VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL PERAN KOPERASI PRODUSEN KOPI MARGAMULYA DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH PERDESAAN DI DESA MARGAMULYA KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG A M Suherlan . , dan T Suheri . Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia. Jalan Dipati Ukur No. 102-116 Bandung 40132 e-mail: amagfhiras72@gmail. , tatang. suheri@email. ABSTRAK Komoditas Coffea canephora dan Coffea arabica dapat memberikan kontribusi berupa penghasil devisa dan pendapatan negara, pengembangan wilayah serta pelestarian Berlandaskan Undang- Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Pengembangan wilayah tercantum pengembangan kawasan perdesaan dapat dilihat seraya bentuk pemberdayaan masyarakat perdesaan, seperti kawasan agropolitan. Pemberdayaan masyarakat perdesaan dapat berbentuk kelembagaan perdesaan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan fungsi dan kemampuan lembaga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi koperasi produsen kopi Margamulya terhadap pengembangan wilayah berdasarkan peran serta pengaruhnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. dapat bahwa dari 17 indikator yang berperan, membuktikan bahwa pengembangan wilayah dapat terlaksana melalui pemberdayaan masyarakat perdesaan dari peningkatan peran sebagai wujud dari penataan ruang Kawasan Perdesaan. Kata Kunci: Agribisnis. Kopi. Pengembangan Wilayah. Infrastruktur Perdesaan ABSTRACT Coffea canephora and Coffea arabica commodities can contribute in the form of foreign exchange and state income, regional development and environmental conservation. Based on Law Number 26 of 2007 concerning Spatial Planning, the development of areas listed as rural area development can be seen while a form of rural community empowerment, such as agropolitan areas. Empowerment of rural communities can be in the form of rural institutions consisting of improvements in meeting the needs of the community in accordance with the functions and capabilities of the institution itself. This study aims to identify Margamulya coffee producer cooperatives for the development of the Margamulya Village area based on their role and influence. The research method used is qualitative. It was found that from 17 indicators that played a role, it proved that regional development can be carried out. Keywords: Agribusiness, coffee, regional development, rural infrastructure Peran Koperasi Produsen Kopi Margamulya dalam Pengembangan Wilayah Perdesaan di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL PENDAHULUAN offea canephora dan Coffea arabica memegang peranan cukup penting dalam perekonomian Indonesia. Coffea canephora dan Coffea arabica adalah nama latin dari kopi, kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan dan kontribusi penting dari komoditas kopi bagi perekonomian nasional tercermin pada kinerja perdagangan dan peningkatan nilai tambahnya. Sebagai produk ekspor, komoditas Coffea canephora dan Coffea arabica dapat memberikan kontribusi berupa penghasil devisa dan pendapatan negara . , sumber pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja, pendorong pertumbuhan sektor agribisnis dan agroindustri, pengembangan wilayah serta pelestarian lingkungan. Berlandaskan Undang- Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Pengembangan wilayah . tercantum pengembangan kawasan perdesaan dapat dilihat seraya bentuk pemberdayaan masyarakat perdesaan, hal ini bisa diperoleh melalui penataan ruang kawasan perdesaan seperti kawasan agropolitan dan beberapa wilayah desa. Pemberdayaan masyarakat perdesaan dapat berbentuk kelembagaan perdesaan yang terdiri dari peningkatan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan fungsi dan kemampuan lembaga itu sendiri. Tujuan dari pembangunan pertanian yaitu meningkatkan kehidupan masyarakat perdesaan seperti meningkatnya pendapatan, output dan produktivitas petani. Hal ini juga sebagai indikator pengembangan suatu wilayah perdesaan . dengan cara bagaimana perkembangan produksi perkebunan kopi . dalam mencapai tujuan tersebut tentunya harus ditunjang dengan peran pemerintah maupun Lembaga terkait yang ada di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan. II. METODE