Peranan Openness terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Dengan Motivasi . Arief Kurniawan Peranan Openness terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Dengan Motivasi Sebagai Mediator Arief Kurniawan. Riana Sahrani. Fransisca Iriani Roesmala Dewi Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara email: ariefkurniawan471@gmail. Abstrak Artikel INFO Diterima : 19 Februari 2023 Direvisi : 16 Juni 2023 Disetujui : 20 Juni 2023 DOI: http://dx. org/10. Openness yang ditunjukkan dengan rasa ingin tahu yang tinggi, berpikiran terbuka, imajinatif dan senang mencoba hal baru, telah sering dikaitkan dengan prestasi Motivasi mengarahkan sifat dan perilaku menuju keberhasilan dan karena itu dianggap sebagai penentu prestasi akademik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah motivasi dapat menjadi mediator dalam peranan openness terhadap prestasi akademik mahasiswa. Mahasiswa mengisi kuesioner untuk mengukur ketiga Pengukuran prestasi akademik menggunakan data indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa. Alat ukur openness menggunakan skala openness pada Neo-FFI (Costa & McCrae, 1. , yang diterjemahkan oleh Bagian Riset dan Pengukuran Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (CronbachAos alpha = 0,. Motivasi, sebagai variabel mediator, diukur dengan menggunakan Academic Motivation Scale (Vallerand, 1. , yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Marvianto & Widhiarso . (CronbachAos alpha = 0,. Partisipan sebanyak 207 mahasiswa strata 1 (S. dari berbagai perguruan tinggi dan program studi yang berusia 17 Ae 22 tahun. Analisis data menggunakan moderating regression analysis dari Barron dan Kenny . Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi merupakan mediator dalam peranan openness terhadap prestasi akademik mahasiswa. Kata Kunci: Prestasi Akademik. Openness. Motivasi. Mahasiswa. The Role of Openness on Student Academic Achievement with Motivation as a Mediator Abstract Openness, which is indicated by high curiosity, open-mindedness, imaginativeness and willingness to try new things, has often been associated with academic achievement. Motivation directs traits and behaviors towards achievement and is therefore considered a determinant of academic achievement. The purpose of this study was to examine motivation as a mediator in the role of openness on student academic achievement. Students fill out a questionnaire to measure the four variables. The measurement of academic achievement uses data grade point average (GPA) of students. The instrument for measuring openness uses the openness scale on the Neo-FFI (Costa & McCrae, 1. , which was translated by the Research and Measurement Section of the Faculty of Psychology. Tarumanagara University (CronbachAos alpha = 0,. Motivation, as a mediator variable, was measured using the Academic Motivation Scale (Vallerand, 1. , which was adapted into Indonesian by Marvianto & Widhiarso . (CronbachAos alpha = 0,. Participants were 207 undergraduate students (S. from various universities and study programs aged 17 Ae 22 years. Data analysis used moderation regression analysis from Barron and Kenny . The results showed that academic motivation is a mediator in the role of openness on student academic achievement. Keywords: Academic Achievement. Openness. Motivation. Student. Pendahuluan Prestasi akademik merupakan hasil kinerja seorang siswa yang menunjukkan sejauh mana siswa tersebut telah mencapai tujuan dalam pengetahuan atau disiplin ilmu tertentu di lingkungan sekolah, perguruan tinggi atau universitas (Wibrowski et al. York et al. , 2015. Steinmayr et al. Jurnal Psikologi. Volume 19 Nomor 1. Juni 2023 Spinath, 2. Sebagian besar sistem sekolah mendefinisikan prestasi akademik sebagai tujuan kognitif baik pencapaian kompetensi tertentu, misal berpikir