PENDAYAGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM DAKWAH UNTUK ANAK-ANAK Tantangan Dan Peluang Di Era Digital Lasmini UIN Raden Mas Said Surakarta Amiriski1000@gmail. Faturohman husain Fathurrohman. husen@staff. UIN Raden Mas Said Surakarta Abstract: This article aims to find challenges and opportunities in preaching to children using information technology. This study uses a qualitative approach with the method of literature study and secondary data analysis. The results of the study show that the use of information technology in da'wah to children offers great opportunities to reach a wider audience, arouse children's interest in studying religion, facilitate accessibility to various sources of religious knowledge, and da'wah content conveyed through information technology can attract the attention of children according to the areas of interest. However, the challenge side also needs to be considered. Content that is inconsistent with religious values, such as dangerous or immoral content, can be easily accessed by children through information technology. It is important for parents, teachers and the community to always guide their children in using information technology. In this context, this study recommends that preachers and religious education actors must be more proactive in developing and managing appropriate and quality da'wah content in various information technology platforms. In addition, collaboration between preachers, parents, teachers and the government needs to be improved to create a Lasmini: Pendayagunaan Teknologi Informasi Dalam Dakwah Untuk Anak-Anak (Tantangan Dan Peluang Di Era Digita. digital environment that is safe and supports children in obtaining a good religious Keywords: Information technology, preaching Islam, children, religious education, digital era Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk menemukan tantangan dan peluang dalam berdakwah kepada anak-anak dengan menggunakan teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi informasi dalam dakwah kepada anak-anak menawarkan peluang besar untuk mencapai audiens yang lebih luas, menggugah minat anak-anak dalam mempelajari agama, memfasilitasi aksesibilitas ke berbagai sumber pengetahuan agama, dan konten dakwah yang di sampaikan melalui teknologi informasi dapat menarik perhatian anak-anak sesuai bidang yang di minati. Namun, sisi tantangan juga perlu diperhatikan. Adanya konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, seperti konten berbahaya atau tidak bermoral, dapat dengan mudah diakses oleh anak-anak melalui teknologi informasi. Pentingnya bagi orang tua, guru dan masyarakat untuk senantiasa membimbing anak dalam menggunakan teknologi informasi. Dalam konteks ini, penelitian ini merekomendasikan agar pelaku dakwah dan pendidikan agama harus lebih proaktif dalam mengembangkan dan mengelola konten dakwah yang tepat dan bermutu dalam berbagai platform teknologi informasi. Selain itu, kolaborasi antara pelaku dakwah, orang tua, guru, dan pemerintah perlu ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan mendukung anak-anak dalam memperoleh pendidikan agama yang baik. Kata kunci: Teknologi informasi, dakwah Islam, anak-anak, pendidikan agama, era JURNAL ALMISHBAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 19 No. Pendahuluan Selama beberapa dekade terakhir, revolusi teknologi informasi telah mengubah secara mendasar cara kita berinteraksi, belajar, dan menyebarkan Perkembangan teknologi yang pesat ini membuka kemungkinankemungkinan baru yang menarik dalam berbagai bidang kehidupan, seperti kegiatan dakwah dan penyebaran nilai-nilai agama. Media yang digunakan untuk Deklarasi ini beragam dan mencakup media audiovisual, visual, cetak, dan elektronik . ermasuk Interne. Perkembangan teknologi menuntut para DaAoi untuk mengikuti segala perkembangan budaya dan sosial agama. Kemajuan teknologi memberikan dampak yang signifikan terhadap perilaku sosial dan lingkungan, baik positif maupun negatif. Perkembangan