PIKAT Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 1 Juni 2024 PENGEMBANGAN DAERAH KAMPUNG PESISIR MELALUI PENINGKATAN SARANA RT. 06 KLANDASAN ULU Ahmad Zainun1. Fahrudin Aditama2. Mallika Putri Santoso3. Marshanda Aulia Putri 4. Muhammad Dival Alfiqri5. Naurah Salsabilla6,Tiara Harya Artanti7. Tria Puji Pangestuti8,dan *Rulliannor Syah Putra9 3,7,9 Program Studi Arsitektur. Institut Teknologi Kalimantan. Balikpapan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Institut Teknologi Kalimantan. Balikpapan 1,2,5 Program Studi Teknik Sipil. Institut Teknologi Kalimantan. Balikpapan *E-mail: rulliannor. syah@lecturer. 4,6,8 Abstrak Sarana adalah fasilitas atau alat yang diperlukan untuk mendukung suatu kegiatan atau aktivitas Pengembangan sarana merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di suatu daerah. Kelurahan Klandasan Ulu merupakan salah satu perkampungan di pesisir pantai dengan jumlah penduduk yang terbilang cukup padat, namun belum memiliki sarana yang cukup memadai bagi masyarakatnya. Sarana yang dimaksud seperti tempat wudhu di mushola setempat, papan nama gang, dan tempat sampah komunal bagi warganya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengembangan sarana di kampung tersebut untuk menunjang aktivitas warga Kampung Pesisir sehingga dapat beraktivitas dengan nyaman. Metode pelaksanaan kegiatan yang dimulai dengan berdiskusi dengan warga setempat terkait pembuatan tempat sampah, tempat wudhu, dan papan penanda beserta titik pemasangannya. Hasil yang didapatkan selama kegiatan adalah memfasilitasi masyarakat dalam membuang sampah dengan mudah, pembuatan fasilitas tempat wudhu untuk mempermudah kegiatan ibadah, serta membuat papan penanda sebagai media informasi yang berguna bagi masyarakat setempat. Kata kunci: Fasilitas Penunjang. Kampung Pesisir. Pengembangan Sarana. Abstract Facilities are facilities or tools needed to support a particular activity or activities. Developing facilities is one way to improve the quality of life of people in an area. Klandasan Ulu Village is one of the villages on the coast with a fairly dense population, but does not yet have adequate facilities for its The facilities in question include ablution places at local prayer rooms, alley signboards, and communal trash cans for residents. Therefore, it is necessary to develop facilities in the village to support the activities of the residents of Pesisir Village so that they can carry out their activities The method for carrying out activities begins with discussions with local residents regarding the construction of rubbish bins, ablution places and sign boards along with their installation The results obtained during the activity were facilitating the community in disposing of rubbish easily, creating ablution facilities to facilitate worship activities, and creating sign boards as a useful information medium for the local community. Keywords: Coastal Village. Facilities Development. Supporting Facilities. Pendahuluan Kelurahan Klandasan Ulu adalah salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Balikpapan Kota. Kota Balikpapan dengan luas wilayah 509,70 ycoyco . Kelurahan Klandasan Ulu dalam Rencana Tata Ruang Kota Balikpapan Tahun 2012-2032 sebagai kawasan pusat perdagangan jasa, pusat pelayanan kesehatan, dan pusat pelayanan pendidikan skala kota. Kampung Pesisir merupakan salah satu perkampungan padat penduduk yang Diterima: Juni 2024. Direvisi: Juni 2024. Disetujui: Juni 2024 PENGEMBANGAN DAERAH KAMPUNG PESISIR MELALUI PENINGKATAN SARANA RT. KLANDASAN ULU ada di Kelurahan Klandasan Ulu dengan luas 345yco2. Potensi yang dimiliki oleh Kampung Pesisir adalah sumber daya alam berupa pantai, dari potensi yang ada terdapat beberapa permasalahan yang menyebabkan kawasan Kampung Pesisir kurang menunjang aktivitas warganya, antara lain tidak tersedianya tempat penampungan sampah sementara dengan kapasitas yang sesuai serta terkendalanya distribusi pembuangan sampah, selain itu tidak adanya identitas yang jelas mengenai arah dan nama gang menyebabkan kesulitan bagi warga Kampung Pesisir untuk