Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 87-95 Contents list available at JKP website Jurnal Kesehatan Perintis Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/JKP Locus of Control dan Self Efficacy dengan Kinerja Perawat Marlina Andriani*. Nentien Destri. Zahratul Hayati Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Mohammad Natsir. Sumatera Barat. Indonesia Article Information : Received 19 May 2025 . Accepted 29 June 2025. Published 30 June 2025 *Corresponding author: marlinaandrianitugas@gmail. ABSTRAK Kinerja perawat adalah pengimplementasian wewenang tugas dan tanggung jawab untuk mencapai tugas pokok profesi dan terwujudnya tujuan dan sasaran unit organisasi dalam memberikan asuhan keperawatan. Kinerja perawat dapat didorong dengan locus of control dan self efficacy yang tinggi sehingga kepercayaan perawat terhadap kemampuannya tinggi karena sifat tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan locus f control dan self efficacy dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang. Penelitian ini merupakan pjenis penelitian deskriptif kolerasi dengan pendekatan cross sectional terhadap 44 orang perawat yang bekerja di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang. Adanya hubungan yang signifikan antara locus of control dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang, diperoleh hasil P Value <0. 001dan juga adanya hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang, diperoleh hasil P Value <0. Pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara locs of control dan self efficacy terhadap kinerja perawata di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang. Kata kunci : Locus of control, self efficacy, kinerja ABSTRAC The performance of nurses is the implementation of the authority, duties, and responsibilities to achieve the core tasks of the profession and the realization of the goals and objectives of the organizational unit in providing nursing care. Nurse performance can be motivated by a high locus of control and self-efficacy, thereby increasing nurses' confidence in their abilities due to their persistence in solving problems. This study aims to determine the relationship between locus of control and self-efficacy with nurse performance at Ibnu Sina Islamic Hospital in Padang Panjang. This research is a type of correlational descriptive study with a crosectional approach involving 44 nurses working at Ibnu Sina Islamic Hospital in Padang Panjang. There is a significant relationship between locus of control and the performance of nurses at the Ibnu Sina Islamic Hospital in Padang Panjang, with a P Value of <0. 001, and there is also a significant relationship between self-efficacy and the performance of nurses at the Ibnu Sina Islamic Hospital in Padang Panjang, also with a P Value of <0. This study found a significant relationship between locus of control and self-efficacy with the performance A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 87-95 of nurses at the Ibnu Sina Islamic Hospital in Padang Panjang. Keyword : Locus of control, self efficacy, nurse perofrmance PENDAHULUAN Rumah sakit adalah adalah fasilitas menyelenggarakan pelayanan kesehatan perseorangan secara paripurna melalui pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan atau paliatif dengan menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan Gawat Darurat (Undang Undang Kesehatan No 17 tahun 2. Rumah Permenkes No. 3 tahun 2020, berperan penting dalam sistem pelayanan kesehatan kesehatan yang memiliki staf professional medis yang terorganisir, dan fasilitas rawat inap, dengan memberikan pelayanan medis, keperawatan dan layanan terkait 24 jam per hari, 7 hari per-minggu dan memberikan pelayanan kesehatan lengkap kepada masyarakat, baik kuratif maupun Selain itu, rumah sakit juga berfungsi sebagai tempat pendidikan tenaga kesehatan dan tempat penelitian. Rumah sakit adalah institusi pelayanan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat (Ismainar et al. , 2. Keberhasilan dipengaruhi oleh kinerja . ob performanc. dari karyawannya. Kinerja atau prestasi kerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam melakukan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan Faktor yang mempengaruhi kinerja adalah kemampuan . dan faktor motivasi. Setiap organisasi maupun meningkatkan