teknologi informasi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, generasi muda, termasuk anak-anak, merupakan salah satu kelompok yang mengalami perubahan terbesar. Persoalannya, para DaAoi belum menguasai teknologi media dakwah. Berkembangnya teknologi informasi yang tinggi membawa perubahan yang besar, tidak terkecuali dalam mendakwahkan ajaran Islam. Perkembangan teknologi informasi lebih digemari kalangan muda karena kecepatannya menyampaikan berbagai informasi, mempermudah penyampaian komunikasi secara lebih luas . eskipun dalam jarak yang cukup jau. , hingga mampu melancarkan berbagai kegiatan seperti berbisnis, berdakwah, media hiburan dan lain sebagainya. 1 Dakwah tidak hanya ditunjukkan kepada masyarakat luas, baik itu orang dewasa, remaja maupun anak-anak. Dakwah yang ditunjukkan kepada anak-anak memiliki peran yang sanga penting yakni sebagai upaya untuk membangun karakter, moral, dam pemahaman agama sejak dini. Salah satu bagian penting yang harus mendapatkan perhatian terkait dengan pendidikan yang diberikan sejak usia dini adalah mengajarkan dakwah pada anak sejak dini, sehingga dakwah sudah menjadi kebiasaan dan menjadi bagian hidup anak ketika Wiji Nurasih. Mhd. Rasidin. Islam Dan Etika Bermedia Sosial Bagi Generasi Milenial: Telaah Surat Al-AoAsr, 16. 149Ae178. Retrieved http://almishbahjurnal. com/index. php/al-mishbah/article/view/194/161 Lasmini: Pendayagunaan Teknologi Informasi Dalam Dakwah Untuk Anak-Anak (Tantangan Dan Peluang Di Era Digita. 2 Anak-anak adalah aset berharga yang dimiliki umat Islam. Anak-anak mengemban tugas untuk senantiasa melanjutkan, mengembangkan, serta mengharumkan agama Islam. Oleh karena itu, bagi penyiar dakwah Islam khususnya ditujukan untuk anak-anak harus mampu membawakan pesan dakwah yang menarik dan relevan. Bagaimana menyampaikan pesan dakwah yang menarik dan relevan merupakan tantangan yang harus dihadapi di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih. Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagr. , jumlah penduduk muslim di Indonesia sebanyak 237,53 juta jiwa per 31 Desember 2021. 3 Penggunaan teknologi informasi dalam dakwah memiliki potensi yang sangat besar untuk menjangkau seluruh masyarakat khususnya muslim di seluruh Indonesia, meningkatkan minat anakanak dalam mempelajari agama, serta memberikan aksesibilitas yang lebih mudah ke berbagai sumber pengetahuan agama. Berkembangnya teknologi yang terus membawa perubahan besar pada tatanan penyampaian pesan dakwah, tentunya akan muncul berbagai peluang dan Penelitian Aupendayagunaan Teknologi Informasi dalam Dakwah untuk Anak- Anak: Tantangan dan Peluang di Era DigitalAy bertujuan untuk menemukan aspek tantangan dan peluang yang muncul dari penggunaan teknologi informasi sebagai lat dakwah bagi anak-anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur dan analisis data sekunder. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap dampak yang akan di timbulkan dari penggunaan teknologi informasi dalam menyebarkan pesan dakwah kepada generasi muda. Pendayagunaan teknologi informasi dalam dakwah melahirkan potensi yang sangat besar untuk menyampaikan pesan dakwah kepada masyarakat luas. Tak hanya itu, penggunaan teknologi informasi mampu meningkatkan minat anak-anak Hikmah. Mengenalkan Dakwah Pada Anak Usia Dini. Jurnal Ilmu Dakwah, 34. , . doi:10. 21580/jid. Bayu. Sebanyak 86,9% Penduduk Indonesia Beragama Islam. Retrieved 2 August 2023, from https://dataindonesia. id/ragam/detail/sebanyak-869-penduduk-indonesiaberagama-Islam JURNAL ALMISHBAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 19 No. dalam memahami dan mempelajari ilmu agama dan memberikan kemudahan terhadap aksesibilitas berbagai sumber pengetahuan agama. Minat merupakan suatu hubungan individu dengan sesuatu di luar diri, di mana semakin kuat hubungan maka minat akan semakin besar. 