Jurnal CAPITAL Volume. 7 No 1 Juli 2025 KINERJA KEUANGAN DALAM SOROTAN: APA YANG MEMPENGARUHINYA? Marhamah*1. Penta Widyartati2 1*,2 STIE SEMARANG marhamah@stiesemarang. Riwayat Artikel Received :20 Juni 2025 Revised :13 Juli 2025 Accepted :25 Juli 2025 Kata Kunci : Current ratio, debt to equity ratio, debt to asset ratio, return on asset. Keyword: Current ratio, debt to equity ratio, debt to asset ratio, return on asset. Abstraksi. Return On Asset merupakan rasio yang digunakan dalam mengukur rasio profitabilitas. Rasio ini merupakan rasio keuangan yang mengukur seberapa efisien perusahaan dalam menggunakan seluruh asetnya untuk menghasilkan laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio dan debt to asset ratio berpengaruh signifikan terhadap return on asset, sedangkan debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap return on asset. Abstract. Return on Asset (ROA) is a ratio used to measure profitability. It is a financial ratio that assesses how efficiently a company utilizes its total assets to generate profit. The research findings indicate that current ratio and debt to asset ratio have a significant effect on return on asset, whereas debt to equity ratio does not affect return on asset. PENDAHULUAN Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu indikator utama yang mencerminkan efisiensi pengelolaan sumber daya serta kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Bagi pemilik modal, terutama pemegang saham, pencapaian kinerja keuangan yang baik menjadi jaminan atas pengembalian investasi yang telah ditanamkan dan menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang. Oleh sebab itu, salah satu tanggung jawab penting manajemen adalah menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham melalui strategi keuangan yang tepat sasaran (Susilawati et al. , 2. Dalam sektor manufaktur, hal ini menjadi semakin penting karena karakteristik operasionalnya yang kompleks dan padat modal. Jurnal CAPITAL Volume. 7 No 1 Juli 2025 Perusahaan manufaktur dituntut untuk menjaga efisiensi produksi serta pengelolaan keuangan yang optimal, di mana indikator seperti profitabilitas, likuiditas, dan leverage menjadi alat utama dalam menilai keberhasilan manajerial. Analisis laporan keuangan tidak hanya penting bagi manajemen internal, tetapi juga bagi pemangku kepentingan eksternal seperti investor, kreditor, dan regulator yang ingin mengetahui prospek dan risiko keuangan perusahaan (Nurita, 2. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti arus kas, struktur modal, dan rasio likuiditas memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, meskipun hasilnya bervariasi tergantung pada konteks sektoral dan geografis. Menilai kinerja keuangan melalui laporan keuangan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi finansial perusahaan saat ini. Investor biasanya lebih tertarik berinvestasi pada perusahaan yang memiliki kondisi keuangan yang sehat karena berharap mendapatkan Salah satu metode untuk menilai kinerja keuangan perusahaan adalah dengan menganalisis laporan keuangannya. Melalui analisis ini, para pemangku kepentingan dapat menilai sejauh mana manajemen berhasil mengelola perusahaan, terutama dalam aspek keuangan (Khoiriah, 2. Analisis laporan keuangan digunakan oleh manajemen, pemilik, kreditor, dan pihak lain . eperti pemerintah dan masyaraka. untuk menilai kinerja, profitabilitas, kemampuan membayar utang, dan kewajiban sosial perusahaan. Likuiditas mencerminkan kemampuan perusahaan dalam membiayai operasional dan membayar utang jangka pendek, yang umumnya diukur dengan current ratio sebagai indikator kinerja keuangan seperti return on asset (Sari et al. , 2. Hasil penelitian Susilawati et al . menunjukkan bahwa current ratio berpengaruh positif terhadap Return On Asset (ROA), sedangkan penelitian Sari et al. , . 2 ). Nurita . dan Zendrato et al. , . menyatakan bahwa current ratio tidak berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Dalam mengukur kinerja keuangan perusahaan, perusahaan perlu memperhatikan kewajiban Rasio hutang . ebt rati. merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan di dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka panjangnya. Setiap penggunaan hutang oleh perusahaan akan berpengaruh terhadap risiko dan pengembalian. Rasio hutang ini dapat digunakan untuk melihat seberapa besar risiko keuangan perusahaan . inancial ris. Rasio leverage dapat menggunakan ukuran yaitu debt ratio, debt to equity ratio dan time interest earned ratio (Munawir, 2. Hasil Penelitian Sunaryo & Lestari . dan Sari et. , al . menyatakan bahwa Debt Asset Ratio berpengaruh signifikan terhadap Return Jurnal CAPITAL Volume. 