Toleransi Antar Aliran Beragama. Agama Islam Dalam Perspektif Muhammadiyah Sakana Tiswi Miswala dan Muh. Nur Rochim Maksum Variasi Ortografi Khusus Pegon Dalam Teks SyiAoir Tandha Qiyamat Ratna Nur Fatimah Irakusuma dan Hendrokumoro Signifikansi Argumentasi Kesejarahan Dalam Memahami Sabda Nabi Saw. Implementasi Ali Mustafa Yaqub Mohamad Shofin Sugito Strategi Dakwah Wasathiyyah Sebagai Jalan Penguatan Moderasi Beragama Dalam Masyarakat Multikultural Retna Dwi Estuningtyas Resistensi Tradisional: Haji Jole dan Perlawanan Rakyat Bekasi Menghadapi Pasukan Nica 1945 - 1950 Andriyansyah Menolak Tunduk: Hak Tawan Karang Dalam Diskursus Hukum Pelayaran Internasional di Hindia Belanda di Akhir Abad XIX Triana Aprianita dan Johan Wahyudhi Manajemen Komitmen Dalam Profesi Mengajar Ade Eva Fauziah dan Suhada Dinamika Kelompok. Daya Tarik Interpersonal Dan Perkembangannya Maulida Umi Masitoh dan Suhada Volume 13 . issue 2 . Volume 13 . issue 2 . Vol. 13 - Issue 2 Ae 2024 The International Journal of Pegon: Islam Nusantara Civilization published by Islam Nusantara Center Foundation. This journal specialized academic journal dealing with the theme of religious civilization and literature in Indonesia and Southeast Asia. The subject covers textual and fieldwork studies with perspectives of philosophy, philology, sociology, antropology, archeology, art, history, and many more. This journal invites scholars from Indonesia and non Indonesia to contribute and enrich the studies published in this journal. This journal published twice a year with the articles written in Indonesian. Pegon. Arabic and English and with the fair procedure of blind peer-review. Editorial Team Managing Editor Mohamad Shofin Sugito Peer Reviewer Abdurahman MasAoud (Ministry of Religious Affairs. The Republic of Indonesi. Oman Fathurrahman (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesi. Harissuddin (State Islamic University of Jember. Indonesi. KH. Abdul MunAoim DZ (The Vice General Secretary of PBNU) Farid F. Saenong (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesi. Ngatawi al Zastrouw (University of Nahdlatul Ulama Indonesi. Islah Gusmian (State Islamic University of Surakarta. Indonesi. Zainul Milal Bizawie (Islam Nusantara Center Jakarta. Indonesi. Editors Johan Wahyudi Mohammad Taufiq Ahmad Ali Asistant Editors Muhammad Anwar Zainal Abidin Zainul Wafa ISSN 2621-4938 e-ISSN 2621-4946 Published by: ISLAM NUSANTARA CENTER (INC) Jl. Kemital Blok E No. Perum. Ciputat Baru. Kel. Kp. Sawah. Kec. Ciputat Kota Tangerang Selatan 15413 http: //ejournalpegon. com/ojs/ Islam Nusantara Center TABLE OF CONTENTS The International Journal of PEGON Islam Nusantara Civilization Vol. 13 - Issue 2 Ae 2024 Table of Contents . TOLERANSI ANTAR ALIRAN BERAGAMA, AGAMA ISLAM DALAM PERSPEKTIF MUHAMMADIYAH Sakana Tiswi Miswala dan Muh. Nur Rochim Maksum . VARIASI ORTOGRAFI KHUSUS PEGON DALAM TEKS SYIAoIR TANDHA QIYAMAT Ratna Nur Fatimah Irakusuma dan Hendrokumoro . SIGNIFIKANSI ARGUMENTASI KESEJARAHAN DALAM MEMAHAMI SABDA NABI SAW. IMPLEMENTASI ALI MUSTAFA YAQUB Mohamad Shofin Sugito . STRATEGI DAKWAH WASATHIYYAH SEBAGAI JALAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL Retna Dwi Estuningtyas . RESISTENSI TRADISIONAL: HAJI JOLE DAN PERLAWANAN RAKYAT BEKASI MENGHADAPI PASUKAN NICA 1945 - 1950 Andriyansyah . MENOLAK TUNDUK: HAK TAWAN KARANG DALAM DISKURSUS HUKUM PELAYARAN INTERNASIONAL DI HINDIA BELANDA DI AKHIR ABAD XIX Triana Aprianita dan Johan Wahyudhi . THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION MANAJEMEN KOMITMEN DALAM PROFESI MENGAJAR Ade Eva Fauziah dan Suhada . DINAMIKA KELOMPOK. DAYA TARIK INTERPERSONAL DAN PERKEMBANGANNYA Maulida Umi Masitoh dan Suhada . Vol. 13 - Issue 2 Ae Desember 2024 AASignifikansi Argumentasi Kesejarahan Dalam Memahami Sabda Nabi Saw. AASIGNIFIKANSI ARGUMENTASIAA AAKESEJARAHAN DALAM MEMAHAMIAA AASABDA NABI SAW. IMPLEMENTASI ALIAA AAMUSTAFA YAQUBAA AAMohamad Shofin SugitoAA AAUIN Sultan Maulana Hasanuddin BantenAA AAMohamad. shofin@uinbanten. idAA AADOI: https://doi. org/10. 51925/inc. AEA AeA AeA AeA AeA AOEI eA AIOIA eA A IOA. AeOEOE uOIO IOIEOO OIOAOEI O eOIOI O ON EIA Ae eA AOIOEOOI uOIO IO eOIEI OIOEOOI EO eA AOEOOA EOEOOAA. AOOEI OI eOIOEIA Ae cA AOEI O eI eA AEOI eA AuOIO O eI uEI I uOEIO ONA . AuEI OA Ao IOIOIA AeA AOIEO O OIO EN eA A IO OuO E O IOEOE I EEOA ,AIIOI eA AIOIOcuO OONA AeA AeA AOI EOEOII I eA AIE O OA ,AuOE OI eA AAONA AEO O NO uOIOA . AOA ,AuOIOA AeA AI eA AOE I IEOE oc eA AuOI eA AIOIO EOI uOEIOA AOO OA . AOI OIOEOIA,AA AIOOA AeA AeA AeA AeA AeA AeA AeA AON O IOIOEA . AOI IOEO uOIOO O oA ,AOEOE uOIO IOIOOEI ONOIA AOAO EO EO IAAO OCOA ,AEIA ,AO EOI OA ,AI uII O IOA AO eOIOI NO eA A IO IOOEI eOAE OIO O eA Ao eA AOOAe ,AOEOE eA AuCEEAe . AOEuOIA AeA AOIOI O ON IOOEI OIOEI eOIO O eA AoA AOI O OIO O I EEOA ,AI eA AeA AeA AIOIA eA AOEI I IOA ,AuOE OI uONA ,AIOEOA ,AI NOOI OOEA. AIOINIO IA AeA AeA AE EOIIOAe :AA A IO AA. AA. AOA ,AEO IAAO OCOA ,AuOEIO ONAe ,AOIOI OA. AA39AA AATHE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON::AA AAISLAM NUSANTARA CIVILIZATIONAA Mohamad Shofin Sugito Abstrak Artikel ini menganalisis signifikansi argumentasi sejarah dalam menafsirkan sabda Nabi. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kajian tersebut menunjukkan paradigma integrasi antara Islam dan ilmu sejarah. Islam yang dimaksud di sini adalah sabda Nabi sebagai kitab besar milik masa lalu, namun mempunyai pengaruh paling besar hingga saat ini. Jadi, ini tentang kekejaman dan dampak yang besar, baik secara harfiah maupun interpretasi. Dengan demikian, teks dan cakrawala situasinya menjadi kajian ilmu sejarah yang menarik. Dengan mengkaji integrasi tersebut, artikel ini memberikan perhatian khusus kepada Ali Mustafa Yaqub. Ulama. Pengajar kajian hadis, dan Imam Besar Masjid Istiqlal. Terakhir, artikel tersebut berargumen bahwa sabda Nabi merupakan artefak suci yang berkaitan dengan orang suci di masa lalu, dan argumentasi sejarah merupakan pendekatan penting yang berupaya memahami dan menafsirkan ajaran Nabi, baik tentang ibadah, moralitas, dan hubungan Kata Kunci. Sabda Nabi Saw. Ali Mustafa Yaqub. Ilmu Sejarah. Argumentasi Abstract The article analyses the significancy of historical argumentation in interpreting The ProphetAos sayings. The research uses library research within qualitative-descriptive approach. The study