Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Vol. 7 No. 2 Desember 2022 P-ISSN : 2477-6491. E-ISSN : 2656-873X. Hal 609-621 http://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Peran Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Sosial Siswa Madrasah Muaini STID Islahuddiny Kediri Lombok Barat muainilombok61@gmail. Abstrak. Penelitian ini membicarakan tentang Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk sikap sosial siswa Madrasah. kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Implementasi membentuk sikap sosial siswa dalam Pembelajaran PAI di Madrasah. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi wawancara dilakukan terhadap guru Pendidikan Agama Islam. Kepala Sekolah. Siswa. Komite. Tokoh Masyarakat. Observasi dilakukan dengan melihat tindakan siswa ketika berada di dalam maupun diluar kelas, dan mengamati kondisi sekolah dan segala objek penelitian di sekolah. Teknik analisa data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengimplementasikan sikap sosial siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Sikap sosial yang diterapkan antara lain: religius, jujur, toleransi, disiplin, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, peduli lingkungan dan peduli sesama. Kata Kunci : Pendidikan Agama Islam. Sikap Sosial Siswa Pendahuluan Berdasarkan kondisi obyektif. Madrasah berdiri sejak tahun 1990, dengan berpegang pada prinsip pengembangan pendidikan secara formal sudah mengalami kemajuan dalam perkembangannya. Sedang sekarang menjadi Madrasah Tsanawiyah yang perkembangannya dengan Madrasah Tsanawiyah lain sudah tidak ketinggalan dari tahun ke tahun semakin mengembangkan diri. Selain di bidang pendidikan umum. MTS Nahdlatuth Thullab Segobang juga mengedepankan pendidikan agama sebagai pondasi sistem pendidikan. Penilaian tidak hanya berdasarkan pada deretan angka hasil ujian namun juga dilakukan dengan cara observasi akhlak dari perilaku. Selain itu, diaplikasikan pula kegiatan pengembangan diri, seperti kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan. 1 | Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi - Vol. 7 No. 2 Juni 2022 Peran Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Sosial Siswa Madrasah Bagaimana kalau generasi mendatang tidak mengenal pendidikan agama, tentu masyarakat akan menjadi berantakan. Suatu kebaikan atau keburukan keagamaan masyarakat akan bisa menentukan masa depan keagamaan anak-anaknya. Bahwa berdasarkan tinjauan keagamaan masyarakat mempunyai pengaruh terhadap timbulnya sosial siswa-siswi dalam pendidikan. Kongklusinya menurut para ahli yang menyatakan sebagai berikut: AuSeorang anak yang waktu kecilnya tidak pernah mendapat didikan agama, maka akan pada masa depannya . ada masa dewasany. nanti, ia tidak akan merasakan pentingnya agama dalam hidupnyaAy (Deradjat,1993. Pendidikan generasi masa depan diangkat, lebih-lebih dalam pendidikan agama. Harapan masyarakat . rang tu. yang sadar terhadap perkembangan sosial saat ini akan berusaha mengarahkan anak-anaknya memasuki pendidikan Agama Islam. Sebagai alternatif pilihan madrasah merupakan salah satu lembaga yang berusaha mencetak anak didiknya menjadi manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur serta berguna bagi masyarakat, nusa dan bangsanya. Tujuan umum pendidikan agama yaitu AuMembimbing anak agar mereka menjadi seorang muslim sejati, beriman teguh, beramal sholeh dan berakhlak mulia serta berguna bagi masyarakat, agama dan negaraAy (Zuhairini dkk, 1983:. Tujuan pendidikan agama tersebut adalah merupakan tujuan yang hendak dicapai oleh setiap orang yang melaksanakan pendidikan Pendidikan agama yang perlu ditanamkan terlebih dahulu adalah keimanan yang teguh, sebab dengan adanya keimanan yang teguh. memberikan hasil ketaatan menjalankan kewajiban agama. Hasil yang dicapai kurang menyadari ketika mendengar bahwa dari sejak lahir, membutuhkan agama. Bagaimana mungkin bayi kecil yang belum mampu mengenal apapun, sudah membutuhkan agama datang dari pengertian agama yang sempit, terbatas pada ibadah dan aturan-aturan hukum yang dikaitkan dengan dosa dan pahala. Yang dimaksud dengan agama dalam kehidupan adalah iman yang diyakini oleh pikiran, diserap oleh perasaan dan dilaksanakan dalam tindakan, perbuatan, perkataan dan sikap. Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidik. Interaksi pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dalam lingkungan 2 | Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi - Vol. 7 No. 2 Juni 2024 Peran Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Sosial Siswa Madrasah keluarga, interaksi pendidikan terjadi antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik. Interaksi ini berjalan tanpa rencana tertulis. Orang tua sering tidak mempunyai rencana yang jelas dan rinci ke mana anaknya akan diarahkan, dengan cara apa mereka akan dididik, dan apa isi pendidikannya. Orang tua umumnya mempunyai harapan tertentu pada anaknya, mudah-mudahan ia menjadi orang sholeh, sehat, pandai, dan sebagainya, tetapi bagaimana rincian sifat-sifat tersebut bagi mereka tidak jelas. Juga mereka tidak tahu apayang harus diberikan dan bagaimana memberikannya agar anakanaknya memiliki sifat-sifat tersebut. Interaksi pendidikan antara orang tua dengan anaknya juga sering tidak disadari. Dalam kehidupan keluarga interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu, berdialog, bergaul dan bekerja sama dengan anak-anaknya. Pada saat demikian banyak perilaku yang perlakuan spontan yang diberikan kepada anak, sehingga kemungkinan terjadi kesalahan-kesalahan mendidik besar sekali. Orang tua menjadi pendidik juga tanpa dipersiapkan secara formal. Mereka menjadi pendidik karena statusnya sebagai ayah dan ibu, meskipun mereka belum siap untuk melaksanakan tugas Karena sifat-sifat yang tidak formal, tidak memiliki rancangan yang konkret dan ada kalanya juga tidak disadari, maka pendidikan dalam lingkungan keluarga disebut pendidikan informal. Pendidikan tersebut tidak memiliki kurikulum formal dan tertulis. Tujuan umum pendidikan sering dirumuskan untuk menyiapkan generasi muda menjadi orang dewaasa anggota masyarakat yang mandiri dan produktif. Hal ini merefleksikan konsep adanya tuntutan individual . dan sosisal dari orang dewasa kepada generasi muda. Tuntutan individual merupakan harapan orang dewasa agar generasi muda dapat mengembangkan pribadinya sendiri, mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Tuntutan sosial adalah harapan orang dewasa agar anak mampu bertingkah laku, berbuat dan hidup dengan baik dalam berbagai situasi dan lingkungan masyarakat. Konsep pendidikan bersifat universal, tetapi pelaksanaan pendidikan bersifat lokal, disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat. Pendidikan dalam suatu lingkungan masyarakat tertentu berbeda dengan lingkungan masyarakat lain, karena adanya perbedaan sistem sosial budaya, lingkungan alam, serta sarana dan prasarana yang Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki system sosial budaya yang 3 | Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi - Vol. 7 No. 2 Juni 2024 Peran Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Sosial Siswa Madrasah Sistem sosial ini mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar anggota masyarakat, antar anggota dan lembaga, serta antar lembaga dan lembaga. Sistem sosial budaya di perkotaan berbeda dengan di pedesaan, di daerah pesisir berbeda dengan di daerah pegunungan, pusat perindustrian berbeda dengan di daerah pertanian. Sistem sosial budaya pada suatu daerah juga berbeda dari suatu periode waktu dengan waktu yang lainnya, karena masyarakatnya berkembang. Salah satu aspek yang cukup penting dalam system sosial budaya adalah tatanan nilai-nilai. Tatanan ini merupakan seperangkat ketentuan, peraturan, hukum, moraber dari l yang mengatur cara berkehidupan dan berprilaku para warga masyarakat. Nilai-nilai tersebut bersumber dari agama, budaya, kehidupan politik, maupun dari segi-segi kehidupan lainnya. Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga selalu berkembang, dan mungkin pada suatu saat perkembangan begitu dratis, sehingga tidak jarang menimbulkan perbedaan bahkan konflik nilai. Konflik nilai bisa diakibatkan adanya perbedaan sudut pandang karena adanya variasi sumbersumber nilai. Perbedaan ataupun komplik nilai dilatarbelakangi oleh perbrdaan tatanan yang berakar pada perbedaan pola-pola kebudayaan. Menurut Tylor . kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, hukum, moral, adat istiadat, serta kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. (Nana, 2009. Kajian Pustaka Dalam praktek sehari-hari orang seringkali mencampur adukkan antara AumengajarAu dengan AumendidikAu. Keduanya sebenarnya mempunyai pengertian yang berbeda, walaupun ada hubungan yang erat. Menurut Zuhaini dkk. , mengajar diartikan: Aumemberikan pengetahuan kepada anak, agar mereka dapat mengetahui peristiwaperistiwa, hukum-hukum ataupun proses dari pada sesuatu ilmu pengetahuanAy. Jadi dalam hal pengajaran yang dipentingkan adalah segi ilmiyahnya. Sedangkan mendidik diartikan: Aumenanamkan tabiat yang baik agar anak-anak mempunyai sifat yang baik dan berpribadi utamaAy. Dalam mendidik yang dipentingkan adalah segi pembentukan pribadi anak. Dengan demikian jelaslah bahwa kalau mengajar itu mengenai segi intelektualnya, 4 | Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi - Vol. 7 No. 2 Juni 2024 Peran Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Sosial Siswa Madrasah sedang mendidik adalah menyaangkut masalah perasaan, antara akal dan perasaan memang mempunyai hubungan yang sangat erat. Sedang menurut Frista . pendidikan diartikan: Auproses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidikAy. Dengan melihat pengertian mendidik dan mengajar di atas, maka jelaslah pengertian pendidikan agama dan pengajaran agama. Pendidikan Agama berarti usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agar supaya mereka hidup sesuai dengan Ajaran Islam. Sedangkan pengajaran agama berarti pemberian pengetahuan agama kepada anak, agar supaya mempunyai ilmu pengetahuan agama. Dengan demikian kalau dikatakan mengajar agama itu berarti, hanya sekedar memberikan ilmu agama saja, sehingga anak-anak akan memiliki pengetahuan agama (Islamolog. , bukan menjadi orang yang taat beragama. Sedangkan kalau mendidik agama, maka arahnya adalah pembentukan pribadi muslim yang taat, berilmu dan Karena itu penggunaan istilah AuPendidikan AgamaAy adalah lebih tepat dari pada penggunaan istilah AuPengajaran AgamaAy. Itulah sebabnya dalam Peraturan-Peraturan Pemerintah ataupun dalam GBHN selalu dipakai istilah Pendidikan Agama dan bukan Pengajaran Agama. Tujuan pendidikan adalah merupakan faktor yang sangat penting, karena merupakan arah yang hendak dituju oleh pendidikan itu. Demikian pula halnya dalam pendidikan agama. maka tujuan pendidikan Agama itulah yang hendak dicapai dalam kegiataan/pelaksanaan Pendidikan Agama. Pada umumnya kita mengenal adanya rumusan formal tentang tujuan pendidikan/pengajaran secara hierarchies, dimana tujuan yang lebih umum dijabarkan menjadi tujuan yang lebih khusus, sedangkan tujuan yang lebih khusus adalah merupakan tujuan yang lebih spesifik, yang semuanya diarahkan untuk dapat tercapainya tujuan umum tersebut. Adapun yang dimaksud dengan alat pendidikan ialah segala sesuatu yang dipergunakan dalam usaha untuk mencapai tujuan dari pada pendidikan. Dengan demikian yang dimaksud alat Pendidikan Agama ialah segala sesuatu yang dipakai dalam mencapai tujuan Pendidikan Agama. 