kinerja pegawai untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan (Mangkunegara, 2008. Onsardi. Perawat merupakan sumber daya manusia yang ikut mewarnai pelayanan kesehatan di rumah sakit, karena selain jumlahnya yang dominan, juga merupakan profesi yang memberikan pelayanan yang konstan dan terus-menerus selama 24 jam kepada pasien setiap hari. Pelayanan keperawatan memberi konstribusi dalam menentukan kualitas pelayanan di rumah sakit, sehingga setiap upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit harus juga disertai upaya untuk meningkatkan kualitas. (Pujiani & Mulyono. Kinerja berhubungan erat dengan sikap dari karyawan terhadap pekerjaannya sendiri, situasi kerja, kerja sama antar pimpinan dan sesama karyawan. Menurut Siagian . mendefinisikan kinerja sebagai suatu keseluruhan kemampuan seseorang untuk bekerja sedemikian rupa sehingga mencapai tujuan kerja secara optimal dan berbagai sasaran yang telah diciptakan dengan pengorbanan yang secara rasio lebih kecil dibandingkan dengan hasil yang dicapai. Locus of control merupakan salah satu faktor penentu kinerja individu selain variabel kemampuan pribadi lainnya. Organisasi pasti memiliki komitmen organisasional pada dasarnya berkaitan terhadap organisasi. Dengan adanya kebutuhan karyawan yang dapat terpenuhi melalui pekerjaan yang dilakukannya akan menimbulkan suatu komitmen dari pihak pengaruh besar terhadap kelangsungan Organisasi membutuhkan karyawan yang bersedia untuk bekerja keras demi kepentingan organisasi dan bersedia terlibat secara penuh dalam upaya mencapai tujuan dan kelangsungan hidup organisasi. (Agung. R Locus of control dan self efficacy dianggap sebagai faktor psikologis yang paling mempengaruhi kinerja perawat. Kinerja yang baik dapat tercapai jika perawat mempunyai pengendalian diri, kemampuan dan motivasi, serta keyakinan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab (Penambunan, 2. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat adanya pengaruh yang signifikan A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 87-95 antara locus of control terhadap kinerja karena nilai signfikan sebesar 0,006 lebih kecil dari 0,05. Artinya semakin meningkat locus of control pada perawat RSUD Hasanuddin Damrah Manna maka kinerja Hal pengendalian diri dari para perawat maka kinerja karyawan akan meningkat (Agung. R 2. Penelitian pendapat Robbins dan Judge . mendefinisikan locus of control sebagai tingkat dimana individu yakin bahwa mereka adalah penentu nasib mereka Internal adalah sikap dari individu yang memiliki suatu keyakinan bahwa dirinya merupakan pemegang kendali atas apa-apa pun yang terjadi pada dirinya sendiri, sedangkan eksternal adalah seseoarang memiliki keyakinan bahwa yang terjadi pada diri mereka dikendalikan oleh kekuatan luar seperti keberuntungan Hasil mendukung penelitian terdahulu yang dilkukan oleh Yanti. yang menemukan adanya pengaruh yang signifikan antara locus of control terhadap Penelitian ini juga sama dengan penelitian Rano Purnomo . dengan hasil penelitian adanya pengaruh locus of control terhadap kinerja. (Agung. R 2. Self-efficacy mengenai seberapa bagus diri dapat berfungsi dalam situasi tertentu. Self efficacy adalah sebuah keyakinan tentang probabilitas bahwa seseorang dapat melaksanakan dengan sukses beberapa tindakan atau masa depan dan mencapai beberapa hasil. Efikasi diri mencerminkan suatu keyakinan individu sesaat disaat kemampuan mereka melaksanakan suatu tugas spesifik pada suatu tingkatan kinerja yang spesifik. Self efficacy akan mendorong seseorang lebih bersemangat mencapai hasil optimal dalam kinerjanya, hal ini dibuktikan dengan penelitian. Agung, . Penelitian oleh Yulianti dan Hartati . menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki hubungan positif signifikan terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), di mana perawat menunjukkan inisiatif dan tanggung jawab tugas-tugas Namun, penelitian ini tidak mengkaji peran locus of control sebagai variabel yang juga berpengaruh terhadap motivasi dan persepsi terhadap tanggung jawab kerja. Sebaliknya, penelitian Setyawati et . meneliti pengaruh locus of control terhadap kinerja karyawan di sektor kesehatan, dan menemukan bahwa individu dengan internal locus of control cenderung memiliki kinerja lebih baik. Akan tetapi, penelitian ini tidak menggabungkan self-efficacy sebagai variabel yang dapat memediasi atau memperkuat pengaruh locus of control terhadap kinerja. Lebih lanjut. Nursalam et al. mengintegrasikan faktor psikologis dengan menitikberatkan pada pengaruh beban kerja dan stres kerja terhadap performa, tanpa menyentuh aspek kepercayaan diri . elf-efficac. atau kontrol diri . ocus of Dengan memahami hubungan antara locus of control dan self-efficacy terhadap kinerja perawat, maka institusi pelayanan kesehatan dapat merancang strategi pengembangan sumber daya manusia yang lebih tepat sasaran. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan mutu Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang merupakan rumah sakit tipe D yang memiliki 44 orang perawat. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan bahwa terjadinya kenaikan dan penurunan kinerja perawat selama sepuluh tahun terakhir . dari 10 orang perawat mengatakan bahwa hambatan yang terjadi yaitu kurangnya tenaga kerja sehingga perawat dituntut agar selalu siap untuk ditempatkan di mana saja untuk memenuhi kekurangan tenaga kerja Hal ini berdampak pada locus of control dan self efficacy perawat, dibuktikan dengan banyak nya keluhan perawat yang tidak mampu mengontrol diri, tidak percaya diri, kurang termotivasi, ragu dalam melaksanakan tugas dan masih sering terjadi kesalahan dalam bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara locus of control dan self efficacy terhadap kinerja perawat di Rumah A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 87-95 Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi untuk mengetahui hubungan antara locus of control dan self efficacy sebagai variabel independen dengan kinerja perawat pelaksana sebagai variabel Pendekatan yang digunakan adalah cross-sectional, yaitu pengambilan data dilakukan dalam satu waktu yang sama (Nursalam, 2. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode non-probability sampling menggunakan teknik total sampling, yakni seluruh anggota populasi dijadikan sebagai responden. Dengan demikian, sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di instalasi rawat inap RSI Ibnu Sina Padang Panjang yang berjumlah 44 orang. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang pada tanggal 2 Agustus Ae 11 Agustus. Instrumen pada penelitian ini berupa kuesioner yang terdiri dari dua bagian yaitu locus of control, dan self efficacy, dengan kinerja perawat dengan memberikan kuesioner kepada masing-masing menggunakan skala likert yang terdiri dari pertanyaan positif dan pertanyaan negatif. Hasil uji validitas kuesioner locus of control dengan rentang 0. 499 - 0. 729, self efficacy dengan rentang nilai t value 11. 83 - 18. dan kinerja perawat dengan hasil uji validitas dengan rentang 0. 462 Ae 0. Dan data dianalisis menggunakan uji statistik spearman rank dengan nilai p value <0. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan table 1 dapat dilihat bahwa lebih dari separuh perawat pelaksana memiliki tingkat locus of control sedang yaitu Orang . ,7%) dan perawat yang memiliki tingkat locus of control yang tinggi yaitu sebanyak 23 Orang . ,3%). Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Adelia . dari 155 responden, terdapat 137 . ,4%) perawat yang mengatakan locus of control baik. Sebagian besar perawat memiliki locus of control yang baik yaitu 108 . ,7%) baik terhadap kinerja perawat dan Sebagian kecil memiliki locus of control kurang baik 29 . ,6%) kurang baik terhadap kinerja perawat (Adelia et al. Hasil uji parsial diperoleh nilai signifikan 0,044 lebih kecil dari pada tarif signifikan 0,050 . Dan sesuai juga dengan penelitian yang dilakukan oleh (Pinori et al. , 2. di RS Bhayangkara TK i Manado dengan hasil perawat memiliki locus of control yang baik dengan nilai Menurut Julian B. Rotter locus of control merupakan keyakinan individu akan mampu atau tidaknya mengontrol nasib Locus of control berperan dalam motivasi, lokus kendali . ocus of contro. yang berbeda bisa mencerminkan motivasi yang berbeda dan kinerja yang berbeda. Locus of control internal akan cenderung lebih sukses dalam karir mereka daripada locus of control eksternal, mereka cenderung mempunyai level kerja yang lebih tinggi, promosi yang lebih cepat dan mendapatkan uang yang lebih (Suprianto. Menurut analisa peneliti terkait hasil pengukuran locus of control