7 No 1 Juli 2025 On Asset. Berbeda dengan hasil penelitian Khoiriah . menyatakan bahwa Debt Asset Ratio tidak berpengaruh terhadap Return On Asset. Selain Debt Asset Ratio. Laverage diukur dengan menggunakan Debt Equity Ratio. Hasil penelitian Sunaryo & Lestari . menunjukkan bahwa Debt Equity Ratio berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset. Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh current ratio. Debt Equity Ratio, dan Debt Asset Ratio terhadap Return On Asset pada perusahaan manufaktur dikarenakan Perusahaan manufaktur cenderung memiliki aset tetap dan kebutuhan modal besar, sehingga penting untuk menganalisis bagaimana kinerja keuangan perusahaan. KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Return On Asset (ROA) Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan (Raharjaputra, 2. , dimana hubungannya dengan penjualan, total aktiva, maupun modal Untuk mengukur rasio profitabilitas dapat menggunakan Return On Asset (ROA). Return On Asset (ROA) adalah salah satu dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasi perusahaan untuk menghasilkan keuntungan (Munawir. Return On Asset (ROA) membandingkan antara laba bersih setelah pajak dengan total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Rasio ini mengukur sejauh mana perusahaan mampu menggunakan asset yang ada untuk memperoleh laba. Rasio lancar . urrent rati. yaitu kemampuan aktiva lancar perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar yang dimiliki (Martono dan Agus Harjito, 2. Likuiditas jangka pendek ini penting karena masalah arus kas jangka pendek bisa mengakibatkan perusahaan bangkrut. Semakin tinggi rasio lancar seharusnya semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek. Tetapi rasio lancar yang terlalu tinggi juga menunjukan manajemen yang buruk atas sumber likuiditas. Leverage memiliki tiga implikasi penting : . dengan memperoleh dana melalui utang, para pemegang saham dapat mempertahankan kendali mereka atas perusahaan tersebut dengan sekaligus membatasi investasi yang mereka berikan. kreditor akan melihat ekuitas, atau dana yang diperoleh sendiri, sebagai suatu batasan keamanan, sehingga semakin tinggi proporsi dari jumlah modal yang diberikan oleh pemegang saham, maka semakin kecil resiko yang harus dihadapi oleh kreditor. Jika perusahaan mendapatkan hasil dari investasi yang didanai dengan dana hasil pinjaman lebih besar daripada bunga yang dibayarkan, maka pengembalian dari modal pemilik akan diperbesar (Brigham & Houston,2. Jurnal CAPITAL Volume. 7 No 1 Juli 2025 Debt to Equity Ratio (DER) yaitu perbandingan antara total hutang dengan modal (Munawir, 2. Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa besar modal sendiri dalam menjamin hutang jangka pendek atau hutang jangka panjang. Semakin besar rasio ini berarti semakin kecil modal sendiri di dalam menjamin hutangnya, sehingga bagi perusahaan akan semakin beresiko. Debt to Total Asset Ratio (DTA) adalah rasio leverage yang digunakan untuk mengukur sampai seberapa besar perusahaan di biayai oleh utang (Martono dan Agus D. Harjito, 2. Rasio ini menekankan pentingnya pendanaan hutang dengan jalan menunjukan persentase aktiva perusahaan yang didukung dengan hutang. Nilai rasio yang tinggi menunjukan peningkatan dari rasio pada kreditor berupa ketidakmampuan perusahaan dalam membayar semua kewajibannya. Hipotesis Pengaruh current ratio terhadap Return On Asset Current Ratio (CR) menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset lancar yang dimiliki. Semakin tinggi rasio ini, secara teoritis, semakin tinggi pula likuiditas perusahaan. Dalam konteks efisiensi aset, kelebihan aset lancar yang tidak segera diinvestasikan ke aktivitas produktif bisa menurunkan efektivitas penggunaan aset. Namun, jika manajemen likuiditas dilakukan secara optimal, maka CR yang sehat akan mendukung stabilitas operasi perusahaan dan berpotensi meningkatkan laba bersih, sehingga berdampak positif terhadap ROA. Hasil penelitian Malinda dan Riski . menunjukkan bahwa Current Ratio berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset. H1 : Current Ratio (CR) berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return on Asset (ROA) Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan sejauh mana pembiayaan perusahaan ditopang oleh utang dibandingkan modal sendiri. DER yang tinggi menunjukkan ketergantungan yang besar pada utang, yang berpotensi meningkatkan beban bunga dan menurunkan profitabilitas perusahaan jika tidak diiringi dengan return yang lebih besar dari biaya utang tersebut. Di sisi lain, dalam teori trade-off, perusahaan yang mampu memanfaatkan utang secara optimal . everage positi. justru dapat meningkatkan kinerja ROA karena dana yang diperoleh dari utang digunakan untuk investasi yang produktif. Hasil penelitian Satria Jurnal CAPITAL Volume. 7 No 1 Juli 2025 . menunjukkan hasil Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA). H2 : Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Pengaruh Debt to Asset ratio (DAR) terhadap Return on Asset (ROA) Debt to Asset Ratio (DAR) mengukur proporsi total aset yang dibiayai oleh utang. Rasio ini memberikan gambaran tentang struktur pendanaan aset perusahaan. Semakin besar nilai DAR, semakin besar porsi aset yang didanai utang, yang bisa meningkatkan risiko Peningkatan DAR yang tidak diimbangi dengan efisiensi penggunaan aset dapat menurunkan laba bersih dan akhirnya berdampak negatif terhadap ROA. Dalam praktiknya, perusahaan dengan struktur pendanaan yang terlalu berat di utang akan mengalami tekanan profitabilitas, kecuali jika aset yang dibiayai utang tersebut menghasilkan return yang lebih tinggi daripada biaya modalnya. Hasil penelitian Malinda & Riski . menunjukkan Debt to Asset Ratio (DAR) berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA). H3 : Debt to Assets Ratio (DAR) berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA). METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan pada manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2022-2024 yang berjumlah 150 Perusahaan. Teknik penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria : perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2022-2024, perusahaan menerbitkan laporan keuangan, tidak mengalami kerugian selama tahun 2020-2022 sehingga diperoleh 80 perusahaan. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Return On Asset (ROA) Perbandingan antara laba bersih setelah dikurangi dengan pajak, dengan total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Rasio ini mengukur sejauh mana perusahaan mampu menggunakan asset yang ada untuk memperoleh laba. Rumus Return On Asset (ROA) adalah sebagai berikut ROA = Laba setelah pajak Total Asset Current Ratio (CR) Jurnal CAPITAL Volume. 7 No 1 Juli 2025 Kemampuan aktiva lancar perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar yang dimiliki. Current Ratio dapat dirumuskan : Current Ratio = Aktiva Lancar Hutang Lancar Debt Equity Ratio Rasio yang digunakan untuk mengukur total hutang yang diukur dari perbandingan total hutang dengan ekuitas pemegang saham. Rumus Debt Equity Ratio adalah sebagai berikut : DER = Total Hutang Total Modal Debt Asset Ratio Kemampuan perusahaan dalam mengadaptasi kondisi pengurangan aktiva akibat kerugian tanpa mengurangi pembayaran bunga pada kreditor. Rumus menghitung Debt Asset Ratio DAR = Total Hutang Total Asset Metode Pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2022-2024. Metode pengumpulan data penelitian ini dengan metode dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik deskriptif menunjukkan gambaran masing-masing variabel yang ditunjukkan dengan nilai minimum, maximum mean, dan standar deviasi yang dapat dilihat pada Tabel 1 Tabel 1. Statistik deskriptif Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Current Ratio Debt_to Equity_Ratio Debt_to_Asset_Ratio Return_on_Asset Valid N . Sumber : Data sekunder diolah , 2025 Std. Deviation Jurnal CAPITAL Volume. 