4 Teknologi informasi berperan besar dalam membangun minat/ketertarikan terutama pesan-pesan dakwah. Namun, di samping dampak positif yang ditimbulkan terdapat tantangan yang harus di atasi oleh penyiar dakwah Islam. Misalnya, kemudahan anak-anak dalam mengakses kontenkonten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama melalui teknologi informasi. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan konten dan pendekatan dakwah yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Serta, pengawasan orang tua, masyarakat, dan pemerintah dalam penggunaan teknologi informasi. Penelitian ini akan menyajikan peluang dan tantangan yang akan dihadapi pembawa dakwah Islam. Dengan adanya penelitian di harapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengembangkan metode pendekatan yang tepat dan efektif dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada khalayak muda. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi para pelaku dakwah, pendidikan agama, orang tua, dan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi secara bijaksana dan bertanggung jawab untuk kepentingan pendidikan agama dan moral anak-anak. Era digital membawa berbagai perubahan dalam cara anak-anak berinteraksi dengan dunia sekitar mereka. Kemudahan akses internet maupun perangkat teknologi lain yang semakin canggih akan memberikan peluang bagi anak-anak untuk mendapatkan informasi dari berbagai sumber. 5 Dalam konteks ini, penting bagi para pelaku dakwah dan pendidikan agama untuk mengakui potensi teknologi informasi sebagai sarana yang dapat digunakan untuk mendekatkan anak-anak pada ajaran agama dan moral yang baik. Kartika. Husni. , & Millah. engaruh Kualitas Sarana Dan Prasarana Terhadap MinatBelajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 1. 113Ae126. Setiawan. Era Digital dan Tantangannya, . 1Ae9. Lasmini: Pendayagunaan Teknologi Informasi Dalam Dakwah Untuk Anak-Anak (Tantangan Dan Peluang Di Era Digita. Tantangan utama yang di hadapi dalam penggunaan teknologi informasi sebagai media dakwah untuk anak-anak adalah memastikan bahwa konten yang di sajikan sesuai dengan tuntunan dan nilai-nilai agama, serta etika yang diajarkan dalam Islam. Menyampaikan pesan dakwah di dalam al-QurAoan tidak hanya dilakukan melalui bahasa pelarangan dan peringatan saja . l-inzar wa al-taAodzi. , namun dianjurkan pula menyampaikan dakwah dengan menggunakan bahasa dan ungkapan dengan mengandung harapan dan kabar gembira . usyra-tabsyi. yang membawa pendengarnya merasa senang dan gembira. 6 Anak-anak akan lebih mudah mengingat sesuatu yang baru mereka temui dan di anggap menarik. Apabila anak-anak mengingat konten dakwah sesuai nilai-nilai Islam akan sangat membantu dalam pembentukan karakter baik bagi anak. Begitu pun sebaliknya apabila anakanak mengingat nilai-nilai tidak baik maka akan membentuk karakter yang tidak baik pula. Oleh karena itu, perlu adanya kontrol serta pengawasan yang tepat dalam memilih dan menyajikan konten agar terhindar dari konten yang bersifat merusak dan melenceng dari nilai-nilai agama. Pendekatan dakwah yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak-anak perlu dipertimbangkan dengan serius untuk menarik minat anak-anak. Anak-anak memiliki minat dan preferensi yang berbeda dengan orang dewasa, oleh karena itu, konten dakwah harus disajikan dengan cara yang menarik, penuh kreativitas dan relevan bagi audiens muda. Dilihat dari sisi peluang, teknologi informasi berfungsi untuk menciptakan media dakwah yang interaktif dan menarik bagi anak-anak. Salah satu pemanfaatan teknologi sebagai media dakwah yakni melalui aplikasi berbasis game, animasi, hingga media sosial yang mampu menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah dengan cara yang kreatif dan menarik bagi anak-anak. Untuk memperoleh informasi yang relevan dari berbagai sumber terkait pemanfaatan teknologi informasi dalam dakwah kepada anak, penelitian ini meliputi tinjauan pustaka dan analisis data sekunder. Penelitian ini diharapkan dapat Widiana. Tantangan Penerapan nilai-nilai program dakwahtainment di televisi. AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam, 4. , . 