43 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP PEMILIHAN KARIR AKUNTAN PUBLIK (Studi Kasus pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pontiana. Yulius Paul Pian. Marjono. Ika Nur Azmi. Mahasiswa Jurusan Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pontianak Dosen Jurusan Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pontianak Ikanur. azmi78@gmail. STIE Pontianak ABSTRACT Purpose of this study was to determine the factors that influence the interest of accounting students in choosing a career as an accountant. The factors that influence the career choice of accounting students as public accountants are measured by financial awards, professional training, professional recognition, market considerations and as moderating variables. The sample in this study were students at the Pontianak School of Economics majoring in accounting. Data analysis used multiple linear regression analysis and random sampling technique with an absolute difference value approach. The results showed that labor market considerations, professional training, and professional recognition had a significant positive effect on the interest of accounting students in choosing a career as a public accountant. Financial rewards are able to moderate the effect of labor market considerations and professional recognition on the interest of accounting students in choosing a career as a public accountant. However, it is not able to moderate the effect of professional training on the interest of accounting students in choosing a career as a public accountant. Key word: Career Choise. Financial Rewards. Professional Training. Professional Recognition. Market Considerations. Interest PENDAHULUAN Karir merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia dewasa, karenanya karir seseorang berkontribusi besar bagi perjalanan hidup Menurut Greenberg dan Baron . dalam Nugroho . , karir merupakan urutan pengalaman pekerjaan seseorang selama jangka waktu tertentu. Pemilihan karir yang tepat sesuai minat dan bakat adalah keinginan setiap manusia. Selain kedua hal tersebut peluang kerja, penghasilan dan status sosial . merupakan beberapa variabel lainnya yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan karir. Untuk dapat meniti karir yang sesuai dengan keinginan tentunya harus didukung dengan pendidikan yang sesuai dengan karir yang akan dipilih, karena dengan pendidikan yang sesuai akan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. 1 ,Mei 2022 mereka nantinya. Selain bidang ilmu yang sesuai, yang ikut menentukan adalah jenjang pendidikan, dimana semakin tinggi tingkat pendidikan, maka memilih peluang . yang besar dapat berkarir sesuai bidang yang diinginkan jika dibandingkan dengan jenjang pendidikannya rendah. Bagi mahasiswa yang mengambil jurusan akuntansi, karir atau profesi yang sesuai dengan bidang ilmu akuntansi adlah profesi sebagai accounting . , akuntan . dan profesi lainnya yang berhubungan dengan pembukuan seperti pajak dan jasa penilai . Dari semua profesi tersebut salah satu profesi yang pangsa pasar kerjanya menjanjikan adlah profesi sebagai akuntan, baik sebagai akuntan publik, akuntan perusahaan, akuntan pemerintah maupun akuntan pendidik. Meskipun memiliki prospek yang baik akan tetapi profesi akuntan di Indonesia masih kurang diminati oleh para luusan sarjana akuntansi. Indonesia dengan jumlah lulusan sarjana akuntansi sebanyak 35. 000 setiap tahunnya, sedangkan lulusan akuntansi yang memilih karir sebagai akuntan kurang dari 1. 000 orang setiap Jumlah akuntan di Indonesia masih kalah banyak dibandingkan dengan beberapa negara di ASEAN, seperti Singapura. Malaysia, dan Thailand. Dimana pada tahun 2015 jumlah akuntan di Indonesia adalah sebanyak 24. 587 orang dan hanya masuk peringkat 4 . di ASEAN. Bahkan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini . 889 jiwa, rasio jumlah akuntan di Indonesia peringkatnya jauh menurun, dimana hanya terdapat 99 orang akuntan dari 1 juta penduduk, dan hanya berada di posisi ke 7 . di ASEAN. Gambar 1. Perbandingan Jumlah Akuntan Gambar 1. Jumlah Akuntan VS Jumlah Penduduk Berdasarkan uraian dan data di atas, memotivasi peneliti untuk menganalisis penyebab atau faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa akuntansi terhadap pemilihan karir sebagai akuntan publik. Faktor-faktor tersebut profesional, pengakuan profesional, pertimbangan pasar, dan persepsi pekerjaan pertimbangan pasar. Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan, penelitian ini menganalisis pengaruh penghargaan finansial terhadap minat mahasiswa akuntansi dalam pemilihan karir sebagai akuntan JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. 