,94% pada Februari 2019. Tingginya tingkat penduduk miskin dan menganggur menunjukkan rendahnya economic growth quality yang merupakan target inti macroeconomics. Pada kenyataannya, economic growth tidaklah selalu ditandai dengan adanya lapangan kerja baru, hal tersebut mungkin menyebabkan terjadinya ketimpangan dari dampak economic growth pada kesejahteraan masyarakat (Riyanto, 2019:85-. Gambar 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan 1 (Source : bps. Indonesia's economic growth pada triwulan 1 tertuang dalam penjelasan PDB Indonesia berdasarkan harga berlaku triwulan I-2022 senilai Rp4. 513,0 T dan berdasarkan harga konstan 2010 senilai Rp2. 818,6 T. SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Ekonomi Indonesia triwulan I-2022 bertumbuh 5,01% terhadap triwulan I-2021 . -on-. Sementara dari segi produksi. Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mencatat pertumbuhan paling tinggi yakni 15,79%. Dan dari segi pengeluaran. Komponen Ekspor mencatat pertumbuhan paling tinggi yakni 16,22%. Pada triwulan I-2022, terjadi kontraksi economic growth senilai 0,96% terhadap triwulan sebelumnya . -to-. Sementara dari segi produksi, kontraksi pertumbuhan terparah dihadapi oleh sektor Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial yaitu 16,54%. Dan dari sisi pengeluaran, kontraksi terparah dialami Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) pada angka 50,54% Dominasi pada spatial economic structure di Indonesia disandang oleh provinsiprovinsi Pulau Jawa dengan nilai 57,78% pada triwulan I-2022 . -on-. , dengan kinerja ekonomi yang bertumbuh 5,07% dibandingkan triwulan I-2021. Perekonomian Indonesia juga mengalami kelesuan akibat penyebaran covid19 di masyarakat. Semua sektor perekonomian negara hampir mengalami Di tengah pandemi yang tidak dapat diprediksi kapan covid-19 ini akan benar-benar berakhir, terdapat kekhawatiran bahwa COVID-19 bakal mendongkrak krisis perekonomian yang akhirnya marak Pemutusan Hubungan Kerja Atau PHK bagi para pekerja pabrik bahkan perusahaan. (Mustakim & Syafrida, 2. Pengurangan pendapatan dan omset akan mempengaruhi kesejahteraan Oleh karena itu untuk melakukan kehidupan yang layak dan meningkatkan taraf hidup juga bisa menjadi penghambat pemenuhan kebutuhan. AuKesejahteraan yaitu sebuah kepuasan yang didapat oleh seorang dari hasil melakukan konsumsi pendapatan yang diperolehnya, namun tingkat kesejahteraannya bersifat relatif dikarenakan terlalu bergantung pada besaran rasa puas yang didapat dari hasil mengonsumsinya itu (Pratama et al. , 2. Berdasarkan Nasution dan Atika . dapat mengurangi pengangguran karena menghadapi situasi manusia yang tidak memiliki keterampilan hingga memperoleh keterampilannya bisa sebagai batu loncatan menjadi wirausaha. Penyebab financial distress tidak hanya karena penghasilan yang rendah namun dapat pula disebabkan adanya mismanagement dalam finansial misalnya kesalahan dalam menggunakan kredit, kurangnya perencanaan keuangan, dan sebagainya yang dapat menyebabkan kan dan kepercayaan diri yang rendah. Oleh karena itu setiap orang membutuhkan pengetahuan yang tepat di bidang pengelolaan keuangan untuk mengatasi situasi keuangan dalam kesulitan yang ada agar dapat menciptakan kemakmuran keuangan yang nyata. Pengetahuan finansial dasarnya termasuk pengeluaran pendapatan, aset, kewajiban, ekuitas, serta Pengedahuan dasarnya secara umum berkaitan dengan keputusan investasi ataupun pembiayaan yang dapat mempengaruhi pengelolaan uang seseorang (Yushita, 2. SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Pengaruh Faktor Keuangan Mahasiswa Madiun Terhadap Keputusan Menabung Dimasa Pandemi Muhammad Agus DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Abdul et al. , 2. dan (Oktaviyani, 2. , yang menyebutkan bahwa Financial Knowladge memiliki pengaruh terhadap keputusan menabung. Hal