391Ae422. JURNAL ALMISHBAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 19 No. memberikan wawasan baru dan solusi bagi para pelaku dakwah untuk menghadapi perkembangan di era yang didominasi oleh teknologi informasi. Kesimpulannya, penelitian ini akan memberikan kontribusi penting dalam menghadapi era digital yang terus mengalami perkembangan dengan memberikan pandangan yang mendalam mengenai tantangan dan peluang dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana dakwah bagi anak-anak. Untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan mendukung perkembangan moral anak-anak, serta mempersiapkan generasi penerus Islam yang kuat, berakhlak mulia, dan berdaya saing di era modern. Oleh karena itu, pembawa pesan dakwah perlu memiliki pemahaman mendalam terkait peran teknologi informasi yang efektif. Temuan dan pembahasan Dakwah secara etimologis berasal dari bahasa Arab yaitu daAoa, yadAou, daAowan, duAoa yang diartikan sebagai mengajak atau menyeru, memanggil, seruan permohonan, dan permintaan. Secara terminologis, dakwah dimaknai ajakan kepada kebaikan dan keselamatan dunia akhirat. Agama Islam bermanifestasi pada perbuatan amaliah. Salah satu bentuk manifestasi tersebut dapat dilakukan melalui penyampaian pesan-pesan dakwah. Dakwah diartikan sebagai cara berkomunikasi yang baik untuk menyampaikan pesan yang mengandung nilai-nilai ajaran agama Islam. dakwah tidak hanya ditujukan kepada orang-orang dewasa. Namun anak-anak juga termasuk dalam sasaran dakwah. Dakwah dikatakan efektif dan efisien apabila cara penyampainya menggunakan teknik yang strategis dan tepat untuk menyampaikan nilai-nilai Islam, terutama pada anak-anak. salah satu aspek yang mempengaruhi penyampaian pesan dakwah yakni media dakwah. Dakwah dapat dikatakan sebagai aktivitas penyampaian nilainilai agama Islam yang bersifat universal. 8 Sehingga penyampaian pesan dakwah harus mampu menjangkau semua segi kehidupan manusia dan mampu menjangkau semua segi kehidupan . udaya, ekonomi, sosial, pendidikan dan lain-lai. Munir. Manajemen dakwah. Jakarta: Prenadamedia Grup. Ahmad. Tantangan Dakwah Di Era Teknologi Dan Informasi: Formulasi Karakteristik . Popularitas , dan Materi di Jalan Dakwah. Addin, 8. , . 319Ae344. Lasmini: Pendayagunaan Teknologi Informasi Dalam Dakwah Untuk Anak-Anak (Tantangan Dan Peluang Di Era Digita. Berkembangnya teknologi informasi sangat mempengaruhi peradaban manusia baik dari kultur, sosial, informasi dan komunikasi. Perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih menciptakan berbagai media baru dalam menyampaikan pesan dakwah. Dakwah melalui internet merupakan suatu inovasi terbaru dalam syiar Islam, dan tentunya akan memudahkan para dai dalam melebarkan sayap-sayap dakwahnya. Banyak dampak positif dan negatif yang timbul akibat era digital. Adapun perubahan yang sangat mencolok di antaranya perubahan budaya dan gaya hidup, perubahan infiltrasi budaya serta tata nilai asing yang semakin dominan, dan meningkatnya konsumtivisme pada masyarakat. Di era digital, anak-anak diberikan kebebasan yang luas dalam mengakses berbagai sumber informasi. Kemajuan teknologi informasi dapat dijadikan penyebaran dakwah Islamiyah, khususnya teknologi informasi seperti internet, karena jutaan informasi bisa ditransfer hanya dalam hitungan detik melalui media televisi dan internet. 10 Perkembangan teknologi dan informasi saat ini terutama penggunaan perangkat digital telah mempengaruhi kehidupan anak. 11 Era Digital adalah era di mana dunia milik semua, arus informasi begitu cepat tersebar dan dinikmati oleh semua kalangan tidak terkecuali. 