JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 211-224 PENGARUH KONSENTRASI KEPEMILIKAN. RAPAT KOMITE AUDIT DAN INTENSITAS ASET BIOLOGIS TERHADAP PENGUNGKAPAN ASET BIOLOGIS PADA PERUSAHAAN INDUSTRI AGRIKULTUR YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2022-2024 Ahmad Daffa Maulana1. Endang Sri Mulatsih2. Feronika Rosalin3. Sazili4. Ahmad Fikriyansyah5 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mulia Darma Pratama1,2,3,4. Universitas Sriwijaya5 daffa131103@gmail. com1, endangsrimulatsih21@gmail. com2, feronikarosalin@gmail. s3440638@gmail. com4, ahmadfikriyansyah@fe. ABSTRAK Pengungkapan aset biologis merupakan pengungkapan informasi yang lengkap dan terperinci mengenai peningkatan atau penurunan nilai aset biologis yang dimiliki suatu entitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan menganalisis pengaruh konsentrasi kepemilikan, rapat komite audit dan intensitas aset biologis terhadap pengungkapan aset biologis secara parsial dan simultan pada perusahaan industri agrikultur yang terdaftar di BEI tahun 2022Ae2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan metode analisis deskriptif verifikatif menggunakan model regresi linear berganda. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan yang diperoleh dari situs BEI dan situs resmi masing-masing perusahaan. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, menghasilkan 12 perusahaan dengan total 53 populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, rapat komite audit berpengaruh terhadap pengungkapan aset biologis, sedangkan konsentrasi kepemilikan dan intensitas aset biologis tidak berpengaruh terhadap pengungkapan aset biologis. Secara simultan, konsentrasi kepemilikan, rapat komite audit dan intensitas aset biologis memiliki pengaruh terhadap pengungkapan aset biologis. Nilai koefisien determinasi (R Squar. yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 0,289 . ,9%). Kata kunci: Aset Biologis. Konsentrasi Kepemilikan. Rapat Komite Audit. Intensitas Aset Biologis. Pengungkapan Aset Biologis. ABSTRACT Disclosure of biological assets involves providing complete and detailed information about changes in the value of biological assets owned by an entity. This study aims to describe and analyze the effects of ownership concentration, audit committee meetings, and biological asset intensity on the partial and simultaneous disclosure of biological assets in agricultural companies listed on the IDX from 2022 to 2024. The research method used is a quantitative approach and a descriptive-verificative analysis method using a multiple linear regression model. The data source used is secondary data in the form of financial reports and annual reports obtained from the IDX website and the official websites of each company. The research sample was selected using purposive sampling and resulted in 12 companies with a total population of 53. The results show that, partially, audit committee meetings influence the disclosure of biological assets, while ownership concentration and biological asset intensity do not influence the disclosure of biological assets. Simultaneously, ownership concentration, audit committee meetings, and biological asset intensity influence the disclosure of biological assets. The coefficient of determination (Adjusted R-Squar. obtained in this study is 0. 9%). Keywords: Biological Assets. Concentration of Ownership. Audit Committee Meetings. Intensity of Biological Assets. Disclosure of Biological Assets PENDAHULUAN Latar Belakang Sektor agrikultur merupakan salah satu kontributor utama terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp2. 791,4 triliun pada tahun 2024 atau menyumbang PDB sebesar 12,61% dari total keseluruhan PDB atas dasar harga berlaku pada tahun 2024 (BPS, 2. Berdasarkan Sensus Pertanian tahun 2023 yang dilakukan oleh BPS menunjukkan bahwa sektor agrikultur memiliki 7 sub sektor berupa perkebunan, tanaman pangan, kehutanan, peternakan, perikanan, hortikultura, dan jasa pertanian. Perkebunan merupakan sub JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 211-224 sektor yang memiliki kontribusi tertinggi tahun 2023 sebesar 3,88% terhadap PDB Indonesia, disusul perikanan dengan kontribusi 2,66% dan tanaman pangan dengan kontribusi 2,26%. Selanjutnya, peternakan menyumbang 1,56%, diikuti oleh tanaman hortikultura sebesar 1,37%, kemudian kehutanan menyumbang 0,62%, dan jasa pertanian memberikan kontribusi 0,18% (BPS. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan bahwa AuRealisasi investasi di sektor agro menunjukkan pertumbuhan, dengan total investasi mencapai Rp206,3 triliun. Jumlah tersebut meliputi Rp126 triliun dari modal asing dan Rp80,4 triliun dari modal dalam negeriAy (Rhamadanty, 2. Pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha tahun 2024 (C-to-C) terlihat laju pertumbuhan ekonomi pada sektor agrikultur sebesar 0,67% namun jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan tahun 2023 sebesar 1,11% maka terlihat adanya perlambatan (BPS. Fenomena tersebut mengindikasikan lambatnya laju pertumbuhan pada sektor agrikultur yang merupakan salah satu sektor penting bagi ekonomi Indonesia. Menurut Buku Saku Statistik Pembangunan Perkebunan Indonesia Tahun 2023, sub sektor perkebunan telah menyumbang PDB sebesar Rp735,91 triliun yang merupakan 41,57% dari total PDB sektor agrikultur (BSIP, 2. Kontribusi tersebut telah mengalahkan sub sektor lainnya pada industri agrikultur dan perlu untuk dijaga lebih lanjut perkembangannya, salah satunya dengan cara menyediakan informasi yang memadai berupa penyajian laporan keuangan yang berkualitas dan memenuhi karakteristik kualitatif dari laporan keuangan yaitu memiliki unsur relevan, dapat dipahami, dapat diandalkan, dan dapat dibandingkan (PSAK 69, 2. Dampak dari penyajian laporan keuangan yang berkualitas akan berpengaruh pada kepercayaan investor, hal ini sejalan dengan penelitian Zahro . "Laporan keuangan yang berkualitas tinggi, transparan, dan dapat diandalkan memiliki dampak positif pada kepercayaan investor". Laporan keuangan yang berkualitas juga sebagai bentuk komunikasi kepada investor dalam memberikan informasi yang relevan dan dapat diandalkan. Hal ini sejalan Financial Accounting Standards Board (FASB) bahwa pelaporan perusahaan dan pihak-pihak yang menyediakan sumber daya bagi perusahaan tersebut. Komunikasi ini bertujuan memberikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak Informasi tersebut menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan secara ekonomis (Aktarina & Kurnia, 2. Hal ini membuat perusahaan dituntut untuk memiliki nilai lebih dalam mengungkapkan informasinya agar dapat memenangkan persaingan (Azzahra et al. , 2. Aset biologis menjadi suatu informasi yang penting untuk diungkapkan pada perusahaan industri agrikultur. PSAK 69 . menyatakan bahwa aset biologis adalah hewan atau tanaman hidup. Aset biologis terus mengalami perubahan tumbuh, merosot, dan menghasilkan. Serangkaian proses perubahan tersebut disebut dengan transformasi biologis. Transformasi biologis terdiri dari proses pertumbuhan, degenerasi, produksi, dan prokreasi yang mengakibatkan perubahan kualitatif maupun kuantitatif pada aset biologis (PSAK 69, 2018:. Karakteristik itulah yang membedakan aset biologis dengan aset tetap lainnya sehingga perubahan alami yang terjadi ini dapat mempengaruhi pengakuan dan pengukuran dalam laporan keuangan. Hal ini menyebabkan perusahaan dituntut untuk mengungkapkan informasi yang lengkap dan terperinci mengenai peningkatan atau penurunan nilai aset biologis yang dimiliki. Pengungkapan aset biologis bertujuan untuk memberikan informasi kepada stakeholder dan membantu stakeholder dalam mengambil Pengungkapan aset biologis juga bermanfaat untuk memberikan rincian tentang nilai wajar aset biologis yang ditentukan dengan menghasilkan dan mencapai aliran keuntungan ekonomi bagi (Fitriasuri Putri. Pengungkapan aset biologis ditentukan dengan menggunakan pedoman di dalam PSAK 69 yang terdiri dari 40 item pengungkapan terkait aset Skor item ini akan dibandingkan dengan skor yang disyaratkan menurut PSAK 69 dengan menggunakan indeks Wallace, yang memberikan skor berdasarkan item yang diungkapkan oleh Semakin banyak item yang diungkapkan, semakin tinggi skor pengungkapan dan semakin mudah bagi investor untuk mengambil keputusan. Dalam hal ini perusahaan tentu akan berusaha menyajikan pengungkapan JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 211-224 aset biologis yang menjanjikan dan menarik bagi investor (Zufriya et al. , 2. Faktor-faktor seperti intensitas aset biologis, dan rapat komite audit merupakan faktor yang mempengaruhi pengungkapan aset biologis (Azzahra et al. , 2. Pada penelitian Mayyada et al . juga menambahkan temuan yang faktor-faktor profitabilitas memiliki pengaruh terhadap pengungkapan aset biologis. Penelitian ini akan berfokus pada beberapa faktor yang ditemukan adanya ketidakkonsistenan pada hasil penelitian terdahulu yaitu konsentrasi