pada perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang, dapat dilihat dari analisa kuesioner sebanyak 44 perawat, 23 perawat . memiliki tingkat locus of control yang tinggi. Dapat diartikan bahwa perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang memiliki tingkat locus of control sedang dengan persentase 47. Locus of control memungkinkan bahwa perilaku individu dalam situasi konflik dapat dipengaruhi oleh karakteristik locus of control dimana individu mampu Tabel 1. Locus of control perawat, self efficacy dan kinerja perawat Variabel Locus of control Sedang Tinggi Self Efficacy Sedang Tinggi Kinerja Sedang Tinggi A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 87-95 mengendalikan dirinya dalam situasi apapun dan dapat mengambil keputusan yang lebih etis. Locus of control yang dimiliki oleh perawat mampu meningkatkan kinerja perawat dalam bekerja karena perawat selalu bekerja keras melayani pasien tanpa memecahkan masalah yang dihadapinya dalam bekerja, perawat yakin bahwa semua keberhasilan yang mereka capai dalam kehidupannya merupakan usaha dia sendiri. Dalam bekerja perawat memiliki keyakinan terhadap kemampuan dirinya sehingga membuat perawat memiliki kepercayaan dalam mengobati pasien. (Rahayuningsih et , 2. Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa tidak lebih dari separoh dari perawat memiliki tingkat self efficacy sedang yaitu sebanyak 17 orang . ,6%) dan perawat yang memiliki tingkat self efficacy yang tinggi yaitu sebanyak 27 orang . ,4%). Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . andayani, 2. yang dilakukan di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen menunjukkan hasil self efficacy perawat yaitu sebesar 54% dengan kriteria Dan sesuai juga dengan penelitian yang dilakukan oleh (Agung, 2. di RSUD Hasanuddin Damrah Manna dengan hasil perawat memiliki self efficacy dengan kriteria baik 3,91. Bandura menjelaskan bahwa self efficacy ialah keyakinan seseorang bahwa melaksanakan pekerjaannya dengan baik dalam setiap situasi. Borj Alilu. et al . mendefinisikan self efficacy adalah hasil dari reaksi emosional dan juga pola pikir sehingga dapat membentuk suatu perilaku individu. Efikasi diri memiliki nilai positif yaitu individu dapat mengukur menimbulkan sesuatu yang diinginkan. Efikasi diri yang baik diapresiasikan untuk mendorong diri secara psikologis agar mampu bekerja dengan baik, tertata dan teristimewa apabila target yang akan diraih merupakan target yang jelas. Efikasi diri sering kali berkaitan dengan penentuan tingkah laku, dan keseriusan seseorang untuk menyelesaikan permasalahan yang Efikasi diri perlahan-lahan akan meningkat terus-menerus seiring dengan meningkatnya kapabilitas dan makin banyak situasi yang dihadapi (E. Sinaga, 2. Menurut analisa peneliti terkait hasil pengukuran self efficacy pada perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang, dapat dilihat dari analisa kuesioner sebanyak 44 perawat, 27 perawat . memiliki tingkat self efficacy yang tinggi. Dapat diartikan bahwa perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang memiliki tingkat self efficacy sedang dengan Self efficacy terdiri dari tiga indikator yaitu Magnitude, generality, dan strength . Self efficacy magnitude tingkah laku dan diukur melalui tugas yang menunjukan variasi kesulitan tugas. Self efficacy generality adalah keyakinan individu sejauh mana kemampuannya untuk melaksanakan tugas dalam situasi apapun. Self efficacy strength adalah kepercayaan diri individu yang kuat terhadap kemampuan menunjukkan bahwa ia mampu walaupun belum memiliki pengalaman dan sanggup . andayani, 2. Berdasarkan table 1 dapat dilihat bahwa tidak lebih separoh dari perawat memiliki Kinerja sedang yaitu sebanyak 16 orang . ,4%) dan perawat yang memiliki kinerja yang tinggi yaitu sebanyak 28 orang . 