12 Era digital menawarkan segala kemudahan akses informasi bagi penggunanya tidak terkecuali anak-anak. Kemudahan akses informasi yang terjadi menimbulkan dampak positif maupun dampak negatif, di mana akan mempengaruhi perilaku anak-anak baik secara langsung maupun tidak langsung. Peran orang tua dan masyarakat sangat diperlukan dalam mengawasi dan mengarahkan anak-anak dalam menggunakan teknologi informasi untuk mencari informasi yang berkaitan dengan ilmu agama. Kalau orang tua tidak pandai-pandai mengantisipasinya, anak-anak bukan menjadi ahli atau pengguna teknologi Muhyiddin. Metode Pengembangan Dakwah. Bandung: Pustaka Setia. Muis. Teknologi Informasi Sebagai Sarana Dakwah. Retrieved from https://kampusmelayu. id/2018/artikel-dosen/teknologi-informasi-sebagai-sarana-dakwah/ Winarno. Ilmu Sosial & Budaya Dasar . th ed. Jakarta: PT Bumi Aksara. Maulidiyah. Penanaman Nilai-Nilai Agama Dalam Pendidikan Anak Di Era Digital. Martabat: Jurnal Perempuan Dan Anak, 2. doi:10. 21274/martabat. , 7190 JURNAL ALMISHBAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 19 No. informasi tapi jadi korbannya. 13 Walaupun penggunaan teknologi informasi tidak selamanya membawa dampak buruk. Adanya kolaborasi antara pelaku dakwah, pemerintah, masyarakat akan meningkatkan efektivitas dakwah di era digital. Penggunaan teknologi informasi yang efektif dan menarik akan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan anakanak. Tantangan yang dihadapi dalam penggunaan teknologi informasi dalam dakwah untuk anak-anak cukup beragam. Pertama, tuntutan untuk menghadirkan konten dakwah untuk anak-anak sesuai dengan nilai-nilai agama dan etika yang diajarkan dalam Islam. Dengan banyaknya konten dakwah untuk anak-anak sama halnya dengan mengenalkan dakwah kepada anak-anak. oleh karena itu, tantangan yang dihadapi pembawa pesan dakwah yakni bagaimana konten dakwah yang diunggah di media teknologi informasi mampu menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada anak-anak yang mengakses. Dalam hal ini diperlukan kehati-hatian dalam memilih dan menyajikan konten dakwah untuk anak-anak agar tidak berdampak negatif bagi perkmbangan karakter anak. konten yang dibuat juga harus menarik sehingga anak-anak berminat untuk mendalami ilmu agama. Semakin menarik pembawaan konten makan akan lebih banyak menarik minat anak-anak, sehingga dakwah Islam dapat tersampaikan dengan lebih luas. Kedua, meminimalisir pengaruh konten yang merujuk pada hal-hal negatif. Kemudahan anak-anak dalam mengakses informasi maka akan dengan mudah menemukan konten yang merusak dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan agama Islam. Sehingga sangat diperlukan upaya untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan teknologi informasi bagi anakanak. Sebagai seorang pendakwah dalam menghadapi tantangan tersebut seharusnya senantiasa menyerukan konten yang mengandung nilai-nilai agama, dan memberantas konten-konten yang melenceng dari nilai-nilai agama. Pemerintah wajib melakukan sosialisasi maupun tindak pidana kepada pembawa pesan dakwah Alia. , & Irwansyah. Pendampingan Orang Tua pada Anak Usia Dini dalam Penggunaan Teknologi Digital. A Journal of Language. Literature. Culture and Education, 14. , . 65Ae78. Lasmini: Pendayagunaan Teknologi Informasi Dalam Dakwah Untuk Anak-Anak (Tantangan Dan Peluang Di Era Digita. yang tidak sesuai dengan tuntunan agama Islam. Pemerintah berperan untuk terus mensosialisasikan pentingnya mengawasi anak ketika menggunakan teknologi Presiden Jokowi mengungkapkan mengutarakan bahwa dalam menghadapi perkembangan teknologi jangan hanya menjadi smart digital users, namun harus mampu menjadi smart digital specialist. 14 Oleh karena itu pemerintah tentunya harus mensosialisasikan aplikasi-aplikasi yang mampu menunjang perkembangan anak terutama dalam membangun karakter yang sesuai nilai-nilai ajaran Islam. Perang orang tua juga sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan yang muncul, orang tua memegang peranan penuh untuk mengawasi setiap sirkulasi informasi yang diperoleh oleh anak. sehingga informasi yang dibaca maupun dilihat anak-anak adalah konten yang mengandung nilai-nilai agama. Terdapat berbagai jenis media teknologi informasi misalnya. aplikasi media sosial video sharing, aplikasi media sosial miroblog, aplikasi media sosial berbagi jaringan sosial, aplikasi berbagi jaringan profesional, aplikasi berbagi foto. Peluang