ini diperkuat dengan penelitian dari Adityandani dan Haryono . yang menyebutkan hal yang sama. Akan tetapi, penemuan Fuadina . dalam penelitiannya menyatakan hasil berbeda yakni tidak adanya pengaruh financial knowladge terhadap kperilaku menabung. Selanjutnya penelitian tentang Financial Attitude yang dilakukan oleh Adityandani dan Haryono . dan Khilya Fuadina . dengan hasil penelitian yaitu terdapat pengaruh antara financial attitude terhadap keputusan menabung menabung, serta penelitian Swastawan dan Dewi . yang memperkuat penelitian sebelumnya bahwasanya financial attitude juga berpengaruh terhadap saving decision. Akan tetapi, penemuan dalam penelitiannya menyatakan hasil berbeda yakni financial attitude tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan Kemudian penelitian selanjutnya tentang Locus of Control yang dilakukan oleh Maulidya Nur Mashita . dan Hidayatai Rahmi . menghasilkan penelitian bahwa Locus of Control berpengaruh terhadap keputusan menabung. Hal ini juga di perkuat oleh penelitian yang disampaikan oleh Zulaika dan Listiadi . mendapat temuan dalam penelitiannya bahwa Locus of Control berpengaruh terhadap keputusan menabung. Namun penelitian yang disampaikan oleh Sehina Mega Winanda memperoleh hasil Locus of Control tidak berpengaruh terhadap Keputusan Menabung. Ketika perekonomian kian bertumbuh, maka begitu pula dengan uang. Uang berguna dalam pembiayaan keperluan sehari-hari serta berperan sebagai sarana pembayaran yang seringkali mendorong impulsive buying sehingga edukasi tentang urgensi saving sangat dibutuhkan sebagai langkah awal dalam mewujudkan sikap bijak akan penggunaan uang serta merupakan bentuk latihan pengelolaan keuangan bertahap untuk mendidik masyarakat menjadi mahir mengelola keuangannya terlebih pada saat pandemi. Madiun dipilih sebagai populasi penelitian karena salah satu kota dengan laju perdagangan dan industri yang Namun mahasiwa yang ada di daerah Madiun masih memiliki kesadaran yang rendah dalam hal pengelolaan keuangan. Mahasiswa sebagai generasi milenial hanya mengambil sebagian kecil dari gaji mereka untuk tabungan bulanan. Milenial menghabiskan hanya 10,7% dari pendapatan rutin mereka untuk tabungan. Menurut sebuah studi IDN Times yang dirilis di Indonesia Millennial Summit (IMS) 2019, tingkat tabungan kaum milenial sebenarnya kecil dibandingkan dengan tingkat kebutuhan bulanan mereka. Mahasiswa dipilih sebagai populasi penelitian karena merupakan salah satu penerus yang berpendidikan dan bertanggung jawab yang nantinya mengemban amanah sebagai generasi penerus serta mampu memberikan sosialisasi kepada generasi muda yang ada di Madiun. Oleh karena itu, dalam penjelasan latar belakang dan pengamatan yang penulisan jalankan di SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA atas, maka penulis tertarik untuk mengkaji tentang AuPengaruh Faktor Keuangan Mahasiswa Madiun Terhadap Keputusan Menabung Dimasa PandemiAy. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Pengetahuan Keuangan (Financial Knowladg. Pengetahuan keuangan mencakup kemampuan untuk memahami konsep keuangan tetapi juga kesadaran untuk mencari nasihat yang berkaitan dengan pengambilan keputusan keuangan yang penting (Asandimitra & Kautsar, 2. Jadi, financial literacy ialah hal yang mendasari kemampuan individu terkait financial knowledge dan financial concept secara general. Lusardi . mendefinisikan financial knowledge sebagai kemampuan yang wajib dipunyai tiap individu dalam rangka mensejahterakan serta mempertahankan hidup di masa kompleksnya perekonomian saat ini. Maka dari itu, financial literacy begitu diperlukan dalam kehidupan sehari-hari ataupun untuk menjaga eksistensi sebuah bisnis sebab good financial literacy akan berdampak pada meningkatnya kemampuan problem solving dalam financial management. Financial knowledge terbentuk atas 4 faktors (Chen & Volpe, 1. yakni: general knowledge, saving and borrowing, insurance, dan investment. Sikap Keuangan (Financial Attitud. Parotta dan Johson . berpendapat bahwasanya financial attitude merupakan pandangan individu terhadap uang sebagai power/freedom, reward for efforts atau evil. Rajna dalam Kautsar dan Asandimitra . menyebutkan bahwa sikap keuangan bisa pula diterjemahkan sebagai mind condition, pendapat dan penilaian individu terkait personal financial yang diaplikasikan pada sikap. Oleh sebab itu Financial Attitude sangat berperan penting dalam menentukan keputusan menabung seseorang. Berikut adalah 4 faktor pembentuk financial attitude berdasar pada pemikiran Anthony: sikap pada financial behaviour seharihari, sikap pada rencana penghematan, sikap pada financial management, dan sikap pada kemampuan keuangan dikemudian hari. Teknologi Keuangan (Financial Technolog. Financial technologi atau AuFintechAy adalah penggunaan teknologi untuk memberikan solusi keuangan. Financial technology atau AuFintechAy ialah bentuk financial solution yang didapatkan melalui pemanfaatan teknologi. Definisi lain dari fintech yaitu sebutan bagi perusahaan yang menawarkan modern technology pada financial sector (Saksonova & Irina, 2. Bank Indonesia mengartikan fintech sebagai gabungan financial service dengan teknologi yang membawa perubahan signifikan pada business model dari konvensional menuju moderat misalnya perubahan pembayaran cash menjadi cashless. Prastika dan Candradewi SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Pengaruh Faktor Keuangan Mahasiswa Madiun Terhadap Keputusan Menabung Dimasa Pandemi Muhammad Agus DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. menyebutkan 3 faktor financial technology yakni: fast, efficient, dan easy Efikasi Diri Keuangan (Financial Selft Efficac. Self-efficacy adalah keyakinan akan kemampuan individu untuk mencapai hasil yang diinginkan Achmad Kautsar et al. Self efficacy awalnya diperkenalkan Albert Banduna . yang menegaskan apabila self efficacy ialah seberapa yakin individu pada kemampuan dalam mengatur dan bertindak atau berperilaku guna tercapainya tujuan yang diharapkan. Kaitannya dalam penelitian ini, efikasi diri bisa berhubungan dengan konteks keuangan serta dapat dianggap efikasi diri keuangan. Menurut Forbes dan Kara . Efikasi diri finansial ialah keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk menggapai tujuan finansial yang terpengaruhi oleh banyak hal, termasuk keterampilan financial, pribadi, sosial, dan hal lainnya. Lown . mengemukakan 6 faktor terkait, yakni: Kapabilitas untuk merencakan pengeluaran dengan baik, kapabilitas guna meraih financial goals, kapabilitas untuk mengambil keputusan ketika kondisi tak terduga, serta kapabilitas untuk berhadapan dengan tantangan keuangan, kepercayaan akan financial management, dan kepercayaan akan dalam pengelolaan keuangan. Keyakinan terhadap kondisi keuangan di masa depan. Locus Of Control Pakar teori pembelajaran sosial pada tahun 1966. Julian Rotter mengusulkan konsep posisi control sebagai keyakinan harapan, atau sikap tentang hubungan antara perilaku manusia yang dibagi dalam posisi control menjadi 2 dimensi antara lain posisi kontrol internal dan lokasi kontrol eksternal. seseorang dengan posisi pengendalian internal berasumsi bahwa sesuatu yang terjadi dalam kehidupannya dan sesuatu yang didapat dari kehidupan ditentukan dari keterampilan, kemampuan, dan usaha yang dimilikinya. Di sisi lain, orang-orang yang rentang terhadap posisi kontrol eksternal dianggap bahwa hidup itu ditentukan dengan kekuatan eksternal atau luar, contohnya kekuatan, nasib, atau keberuntungan (Kholilah & Iramani, 2. Locus of control internal dapat diukur melalui beberapa indikator diantaranya kemampuan, minat, dan usaha. Sementara indikator locus of control eksternal antara lain nasib, sosial