AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 KONSEP PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF MAKIYYAH-MADANIYYAH Sigit Budiyanto UIN Raden Intan Lampung sigitbudiyanto166@gmail. Informasi Naskah Diterima: 3 Maret 2021 Revisi: 02 April 2021 Terbit: 19 April 2021 Abstrak Pendidikan di era kontemporan mengalami banyak kendala karena mulai kehilangan panduan dan konsep yang begitu rumit. Hal ini mengakibatkan hasil dari produk pendidikan tersebut mengalami kemunduran, dimulai dari kenakalan remaja, hingga pejabat yang hanya memikirkan diri sendiri tidak lagi memikirkan kesejahteraan merupakan bukti bahwa kemunduran dibidang pendidikan telah dialami di zaman ini. Walaupun generasi terdahulu sudah ditetapkan sebagai generasi terbaik akan tetapi konsep dan pola yang Allah Swt berikan lewat Nabi dan Kitab-Nya dapat menjadi rujukan konsep pendidikan sepanjang masa. Perbedaan kondisi umat, bahasa dan zaman bukan menjadi penghalang dalam mengambil konsep terbaik Konsep pendidikan yang diberikan merupakan konsep pendidikan yang sudah terbukti sejak seribu empat ratus tahun yang lalu. Konsep tersebut adalah konsep Makkiyyah dan Madaniyyah yang menjadi pokok bahasan dalam ulumul Quran dan tafsir. Kemampuan menganalisis dalam kajian makkiyyah madaniyyah yang dilakukan oleh para ulama klasik maupun kontemporer hingga para orientalispun turut andil didalamnya, sehingga dapat mengispirasi bagi generasi modern ini untuk dengan mudah mengambil secara kontek pendidikan terhadap kajian makkiyah Analisis tersebut menghasilkan sebuah konsep pendidikan yang mudah dan ringkas diantaranya : penetapan jenjang pendidikan berdasarkan fase makkah dan madinah, pengelolaan materi pendidikan berdasarkan isi muatan materi yang terdapat dalam ayat-ayat makkiyah, kurikulum pendidikan disesuaikan dengan urutan turunnya surah dan sesuai dengan isi surah, dan Tujuan pendidikan didasarkan pada tujuan Nabi Saw dalam mendidik para sahabat pada fase makkah mapun fase madinah. Kata Kunci : Pendidikan. Makkiyyah Madaniyyah AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 PENDAHULUAN Al-Qur'an yang Allah Swt turunkan sekitar empat belas abad silam kepada NabiNya adalah kitab sebagai petunjuk dan penjelas kepada umat manusia agar kembali bertauhid dan beribadah kepada Rabbnya dan meninggalkan peribadahan kepada selainNya. Peran nabi Saw sebagai guru dan para sahabat sebagai murid dan al-Qur'an sebagai panduan dan iman sebagai kurikulumnya. Ketika memperhatikan bagaimana proses turunnya al-Qur'an jika dilihat dari aspek tempat dan waktu Nabi Saw mendidik para sahabatnya sebelum dan setelah hijrah dari makkah ke madinah mengandung nilai-nilai etika pendidikan dalam konsep turunnya wahyu secara berangsur-angsur dalam dua tahap yaitu fase makkah dan fase madinah, maka akan ditemukan yang namanya surah makkiyyah dan madaniyyah. Dalam bidang ulum al-Qur'an ada pembahasan penting yaitu konsep makkiyah dan Bergantinya generasi Islam dalam kurun ratusan tahun hingga zaman kontemporer ini ditemukan pendidikan telah menjauh dari konsep turunnya wahyu yang mengandung nilai etika terbaik. Untuk mendalami konsep tersebut maka dibutuhkan pendalaman tentang