Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2311 - 2324 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengaruh Reputasi terhadap Legitimasi di Perguruan Tinggi Indonesia Intan Julita1. Baihaqi2 1,2Universitas Bengkulu intanjulita21@gmail. com, baihaqi. netty@gmail. ABSTRACT This research aims to examine the influence of reputation on legitimacy. The population in this study were Senior Lecturers in Accounting Study Programs in all Indonesian Universities. Sampling in this research used the technique of distributing questionnaires directly to Senior Accounting Lecturers in the form of a Google form. Data collection used a sample of 42 Senior Accounting Lecturers from 37 Universities in Indonesia using purposive sampling. This research considers pragmatic, moral, and cognitive types of legitimacy, and analyzes reputation in relation to performance, innovation, social responsibility, service, governance, and workplace According to lecturers, a university's reputation has a positive influence on its legitimacy. Data processing and testing uses structural modeling with the SmartPLS version 3 system. Keywords: Legitimacy. College. Reputation ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh reputasi terhadap legitimasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Dosen Senior Program Studi Akuntansi di seluruh Perguruan Tinggi Indonesia. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik penyebaran kuesioner secara langsung kepada Dosen Senior Akuntansi dalam bentuk Google Form. Pengambilan data menggunakan sampel sebanyak 42 Dosen Senior Akuntansi dari 37 Perguruan Tinggi di Indonesia dengan purposive sampling. Penelitian ini mempertimbangkan jenis legitimasi pragmatis, moral, dan kognitif, serta menganalisis reputasi dalam kaitannya dengan kinerja, inovasi, tanggung jawab sosial, jasa, tata kelola, dan iklim tempat kerja. Menurut para dosen, reputasi Perguruan Tinggi mempunyai pengaruh yang positif terhadap Pengolahan dan pengujian data menggunakan pemodelan struktural dengan sistem SmartPLS versi 3. Kata kunci: Legitimasi. Perguruan Tinggi. Reputasi PENDAHULUAN Fenomena globalisasi, pemeringkatan, dan penurunan pendanaan publik telah menciptakan suatu situasi yang sangat kompetitif bagi Perguruan Tinggi. Tuntutan untuk hasil yang lebih baik semakin meningkat dari pihak-pihak yang terlibat terutama bagi pemangku kepentingan internal maupun eksternal (Miotto et , 2. Dalam situasi otonomi kelembagaan yang semakin meningkat, persaingan global dan penekanan pada manajemen dan kepemimpinan. Perguruan Tinggi sedang menghadapi tekanan yang lebih besar untuk bertindak secara strategis. (KruAcken dan Meier, 2006. Ramirez dan Christensen, 2012 dalam Geschwind, 2. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2311 - 2324 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengelola Perguruan Tinggi menghadapi tantangan baru terkait dengan penurunan pendanaan publik, peningkatan daya saing nasional dan internasional, tingginya harapan pemangku kepentingan, dan meningkatnya tuntutan akan transparansi dan akuntabilitas (Miotto et al. , 2. Terutama, internasionalisasi pendidikan tinggi pada saat ini dianggap sebagai salah satu kecenderungan utama yang mempengaruhi prinsip dasar dan operasional Perguruan Tinggi modern. Sebagian besar negara di dunia semakin tertarik untuk melakukan internasionalisasi pendidikan tinggi karena mereka merasa mendapat tekanan akibat globalisasi (Sharipov, 2. Dalam menjalankan operasinya. Perguruan Tinggi bisa diibaratkan sebagai sebuah perusahaan bisnis, mereka mengupayakan untuk mendapatkan mahasiswa terbaik, merekrut anggota fakultas yang paling relevan dan efisien, menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan yang diminati, mengumpulkan sumber daya untuk membangun kampus yang menarik, serta menghasilkan dan menyebarkan pengetahuan yang relevan (Sudaryati & Raharja, 2022. Miotto et al. Dengan demikian, fokus utama Perguruan Tinggi adalah pada reputasinya. Perguruan Tinggi