memberikan alamat dengan keterangan yang jelas. Permasalahan yang terakhir adalah tidak terdapatnya tempat wudhu yang memadai di satu-satunya mushola yang terdapat di Kampung Pesisir sehingga menyulitkan warga dalam melakukan aktivitas ibadah di mushola tersebut. Berdasarkan permasalahan yang ada di Kampung Pesisir, diperoleh solusi dengan menyediakan fasilitas penunjang seperti tempat sampah yang mudah didistribusikan, papan penanda yang berisi informasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengunjung di Kampung Pesisir, serta menyediakan tempat wudhu yang layak bagi masyarakat Kampung Pesisir. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menunjang aktivitas warga Kampung Pesisir agar dapat beraktivitas dengan lebih nyaman. Lokasi Kampung Pesisir yang berada di pesisir pantai Kota Balikpapan menjadikan Kampung Pesisir berpotensi menjadi kawasan wisata untuk kedepannya, untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kerjasama antara warga, pemerintah serta pihak swasta untuk mendukung terbentuknya tempat wisata baru di Kota Balikpapan yang akan berpengaruh kepada masyarakat seperti meningkatnya pendapatan masyarakat Kampung Pesisir dan Kota Balikpapan mendapat wajah baru di sektor wisata yang dapat menarik wisatawan luar ke Kota Balikpapan. Kegiatan yang dilakukan untuk menunjang aktivitas warga Kampung Pesisir adalah dengan meningkatkan sarana pelengkap seperti tempat wudhu, papan penanda, dan tempat sampah. Menurut Sri Mulyani . sarana merupakan segala sesuatu yang dapat dipakai untuk mencapai maksud dan tujuan. Meningkatkan sarana di Kampung Pesisir merupakan satu hal yang penting karena berdampak langsung pada kualitas hidup dan perkembangan masyarakat di Kampung Pesisir serta membantu dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian lingkungan, dan meningkatkan kemampuan sumber daya Penyediaan tempat wudhu memiliki peran yang signifikan dalam memfasilitasi kegiatan ibadah warga. Tempat wudhu yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi warga dalam melaksanakan ibadah sehari-hari, sehingga meningkatkan kualitas spiritual dan kesejahteraan mereka. selain itu, dengan adanya tempat wudhu yang baik, warga juga akan lebih terjaga kebersihannya, yang pada akhirnya mendukung kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Tempat wudhu yang layak juga dapat menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan jumlah kunjungan ke musholla. Ketika fasilitas ibadah lengkap dan nyaman, warga akan merasa lebih terdorong untuk sering datang dan beribadah bersama, memperkuat ikatan sosial dan solidaritas antara sesama warga di Kampung Pesisir. Penambahan papan penanda sebagai bentuk identitas nama jalan di Kampung Pesisir juga sangat bermanfaat, papan penanda dapat memberikan informasi penting. Dengan adanya papan penanda, orang yang berkunjung ataupun tamu, layanan darurat, atau pengiriman barang dapat lebih mudah menemukan tempat yang mereka cari, mengurangi kebingungan, dan meningkatkan efisiensi dalam beraktivitas. Papan penanda juga berperan dalam meningkatkan estetika kampung. Desain papan yang menarik dan sesuai dengan tema lokal dapat menambah nilai estetika lingkungan, membuat Kampung Pesisir terlihat lebih rapi dan teratur. Penyediaan tempat sampah di sudut Kampung Pesisir adalah langkah krusial dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tempat sampah dengan daya tampung cukup memadai dan ditempatkan di lokasi yang strategis akan mendorong warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Hal ini tidak hanya membuat lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat, tetapi juga mengurangi resiko penyebaran penyakit yang disebabkan oleh sampah yang https://journal. id/index. php/pikat/index PENGEMBANGAN DAERAH KAMPUNG PESISIR MELALUI PENINGKATAN SARANA RT. KLANDASAN ULU berserakan atau dibuang secara sembarangan. Selain itu, pengelolaan sampah yang baik dapat menjadi contoh edukatif bagi masyarakat, terutama anak-anak, tentang pentingnya menjaga kebersihan dan memanfaatkan sampah dengan bijak, misalnya melalui program daur ulang. Selain