PENELITIAN Penelitian menggunakan metode kulitatif dan deskriptif, dengan menggunakan pendekatan analisis skala likert dan pengamatan secara langsung pada wilayah kajian untuk melihat secara garis besar kondisi dan keadaan wilayah kajian. Metode kualitatif di gunakan sebagai Teknik identifikasi melihat seberapa kondisi baik ataupun tidak baik peran yang ada di wilayah studi. Dengan melakukan pengujian pada enam variabel pada wilayah kajian, dan menggunakan data primer dan sekunder yang di dapatkan oleh peneliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi atau survey objek Ada dua jenis survey, yaitu survey sekunder dan survey primer. Rumusan masalah yang di foksukan peneliti pada penelitian ini adalah bagaimana peran serta pengaruh Koperasi Produsen Kopi Margamulya dalam pengembangan wilayah Desa Margamulya. Berdasarkan metode tersebut pada penelitian ini berfokus pada satu Desa untuk melihat pengembangan wilayah. Desa Margamulya Desa Margamulya memiliki luasan 294,136 Ha, berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Pangalengan. Jarak Desa Margamulya ke ibu kota kecamatan sekitar 0,7 km. Desa Margamulya termasuk wilayah terletak pada ketinggian A1. 425,80 m dari permukaan laut, dengan koordinat 107A Peran Koperasi Produsen Kopi Margamulya dalam Pengembangan Wilayah Perdesaan di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL 571 ' Bujur Timur dan koordinat 7A 172 ' Lintang Selatan. Desa Margamulya masih termasuk dalam wilayah Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Jumlah hari hujan terbanyak Desa Margamulya adalah 180 hari dan angka curah 350 mm per tahun. Suhu rata-rata harian Desa Margamulya berkisar antara 18oC sampai 23oC. Karena Desa Margamulya merupakan wilayah dataran tinggi, sehingga desa ini cocok dijadikan sebagai pertanian kopi . Gambar 1. Wilayah Administrasi Desa Margamulya Pada penelitian ini, peneliti menggunakan kuesioner masing-masing pertanyaan disertai dengan 4 . kemungkinan jawaban yang harus dipilih oleh responden. Dari jawaban yang diperoleh lalu disusun kriteria penilaian untuk setiap pertanyaan. Sehingga diperoleh klasifikasi kriteria penilai yaitu: Tabel 1. Kategori Interpretasi Skor Persentase 25% - 43,75% >43,75% - 62,50% >62,50% - 81,25% >81,25% - 100% Kategori penilaian Sangat Tidak Baik Tidak Baik Baik Sangat Baik Peran Koperasi Produsen Kopi Margamulya dalam Pengembangan Wilayah Perdesaan di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung JURNAL VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA PEMBAHASAN AnalisisPeran Koperasi Produsen Kopi Margamulya Berdasarkan hasil pengolahan data, skor total yang didapat oleh Analisis Peran KPKM terhadap penyediaan Saprotan ialah pada skor 61,5% sehingga masuk pada kategori tidak Pada saat ini KPKM hanya menyediakan bibit beserta beberapa pupuk organik. Tetapi untuk pestisida. KPKM tidak menyediakan karena kopi yang dihasilkan adalah kopi organik, sehingga tidak menggunakan pestisida untuk menjaga kualitas yang lebih baik. Banyak anggota KPKM yang masih belum merasakan peran KPKM dalam pengadaan pupuk serta alat mesin perkebunan kopi. Sedangkan untuk variabel Peran Usahatani/Produksi berada pada skor 62,70% maka masuk pada kategori baik. Hasil observasi lapangan dan wawancara dengan responden bahwa untuk usahatani di Koperasi Produsen Kopi Margamulya masih perlu peningkatan seperti koordinasi rencana penanaman setiap anggota. Hal ini perlu ditingkatkan karena dapat berpengaruh pada jumlah produksi yang akan dihasilkan. Garis Kontinum Untuk Peran Penyediaan SaprotanGaris Kontinum Untuk Peran Usahatani/Produksi Gambar 2. Analisis Peran KPKM Saprotan dan Usahatani Sedangkan, pengolahan berada pada skor 64,58%, sehingga masuk pada kategori Secara garis besar yang didapat dari hasil wawancara adalah KPKM sudah membantu petani untuk mengolah hasil panen tetapi para petani juga masih belum merasakan, sehingga menggunakan alat mesin pribadi. Lalu Skor total untuk 2 item pernyataan pada variabel peran pemasaran adalah sebesar 71,66%. Skor tersebut berada dalam kriteria baik. Hal ini menunjukkan bahwa peran pemasaran pada Koperasi Produsen Kopi Margamulya bernilai baik oleh responden. Peran Koperasi Produsen Kopi Margamulya dalam Pengembangan