ekonomi, dan pengaruh orang lain (Sanjiwani & Wisadha, 2. Keputusan Menabung Nurul Wajhi et al. mendefinisikan saving behaviour sebagai tindakan yang berperan penting untuk memberikan dorongan pada economic growth jangka panjang, utamanya untuk perseorangan dan kerumah-tanggaan sehingga baiknya diterapkan pada usia dini. Saving behaviour juga dapat berarti proses untuk tidak membelanjakan uang sampai habis pada saat ini dan menyimpannya untuk SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA kemudian hari (Warneryd, 1. Widyastuti et al. , . mengemukakan 2 indikator yang dapat mengukur saving behaviour, yakni spending dan investing Identifikasi Variabel Dari berbagai penjelasan teori yang ada, maka variabel dalam penelitian ini sebagai berikut : X1 : Financial Knowladge X4 : Financial Self Efficacy X2 : Financial Attitude X5 : Locus of Control X3 : Financial Technology Y : Keputusan Menabung Pengaruh Antar Variabel Ming Thung & et al. mengemukakan bahwasanya financial knowledge memberikan pengaruh yang significant positive terhadap saving behaviour Abdul et al . menemukan bahwasanya financial knowledge memberikan pengaruh yang significant positive terhadap saving behaviour. Apabila individu mempunyai financial knowledge yang mumpuni, maka saving behaviour-nya pakan bertambah baik karena pengetahuan yang tinggi akan memberikan pemahaman tentang urgensi saving untuk masa depan sehingga akan semakin menerapkan prinsip kehati-hatian dalam hal mengelola keuangannya. H1 : Financial Knowledge berpengaruh terhadap Keputusan Menabung. Marsh dan Reinoso . mengatakan bahwasanya financial behaviour individu berasal dari financial attitude-nya, seseorang akan memiliki financial behaviour rendah apabila tidak bijak saat menghadapi financial problem Furnham, . menemukan bahwa financial attitude membentuk bagaimana individu menghabiskan, menyimpan, menimbun, dan melakukan pemborosan uang. Financial attitude memberikan pengaruh pada beberapa financial problem misalnya penunggakan tagihan serta pendapatan yang tidak mampu menunjang pemenuhan kebutuhan. Diantara aspek yang menyebabkan timbulnya financial problem ialah pemikiran jangka pendek dan ketiadaan keinginan untuk saving (Madern & Schors, 2. Herdijono dan Damanik . menemukan adanya pengaruh financial attitude terhadap financial management behaviour individu. H2 : Financial Attitude berpengaruh terhadap Keputusan Menabung Financial Technology dimaknai sebagai wujud sarana atau layanan dalam aktivitas bisnis dengan cara menggabungkan semua lingkup technology di bidang finance (Ion & Alexandra, 2. Adanya kecanggihan pada fitur dan layanan financial akan memberikan dampak pada mudahnya pemanfaatan layanan tersebut (Wildan, 2. Fanta dan Makina . Durai dan Stella . dan SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Pengaruh Faktor Keuangan Mahasiswa Madiun Terhadap Keputusan Menabung Dimasa Pandemi Muhammad Agus DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. Hutabarat . menyatakan adanya hubungan positif antara fintech dengan inklusi keuangan. Sementara Michele . menemukan bahwasanya fintech tidak memberikan significant impact inklusi keuangan. H3 : Financial Technology berpengaruh terhadap keputusan menabung Tingginya taraf kepercayaan seseorang terhadap kemampuan keuangannya akan berdampak pada tingginya responsibilitas orang tersebut dalam financial management nya (Rizkiawati & Adsandimitra, 2. Tingginya keyakinan itu disebabkan oleh individu yang berfikir panjang terkait pengelolaan keuangan yang Statement diatas sejalan dengan penelitian Qamar et al. yang menyebutkan bahwasanya financial self-efficacy berpengaruh pada financial management behaviour individu. H4 : Financial Self-Efficacy berpngaruh terhadap keputusan menabung. Rotter . mengemukakan bahwasanya orientasi locus of control terbagi dalam 2 jenis yakni internal