Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 1, tahun 2026, hlm. ISSN: 2828-3031 PENGARUH JOB INSECURITY DAN STRESS KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION MELALUI LINGKUNGAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KARYAWAN DAPOER ENHA Dori Mittra Candana1. Robby Dharma2. Afuan3 1,2,3 Universitas Putra Indonesia YPTK Padang. Indonesia Info Artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Meningkatnya turnover intention pada karyawan pada Dapoer Enha ditengah status hubungan kerja yang sudah pasti dengan semua fasilittas yang sudah didapatkan, masih saja ada karyawan yang ingin melakukan turnover intention dengan alasan merasakan ketidakamanan kerja, stres kerja yang berat serta lingkungan kerja yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh job insecurity dan stres kerja terhadap turnover intenton melalui lingkungan kerja sebagai variabel intervening pada karyawan Dapoer Enha. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan metode Structural Equation Modeling dengan Partial Least Squre. Dengan mengedarkan kuesioner kepada 40 responden. Dari hasil penelitian ini menunjukkan job insecurity berpengaruh positif dan signifikan terhadap lingkunga kerja, sedangkan stress kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap lingkungan kerja, job insecurity, stress kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, job insecurity dan stress kerja berpengaruh positif signifikan terhadap turnover intention melalui lingkungan kerja. Received: 19 Jan 2026 Revised: 29 Jan 2026 Accepted: 7 Feb 2026 Published: 22 Feb 2026 Kata kunci: Job Insecurity. Stres Kerja. Turnover Intention. Lingkungan Kerja Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. Penulis yang sesuai: Dori Mittra Candana Departemen ekonomi. Fakulty ekonomi dan bisnis Universitas Putra Indonesia YPTK Padang. Indonesia Email: dorimittracandana@upiyptk. PENDAHULUAN Dalam dunia kerja, keamanan dan kenyamanan lingkungan kerja merupakan aspek yang sangat penting bagi karyawan. Lingkungan kerja yang tidak kondusif dapat menimbulkan stres kerja, rasa ketidaknyamanan, serta perasaan tidak aman dalam bekerja . ob insecurit. Kondisi tersebut berpotensi mendorong munculnya keinginan karyawan untuk keluar dari pekerjaannya . urnover intentio. , yang pada akhirnya dapat merugikan perusahaan baik dari segi operasional maupun keberlangsungan usaha. Dapoer Enha merupakan usaha yang bergerak di bidang kuliner dan berlokasi di Kabupaten Pesisir Selatan. Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap usaha kuliner lokal. Dapoer Enha terus mengalami perkembangan dalam aktivitas usahanya, baik dari sisi volume produksi, variasi menu, maupun jumlah tenaga kerja yang terlibat. Perkembangan usaha ini menuntut Homepage jurnal: https://rcf-indonesia. org/jurnal/index. php/JOSEAMB/index A ISSN: 2828-3031 karyawan untuk bekerja dengan intensitas yang lebih tinggi, waktu kerja yang panjang, serta tuntutan pelayanan yang optimal kepada konsumen. Namun, di tengah perkembangan usaha tersebut. Dapoer Enha juga dihadapkan pada berbagai permasalahan ketenagakerjaan, salah satunya adalah masih adanya karyawan yang memiliki keinginan untuk keluar dari tempat kerja . urnover intentio. Fenomena ini muncul meskipun hubungan kerja telah terjalin dan karyawan telah memperoleh kompensasi serta fasilitas kerja yang disediakan oleh pihak usaha. Tingginya beban kerja, tekanan untuk memenuhi standar pelayanan, serta kondisi lingkungan kerja yang dirasakan kurang nyaman dapat memicu stres kerja dan perasaan tidak aman dalam bekerja . ob insecurit. bagi karyawan. Kondisi tersebut tercermin dari data pergerakan karyawan Dapoer Enha selama beberapa tahun terakhir yang menunjukkan adanya karyawan yang keluar dan masuk secara bergantian. Meskipun jumlah tenaga kerja secara keseluruhan cenderung stabil, namun adanya karyawan yang keluar setiap tahunnya mengindikasikan adanya permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius dari pihak manajemen. Berdasarkan hasil pengamatan awal dan wawancara dengan pihak pengelola Dapoer Enha, diketahui bahwa keluarnya karyawan umumnya disebabkan oleh tingginya tuntutan pekerjaan, tekanan kerja yang dirasakan cukup berat, ketidakjelasan pembagian tugas, serta lingkungan kerja yang belum sepenuhnya mendukung kenyamanan karyawan. Kondisi tersebut menyebabkan karyawan merasa terbebani, mengalami stres kerja, dan pada akhirnya memiliki keinginan untuk meninggalkan pekerjaannya. Oleh karena itu, permasalahan turnover intention pada Dapoer Enha menjadi hal yang penting untuk diteliti lebih lanjut, khususnya yang berkaitan dengan faktor job insecurity, stres kerja, dan lingkungan kerja. Pemahaman yang komprehensif terhadap faktor-faktor tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak pengelola Dapoer Enha dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif, sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. TINJAUAN LITERATUR Menurut (Khasanah, 2. Turnover intention merupakan permasalahan yang sering dihadapi oleh perusahaan. Keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan dapat menjadi