pembahasan makkiyah dan madaniyah dengan pendekatan historis sosiologis, sehingga akan ada makna yang selalu terkait secara tekstual dan kontekstual. Mundurnya nilai etika pendidikan merupakan penyebab utama generasi Islam mengalami kemunduran. Etika pendidikan yang Nabi Saw terapkan merupakan konsep wahyu ilahi. Dengan memahami bagaimana konsep makkiyah dan madaniyah maka akan menemukan etika pendidikan yang mampu menghasilkan generasi yang tidak jaug dari generasi terbaik Islam yaitu para sahabat yang mampu menghantarkan Islam pada kejayaannya pada masa itu. Penjelasan di atas membuat penulis tertarik untuk mengkaji kembali konsep turunnya wahyu yaitu makkiyah dan madaniyah untuk mengungkap pendidikan yang terkandung di dalamnya. KERANGKA TEORI i dan ulama klasik lainnya tentang manfaat dari memahami makkiyyah dan madaniyyah bersifat fiqhiyyah atau hukum. Kemudian disusul oleh ulama kontemporer yang berusaha mengungkap manfaat memahami makkiyyah dan madaniyyah yang bersifat lebih luas, kemudian para ulama berusaha mendalami waktu, tempat dan stuasi yang bersamaan dengan turunnya wahyu, sehingga dapat diambil hikmah dan pelajaran penting pada situasi pewahyuan waktu itu. 1 Proses penurunan wahyu tersebut dibagi menjadi dua fase besar yaitu fase makkah dan fase madinah. Kemudian mucullah ilmu yang telah menjadi kesepakatan antara ulama salaf maupun khalaf yaitu ilmu makkiyah dan madaniyyah walaupun ada perbedaan pendapat tentang pengertian dari keduanya yang mungkin disebabkan oleh perbedaan fokus kajian dalam melihat proses turunnya surat, rincian perbedaan tersebut diantaranya, . tidak ada informasi dari Nabi Saw tentang penentuan Makkiyah-madaniyyah, . tidak ada kejelasan tentang berapa riwayat asbabun nuzul, . adanya anggapan bahwa makkiyah dan Andy Hadiyanto, "Makkah-Madaniyyah: Upaya Rekonstruksi Peristiwa Pewahyuan". Jurnal Studi Al-Qur'an. Vol. VII . Universitas Negeri Jakarta, 2011. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 madaniyyah adalah istilah yang baku, . adanya penggunaan riwayat-riwayat lemah terkait makkiyah dan madaniyyah. Perbedaan Makkiyah dan Madaniyah Perbedaan makkiyah dan madaniyyah ini ada tiga pendapat, yang pertama didasarkan pada tempat, yang kedua didasarkan pada seruan ayat ditujukan kepada orang-orang makkah atau madinah, sedangkan yang ke tiga didasarkan pada fase dakwah Islam, penulis lebih memilih pada pendapat yang ketiga karena fase tersebut adalah fase pendidikan yang ditempuh Nabi Saw dalam mentarbiyah para sahabat yang sesuai dengan pembahasan pada tema ini. Definisi yang ketiga bahwa makkiyah adalah ayat-ayat yang diturunkan sebelum Nabi Saw hijrah ke madinah, sedangkan madaniyyah adalah ayat-ayat yang diturunkan setelah Nabi Saw hijrah ke madinah. Indikator Makkiyah dan Madaniyah Indikator Makkiyyah diantaranya, . terdapat ayat-ayat sajdah kecuali ar-Ra'du dan al-Hajj, . terdapat ungkapan penegasan "la", . terdapat ungkapan "ya ayyuhannas", kecuali surah al-Hajj terdapat ungkapan "ya ayyuhallazina amanu", . diawali huruf hija' sebagai kalimat rilis seperti "alif lam mim, alif lam ra' ", . terdapat kisah Nabi Adam As dan Iblis, kecuali surah al-Baqarah, . terdapat kisah-kisah