penggunaan teknologi informasi dalam dakwah khususnya kepada anakanak: Pertama, interaktif media. Penggunaan aplikasi berbasis game, animasi ataupun media interaktif lainya dapat meningkatkan keterlibatan anak-anak dalam dakwah dan membantu mereka memahami ajaran agama dengan lebih baik. Salah satu contohnya ialah aplikasi yang d kembangkan oleh tim dari mahasiswa UIN Yogyakarta bernama Aplikasi Massa (Muslim Soleh Soleha. Aplikasi Mussa adalah aplikasi berbasis android yang menyediakan materi dan aktivitas pembelajaran terkait pengetahuan keislaman bagi anak-anak(Kasih, 2. Aplikasi ini menawarkan pembelajaran huruf hijaiyah, doa sehari hari dan mengenal bahasa arab. Selain itu ada konten Nusa dan Rara, media informasi Sri. Buka Musrenbangnas 2021. Presiden Dorong Perencana Manfaatkan Perkembangan Iptek. Retrieved August https://w. id/content/detail/34303/buka-musrenbangnas-2021-presiden-dorongperencana-manfaatkan-perkembangan-iptek/0/berita Musdalifah. Nurdin. Persepsi Mahasiswa Jurusan Komunikasi Dan Penyiaran Islam Terhadap Penyebaran Berita Hoaksdi Media Sosial, 16. , . 334Ae369. Retrieved from http://w. com/index. php/al-mishbah/article/view/187/172 Kasih. Aplikasi Belajar Agama Islam untuk Anak-anak Era Digital. Retrieved 3 August 2023, from https://edukasi. com/read/2021/09/02/164257671/aplikasibelajar-agama-Islam-untuk-anak-anak-era-digital JURNAL ALMISHBAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 19 No. berbasis video animasi ini cukup diminati di kalangan anak-anak. Dimana dalam animasi nusa dan rara terkandung tiga pesan dakah yakni. pesan akidah . eyakinan kepada Allah SWT), pesan Akhlaq . ikap sopan dan santu. , dan pesan syariah . dab dalam kehidupan sehari-har. (Fitriatin Nadhifah & A. Khairuddin, 2. Kedua, aksesibilitas. Teknologi informasi yang terus berkembang memungkinkan anak-anak untuk mengakses konten dakwah dari berbagai sumber termasuk media sosial. Dimana media sosial sangat diminati di kalangan muda. Melalui media sosial peluang pembawa pesan dakwah terbuka lebar tidak hanya pada anak-anak namun juga kalangan masyarakat umum. Dakwah melalui media sosial akan membentuk interaksi sosial yang kuat. Sehingga melalui media sosial akan menciptakan integrasi sosial. Maka Joshua Meyrowitz seperti dikutip oleh Stephen W. Littejohn dan Karen A. Foss . mengatakan, bahwa sekarang ini muncul sudut pandang baru mengenai media, yakni media sebagai lingkungan . Adapun media sosial yang di maksud ialah Youtube. Instagram, dan tik tok. Salah satu contoh pembawa pesan dakwah yang sukses menyampaikan pesan dakwah di antaranya akun milik @Muslimah Kids dengan konten Youtube bernuansa lagu-lagu Islami, @Riri Cerita Anak Interaktif dengan konten Youtube bernuansa cerita-cerita yang mengandung nilai-nilai Islami, @aliflamim. dengan konten toktok bernuansa pembelajaran interaktif melalui media digital, @belajar_mendidik_anak dengan konten Instagram bernuansa poster yang mengandung nilai-nilai bagi ajaran Islam dan masih banyak lainya. Konten-konten dari berbagai aplikasi penyedia informasi dapat diakses dengan muda di era digital Jangkauan pengguna yang luas menjadikan peluang pembawa pesan dakwah untuk menyebarkan nilai-nilai baik terutama kepada anak-anak. anak-anak cenderung lebih tertarik dengan media yang interaktif, kreatif dan penuh dengan Fitriatin Nadhifah, & A. Khairuddin. Analisis Pesan Dakwah pada Film Animasi Nussa dan Rara Episode 1-5. Maddah : Jurnal Komunikasi Dan Konseling Islam, 3. , . 91Ae98. doi:10. 35316/maddah. Rohman. Komunikasi Dakwah Melalui Media Sosial. Tatar Pasundan: Jurnal Diklat Keagamaan, 13. , 121Ae133. doi:10. 