kritis. perolehan pengetahuan dan pemahaman dalam intelektual tertentu, misalnya, berhitung, membaca, sains, sejarah. Indikator prestasi akademik yang sangat umum adalah pengetahuan prosedural dan deklaratif yang diperoleh dalam sistem pendidikan, seperti rata-rata nilai ujian. IPK, nilai pada ujian seleksi sekolah seperti SAT dan gelar pendidikan (Steinmayr et al. , 2. Banyak penelitian yang meneliti tentang prediktor prestasi akademik. Penelitianpenelitian tentang pengaruh faktor individu terhadap prestasi akademik sebagian besar berfokus pada variabel kognitif dan sosial, seperti motivasi akademik, persepsi diri siswa tentang kemampuan mereka, hubungan siswa dengan guru, dan hubungan antar sesama siswa (Ryppel et al. , 2. Namun, dari sekian banyak prediktor tersebut, tidak ada yang lebih berperan terhadap prestasi akademik selain faktor dari siswa itu sendiri (Hattie, 2. , termasuk antara lain kecerdasan secara umum (Burnette et al. , 2013. Romero et al. , motivasi intrinsik (Ryan & Deci, 2009. Cerasoli et al. , 2014. Pascoe et al. , 2. dan kecerdasan emosi (Costa & Faria, 2. Faktor lain dari diri siswa sendiri yang lebih berpengaruh terhadap prestasi akademik, selain dari kapasitas kognitif atau kecerdasan, adalah faktor kepribadian (Richardson et al. Bergold & Steinmayr, 2. Poropat . menunjukkan bahwa prestasi akademik berhubungan dengan five-factor personality Conscientiousness cenderung menjadi prediktor terbaik terhadap kinerja akademik (OAoConnor & Paunonen, 2007. Poropat. Richardson et al. , 2012. Vedel, 2. Conscientiousness meliputi banyak sifat yang relevan dalam meraih prestasi akademik, seperti kegigihan dalam berprestasi, ketekunan dan disiplin diri (Vedel & Poropat, 2. Dimensi lain dalam five-factor model of personality yang sering juga dikaitkan dengan prestasi akademik adalah openness (Poropat. Gatzka & Hell, 2. Openness merupakan kualitas diri yang mendukung belajar seperti rasa ingin tahu, berpikiran terbuka, perhatian dan intelektualitas (Costa & McCrae, 1992. Gatzka & Hell, 2. Openness memfasilitasi eksplorasi intelektual karena memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, imajinatif, menyukai dengan hal baru dan bersemangat untuk belajar (DeYoung et al. Costa & McCrae, 1. Individu yang terbuka cenderung memiliki motivasi intrinsik yang lebih tinggi untuk mencapai prestasi lebih baik (Du et al. Hal ini berarti mereka cenderung tidak cepat menyerah jika mengalami kesulitan atau kegagalan. Siswa dengan keterbukaan yang tinggi lebih mungkin untuk menikmati pengalaman baru dan mengeksplorasi situasi asing yang diberikan guru. Sedangkan siswa yang kurang terbuka cenderung menyukai berada di zona nyaman mereka. Akibatnya, siswa yang terbuka akan tertarik pada pengerjaan tugas yang sulit yang menuntut lebih banyak kreativitas (McCrae, 1987. Silvia et al. , 2009. Ziegler et al. , 2. Di lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa yang mempunyai motivasi tinggi dalam belajar, akan mencapai prestasi akademik yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang mempunyai motivasi rendah (Santrock. Steinmayr et al. , 2. Motivasi telah terbukti secara positif mempengaruhi strategi belajar, kinerja akademik, penyesuaian dan kesejahteraan pada mahasiswa (Vansteenkiste et al. , 2. Pintrich . menyatakan bahwa motivasi merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan akademik individu dalam proses Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji motivasi sebagai mediator dalam peranan openness terhadap prestasi akademik. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa openness merupakan faktor kepribadian yang berperan positif terhadap motivasi (Poropat. Gatzka & Hell, 2. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh Peranan Openness terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Dengan Motivasi . Arief Kurniawan positif terhadap prestasi akademik (Santrock. Steinmayr et al. , 2. Namun belum banyak penelitian yang menguji variabel motivasi sebagai mediator dalam peranan openness terhadap prestasi akademik. Hipotesis penelitian ini adalah motivasi sebagai mediator dalam peranan openness terhadap prestasi akademik. Metode Partisipan Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan berbagai bidang program studi. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan kriteria yakni rentang usia partisipan adalah 17 tahun sampai dengan 22 tahun dan pada saat pengisian kuesioner merupakan mahasiswa aktif atau sedang menjalani perkuliahan. Jumlah partisipan adalah 207 mahasiswa dengan jumlah partisipan perempuan sejumlah 150 . ,4%) dan partisipan laki-laki sejumlah 57 . ,6%). Gambaran partisipan dapat dilihat pada tabel 1 berikut. Tabel 1. Gambaran Partisipan Karakteristik Perempuan Laki-laki Ekonomi dan Bisnis Teknik Bahasa dan Seni Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pariwisata dan Perhotelan Jabodetabek Non-Jabodetabek Jenis Kelamin Bidang Ilmu Usia Domisili Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen . restasi akademi. , variabel independen . , dan variabel mediator . Peneliti akan menggunakan kuesioner untuk menggali indikasi pada variabel-variabel yang digunakan. Partisipan diberikan informed consent saat penelitian dilakukan. Jurnal Psikologi. Volume 19 Nomor 1. Juni 2023 Pengukuran Pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ukuran prestasi akademik, openness dan motivasi. Ukuran prestasi akademik dalam penelitian ini adalah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diperoleh dari laporan partisipan melalui pengisian kuesioner. IPK yang digunakan adalah IPK pada semester terakhir sebelum partisipan mengisi kuesioner Pengukuran tingkat openness dengan menggunakan skala openness pada Neo-FFI (Costa & McCrae, 1. , yang diterjemahkan oleh Bagian Riset dan Pengukuran Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara. Kuesioner terdiri dari 48 pertanyaan . AuSaya mengerjakan sesuatu dengan cara saya sendiriAy. AuSaya memiliki banyak impian dalam hidup iniA. Partisipan mengisi kuesioner dalam skala Likert dengan enam alternatif jawaban dengan rentang 1 (Ausangat tidak sesuaiA. hingga 6 (Ausangat sesuaiA. Pengisian kuesioner dilakukan secara online dengan menggunakan google form. CronbachAos alpha untuk keseluruhan pengukuran openness ini adalah 0,740. Motivasi diukur dengan menggunakan Academic Motivation Scale (Vallerand, 1. , yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Marvianto & Widhiarso . Academic Motivation Scale (AMS) terdiri dari 28 butir pernyataan, seperti AuSaya merasa senang ketika menambah pengetahuan saya tentang sesuatu yang menarik bagi sayaAy. AuSaya tidak menemukan alasan untuk bersekolah dan sejujurnya, saya tidak peduliAy. Setiap pernyataan memiliki tujuh pilihan Mulai dari Sangat Tidak Setuju . hingga Sangat Setuju . Reliabilitas skala untuk dimensi intrinsic motivation to know sebesar 0,773. intrinsic motivation to accomplish things sebesar 0,760. motivation to experience stimulation sebesar 0,800. identified regulation sebesar 0,858. introjected regulation sebesar 0,838. regulation sebesar 0,717. dan amotivation 0,943. CronbachAos alpha motivasi secara keseluruhan sebesar 0,854. Analisa Data Analisa data diawali dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas, analisis demografi sampel dan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan linearitas. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis PROCESS 4 for SPSS by Andrew F. Hayes untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian KolmogrovSmirnov, teknik Monte Carlo. Hasil pengujian normalitas diperoleh nilai signifikansi 0,224. Oleh karena nilai p > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Hasil uji multikolinearitas dari variabel openness dan motivasi diperoleh hasil bahwa untuk kedua variabel nilai Tolerance sebesar 0,970 > 0,10 dan nilai Variance Inflation Factory (VIF) sebesar 1. 