kepemilikan, rapat komite audit dan intensitas aset biologis terhadap pengungkapan aset biologis. Konsentrasi kepemilikan merujuk pada seberapa besar distribusi kepemilikan antar pemegang saham. Pada Duong K. et al . konsentrasi kepemilikan mewakili mayoritas yang memiliki lebih dari 5% saham. Wardani. , & Setiawan . juga mengungkapkan bahwa pemegang saham yang mempunyai proporsi kepemilikan saham perusahaan dalam jumlah yang banyak dan memiliki kemampuan dalam mengendalikan perusahaan. Dalam perusahaan pemegang saham mayoritas cenderung memiliki akses langsung terhadap informasi internal, sehingga manajemen mungkin memiliki insentif lebih rendah untuk melakukan pengungkapan publik secara lengkap. Sebaliknya, perusahaan dengan kepemilikan yang lebih tersebar cenderung melakukan pengungkapan yang lebih luas untuk mengurangi asimetri informasi. Rapat komite audit diadakan secara berkala paling kurang satu kali dalam 3 bulan serta komite audit paling kurang terdiri dari 3 . orang anggota yang berasal dari komisaris independen dan pihak dari luar emiten atau perusahaan publik (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, 2. Ketentuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa komite audit menjalankan fungsinya secara efektif. Rapat yang rutin dapat memperkuat pengawasan terhadap manajemen dalam menerapkan kebijakan akuntansi, termasuk dalam hal pengungkapan aset Intensitas aset biologis merujuk pada proporsi investasi perusahaan dalam aset biologis terhadap total asetnya. Semakin tinggi proporsi ini, semakin besar ketergantungan perusahaan terhadap aset biologis dalam operasionalnya. Aset biologis juga menjadi komponen utama dalam laporan keuangan dan memiliki nilai risiko yang tinggi, sehingga pengungkapan yang transparan dibutuhkan oleh pengguna laporan keuangan. Perusahaan dengan intensitas aset biologis tinggi juga perlu menyediakan informasi yang lebih kompleks sesuai pedoman dalam PSAK 69 yang mewajibkan pengungkapan nilai wajar, metode penentuan nilai, asumsi signifikan, dan analisis Pada industri agrikultur nilai ekspor komoditas perkebunan merupakan yang paling mencapai Rp622,36 triliun atau berkontribusi sekitar 92% dari nilai ekspor sektor agrikultur (BSIP, 2. Potensi yang tinggi tersebut tentu akan menarik perhatian para stakeholder sehingga informasi yang relevan dan andal mengenai aset biologis menjadi sangat penting dalam proses pengambilan keputusan. Dalam hal ini perusahaan seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) misalnya, dimana perusahaan ini mengalokasikan belanja modal alias capital expenditure . di kisaran Rp1,4 triliun - Rp1,5 triliun untuk tahun Corporate Secretary Astra Agro Lestari Tingning Sukowignjo mengatakan, capex itu dianggarkan salah satunya untuk penanaman kembali alias replanting (Nityakanti, 2. Langkah serupa juga dilakukan oleh PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) yang menganggarkan belanja modal atau capital expenditure senilai 40 juta dolar AS pada tahun 2023 dimana hampir sebesar 10 juta dolar AS digunakan untuk penanaman kembali kebun sawit (Susanti, 2. II. METODOLOGI PENELITIAN Lokus Penelitian Lokus penelitian ini adalah Perusahaan Industri Agrikultur yang terdaftar di BEI tahun Objek Penelitian Objek pada penelitian ini adalah laporan keuangan dan annual report Perusahaan Industri Agrikultur yang terdaftar di BEI tahun 2022-2024. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh penelitian untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2017:. Populasi yang digunakan untuk penelitian ini yaitu Perusahaan Industri Agrikultur yang terdaftar di BEI tahun 2022-2024 yaitu sebanyak 53 perusahaan. JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 211-224 Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang di miliki populasi tersebut (Sugiyono, 2010 :. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling, maka diperoleh 12 Perusahaan Industri Agrikultur yang terdaftar di BEI tahun 2022-2024. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2009 :. Metode Analisis data Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan verifikatif. Metode Deskriptif Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah dikumpulkan sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2018 :. Metode Verifikatif Metode verifikatif bertujuan untuk menguji kebenaran dari suatu hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya (Sugiyono, 2. Konsentrasi kepemilikan didefinisikan sebagai proporsi kepemilikan saham perusahaan dalam jumlah besar yang berada di tangan individu atau kelompok minoritas. Konsentrasi kepemilikan dihitung dengan rumus sebagai berikut: Rapat komite audit merupakan jumlah rapat yang diadakan oleh komite audit perusahaan dalam Rapat komite audit dihitung dengan rumus sebagai berikut: Rapat Komite Audit = Jumlah rapat komite audit dalam 1 tahun Sumber : Azzahra et al . Intensitas aset biologis menggambarkan seberapa besar proporsi investasi perusahaan terhadap aset biologis yang dimiliki. Intensitas aset biologis dihitung dengan rumus sebagai berikut: yaOyayayayayayayayaoya yaAyayaya yaAyayayauyayayaya = yaoyayaya yauyayayauyayayaya y100% yayayayaoyau yaoyayaya Sumber : Nasution . Pengungkapan aset biologis dihitung dengan membandingkan total skor yang diperoleh . dengan total skor yang diwajibkan menurut PSAK 69 atau dinyatakan dengan rumus indeks wallace sebagai berikut: total item Pengungkapan Aset Biologis = x 100% Sumber : Azzahra et al . Keterangan : n = Total item yang diungkapkan perusahaan 40 = Total item yang diwajibkan menurut PSAK 69 i. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Gambaran mengenai konsentrasi kepemilikan pada perusahaan industri agrikultur yang terdaftar di BEI tahun 2022-2024, ditunjukkan sebagai berikut: jumlah saham terbesar individu/kelompok Konsentrasi Kepemilikan = y100% total saham yang beredar Sumber : Engela Ananta & Nera Marinda Machdar JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 211-224 Tabel 1. Data Konsentrasi Kepemilikan Perusahaan Industri Agrikultur Tahun 2022-2024 Jumlah Saham Terbesar No. Tahun Individu/Kelompok (Lemba. AALI 2023 CSRA 2023 DSNG 2023 FAPA 2023 GZCO 2023 JAWA 2023 PSGO 2023 PNGO 2023 LSIP 10 SGRO 2023 11 TAPG 2023 12 MKTR 2023 Sumber : w. ata diola. , 2025 Kode Saham Berdasarkan kepemilikan perusahaan industri agrikultur yang terdaftar di BEI tahun 2022-2024, terlihat adanya dinamika yang bervariasi Jumlah Saham Beredar (Lemba. Konsentrasi Kepemilikan (%) antara perusahaan satu dengan lainnya. Secara menunjukkan pola yang relatif stabil dalam hal kepemilikan saham oleh pemegang saham JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 211-224 Hal ini tercermin pada perusahaan seperti AALI. DSNG, dan SGRO yang kepemilikan yang sama selama tiga tahun berturut-turut. Selain itu, beberapa perusahaan seperti GZCO. LSIP, dan MKTR juga menunjukkan fluktuasi yang sangat kecil, yang secara substansi masih dapat dikategorikan sebagai Namun demikian, terdapat pula perusahaan yang mengalami peningkatan konsentrasi kepemilikan, seperti JAWA dan TAPG. JAWA, khususnya, mengalami lonjakan yang cukup signifikan dari 80% pada tahun 2022 menjadi 95,35% pada tahun 2023, peningkatan kontrol oleh pemegang saham Sebaliknya. FAPA menunjukkan tren penurunan bertahap selama tiga tahun terakhir, dari 80,74% menjadi 73,37%, yang dapat mencerminkan adanya pelepasan sebagian kepemilikan saham. Sementara itu. JAWA sempat mengalami lonjakan tajam pada tahun 2023, namun kemudian sedikit menurun di tahun berikutnya, menunjukkan ketidakstabilan jangka pendek dalam struktur Gambaran mengenai rapat komite audit pada perusahaan industri agrikultur yang terdaftar di BEI tahun 2022-2024, ditunjukkan sebagai Tabel 2. Data Jumlah Rapat Komite Audit Perusahaan Industri Agrikultur Tahun 2022-2024 No. Kode Saham AALI CSRA DSNG FAPA GZCO JAWA PSGO PNGO LSIP SGRO TAPG MKTR Sumber : w. ata diola. , 2025 Frekuensi rapat Komite Audit pada tahun 2022 menunjukkan variasi yang cukup Gozco Plantations Tbk (GZCO) tercatat sebagai perusahaan dengan jumlah rapat tertinggi sebanyak 12 kali, diikuti oleh Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) dan PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) masing-masing sebanyak 10 kali. Sebaliknya. PSGO. TAPG. SGRO. MKTR, dan DSNG tercatat hanya melakukan 4 kali rapat sepanjang tahun tersebut, menjadi yang paling rendah di antara seluruh perusahaan sampel. Pada tahun 2023, frekuensi rapat secara umum menunjukkan konsistensi. GZCO mempertahankan intensitas rapat tertinggi dengan jumlah 12 rapat, diikuti oleh FAPA yang meningkat dari 8 menjadi 9 rapat. Sebagian besar perusahaan tidak mengalami perubahan dalam jumlah rapat dibandingkan tahun sebelumnya. Misalnya. PSGO. TAPG. SGRO, dan DSNG tetap melakukan 4 rapat. Di sisi lain. AALI mengalami penurunan dari 9 menjadi 8 rapat. Tahun 2024 menunjukkan peningkatan aktivitas Komite Audit pada beberapa FAPA mencatatkan peningkatan signifikan menjadi 12 rapat, menyamai GZCO yang tetap konsisten pada angka yang sama. AALI terus mengalami penurunan hingga hanya menggelar 7 rapat. Peningkatan juga terlihat pada MKTR dari 4 menjadi 7 rapat, sedangkan perusahaan-perusahaan lain seperti JAWA. LSIP. PNGO, dan PSGO tetap menunjukkan pola rapat yang stabil selama tiga tahun berturut-turut. Gambaran mengenai intensitas aset biologis pada perusahaan industri agrikultur yang JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 211-224 terdaftar di BEI tahun 2022-2024, ditunjukkan sebagai berikut: Tabel 3. Data Intensitas Aset Biologis Perusahaan Industri Agrikultur 2022-2024 No. Kode Saham Tahun Total Aset Biologis (Rupia. 