1 ,Mei 2022 publik, pengaruh pelatihan profesional terhadap minat mahasiswa akuntansi dalam pemilihan karir sebagai akuntan publik, pengaruh pengakuan profesional terhadap minat mahasiswa akuntansi dalam pemilihan karir sebagai akuntan publik, pengaruh pertimbangan pasar terhadap minat mahasiswa akuntansi dalam pemilihan karir sebagai akuntan publik dan pengaruh penghargaan finansial, pelatihan profesional, pengakuan pasar serta pertimbangan pasar secara simultan terhadap minat mahasiswa akuntansi dalam pemilihan karir sebagai akuntan publik. TINJAUAN TEORETIS MaslowAos Need Hierarcy Teori kebutuhan dikembangkan oleh Abraham Maslow pada tahun 1943 menggunakan piramida sebagai peraga untuk memvisualisasi gagasannya mengenai teori hirarki kebutuhan (Robbins, 2. Manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhankebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah . ersifat dasar/fisiologi. sampai yang paling tinggi . ktualisasi dir. Ia mengemukakan hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hirarki lima kebutuhan, yaitu kebutuhan fisik (Phisiologica. , keselamatan dan keamanan (Safety and Securit. , kebutuhan sosial (Socia. , penghargaan (Self-estee. , dan kebutuhan yang berhubungan dengan jaminan keamanan, stabilitas, struktur, keteraturan, situasi yang bisa diperkirakan, bebeas dari rasa takut dan cemas, dan lain Teori kebutuhan maslow secara mutlak menunjukkan perwujudan diri sebagai pemenuhan kebutuhan yang berkaitan dengan pertumbuhan dan pengembangan individu. Menurut Oktavia . untuk memenuhi fisiologis, manusia harus bekerja atau berkarir sehingga mendapat gaji atau kompensasi lainnya yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu juga menumbuhkan rasa aman, penghargaan dan aktualisasi diri saat dia Profesi Akuntansi Akuntan adalah sebutan dan gelar yang diberikan kepada seorang sarjana yang telah menempuh pndidikan di fakultas ekonomi jurusan akuntansi pada suatu universitas atau perguruan tinggi dan telah lulus pendidikan profesi akuntansi (PPA. Ketentuan mengenai praktik akuntan di Indonesia diatur dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1945 tentang Pemakaian Gelas Akuntan yang mensyaratkan bahwa gelar akuntan hanya dapat dipakai mereka yang telah menyelesaikan pendidikannya dari perguruan tinggi. Profesi akuntan juga dapat diperoleh oleh para lulusan yang dari jurusan non akuntansi. Dalam peraturan pemerintah UU No. 5 Tahun 2011 menyatakan bahwa profesi tidak hanya diperuntukan bagi lulusan dari jurusan akuntansi melainkan bagi lulusan dari jurusan non akuntansi memiliki kesempatan asalkan lulus ujian sertifikasi. Akuntan Publik Akuntan publik adalah akuntan yang telah memperoleh izin dari menteri keuangan untuk memberikan jasa akuntan publik di Indonesia. Ketentuan mengenai akuntan publik di Indonesia diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Akuntan Publik dan Peraturan Mnteri Keuangan No. 17/PMK. 01/2008 Tentang Jasa Akuntan Publik serta PP Tahun 2015 Pasal 4. Kantor Akuntan Publik adalah badan usaha yang telah mendapatkan izin dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi akuntan publik yang memberikan jasanya. Bidang jasa KAP adalah jasa atestasi dan non atestasi, yang termasuk ke dalam jasa atestasi adalah akuntan publlik yang bertugas mengaudit umum atas laporan keuangan, pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif dan informasi performa keuangan juga mereview atas laporan keuangannya. Dan jasa non atestasi adalah akuntan publik yang bertugas perhitungan keuangan, manajemen, konsultasi, kompilasi dan perpajakan. Dalam skala internasional, akuntan publik dikenal dengan CPA yang merupakan sistem penyaringan yang baku bagi mereka yang akan melakukan praktik sebagai akuntan publik maupun bagi yang ingin mendapatkan sertifikasi atas kompetensi di bidang akuntansi dengan memperoleh gelar CPA. Standar, pedoman dan sertifikasi akuntansi publik dikelola oleh AICPA sedangkan di Indonesia dikelola oleh IAI/IAPI. IAPI merupakan Asosiasi Profesi Akuntan Publik Indonesia yang bertujuan untuk mewujudkan Akuntan Publik yang berintegritas, berkualitas dan berkompetensi berstandar internasional, mendorong pertumbuhan dan independensi profesi yang sehat dan kondusif bagi profesi Akuntan Publik, menjaga martabat profesi Akuntan Publik dan kepercayaan publik, melindungi kepentingan publik dan Akuntan Publik, serta mendorong terwujudnya good governance di Indonesia. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, salah satu kegiatan yang dilakukan IAPI adalah merekrut anggota dan mendidik, serta melatih melalui program PPL untuk mendapatkan anggota yang profesional daan berintegritas. Anggota IAPI terdiri atas anggota kehormatan. JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. 1 ,Mei 2022 anggota umum, anggota pemula, anggota muda. CPA selain pemegang izin Akuntan Publik, dan CPA pemegang izin Akuntan Publik. Perkembangan profesi akuntan publik di suatu negara sejalan dengan berkembangnya berbagai jenis perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum di negara tersebut (Mulyadi, 2. Jika berkembang, maka perusahaan tersebut tidak hanya memerlukan modal dari pemiliknya melainkan mulai memerlukan modal dari kreditur, dan jika timbul berbagai perusahaan berbentuk badan hukum perseroan terbatas yang modalnya berasal dari masyarakat, maka jasa akuntan publik mulai diperlukan dan berkembang. Dari profesi akuntan publik inilah masyarakat, kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh manajemen perusahaan. Pada dasarnya laporan keuangan yang aka dibuat nantinya merupakan sebagai informasi mengenai pertanggungjawaban pengelolaan dana yang berasal dari pihak investor atau eksternal maupun di pihak internal perusahaan. Menurut