manfaat kesehatan dan edukasi, penyediaan tempat sampah yang memadai juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Dengan adanya fasilitas tempat sampah yang memadai. Kampung Pesisir dapat mengimplementasikan program pemilahan sampah, di mana sampah organik dan anorganik dipisahkan sejak awa sesuai desain tempat sampah yang telah dibuat. Pemilahan ini memungkinkan pengelolaan sampah yang efisien dalam memungkinkan material yang dapat didaur ulang untuk diproses lebih lanjut, mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan Selain itu tempat sampah yang ditempatkan secara strategis juga dapat mengurangi pemandangan yang tidak enak dipandang dan bau yang tidak sedap, sehingga lingkungan Kampung Pesisir menjadi lebih nyaman dan asri. Penempatan yang tepat seperti di dekat jalan, memastikan akses mudah bagi warga dan pengunjung untuk membuang sampah dengan benar. Hal tersebut menciptakan budaya disiplin dalam pengelolaan sampah dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dengan adanya peningkatan sarana tempat wudhu, papan penanda dan tempat sampah, diharapkan warga Kampung Pesisir dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan nyaman, aman dan sehat. Peningkatan sarana juga menunjukkan perhatian dan komitmen mahasiswa KKN kelompok 4L dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kampung Pesisir. Selain itu, langkah-langkah ini dapat memotivasi warga untuk lebih aktif berpartisipasi dalam menjaga dan merawat sarana yang telah disediakan, menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan sejahtera. Gambar 1. 1 Peta Administrasi Lokasi KKN Kelurahan Klandasan Ulu Sumber : Olahan Penulis, 2023 Metode Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan Pengembangan Daerah Wisata Kampung Pesisir melalui Peningkatan Sarana Rt. 06 Klandasan Ulu dilaksanakan dengan beberapa metode sebagai https://journal. id/index. php/pikat/index PENGEMBANGAN DAERAH KAMPUNG PESISIR MELALUI PENINGKATAN SARANA RT. KLANDASAN ULU Diagram 2. 1 Diagram Alir Pelaksanaan Kegiatan Sumber: Penulis, 2024 1 Tahap Identifikasi Untuk mencapai dan memenuhi tujuan dari kegiatan dengan maksimal serta memperoleh data existing atau kondisi sebenarnya di lapangan, maka perlu dilakukan teknik pengumpulan data primer. Menurut Sugiyono . , data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian, data primer dikumpulkan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Data primer sendiri dapat diperoleh melalui beberapa metode seperti wawancara, survei, eksperimen, dan sebagainya. Pada pengumpulan data untuk kegiatan kali ini dilakukan dengan 2 metode yaitu observasi secara langsung di lapangan dan melalui proses wawancara. 1 Metode Observasi Menurut Muhammad Ilyas Ismail . , observasi dapat diartikan sebagai salah satu teknik pengumpulan data yang sifatnya lebih spesifik dibanding teknik lainnya, dengan tujuan mencari informasi tentang kegiatan yang berlangsung untuk kemudian dijadikan objek kajian Dalam metode observasi yang dilakukan, hasil yang didapatkan pada daerah RT 06 Klandasan Ulu. Kecamatan Balikpapan Kota. Kota Balikpapan adalah sebagai berikut: Pada lokasi mitra kegiatan, termasuk dalam kawasan padat penduduk dikarenakan rumah yang cukup padat dan kondisi antar rumah yang saling berdekatan. Kurangnya rambu dan penanda jalan di sekitar kawasan lokasi mitra kegiatan. Lokasi mitra kegiatan termasuk kawasan yang berbatasan langsung dengan bibir pantai. 2 Metode Wawancara Metode wawancara merupakan teknik pengumpulan data untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, wawancara juga merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan jika peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam. Sugiyono . Dalam metode wawancara yang dilakukan dengan ketua RT. 06 Ibu Siti Aminah sebagai informan, diperoleh hasil wawancara sebagai berikut: https://journal. id/index. php/pikat/index PENGEMBANGAN DAERAH KAMPUNG PESISIR MELALUI PENINGKATAN SARANA RT. KLANDASAN ULU Terdapat beberapa permasalahan yang menjadi keresahan warga RT. 06, diantaranya yaitu tidak tersedianya tempat sampah komunal bagi warga untuk membuang sampah serta tidak tersedianya tempat wudhu yang memadai di musholla setempat. Ketua RT. 06 memberi saran untuk solusi terkait permasalahan tempat sampah yaitu dengan membuat sebuah tempat sampah komunal dengan roda agar mampu didistribusikan dengan mudah. 