demonstrates the paradigm of integration between Islam and historical science. Islam here means the ProphetsAos sayings as a great text belonging to the past, but having biggest influence to the present. So, it is about great outhority and impact, either literally or interpretively. Thus, the text and its horizon of situation become an interesting study of historical science. By examining the integration, the article pays the particular attention to Ali Mustafa Yaqub. Ulama. Lecture on hadith studies, and great Imam of Istiqlal Mosque. Finally. The article argues that the ProphetAos sayings are a sacral artifact relating to holy man in the past, and the historical argumentation is an important approach working to understand and interprate the ProphetAos teachings, either its about worship, morality and social relationship. Keyword. Hadits. Ali Mustafa Yaqub. History. Argumentation. Vol. 13 - Issue 2 Ae Desember 2024 Signifikansi Argumentasi Kesejarahan Dalam Memahami Sabda Nabi Saw. PENDAHULUAN erm AoSejarahAo adalah sebuah idiom berbahasa Indonesia. Sedangkan dalam bahasa Inggris diredaksikan dengan term AohistoryAo, dalam bahasa Prancis menggunakan term AohistoireAo, dalam bahasa Yunani dikenal term AoistoriaAo, dalam bahasa Arab menggunakan term A( OAtarik. , dalam bahasa Jerman dikenal term geschichte,1 dan dalam bahasa Belanda menggunakan term AogeschiedenisAo. Kesemua istilah tersebut merujuk pada arti. kejadiankejadian yang menyangkut manusia dan lakunya di masa lampau. Lalu, para ilmuwan bidang ini, yang diantaranya, adalah. Marc Bloch . memberikan definisi sejarah sebagai aktivitasaktivitas manusia di masa lalu. Juga. Huizinga . menyebutkan sejarah sebagai bentuk intelektual di mana suatu peradaban menceritakan dirinya sendiri mengenai masa lalunya. Kemudian. Raymond Aron . menyebutkan sejarah dengan kajian tentang masa lalu manusia. 3 Dengan demikian, dapat ditarik benang merah bahwa, ada dua kata kunci dalam memahami definisi sejarah, yaitu. peristiwa dan masa lalu. Uniknya. Charles Seinobos sebagaimana dikutip Gottschalk procede de conaisance, yang artinya Sejarah bukanlah suatu ilmu, melainkan suatu Metode dan/atau Cara. 4 Semangat Seinobos ini tentunya bukan hendak menafikan AoSejarah sebagai ilmuAo, akantetapi menekankan pentingnya Sejarah sebagai Metode. Maka. Metode Sejarah bukan hanya sekedar metode penelitian historis saja, melainkan juga signifikan pada disiplin ilmu-ilmu lain. ________________ Samsul Munir Amin. Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: AMZAH, 2. Baca: Cassier Ernest. Manusia dan Sejarah, . , (Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta, 1. , h. Baca: Jelius Sjamsuddin. Metodologi Sejarah, (Yogyakarta: Ombak, 2. Louis Gottaschalk. Mengerti Sejarah. Terj. Nugraha Noto Susanto, (Jakarta. UI Press, 2. , h. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Mohamad Shofin Sugito Kemudian, dalam diskusi Sejarah dikenal term Causal Arguments, yang merupakan bagian dari Ekplanasi Sejarah. Argumentasi ini menjadi penting karena merupakan hal yang mendasar dalam Alasan Sejarah. Sehingga, seorang peneliti hal-hal kesejarahan melakukan AoAlasan SejarahAo untuk menghasilkan suatu pendapat atau pandangan yang harus didukung dengan argumen dan 6 Penting untuk dimengerti bahwa Argumentasi di sini bukanlah bentuk lain dari Alasan, akantetapi Argumentasi merupakan kegiatan yang melibatkan Alasan. 7 Di samping itu, dikenal pula bahwa Argumentasi sebagai persuasi. Sehingga. Argumentasi tidak mesti menggunakan aturan logika formal, tetapi lebih bisa dianggap sebagai suatu kegiatan alasan informal. Lalu, ketika seseorang sedang melakukan kegiatan ber-Argumentasi, maka hasilnya adalah Argumen mana yang diterima, dan mana yang tidak. Selanjutnya. Argumen sebagai produk, yang berupa sebuah wacana sebagai hasil penalaran yang menjustifikasi suatu klaim. 8 Sehingga. Argumentasi Kesejarahan dapat menghasilkan pemahaman suatu topik ajaran . secara lebih baik,9 dibandingkan dengan hanya mengagumi Narasi Sejarah. 10 Sebab. Argumentasi yang dibangun ________________ Baca: A. Lichtman dan V. French. Historians and The Living Past: The Theory and Practice of Historical Study, (Arlington Heights. Ill: Harlan Davidson. Inc, 1. Van Drie dan C. Van Boxtel. Historical Reasoning: Towards a Framework For Analyzing StudentsAo Reasoning About The Past. Journal Educational Psychology (Revie. , 20 . , tahun 2008, h. Littleton. Wood dan J. Staarman. Handbook of Educational Psychology: New Perspectives On Learning and Teaching, (Ttp. Elsevier Press. Berland, dan K. McNeil. A Learning Progression for Scientific Argumentation: Understanding Student Work and Designing Supportive Instructional Contexts. Journal of Science Education, 94 . , tahun 2010, h. Kuhn dan W. Udell. The Development of Argumen Skills. Journal of Child Development, 74 . , tahun 2003, h. Wiley, dan J. Voss. Constructing Arguments From Multiple Sources: Tasks That Promote Understanding and Not Just Memory for Text. Journal of Educational Psychology, 91. , tahun 1999, h. Vol. 13 - Issue 2 Ae Desember 2024 Signifikansi Argumentasi Kesejarahan Dalam Memahami Sabda Nabi Saw. merupakan suatu representasi isi bacaan, lalu merekontruksi model situasi terhadap teks yang dibaca. Atas dasar hal demikian, tentu menarik dan penting untuk meriset Argumentasi Kesejarahan yang direlasikan dengan usaha memahami Sabda Sang Nabi Saw. Maka, hal ini selanjutnya meriset. AuBagaimana Sabda Nabi Saw didokumentasikan, lalu dipahami?Ay. Bagaimana relasi Sabda Nabi Saw dengan Argumentasi Kesejarahan?, serta Bagaimana style berargumentasinya dengan sejarah dalam memahami Sabda Nabi Saw oleh Ulama Hadis Nusantara Ali Mustafa Yaqub? Ini penting untuk menampilkan potret integrasi Ilmu, yakni. terintegrasinya Ilmu Keislaman (Sabda Nabi Sa. dengan Ilmu Sejarah. Juga, ini untuk mengiklankan gaya berpikir seorang ulama Nusantara Ali Mustafa Yaqub dalam memahami Sabda Nabi Saw, khususnya melalui cara berargumentasi dengan hal-hal kesejarahan. Sehingga, nantinya ini dapat dijadikan referensi bagi pemerintah dan institusi-institusi pendidikan di bawahnya serta para cendikiawan di berbagai disiplin ilmu. akan kesatuan ilmu . auhidul ulu. atau integrasi ilmu, tanpa dikotomi-dikotomi, semuanya bisa berkolaborasi, konektifitas dan menjalin AosilaturahmiAo. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif, yakni. yang dikumpulkan berasal dari naskah karya tulis, catatan-catatan, dan dokumen-dokumen lain yang berkaitan. Ini dimaksudkan agar realitas Argumentasi Kesejarahan Ali Mustafa Yaqub dapat dipotret, diilustrasikan dan dibaca serta diinterpretasikan secara mendalam, rinci dan tuntas. Sehingga, penelitian ini lebih banyak mengacu pada studi pustaka (Library Researc. Ini tentunya, sebagaimana dinyatakan oleh pakar Sejarah dan Budaya James Danandjaja. Beliau menyatakan bahwasanya sumber rujukan dalam Library Research (Penelitian Kepustakaa. bisa dilakukan dengan menganalisis artikel, ________________ Baca: Ringer. Fritz K. AuCausal Analysis in Historical Reasoning. Ay History Theory, 154Ae72. JSTOR, https://doi. org/10. 2307/2505033. Accessed 18 Nov. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Mohamad Shofin Sugito buku dan berita atau informasi yang relevan. 12 Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif, yakni. mempelajari realitas pemikiran seseorang, dinamikanya, dan tata cara yang berlaku dalam menelaah, membaca serta mengilustrasikan teks-teks maupun situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan-hubungan . , aktivitas-aktivitas, sikap-sikap, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena, problem dan dinamikanya. Maka, analisis data dalam penelitian ini bersifat Deskriptif Kualitatif Interpretatif. Analisis data dilakukan secara terus-menerus sejak awal hingga akhir penelitian. Analisis data dilakukan secara Kualitatif, yaitu: data yang berupa kalimat atau pernyataan yang diinterpretasikan, untuk mengetahui makna serta memahami keterkaitan dengan permasalahan yang sedang diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Frame berfikir Umumnya, agama tidaklah lahir dan muncul begitu saja dari ruang hampa. Akantetapi, ia lahir dan muncul pada situasi yang konkrit, bahkan berkomunikasi-akrab dengan kondisi sosial Begitupun juga dengan Agama Islam, dan pada khususnya tema Sabda Nabi Saw. Maka, demi untuk memperoleh pemahaman yang benar akan Islam pada umumnya, dan tentang Sabda Nabi Saw pada khususnya, seseorang membutuhkan rekonstruksi masa lampau yang sistematis dan obyektif, yakni. cara mengumpulkan, memverifikasi, serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. Kamaruzzaman dan Ahmad Bustaman menyatakan bahwa dalam rangka memahami ajaran Islam melalui pendekatan kesejarahan ini, seseorang harus juga mengerti bahwa sebuah Sejarah dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti. Sejarah dipengaruhi oleh masa dan cara berpikir yang berlaku masa itu, serta usaha problem solving yang riil ________________ James Danandjaja. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip. Dongeng. Dan LainLain, (Jakarta: PT. Pustaka Utama Grafiti, 1. , h. Vol. 13 - Issue 2 Ae Desember 2024 Signifikansi Argumentasi Kesejarahan Dalam Memahami Sabda Nabi Saw. bekerja atas problematika sosial saat itu, begitupun dengan praktekpraktek pelaksanaan Islam oleh umatnya saat itu. Oleh karenannya, bila Islam hendak dipahami secara benar, maka harus menelaah sebuah masa, dimana Sang Utusan Allah Swt, yakni Nabi Muhammad Saw hidup dan mengajarkan Islamnya itu kepada umat manusia. Sehingga, orisinilitas kebenaran Islam bisa lebih diakui, karena merujuk langsung pada sumber utama Islam. Nabi Muhammad Saw dan dinamika kehidupannya. Dengan demikian, maka kajian kesejarahan menemukan relevansinya. Begitupun nanti hasilnya. Argumentasi Kesejarahan akan lebih menguatkan pemahaman Islamnya, sekaligus lebih bisa AomenjeratAo psikologis umat Islam, sebab AokehadiranAo sosok Nabi Saw dalam pemahamannya tersebut. Oleh karenanya, atas dasar hal-hal demikian tersebut Argumentasi Kesejarahan Ali Mustafa Yaqub dalam Memahami Sabda Nabi Saw mengacu secara teoritik. Sabda Nabi Saw dan Ragam Manifestasinya Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata AoSabdaAo berarti perkatan yang berasal dari Tuhan. Nabi. Raja dan semacamnya. Sehingga, kata AobersabdaAo itu artinya berkata dan bertitah, dan kata AomenyabdakanAo berarti mengatakan dan mengucapkan. 14 Kemudian kata AoSabdaAo ini disandingkan dengan term AoNabi SawAo, sehingga menjadi AoSabda Nabi SawAo, maka ini artinya perkataan, ucapan dan titah Nabi Muhammad Saw. Juga, penting dimengerti bahwasanya hal-hal yang terkait Nabi Muhammad Saw pada umumnya diistilahkan dengan term AohadisAo ataupun AosunnahAo. Sabda Nabi Saw ini termanifestasi pada dua wujud eksistensi. Yaitu. Pertama. Sabda Nabi Saw berwujud ajaran lisan atau verbal, yang diujarkan. Dalam konteks ini, maka Nabi Saw berposisi sebagai Sehingga, untuk memudahkan dalam mengingat, menghafal dan memahami, maka Sang Nabi Saw biasanya mengulang-ulangnya inti masalah, bahkan terkadang pengulangannya hingga tiga kali. ________________ Kamaruzzaman dan Bustaman Ahmad. Islam Historis: Dinamika Studi Islam di Indonesia, (Yogyakarta: Galang press, 2. , h. Kamus Besar Bahasa Indonesia versi Onlin, https://kbbi. id/sabda. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Mohamad Shofin Sugito Kemudian, setelahnya, gentian sang nabi Saw mendengar uraian sahabat tentang hal yang telah disampaikan oleh beliau. Kedua. Sabda Nabi Saw dalam wujud pesan-pesan tertulis, semacam surat. Ini dapat terlihat pada fakta surat-surat Sang nabi Saw kepada para raja, penguasa, komandan tentara, dan gubernur muslim. Surat-surat tersebut berisi dakwah Islam, persoalan hukum, persoalan tata-laksana ibadah dalam kondisi tertentu, zakat hingga pajak. Ketiga. Sabda Nabi Saw berupa ujaran taktis-responsif ketika dalam sebuah perjalanan bersama-sama para sahabatnya. Sabda Nabi Saw . l-hadi. yang terpotret-dokumentatif di sebuah teks . setidaknya termanifestasi pada. Pertama, manifestasi jawamiAo al-kalim, yakni. ungkapan yang singkat-padat, namun luas dan mendalam dalam maknanya. Misalnya saja. Sabda Nabi Saw. 16A eA a a aAeE a eA Artinya. Perang itu Siasat. Kedua, manifestasi tamsily, yakni. semacam perumpamaan, permisalan imajinatif. Misalnya saja. Sabda Nabi Saw. 17 Aac aANa UA ea e a a aAI OA a aAua acI EA aIe Ia Ia E eaEA aIe Ia aI E eaEAa eIOA Artinya. Sesungguhnya orang mukmin bagi mukmin yang lain, laksana bangunan yang saling menguatkan satu bagian dengan bagian yang lainnya. Ketiga, manifestasi ramziy, yakni. bahasa simbolik. Misalnya saja. Sabda Nabi Saw. a aA aIa Eac eIOa a OIa Oa eCaO aEA A aI eIA:aA EEac eO aE Ea a OaCaOEA ca AEa