dan eksternal. Individu yang memiliki locus of control internal akan beranggapan bahwasanya skill, kemampuan, dan usaha adalah penentu pencapaian dalam kehidupannya daripada faktor lain serta mempercayai bahwasanya beberapa peristiwa dalam hidup dipengaruhi oleh perilaku diri Arifin . beranggapan bahwasanya individu dengan internal locus of control yang tinggi cenderung mempunyai financial behaviour yang baik pula sebab individu tersebut berpikir jika penghasilannya merupakan sesuatu yang berharga sehingga akan berusaha mengelolanya dengan baik. Shinta dan Lestari . berpendapat bahwasanya indikator untuk mengukur tingkat locus of control internal ialah kapabilitas untuk menemukan solusi atas financial problem, mampu mengontrol daily financial, dan kapabilitas dalam financial decision. H5 : Locus of Control berpengaruh terhadap keputusan menabung. Kerangka Konseptual Berikut merupakan gambar kerangka konseptual dalam penelitian ini : Financial Knowladge (X. Financial Attitude (X. Financial Technology (X. Keputusan Menabung (Y) Financial Self-Efficacy (X. Locus of Control (X. Gambar 3. Kerangka Konseptual SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA METODE PENELITIAN Penelitian ini mempunyai lima independent variable yakni Financial Knowladge. Financial Attitude. Financial Technology. Financial Self-Efficacy, dan Focus Control serta terdapat 1 variabel dependen yaitu Keputusan Menabung. Penelitian ini berbentuk causal research dengan tujuan membuktikan korelasi sebab akibat (Malhotra, 2010:. Menggunakan data dalam bentuk angka, penelitian ini dapat disebut sebagai jenis quantitative research. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner terstruktur melalui google form, yang menggunakan skala likert berskala 1-5. Beberapa penelitian terdahulu yang serupa dengan penelitian ini antara lain penelitian dari Oktaviyani . dan penelitian oleh Nisa dan Haryono . Populasi penelitian ini adalah mahasiswa yang berdomisili di kota Madiun dengan total sample 100 jiwa yang dikumpulkan melalui purposive sampling Responden yang diambil ialah mereka yang memiliki penghasilan baik dari uang saku, beasiswa, kerja full time atau part time, dan lain-lain. Penelitian ini dianalisis dengan metode analisis Structural Equation Model Partial Least Square (SEM-PLS) guna menguji research hypothesis. Setiap hipotesis dianalisis dengan software SmartPLS 3. 0 untuk mengetahui korelasi antar variabel. Langkahlangkah menganalisis dengan SEM-PLS, diantaranya: Pengujian Validitas dan Reliabilitas dengan Construct Reliability and Validity, kemudian melakukan Analisis Model Struktural (Inner Mode. , dari R-Square, serta Effect (Pengaru. antar variabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas dan Reliabilitas Validity test terdiri dari instrument value test yang digunakan dalam penelitian yang mana nilainya akan berbanding lurus dengan kemampuan instrumen tersebut sebagai wakil dari research questions (Wijaya, 2019:. Untuk mengukur validitas, maka harus menguji hubungan antar variabel antara lain Discriminant Validity dan Average Variance Extracted (AVE) dengan nilai AVE yang diharapkan > 0. 5 (Wijaya, 2019: . Selanjutnya, reliability test berfungsi dalam memberikan bukti terkait accurate, consistency, dan ketepatan instrumen untuk pengukuran konstruk. Melalui PLS-SEM program SmartPLS 3. 