Wilayah Perdesaan di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL Garis Kontinum Untuk Peran Pengolahan Garis Kontinum Untuk Peran Pemasaran Gambar 3. Analisis Peran KPKM Pengolahan dan Pemasaran Peran Pemodalan berada pada skor 62,64% maka masuk pada kategori baik. Hasil observasi lapangan dan wawancara dengan responden bahwa untuk kegiatan simpan pinjam di Koperasi Produsen Kopi Margamulya belum berjalan semestinya. Tetapi dari segi membantu anggota meminjam ke Lembaga pemodalan sudah baik. Sedangkan variabel Peran Infrastruktur Perdesaan berada pada skor 55,41% maka termasuk dalam kategori tidak baik. Secara garis besar hasil penelitian lapangan dan wawancara dengan responden bahwa untuk akses jalan tani menuju kebun sudah cukup baik, tetapi masih perlu perbaikan mengingat rata- rata kebun kopi berada di area pegunungan. Garis Kontinum Untuk Peran Pemodalan Garis Kontinum Untuk Peran Infrastruktur Perdesaan Gambar 4. Analisis Peran KPKM Pemodalan dan Infrastruktur Perdesan Analisis Pengaruh Koperasi Produsen Kopi Margamulya Pada penelitian ini, ada beberapa hal yang mempengaruhi pengembangan wilayah dari adanya KPKM. Saat ini, msyarakat Desa Margamulya sangat terbantu dengan adanya pengadaan bibit, pupuk, dan yang lainnya maka kehidupan masyarakat mengalami peningkatan dari hasil produksi kopi sehingga efektif mengelola aktivitas perkebunan kopi Lalu dari tingkat pendapatan masyarakat juga ada perubahan setelah adanya KPKM Lebih jelas dapat di lihat pada gambar di bawah ini. Peran Koperasi Produsen Kopi Margamulya dalam Pengembangan Wilayah Perdesaan di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL Gambar 5. Diagram Tingkat Pendapatan Pada gambar diatas merupakan hasil analisis tingkat pendapatan, bermacam-macam tingkat pendapataan sebelum menjadi anggota KPKM tingkat pendapataan lebih dari Rp 000 sebanyak 25 orang sedangkan sesudah menjadi anggota KPKM tingkat pendapataan lebih dari Rp 1. 000 sebanyak 38 orang. Selanjutnya dengan adanya peningkatan taraf hidup masyarakat desa Margamulya khususnya petani kopi sehingga menimbulkan hasrat dari masyarakat lainnya untuk menjadi petani kopi. Dapat dilihat di bawah ini di jelaskan pada gambar 7 tentang data perkembangan produksi kopi. Produksi Green Bean (To. Gambar 6. Perkembangan Produksi Kopi KPKM Sumber : Koperasi Produsen Kopi Margamulya, 2020 Peran Koperasi Produsen Kopi Margamulya dalam Pengembangan Wilayah Perdesaan di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung VOL 07 NO 01 JURNAL WILAYAH DAN KOTA JURNAL Berdasarkan dari tabel diatas peningkatan jumlah produksi setiap tahun nya, membuktikan bahwa anggota KPKM setiap tahunnya semakin semangat untuk menambah hasil panen nya karena harga jualnya cenderung meningkat sepanjang tahun. Lalu secara garis besar yang didapat dari hasil wawancara dari segi sosial. Mengurangi masyarakat desa yang mencari pekerjaan ke kota, sehingga mereka lebih intens mengelola Desa Margamulya yaitu dengan menjadi petani kopi. Masyarakat desa Margamulya bisa bertahan hidup tanpa harus mencari kerja ke kota. Dengan adanya kemajuan, pemerintah desa mengajukan perbaikan fasilitas umum antara lain adanya jalan rabat beton, sehingga mempermudah mobilisasi pemasaran hasil produksi kopi dan itu sangat mendukung perkembangan perkebunan kopi di Desa Margamulya. IV. KESIMPULAN Berdasarkan dari pembahasan dan analisis terkait peran dan pengaruh Koperasi Produsen Kopi Margamulya dalam pengembangan wilayah, maka disimpulkan KPKM beperan baik dalam pengembangan wilayah, tetapi belum maksimal karena termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan 17 indikator yang berperan, total skor 2. 571 yang disesuaikan dengan penilaian/ skoring. Koperasi Produsen Kopi Margamulya juga berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Pengaruh ini dibuktikan bahwa penghasilan di bawah Rp 500. 000 sudah tidak ada sesudah menjadi anggota KPKM. Lalu penghasilan di atas Rp 1. 000 meningkat 13 orang. Begitu pula terhadap produksi kopi, peningkatan produksi kopi menjadi indikator dalam mengembangkan usaha agribisnis kopi di Tetapi, jika dilihat dari infrastruktur perdesaan, pengaruhnya masih belum terlihat maksimal hanya dilihat dari penyerapan tenaga kerja saja. DAFTAR PUSTAKA