031 < 10. 00 yang berarti tidak terjadi gejala multikolinearitas. Selanjutnya dilakukan uji linearitas untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang linear antara variabel independen dan variabel Pada uji linearitas diperoleh hasil deviation of linearity untuk openness sebesar 0,597 . >0,. dan motivasi sebesar 0,225 . >0,. , sehingga baik openness sebagai variabel independen maupun motivasi sebagai variabel mediator memiliki hubungan linear terhadap prestasi akademik. Sebelum melakukan uji hipotesis, peneliti melakukan uji korelasi antar variabel untuk melihat apakah terdapat hubungan antar variabel. Uji korelasi dilakukan dengan menggunakan uji Pearson Correlation karena variabel yang digunakan dalam penelitian adalah data interval. Dari hasil uji korelasi didapatkan hasil bahwa openness memiliki korelasi signifikan dengan prestasi akademik, dengan signifikansi <0,05 sedangkan motivasi sehingga baik openness sebagai variabel independen maupun motivasi sebagai variabel mediator memiliki hubungan linear terhadap prestasi akademik. Sebelum melakukan uji hipotesis, peneliti melakukan uji korelasi antar variabel untuk melihat apakah terdapat hubungan antar variabel. Uji korelasi dilakukan dengan Peranan Openness terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Dengan Motivasi . Arief Kurniawan menggunakan uji Pearson Correlation karena variabel yang digunakan dalam penelitian adalah data interval. Dari hasil uji korelasi didapatkan hasil bahwa openness memiliki sebagai variabel mediator memiliki korelasi signifikansi <0,01. Hasil uji korelasi antar korelasi signifikan dengan prestasi akademik, dengan signifikansi <0,05 sedangkan motivasi signifikan dengan prestasi akademik, dengan variabel dapat dilihat di tabel 2. sebagai variabel mediator memiliki korelasi signifikan dengan prestasi akademik, dengan Tabel 2. <0,01. Hasil uji korelasi antar variabel dapat dilihat di tabel 2. Hasil Uji Korelasi antar Variabel Tabel 2. Hasil Uji Korelasi antar Variabel Prestasi Akademik Prestasi Akademik Openness Prestasi Akademik Prestasi Akademik Openness 0,165* . Openness Motivasi Motivasi Openness Motivasi 0,165* 0,233** 0,174 0,174* 0,233** Signifikanpada level==0,05 0,05. -taile. -taile. ****Signifikan Signifikanpada level==0,01 0,01. -taile. -taile. **Signifikan Angkadididalam menunjukkanp-value p-value Angka Motivasi Hipotesis penelitian ini adalah motivasi teknik analisis PROCESS v3. 4 for SPSS by Hipotesis ini adalah motivasi sebagai dalam peranan Andrew mediator Hayes. Hasil peranan uji hipotesis Pengujian dilakukan dengan Pengujian pada gambar 1 dan tabel for menggunakan SPSS by Andrew Hayes. Hasil uji hipotesis dapat hipotesisPROCESS dilakukan v3. digambarkan pada gambar 1 dan tabel 3 berikut. Indirect effect = 0,0064 Motivasi Openness Direct effect . = 0,0225. p = 0,0621 Prestasi Akademik Total effect . = 0,0289. p = 0,0173 Gambar1. Hasil HasilUji UjiHipotesis Hipotesis Gambar Tabel 3. Hasil Uji Hipotesis Jalur Signifikansi Openness yMotivasi . 0,2086 0,0120 Motivasi yPrestasi Akademik . 0,0308 0,0025 Direct effect Openness yPrestasi Akademik . alur cA. 0,0225 0,0621 Total effect Openness terhadap Prestasi melalui Motivasi . 0,0289 0,0173 Jurnal Psikologi. Volume 19 Nomor 1. Juni 2023 Berdasarkan gambar 1, direct effect hubungan openness dan prestasi akademik mahasiswa . alur cA. memiliki signifikansi 0,0621 . >0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa openness tidak berpengaruh secara langsung terhadap prestasi akademik Penelitian ini juga menghasilkan indirect effect dan total effect mengenai peranan openness terhadap prestasi akademik melalui motivasi. Indirect effect menunjukkan hasil yang signifkan . *b = 0,0064. 