000,00 AALI 2023 000,00 000,00 011,00 CSRA 2023 392,00 578,00 000,00 DSNG 2023 000,00 000,00 218,00 FAPA 2023 241,00 975,00 000,00 GZCO 2023 000,00 000,00 771,00 JAWA 2023 347,00 492,00 725,00 PSGO 2023 248,00 454,00 075,00 PNGO 2023 486,00 744,00 000,00 LSIP 000,00 000,00 000,00 10 SGRO 2023 000,00 000,00 000,00 11 TAPG 2023 000,00 000,00 000,00 12 MKTR 2023 000,00 000,00 Sumber : w. ata diola. , 2025 Perusahaan dengan intensitas tertinggi adalah Sampoerna Agro Tbk (SGRO) sebesar Total Aset (Rupia. 000,00 000,00 000,00 038,00 843,00 082,00 000,00 000,00 000,00 687,00 735,00 376,00 000,00 000,00 000,00 446,00 457,00 424,00 187,00 101,00 015,00 085,00 101,00 138,00 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 Intensitas Aset Biologis (%) 56,64%, diikuti oleh Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) sebesar 58,22%, dan Gozco JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 211-224 Plantations Tbk (GZCO) sebesar 46,56%. sisi lain, intensitas terendah dicatatkan oleh Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) sebesar 20,96% dan Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) sebesar 24,37%. Pada tahun 2023, sebagian besar perusahaan mengalami penurunan intensitas aset biologis. Penurunan terbesar dialami oleh MKTR yang turun dari 20,96% menjadi 14,81%, serta PSGO yang mengalami penurunan tajam dari 38,41% menjadi 27,61%. Meski demikian. SGRO justru mencatatkan sedikit kenaikan menjadi 58,95%, menjadikannya perusahaan dengan intensitas tertinggi pada tahun tersebut, disusul oleh JAWA sebesar 57,12%. Tahun berlanjutnya tren penurunan intensitas aset biologis pada sebagian besar perusahaan. MKTR kembali turun menjadi 12,91%, dan DSNG turun menjadi 20,30%. Sebaliknya. GZCO mencatatkan peningkatan signifikan 39,32% 45,34%, menempatkannya pada posisi tiga besar dengan intensitas tinggi. SGRO dan JAWA masih mendominasi teratas dengan masingmasing sebesar 55,87% dan 52,81%. Gambaran mengenai konsentrasi kepemilikan pada perusahaan industri agrikultur yang terdaftar di BEI tahun 2022-2024, ditunjukkan sebagai berikut: Tabel 4. Data Pengungkapan Aset Biologis Perusahaan Industri Agrikultur Tahun 2022-2024 Indeks Pengungkapan No. Kode Saham Aset Biologis Tahun 2022 (%) AALI CSRA DSNG FAPA GZCO JAWA PSGO PNGO LSIP SGRO TAPG MKTR Sumber : w. ata diola. , 2025 Pada tahun 2022, tingkat pengungkapan aset biologis bervariasi di antara 12 perusahaan yang diamati. Persentase pengungkapan tertinggi perusahaan dengan kode saham AALI dan SGRO, yaitu sebesar 55%. Sementara itu, pengungkapan terendah tercatat pada perusahaan FAPA dengan nilai 25%, disusul oleh PSGO. PNGO, dan TAPG yang masingmasing mengungkap sebesar 30%. Pada tahun 2023, tidak terdapat Beberapa menunjukkan konsistensi dalam tingkat pengungkapannya seperti CSRA. FAPA. JAWA. PSGO. PNGO. LSIP, dan SGRO yang mempertahankan persentase yang sama Indeks Pengungkapan Aset Biologis Tahun 2023 (%) Indeks Pengungkapan Aset Biologis Tahun 2024 (%) dengan tahun sebelumnya. Namun demikian, terdapat penurunan pengungkapan pada GZCO dari 47,5% menjadi 45%, serta pada DSNG dari 50% menjadi 47,5%. Analisis Verifikatif Uji regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel Dalam penelitian ini, analisis dilakukan untuk menilai apakah terdapat pengaruh dari Konsentrasi Kepemilikan (XCA). Rapat Komite Audit (XCC), dan Intensitas Aset Biologis (XCE) terhadap Pengungkapan Aset Biologis (Y). Pengujian dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS versi 26 sebagai berikut: JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 211-224 Tabel 5. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error (Constan. 