38075/tp. Lasmini: Pendayagunaan Teknologi Informasi Dalam Dakwah Untuk Anak-Anak (Tantangan Dan Peluang Di Era Digita. Ketertarikan ini yang kemudian akan meninggalkan kesan ceria pada anak sehingga apa yang terkandung dalam konten dakwah dapat diingat dengan mudah. Perlu ditekankan bahwa di samping kemudahan akses informasi oleh anakanak perlu adanya pengawasan orang tua, dan masyarakat dalam mengendalikan anak dalam menjelajahi media informasi. Semakin sering anak melihat orang tuanya asyik bersama gadget, maka semakin besar pula ketertarikan mereka terhadap gadget. Oleh karena itu, keluarga menjadi ujung tombak dalam sosio-emosinya. Orang pemahaman tentang penggunaan teknologi informasi dan memastikan bahwa anakanak mengakses konten dakwah yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Sehingga anak dalam menjelajahi informasi dapat terarah dan tidak terjerumus pada informasi-informasi yang mampu merusak karakter dan moral anak. Seluruh masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan digital yang aman dan mampu mendukung perkembangan anak. Dakwah kepada anak-anak dikatakan berhasil apabila konten dakwah yang disampaikan menarik dan ilmu yang disampaikan mampu dipahami oleh anak. Pemerintah juga mengambil peran penting dalam penyampaian dakwah melalui media digital. Pemerintah berperan dalam mengatur dan mengawasi konten dakwah yang disajikan melalui teknologi informasi untuk memastikan kesesuaian nilai-nilai agama dan moral anak. Kesimpulan Pendayagunaan teknologi informasi dalam dakwah melahirkan potensi yang sangat besar untuk menyampaikan pesan dakwah kepada masyarakat luas. Adapun tantangan yang dihadapi pembawa pesan dakwah yakni harus mampu melakukan kontrol konten, yakni senantiasa membuat konten dakwah Islami yang membangun karakter anak sesuai dengan nilai-nilai agama Islam. Walaupun marak di luar banyak konten atau aplikasi-aplikasi yang tidak sejalan dengan nilai-nilai agama Islam dan justru membawa dampak buruk bagi perkembangan anak-anak. selain itu Alia. , & Irwansyah. Pendampingan Orang Tua pada Anak Usia Dini dalam Penggunaan Teknologi Digital. A Journal of Language. Literature. Culture and Education, 14. , 65Ae78. JURNAL ALMISHBAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 19 No. pembawa pesan dakwah juga dihadapkan pada pengaruh konten negatif, di mana mudahnya akses informasi anak-anak akan menemukan konten-konten yang merusak dan tidak sesuai dengan nilai-nilai agama. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meminimalisir dampak negatif tersebut. Peluang yang ditimbulkan dari pendayagunaan teknologi informasi dalam dakwah untuk anak-anak di antaranya. media yang interaktif, dan aksesbilitas yang teknologi informasi yang interaktif akan meningkatkan minat anak-anak dalam mendengarkan maupun berinteraksi dengan pesan-pesan dakwah yang akan Pesan dakwah yang disampaikan secara kreatif dan menarik akan meninggalkan kesan baik dan menyenangkan, sehingga nilai-nilai Islam yang terkandung di dalamnya akan mudah dipahami dan diingat. Konten yang menarik akan memancing rasa ingin tahu yang mendalam sehingga anak-anak akan terus menelusuri konten dakwah Islam yang disampaikan. Di sisi lain mudahnya akses informasi kepada anak-anak menimbulkan dampak positif dan negatif. Untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan dari mudahnya akses informasi perlu adanya kerja sama antara orang tua dan masyarakat untuk menciptakan dunia digital yang sehat. Orang tua berperan untuk mengawasi setiap informasi yang diperoleh oleh anak. masyarakat berperan untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan mendukung perkembangan karakter anak sesuai dengan nilai-nilai agama Islam. Pemerintah memiliki peran untuk mengatur dan mengawasi konten dakwah yang disajikan melalui teknologi Penelitian ini, diharapkan memberikan kontribusi penting dalam menghadapi era digital yang terus mengalami perkembangan dengan memberikan pandangan yang mendalam mengenai tantangan dan peluang dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana dakwah bagi anak-anak. Untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan mendukung perkembangan moral anak-anak, serta mempersiapkan generasi penerus Islam yang kuat, berakhlak mulia, dan berdaya saing di era modern. Lasmini: Pendayagunaan Teknologi Informasi Dalam Dakwah Untuk Anak-Anak (Tantangan Dan Peluang Di Era Digita. Daftar Pustaka