para nabi dan umat terdahulu kecuali surah al-Baqarah, . semua surah makkiyah adalah al4 atau kelompok surah-surah pendek dari surah Qaf sampai an-Nas. Indikator pada madaniyyah diantaranya, . terdapat ungkapan "ya ayyuhallazina amanu", . terdapat hukum-hukum hudud, fara . Ham, dan aturan lainnya, . terdapat kata munafiq kecuali surah al-Ankabut, . terdapat izin dan aturan jihad termasuk hikmahnya, . terdapat perdebatan dengan ahli kitab. Karakteristik Makkiyyah dan Madaniyyah Ditinjau dari aspek bahasa dan tema surah-surah, para ulama terdahulu mengkaji tentang karakteristik surah makkiyah diantaranya, . ayat dan surah pendek, . gaya bahasa penegasan dan penguatan dengan qasam, amsal, tasybih, . menggunakan fa ilah, . ungkapan kuat, beritme, . seruan kepada iman kepada Allah, hari akhir, gambaran syurga neraka, . seruan kepada akhlak dan aturan umum yang bersifat universal, . peringatan terhadap orang kafir dan musyrik dengan kisah-kisah nabi dan umat 6 Sedangkan surah madaniyyah dari aspek bahasa dan tema dapat dijelaskan sebgai berikut, . gaya bahasa panjang, . lafal mudah dan tidak mengandung lafal asing, . gaya bahasa yang tenang, argumentatif dalam berdiskusi dengan ahlu kitab, gaya bahasa sindiran ketika berdebat, . penetapan hukum praktis dengan cara berbicara panjang lebar di ruanglingkup keluarga, masyarakat, negara, antar bangsadalam kondisi dama maupun perang. berdiskusi dengan ahlu kitab dalam membahasa akidah yang salah, . menjelaskan kesesatan orang munafik. Ibid. , h. Lihat juga. Jala i. Al-Itqan fi Ulum al-Qur'an (Bierut : Dar al-Fikr, t. Juz1. Ibid. , h. Lihat juga. Jala i. Al-Itqan fi Ulum al-Qur'an (Bierut : Dar al-Fikr. Ibid. , h. Lihat juga. Baddrudin Muhammad bin Abdullah bin Bahadur Az-Zarkasyi. AlBurhan fi Ulum al-Qur'an ( Bierut : Dar al-Ma'arif, t. Juz 1. Ibid. , h. Ibid. , h. Lihat juga. Subhi Ash-Sholih. Mabahis fi Ulum al-Qur'an (Bierut : Dar al-Ilm li alMalayin, 1. Ibid. , h. Lihat juga. Subhi Ash-Sholih. Mabahis fi Ulum al-Qur'an (Bierut : Dar al-Ilm li alMalayin, 1. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 Penjelasan perbedaan karakteristik di atas memahamkan kepada kita terhadap dakwah Nabi Saw dengan dua fase, fase pertama sebagai fase peringatan dengan gaya bahasa menarik menuju fase kedua sebagai fase penyampaian ajaran, sebagaimana ungkapan Abu Zaid, bahwa fase indar dengan fokus ke audien dan menggunakan gaya nahasa yang mengesankan menuju fase risalah dengan fokus ke aspek penyampaian informasi ke Tujuan Dakwah Nabi Saw dalam konsep Makkiyyah Madaniyyah Tujuan terbesar dan utama dalam dakwah Nabi Saw adalah mengajak umat kembali kepada Allah Swt beribadah kepada-Nya dan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya dengan menggunakan metode kurikulum yang Allah Swt tetapkan yaitu melalui konsep makkiyah dan madaniyyah, dengan konsep tersebut yang hasilnya sangat menakjubkan mampu melahirkan generasi muslim yang mampu menjemput kejayaan Islam hingga Islam agama yang penuh rahmat menyelimuti dua pertiga bumi. Bahkan Noeldeke seorang orientalis asal jerman dari hasil penelitiannya terhadap makkiyah dan madaniyyah ia menyatakan bahwa tujuan dakwah Nabi merupakan ajakan