Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 69-82 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index SISTEMATIC REVIEW: FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA Elisabet Matulessy1. Chendy Sofianty Pelatta2. Riki. Samson3 1,2,3Program Studi Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan. Universitas Kristen Indonesia Maluku. DATA OF ARTICLE: Received: 28 Juli 2024 Reviewed: 8 Agustus 2024 Revised: 20 Agustus 2024 Accepted: 29 Agustus 2024 *CORRESPONDENCE: sofiantychendy@gmail. Abstrak Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung . aluran ata. hingga alveoli . aluran bawa. termaksud jaringan adneksa seperti sinus, rongga tengah dan pleura. Yang termasuk dalam infeksi saluran nafas bagian atas adalah batuk pilek biasa, sakit telinga, radang tenggorokan, influenza, bronchitis dan juga sinusitis. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita yaitu Gizi kurang pada balita. Pengetahuan Ibu, dan perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita menggunakan Systematic Review. Metode yang digunakan adalah sebuah tinjauan sistematis melalui Review jurnal dengan pencarian artikel melalui Google Scholar Jumlah sampel dalam penilitian ini adalah 15 jurnal penilitian dan dibagi secara merata pada 3 variabel independen yaitu Status Gizi pada balita 5 jurnal. Pengetahuan Ibu 5 jurnal, dan perilaku merokok berjumlah 5 Hasil dari Systematic Review ini menunjukan bahwa Kejadian ISPA pada Balita memiliki hubungan yang signifikan dengan Status Gizi. Pengetahuan Ibu, dan perilaku merokok anggota keluarga berdasarkan hasil review sebelumnya. Oleh karena itu diharapkan dapat menambah wawasan dan meningkatkan kesadaran bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan agar terhindar dari bahaya penyakit ISPA terutama pada Balita dengan cara memperhatikan status gizi pada balita, meningkatkan pengetahuan ibu dan perilaku merokok anggota keluarga. Kata kunci: ISPA. Gizi kurang pada balita. Pengetahuan Ibu, perilaku merokok anggota keluarga PENDAHULUAN Latar Belakang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung . aluran ata. hingga alveoli . aluran bawa. termaksud jaringan adneksa seperti sinus, rongga tengah dan pleura. Yang termasuk dalam infeksi saluran nafas bagian atas adalah batuk pilek biasa, sakit telinga, radang tenggorokan, influenza, bronchitis dan juga sinusitis. 1 Menurut Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan kasus ISPA dalam menanganan penyakit ISPA masalah pertama melakukan kunjungan pertama ke Puskesmas sekitar . -60%), dan kunjungan ke Rumah Sakit . -30%). 2 Berdasarkan Riskesdas . ISPA di Indonesia yaitu sebanyak 25,5% kejadian ISPA di Indonesia pada tahun 2013 menunjukan insiden sebesar 18% dan prevalensi sebesar 4,5%. Karakteristik penduduk dengan ISPA yang tertinggi terjadi pada usia 1-4 tahun . ,8%). 3 Menurut jenis kelamin, tidak berbeda antara laki-laki dan perempuan. Penyakit ini lebih banyak dialami pada kelompok penduduk dengan kuintil indeks kepemilikan terbawah dan menengah bawah. 4 Sedangkan menurut Riskesdas . Prevalensi ISPA pada balita menurut karakteristik kelompok usia balita 0-11 bulan sebanyak 9,4%, 12- 23 bulan sebanyak 14,4%, 24-35 bulan sebanyak 13,8%, 36-47 bulan sebanyak 13,1%, dan 48-59 bulan sebanyak 13,5%. Sedangkan menurut karakteristik jenis kelamin laki-laki sebanyak 13,2% dan perempuan sebanyak 12,4%. Balita merupakan usia anak atau bayi di bawah lima tahun, usia ini merupakan usia yang rentang terkena ISPA. Pemerintah melalui Dinas Kesehatan dalam penanganan ISPA menghimbau adanya intervensi diantaranya mendeteksi sedini mungkin kejadian ISPA pada balita di lingkungan sekitar, penatalaksanaan kasus, melakukan rujukan dan memberikan pendidikan kesehatan. 5 Dalam mendeteksi dini kejadian ISPA di kaitkan dengan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA. Status gizi balita merupakan salah satu faktor Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 69-82 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index yang mempengaruhi kejadian ISPA karena balita dengan gizi yang kurang akan lebih mudah terserang ISPA dibandingkan balita dengan gizi normal, karena faktor daya tahan tubuh yang kurang Penyakit infeksi akan menyebabkan balita tidak mempunyai nafsu makan dan berakibat kekurangan gizi. Pada keadaan gizi kurang, balita akan lebih mudah terserang ISPA berat bahkan serangannya lebih lama. Selain status gizi faktor lain yaitu pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada balita Pengetahuan Ibu tentang ISPA akan membentuk penilaian ibu untuk melakukan usaha dan tindakan terhadap terjadinya kejadian ISPA pada anaknya. Oleh karena itu pengetahuan merupakan komponen yang penting walaupun peningkatan pengetahuan tidak selalu menyebabkan terjadinya kejadian ISPA tetapi peningkatan pengetahuan mempunyai hubungan yang positif dengan terjadinya kejadian ISPA. Ibu yang memiliki pendidikan relatif tinggi cenderung memperhatikan