7 No 1 Juli 2025 variabel current ratio diperoleh nilai mean sebesar 2,3368 dan standar deviasi sebesar 1,79543. Nilai minimum untuk variabel ini yaitu 0,43 sedangkan nilai maksimumnya sebesar 11,74. variabel debt to equity ratio diperoleh nilai mean 1,0173 dan standar deviasi sebesar 0,97316. Nilai minimum untuk variabel ini 0,08 dan nilai maksimum variabel ini adalah 8,43. Variabel debt to assets ratio diperoleh nilai mean sebesar 0,4340 dan standar deviasi sebesar 0,21083, dengan niali minimum 0,07 dan nilai maksimum sebesar 1,68. Variabel return on asset diperoleh nilai mean 10,1830 dan nilai standar deviasi adalah 8,69644. Untuk nilai minimum terdapat 0 ,29 dan nilai maksimumnya 46,04. Tabel 2. koefisien determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Debt_to_Asset_Ratio. Current Ratio. Debt_to Equity_Ratio Dependent Variable: Return_on_Asset Sumber : Data sekunder yang diolah, 2025 Berdasarkan output diatas nilai adjusted R square sebesar 0,0940, yang berarti 7% . ariabel depende. Return On Asset (ROA) dapat dijelaskan oleh . ariabel independe. current ratio, debt to equity ratio, dan debt to asset ratio. Sementara sisanya 90,6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dipergunakan dalam regresi ini. Tabel 3. Uji t Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. Model 1 (Constan. Current Ratio Debt_to Equity_Ratio Debt_to_Asset_Ratio -11. Dependent Variable: Return_on_Asset Sumber : Data sekunder diolah, 2025 Variabel current ratio menunjukkan nilai t adalah 2,109 dengan nilai signifikansi 0,036 dimana tingkat signifikannya lebih kecil dari = 5%. Dengan demikian maka hipotesis Jurnal CAPITAL Volume. 7 No 1 Juli 2025 pertama (H. yakni curret ratio berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset. current ratio yang tinggi menunjukkan adanya kelebihan aset lancar, yang akan mempunyai pengaruh yang tidak baik terhadap profitabilitas perusahaan, begitu pula sebaliknya. Kelebihan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan tidak baik bagi perusahaan karena mengakibatkan dana yang menganggur dan tidak bisa digunakan untuk menghasilkan profitabilitas Nilai Current Ratio (CR) yang terlalu tinggi juga mengisyaratkan banyaknya persediaan yang belum terjual. Perusahaan jika tidak mampu menjual persediaannya dan memanfaatkan kelebihan kas untuk memperoleh return yang lebih besar, maka profitabilitasnya bisa menurun. Penelitian ini didukung oleh penelitian Malinda & Riski . Variabel debt to equity ratio menunjukkan nilai t adalah 1,041 dengan nilai signifikansi 0,299 dimana tingkat signifikannya lebih besar dari = 5%. Dengan demikian maka hipotesis kedua (H. yakni debt to equity ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset. Temuan ini mengindikasikan bahwa struktur pendanaan perusahaan yang bersumber dari utang relatif tidak memengaruhi efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan laba. Hal ini dapat terjadi karena utang yang digunakan belum sepenuhnya dialokasikan ke aktivitas produktif atau karena perusahaan telah mencapai struktur modal optimal di mana penambahan utang tidak lagi memberikan dampak berarti terhadap profitabilitas. Variabel debt to asset ratio menunjukkan nilai t adalah -2,211 dengan nilai signifikansi 0,028 dimana tingkat signifikannya lebih kecil dari = 5%. Dengan demikian maka hipotesis ketiga (H. yakni debt to asset ratio berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset. Hal ini menunjukkan bahwa struktur pendanaan perusahaan melalui utang berkontribusi nyata terhadap efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan laba. Semakin tinggi porsi aset yang dibiayai oleh utang, maka semakin besar tekanan bagi perusahaan untuk mengelola aset secara produktif agar mampu memenuhi kewajiban keuangan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan profitabilitas perusahaan. Temuan ini mendukung teori trade-off yang menyatakan bahwa penggunaan utang yang optimal dapat meningkatkan nilai perusahaan dan kinerja SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis, variabel Current Ratio berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA), yang menunjukkan bahwa likuiditas perusahaan perlu dikelola secara optimal agar aset lancar tidak menjadi beban yang mengurangi profitabilitas. Sebaliknya. Debt to Equity Ratio tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA, yang mengindikasikan bahwa Jurnal CAPITAL Volume. 7 No 1 Juli 2025 struktur pendanaan melalui utang belum sepenuhnya digunakan untuk kegiatan produktif. Sementara itu. Debt to Asset Ratio menunjukkan pengaruh signifikan terhadap ROA, menegaskan bahwa proporsi utang dalam membiayai aset berperan penting dalam mendorong efisiensi dan kinerja keuangan. Temuan ini memperkuat teori bahwa penggunaan utang yang tepat dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyeimbangkan manajemen likuiditas dan struktur pendanaan agar dapat memaksimalkan pengembalian atas aset yang dimiliki. DAFTAR PUSTAKA