kepada semua manusia untuk beriman dengan berbagai konsekwensinya, ayat makkiyah di dalamnya tidak menggunakan logis-rasional untuk mengajak audiennya akan tetapi menggunakan ungkapan dengan gaya bahasa dan gaya ekspresi yang menyentuh dan membangkitkan emosi dan imajinasi, sedangkan madaniyyah di dalamya menggunakan ungkapan yang logis dan rasional dalam menyampaikan keimanan dan beragama yang Susunan Nama-Nama Surah Makkiyah Susunan pada surat makkiyyah secara kronologis historis dibagi menjadi 3 fase yaitu: fase pertama berjumlah 46 surah, yaitu : Nomor urutan surah Nama Surah Al-Alaq Ad-Dhuha Al-Zalzalah Al-Muthaffifin Al-Muzzammil Al-Qodr Al-Infithar Al-Haqqah Al-Lahab Ath-Thariq At-Takwir Adz-Dzariyat Qurais Asy-Syam An-Najm Ath-Thur Al-Kausar Abasa Al-Insyiqaq Al-Waqi'ah Nashr Hamid Abu Zaid,. Mafhu (Al-Markaz as-Saqafi al-Arabi, 1. Theodore Noeldeke. Tarikh al-Qur'an (New York: George Almz, 2. 65, hh 148-152. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 Al-Humazah Al-Qolam Al-Adiyat Al-Ma'arij Al-Ma'un Al-A'la An-Nazi'at Ar-Rahman At-Takasur At-Tin Al-Mursalat Al-Ikhlas Al-Fil Al Ashr An-Naba Al-Kafirun Al-Lail Al-buruj Al-Ghasyiyyah Al-falaq Al- Balad Al-Fajr An-Nas Asy-Syarh Al-Qori'ah Al-Qiyamah fase kedua berjumlah 21 surah, yaitu : 54, 36, 37, 43, 71, 72, 76, 67, 44, 23, 50, 21, 20 , 25, 36, 17, 15, 27, 19, 18 dan 38, fase ketiga berjumlah 21 surah, dengan rincian sebagai berikut : 32, 24, 41, 31, 95, 42, 16, 10, 30, 34, 11, 35, 14, 7, 12, 46, 40, 6, 28, 13. PEMBAHASAN Penetapan Jenjang Pendidikan Proses pendidikan atau tarbiyah terhadap peserta didik dibagi menjadi dua jenjang besar: pertama, periode dasar dan periode lanjutan, hal ini didasarkan pada fase makkah dan fase madinah yang berlangsung selama 23 tahun lamanya. Dakwah Nabi Saw Pendidikan Alokasi waktu Fase makkah Jenjang dasar 13 tahun Fase madinah Jenjang lanjutan 10 tahun Total 23 tahun Jenjang pendidikan yang Allah Swt ajarkan kepada hambanya tidak rumit melainkan simpel, ringkas dan mudah, hanya ada dua pembagian jenjang seperti pada table di atas. Dan itulah hikmah bahwa al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur Canon Sell. Malik Muslimani, awwur al-Qur'an at-Tarikhi (Historical Develpoment of the Qur'a. , (London : Marshal HamiltonKent and co, 1. , hh. AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 selama 23 tahun dengan dua fase. Dengan kata lain pendidikan selama 23 tahun dengan dua jenjang mampu menghasilkan generasi muslim yang hebat dan tangguh hingga cahaya Islam mampu menyinari dua pertiga bumi yang sebelumya bumi diliputi kegelapan dibawah emperium Roma dan Persia. Pengelolaan Materi Pendidikan Pengelolaan materi pendidikan didasarkan pada muatan materi terhadap ayat-ayat makiyyah dan madaniyyah sebagai berikut : Muatan Materi Pengelolaan Materi Alokasi MakkiyahPendidikan Madaniyyah Ayat makkiyah : Jenjang dasar : 13 tahun ayat-ayat sajdah (@1tahu kecuali ar-Ra'du praktek amaliyah dan al-Hajj . % praktek, 20% ungkapan "la" memahami kalimat3. ungkapan "ya kalimat larangan . huruf hija' sebagai memahami kalimatkalimat rilis kalimat seruan . kisah Nabi Adam da. As dan Iblis kecuali melatih lancar surah al-Baqarah