kesehatan anak-anaknya dibandingkan dengan ibu-ibu yang berpendidikan rendah. Walaupun dengan pendidikan tidak bisa di ukur tingkat pengetahuan tetapi orang dengan tingkat pendidikan formalnya lebih tinggi cenderung akan mempunyai pengetahuan yang lebih dibandingkan orang dengan tingkat pendidikan formal yang lebih rendah, karena akan lebih mampu dan mudah memahami arti serta pentingnya kesehatan. Tingkat pendidikan mempengaruhi kesadaran akan pentingnya arti kesehatan bagi diri dan lingkungan yang dapat mendorong kebutuhan akan pelayanan kesehatan. Terdapat juga hubungan antara kebiasaan merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita. Merokok adalah perilaku tidak sehat dan masih banyak dilakukan sehingga telah dianggap biasa oleh masyarakat hingga saat ini, padahal merokok menyumbang resiko kematian yang besar salah satunya adalah masalah pernapasan. Disamping itu, kebiasaan merokok merupakan kebiasaan yang sulit untuk dihentikan bahkan tanpa disadari merokok menjadi perilaku yang membudaya diIndonesia. Menjadi seorang perokok pasif dapat menimbulkan berbagai penyakit salah satu penyakit yang dapat ditimbulkan yaitu ISPA yang menyerang saluran pernapasan manusia dengan jumlah penderita infeksi kebanyakan pada balita. Kebiasaan merokok keluarga di dalam rumah menjadikan balita sebagai perokok pasif yang selalu terpapar asap rokok. Keluarga yang mempunyai kebiasaan merokok di rumah, berpeluang meningkatkan kejadian ISPA dibandingkan dengan rumah balita yang keluarganya tidak merokok di rumah. Tujuan Penelitian Mengetahui gambaran status gizi, pengetahuan ibu, dan perilaku merokok keluarga dengan kejadian penyakit ISPA menggunakan pendekatan systematic Riview . METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah diskritif yang menggunakan metode Systematic Review yakni sebuah sistesis dari studi literatur yang bersifat sistematik, jelas, menyeluruh, dengan mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi melalui pengumpulan data-data yang sudah ada dengan metode pencarian yang eksplisit dan melihat proses telaah kritis dalam pemilihan studi. Tujuan dari metode ini adalah untuk membantu peneliti lebih memahami latar belakang dari penelitian yang menjadi subjek topik yang dicari serta memahami bagaimana hasil dari penelitian tersebut sehingga dapat menjadi acuan bagi penelitian baru penelitian ini menggunakan Systematic Literature Reviews, yang bertujuan untuk mengetahui AuSystematic Review FaktorFaktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada Balita. Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 69-82 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index HASIL Tabel 4. 1 Hasil Systematic Review Sesuai dengan Permasalahan Penelitian yang Diteliti yaitu Aufaktor faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut . pada balitaAy. Judul Penelitian Tahun . Lokasi Tujuan Desain Penelitian Jumlah Responden Metode Pengukuran Teknik Analisis Intervensi Hasil analisa univariat Ada hubungan yang bermakna antara Status Gizi Balita dengan Kejadian ISPA pada Balita Berkunjung di Balai Pengobatan UPTD Puskesmas Runjung Agung Kabupaten OKU Selatan tahun Berdasarkan hasil analisa univariat diketahui bahwa dari 92 responden sebanyak 72 . ,3%) responden dengan status gizi balitanya baik lebih banyak dari responden dengan status gizi balitanya kurang yaitu . ,7%) Hasil statistik diperoleh nilai p 0,000. Hal ini berarti bahwa bermakna antara status gizi dengan kejadian ISPA pada . Berkunjung di Balai Pengobatan UPTD Puskesmas Runjung Agung Kabupaten OKU Selatan faktor-faktor yang dengan kejadian ISPA pada balita penelitian Deskriptif Analitik Cross Sectional dilakukan teknik sampling dari bulan April Ae Mei Sehingga sampel sebesar 92 responden. Status Gizi Faktor-Faktor yang Berhubungan Kejadian ISPA pada Balita Vol 6 No 2 Agustus 2024 Kuesioner Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 69-82 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index . Judul Penelitian Tahun . Lokasi Tujuan Desain Penelitian Jumlah Responden Metode Pengukuran Teknik Analisis Intervensi Hasil Faktor dengan kejadian ISPA Balita Puskesmas Tamalanrea jaya Kota Makasar Tujuan Untuk mengetahui dengan kejadian ISPA pada Balita Puskesmas Tamalanrea Jaya. Kota Makassar. Cara Purposive dengan besarnya Balita dengan kriteria observasi dan uji Chi Square Dari hasil penelitian ini ISPA Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar Hasil presentase kejadian ISPA pada Balita di puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar yaitu status gizi (A 0,011 < = 0,. Memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Atas Pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Batua Kecamatan Panakkukang Kota Makassar mengetahui faktor yang berhubungan dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Atas pada Balita penelitian deskriptif rancangan studi cross Populasi dalam balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Batua