Mulyadi . mendefinisikan Akuntan Publik adalah Akuntan profesional yang menjual jasanya kepada masyarakat, terutama bidang pemeriksaan terhadap laporan keuangan yang dibuat oleh kliennya. Pemeriksaan tersebut terutama ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para kreditur, investor, calon kreditur, calon investor dan instansi pemerintah . erutama instansi paja. Disamping itu akuntan publik juga menjual jasa lain kepada masyarakat seperti, konsultasi pajak, konsultasi bidang manajemen, penyusun sistem akuntansi, dan penyusun laporan keuangan. Bekerja di KAP dapat mengetahui aneka macam perusahaan terutama perlakuan auditnya, sering bepergian keluar kota untuk mengaudit klien. Nantinya seseorang yang bekerja di KAP dianggap telah menguasai akuntansi sesuai standar yang berlaku. Namun bekerja di KAP juga terdapat kekurangannya, seperti pekerjaan yang melebihi perusahaan biasa yang mengharuskan lembur (Sumarno, 2002 dalam Ramdhani 2. Berikut adalah gambaran jenjang karir akuntan publik (Mulyadi, 2. , antara lain: auditor junior, auditor senior, manajer, dan partner. Akuntan Perusahaan Akuntan perusahaan adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan. Tugas-tugas yang dikerjakan dapat berupa penyusunan sistem akuntansi, penyusunan laporan keuangan akuntansi kepada pihak-pihak di luar perusahaan, penyusunan laporan akuntansi kepada manajemen, penyusunan anggaran, menangani masalah perusahaan dan melakukan pemeriksaan internal (Soemarno, 2. Akuntansi manajemen berguna untuk menghasilkan informasi khusus bagi pengguna internal seperti manajer dan karyawan yang berfungsi untuk mengidentifikasikan, mengumpulkan, mengukur, mengklasifikasikan dan melaporkan informasi yang bermanfaat bagi pengguna internal dalam pembuatan, perencanaan, pengendalian, dan keputusan (Hansen dan Mowen, 2. Sedangkan akuntansi keuangan berguna untuk menghasilkan informasi bagi pihak internal maupun eksternal, seperti manajer, karyawan, investor, kreditur, maupun pemerintah yang terkait dengan penyusun laporan keuangan yang berhubungan dengan perusahaansecara keseluruhan (Hansen dan Mowen. Wijayanti . mengungkapkan bahwa mahasiswa beranggapan bekerja sebagai akuntan perusahaan lebih memberikan kepastian masa depan dengan adanya dana pensiun dan sifat pekerjaan yang rutin. Wijayanti . juga mengungkapkan bahwa mahasiswa akuntansi lebih senang berprofesi di perusahaan nasional daripada perusahaan lokal, karena perusahaan nasional lebih dikenal sehingga dapat diperkirakan segi baik maupun buruknya suatu Hal tersebut membuktikan bahwa bekerja di perusahaan nasional merupakan faktor penting dalam mempertimbangkan pemilihan Akuntan Pemerintah Jumamik . menyatakan bahwa kauntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada instansi pemerintah yang tugas pokoknya pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintahan. Meskipun banyak akuntan yang bekerja di instansi pemerintah, namun umumnya yang disebut akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja di Badan Pengawas Keuangan dan Pembagian (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BAPEKA) dan instansi pajak. Rahayu . berpendapat mahasiswa akuntansi yang memilih profesi akuntan pemerintah mengharapkan pekerjaan yang bersifat rutin sehingga tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari dan mempunyai keamanan kerja yang tinggi. Tetapi menurut Widiatami . berpendapat karir akuntan pemerintah belum begitu dikenal dan hasil kerjanya tidak dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Selain itu, lingkungan kerja akuntan pemerintah JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. 1 ,Mei 2022 cukup rawan konflik karena berhubungan langsung dengan audit pemerintah atau instansi pemerintah. Akuntan Pendidik Jumamik . berpendapat bahwa akuntan pendidik merupakan profesi yang menghasilkan sumber daya manusia yang berkarir pada tiga bidang akuntan lainnya. Rahayu . mengatakan bahwa mahasiswa yang mengharapkan bekerja sebagai akuntan pendidik lebih mempunyai jaminan hari tua. Temuan inilah yang menjadi pengharapan mahasiswa jurusan akuntansi untuk memilih profesi akuntan pendidik. Akuntan pendidik melansanakan proses penciptaan profesional, baik profesi akuntan publik, akuntan perusahaan dan akuntan pemerintah. Seiring dengan perkembangan perekonomian yang pesat, maka dibutuhkan akuntan yang semakin banyak pula. Dalam konteks permasalahan inilah diperlukan pemenuhan kebutuhan akan tenaga akuntan pendidik. Profesi Non Akuntan Menurut Widiatami . , pada kenyataannya kapsitas pada profesi akuntan, baik akuntan publik, akuntan perusahaan, akuntan pendidik, maupun akuntan pemerintah tidak dapat menerima semua lulusan sarjana akuntansi yang begitu banyak setiap Untuk itulah mahasiswa akuntansi seharusnya sudah sejak awal memikirkan karir apa yang akan dijalani nantinya termasuk karir dibidang lain seandainya tidak dapat berkarir sebagai akuntan dengan tetap dapat menerapkan ilmu yang didapat selama bangku kuliah. Profesi non akuntansi adalah suatu bidang pekerjaan alternatif yang dapat dilakukan oleh mahasiswa yang berhubungan dengan ekonomi akuntansi dan keuangan seperti berwirausaha atau sebagai wartawan keuangan. Bahkan mungkin sama sekali tidak berhubungan langsung dengan akuntansi, seperti staf pemasaran atau customer Gambar 2. Penghargaan Finansial (X. Pelatihan Profesional (X. Pengakuan Profesi (X. Pertimbangan Pasar (X. Minat Mahasiswa Dalam memilih karir (Y) Kerangka Berpikir METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif yaitu untuk mengetahui minat mahasiswa untuk menjadi akuntan dan non akuntan. Penelitian ini dilakukan pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pontianak yang beralamat di Jalan Sultan Hamid 2 No. Kecamatan Pontianak Timur Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang kemudian diolah dan dianalisis untuk mengambil kesimpulan. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini, pertimbangan pasar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Strata 1 (S. Jurusan Akuntansi tahun 2020-2021 genap dan sedang menjalankan proses pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pontianak yang berjumlah 275 orang. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 50% dari total populasi atau sebanyak 137 Dalam menentukan sampel penelitian ini digunakan metode sistematic random sampling yang merupakan teknik untuk mendapatkan sampel yang representative dari suatu populasi. Langkah-langkah dalam pemilihan sampel dilakukan dengan cara: . mengurutkan populasi berdasarkan tahun angkatan dan diberikan nomor . memilih secara acak 1 dan 2 karena jumlah sampel yang diteliti adalah A dari jumlah populasi. memilih sampel setiap kelipatan 2 yang dimulai dari nomor yang diperoleh dari langkah kedua Berdasarkan tahapan pemilihan sampel secara acak tersebut, dalam penelitian ini sampel yang dipilih adalah mahasiswa dengan no urut 1 dan kelipatan 2 . aitu 1, 3, 5 dan seterusny. , sehingga mahasiswa dengan nomor urut ganjil merupakan sampel dalam penelitian ini dengan jumlah 137 Berhubung dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data penelitian menggunakan kuesioner, maka selanjutnya kuesioner tersebut disebarkan kepada 137 mahasiswa secara langsung dan sebagian besar disebarkan secara online . enggunakan media google for. dengan terlebih dahulu menginformasikan rencana penelitian ini kepada setiap grup WhatsApp kelas dengan batas waktu pengisian selama 15 hari. Sampai dengan batas waktu yyang ditentukan, dari 137 mahasiswa JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. 1 ,Mei 2022 hanya sebanyak 100 mahasiswa yang melakukan pengisian kuesioner dan pengisiannya lengkap, sedangkan sisanya . ada yang tidak melakukan pengisian dan ada pula yang melakukan pengisian tetapi tidak lengkap. Keterangan lengkap tentang sampel dan kuesioner penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 3. Data Kuesioner Keterangan Jumlah yang disebar tidak diisi tidak lengkap yang dapat Sumber: Data Primer yang diolah . Persentase 16,78% 10,22% Karakteristik Responden Karakteristik responden merupakan data-data responden yang meliputi jenis kelamin dan tahun masuk perguruan tinggi. Karakteristik responden ditunjukkan dalam tabel di bawah ini: Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Jumlah Laki - laki Jumlah Sumber: Data Primer yang diolah . Persentase Pada tabel di atas menunjukkan bahwa dari 100 orang responden, sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 67 orang . %) dan responden laki-laki sebanyak 33 orang . %). Semester Jumlah Persentase Vi Jumlah Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Angkatan/Semester Sumber: Data Primer yang diolah . Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 100 orang responden, sebagian besar berada di semester IV . yaitu sebanyak 50 orang . %), semester II . sebanyak 37 orang . %), semester VI . sebanyak 7 orang . %), dan responden semester Vi . merupakan responden paling sedikit yaitu hanya sebanyak 6 orang . %). HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Analisis ini dilakukan untuk menganalisis data berdasarkan kecenderungan jawaban yang diperoleh dari responden terhadap masing-masing variabel. Untuk menentukan rentang skor penilaian untuk jawaban tiap variabel dihitung dengan membagi rentang skor keseluruhan . kor jawaban tertinggi di kurang skor jawaban terenda. kemudian dibagi dengan jumlah kriteria yang dalam hal ini terbagi atas lima kriteria sehingga rentang skor jawaban untuk tiap kriteria adalah sebagai berikut Rentang Skor Kreteria = . Ae . / 5 = 0,8 Hasil perhitungan rentang skor kriteria adalah 0,8, dengan demikian rentang skala 0,8 tersebut dapat dijelaskan nilai numeriknya sebagai berikut: Tabel 4. Ikhtisar Rentang Skor Kriteria Rentang Kriteria Keterangan 1,00 O X < 1,80 Sangat Rendah 1,80 < X < 2,60 Rendah 2,60 < X < 3,40 Sedang 3,40 < X < 4,20 Tinggi 4,20 < X < 5,00 Sangat Tinggi Sumber: Data Primer yang diolah . Deskripsi variabel dari 100 responden dalam penelitian dapat dilihat pada tabel berikut: JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. 