31,162 5,422 Konsentrasi -,007 ,067 Rapat Komite Audit 1,830 Intensitas Aset Biologis ,020 Beta Sig. 5,747 ,000 -,016 -,103 ,918 ,534 ,537 3,429 ,002 ,120 ,026 ,170 ,866 Kepemilikan Dependent Variable: Pengungkapan Aset Biologis Berdasarkan tabel 5 hubungan masingmasing variabel independen terhadap variabel dependen dapat disusun dengan persamaan regresi sebagai berikut: Y = 31,162 -0,007- 1,830 0,020 e Keterangan : = pengungkapan aset biologis = konstanta b1, b2, b3 = koefisien regresi = konsentrasi kepemilikan = rapat komite audit = intensitas aset biologis = error atau faktor gangguan lain yang mempengaruhi Y Persamaan regresi diatas dapat dijelaskan sebagai Nilai konstanta . sebesar 31,162 menunjukkan bahwa apabila seluruh variabel independen, yaitu konsentrasi kepemilikan, rapat komite audit, dan intensitas aset biologis, berada pada nilai 0, maka nilai dari variabel dependen, yaitu pengungkapan aset biologis, diperkirakan sebesar 31,162. Artinya, meskipun tidak ada kontribusi dari ketiga variabel independen tersebut, tingkat pengungkapan aset biologis tetap berada pada level dasar sebesar 31,162. Koefisien variabel konsentrasi kepemilikan (XCA) sebesar -0,007 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan konsentrasi kepemilikan sebesar satu satuan akan menyebabkan penurunan terhadap tingkat pengungkapan aset biologis sebesar -0,007 satuan, dengan asumsi variabel independen lainnya berada dalam kondisi konstan. Nilai koefisien negatif ini menunjukkan adanya hubungan negatif pengungkapan aset biologis, yang dapat diartikan bahwa semakin terkonsentrasi kepemilikan suatu perusahaan, maka informasi aset biologis secara transparan cenderung menurun. Hasil regresi yang bernilai negatif ini sejalan dengan arah hubungan yang negatif, yaitu semakin tinggi tingkat konsentrasi kepemilikan, cenderung semakin rendah tingkat pengungkapan aset Koefisien variabel rapat komite audit (XCC) sebesar 1,830 menunjukkan bahwa setiap peningkatan jumlah rapat komite audit sebesar satu satuan akan meningkatkan pengungkapan aset biologis sebesar 1,830 satuan, dengan asumsi variabel independen lainnya berada dalam kondisi tetap. Nilai koefisien yang positif ini mengindikasikan bahwa frekuensi rapat komite audit yang lebih tinggi cenderung informasi aset biologis, yang dapat mencerminkan peran aktif komite audit dalam memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap standar pelaporan keuangan yang Hasil regresi yang positif ini sejalan dengan arah hubungan yang positif, yaitu semakin sering rapat komite audit JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 211-224 diselenggarakan, maka semakin tinggi pula tingkat pengungkapan aset biologis oleh Koefisien variabel intensitas aset biologis (XCE) sebesar 0,020 menunjukkan bahwa setiap peningkatan intensitas aset biologis sebesar satu satuan akan meningkatkan pengungkapan aset biologis sebesar 0,020 satuan, dengan asumsi variabel independen lainnya tetap. Nilai koefisien yang positif ini mencerminkan bahwa semakin besar proporsi aset biologis terhadap total aset perusahaan, maka semakin tinggi kecenderungan perusahaan untuk mengungkapkan informasi terkait aset biologis dalam laporan keuangannya. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang bergantung pada aset biologis dalam operasionalnya memiliki motivasi lebih besar untuk memberikan informasi yang relevan Hasil regresi yang positif ini sejalan dengan arah hubungan yang positif, yaitu semakin besar proporsi aset biologis terhadap total aset, maka seharusnya perusahaan terdorong untuk memberikan informasi yang lebih lengkap terkait aset Tabel 6. Hasil Uji t (Secara Parsia. Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model (Constan. Std. Error 31,162 5,422 Konsentrasi Kepemilikan -,007 ,067 Rapat Komite Audit 1,830 Intensitas Aset Biologis ,020 Coefficients Beta Sig. 5,747 ,000 -,016 -,103 ,918 ,534 ,537 3,429 ,002 ,120 ,026 ,170 ,866 Dependent Variable: Pengungkapan Aset Biologis Berdasarkan tabel 6 diperoleh besarnya angka hasil uji t masing-masing variabel sebagai Konsentrasi Kepemilikan memiliki nilai t hitung sebesar -0,103 dan t tabel yang dapat dilihat di tabel statistik pada signifikansi 0,05 dengan df = n Ae k Ae 1 atau df = 36 Ae 3 Ae 1 = 32 dimana hasil yang diperoleh dari t tabel sebesar 2,037 serta nilai signifikansi sebesar 0,918. Karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 . ,918 > 0,. , maka HCA diterima. Artinya, kepemilikan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan aset biologis. Koefisien negatif yang sangat kecil juga menunjukkan arah hubungan negatif, namun tidak signifikan. Nilai koefisien negatif ini menunjukkan adanya hubungan negatif antara