2 Tahap Perencanaan Melakukan observasi langsung ke kawasan Kampung Pesisir untuk mengetahui urgensi yang ada di kawasan Kampung Pesisir, dalam observasi dilakukan wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan, pertanyaan yang ingin ditanyakan terkait permasalahan yang terdapat di kawasan Kampung Pesisir dan hal-hal apa saja yang dibutuhkan oleh warga Kampung Pesisir. Perencanaan solusi dilakukan setelah mengumpulkan identifikasi masalah kemudian ditentukan permasalahan prioritas yang dapat Adapun masalah yang didapatkan setelah tahap identifikasi yaitu tidak adanya tempat wudhu, papan penanda jalan serta tempat sampah penampung. Solusi disusun berdasarkan dengan analisis dan diskusi bersama warga dan mitra, dalam hal ini adalah Ketua RT 06 Kelurahan Klandasan Ulu. Balikpapan. 3 Tahap Persiapan Pada tahap ini pelaksana menyusun jadwal timeline kegiatan serta rencana anggaran Tahap persiapan kegiatan termasuk dalam melakukan survei material bangunan di sekitar kawasan Kota Balikpapan dan pembelian bahan dan alat yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembangunan. Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan tempat wudhu yaitu, kran air, pipa, lem pipa pasta, teflon onda, sambungan pipa T, sambungan pipa L, sambungan kran air dan keni DD. Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan papan penanda yaitu, spidol putih, cutter kecil, kuas lukis, cat minyak, pilox, tripleks, kayu, kuas, amplas, dan spidol gold snowman. Dan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan tempat sampah yaitu galvalum, baja L, baut serta ban. 4 Tahap Pelaksanaan Pembuatan sarana berupa pembuatan Tempat Wudhu Musholla Al-Ikhlas RT 06 Kampung Pesisir dengan total 3 kran, pembuatan Papan Penanda nama jalan pada 2 gang di dalam Kampung Pesisir serta Papan Penunjuk arah Mushola Al-Ikhlas, serta pembuatan dan Peletakan Tempat Sampah penampungan bersama Kampung Pesisir sesuai dengan perhitungan dan perencanaan teknis tim pelaksana yang melibatkan partisipasi aktif warga selaku masyarakat sasaran dalam kegiatan ini. Hasil dan Pembahasan Program diawali dengan kegiatan survei awal ke lokasi mitra oleh pelaksana dengan agenda identifikasi awal kondisi eksisting di RT. 06 Kampung Pesisir serta mengidentifikasi permasalahan yang memerlukan penyelesaian. Pada survei yang dilakukan, pelaksana mendiskusikan permasalahan yang ada di Kampung Pesisir dengan ketua Rt. 06, serta solusi seperti apa yang mungkin diharapkan oleh mitra kepada pelaksana. Dari hasil identifikasi dan diskusi tersebut, dihasilkan 3 program kerja yang akan dilakukan sebagai program kerja KKN Kelompok 4 L, antara lain: https://journal. id/index. php/pikat/index PENGEMBANGAN DAERAH KAMPUNG PESISIR MELALUI PENINGKATAN SARANA RT. KLANDASAN ULU 1 Pembuatan Tempat Wudhu Diagram 3. 1 Diagram Alir Tahapan Pembuatan Tempat Wudhu Sumber: Penulis, 2024 Pembuatan tempat wudhu untuk Musholla Al-Ikhlas di kampung pesisir untuk memfasilitasi warga yang ingin sholat di mushola tersebut. Pembuatan tempat wudhu ini didasari oleh kebutuhan masyarakat RT 06 akan tempat wudhu, yang mana sebelumnya tidak terdapat tempat wudhu khusus pada Musholla Al-Ikhlas tersebut hanya terdapat satu keran yang berada di sekitar yang berfungsi sebagai tempat cuci tangan saat masa pandemi COVID-19. Pengerjaan program kerja ini diselesaikan dalam 1 hari oleh pelaksana dengan bantuan beberapa warga kampung pesisir. Sarana tempat wudhu yang dibuat berupa rangkaian saluran pipa dengan 3 buah kran air yang diletakkan di samping mushola Al-Ikhlas. Tahap pertama, yaitu. Proses pembuatan tempat wudhu terdiri dari: Melakukan survei penempatan tempat wudhu dan pengukuran serta pendataan jarak antara sumber air dan area tempat wudhu Pembuatan desain tempat wudhu Pembelian material serta alat dan bahan yang dibutuhkan sesuai kebutuhan Pemotongan pipa pvc A inch sesuai dengan jarak dan jumlah yang telah didata Pemasangan rangkaian pipa, keran dan penyambung dari titik sumber air sampai ke titik tempat wudhu yang diinginkan, tahap ini dilakukan bersama dengan beberapa warga Gambar 3. 