1 ,Mei 2022 Tabel 4. Statistik Deskriptif Variabel Min Max Y (Mina. 1,75 (Penghargaan 1,00 Finansia. (Pelatihan 1,75 Profesiona. (Pengakuan 2,50 Profesiona. (Pertimbangan 2,13 Pasar Kerj. Sumber: Data Primer yang diolah . Mean 3,2871 Kriteria Sedang 3,4360 Tinggi 3,3350 Sedang 3,7280 Tinggi 3,5504 Tinggi Berdasarkan tabel di atas, hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap minat sebagai akuntan publik menunjukkan niai minimum sebesar 1,75, nilai maksimum sebesar 5,00, mean . ata-rat. sebesar 2,2871 nilai tersebut termasuk ke dalam kriteria sedang. Selanjutnya hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif terhadap variabel penghargaan finansial menunjukkan nilai minimum sebesar 1,00, nilai maksimum sebesar 5,00, dan mean sebesar 3,4360 yang berarti nilai tersebut termasuk ke dalam kriteria tinggi. Variabel pelatihan profesional menunjukkan nilai minimum sebesar 1,75, nilai maksimum sebesar 5,00 dan mean sebesar 3,3350 nilai tersebut termasuk ke dalam kriteria sedang. Variabel pengakuan profesional menunjukkan nilai minimum sebesar 2,50, nilai maksimum sebesar 5,00, dan mean sebesar 3,7280 yang berarti nilai tersebut masuk ke dalam kriteria Variabel pertimbangan pasar kerja menunjukkan nilai minimum sebesar 2,13, nilai maksimum sebesar 5,00, dan mean sebesar 3,5504 nilai tersebut termasuk ke dalam kriteria tinggi. Uji Validitas dan Reabilitas Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan melakukan uji korelasi pearson dengan cara meihat korelasi antara skor jawaban item pertanyaan dengan skor total jawaban semua item pertanyaan. Apabila item pertanyaan mempunyai r hitung > dari r tabel maka dapat dikatakan valid. Pada penelitian ini terdapat jumlah sampel . = 100 responden dan besarnya df dapat dihitung 100 - 2 = 98 dan alpha 0,05 didapat r tabel = 0,1966. jadi, item pertanyaan yang valid mempunyai r hitung lebih besar dari 0,1966. Hasil uji korelasi pearson untuk semua variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 4. Variabel Minat Berprofesi sebagai Akuntan Publik Item Pertanyaan Korelasi Pearson (R Hitun. Korelasi Pearson R Tabel Kesimpulan 0,810** 0,1966 Valid 0,719** 0,1966 Valid 0,887** 0,1966 Valid 0,769** 0,1966 Valid 0,820** 0,1966 Valid 0,793** 0,1966 Valid 0,857** 0,1966 Valid 0,795** 0,1966 Valid **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber: Data Olahan . Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa semua item pertanyaan untuk variabel minat berprofesi sebagai akuntan publik memiliki skor R . orelasi Pearso. di atas 0,1966 dan memiliki tanda bintang 2 yang berarti bahwa semua item pertanyaan pada variabel ini valid dan layak digunakan dalam pengumpulan data penelitian pada alpha 5% bahkan pada alpha 1% sekalipun. Tabel 4. Variabel Penghargaan Finansial Item Pertanyaan X1. Korelasi Pearson (R Hitun. 0,882** Korelasi Pearson R Tabel 0,1966 Item Pertanyaan Korelasi Pearson R Tabel 0,1966 Kesimpulan X2. Korelasi Pearson (R Hitun. 0,653** X2. 0,865** 0,1966 Valid X2. 0,863** 0,1966 Valid X2. 0,895** 0,1966 Valid Valid Tabel 4. Variabel Pelatihan Profesional **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber : Data Olahan . Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa semua item pertanyaan untuk variabel minat berprofesi sebagai akuntan publik memiliki skor R . orelasi Pearso. di atas 0,1966 dan memiliki tanda bintang 2 yang berarti bahwa semua item pertanyaan pada variabel ini valid dan layak digunakan dalam pengumpulan data penelitian pada alpha 5% bahkan pada alpha 1% sekalipun. Tabel 4. Variabel Pengakuan Profesi Item Pertanyaan Korelasi Pearson (R Hitun. Korelasi Pearson R Tabel Kesimpulan X3. 0,771** 0,1966 Valid X3. 0,842** 0,1966 Valid Valid X3. 0,751** 0,1966 Valid 0,799** 0,1966 Valid 0,819** 0,1966 Valid Kesimpulan X1. 0,853** 0,1966 Valid X3. X1. 0,862** 0,1966 Valid X3. X1. 0,869** 0,1966 Valid X1. 0,817** 0,1966 Valid **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber : Data Olahan . Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa semua item pertanyaan untuk variabel penghargaan finansial memiliki skor R . orelasi Pearso. di atas 0,1966 dan memiliki tanda bintang 2 yang berarti bahwa semua item pertanyaan pada variabel ini valid dan layak digunakan dalam pengumpulan data penelitian pada alpha 5% bahkan pada alpha 1% JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. 1 ,Mei 2022 X3. 0,877** 0,1966 Valid **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber : Data Olahan . Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa semua item pertanyaan untuk variabel penghargaan finansial memiliki skor R . orelasi Pearso. di atas 0,1966 dan memiliki tanda bintang 2 yang berarti bahwa semua item pertanyaan pada variabel ini valid dan layak digunakan dalam pengumpulan data penelitian pada alpha 5% bahkan pada alpha 1% Uji asumsi klasik dalam penelitian ini menguji normalitas data secara statistik, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas dan uji auto korelasi. Tabel 4. Variabel Pertimbangan Pasar Item Pertanyaan Korelasi Pearson (R Hitun. Korelasi Pearson R Tabel Kesimpulan X4. 0,771** 0,1966 Valid X4. 0,842** 0,1966 Valid X4. 0,751** 0,1966 Valid X4. 0,799** 0,1966 Valid X4. 0,819** 0,1966 Valid X4. 0,877** 0,1966 Valid Gambar 4. Normal P-P Plot **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber : Data Olahan . Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa semua item pertanyaan untuk variabel penghargaan finansial memiliki skor R . orelasi Pearso. di atas 0,1966 dan memiliki tanda bintang 2 yang berarti bahwa semua item pertanyaan pada variabel ini valid dan layak digunakan dalam pengumpulan data penelitian pada alpha 5% bahkan pada alpha 1% Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Sumber : Data Primer yang diolah 2021 CronbachAo Variabel Alpha Minat Berprofesi Sebagai 0,922 Akuntan Publik Penghargaan Financial 0,908 Pelatihan professional 0,840 Pengakuan professional 0,894 Pertimbangan pasar 0,873 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai cronbachAos alpha dari semua variabel lebih besar dari 0,8, sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen dari kuesioner yang digunakan untuk menjelaskan variabel minat menjadi akuntan publik, pelatihan profesional, pengakuan profesional, penghargaan finansial, dan pertimbangan pasar dinyatakan bagus atau sangat baik sebagai alat ukur Uji Asumsi Klasik JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. 1 ,Mei 2022 Sumber: Output SPSS 24 . Gambar di atas menunjukkan bahwa data terdistribusi normal karena bentuk grafik normal dan tidak melenceng ke kanan atau ke kiri. Gambar di atas menunjukkan adanya titik-titik yang tersebar di sekitar garis diagonal dan penyebaran titik-titik tersebut mengikuti arah garis diagonal. Hal ini berarti bahwa model-model regresi dalam penelitian ini memenuhi asumsi normalitas berdasarkan analisis grafik. Gambar 4. Histogram Sumber: Output SPSS 24 . Sumber: Output SPSS 24 . Gambar di atas terlihat bahwa membentuk pola seperti lonceng tidak mengalami melenceng ke kiri ataupun ke kanan sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini melalui hasil uji grafik histogram berasumsi normal. Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa data-data dalam penelitian ini tersebar secara acak tidak berpola antara 4 dan minus 4 sehingga dengan sebaran acak dan tak berpola tersebut dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini tidak mengalami gejala heterokedastisitas. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Model (Constan. Tolerance Model VIF Durbin-Watson X1_penghargaan X2_pelatihan X3_pengakuan X4_pasar Terikat Variable: Y_minat Sumber: Output SPSS 24 . Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, karena nila VIF untuk semua variabel memiliki nilai lebih kecil daripada 10 dan nilai toleransi lebih besar dari 0,10, maka dapat disimpulkan tidak terdapat gejala multikolinearitas antar variabel bebas. Gambar 4. Scatterplot JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. 1 ,Mei 2022 Predictors: (Constan. X4_pasar. X1_penghargaan. X2_pelatihan. X3_pengakuan Terikat Variable: Y_minat Sumber : Data Primer yang diolah 2021 Hasiil penguji dapat dilihat pada tabel di atas, bahwa Nilai Durbin Watson sebesar 2,036. Sedangkan nilau du (Durbin Watson Uppe. pada sampel . sebanyak 100 dan variabel bebas . sebanyak 4 pada taraf signifikan adalah sebesar 1,7582. Sehingga . -dU) = 4 Ae 1,7582 < 2,036 < 2,2418, sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat gejala autokorelasi antar variabel bebas. Tabel 4. Hasil Uji Parsial (Uji . Coefficientsa Terikat Variable: Y_minat Sumber: Output SPSS 24 . Dari tabel diatas menunjukkan bahwa variabel penghargaan finansial memiliki t hitung . < t tabel . ,98. dengan tingkat signifikan sebesar 0,285 dan signifikan pada 0,285 > 0,05. Sehingga berdasarkan nilai t hitung dan t signifikan dapat disimpulkan bahwa penghargaan finansial tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa berprofesi sebagai akuntan publik. Untuk variabel pelatihan profesional memiliki t hitung . > t tabel . ,98. dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat berpengaruh terhadap minat berprofesi akuntan Untuk variabel pengakuan profesional memiliki t hitung . > t tabel . ,98. dengan tingkat signifikan sebesar 0,611 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengakuan profesional tidak berpengaruh terhadap minat berprofesi akuntan Untuk variabel pertimbangan pasar kerja memiliki t hitung . > t tabel . ,98. dengan tingkat signifikan sebesar 0,017 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa pertimbangan pasar kerja berpengaruh terhadap minat berprofesi akuntan Tabel 4. Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa Model Regression Sig. Residual Total Terikat Variable: Y_minat Model Summaryb Predictors: (Constan. Adjusted X4_pasar. Std. Error of the X2_pelatihan. X3_pengakuan Model X1_penghargaan. R Square R Square Estimate Predictors: (Constan. X4_pasar. X1_penghargaan. X2_pelatihan. X3_pengakuan Terikat Variable: Y_minat Sumber: Output SPSS 24 . Dari tabel dia atas diketahui bahwa nilai F hitung hasil analisis regresi dari penelitian ini adalah 620 dan signifikan pada 0,000. Jika dibandingkan dengan kriteria seperti yang telah dijelaskan sebelumnya terlihat bahwa nilai F hitung sebesar 31,620 > F tabel yaitu 2,47 begitu pula untuk JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. 1 ,Mei 2022 F signifikan sebesar 0,000 < daripada alpha yang dipersyaratkan dalam penelitian ini yaitu 0,05 atau Sehingga berdasarkan kedua kriteria tersebut dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel penghargaan finansial, pelatihan profesi, pengakuan profesional, dan pertimbangan pasar berpengaruh terhadap minat mahasiswa berprofesi sebagai akuntan publik. Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi Sumber : Output SPSS 24, data diolah 2021 Berdasarkan hasil uji determinasi di atas terlihat bahwa nilai adjusted R square adalah sebesar 0,553 atau 55,3%. Hal ini berarti bahwa minat mahasiswa berprofesi menjadi akuntan publik 55,3% dapat dijelaskan oleh variabel penghargaan finansial, pelatihan profesional, pengakuan profesional dan pertimbangan pasar kerja. Sedangkan 44,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Model (Constan. Sig. X1_penghargaan X2_pelatihan X3_pengakuan X4_pasar Pengaruh Penghargaan Finansial terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Berprofesi sebagai Akuntan Publik Hasil analisis menunjukkan nilai t hitung pengaruh penghargaan finansial terhadap minat mahasiswa berprofesi sebagai akuntan publik sebesar 1,075, yang berarti bahwa interaksi antara penghargaan finansial dan pertimbangan pasar kerja tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa akuntansi dalam pemilihan karir . sebagai akuntan publik. Hal ini dapat dijelaskan bahwa meskipun mahasiswa mempersepsikan bahwa penghargaan finansial bagi seorang akuntan publik itu tinggi dan dapat membuat mereka hidup sejahtera akan tetapi secara umum minat mahasiswa akuntansi di STIE Pontianak untuk berprofesi atau menjadi akuntan publik masih masuk dalam kategori sedang . urang bermina. , sehingga hasil uji statistik menghasilkan kesimpulan penghargaan finansial yang tinggi tersebut tidak mampu meningkatkan animo atau minat mahasiswa akuntansi untuk berprofesi sebagai akuntan publik. Fenomena tersebut mungkin diantaranya disebabkan karena untuk memperoleh penghargaan finansial yang tinggi tersebut akuntan publik harus memiliki reputasi yang baik dan untuk memperoleh reputasi tersebut memerlukan proses . yang lama dan sebelum memiliki reputasi tersebut penghargaan finansial yang diterima besarannya tidak pasti dibandingkan jika bekerja sebagai karyawan yang penghasilannya lebih pasti jumlahnya. Pengaruh Pelatihan Profesional terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi dalam Pemilihan karir sebagai Akuntan Publik Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh bahwa variabel pelatihan profesional (X. memiliki nilai t-hitung sebesar 5. 071 yang berarti lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 1,98525, dan taraf signifikansinya adalah sebesar 0,000 lebih kecil daripada alpha yang dipersyaratkan dalam penelitian ini yaitu 0,050 sehingga disimpulkan bahwa variabel pelatihan profesional berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa akuntansi di STIE Pontianak untuk berprofesi atau pemilihan karir sebagai akuntan Berdasarkan statistik deskriptif bahwa variabel pelatihan profesional dipersepsikan sedang oleh mahasiswa dengan skor rata-rata sebesar 3,25. Hal ini berarti mahasiswa mempersepsikan bahwa pelatihan profesional yang harus dilakukan oleh akuntan publik merupakan kewajiban yang dipersepsikan biasa dan merupakan sesuatu yang wajar untuk menjaga keahlian profesional akuntan publik dan pelatihan tersebut dianggap tidak mengganggu dan memberatkan akuntan publik sehingga dengan hal tersebut mempengaruhi minat mahasiswa untuk berkarir atau berprofesi sebagai akuntan publik. Berpengaruhnya variabel pelatihan profesional terhadap minat pemilihan karir mahasiswa untuk berprofesi sebagai akuntan publik sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh chan . , yang mana pelatihan profesional dipertimbangkan oleh mahasiswa yang memilih profesi akuntan publik karena menunjukkan bahwa, mahasiswa beranggapan akuntan publik lebih memerlukan pelatihan kerja dikarenakan lingkungan kerjanya yang lebih variatif . Pengaruh Pengakuan Profesional terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi dalam Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh bahwa variabel pengakuan profesional (X. memiliki nilai t-hitung sebesar 0,511 yang berarti lebih kecil dari nilai t tabel yang sebesar 1,98525 dan taraf signifikansi yang sebesar 0,611 JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. 1 ,Mei 2022 lebih besar dari 0,050 , sehingga disimpulkan bahwa variabel pengakuan profesional tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan minat mahasiswa berprofesi atau menjadi akuntan publik. Tidak berpengaruhnya variabel pengakuan profesional akuntan publik ini disebabkan karena mahasiswa mempersepsikan bahwa pengakuan mahsyarakat terhadap profesi akuntan publik masuk dalam kategori baik . sedangkan minat mahasiswa berkarir sebagai akuntan publik masuk dalam kategori biasa . Hal ini menunjukkan bahwa meskipun akuntan publik dipersepsikan baik dari segi profesionalitas, kejujuran, integritas, dan membanggakan serta sangat dibutuhkan di dunia usaha akan tetapi pengakuan profesional tersebut tidak berbanding lurus dengan keinginan atau minat mahasiswa untuk berprofesi sebagai akuntan publik. Hal ini mungkin disebabkan karena kewajiban bagi seorang akuntan publik untuk terus menjaga profesionalitas, kejujuran, integritas dan kehormatan profesi dianggap sesuatu yang berat untuk dilaksanakan atau dipertahankan karena disatu sisi harus menjamin kualitas audit