aOaaEaO aE acE Ea eOEa s uaEaO EA a aAOa eI a aE aacIa aA 18 a EaNA a AaOA AIA a a AA AOA AIA AIA ANA AOA a AaOA AIA AEA AeA AOA AIA AIA ANA AEA AOA a a e a a a aAeA a a a a A Aa a eAUAaO eaOIaOA ________________ Baca: Muhammad Mustafa al-Adzami. Metodologi Kritik Hadis. Terj. Yamin, (Bandung: Pustaka Hidayah, 1. , h. Muslim bin Al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi. Sahih Muslim. Tahqiq: Muhamad Fuad Abdul Baqi, (Bairut-Libanon. Dar IhyaAoI al-Turats al-Arabiy. Tt. , 3, h. Abu Abdillah Muhammad bin IsmaAoil al-Bukhari. Sahih Al-Bukhari. Tahqiq: Muhamad Zuhair bin Nashir, (Ttp. Dar Thauqu al-Najah, 1422 H), v. 1, h. Abu Abdillah Muhammad bin IsmaAoil al-Bukhari. Sahih Al-Bukhari, v. Vol. 13 - Issue 2 Ae Desember 2024 Signifikansi Argumentasi Kesejarahan Dalam Memahami Sabda Nabi Saw. Artinya. Tuhan kita yang Maha suci lagi Maha tinggi setiap malam turun ke langit dunia di sepertiga akhir dari malam dan Ia berfirman: Barang siapa yang berdoAoa kepadaku niscaya Aku kabulkan, barang siapa yang meminta kepadaku niscaya Aku beri, barang siapa yang memohon ampun kepadaku niscaya Aku Keempat, manifestasi hiwariy-jadaliy, yakni. respon dalam berdialog dan berdiskusi. Misalnya saja. Sabda Nabi Saw dalam sebuah dialog. 19 AI EIN OONA ca AO aEA a a a a a a a a e aAE aaI EA aI e aE aIOIa IA a ACaEaO Oa aA a AuE eEa aI a eAA a A aI eIA:aAEa CaEA ca a A AUacEEA a AOA Artinya. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, ber-Islam yang bagaimanakah yang paling utama?. Nabi bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lidah dan tangannya. Kelima, bentuk qiyasiy-Aoaqlaniy, yakni. menganalogi, mengajak menganalisa-merenungi. Misalnya saja. Sabda Nabi Saw. A OaA:aA AaCaEAUAEac aIA s AA a aEacO NEEA a aAO NEEA a A aI aeIA a Aac aA a AEa eO aN aOA a a A a a a aE uaEaO EIacaOA:aA CaEAUA eI aN aIA a AA UAEaO aIEa aOeIA AEA AOA AEA :a AEA ACA a AA ANA AIA ANA AOA ACA a AA ANA AIA AOA a AA ANA AOA AEA AOA a AA AIA AOA AIA AIA AuA ANEEA AEA AOA a aAIA a ea a a a a a a a 20 AI O eCOA a a e A aOeIa NEEa a acC A:aA CaEAUA Iaa eIA:aA eI aN CaEA a aAOaNA a aA a aE eIa CA Artinya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata. lelaki datang kepada Nabi Saw seraya bertanya. Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah wafat, dan memiliki tanggungan kewajiban puasa sebulan, apakah aku bisa membayarkan puasa untuknya? Lalu. Nabi Saw bersabda. Jikalau ibumu memiliki tanggungan hutang, apakah engkau akan membayarkan hutang untuknya? Lelaki itu pun Lantas Nabi Saw bersabda. Maka hutang kepada Allah itu lebih wajib untuk dibayar. Kemudian, ragam manifestasi Sabda Nabi Saw tersebut dipahami melalui ragam tehnik menginterpretasi berikut ini, yaitu. Pertama. Tekstual. Menginterpretasi secara tekstual di sini maksudnya adalah memahami makna dan maksud sebuah Sabda Nabi ________________ Abu Abdillah Muhammad bin IsmaAoil al-Bukhari. Sahih Al-Bukhari, v. Muslim bin Al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi. Sahih Muslim, v. 2, h. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Mohamad Shofin Sugito Saw hanya melalui redaksi lahiriahnya saja . 21 Yakni, interpretasi terhadap isi . hadis berdasarkan teksnya semata, baik matan hadis tersebut diriwayatkan secara lafadz maupun dengan Teknik interpretasi ini cenderung mengabaikan pertimbangan latarbelakang yang mendasari munculnya suatu Sabda Nabi Saw . sbaabu al-wuru. Misalnya saja. Sabda Nabi Saw berikut ini. 23A eA aAeE a eA Artinya. Perang itu Siasat. Menurut Syuhudi Ismail, teks Sabda Nabi Saw tersebut dipahami sesuai dengan apa adanya redaksi teksnya, bahwa setiap perang pasti memakai siasat, atau inti dari perang adalah siasat. Ketentuan ini tidak terikat oleh tempat dan waktu, dengan kata lain petunjuknya bersifat universal atau umum. Jika ada perang yang tidak menggunakan siasat, maka itu sama halnya dengan menyerahkan diri kepada musuh. Kedua. Intertekstual. Secara sederhana. Intertekstual ini dapat diartikan sebagai hubungan antara satu teks dengan teks yang lain, hubungan yang dimaksud bukan hanya karena adanya persamaan antara satu teks dengan teks yang lain, namun juga karena adanya 25 Yakni, tehnik memahami secara intertekstual ini mengangap bahwa suatu teks tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh teks-teks lain. Konkritnya, dalam memahami teks Sabda Nabi Saw, harus memperhatikan sistematika-struktur matan-. -nya, lalu direlasikan dengan teks-teks lain terkait Nabi Saw. 26 Sehingga, ________________ Nasaruddin Umar. Deradikalisasi pemahaman Al-QurAoan dan Hadis, (Jakarta: Rahmat Semesta Center, 2. Cet. Ke-1, h. Arifuddin Ahmad. Metodologi Pemahaman Hadis: Kajian Ilmu MaAoani alHadis, h. Muslim bin Al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi. Sahih Muslim, v. 3, h. Baca: M. Syuhudi Ismail. Hadis Nabi Yang Tekstual dan Kontekstual : Telaah MaAoani al-Hadis tentang Ajaran Islam yang Universal. Temporal, dan Lokal, (Jakarta : Bulan Bintang, 1. , h. Baca: Arifuddin Ahmad. Metodologi Pemahaman Hadis: Kajian Ilmu MaAoani al-Hadis, h. Arifuddin Ahmad. Metodologi Pemahaman Hadis: Kajian Ilmu MaAoani alHadis, h. Vol. 13 - Issue 2 Ae Desember 2024 Signifikansi Argumentasi Kesejarahan Dalam Memahami Sabda Nabi Saw. tehnik ini diyakini mampu menghasilkan pemahaman yang menguatkan makna formal untuk menegaskan makna subtstansial, atau memberikan suatu pemahaman tentang maksud-semangat Sabda Nabi Saw. Misalnya saja. Sabda Nabi Saw. a AEa Oa eIA ca A aA AacEEa uaEaO aI eI a ac a eOaNa aOaEa aA Artinya. Allah tidak memandang . engan pandangan rahma. kepada orang yang menjulurkan kainnya . ingga di bawah mata kaki, bahkan ke tana. , dengan sombong. Secara literat-tekstual, teks hadis tersebut memuat makna bahwa Allah Swt benci terhadap orang yang menjulurkan kainnya di bawah mata kaki dengan sombongnya. Akantetapi, teks tersebut menyisakan pertanyaan, yaitu. kapan Allah Swt murka? Dan yang dibenci itu prilaku menjulurkan kain ataukah prilaku sombongnya? Maka, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang semacam itu perlu adanya perelasian atau menghubung-hubungkan Sabda Nabi Saw tersebut dengan teks lain terkait Nabi Saw, atau teks al-QurAoan. Sehingga, direnungkan teks riwayat berikut ini. a AaI eI a ac a eOaNa aOa aE a Ea eI Oa eIA ca A aA A au acI a aa aIaa eO aua aOA:A AaCa aE aaO a eE sAUacEEa auEa eO aN Oa eO aI eE aCOa aIA 29AO aEA a a a aA Eaea Ia acI eI aO eA aENA:aA CaEAUaA auIaO aEa a a aNa aEaEa Ia eINAUAaO e eaa OA Artinya. Nabi Saw bersabda. Barangsiapa menjulurkan kainnya . ingga dibawah mata kak. dengan sombong, maka Allah tidak memandang . engan pandangan rahma. kepadanya di hari Kiamat. Lalu. Abu Bakar berkata. Sesungguhnya salahsatu penghujung kain . -ku menjulur hingga ke tanah, sungguh aku tidak bermaksud sombong dalam hal ini. Rasulullah Saw menjawab. Engkau bukanlah termasuk orang yang melakukannya dengan ________________ Arifuddin Ahmad. Metodologi Pemahaman Hadis: Kajian Ilmu MaAoani alHadis, h. Abu Abdillah Muhammad bin IsmaAoil al-Bukhari. Sahih Al-Bukhari, v. Abu Dawud Sulaiman bin al-AsyAoast al-Sijistani. Sunan Abi Dawud. Tahqiq: Mohamad Muhyidin Abdul Hamid, (Bairut-Libanon. al-Maktabah alAoAshriyah. Tt. , v. 4, h. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Mohamad Shofin Sugito Sehingga dari hadis ini didapati jawaban untuk persoalan yang tersebut di atas, yaitu. Allah Swt murka di Hari Kiamat, dan yang terpenting dari kenapa Allah Swt murka ini adalah karena prilaku Sombongnya. Ini tentunya sejalan dengan makna al-QurAoan. e AacEEa aE Oaa ac aE acE aIA ca A aI a U ua acIA AOA a AaO aE A a eI a AaO eaE a eA s AA a sE a aA Artinya. Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. (Q. Lukman: . Ketiga. Kontekstual. Yakni, suatu tehnik menginterpretasi petunjuk Sabda Nabi Saw dengan mempertimbangkan konteksnya, yang meliputi. bentuk dan cakupan petunjuknya, kapasitas Nabi Saw saat Sabda Nabi Saw tersebut dikeluarkan, kapan dan sebab Sabda Nabi Saw itu terjadi, serta kepada siapa ditujukan, bahkan mempertimbangkan dalil-dalil lain yang berhubungan dengan Sabda Nabi Saw tersebut. 30 Tehnik memahami semcam ini sangat memperhatikan asbabu wurud al-hadis . onteks situasi-kondisi pada masa Nabi Saw. ) dan konteks ke-kini-an. Sehinga, interpretasi kontekstual ini menguatkan makna formal berikut menegaskan makna subtansial dari suatu Sabda Nabi Saw. Misalnya saja. Sabda Nabi Saw. 32 U ANI IaA a AEa eI O eAE CaOI OEacO aIA a e a a e e a e a a a Artinya. Tidaklah beruntung suatu kaum yang urusannya dikuasakan kepada perempuan . ebagai pemimpi. Meksipun secara literal . ekstual/harfiya. Sabda Nabi Saw menstempel ketidak beruntungan bagi suatau kaum yang dipimpin oleh seorang perempuan, tetapi Sabda Nabi Saw ini sangat kuat kronologi kesejarahannya. Yakni, konon, ketika Nabi Saw mengirimkan surat dakwah kepada Kisra (Raja Persi. , maka Kisra ________________ Arifuddin Ahmad. Paradigma Baru Memahami Hadis Nabi: Refleksi Pemikiran Pembaruan Prof. Dr. Muhammad Syuhudi Ismail, (Ciputat. MSCC, Cet. Ke-2, h. Arifuddin Ahmad. Metodologi Pemahaman Hadis: Kajian Ilmu MaAoani alHadis, h. Abu Abdillah Muhammad bin IsmaAoil al-Bukhari. Sahih Al-Bukhari, v. Vol. 13 - Issue 2 Ae Desember 2024 Signifikansi Argumentasi Kesejarahan Dalam Memahami Sabda Nabi Saw. pun meremehkan dan merendahkan Nabi Saw, lalu merobek-robek surat Nabi Saw tersebut. Kemudian, ketika Nabi Saw mendapati informasi prilaku buruk Kisra dan aksi perobekan suratnya oleh Kisra, maka Nabi Saw pun bersabda. 33 aAENA a AacEEa aI eEA ca aI acCA Artinya. Allah pasti merobek-robek kerajaannya. Kemudian, setelah berselang sekian lama. Nabi Saw pun mendengar khabar kematian Kisra, dan beliau bertanya. siapa yang menggantikannya? Lalu, dikatakan kepada beliau bahwa yang menggantikannya adalah putrinya. Kemudian Nabi Saw bersabda. tidaklah beruntung suatu kaum yang urusannya dikuasakan kepada perempuan . ebagai pemimpi. Penting pula diketahui bahwa nama asli Kisra adalah Syirawaih bin Abrawaiz bin Hurmuz, sedangkan putrinya bernama Buwaran. Memang benar, setelah Buwaran naik tahta, terjadi konflik keras di antara keluarga kerajaan, dan usaha perebutan kekuasaan, sehingga rakyat pun terabaikan. Dari keterkaitan kronologis historis tersebut, dapat dimengerti bahwa Sabda Nabi Saw Autidaklah beruntung suatu kaum yang urusannya dikuasakan kepada perempuan . ebagai pemimpi. Ay terkait kuat dengan respon emosional Nabi Saw terhadap prilaku buruk Kisra Sehingga makna Sabda Nabi Saw tersebut terikat kuat oleh kronologinya ini. Maka. Sabda Nabi Saw ini tidaklah berarti bahwa seluruh perempuan dari semenjak Nabi Saw menyabdakan ini hingga hari kiamat dilarang menjadi pemimpin secara mutlak. Argumentasi Kesejarahan Ali Mustafa Yaqub ________________ Baca: Ibnu Hajar al-Asqalani. Fathu al-Bari Syarh Sahih al-Bukhari, v. Ibnu Hajar al-Asqalani. Fathu al-Bari Syarh Sahih al-Bukhari, v. 13, h. Ibnu Hajar al-Asqalani. Fathu al-Bari Syarh Sahih al-Bukhari, v. 13, h. Baca: Shobri. Fahrur Razi, & Ananda Prayogi. Reinterpretation Of AsbAb Wurd Al-adth (Analysis of Socio-Cultural Approach and Its Implementation in the Cultural Context of Indonesi. Journal of Islamic Civilization, 6. , 79Ae94. https://doi. org/10. 33086/jic. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Mohamad Shofin Sugito Selanjutnya, model pemahaman Kontekstual ini didetailkan melalui sebuah Ilmu yang dikenal dengan Ilmu Asbab al-Wurud. Juga. Ilmu ini dikenal dengan nama Asbab al-Hadis . ebab-sebab kronologi munculnya hadi. , istilah ini setidaknya digunakan oleh beberapa pakar, salah satunya Jalaludin al-Suyuti . 911 H) dalam kitab Asbab Wurud al-Hadis atau Al-LumaAo fi Asbab al-Hadits dan juga Sirajuddin al-Bulqini . 805 H) dalam karyanya Mahasin alIshtilah . alam Muqaddimah Ibni Shala. dalam pembahasan yang ke-96 pembahasanya mengenai MaAorifat Asbab al-Hadis. Namun, konsep kesejarahan Sabda Nabi Saw ini tidak berhenti pada Ilmu Asbab al-Wurud semacam ini saja. Muhammad bin Muhammad Abu Syuhbah . 