Kecamatan Panakkukang Kota Makassar Observasi bivariat dengan uji Chi square. Terdapat Hubungan antara Status Gizi Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Atas pada Balita di wilayah kerja puskesmas Puskesmas Batua Kecamatan Panakkukang Kota Makassar tahun 2019 Hasil uji Chi-square test pada variable ini adalah A = 272, lebih besar dari tingkat kemaknaan yang ditentukan yaitu = 0. Sehingga bahwa ada pengaruh antara Status Gizi Kejadian ISPA Pada Balita Puskesmas Batua Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Vol 6 No 2 Agustus 2024 Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 69-82 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index Judul Penelitian . Faktor-Faktor yang Infeksi Saluran Pernafasan Akut(ISPA) pada Balita Tahun . Lokasi Tujuan Desain Penelitian Jumlah Responden Metode Pengukuran Teknik Analisis Intervensi Hasil Penelitian ini Pelabuhan Sambas Pintu Angin Kota Sibolga faktor-faktor yang dengan kejadian ISPA pada balita penelitian kuantitatif dengan analitik yang rancangan studi cross Teknik sampel dengan sampel diambil mengacu pada tabel Issac dan Michael dengan kesalahan 10 %, sehingga sampel populasi yang 464 orang. Koesioner dan Status Gizi berhubungan dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut(ISPA) Balita Pelabuhan Sambas dan Pintu Angin Kota Sibolga tahun 2020 Ada hubungan antara status gizi dengan p value=0,001 dengan kejadian ISPA pada balita di daerah pesisir Kota Sibolga, dengan nilai RP 2,258 artinya balita yang memiliki status gizi buruk memiliki peluang 2,258 kali terkena ISPA dibandingkan dengan status gizi baik Vol 6 No 2 Agustus 2024 Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 69-82 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index Judul Penelitian . Faktor-Faktor Risiko Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Balita PENGETAHUAN IBU Faktor-faktor berhubungan dengn kejadian ISPA pada Balita Analisis Faktorfaktor berhubungan dengn kejadian ISPA pada Tahun . Lokasi Tujuan Desain Penelitian . di wilayah kerja Puskesmas Bukit Sileh Kec. Lembang Jaya Kab. Solok Untuk mengetahui faktor-faktor dengan kejadian ISPA pada balita analitik observasional cross sectional Wilayah Puskesmas TammeroAodo Kecamatan. TammeroAodo Kabupaten. Majene untuk mengetahui faktor Ae faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita sectional study Wilayah Puskesmas Simpang Empat untuk mengetahui faktor-faktor yang dengan kejadian obsevasional analitik dengan menggunakan Cross Sectional Jumlah Responden Metode Pengukuran Teknik Analisis Intervensi Hasil Univariat bivariat dan uji chi-square antara status gizi balita, dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bukit Sileh Kec. Lembang Jaya Kab. Solok Tahun Dari analisis univariat 51 responden didapatkan balita ISPA 26 orang . ,0%) dan tidak ISPA 25 orang . ,0%), responden status gizi balita terbanyak adalah baik sebanyak 35 orang . ,6%). Analisis bivariat didapatkan bahwa terdapat hubungan antara status gizi balita . =0,. Besar dalam penelitian ini sebanyak 90 responden yang dengan metode Purposive Sampling FisherAos Exact Test Ada hubungan antara pegetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tammerodo Kecamatan Tammerodo Kabupaten Majene Tahun 2017 Besar dalam penelitian ini sebanyak 90 responden yang Purposive Sampling uji Chi square Ada hubungan antara kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Hasil menunjukkan bahwa dari 90 responden yang diteliti, sebanyak 62 orang . ,9%) rendah terdapat 48 orang . ,3%) yang menderita ISPA dan 14 orang . ,6%) yang tidak menderita ISPA sedangkan responden yang tinggi sebanyak 28 orang . ,1%), diantaranya yang menderita ISPA sebanyak 11 orang . ,2%) dan 17 orang . ,9%) yang tidak menderita ISPA. nilai p=0,000 dengan taraf signifikan . < ) Hasil menunjukan bahwa variabel pengetahuan diperoleh hasil . =0,0. Vol 6 No 2 Agustus 2024 Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 69-82 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index . Judul Penelitian Tahun . Balita Lokasi Tujuan Desain Penelitian . Jumlah Responden Metode Pengukuran Teknik Analisis . Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo di poli umum meijuni tahun 2018 ISPA pada balita Untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian ispa pada balita jumlah populasi Uji-Chis quare kriteria inklusi dan eksklusi Intervensi Hasil Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Malaka Jaya Jakarta Timur Tahun 2018 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian ISPA Pada Balita Hasil analisa diperoleh kesimpulan bahwa dari 66 Responden. Responden mengalami ISPA sebesar 23 ,7%) Responden kategori baik ISPA sebesar 4 . ,6%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai P 0,029 . value< 0,. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian ISPA Pada Balita Wilayah Kerja Puskesmas Kabangka Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna untuk mengetahui faktor-faktor yang ISPA pada balita. sectional study jumlah sampel responden dari Observasi analisis univariat Terdapat antara pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA Wilayah Kerja Puskesmas Kabangka Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna tahun Hasil terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan P value = 0,0 Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukit Tinggi untuk mengetahui faktorfaktor yang dengan kejadian ISPA pada balita 92 orang Koesioner Analisa Analisa bivariat ada hubungan yang dengan kejadian ISPA di Bukit Ambacang Wilayah Kerja Puskesmas Gulai Bancah kota Bukit Tinggi Tahun 2021 ISPA responden yang pernah sakit ISPA dengan kategori pengetahuan ibu buruk yaitu sebanyak 7 responden . ,6%) dan yang tidak ISPA sebanyak 4 responden . ,4%). Sedangkan dengan kejadian ISPA dengan kategori pengetahuan ibu baik sebanyak 6 responden . ,4%) dan tidak ISPA Vol 6 No 2 Agustus 2024 Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 69-82 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index . Judul Penelitian Tahun . Lokasi Tujuan . Desain Penelitian Jumlah Responden Metode Pengukuran Teknik Analisis Intervensi Hasil sebanyak 75 responden . ,6%). Hasil analisis uji Chi Square diperoleh p-value . ,0005 < 0,. PERILAKU MEROKOK Faktor berhubungan dengan kejadian ISPA pada Faktor Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita UPTD Puskesmas Air Molek Kabupaten Indragiri Hulu Untuk mengetahui faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita seluruh kepala keluarga yang memiliki Balita yang ada di Desa Candirejo yaitu berjumlah 596 Balita Univarat Bivariat (Chi- Terdapat hubungan penyakit ISPA pada balita di Puskesmas Paccerakang Kota Mkasar Tahun 2018 Terdapat hubungan penyakit ISPA pada Desa Candirejo Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Air Molek Tahun 2019 Faktor-Faktor data primer Univarat Adanya Yang di Puskesmas Paccerakang Kota Mkasar Untuk mengetahui faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita case-control 42 sampel yang Aksidental Univarat Bivariat (Chi- Vol 6 No 2 Agustus 2024 hasil penelitian menunjukan bahwa presentase kejadian ISPA pada balita yaitu 66,7%. Didapatkan kebiasaan merokok anggota keluarga P= 0,001 perilaku kebiasaan merokok anggota keluarga di dalam mengalami ISPA sebanyak 50 balita . ,7%), dengan nilai POR= 2,500 dan CI=95% artinya, kebiasaan anggota keluarga yang merokok di dalam rumah 2,50 mengalami ISPA. Hasil uji statistik diperoleh Pvalue yaitu 0,028. Hal ini menunjukkan Pvalue < 0,05 artinya terdapat hubungan antara kebiasaan anggota keluarga merokok di dalam rumah dengan Penyakit ISPA pada balita. hasil ada hubungan antara Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 69-82 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index . Judul Penelitian Tahun . Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Anak Balita Lokasi Tujuan . Desain Penelitian . Jumlah Responden Metode Pengukuran . Posyandu Melati Kelurahan Cibinong determinan kejadian ISPA pada anak balita dengan desain memiliki balita usia 1-5 tahun Teknik Analisis Intervensi Bivariat (Chi- kejadian ISPA pada balita di wilayah Posyandu Melati Kelurahan CibinongTahun 2019 perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA dengan nilai p-value 0,006. Balita anggota keluarga yang merokok memiliki risiko terkena ISPA 3,966 kali lebih besar dibandingkan dengan balita yang anggota keluarganya tidak merokok. kejadian ISPA pada balita besar bayi tidak mengalami ISPA sebesar 48 responden ,6%), besar mempunyai kebiasaan responden . ,5%), hasil uji statistik p-value= 0,018 Berdasarkan uji korelasi Chi-Square menggunakan software statistik antara Kebiasaan Merokok dengan kejadian ISPA pada balita di dapatkan p. value = 0,000 dengan demikian p. lebih kecil dari nilai . , hal ini berarti secara statistik ada hubungan Kebiasaan Merokok dengan kejadian ISPA pada balita Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Salam Babaris Kabupaten Tapin mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit inspeksi (ISPA) pada balita dengan desain ibu balita yang berkunjung ke Teknik sampling yang bivariat uji statistik chi square test kebiasaan merokok orang tua dirumah saluran pernafasan atas (ISPA) pada balita di Puskesmas Salam Babaris Kabupaten Tapin Faktor-Faktor yang Kejadian ISPA pada Balita Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Rawat Inap Berangas Kabupaten Barito Kuala merokok dengan kejadian ISPA pada balita survei analitik sampel dengan dengan sampel Univarat Bivariat Terdapat hubungan kebiasaan merokok ISPA pada balita di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Rawat Inap Berangas Kabupaten Barito Kuala tahun 2020 Vol 6 No 2 Agustus 2024 Hasil (Chi- Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 69-82 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index PEMBAHASAN Status Gizi pada balita dengan kejadian ISPA Hasil penelitian oleh Berta Afriani9 tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada Diantara kelompok umur yang rentan terhadap penyakit-penyakit kekurangan gizi adalah kelompok bayi dan anak balita. Oleh sebab itu, indikator yang paling baik untuk mengukur status gizi masyarakat adalah melalui status gizi balita . ayi dan anak balit. Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita yang berkunjung di Balai Pengobatan UPTD Puskesmas Runjung Agung Kabupaten OKU Selatan. Jenis penilitian ini penelitian Analitik dengan pendekatan crosectional. Responden sebanyak 92 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling yaitu seluruh balita yang berada di lokasi penelitian. Hasil penilitian menunjukan adanya hubungan Status Gizi dengan kejadian ISPA pada balita. Berdasarkan hasil analisa univariat diketahui bahwa dari 92 responden sebanyak 72 . ,3%) responden dengan status gizi balitanya baik lebih banyak dengan status gizi balitanya kurang yaitu hanya 20 . ,7%) responden. Dengan hasil uji statistik diperoleh nilai p 0,000. Hal ini berarti bahwa ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian ISPA pada balita. Hasil penelitian Wiwin dkk10 tentang Faktor yang berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita. Anak usia lima tahun merupakan kelompok umur yang rawan gizi dan rawan penyakit telah lama diketahui adanya interaksi sinergis antara malnutrisi dengan infeksi. Infeksi berat dapat memperjelak keadaan gizi melalui gangguan makanan dan kehilangan zat- zat esensial tubuh. Tujuan penelitian Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar, jenis penelitian ini yaitu analitik dengan rancangan cross-sectional Pengambilan sampel menggunakan cara Purposive sampling dengan besar sampel 79 Balita. dari hasil analisis diperoleh adanya hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA dan hasil uji Chi square diperoleh nilai kemaknaan A = . O = . , yang berarti ada hubungan bermakna antara status gizi dengan kejadian ISPA. Hasil penelitian Nur11 tentang Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Atas Pada Balita. Kekurangan kalori dan zat gizi lain tidak saja dianggap sebagai penyebab langsung gangguan kesehatan tetapi juga sebagai penyebab tidak langsung kematian pada anak Balita karena terdapat hubungan timbal-balik yang saling mendorong atau sinergisme antara status gizi dan penyakit infeksi. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Atas pada Balita. Jenis penelitian ini deskriptif yang menggunakan cross-sectional responden sebanyak semua balita yang ada di wilayah kerja puskesmas Puskesmas Batua Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil uji Chi-square test pada variable ini adalah A = 0. 002, lebih kecil dari tingkat kemaknaan yang ditentukan yaitu = 0. 05 Sehingga menunjukan bahwa ada hubungan antara Status Gizi dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Puskesmas Batua Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Hasil penelitian Rita dan Heru12 tentang aktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada Keadaan gizi buruk akan berdampak kepada penurunan reaksi kekebalan tubuh maka kemampuan tubuh dalam mempertahankan diri akan menurun sehingga akan mudah terkena serangan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di daerah pesisir Kota Sibolga. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dan cara penghitungan sampel diambil dengan mengacu pada tabel Issac dan Michael dengan derajat kesalahan 10 %, sehingga sampel yang diteliti sebanyak 265 dari jumlah populasi yang ada 7. 464 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ada hubungan antara status gizi dengan p value=0,001 dengan kejadian ISPA pada balita di daerah pesisir Kota Sibolga, dengan nilai RP 2,258 artinya balita yang memiliki status gizi buruk memiliki peluang 2,258 kali terkena ISPA dibandingkan dengan status gizi baik Hasil penelitian Seres Triola dkk13 tentang faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada status gizi mempengaruhi kerentanan terhadap infeksi yang terjadi pada balita Status Gizi merupakan kondisi keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan terhadap kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan dalam metabolisme tubuh, zat gizi yang dibutuhkan oleh masing-masing individu akan berbeda-beda tergantung dari usia, berat badan, jenis kelamin, aktivitas dan lain-lain. Dengan kondisi gizi yang bagus, maka tubuh memiliki kemampuan yang cukup untuk mempertahankan diri dari berbagai penyakit infeksi. Hasil analisis status gizi balita dengan kejadian ISPA pada balita menunjukkan persentase kejadian ISPA tertinggi terjadi pada balita dengan status gizi kurang . 0%) dibanding balita dengan status gizi baik . 1%). Hasil analisis secara statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara status gizi balita terhadap kejadian infeksi saluran pernapasan akut pada balita di wilayah kerja Pukesmas Bukit Sileh Kec. Lembang Jaya Kab. Solok . <0,. Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 69-82 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index Pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada Balita Hasil penelitan Urwatil14 tentang Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada Balita. Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini mengunakan survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 responden yang diperoleh dengan metode Purposive Sampling dan diuji dengan menggunakan uji FisherAos Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 90 responden yang diteliti, sebanyak 62 orang . ,9%) responden yang memiliki pengetahuan rendah terdapat 48 orang . ,3%) yang menderita ISPA dan 14 orang . ,6%) yang tidak menderita ISPA sedangkan responden yang memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 28 orang . ,1%), diantaranya yang menderita ISPA sebanyak 11 orang . ,2%) dan 17 orang . ,9%) yang tidak menderita ISPA. Dengan uji statistik diperoleh nilai p=0,000 dengan taraf signifikan . < ) dapat di simpulkan Ada hubungan antara pegetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tammerodo Kecamatan Tammerodo Kabupaten Majene Tahun 2017 Hasil penelitan Hendrik15 tentang analisis Faktor-Faktor Yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada Pengetahuan atau kognitif merupakan domain penting untuk terbentuknya tindakan seseorang . vert behavio. , ibu yang memiliki pengetahuan yang baik tentang ISPA akan membawa dampak positif bagi kesehatan anak karena resiko kejadian ISPA pada anak dapat dieliminasi seminimal mungkin. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini merupakan obsevasional analitik dengan menggunakan desain Cross-Sectional. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 responden diperoleh dengan metode Purposive Sampling dan diuji dengan menggunakan uji Chi square hasil penelitian terdapat Kejadian ISPA lebih banyak terjadi pada bayi dari ibu dengan tingkat pengetahuan rendah sebanyak 62 orang . ,9%), responden yang memiliki pengetahuan rendah terdapat yang menderita ISPA 48 orang . ,3%) dan 14 orang yang tidak menderita ISPA . ,6%) sedangkan responden yang memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 28 orang . ,1%), diantaranya yang menderita ISPA sebanyak 11 orang . ,2%) dan 17 orang . ,9%) yang tidak menderita ISPA. Dari hasil analisis bivariat diperoleh nilai p<0,05 artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Simpang Empat Kec. Simpang Empat Kabupaten Karo tahun 2017 Maryati dan Noka16 tentang Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan kejadian ISPA pada Balita, tingginya angka kejadian ISPA pada balita di Indonesia salah satunya disebabkan oleh pengetahuan ibu. Rendahnya pengetahuan bisa disebabkan karena pendidikan yang rendah, dan informasi yang kurang, pengetahuan ibu dapat mempengaruhi tindakan ibu tehadap pencegahan penyakit ISPA pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian ispa pada balita di poli umum puskesmas malaka jaya jakarta timur. Jenis penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian analitik survey dengan pendekatan cross-sectional, hasil penelitian dari 66 Responden. Hasil penelitian menunjukan pengetahun ibu berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Malaka Jaya Jakarta Timur Tahun 2018, dengan Uji Chis-quare didapatkan hasil p value <0,05 Diharapkan petugas atau perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan dan perlu mengadakan program penyuluhan tentang ISPA di Poli Umum Puskesmas Malaka Jaya Jakarta Timur. Menginformasikan lagi kepada masyarakat mengenai perkembangan kesehatan, khususnya penyakit ISPA dan memberikan pendidikan kesehatan . , dengan menggunakan penyebaran leaflet pada tempat yang strategis di pelayanan kesehatan dengan sebulan sekali. Hasil penelitian Riska Jalil dkk7 tentang Faktor-Faktor Yang berhubungan dengan Kejadian ISPA Pada Balita. Pengetahuan ibu adalah segala sesuatu yang diketahui oleh ibu terkait dengan ISPA yang meliputi pengertian ISPA, gejala, penyebab, pencegahan dan faktor risiko ISPA. Dalam penelitian ini, pengetahuan ibu tentang ISPA akan membentuk penilaian ibu untuk melakukan usaha dan tindakan terhadap terjadinya kejadian ISPA pada anaknya. Oleh karena itu pengetahuan merupakan komponen yang penting walaupun peningkatan pengetahuan tidak selalu menyebabkan terjadinya kejadian ISPA tetapi peningkatan pengetahuan mempunyai hubungan yang positif dengan terjadinya kejadian ISPA. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor Yang berhubungan dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kabangka Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional study. Jumlah sampel sebanyak 68 responden dari 237 total populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan ibu dengan P value = 0,029. Ibu yang memiliki pendidikan relatif tinggi cenderung memperhatikan kesehatan anak-anaknya dibandingkan dengan ibu-ibu yang berpendidikan rendah. Walaupun dengan pendidikan tidak bisa di ukur tingkat pengetahuan tetapi orang dengan tingkat pendidikan formalnya lebih tinggi cenderung akan mempunyai pengetahuan yang lebih dibandingkan orang dengan tingkat pendidikan formal yang lebih rendah, karena akan lebih mampu dan mudah memahami arti serta pentingnya kesehatan. Tingkat pendidikan mempengaruhi kesadaran akan pentingnya arti kesehatan bagi diri dan lingkungan yang dapat mendorong kebutuhan akan pelayanan kesehatan Ibu yang mempunyai tingkat pengetahuan baik tetapi anaknya menderita ISPA disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 69-82 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index terhadap anaknya karena ibu sibuk aktivitas sehingga ibu tidak dapat melakukan pencegahan sedini mungkin. Pengetahuan ibu yang cukup dan rendah disebabkan karena ketidaktauan ibu dalam tindakan pencegahan ISPA karena kurangnya pengetahuan ibu tentang penyakit ISPA. Diharapkan kepada pihak Puskesmas Kabangka lebih memperhatikan ibu yang mempunyai balita dan menambah volume pelaksanaan posyandu agar ibu mendapatkan pemahaman dan wawasan tentang penyakit ISPA. Hasil penelitian Shantrya dan Harry17 tentang Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita, tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit ISPA pada balita di wilayah kerja puskesmas gulai bancah kota Bukit Tinggi tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian dari 92 responden yang diperoleh menunjukkan Pengetahuan buruk . ,6%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA dengan hasil p-value = 0,0005. PR . % CI)= 21,875 . ,962-96,. Perilaku merokok dengan kejadian ISPA pada Balita Hasil penelitian Alfiah18 tentang Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Paccerakang Kota Makasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita. jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional sampel dalam penelitian berjumlah sebanyak 122 balita yang menderita ISPA dan didapatkan 42 sampel yang dilakukan dengan cara Aksidental sampling pada hasil penelitian diperoleh 42 responden menunjukan bahwa anggota keluarga yang merokok dan balita yang menderita ISPA sebanyak 24 . ,1%), anggota keluarga yang merokok dan balita yang tidak menderita ISPA sebanyak 5 . ,9%), balita yang menderita ISPA sebanyak 4 . ,5%) dan anggota keluarga yang tidak merokok dan balita yang tidak menderita ISPA sebanyak 9 . ,4%) dengan Hasil analisis uji chisquare diperoleh nilai p = 0. 026, karena nilai p < 0. dengan demikian maka Ho ditolak atau Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan keberadaan anggota keluarga yang merokok di Puskesmas Paccerakang Kota Makasar. Kebiasaan merokok orang tua dalam rumah menjadikan anak dan balita menjadi perokok pasif karena sering terpapar asap rokok. Asap rokok tersebut menyebabkan pencemaran udara dalam rumah yang dapat merusak mekanisme paru-paru. Asap rokok juga diketahui sebagai sumber oksidan. Jika terdapat asap rokok yang berlebihan maka dapat merusak sel paru-paru baik sel saluran pernapasan maupun sel jaringan paru seperti alveoi, maka sanga rentan bagi balita dan anak yang berada dalam lingkungan rumah tersebut Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk tidak merokok dan pentingnya menjaga kesehatan diri sendiri dan orang sekitar dan menghindari efek buruk dari merokok hasil penelitian dari 42 responden menunjukan bahwa status ekonomi responden yang mampu dan balita yang menderita ISPA sebanyak 5 . ,9%) Hasil penelitian Kamali19 tentang Faktor yang berhubungan dengan penyakit ISPA pada Balita di UPTD Puskesmas Air Molek Kabupaten Indragiri Hulu. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada Balita. jenis penelitian yaitu penelitian analitik pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang memiliki Balita yang ada di Desa Candirejo dengan sampel yaitu Kepala Keluarga yang memiliki Balita sebanyak 120 kepala keluarga yang diambil dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di desa Candirejo dapat diketahui bahwa perilaku kebiasaan merokok anggota keluarga di dalam rumah dan balita mengalami ISPA sebanyak 50 balita . ,7%), dengan nilai POR= 2,500 dan CI=95% artinya, kebiasaan anggota keluarga yang merokok di dalam rumah berpeluang 2,50 kali mengalami ISPA. Hasil uji statistik diperoleh P value yaitu 0,028. Hal ini menunjukkan Pvalue < 0,05 artinya terdapat hubungan antara kebiasaan anggota keluarga merokok di dalam rumah dengan Penyakit ISPA pada balita Dari hasil distribusi frekuensi di desa Candirejo masih banyak ditemukan anggota keluarga terutama kepala keluarga yang merokok di dalam rumah, sebanyak 120 kuesioner yang telah disebarkan kepada responden yang merokok di dalam rumah sebanyak 70 responden, yang tidak merokok di dalam rumah sebanyak 50 responden dan menurut hasil observasi peneliti responden merokok lebih dari 1 kali di dalam rumah dan terpapar langsung dengan balita. Kondisi ini menggambarkan bahwa masih banyak