0, reliability test dengan reflective indicator dapat diperoleh dari perhitungan composite reliability value yang ketentuan nilainya harus > 0,7 pada confirmatory research dan 0,6 Ae 0,7 pada exploratory research (Ghozali, 2015: . SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Pengaruh Faktor Keuangan Mahasiswa Madiun Terhadap Keputusan Menabung Dimasa Pandemi Muhammad Agus DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. Berdasarkan tabel 1 diatas menggambarkan bahwasanya nilai AVE untuk variabel Financial Knowladge yaitu 0,765 > 0,5 sehingga dapat dinyatakan bahwa variabel Financial Knowladge adalah valid. Nilai AVE dari Financial Attitude sebesar 0,620 > 0,5 yang menunjukkan bahwa variabel ini dapat dinyatakan valid. Kemudian variabel Financial Technology juga memiliki nilai AVE diatas 0,5 yakni sebesar 0,807 yang memiliki arti bahwa variabel Financial Technology adalah Selanjutnya variabel Financial Self-Efficacy memiliki nilai AVE 0,724 > 0,5 maka dinyatakan valid. Kemudian nilai AVE dari variabel Locus of Control sebesar 0,550 > 0,5 sehingga dapat dinyatakan valid dan yang terakhir variabel Keputusan Menabung memiliki nilai AVE sebesar 0,745 > 0,5, maka memiliki arti bahwa variabel ini adalah valid. Sedangkan untuk uji reliabilitas, dengan mengacu pada hasil Reliabilitas Komposit yang menunjukkan nilai diatas 0,7 untuk setiap variabel, maka seluruh variabel dapat diterima . Model Struktural atau Inner Model R Square Penilaian structural model menggunakan PLS, diawali dari memperhatikan R-Square value tiap variabel laten endogen sebagai kekuatan prediksi dari structural model. R-Squares value yang berubah berguna dalam menunjukkan apakah terdapat substantive impact dari variabel laten eksogen tertentu terhadap variabel laten endogen lainnya (Ghozali, 2015: . Menurut Chin (Ghozali, 2015: nilai R-Squares 0,67, 0,33, dan 0,19 menjelaskan model yang kuat, sedang, dan lemah. Tabel 2. R-Square SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Tabel 2 diatas menunjukkan hasil bahwa R-Square model jalur Keputusan Menabung sebesar 0,890 yang menunjukkan bahwa variabel ini memiliki model yang kuat. Koefisien Jalur Pengujian hipotesis dijelaskan melalui tabel di bawah ini. Pertama, path coefficient: . Apabila path coefficient bernilai positif, maka pengaruh antar variabel adalah satu arah atau berbanding lurus dan . Apabila path coefficient bernilai negatif, maka pengaruh antar variabel tidak searah atau berbanding Kedua. P-Value: . Apabila P-Values < 0. 05, dinyatakan signifikan. Apabila P-Values > 0. 05, dinyatakan non signifikan (Juliandi, 2. Tabel 3. Koefisien Jalur Dalam tabel 3 menunjukkan bahwa: . FK Ae Keputusan Menabung memiliki nilai sampel asli 0,306 dan P value 0,018 < 0,05 sehingga bisa diartikan bahwasanya Financial Knowledge memberikan significant positive impact terhadap Keputusan Menabung. FA Ae Keputusan Menabung memiliki nilai sampel asli 0,189 dan P value 0,078 > 0,05 sehingga menghasilkan kesimpulan bahwasanya Financial Attitude tidak memberikan pengaruh terhadap Keputusan Menabung. FT Ae Keputusan Menabung memiliki nilai sampel asli 0,004 dan P Value 0,948 > 0,05 sehingga menghasilkan kesimpulan bahwasanya Finanial Technology tidak berpengaruh terhadap Keputusan Menabung. FS Ae Keputusan Menabung memiliki nilai sampel asli 0,036 dan P value 0,826 > 0,05 sehingga menghasilkan kesimpulan bahwasanya Financial Self-Efficacy tidak berpengaruh terhadap Keputusan Menabung. LC Ae Keputusan Menabung memiliki nilai sampel asli 0,451 dan P value 0,000 < 0,05 sehingga menghasilkan kesimpulan bahwasanya Locus of Control berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Menabung. SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Pengaruh Faktor Keuangan Mahasiswa Madiun Terhadap Keputusan Menabung Dimasa Pandemi Muhammad Agus DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. Pengaruh Financial Knowladge terhadap Keputusan Menabung Financial Knowladge memberikan positive significant impact terhadap keputusan menabung yang menjelaskan bahwasanya research respondent yakni mahasiswa yang berdomisili di Madiun mempunyai pengetahuan keuangan yang cukup baik. Sehingga ini sesuai dengan teori Financial Knowladge yang menjelaskan dimana kemampuan untuk memahami konsep keuangan sangatlah Good financial knowledge dapat memacu mahasiswa yang berdomisili di Madiun