1 Proses Pembuatan Tempat Wudhu Sumber: Penulis, 2024 https://journal. id/index. php/pikat/index PENGEMBANGAN DAERAH KAMPUNG PESISIR MELALUI PENINGKATAN SARANA RT. KLANDASAN ULU 2 Pembuatan Papan Penanda Diagram 3. 2 Diagram Alir Tahapan Pembuatan Papan Penanda Sumber: Penulis, 2024 Berdasarkan diskusi dengan ketua Rt. 06 Kampung Pesisir, lokasi tersebut membutuhkan 2 buah papan penanda gang serta 1 buah papan penanda mushola. Papan penanda yang dibuat oleh kelompok 4L berbahan dasar triplek dan kayu yang kemudian dicat dan diberi hiasan berupa ornamen batik beserta nama gang dan mushola. Disini dari pihak kampung pesisir meminta kepada kelompok 4L untuk membuat nama gang untuk identitas 2 gang yang terdapat di kampung pesisir. Nama gang yang dipilih adalah gang SPECTA dan gang etam. SPECTA sendiri merupakan identitas kampus ITK yang merupakan singkatan dari . olid, peduli, cerdas, beriman, dan bertakw. , sementara etam memiliki arti AukitaAy. Papan penanda gang diletakkan di 2 titik yang berada di depan masing-masing gang, sementara papan penanda diletakkan di depan gang kampung pesisir sehingga terlihat dari arah jalan raya. Gambar 3. 2 Proses Pembuatan Papan Penanda Sumber: Penulis, 2024 https://journal. id/index. php/pikat/index PENGEMBANGAN DAERAH KAMPUNG PESISIR MELALUI PENINGKATAN SARANA RT. KLANDASAN ULU 3 Pembuatan Tempat Sampah Diagram 3. 3 Diagram Alir Tahapan Pembuatan Tempat Sampah Sumber: Penulis, 2024 Pembuatan tempat sampah didasari oleh kebutuhan masyarakat kampung pesisir akan sarana tempat pengumpulan sampah sebelum diangkut oleh truk sampah. Berdasarkan diskusi yang dilakukan bersama dengan ketua RT 06 tempat sampah diletakkan di ujung jalan agar tidak menjadi penghalang bagi anak-anak setempat bermain. Tempat sampah berukuran 1,5 m x 1 m x 0,8 m dengan material galvalum dan rangka menggunakan baja L ini dibuat memiliki sekat dan dibagi menjadi 2 bagian untuk sampah organik dan anorganik, juga memiliki penutup dan roda ban berupa ban agro sebagai penunjang mobilitas tempat sampah. Untuk perangkaiannya sendiri menggunakan tenaga ahli tukang las. Gambar 1. 2 Peta Lokasi Penempatan Tempat Sampah di Lokasi KKN Kelurahan Klandasan Ulu https://journal. id/index. php/pikat/index PENGEMBANGAN DAERAH KAMPUNG PESISIR MELALUI PENINGKATAN SARANA RT. KLANDASAN ULU Sumber : Olahan Penulis, 2023 Gambar 3. 3 Dokumentasi Pembuatan Tempat Sampah Sumber: Penulis, 2024 Kesimpulan Program pembangunan di Kampung Pesisir mencakup tiga proyek utama. Pertama, pembuatan tempat wudhu di Mushola Al-Ikhlas untuk memenuhi kebutuhan warga RT 06 yang sebelumnya hanya memiliki satu keran cuci tangan. Tempat wudhu ini dibuat dalam satu hari dengan tiga kran air di samping musholla. Kedua, pembuatan papan penanda gang dan musholla. Kelompok 4L membuat papan dari triplek dan kayu, dihiasi ornamen batik, dan diberi nama gang SPECTA dan Etam. Papan gang ditempatkan di depan masing-masing gang, dan papan musholla di depan gang agar terlihat dari jalan raya. Ketiga, pembuatan tempat sampah untuk pengumpulan sampah sebelum diangkut truk. Tempat sampah ditempatkan di ujung jalan agar tidak mengganggu anak-anak bermain. Ukurannya 1,5 m x 1 m x 0,8 m, terbuat dari galvalum dengan rangka baja L, dibagi untuk sampah organik dan anorganik, serta dilengkapi penutup dan roda. Ucapan Terima Kasih Terima kasih kami sampaikan kepada pihak yang mendukung jalannya Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang kami lakukan, yaitu pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) sebagai pihak pemberi dana kegiatan Pengabdian Masyarakat ini. Terima kasih pula kami sampaikan pada pembimbing lapangan Ibu RT 06 Kampung Pesisir. Ibu Siti Aminah dan masyarakat RT 06 Kampung Pesisir yang terlibat dan membantu jalannya Pengabdian Masyarakat ini. Daftar Pustaka