konsentrasi kepemilikan dan pengungkapan aset biologis, yang dapat diartikan bahwa semakin terkonsentrasi kepemilikan suatu perusahaan, maka kecenderungan untuk mengungkapkan informasi aset biologis secara transparan cenderung menurun. Hasil regresi yang bernilai negatif ini sejalan dengan arah hubungan yang negatif, yaitu semakin tinggi tingkat konsentrasi kepemilikan, cenderung semakin rendah tingkat pengungkapan aset Hasil ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh penelitian Zufriya et al . yang menyatakan bahwa konsentrasi kepemilikan tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan aset Rapat Komite Audit memiliki t hitung sebesar 3,429 dan t tabel yang dapat dilihat di tabel statistik pada signifikansi 0,05 dengan df = n Ae k Ae 1 atau df = 36 Ae 3 Ae 1 = 32 dimana hasil yang diperoleh dari t tabel sebesar 2,037 serta nilai signifikansi sebesar 0,002. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,002 < 0,. , maka HCA ditolak. Artinya, secara parsial rapat komite audit berpengaruh signifikan dan positif terhadap pengungkapan aset biologis. Nilai mengindikasikan bahwa frekuensi rapat komite audit yang lebih tinggi cenderung JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 211-224 informasi aset biologis, yang dapat mencerminkan peran aktif komite audit dalam memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap standar pelaporan keuangan yang Hasil regresi yang positif ini sejalan dengan arah hubungan yang positif, yaitu semakin sering rapat komite audit diselenggarakan, maka semakin tinggi pula tingkat pengungkapan aset biologis oleh Hasil ini juga selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Azzahra et al . yang menunjukkan rapat komite audit memiliki pengaruh terhadap pengungkapan aset biologis. Intensitas Aset Biologis memiliki t hitung sebesar 0,170 dan t tabel yang dapat dilihat di tabel statistik pada signifikansi 0,05 dengan df = n Ae k Ae 1 atau df = 36 Ae 3 Ae 1 = 32 dimana hasil yang diperoleh dari t tabel sebesar 2,037 serta nilai signifikansi sebesar 0,866. Karena nilai signifikansi jauh lebih besar dari 0,05 . ,866 > 0,. , maka HCA diterima. Artinya, secara parsial intensitas aset biologis tidak pengungkapan aset biologis. Nilai koefisien yang positif ini mencerminkan bahwa semakin besar proporsi aset biologis terhadap total aset mengungkapkan informasi terkait aset biologis dalam laporan keuangannya. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang bergantung pada aset biologis dalam operasionalnya memiliki motivasi lebih besar untuk memberikan informasi yang relevan dan transparan kepada pemangku kepentingan. Hasil regresi yang positif ini sejalan dengan arah hubungan yang positif, yaitu semakin besar proporsi aset biologis terhadap total aset, maka seharusnya perusahaan terdorong untuk memberikan informasi yang lebih lengkap terkait aset tersebut. Hasil ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Zufriya et al . , yang juga mengidentifikasi intensitas aset biologis tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan aset biologis. Tabel 7. Uji F (Secara Simulta. ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression 1005,989 335,330 Residual 2469,011 77,157 Total 3475,000 4,346 Sig. ,011b Dependent Variable: Pengungkapan Aset Biologis Predictors: (Constan. Intensitas Aset Biologis. Rapat Komite Audit. Konsentrasi Kepemilikan Berdasarkan tabel 7 diperoleh hasil uji F mengenai pengaruh konsentrasi kepemilikan, rapat komite audit, dan intensitas aset biologis secara simultan terhadap pengungkapan aset Nilai F hitung yang diperoleh adalah sebesar 4,346 dan F tabel yang dilihat pada tabel statistik dengan tingkat signifikan 0,05 dan df1 = . atau 4 - 1 = 3, df2 = . -k-. atau 36 Ae 3 Ae 1 = 32 sehingga diperoleh nilai F tabel adalah 2,90 serta nilai signifikansi sebesar 0,011. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya dimana faktor-faktor seperti intensitas aset biologis, kepemilikan publik dan rapat komite audit merupakan faktor yang mempengaruhi pengungkapan aset biologis (Azzahra et al. , 2. Pada penelitian Mayyada et al . juga menambahkan temuan yang menyatakan bahwa faktor-faktor seperti konsentrasi kepemilikan, leverage dan profitabilitas memiliki pengaruh terhadap pengungkapan aset biologis. Tabel 8 Uji Koefisien Determinasi Model Summary JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 211-224 Model ,538a R Square ,289 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,223 8,78388 Predictors: (Constan. Intensitas Aset Biologis. Rapat Komite Audit. Konsentrasi Kepemilikan Berdasarkan tabel 8 diperoleh nilai R Square sebesar 0,289 yang menunjukkan bahwa 28,9% variasi dalam pengungkapan aset biologis dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen yaitu konsentrasi kepemilikan, rapat komite audit, dan intensitas aset biologis. Sementara itu, sisanya sebesar 71,1% dijelaskan oleh faktorfaktor lain di luar model ini. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,223 menunjukkan besarnya kontribusi penjelasan model setelah disesuaikan dengan jumlah variabel prediktor dan sampel. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui AuPengaruh Konsentrasi Kepemilikan. Rapat Komite Audit dan Intensitas Aset Biologis Terhadap Pengungkapan Aset Biologis pada Perusahaan Industri Agrikultur yang Terdaftar di BEI Tahun 2022-2024Ay maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil observasi diperoleh gambaran mengenai variabel konsentrasi kepemilikan, rapat komite audit, intensitas aset biologis, dan pengungkapan aset biologis pada perusahaan industri agrikultur yang terdaftar di BEI tahun 2022-2024. Konsentrasi kepemilikan tertinggi tercatat pada JAWA sebesar 96,27% pada tahun 2023, sedangkan nilai terendah dicatatkan oleh PNGO sebesar 22,73%. Dalam hal frekuensi rapat komite audit. GZCO menunjukkan tingkat aktivitas tertinggi dengan mengadakan 12 rapat per tahun secara konsisten selama tiga tahun, sementara empat perusahaan yaitu DSNG. PSGO. SGRO, dan TAPG mencatatkan frekuensi terendah sebanyak 4 kali rapat per Untuk variabel intensitas aset biologis, nilai tertinggi ditunjukkan oleh SGRO sebesar 58,95% pada tahun 2023, sedangkan nilai terendah tercatat pada MKTR sebesar 12,90% pada tahun 2024. Terakhir, dalam hal pengungkapan aset biologis. SGRO dan AALI mencatatkan nilai tertinggi sebesar 55%, sedangkan nilai terendah sebesar 25% secara konsisten ditemukan pada FAPA sepanjang periode pengamatan. Hasil uji t . menunjukkan bahwa rapat komite audit memiliki pengaruh secara parsial terhadap pengungkapan aset biologis pada perusahaan industri agrikultur yang terdaftar di BEI tahun 2022-2024. Dengan nilai t hitung sebesar 3,429 dan t tabel sebesar 2,037 serta nilai signifikansi sebesar 0,002 . ,002 < 0,. Sebaliknya, konsentrasi kepemilikan dan intensitas aset biologis tidak menunjukkan pengungkapan aset biologis. Konsentrasi kepemilikan memiliki nilai t hitung sebesar 0,103 dan t tabel sebesar 2,037 serta nilai signifikansi sebesar 0,918 . ,918 > 0,. Sedangkan intensitas aset biologis memiliki t hitung sebesar 0,170 dan t tabel sebesar 2,037 serta nilai signifikansi sebesar 0,866 . ,866 > 0,. Hasil uji F . menunjukkan bahwa konsentrasi kepemilikan, rapat komite audit, dan intensitas aset biologis berpengaruh secara simultan terhadap pengungkapan aset biologis pada perusahaan industri agrikultur yang terdaftar di BEI tahun 2022-2024. Dimana F hitung sebesar 4,346 yang lebih besar dari F tabel sebesar 2,90, serta nilai signifikansi sebesar 0,011 . ,011 < 0,. Nilai koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,289 . ,9%) dan nilai Adjusted R Square sebesar 0,223 . ,3%) menunjukkan disesuaikan dengan jumlah variabel dan ukuran sampel. Hal ini mengindikasikan bahwa model ini masih terdapat faktor lain pengungkapan aset biologis. Saran Berdasarkan kesimpulan pada penelitian ini, maka diperoleh beberapa saran sebagai berikut: Bagi Investor frekuensi rapat komite audit sebagai indikator tata kelola perusahaan yang baik. JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 211-224 karena hal tersebut berkaitan dengan kualitas termasuk aset biologis yang merupakan bagian penting dari perusahaan di sektor agrikultur dan kehutanan. Penelitian ini masih memiliki keterbatasan yang dapat dilihat secara statistik dari nilai R2 sebesar 28,9% dan terdapat sisa sebesar 71,1% berupa faktor-faktor lain di luar model ini. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian mendatang dapat menambahkan jumlah variabel independen seperti ukuran perusahaan, profitabilitas, atau efektivitas tata kelola perusahaan lainnya, serta memperluas periode dan jumlah sampel. Perusahaan perlu meningkatkan efektivitas rapat komite audit sebagai bagian dari mekanisme pengawasan internal, mengingat variabel ini terbukti berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan aset Komite audit yang aktif dan berkualitas dapat mendorong transparansi dan kepatuhan terhadap standar akuntansi yang berlaku. DAFTAR PUSTAKA