dalam hal financial management dan finansial control pribadi yang bermanfaat menumbuhkan saving behaviour yang baik. Meskipun responden dari penelitian ini adalah anak muda yang tergolong sebagai generasi millenial karena berstatus sebagai mahasiswa, ini tidak mempengaruhi minat mahasiswa yang berdomisili di Madiun dalam perilaku menabung. Sehingga penelitian ini tidak selaras dengan penelitian Oktaviyani . yang menyebutkan bahwasanya generasi millenial tidak memiliki banyak beban sehingga belum berpikir mengenai long-term saving. Namun penelitian ini sejalan dengan Thung et al. dan Abdul . yang memiliki hasil bahwa financial knowladge berpengaruh terhadap keputusan menabung. Pengaruh Financial Attitude terhadap Keputusan Menabung Financial Attitude tidaklah memengaruhi saving decision, sehingga tingginya financial attitude tidak menentukan bijaknya individu dalam memutuskan hal-hal terkait financial management dan menggambarkan sikap akan rencana saving serta kemampuan finansial masa depan (Fuadina, 2. Hal ini disebabkan karena setiap responden memiliki pengetahuan serta pandangan yang berbeda-beda terhadap keuangan sehingga hal ini menyebabkan perbedaan pula dalam menyikapi keadaan keuangan mereka. Responden merasa harus selalu memenuhi kebutuhan masa kini sehingga ia merasa belum memiliki minat untuk menabung. Dari segi financial attitude yang dimiliki oleh responden, mereka belum memiliki kemampuan dalam financial management dan financial control pribadi yang berakibat pada ketidakmampuan mereka untuk menyisihkan dana untuk ditabung. Hal ini sejalan dengan penelitian dari Ibrahim dan Alqaydi . yang mengemukakan bahwasanya tidak ada pengaruh financial attitude terhadap keputusan menabung. Pengaruh Financial Technology terhadap Keputusan Menabung Financial Technology tidak berpengaruh terhadap keputusan menabung. Hal ini menjelaskan bahwa kemajuan teknologi saat ini masih belum mempengaruhi minat mahasiswa yang berdomisili di kota Madiun dalam menabung. Hal ini dikarenakan kemudahan untuk bertransaksi yang dirasakan oleh responden sehinga mereka cenderung melakukan tindakan menghabiskan uang secara impulsif yang pada akhirnya justru mengurangi niat mereka untuk menabung. SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Sehingga teori tentang Financial Technology belum cukup berpengaruh dalam memberikan solusi keuangan khususnya dalam perilaku menabung. Memang dalam pelaksanaan transaksi keuangan sebagian besar sudah menggunakan teknologi ewallet seperti Gopay. Dana, dan Ovo, hal ini juga belum meningkatkan minat responden dalam menabung. Padahal saat ini seluruh bank juga sudah memiliki platform online tesendiri. Bahkan ada bank yang 100 persen online seperti Bank Jago dan Jenius yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun asalkan terkoneksi dengan internet. Sehingga penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Michele . yang menemukan bahwasanya financial technology tidak memberikan significant impact terhadap inklusi keuangan. Pengaruh Financial Self-Efficacy terhadap Keputusan Menabung Financial Self-Efficacy tidak berpengaruh terhadap keputusan menabung. Hal ini bisa terjadi karena responden belum memiliki keyakinan terkait dengan kemampuan dalam mengorganisir serta melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan yang diinginkan, responden merasa jumlah pengeluarannya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan maupun gaya hidup lebih besar daripada pendapatan yang dimilikinya, dari situ responden menilai kemampuannya yang kurang dalam mengelola keuangan. Seperti kurangnya keyakinan bahwa menabung dapat melatih kita untuk mengelola keuangan dengan baik. Sehingga teori yang disampaikan tentang Financial Self Efficacy dianggap belum mampu untuk mengatur dan melakukan tindakan guna tercapainya tujuan. Rasa kepercayaan diri harus