dan informasi keuangan disisilainnya harus menjaga relasi . sebagai sumber penghasilan bagi akuntan publik. Hasil penelitian ini sejalan atau tidak sejalan dengan penelitian Tri Kusno Widi Asmoro . yang menyatakan bahwa pengakuan profesional tidak berpengaruh terhadap minat berkarir sebagai akuntan publik Pengaruh Pertimbangan Pasar Kerja terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi dalam Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik Berdasarkan hasil pengujian statistik tentang pengaruh variabel pertimbangan pasar kerja terhadap minat mahasiswa berkarir/ berprofesi sebagai akuntan publik diperoleh nilai t hitung sebesar 2,426 yang berari lebih besar daripada t Tabelnya yang sebesar 1,98. dan taraf signifikansi sebesar 0,17 lebih kecil dari alpha yang dipersyaratkan dalam penelitian ini yaitu sebesar 0,05, sehingga disimpulkan bahwa secara statistik variabel pertimbangan pasar kerja berpengaruh berkasir/berprofesi sebagai akuntan publik. Hal ini menunjukkan bahwa banyaknya peluang kerja, kesempatan berkembang, banyaknya jasa yang dapat diberikan oleh akuntan publik serta kebutuhan tenaga akuntan publik di Indonesia yang masih tinggi karena sedikitnya jumlah akuntan publik mampu mempengaruhi minat mahasiswa untuk berkarir di bidang akuntan publik. sehingga selama pasar kerja sebagai akuntan publik masih tinggi maka minat mahasiswa untuk berkarir sebagai akuntan publik juga masih tinggi. Pengaruh secara Simultan Variabel Penghargaan Finansial. Pelatihan Profesional. Pengakuan Profesi dan Pertimbangan Pasar Kerja terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi dalam Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik Berdasarkan hasil analisis regresi dan uji statistik diketahui bahwa secara simultan . variabel bebas yang terdiri dari penghargaan finansial, pelatihan profesional, pengakuan profesi dan pertimbangan pasar kerja berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi di STIE Pontianak untuk berkarir sebagai akuntan publik. Akan tetapi jika dilihat secara parsial memang tidak semua variabel yang berpengaruh, karena hanya 2 variabel dari 4 variabel yang diteliti dalam penelitian ini yang berpengaruh terhadap minat berkarir sebagai akuntan publik. sehingga dari penelitian ini agar dapat meningkatkan animo atau minat mahasiswa untuk berkarir sebagai akuntan publik dapat ditingkatkan dengan mempermudah akses mengikuti pelatihan profesional dengan biaya yang terjagkau . serta selama pasar kerja sebagai akuntan publik masih tinggi. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah penulis uraikan pada bab sebelumnya, beberapa kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Variabel penghargaan finansial secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi di STIE Pontianak untuk berkarir sebagai akuntan publik dengan nilai t hitung sebesar 1,075 dan taraf signifikat sebesar 0,285. Variabel pelatihan profesional berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi di STIE Pontianak untuk berkarir sebagai akuntan publik dengan nilai t hitung sebesar 5,071 dan taraf signifikan sebesar 0,000 Variabel Pengakuan profesional tidak berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi di STIE Pontianak untuk berkarir sebagai akuntan publik dengan nilai t hitung sebesar 0,511 dan taraf signifikan sebesar 0,611 Variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi di STIE Pontianak untuk berkarir sebagai akuntan JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. 1 ,Mei 2022 publik dengan nilai t hitung sebesar 2,426 dan taraf signifikat sebesar 0,017 Secara simultan variabel penghargaan finansial, pelatihan profesional, pengakuan profesional dan pertimbangan pasar kerja berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi di STIE Pontianak untuk berkarir sebagai akuntan publik dengan nilai F hitung sebesar 31,620 dan taraf signifikan sebesar 0,000 dengan besarnya pengaruh sebesar 55,3%. Setelah melakukan penelitian ini beberapa saran yang dapat penulis berikan yaitu : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat mahasiswa untuk berprofesi atau berkarir sebagai akuntan publik masih cukup rendah . asuk dalam kriteria sedan. , maka sebaiknya bagi pemerintah dan asosiasi akuntan publik melakukan sosialisasi yang lebih masif kepada mahasiswa agar mereka lebih berminat berprofesi sebagai akuntan publik sehingga peluang kerja sebagai akuntan publik tidak dinikmati oleh akuntan publik dari negara lain agar indonesia tidak memiliki ketergantungan dengan akuntan publik asing seiring dengaan globalisasi pasar kerja seperti MEA dan lain lain di masa yang akan datang. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya perlu mengetahui penyebab kenapa minat mahasiswa akuntansi untuk berkarir sebagai akuntan publik masih relatif rendah, sehingga dapat diidentifikasi dan diberikan soluasinya agar dimasa yang akan datang semakin banyak profesi akuntan publik tersertifikasi di Indonesia sehingga ikut mendorong perkembangan dunia usaha di Indonesia Agar lebih dapat digeneralisasi dapat melakukan penelitian dengan mengambil populasi yang lebih luas seperti semua mahasiswa akuntansi di Kota Pontianak atau propinsi Kalimantan Barat. DAFTAR PUSTAKA