1403 H) dalam kitabnya Al-Wasith Fi Ulumi wa Mushthalah al-Hadis mempopulerkan istilah Sabab al-Dzikri atau Sabab Dzkri al-Hadist, yang artinya. sebab atau kronologi diriwayatkannya sebuah hadis. Guru Besar Sejarah di UIN Yogyakarta. M Mourouzzaman Shiddiqi, menyatakan bahwasanya Sejarah merupakan instrument untuk membaca, menelaAoah, menafsiri, memahami dan menghayati makna-makna di setiap ayat al-QurAoan . sbabu al nuzu. maupun di setiap periwayatan dalam hadis Nabi Saw . sbabu al-wuru. Maka, firman Allah taAoala maupun Sabda Nabi Saw dapat diletakkan pada konteksnya, sehingga dapat dimengerti makna dan semangat dari pensyariat-an suatau ajaran. Juga. Sejarah merupakan rekaman peristiwa dan fenomena penting masa lalu, untuk dijadikan bahan pelajaran . dan hikmah akan pola-polanya, lalu menga-analogi-kannya dengan pola-pola fenomena ke-kini-an dan ke-disini-an, serta masa Maka, sebagai role model dalam hal ini, seorang tokoh ternama. Ulama. Ahli Fatwa dan Akademisi. Imam Besar Istiqlal Ali Mustafa Yaqub berpraktek mengimplementasikan Argumentasi Kesejarahan ini dalam Memahami Sabda Nabi Muhammad shallallahu Aoalaihi ________________ Lenni Lestari. Epistemologi Ilmu Asbab Al- Wurud Hadis, h. Baca: Muhammad bin Muhammad Abu Syuhbah. Al-Wasiith Fi Ulumi Wa Mushthalah al-Hadis, (Bairut-Libanon. Dar al-Fikr al-Arabiy. Tt. Nourouzzaman Shiddiqi. Sejarah. Pisau Membedah Islam, dalam Taufik Abdullah dan Rush Karim . Metodologi Penelitian Agama. Sebuah Pengantar, . Tiara Wacana, 1. , h. Vol. 13 - Issue 2 Ae Desember 2024 Signifikansi Argumentasi Kesejarahan Dalam Memahami Sabda Nabi Saw. Dengan pertimbangan-berfikir, bahwa Sabda Nabi Saw terpresentasikan dalam kerangka situasi lima belas abad tahun yang lalu, sehingga untuk memahaminya butuh AokehadiranAo situasi peristiwa masa lalu itu. 40 Ini demi komplitnya pemaknaannya . dan sahih-nya mengerti substansi tujuannya . Ini sebagaimana dinyatakan oleh beliau dalam kitabnya al-Thuruq alSahihah Fi Fahmi al-Sunnah al-Nabawiyah, bahwasanya. AOIA OO EO OOI IA I EOA Yang artinya. Dan mengerti Sejarah Lahirnya Sabda Nabi dapat membantu dalam mengerti makna dan maksud dari Sabda Nabi tersebut. Selanjutnya, beliau menegaskan bahwa memahami Sabda Nabi Saw dengan Argumentasi Kesejarahan adalah cara yang benar (Sahi. Ini sebagaimana beliau nyatakan dengan penuh percaya diri dalam wujud nama/judul bukunya Aual-Thuruq al-Sahihah Fi Fahmi alSunnah al-Nabawiyah , yang artinya Cara-Cara Benar dalam Memahami Sunnah Nabi, yang diantara caranya adalah dengan Argumentasi Kesejarahan. Kemudian, ditemukan bahwa beliau berargumen dengan hal kesejarahan untuk memahami Sabda Nabi Saw, pada empat poin penting ini, yaitu. Pertama. Posisi Geografi Saat Nabi ber-Sabda. Di antara metede memahami Sabda Nabi Saw adalah mengerti tata-letak posisi geografis saat Sabda Nabi Saw AodipentaskanAo. Ali Mustafa Yaqub memberi istilah metode ini dengan. al-Jughrafiyyah fi al-Hadist. Lalu, beliau menegaskan bahwa memang Geografi ini bukanlah sumber hukum Islam, akantetapi ia hanya ilmu peta bumi yang membantu seseorang untuk memahami Sabda Nabi Saw, olehkarenanya ilmu ini ________________ Baca kontekstualisasi hadis dalam. Osman. , & Shamsudin. Memahami Kontekstual Hadith-Hadith Peperangan. Asian Journal Of Research In Education And Social Sciences, 6. Retrieved https://myjms. my/index. php/ajress/article/view/27577 Baca: Ali Mustafa Yaqub. Al-Thuruq al-Sahihah Fi Fahmi al-Sunnah alNabawiyah, (Jakarta. Maktabah Darus Sunnah, 2016M/1437 H), h. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Mohamad Shofin Sugito begitu dibutuhkan. 42 Tentunya, untuk mengimplementasikan metode ini, seseorang perlu mengumpulkan riwayat-riwayat masa lalu yang menjelaskan detail posisi geografis sebuah fenomena sejarah riil, yang sabda Nabi Saw. Olehkarenanya. Sabda Nabi Saw terkait arah-mata angin tentu sangat membutuhkan riwayat masa lalu yang menjelaskan titik-berdiri Nabi Saw saat bersabda sebagai pusat untuk memahami arti riil arah-mata angin yang termaktub dalam teks Sabda Nabi Saw. Kedua. Budaya Arab dalam Sabda Nabi Saw. Terkait metode ini. Ali Mustafa Yaqub memberi istilah al-Taqalid al-Arabiyyah fi alHadis, sehingga ini menunjukkan bahwa Sabda Nabi Saw dilihat sebagai fenomena budaya. Maka, budaya di sini dapat dimaknai sebagai suatu perilaku yang menjadi kebiasaan seseorang atau kelompok, dari segi pola hidup yang menyangkut semua tata cara aktifitas yang dilakukan setiap orang, kelompok atau wilayah yang diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari beberapa unsur, yaitu. unsur politik, kepercayaan, pendidikan, adat istiadat, pembangunan, pakaian dan bahasa. Maka setiap kelompok atau wilayah pasti ada perbedaan dengan wilayah lain dari semua unsur Ketiga. Kondisi Sosial Saat Nabi ber-Sabda. Ali Mustafa Yaqub memberi istilah al-Halah al-IjtimaAoiyyah Fi al-Hadis. 43 Maka, salah satu cara yang dapat membantu dalam memahami Sabda Nabi Saw adalah mengerti kondisi-suasana sosial yang terjadi saat Nabi Saw mempresentasikan Sabda-nya. Yang dimaksud dengan Sosial ialah hal-hal mengenai masyarakat atau keberhidupan masyarakat, dan yang menyangkut tentang keadaan atau kondisi-suasana masyarakat pada waktu itu. Keempat. Latarbelakang Konteks Nabi ber-Sabda. Dalam konteks memahami Sabda Nabi Saw. Ali Mustafa Yaqub memberi ________________ Ali Mustafa Yaqub, al-Thuruq al-Shahihah Fi Fahmi al-Sunnah alNabawiyyah, (Tangerang-Selatan. Maktabah Darus-Sunnah, 1437 H/2016 M), h. Ali Mustafa Yaqub, al-Thuruq al-Shahihah Fi Fahmi al-Sunnah alNabawiyyah, h. Baca: Soerjono Soekanto dkk. Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta: Rajawali Pers, 2. , h. Vol. 13 - Issue 2 Ae Desember 2024 Signifikansi Argumentasi Kesejarahan Dalam Memahami Sabda Nabi Saw. istilah yang umum diberikan para ulama terdahulu, yaitu. Sabab Wurudi al-Hadis. Kemudian, keempat teorinya tersebut berhasil dimanifestasikan dan dijelaskan dengan sangat baik melalui tiga tema penting, yaitu. Pertama. Ritual Ae Ibadah. ini termanifestasi pada empat poin berikut ini. Doa Hujan. Sabda Nabi Saw. ,AEa eOIaA a aAEEac aN acI a aOEa eOIa aOEA Artinya. Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami saja, dan jangan membahayakan kami. Argumentasi Kesejarahannya adalah. Nabi Saw me-lafadz-kan doa tersebut saat berada di Madinah, di mana area sekitar Madinah berupa padang pasir . tandus yang tentunya mudah menyerap Maka, apabila hujan deras mengitari Madinah, berarti hujan deras tersebut turun di padang tandus, sehingga ini tidak membahayakan penduduk Madinah. Sehingga kesimpulannya. lafadz doa ini tidak cocok dipakai begitu saja oleh siapapun dan dimanapun. Misalnya saja, penduduk Jakarta, tidak bisa berdoa minta hujan dengan ucapan Allahumma hawalaina wa la Aoalaina, karena sekitar Jakarta adalah tempat-tempat berdataran tinggi, seperti Bogor dan lainnya, sehingga ketika Allah taAoala mengabulkan doa tersebut, maka hujan deras yang turun di sekitar Jakarta akan berefek pada limpahan aliran deras air ke dataran lebih rendah, yaitu Jakarta, sehingga banjir besar akan menimpa penduduk Jakarta, dan ini berbahaya. Qiblat Shalat. Sabda Nabi Saw. ,A Ca eEaA a AC aOE aI e aA a AaI aOeIa E aI e aA Artinya. Area antara Timur dan Barat adalah Qiblat (Shala. ________________ Ali Mustafa Yaqub, al-Thuruq al-Shahihah Fi Fahmi al-Sunnah alNabawiyyah, h. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Mohamad Shofin Sugito Argumentasi Kesejarahannya adalah. Nabi Saw men-sabda-kan itu ketika migrasi dan berposisi tinggal di Madinah. Sehingga Sabda Nabi Saw ini terikat posisi . penduduk Madinah dan orangorang yang tinggal di posisi geografis sebelah Selatan Madinah. Sehingga kesimpulannya. Sabda Nabi Saw yang mencantumkan lafadz atau kata yang merujuk pada ketentuan arah mata angin tertentu harus direferensikan pada argumentasi sejarah. di mana posisi . saat Nabi Saw men-sabda-kan hal itu. Ini penting dilakukan, sebelum bersemangat mengamalkan sabda Nabi Saw Mandi Jumatan. Sabda Nabi Saw. ,A Aa eEOa ea eaEAUaI eI a a auEaO E a aI aA Artinya. Barangsiapa hendak datang ke JumAoatan . enunaikan shalat jumat berjamaah di masji. , maka hendaklah ia mandi. Argumentasi Kesejarahannya adalah. Setelah berladang, banyak di antara umat Islam saat itu yang langsung pergi ke masjid untuk menunaikan Shalat JumAoat. Sehingga, aroma keringat dan bau badan tidak sedap pun menyeruak dan sangat mengganggu para jamaah lain termasuk Nabi Saw. Sehingga kesimpulannya. Nabi Saw hanya mewajibkan mandi Jumat bagi orang yang badannya bau dan kotor Kedua. Tentang Moralitas. Ini termanifestasi pada poin-poin berikut ini. Guna Orang Brengsek. Sabda Nabi Saw. ca Aau acIA ,a ca AacEEa EaOa a aOa aNa EaOIa aA a AE a aE eEAA Artinya. Sungguh. Allah mengokohkan Agama ini, dengan orang yang brengsek . Argumentasi kesejarahannya adalah. pada saat Perang Hunain. Nabi Saw mengomentari seorang lelaki yang mengaku Islam tetapi brprilaku sangat buruk. Saat itu. Nabi Saw mengatakan. AoOrang ini adalah bagian dari penghuni NerakaAo. Lalu, saat perang berkecamuk, lelaki tersebut ikut berjuang dan wafat. Lalu. Sahabat protes seraya Vol. 13 - Issue 2 Ae Desember 2024 Signifikansi Argumentasi Kesejarahan Dalam Memahami Sabda Nabi Saw. mempertanyakan komentar Nabi tersebut. Kemudian. Nabi Saw menjelaskan bahwa orang tersebut mati karena bunuh diri, sebab tidak kuat dengan sakitnya luka yang diderita. Lalu. Nabi Saw menyatakan. Allah mengokohkan Agama ini, dengan orang yang brengsek . Sehingga kesimpulannya. dengan modal informasi kesejarahan sebagai argumentasi, seseorang dapat menelaAoah dan memehami Sabda Nabi Saw tersebut secara komplit, baik pemahaman literalnya . maupun pemahamn isi/substansi logisnya . Laku kikir. Sabda Nabi Saw. ca A EA A aOEa eI aO eI aa EEace aIAUA a aIA a aA Ea eI aO eAUaAEa eO aE aIaO au aeaOEA Artinya. Kalaulah bukan karena ulah Bani Israil, niscaya makanan tidak akan basi dan daging tidak akan membusuk. Argumentasi kesejarahannya adalah. Sabda Nabi Saw tersebut berkaitan erat dengan kebiasaan Yahudi saat itu yang umumnya suka lama menyimpan makanan dan daging dalam jumlah besar, yang tidak mampu dihabiskan oleh mulut mereka sendiri, padahal tetanggatetangga mereka banyak yang kekurangan. Melihat fenomena demikian, maka Nabi Saw pun mengkritik prilaku kikir-pelit mereka dengan bahasa sindiran. AuKalaulah bukan karena ulah Bani Israil, niscaya makanan tidak akan basi dan daging tidak akan membusuk. Sehingga, kesimpulannya. Nabi Saw adalah seseorang yang melibatkan diri dalam pergumulan dan pergaulan sosial Sehingga, diantara cara memahami sabda-nya adalah dengan menyadari fakta tersebut, sehingga membuka opsi kemungkinan bahwa sabda-nya adalah respon-nya terhadap fenomena Olehkarenanya, fakta sosio-historis pada saat Nabi Saw hidup penting juga untuk ditelaah dan direlasikan dengan sabdasabda-nya. Meludah di Masjid. Sabda Nabi Saw. A aOEaE eaIAUaA eI OaIa OIaNA ca Aua acI E aIe Ia Ia uaa aEIa AaO EA a aA aOEAUaA AaEa Oa aeCa acI aOeIa Oaa eONAUaO aacNA a A AauaIac aI OaIAUaEaA . A a eO ae a CaaIa aNAUaANA a aA eI OA a AA THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Mohamad Shofin Sugito Artinya. Sesungguhnya seorang mukmin ketika berada dalam Shalat, maka sungguh ia sedang berkomunikasi . dengan Tuhannya. (Oleh karenany. , maka sungguh jangan meludah ke depannya dan jangan pula kea rah sebelah kanannya, akantetapi meludahlah ke arah sebelah kirinya atau ke arah bawah telapak Argumentasi kesejarahannya adalah. kala itu meludah di masjid tidak menjadi persoalan yang serius, karena masjid pada waktu itu berlantaikan / beralaskan pasir atau debu, sehingga ludah yang jatuh akan mudah cepat terserap. Selain itu, pasir Arab dengan diliputi udara kering dan panas bisa menyebabkan bakteri tidak bisa bertahan Sehingga, kesimpulannya. argumentasi kesejarahan ini dapat memperjelas posisi sabda Nabi Saw tersebut dalam hal pengamalannya di masa sekarang. Yakni, apabila kondisi-situasi realitasnya berbeda, maka pemberlakuan dan pengamalannya tentunya harus disikapi berbeda pula. Ketiga, terkait hubungan sosial. Ini terejawantahkan dalam poinpoin berikut ini. Bersurban di masyarakat. Sabda Nabi Saw. ,AEaO eECa aEI a a a e aC aI a eOIaIa aO aOeIa eE aI e aEaOIa eE a aIa aIA Artinya. Perbedaan antara kita . mat Isla. dengan nonmuslim adalah memakai surban di atas kupluk . Argumentasi kesejarahannya adalah. saat itu Surban . lAoimama. merupakan tradisi berpakaian masyarakat yang berlaku di Jazirah Arab. Secara spesifik, dinyatakan bahwa al-Aoimamah adalah pakaian kemuliaan . l-libas al-syaraf. di masa Nabi Saw. Sabda Nabi Saw di atas tidak bisa serta merta dipahami secara harfiyah, tanpa merujuk pada fakta sejarah kondisi tradisi masyarakat di masa Nabi Saw. Ini penting, agar tidak terjadi prilaku meng-agama-kan budaya, atau mem-budaya-kan agama. Mengumumkan pernikahan. Sabda Nabi Saw. , aAEa eO aN aEacAaOAA a A aO aeaOAUa a A aOe aEaONa AaO E aIAUA a e aEIaO aNa EIaEa aA a AA Vol. 13 - Issue 2 Ae Desember 2024 Signifikansi Argumentasi Kesejarahan Dalam Memahami Sabda Nabi Saw. Artinya. Umumkan pernikahan ini, buatlah pernikahan ini di masjid-masjid, dan pukullah kendang . untuk merayakannya. Argumentasi kesejarahannya adalah. di masa Nabi Saw memukul-mukul kendang . l-dufu. merupakan alat musik bangsa Arab. Ini adalah tradisi masa itu, bukan agama. Adapun yang merupakan agama adalah mengumumkan pernikahan. Sehingga Dalam memahami Sabda Nabi Saw perlu juga dipahami konteks historinya, agar bisa memilah-milah mana yang agama dan mana yang budaya. Berlaku