6%). Penelitian Ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . andayani, 2. yang dilakukan di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen menunjukkan hasil kinerja perawat yaitu sebesar 57% dengan kriteria baik. Begitu juga dengan penelitian (Suprianto, 2. yang dilakukan di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa menunjukkan hasil kinerja perawat yaitu sebesar 93% dengan kriteria baik. Dan sesuai juga dengan penelitian yang dilakukan oleh (Agung, 2. di RSUD Hasanuddin Damrah Manna dengan hasil perawat memiliki kinerja dengan kriteria baik 4,08. Kinerja perawat menggambarkan aktivitas yang dilakukan perawat kepada pasien melalui pelaksanaan asuhan keperawatan agar pelayanan kesehatan yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab perawat. A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 87-95 Tabel 2. Hubungan Locus of Control. Self efficacy dengan kinerja perawat Di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang Kinerja Variabel Locus of control Sedang Tinggi Self Efficacy Sedang Tinggi Sedang Tinggi Nursalam . menyatakan bahwa kinerja perawat merupakan aplikasi dari pengetahuan dan kemampuan yang telah diperoleh selama mengikuti pendidikan sebagai perawat agar dapat menerapkan ilmu dalam memberikan pelayanan serta meningkatkan derajat kesehatan dan melayani pasien sesuai dengan tugas, fungsi dan kompetensi yang dimiliki. Keberhasilan dan pelayanan keperawatan sangat ditentukan oleh kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan (Andriani M. Sri Hayulita, 2. Menurut analisa peneliti terkait hasil pengukuran kinerja perawat pada perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang, dapat dilihat dari analisa kuesioner sebanyak 44 perawat, 28 perawat . memiliki tingkat kinerja yang tinggi. Dapat diartikan bahwa perawat di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang memiliki tingkat kinerja sedang dengan persentase Kinerja perawat dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu : yang pertama yaitu faktor individu diantaranya yaitu kemampuan dan keterampilan yang dimiliki perawat, latar belakang perawat dan demografi perawat. Yang kedua yaitu faktor psikologi diantaranya yaitu persepsi, sikap, kepribadia, belajar dan motivasi. Dan faktor yang ketiga yaitu factor organisasi diantaranya yaitu sumber daya . arana dan imbalan, struktur, dan desain pekerjaan. Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat bahwa 21 orang perawat yang memiliki locus of control yang sedang 14 orang . 7%) diantaranya memiliki kinerja yang sedang dan 7 orang . 3%) lainnya memiliki kinerja yang tinggi. Sedangkan 30 Total Nilai p <0,001 <0,001 orang perawat lainnya memiliki locus of control tinggi dimana 2 orang . diantaranya memiliki kinerja yang sedang dan 21 orang . 3%) lainnya memiliki kinerja tinggi. Hasil analisis hubungan locus of control dengan kinerja perawar diperoleh dan p-value < 0. ign<0. , berarti Ha diterima yaitu adanya hubungan antara locus of control dengan kinerja perawat, dan nilai rho = 0. 602, artinya korelasi antara locus of control dengan kinerja perawat Penelitian penelitian yang dilakukan oleh (Agung, 2. di RSUD Hasanuddin Damrah Manna yang mana berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat adanya pengaruh yang signifikan antara locus of control terhadap kinerja karena nilai signfikan sebesar 0,006 lebih kecil dari 0,05. Artinya semakin meningkat locus of control pada perawat RSUD Hasanuddin Damrah Manna maka kinerja juga akan meningkat. Hal ini pengendalian diri dari para perawat maka kinerja karyawan akan meningkat. Menurut analisis peneliti locus of control dapat mempengaruhi kinerja perawat karena adanya pengendalian diri yang baik oleh perawat dalam setiap Jika mengendalikan diri dengan baik maka perawat akan mampu melaksanakan tugas dan melaksanakan asuhan keperawata keperawatan sesuai standarisasi yang sudah ditetapkan. Sehingga jika perawat memiliki pengendalian diri yang baik maka ia akan berusaha sebaik mungkin untuk menuntaskan pekerjaan dengan baik, lebih A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 87-95 melaksanakan tugas tanpa ada paksaan dan memiliki inisiatif yang tinggi (Suprianto. Perawat yang memiliki tingkat locus of control yang sedang namun memiliki kinerja yang tinggi bisa terjadi karna ada faktor lainnya yang dapat memperkuat perawat untuk menghasilkan tugas yang baik, seperti perawat memiliki kemampuan dan keahlian dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Dan juga factor pendukung lainnya seperti kepemimpinan yang baik dan terstruktur, adanya imbalan yang sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan dan desain pekerjaan yang memudahkan individu mengetahui apa apa saja tanggung jawab yang ia pegang. Dan berbanding terbalik dengan perawat yang memiliki tingkat locus of control yang tinggi namun memiliki kinerja yang rendah, hal ini bisa terjadi karena factor factor lain yang dapat menghambat perawat dalam melaksanakan tugas seperti adanya konflik antar perawat, tidak sesuainya reward yang didapat dengan usaha yang diberikan , ataupun gaya kepemimpinan yang kurang baik. Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat bahwa 17 orang perawat yang memiliki self efficacy sedang, 14 orang . diantaranya memiliki kinerja sedang dan 3 orang . 6%) lainnya memiliki kinerja yang Sedangkan 27 orang perawat lainnya memiliki self efficacy yang tinggi, 2 orang . 4%) diantaranya memiliki kinerja sedang dan 25 orang . 6%) lainnya memiliki kinerja yang tinggi. Hasil analisis hubungan self efficacy dengan kinerja perawar diperoleh dan p-value < 0. ign<0. , berarti Ha diterima yaitu adanya hubungan antara self efficacy dengan kinerja perawat, dan nilai rho = 759, artinya korelasi antara self efficacy dengan kinerja perawat sangat kuat. Penelitian penelitian yang dilakukan oleh (Agung, 2. di RSUD Hasanuddin Damrah Manna yang mana hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel self efficacy berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat karena nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Artinya semakin meningkat self efficacy maka kinerja perawat pada RSUD Hasanuddin Damrah Manna juga akan Menurut analisa peneliti self efficacy dapat mempengaruhi kinerja perawat karena adanya kepercayaan diri yang tinggi oleh perawat dalam setiap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Jika perawat memiliki kepercayaan diri yang tinggi, maka kemampuannya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya agar dapat memberikan hasil yang terbaik. Sehingga jika perawat memiliki kepercayaan diri yang tinggi maka ia akan berusaha sebaik mungkin untuk menuntaskan pekerjaan dengan baik, lebih termotivasi untuk menambah ilmu, melaksanakan tugas tanpa ada paksaan dan tidak ragu untuk memberikan masukan jika ada hal yang menurutnya itu tidak sesuai dengan Berdasarkan teori locus of control, pada hasil analisis univariat perilaku perawat dalam situasi konflik dipengaruhi oleh karakteristik umur, pendidikan terakhir. Dimana mempengaruhi locus of control dikarenaka umur dapat mempengaruhi kemampuan individu dalam mengambil keputusan yang cepat sangat penting untuk menangani setiap pasien yang masuk. Selanjutnya yaitu pendidikan terakhir dimana perawat dengan pendidikan sarjanah memiliki tingkat otonomi yang lebih tinggi di ruang perawatan intensif berkat kemampuan berfikir kritis dan kognitif yang lebih baik, hal ini karena perawat dengan gelar sarjana pengetahuan dasar dengan praktek, serta pertimbangan rasionalitas tindakan yang Terakhir yaitu lama kerja, semakin lama seseorang bekerja semakin berpengalaman dan paham terhadap mendorong tanggung jawab yang lebih besar terhadap pekerjaannya. Locus of control internal, yang menganggap bahwa hasil baik atau buruk berasal dari kemampuan atau faktor internal individu itu Individu dengan locus of control internal cenderung percaya bahwa mereka memiliki kendali atas hasil kejadian dan cenderung membuat keputusan yang lebih A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 12 . 2025: 87-95 etis dan independen. Efikasi Diri berhubungan dengan kinerja perawat pelaksana di sebabkan karena efikasi diri yang tinggi akan memampukan individu untuk mengukur keunggulan dan kelemahannya dalam menyelesaikan suatu tugas. Penyelesaian tugas-tugas Oleh karena itu jika seseorang menyelesaikan tugas sesuai dengan yang diharapkan atau bahkan melebihi yang diharapkan maka ini akan mendorong individu untuk menyelesaikan tugasnya dengan baik (Kurra & Yoana Maria Maria B Aty,2. KESIMPULAN Berdasarkan didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara locus of control dan self Diharapkan memperhatikan aspek kepribadian para perawat sehingga dapat meningkatkan kinerja secara maksimal dan juga dapat meminimalkan kejenuhan kerja yang dialami para perawat dengan rotasi pekerjaan yang efektif. Dan perlunya menyusun program kegiatan atau pelatihan untuk memberi edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keyakinan diri perawat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat berguna sebagai data dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya di ruang lingkup keperwatatan khususnya pada REFERENSI