anggota keluarga yang tidak mengetahui dampak dari asap rokok sehingga menyebabkan ISPA pada balita. Hasil penelitian Dian dan Andriati Reny20 tentang Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Anak Balita. Balita yang memiliki orang tua perokok mempunyai risiko lebih besar terkena gangguan saluran pernapasan dengan gejala sesak nafas, batuk dan lendir berlebihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 99 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar anggota keluarga merokok yaitu sebanyak 68 responden . ,7%) dan anggota keluarga yang tidak merokok sebanyak 31 responden . ,3%). hasil menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok anggota Vol 6 No 2 Agustus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 6 No. 2 (Agustus, 2. No. Hal 69-82 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index keluarga dengan kejadian ISPA di Posyandu Melati Kelurahan Cibinong dengan nilai p-value 0,006. Balita dengan anggota keluarga yang merokok memiliki risiko terkena ISPA 3,966 kali lebih besar dibandingkan dengan balita yang anggota keluarganya tidak merokok. Diharapkan masyarakat atau keluarga yang memiliki balita untuk menghentikan kebiasaan merokok terutama di dalam rumah atau didekat balita. Diharapkan ibu yang memiliki anak untuk memberikan ASI ekslusif untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap kejadiaan ISPA. Hasil penelitian Muhammad Rizki17 tentang Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian Inpekswi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) PADA Balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit inspeksi saluran pernafasan atas (ISPA) pada balita di Puskesmas Salam Babaris Kabupaten Tapin tahun 2020. Jenis penelitian yaitu penelitian analitik dengan pendekatan cross Sampel pada penelitian adalah semua ibu balita yang berkunjung ke puskesmas Salam Babaris dengan rata-rata 121 kunjungan dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling yaitu 93 responden. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa kebiasaan merokok orang tua yaitu tidak mempunyai kebiasaan merokok sebesar 33 responden . ,5%) dan mempunyai kebiasaan merokok sebesar 60 responden . ,5%). Kebiasaan merokok beresiko meningkatkan kerusakan pembuluh darah dengan mengendapkan kolesterol pada pembuluh darah jantung koroner sehingga jantung bekerja lebih keras. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua mempunyai kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA sebesar 35 responden . ,3%). Hasil uji chi square . 2 ) dengan Continuity Correction didapat nilai signifikan . yaitu sebesar 0,018 dibandingkan dengan . = 5%, maka p value< 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada hubungan kebiasaan merokok orang tua dirumah terhadap kejadian penyakit inspeksi saluran pernafasan atas (ISPA) pada balita di Puskesmas Salam Babaris Kabupaten Tapin tahun 2020. Disarankan bagi orang tua disarankan mengurangi kebiasaan merokok dan bila merokok tidak didalam rumah sehingga mencegah resiko terjadinya ISPA. Hasil penelitian Muhammad20 tentang Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dengan kejadian ISPA di wilayah kerja UPT. Puskesmas Rawat Inap Berangas jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian observasional dengan menggunakan rancangan atau desain analitik atau cross-sectional hasil dari penelitian diperoleh Kejadian ISPA pada balita sebanyak 51 balita . ,0%). Anggota keluarga yang mempunyai kebiasaan merokok sebanyak 46 responden . ,8%). Hasil uji statistik . value = 0,. Ada hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja UPT. Puskesmas Rawat Inap Berangas Kabupaten Barito Kuala Tahun 2020 . value = 0,. sarankan pada Puskesmas agar dapat melakukan penyuluhan atau promosi secara berkala dan langsung kepada masyarakat tentang bahaya asap rokok di dalam rumah. Perlunya media misalkan televisi untuk menggantikan tenaga promosi menyampaikan penyuluhan tentang bahaya merokok jadi televisi ini bisa di putar berulangulang kali setiap hari untuk menambah informasi pasien waktu di ruang tunggu. Di sarankan bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga perokok untuk tidak membiasakan merokok di dalam rumah dengan cara menegur untuk merokok di luar rumah, dan peningkatan kesadaran perokok untuk berhenti merokok sama sekali dan bukan hanya untuk mengurangi merokok. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai Faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada Balita tahun 2021 menggunakan Systematic Review maka kesimpulan yang diperoleh adalah: Status Gizi pada balita dengan Kejadian ISPA pada memiliki hubungan bermakna berdasarkan 5 jurnal penelitian sebelumnya. Pengetahuan ibu dengan Kejadian ISPA pada Balita memiliki hubungan bermakna berdasarkan 5 jurnal penelitian sebelumnya. Perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada Balita memiliki hubungan bermakna berdasarkan 5 jurnal penelitian sebelumnya. REFERENSI