kisah-kisah para berbicara tabir nabi dan umat memahami dan terdahulu kecuali meneladani sejarah 1 surah al-Baqarah memahami dan meneladani sejarah 2 pendalaman dan muroja'ah pengelolaan materi pendidikan di atas berdasarkan isi muatan materi yang terdapat dalam ayat-ayat makkiyah, dan dapat diteruskan sesuai dengan isi materi pada ayat-ayat Kurikulum Pendidikan Kurikulum pendidikan didasarkan pada susunan surah makkiyyah sebagai berikut: Urutan Turunnya Pendidikan Alokasi Surah Makkiyyah Tahap1 : Mengenal diri, mengenal 7 tahun Al-Alaq. AdhAllah Swt Dhuha. Az-Zalzalah Mengenal waktu, alam dan Mengenal hari kiamat Tahap 2 : mengenal hari kiamat, 3 tahun Al-Qamar. Yasin, memahami kisah Ash-Shaffat dst terdahulu dan balasan bagi orang yang bertaqwa mengenal perjalanan AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 dakwah Rasulullah Saw, mengenal Syurga dan Neraka, dan mengenal Mengenal malaikat, mengenal alam akhirat,memahami kisah Ibrahim As dan Nabi Ismail As, memahami Ibadah haji Tahap 3 : memahami penciptaan As-Sajadah. An-Nur, langit dan bumi dan Fushshilat dst hikmahnya, perbedaan orang kafir dan orang Total 13 tahun Analisis kurikulum di atas dapat diteruskan sesuai dengan urutan turunnya wahyu dan sesuai dengan isi surah, begitulah para sahabat mendapatkan materi pendidikan sesuai dengan ayat-ayat yang Allah Swt turunkan sesuai dengan kondisi keadaan para Tujuan Pendidikan Tujuan Pendidikan didasarkan pada tujuan Nabi Saw dalam mentarbiyah para sahabat pada fase makkah mapun fase madinah, tujuan pendidikan berdasarkan konsep dakwah Nabi Saw sebagai berikut: Dakwah Nabi Saw Pendidikan Alokasi waktu Fase makkah : Jenjang dasar : 13 tahun Ajakan kepada semua 1. Mengenal dan manusia untuk memahami Iman beriman dengan dalam kehidupan sehari-har ungkapan dengan gaya 2. Membangun adab bahasa dan gaya yang baik ekspresi yang menyentuh dan emosi dan imajinasi. Fase madinah : Jenjang lanjutan: 10 tahun Menggunakan Pemantapan ungkapan yang logis Iman dengan dan rasional dalam bahasa yang keimanan dan sederhana dan beragama yang benar Mengenal aturan-aturan AL FATIH https://journal. an-nur. id/index. php/ALF Volume 1. Nomor 1, 2021 syari'at sebagai pengamalan agama Total 23 tahun KESIMPULAN Makkiyyah dan madaniyyah merupakan sumber para pendidik di era modern ini dalam membangun konsep pendidikan untuk umat, diantaranya penetapan jenjang pendidikan terhadap peserta didik dibagi menjadi dua jenjang besar: pertama, periode dasar dan periode lanjutan yang berlangsung selama 23 tahun. Pengelolaan materi pendidikan berdasarkan isi muatan materi yang terdapat dalam ayat-ayat makkiyah. Kurikulum pendidikan disesuaikan dengan urutan turunnya wahyu dan sesuai dengan isi surah, hal ini karena para sahabat mendapatkan materi pendidikan sesuai dengan ayatayat yang Allah Swt turunkan sesuai dengan kondisi keadaan para sahabat. Tujuan pendidikan didasarkan pada tujuan Nabi Saw dalam mendidik para sahabat pada fase makkah mapun fase madinah. Konsep Pendidikan dalam kajian makkiyah-madaniyyah merupakan konsep pendidikan yang mudah, ringkas dan sudah teruji sejak seribu empat ratus tahun yang lalu mampu menghasilkan generasi terbaik. REFERENSI