95% CI ,0008. 0,0. ), sedangkan total effect . menghasilkan nilai signifikansi 0,0173 . <0,. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan mediator yang signifikan dalam peranan openness terhadap prestasi akademik. Semakin tinggi tingkat keterbukaan individu maka semakin tinggi motivasi individu, sehingga prestasi individupun semakin meningkat. Pembahasan Tujuan penelitian ini untuk menguji motivasi sebagai mediator dalam peranan openness terhadap prestasi akademik. Penelitian ini menemukan bahwa openness berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi, yang berarti bahwa semakin tinggi tingkat openness individu maka akan semakin tinggi motivasi akademik individu Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa openness memfasilitasi eksplorasi intelektual karena memiliki rasa ingin tahu yang tinggi serta menjadikan individu bersemangat untuk belajar (Costa & McCrae. DeYoung et al. , 2011. Du et al. , 2. Penelitian ini juga menemukan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik. Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya bahwa mahasiswa yang mempunyai motivasi tinggi dalam belajar, akan mencapai prestasi akademik yang lebih baik (Pintich, 2003. Santrock, 2017. Steinmayr et , 2. Temuan utama penelitian ini adalah variabel motivasi sebagai mediator dalam peranan openness terhadap prestasi akademik. Temuan ini mendukung penelitian Du et al. yang menemukan bahwa individu yang terbuka cenderung memiliki motivasi intrinsik yang lebih tinggi untuk mencapai prestasi lebih baik (Du et al. , 2. Lebih lanjut. Ziegler et . menyatakan bahwa individu yang terbuka cenderung tidak cepat menyerah jika mengalami kesulitan termasuk tugas yang diberikan guru, dan selanjutnya akan berusaha meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam Belajar yang efektif dan efisien inilah yang selanjutnya akan memungkinkan peningkatan prestasi akademik (Vansteenkiste et al. , 2. Peneliti menyadari masih terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini. Pertama, jumlah sampel yang terlalu sedikit dibandingkan jumlah populasi. Sampel penelitian ini sejumlah 207 partisipan, sedangkan jumlah mahasiswa strata satu (S. menurut Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2020 adalah 7. yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan diperkirakan meningkat di tahun 2022. Kedua, ukuran variabel dependen penelitian yaitu prestasi akademik menggunakan data IPK yang diperoleh dari isian partisipan, yang berisiko terhadap keakuratan data. Data IPK dari berbagai perguruan tinggi juga dapat menimbulkan bias karena perbedaan standar penilaian antar perguruan tinggi yang berbeda. Ketiga, ukuran variabel independen yaitu openness, dan mediator yaitu motivasi menggunakan data kuesioner yang berisiko kesalahan penginputan data oleh partisipan. Pertanyaan kuesioner dari ketiga variabel tersebut yang banyak dapat membuat partisipan lelah Kesimpulan Berdasarkan analisa kuantitatif yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi menjadi mediator dalam Peranan Openness terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Dengan Motivasi . Arief Kurniawan peranan openness terhadap prestasi Hal ini berarti bahwa individu dengan tingkat openness yang semakin tinggi akan meningkatkan motivasi, yang selanjutnya akan meningkatkan prestasi akademik. Implikasi penelitian ini adalah diharapkan orang tua, guru dan sekolah agar mencari cara untuk menumbuhkan openness sejak Hal ini untuk meningkatkan rasa ingin tahu akan ilmu pengetahuan, menyukai tantangan atau pengalaman baru, tidak cepat menyerah atas kesulitan dalam belajar, mencari strategi belajar yang sesuai, yang selanjutnya dapat meningkatkan motivasi belajar dan pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi Daftar Pustaka