beda dengan Yahudi. Sabda Nabi Saw. ,A aO aE a a aN eIAUAAEacOIa AaO Iaa aE aN eIA a a aEAaO eEOa aNOa AauaIac aN eI aE OA Artinya. Selisihilah orang-orang Yahudi, yang mereka beribadah dengan tidak mengenakan sandal-sandal dan juga khuf . Argumentasi kesejrahannya. Syariat Nabi Musa menyuruh umatnya (Yahud. untuk melepas sandal saat beribadah, karena sandal-sandal tersebut pada umumnya terbuat dari kulit bangkai Olehkarenanya, umat Islam diperintahkan untuk menyelisihi orang-orang Yahudi. Sehingga, kesimpulannya. sabda-sabda Nabi Saw yang bernuansa relasi dan komunikasi dengan pihak lain, tentunya tidak bisa dipahami secara tekstual, lalu diamalkan begitu Akantetapi, penting untuk menelaah pula konteks kondisi dan siasana sosial yang terjadi saat itu, yang kemudian direlasikan dengan realitas kekinian. KESIMPULAN Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa AoSabda Nabi SawAo artinya perkataan, ucapan dan titah Nabi Muhammad Saw. Dalam merespon terbitnya Sabda Nabi Saw, maka berbarengan dengan itu, muncullah suatu usaha mengungkap, mengurai dan menjelaskan makna yang dipahaminya dari teks Sabda Nabi Saw. Kontekstual adalah salahsatu metode memahaminya, dan ini menjadi lapangan terintegrasinya Islam dengan Ilmu Sejarah. Juga. Sabda Nabi Saw ini THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Mohamad Shofin Sugito bukanlah hal yang muncul secara tiba-tiba dan terbebas dari situasi maupun kondisi konteks, akantetapi kemunculannya dikelilingi dan difigura oleh suatu konteks . eristiwa/fenomen. yang pernah eksis di masa lalu. Maka, untuk memahami semangat Sabda Nabi Sa lalu mendakwahkannya secara ke-kini-an dan ke-disini-an sangat diperlukan argumentasi-argumentasi kesejarahan. Ulama Nusantara ternama yang juga seorang Akademisi. Ali Mustafa Yaqub memandang adanya signifikansi peristiwa masa lampau untuk dipresentasikan dan diambil nilai penting Bagi beliau, ini adalah cara yang benar . t-thariqah al-shahiha. memahami Sabda Nabi Saw dengan disertai argumentasi kesejarahannya. Lalu. Ini nampak pada pandangan dan pemahaman beliau terhadap Sabda Nabi Saw, yang terfigura pada. Posisi Geografi Saat Nabi ber-Sabda. Budaya Arab dalam Sabda Nabi Saw. Kondisi Sosial Saat Nabi ber-Sabda, dan Latarbelakang Konteks Nabi ber-Sabda. Ini semua berhasil beliau implementasikan dalam berbagai Sabda Nabi Saw, yang terkait Ritual-Ibadah. Moralitas, dan Hubungan Sosial. AOAOOI OA Lichtman dan V. French. Historians and The Living Past: The Theory and Practice of Historical Study, (Arlington Heights. Ill: Harlan Davidson. Inc, 1. Abu Abdillah Muhammad bin IsmaAoil al-Bukhari. Sahih Al-Bukhari. Tahqiq: Muhamad Zuhair bin Nashir, (Ttp. Dar Thauqu al-Najah, 1422 Abu Dawud Sulaiman bin al-AsyAoast al-Sijistani. Sunan Abi Dawud. Tahqiq: Mohamad Muhyidin Abdul Hamid, (Bairut-Libanon. alMaktabah al-AoAshriyah. Tt. Ali Mustafa Yaqub, al-Thuruq al-Shahihah Fi Fahmi al-Sunnah alNabawiyyah, (Tangerang-Selatan. Maktabah Darus-Sunnah, 1437 H/2016 M) Arifuddin Ahmad. Paradigma Baru Memahami Hadis Nabi: Refleksi Pemikiran Pembaruan Prof. Dr. Muhammad Syuhudi Ismail, (Ciputat. MSCC, 2. Cet. Ke-2. Vol. 13 - Issue 2 Ae Desember 2024 Signifikansi Argumentasi Kesejarahan Dalam Memahami Sabda Nabi Saw. Cassier Ernest. Manusia dan Sejarah, . , (Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta, 1. Kuhn dan W. Udell. The Development of Argumen Skills. Journal of Child Development, 74 . , tahun 2003 Van Drie dan C. Van Boxtel. Historical Reasoning: Towards a Framework For Analyzing StudentsAo Reasoning About The Past. Journal Educational Psychology (Revie. , 20 . , tahun Wiley, dan J. Voss. Constructing Arguments From Multiple Sources: Tasks That Promote Understanding and Not Just Memory for Text. Journal of Educational Psychology, 91. , tahun 1999 James Danandjaja. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip. Dongeng. Dan Lain-Lain, (Jakarta: PT. Pustaka Utama Grafiti, 1. Jelius Sjamsuddin. Metodologi Sejarah, (Yogyakarta: Ombak, 2. Littleton. Wood dan J. Staarman. Handbook of Educational Psychology: New Perspectives On Learning and Teaching, (Ttp. Elsevier Press, 2. Kamaruzzaman dan Bustaman Ahmad. Islam Historis: Dinamika Studi Islam di Indonesia, (Yogyakarta: Galang press, 2. Kamus Besar Bahasa Indonesia versi Onlin, https://kbbi. id/sabda. Berland, dan K. McNeil. A Learning Progression for Scientific Argumentation: Understanding Student Work and Designing Supportive Instructional Contexts. Journal of Science Education, 94 . , tahun 2010 Louis Gottaschalk. Mengerti Sejarah. Terj. Nugraha Noto Susanto, (Jakarta. UI Press, 2. Syuhudi Ismail. Hadis Nabi Yang Tekstual dan Kontekstual : Telaah MaAoani al-Hadis tentang Ajaran Islam yang Universal. Temporal, dan Lokal, (Jakarta : Bulan Bintang, 1. Muhammad bin Muhammad Abu Syuhbah. Al-Wasiith Fi Ulumi Wa Mushthalah al-Hadis, (Bairut-Libanon. Dar al-Fikr al-Arabiy. Tt. Muhammad Mustafa al-Adzami. Metodologi Kritik Hadis. Terj. Yamin, (Bandung: Pustaka Hidayah, 1. Muslim bin Al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi. Sahih Muslim. Tahqiq: Muhamad Fuad Abdul Baqi, (Bairut-Libanon. Dar IhyaAoi alTurats al-Arabiy. Tt. Nasaruddin Umar. Deradikalisasi pemahaman Al-QurAoan dan Hadis, (Jakarta: Rahmat Semesta Center, 2. Cet. Ke-1 THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Mohamad Shofin Sugito Nourouzzaman Shiddiqi. Sejarah. Pisau Membedah Islam, dalam Taufik Abdullah dan Rush Karim . Metodologi Penelitian Agama. Sebuah Pengantar, . Tiara Wacana, 1. Osman. , & Shamsudin. Memahami Kontekstual HadithHadith Peperangan. Asian Journal Of Research In Education And Social Sciences, 6. , 154-164. Retrieved from https://myjms. my/index. php/ajress/article/view/2757 Ringer. Fritz K. AuCausal Analysis in Historical Reasoning. Ay History and Theory, vol. 28, no. 2, 1989, pp. 154Ae72. JSTOR, https://doi. org/10. 2307/2505033. Accessed 18 Nov. Samsul Munir Amin. Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: AMZAH, 2. Shobri. Fahrur Razi, & Ananda Prayogi. Reinterpretation Of AsbAb Wurd Al-adth (Analysis of Socio-Cultural Approach and Its Implementation in the Cultural Context of Indonesi. Journal Islamic Civilization, 6. , 79Ae94. https://doi. org/10. 33086/jic. Soerjono Soekanto dkk. Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta: Rajawali Pers. Vol. 13 - Issue 2 Ae Desember 2024 Volume 13 . issue 2 .