ancaman yang serius dan berdampak bagi perusahaan. Sikap turnover intention merupakan niat pegawai mengundurkan diri pada suatu organisasi karena ingin mendapatkan pekerjaan yang di anggap lebih baik dari pekerjaanya yang di jalani. Menurut (Agustina & Styaningrum, 2. job insecurity merupakan ketidak berdayaan kondisi pada diri seseorang dalam mempertahankan kesinambungan yang di inginkan dalam situasi kerja yang dirasa mengancam perasaannya terhadap pekerjaannya dan merasa tidak berdaya untuk melakukan apapun dalam hal tersebut. Menurut (Maharani et al, 2. Stres kerja adalah hanya berhubungan dengan kejadiankejadian di sekitar lingkungan kerja yang merupakan bahaya atau ancaman dan bahwa perasaanperasaan yang terutama relevan mencakup rasa takut, cemas, rasa bersalah, marah, sedih putus asa, dan Menurut (Fikri & Hanif, 2. Pengaruh langsung lingkungan kerja terhadap niat keluar perusahaan, dan pengaruh tidak langsung stres kerja. Dari rumusan masalah dan landasan teori diatas kerangka pikir sebagai berikut: JOSEAMB Vol. No. Tahun 2026 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H1: Diduga Job Insecurity berpengaruh signifikan terhadap lingkungan kerja H2: Diduga stress kerja berpengaruh signifikan terhadap lingkungan kerja H3: Diduga Job Insecurity berpengaruh signifikan terhadap turnover intention H4: Diduga stress kerja berpengaruh signifikan terhadap turnover intention H5: Diduga lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap turnoverintention H6: Diduga Job Insecurity berpengaruh signifikan terhadap turnover intention melalui lingkungan kerja H7: Diduga stress kerja berpengaruh signifikan terhadap turnover intention melalui lingkungan METODE Penelitian merupakan serangkaian pengamatan yang dilakukan selama waktu tertentu terhadap suatu fenomena yang memerlukan jawaban dan penjelasan. Salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan dalam melakukan penelitian adalah merumuskan desain penelitian ini agar tujuan dapat tercapai dengan baik karena penelitian ini untuk mengetahui hubungan yang bersifat mempengaruhi antara dua variabel atau lebih maka penelitian ini menggunakan desain penelitian hubungan atau asosiatif dan menurut sifat hubungannya penelitian menggunakan hubungan sebab akibat . Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Menurut (Waruwu, 2. penelitian kuantitatif dipengaruhi oleh cara berpikir filsafat positivistik. Filsafat positivistik berpendapat sesuatu dikatakan berada apabila dapat diukur dan diuji secara empirik (Mulyadi, 2. Pengetahuan tentang yang benar bersumber dari ilmu alam yang dapat diukur secara pasti, berdasarkan fakta dan kenyataan. Pemikiran ini menjadi landasan pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ilmiah. Sesuai dengan tujuan dan permasalahan yang diteliti dan dirumuskan, maka penelitian yang bersifat kuantitatif. Yaitu tentang Pengaruh Job Insecurity dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention melalui Lingkungan Kerja sebagai variabel intervening pada Dapoer Enha. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengolahaan Smart PLS Sebelum Eliminasi Setelah Eliminasi JOSEAMB Vol. No. Tahun 2026 ISSN: 2828-3031 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Pengaruh Job Insecurity terhadap Lingkungan Kerja Hasil pengujian data dengan menggunakan alat bantu program SmartPLS menemukan terdapat pengaruh yang signifikan job insecurity terhadap lingkungan kerja. Job insecurity merupakan ketidak berdayaan kondisi pada diri seseorang dalam mempertahankan kesinambungan yang di inginkan dalam situasi kerja yang dirasa mengancam perasaannya terhadap pekerjaannya dan merasa tidak berdaya untuk melakukan apapun dalam hal tersebut. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Khasanah, 2. terdapat pengaruh yang signifikan job insecurity terhadap lingkungan kerja. Serta penelitian yang dilakukan oleh (Ni Luh Eva Riantini et al. , 2. terdapat pengaruh yang signifikan job insecurity terhadap lingkungan kerja. Pengaruh Stres Kerja terhadap Lingkungan Kerja Dari hasil pengujian data dengan program SmartPLS ditemukan terdapat pengaruh yang signifikan stress kerja terhadap lingkungan kerja. Stres kerja adalah hanya berhubungan dengan kejadian-kejadian di sekitar lingkungan kerja yang merupakan bahaya atau ancaman dan bahwa perasaan-perasaan yang terutama relevan mencakup rasa takut, cemas, rasa bersalah, marah, sedih putus asa, dan bosan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nurfauzan & Halilah, 2. terdapat pengaruh yang signifikan stress kerja terhadap lingkungan kerja. Serta penelitian yang dilakukan oleh (Al Ghiffari & Safitri, 2. terdapat pengaruh yang signifikan stress kerja terhadap lingkungan kerja. Pengaruh Job Insecurity terhadap Turnover Intention Hasil pengujian data dengan menggunakan alat bantu program SmartPLS menemukan terdapat pengaruh yang signifikan job insecurity terhadap turnover intention. Job insecurity sebagai perasaan tegang gelisah. Ketidakamanan kerja sebagai situasi psikologis karyawan menunjukkan rasa tidak aman karena kondisi lingkungan kerja seseorang. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Mulyani et al. , 2. terdapat pengaruh yang signifikan job insecurity terhadap turnover intention. Serta penelitian yang dilakukan oleh (Purwati & Maricy, 2. terdapat pengaruh yang signifikan job insecurity terhadap turnover intention. Pengaruh Stres Kerja terhadap Turnover Intention Dari hasil pengujian data dengan program SmartPLS ditemukan terdapat pengaruh yang signifikan stres kerja terhadap turnover intention. Turnover intention merupakan permasalahan yang sering dihadapi oleh perusahaan. Keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan dapat menjadi ancaman yang serius dan berdampak bagi perusahaan. Sikap turnover intention merupakan niat pegawai mengundurkan diri pada suatu organisasi karena ingin mendapatkan pekerjaan yang di anggap lebih baik dari pekerjaanya yang di jalani. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Ramadhayanti, 2. terdapat pengaruh yang signifikan stres kerja terhadap turnover intention. Serta penelitian yang dilakukan oleh (Maharani et al. , 2. terdapat pengaruh yang signifikan stres kerja terhadap turnover intention. Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Turnover Intention Dari hasil pengujian data dengan program SmartPLS ditemukan terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan kerja terhadap turnover intention. Lingkungan kerja yang baik akan mendorong karyawan menjadi bersemangat dan betah untuk bekerja serta dapat meningkatkan rasa bertanggung jawab untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik menuju kearah peningkatan kinerja Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Ussu et al. , 2. terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan kerja terhadap turnover intention. Serta penelitian yang dilakukan oleh (Fikri & Hanif, 2. terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan kerja terhadap turnover intention. Pengaruh Job Insecurity terhadap Turnover Intention melalui Lingkungan Kerja Pada hasil hasil uji pengaruh tidak langsung terdapat pengaruh yang signifikan job insecurity terhadap turnover intention melalui lingkungan kerja. Maka turnover intention akan meningkat melalui lingkungan kerja, turnover intention semakin meningkat apabila tidak langsung dipengaruhi oleh job insecurity. Job insecurity merupakan ketidak berdayaan kondisi pada diri seseorang dalam mempertahankan kesinambungan yang di inginkan dalam situasi kerja yang dirasa mengancam perasaannya terhadap pekerjaannya dan merasa tidak berdaya untuk melakukan apapun dalam hal Lingkungan kerja memediasi pengaruh job insecurity terhadap turnover intention. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Mulyani et al. , 2. terdapat pengaruh A ISSN: 2828-3031 yang signifikan job insecurity terhadap turnover intention. Serta penelitian yang dilakukan oleh (Purwati & Maricy, 2. terdapat pengaruh yang signifikan job insecurity terhadap turnover Pengaruh Stres Kerja terhadap Turnover Intention melalui Lingkungan Kerja Pada hasil hasil uji pengaruh tidak langsung terdapat pengaruh yang signifikan stres kerja terhadap turnover intention melalui lingkungan kerja. Maka turnover intention akan meningkat melalui lingkungan kerja, turnover intention semakin meningkat apabila tidak langsung dipengaruhi oleh stres kerja. Stres kerja berhubungan dengan kejadian-kejadian di sekitar lingkungan kerja yang merupakan bahaya atau ancaman dan bahwa perasaan-perasaan yang terutama relevan mencakup rasa takut, cemas, rasa bersalah, marah, sedih putus asa, dan bosan. Lingkungan kerja memediasi pengaruh stres kerja terhadap turnover intention. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Ramadhayanti, 2. terdapat pengaruh yang signifikan stres kerja terhadap turnover intention. Serta penelitian yang dilakukan oleh (Maharani et al. , 2. terdapat pengaruh yang signifikan stres kerja terhadap turnover intention. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada Dapoer Enha , dapat disimpulkan bahwa Terdapat pengaruh yang signifikan job insecurity terhadap lingkungan kerja. Terdapat pengaruh yang signifikan stres kerja terhadap lingkungan kerja. Terdapat pengaruh yang signifikan job insecurity terhadap turnover intention. Terdapat pengaruh yang signifikan stres kerja terhadap turnover Terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan kerja terhadap turnover intention. Lingkungan kerja memediasi pengaruh job insecurity terhadap turnover intention. Lingkungan kerja memediasi pengaruh stres kerja terhadap turnover intention. BATASAN Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, jumlah sampel yang digunakan hanya 40 responden sehingga hasil penelitian mungkin belum sepenuhnya merepresentasikan seluruh karyawan Dapoer Enha. Kedua, penelitian ini hanya menggunakan dua variabel independen (Job Insecurity dan stress kerj. dengan satu variabel intervening . ingkungan Oleh karena itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas jumlah responden, menambahkan variabel lain yang relevan, serta menggunakan metode pengumpulan data yang lebih beragam agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi turnover intention REFERENSI