ditumbuhkan mulai dari dalam individu oleh para responden. Hal ini sangat penting mengingat bahwa hanya mereka yang bersangkutan yang dapat mengatasi rasa percaya diri yang sedang dialaminya. Sehingga penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Qamar et al. yang menyebutkan bahwa financial self-efficacy dapat mempengaruhi perilaku pengelolaan keuangan Pengaruh Locus of Control tehadap Keputusan Menabung Locus of Control memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Ini memiliki arti bahwa semakin baik locus of contol yang dimiliki seseorang maka semakin baik dalam perilaku menabungnya. Hal ini sesuai dengan teori tentang Locus of Control bahwa keyakinan, harapan, atau sikap yang dimiliki oleh r mampu mempengaruhi mereka dalam keputusan menabung. Locus of control berperan vital sebagai strategi pencegahan pemborosan dalam saving Kuatnya pengendalian diri responden terhadap saving behaviour, mampu membantu mereka dalam penyelesaian financial problem pribadinya, dapat melakukan financial control pribadi, serta menentukan keputusan mengenai financial problem sehingga berdampak pada cerdas dan sukses finansial dimasa sekarang ataupun di masa depan (Mashita, 2. Penelitian yang selaras dengan SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Pengaruh Faktor Keuangan Mahasiswa Madiun Terhadap Keputusan Menabung Dimasa Pandemi Muhammad Agus DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. hal tersebut digagas oleh Shinta dan Lestari . yang menemukan bahwasanya mengukur tingkat locus of control internal diperoleh dari tingkat kapabilitas menyelesaikan financial problem, kemampuan dalam menyelesaikan masalah keuangan, mampu mengontrol daily financial, dan kapabilitas dalam financial KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa variabel Financial Knowladge dan Locus of Control memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan menabung. Artinya pengetahuan keuangan dan juga kendali diri seseorang yang baik dapat menentukan baik atau buruknya perilaku pengelolaan keuangannya. Sedangkan variabel Financial Attitude. Financial Technology, dan Financial Self-Efficasy tidak berpengaruh terhadap keputusan Pandangan yang berbeda terhadap keuangan serta kebutuhan yang berbeda pada setiap individu menjadikan perbedaan pula terhadap prioritas menabung, sehingga financial attitude tidak berpengaruh terhadap keputusan Hal ini juga terjadi pada saat responden merasakan kemudahan fintech yang justru mendorong perilaku menghabiskan uang secara impulsif daripada memutuskan untuk menabung. Responden dalam penelitian ini juga belum memiliki keyakinan terkait dengan kemampuan dalam mengorganisir serta melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan yang diinginkan, seperti kurangnya keyakinan bahwa menabung dapat melatih kita untuk mengelola keuangan dengan Dari hasil penelitian ini, bagi pemerintah diharapkan dapat meningkatkan fokus melalui program-program yang dapat financial knowledge, financial attitude, financial self-efficasy, locus of control masyarakat terutama di kalangan mahasiswa yang berdomisili di Madiun sehingga muncul sikap positif seperti membiasakan diri untuk berinisiatif, berfikiran positif, dan memiliki kemauan yang keras sehingga rasa percaya diri, serta menggencarkan kegiatan edukasi mengenai penggunaan fin-tech sehingga dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan bijak. Keterbatasan dalam penelitian ini yakni penyebaran kuisioner dilakukan secara online melalui google form. Maka dari itu penelitian selanjutnya disarankan agar dapat berinteraksi dengan beberapa responden untuk melakukan wancara langsung terkait dengan pengelolaan keuangan. Selain itu penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan objek dan variabel lain untuk diteliti yang didukung oleh teori-teori atau penelitian terbaru. DAFTAR PUSTAKA