5 | Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi - Vol. 7 No. 2 Juni 2024 Peran Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Sosial Siswa Madrasah Dalam memilih alat-alat Pendidikan Agama, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain : 1. Tujuan apakah yang hendak dicapai dengan alat tersebut. Dalam memilih alat hendaknya sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai seperti misalnya kalau kita mengajarkan bab shalat kepada anak-anak, maka alat yang perlu disiapkan ialah: tikar sembahyang, sarung atau telekung, air wudlu dan lain sebagainya. Siapakah yang menggunakan alat tersebut? Pribadi dari guru yang menggunakan alat pendidikan itu ikut menjiwainya. Sebagai contoh misalnya guru yang mendidik Agama haruslah dia sendiri orang aktif/taat beragama, sehingga dalam menggunakan alat-alat pendidikan Agama, tidak akan merasa canggung, misalnya dalam membaca Al-QurAoan, dalam meragakan cara-cara melakukan shalat dan lain sebtteagainya. Terhadap anak yang bagaimanakah alat itu dipergunakan? Hal ini menyangkut dalam pemilihan alat-alat pendidikan haruslah selalu disesuaikan dengan kondisi dari pada anak-anak yang dihadapinya, sehingga dengan demikian alat-alat pendidikan yang dipilih itu betul-betul akan dapat membantu mempermudah anak-anak untuk dapat menerima pelajaran, bukan malah sebaliknya, memperlambat tercapainya tujuan. Bagaimana cara menguunakan alat-alat tersebut? Dalam memilih alat pendidikan yang hendak dipergunakan, hendaknya guru terlebih dahulu mengetahui bagaimana cara-cara penggunaan alat-alat tersebut, sehingga dengan demikian dapat memperlancar jalannya pengajaran. (Zuhairini. Proses Sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan system serta bentukbentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang telah ada. Dengan perkataan lain proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal-balik antara berbagi segi kehidupan bersama,misalnya pengaruh mempengaruhi antara sosial dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dan hukum, dan seterusnya. (Soerjono,1990. Proses sosial tidak lepas dari pengaruh sosialisasi, denganproses sosialisasi individu berkembang menjadi satu pribadi atau makhluk sosial. Pribadi atau makhluk sosial ini merupakan kesatuan integral dari sifat-sifat individu yang berkembang melalui proses sosialisasi, sifat mana mempengaruhi hubungannya dengan orang lain dalam masyarakat. 6 | Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi - Vol. 7 No. 2 Juni 2024 Peran Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Sosial Siswa Madrasah Bentuk-bentuk intraksi sosial dapat berupa kerja sama . , persaingan . , dan bahkan juga berbentuk pertentangan atau pertikaian . Gillin dan Gillin pernah mengadakan pengolongan yang lebih luas lagi. Menurut mereka ada dua macam proses sosial yang timbul sebgai akibat adanya intraksi sosial, yaitu: 1. Proses asosiatif . rocesses of associatio. yang terbagi kedalam tiga bentuk khusus lagi, yakni: akomodasi, asimilasi dan akulturasi. Proses yang disosiatif . rocesses of dissociatio. yang mencakup: persaingan dan persaingan yang meliputi kontraversi dan pertentangan atau pertikaian . (Soerjono Soekanto, 1990. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif karena peneliti ini berupaya untuk menggambarkan dan menganalisa fenomena atau gejala yang terjadi pada sikap sosial siswa dan bagaimana pelaksanaan pendidikan agama islam serta bagaimana peran guru dalam pembinaan sikap sosial siswa. Metode kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistic karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiyah . atural settin. disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. disebut sebagai metode kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisanya lebih bersifat kualitatf. Sebagaimana definisi kualitatif yang diungkapkan . ugiono, 2013. , sebagai berikut:AuMetode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiyah, . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti adalah sebagai intrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, tehnik pengumpulan dengan trianggulasi . , analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasiAy. Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dalam penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapat data yang memenuhi standar data yang di tetapkan. 7 | Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi - Vol. 7 No. 2 Juni 2024 Peran Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Sosial Siswa Madrasah Pengumpulan data dapat di lakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari setting-nya, data dapat dikumpulkan pada setting alamiah . atural settin. , pada laboratorium dengan mentode eksperimen, di sekolah dengan dengan tenaga pendidikan dan kependidikan, di rumah dengan berbagai responden, pada suatu seminar, diskusi, di jalan dan lain-lain. Bila di lihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer, dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Selanjutnya bila dilihat dari segi cara aatau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan opservasi . , kuesioner . dokumentasi, dan gabungan/triangulasi. Observasi Wawancara Macam teknik pengumpulan data Dokumentasi Triangulasi/gabungan Dalam penelitian kualitatif, pengumpula data dilakukan pada natural setting . ondisi yang alam. , sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperanserta . articipant observatio. wawancara mendalam . n depth interivie. , dan dokumentasi. (Sugioni, 2013. Dalam kegiatan ini, peneliti mengklasifikasikan yang disesuaikan dengan aspek yang teliti. Jika terdapat data yang tidak memenuhi klasifikasi, peneliti mengeksklusi data 8 | Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi - Vol. 7 No. 2 Juni 2024 Peran Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Sosial Siswa Madrasah Penyajian data Pada tahapan ini peneliti menyajikan data yang diperoleh dari lapangan. Data yang disajikan, sebagaimana lazimnya penelitian kualitatif, adalah berbentuk teks naratif yang dapat menggambarkan konfigurasi informasi (Creswell, 1. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi Pada tahapan ini peneliti melakukan interprestasi terhadap data yang di olah dan di analisis pada tahapan reduksi dan display. Kesimpulan yang di rumuskan oleh peneliti belum bisa dikatakan final sebelum dilakukan verifikasi. Oleh karena itu, peneliti tidak hanya melalui tahapan analisis secara linier melainkan juga harus melalui secara sirkuler. Untuk mengetahui seluruh alur rangkain analisis data pada penelitian ini dapat disimpulkan seperti pada gambar di bawah ini : (Sugiono, 2013. Data data display Conclusions: drawing/verifying 9 | Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi - Vol. 7 No. 2 Juni 2024 Peran Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Sosial Siswa Madrasah Hasil Penelitian Kondisi Madrasah sebagai lembaga di bawah Yayasan memberikan andil yang besar terhadap perbaikan Kesadaran Sosial pada masyarakat. Salah satu perbahan tersebut sering terjadai adalah Perubahan pengurus yayasan desebabkan oleh : Adanya asumsi masyarakat yang menganggap bahwa didirikannya Madrasah bernaung dibawah organisasi politik yang bertujuan akan merubah keyakinan yang ada dilapisan masyarakat desa dan sekitarnya. Perubahan Nomenklatur dan Organisasi Kelembagaan. Beberapa kondisi yang dihadapi oleh pengurus dalam membangun serta memajukan pendidkan Madrasah : 1. Letak daerah yang terpencil serta sulitnya alat komunikasi dan transfortasi yang kurang lancar. Tingkat pendidikan umum masyarakat rata-rata masih rendah. Keadaan ekonomi masyarakat sebagian besar tergolong ekonomi lemah. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk meningkatkan pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini mengisyaratkan bahwa madrasah sebagai agama Islam itu berorientasi kepada pendidikan nasional, yang menciptakan kehidupan manusia Indonesia beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur serta berguna bagi masyarakat, bangsa dan agama. Untuk menciptakan tujuan itulah tentunya pendidikan agama islam mempunyai peluang inti peranan terhadap pengaruh sosial siswa-siswi itu sendiri dalam pendidikannya. Selain itu pendidikan agama islam mempunyai peran ganda yaitu mengemban tugas religius sebagai ciri kelembagaan pndidikan agama islam serta mengembangkan ilmu pengetahuan umum sebagai ilmu sosial dalam kehidupan Seharusnya setiap sekolah dituntut untuk selalu meningkatkan mutu dan perkembangan pendidikannya. Keberadaan Madrasah sebagai pendidikan agama islam formal yang bisa memberikan makna dan nilai sosial yang tinggi dalam kehidupannya. Berdasarkan kondisi obyektif Madrasah berpegang pada prinsip pengembangan pendidikan secara formal sudah mengalami kemajuan dalam perkembangannya. Sedang sekarang menjadi Madrasah yang perkembangannya dengan Madrasah Tsanawiyah lain sudah tidak ketinggalan dari tahun ketahun semakin mengembangkan diri. Selain dibindang pendidikan umum. Madrasah juga mengedepankan pendidikan agama sebagai pondasi sisstem pendidikan. Penilaian tidak hanya berdasarkan pada deretan angka hasil 10 | Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi - Vol. 7 No. 2 Juni 2024 Peran Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Sosial Siswa Madrasah ujian namun juga dilakukan dengan cara observasi akhlak dari prilaku. Selain itu, diaplikasikan pula kegiatan pengembangan diri, seperti kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan. Salah satu aktivitas ektrakulikuler dalam menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dan berbagai ajang kreatifitas dan keilmuan serta pengembangan skill diwujudkan dalam program sekolah dan Osis diantaranya: JumAoat beramal yaitu program untuk membantu sahabat, tetangga dan masyarakat yang kurang mampu. Buletin Info yaitu wadah aspirasi dan penyalur kreatifitas siswa dibidang jurnalistik dan kepenulisan. Osis beraksi yaitu gerakan santunan anak yatim dan warga miskin. Bakti sosial dan keagamaan, kegiatan bakti sosial dan pengabdian masyarakat dilaksanakan rutin setiap semester ganjil serta Mts perduli bentuk kegiatan pengabdian masyarakat memberikan bantuan pada masyarakat kurang mampu. Fun Education, kegiatan belaja mengajar tidak hanya didalam kelas tapi juga agar lebih santai dilakukan dihalam dengan siswa, seperti KPOS . omisi pemilihan osi. Pemilu Raya . emilihan ketua dan wakil kwtua osi. Juga Festival Muharom yaitu ajang adu kretifitas dengan berbagi. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian peran pendidikan PAI dalam membentuk sikap sosial siswa Madrasah , dengan pendekatan kualitatif, dan desain penelitian studi kasus. Maka, dapat disimpulkan bahwa Implementasi Pendidikan PAI dalam membentuk sikap sosial siswa, sudah diterapkan oleh guru PAI dengan baik, biarpun belum seluruhnya, namun secara keseluruhan sudah baik dan sudah tertanam oleh diri siswa. Dan metode yang dilakukan oleh guru PAI dalam membentuk sikap sosial siswa adalah dengan metode keteladanan sikap dan perilaku, pembiasaan, dan nasihat-nasihat yang diberikan. nilai karakter yang sudah terbentuk dalam diri siswa baik sikap atau perilakunya antara nilai karakter religius, jujur, toleransi, disiplin, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, gemar membaca, peduli lingkungan dan peduli sesama. 11 | Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi - Vol. 7 No. 2 Juni 2024 Peran Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Sosial Siswa Madrasah DAFTAR PUSTAKA