juga merupakan organisasi sektor publik yang memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat dan pemerintah (Sudaryati & Raharja, 2. Dalam lingkungan yang kompetitif. Perguruan Tinggi harus memiliki kemampuan untuk memilih dan mengimplementasikan strategi, seperti strategi tata kelola dan praktik manajemen publik yang inovatif, misalnya mengedepankan pada kinerja dan produktivitas (Miotto et al. , 2. Dalam situasi persaingan yang sengit baik secara langsung maupun tidak langsung, hal ini mempengaruhi kualitas dan kemampuan berbagai lembaga pendidikan dan sosial (Kholik & Laeli, 2. Sebuah perusahaan kepemilikan manajerial, diprediksikan akan lebih banyak memberikan informasi kepada publik agar perusahaan mendapatkan legitimasi oleh publik (Herlina et al. , 2. Banyak perusahaan yang ingin memperoleh legitimasi melalui pengintegrasian harapan dari pemangku kepentingan ke dalam strategi perusahaan secara menyeluruh (Ellerup Nielsen & Thomsen, 2. Keberhasilan suatu perusahaan dapat didukung oleh legitimasi yang membantu membangun reputasi dan meningkatkan loyalitas masyarakat (Dessy et al. , 2. Berkaitan dengan teori legitimasi, teori pemangku kepentingan juga menyatakan bahwa perusahaan harus memberikan manfaat bagi pemangku kepentingannya (Nuraini, 2. Suatu perusahaan akan terus berusaha untuk meyakinkan bahwa perilaku dari perusahaan telah sesuai dengan norma pada masyarakat (Purwaningsih & Aziza, 2. Jika perusahaan dapat memberikan nilainilai yang bermanfaat bagi pemangku kepentingan, maka perusahaan akan memperoleh reputasi positif dan dapat mempertahankan legitimasi (Aziza, 2. Dalam situasi saat ini. Perguruan Tinggi perlu mengembangkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Faktor utama yang membantu mempertahankan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan ini adalah reputasi dan legitimasi. Dalam konteks pendidikan tinggi, reputasi dan legitimasi yang positif dapat meningkatkan keunggulan kompetitif di Perguruan Tinggi (Parameswaran & Glowacka, 1. Melalui manajemen dan komunikasi dengan pemangku kepentingannya secara tepat, dapat membantu suatu organisasi mendapatkan Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2311 - 2324 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. kembali kepercayaan publik atau mengurangi ketidakpastian (Rindova et al. , 2. bagi pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan. Banyak peneliti telah melakukan penelitian tentang konstruksi ini karena masih terdapat keraguan mengenai perbedaan maupun keterkaitan di antara keduanya, dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai masalah ini (Miotto et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Miotto et al. dan (Del-Castillo-Feito et al. , 2. memperoleh hasil yang sama dari ketiga dimensi legitimasi yang berpengaruh positif. Sementara untuk dimensi reputasi dari kedua penelitian tersebut juga memperoleh hasil yang sama bagi pemangku kepentingan internal, hanya tiga dimensi yang berpengaruh positif. Tetapi pada penelitian yang dilakukan (Del-Castillo-Feito et al. , 2. bagi pemangku kepentingan eksternal seperti mahasiswa hanya satu dimensi reputasi yang tidak berpengaruh positif. Berdasarkan uraian literatur di atas, adapun tujuan penelitian ini adalah: A Pertama, untuk menganalisis hubungan antara reputasi dan legitimasi karena dianggap sebagai sarana untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan bagi Perguruan Tinggi. A Kedua, untuk menerapkan penelitian ini pada sektor pendidikan tinggi karena persaingan telah meningkat. Oleh karena itu, pentingnya aset tak berwujud seperti reputasi dan legitimasi bagi keberhasilannya dalam menarik sumber A Ketiga, adanya pertimbangan antara pemangku kepentingan internal dan eksternal, peneliti melakukan penelitian hanya kepada pemangku kepentingan internal saja karena mereka mungkin lebih mengetahui aspekaspek yang terkait dengan hal tersebut dibandingkan dengan pemangku kepentingan eksternal seperti mahasiswa. A Keempat, peneliti melakukan penelitian khusus pada Program Studi Akuntansi di Perguruan Tinggi untuk pemahaman yang lebih mendalam mengenai interaksi ini, dapat membantu pimpinan dalam memahami lanskap kompetitif dan tantangan baru yang akan dihadapi. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan yaitu data primer. Data primer dalam penelitian ini adalah data yang langsung diperoleh dari penyebaran kuesioner atau daftar pernyataan kepada responden yang terpilih dalam penelitian ini. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, populasi dari sampel ini adalah Dosen Senior Program Studi Akuntansi di Seluruh Perguruan Tinggi Indonesia. Peneliti mengukur Reputasi dan Legitimasi dengan menyurvei 42 Dosen Senior Program Studi Akuntansi dari 37 Perguruan Tinggi di Indonesia. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan pemodelan struktural dengan sistem SmartPLS versi 3. Reputasi dan legitimasi diukur melalui item yang diadaptasi dari skala yang ada dan menggunakan skala Likert dimana responden mengisi kolom yang sudah Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2311 - 2324 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. tersedia dengan memberi simbol pada pilihan nilai dari 1-5. Item yang digunakan untuk mengukur reputasi diambil dari penelitian (Vidaver-Cohen, 2. , di mana ia mengadaptasi skala reputasi yang ada yang dikembangkan oleh Tinjauan Reputasi Perusahaan untuk Sekolah Bisnis. Dimensi yang dipertimbangkan adalah: kinerja, inovasi, tanggung jawab sosial. Jasa, tata kelola, dan iklim tempat kerja (VidaverCohen, 2. Untuk mengukur legitimasi, tiga dimensi yang dikemukakan oleh (Suchman, 1. Dimensi yang dipertimbangkan adalah: legitimasi pragmatis, legitimasi moral, dan legitimasi kognitif (Suchman, 1. Tabel 3. 1 menyajikan instrumen pengukuran. Tabel 3. 1 Instrumen Pengukuran Variabel Reputasi Definisi Operasional Pengakuan, persepsi, sikap dan evaluasi yang subyektif dan kolektif terhadap pendidikan tinggi . rogram studi Akuntans. di antara semua utama . nternal dan eksterna. selama periode tertentu, yang didasarkan pada komunikasi, dan potensi mereka di masa lalu untuk Dimensi Kode Indikator Kinerja KN1 KN2 KN3 IN1 IN2 Kinerja Intelektual. Kinerja Jaringan. Kinerja keuangan. Kurikulum yang inovatif. Metode pengajaran yang inovatif. IN3 Beradaptasi terhadap perubahan. Bertanggung jawab terhadap pemangku kepentingan. Memberikan pengaruh positif terhadap pemangku kepentingan. Peduli dengan kesejahteraan pemangku kepentingan. Sistem penempatan kerja yang Pelatihan keterampilan khusus. Pengajaran berkualitas tinggi. Terbuka dan transparan. Menunjukkan perilaku etis. Keadilan pemangku kepentingan. Memberikan penghargaan kepada Menunjukkan terhadap kesejahteraan dosen. Menawarkan kesempatan yang Mendapatkan manfaat. membantu untuk tumbuh. Memenuhi kebutuhan. Inovasi Tanggung Jawab Sosial TJS1 TJS2 TJS3 Jasa JS1 JS2 JS3 Tata Kelola TK1 TK2 TK3 Iklim Tempat Kerja ITK1 ITK2 ITK3 Legitimasi Legitimasi adalah persepsi atau asumsi umum Legitimasi Pragmatis LP1 LP2 LP3 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2311 - 2324 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. bahwa tindakan suatu entitas diinginkan, pantas dalam sistem norma, nilai, keyakinan, dan definisi yang dibangun secara Legitimasi Moral Legitimasi Kognitif LM1 LM2 LM3 LK1 LK2 LK3 Mengikuti Berperilaku jujur. Bertanggung jawab secara sosial. Mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Menilai kegiatan dan tindakan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Dikelola dengan baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Pertama, analisis deskriptif dilakukan untuk memahami nilai-nilai reputasi dan legitimasi Perguruan Tinggi Indonesia dinilai oleh sampel yang dipilih. Tabel 4. menyajikan hasilnya, menunjukkan berbagai dimensi serta nilainya dengan rata-rata dan standar deviasi. Seperti yang terlihat pada hasil, nilai rata-rata untuk reputasi adalah 4,19 berbanding 5 dan 4,17 untuk legitimasi. Tabel 4. 1 Analisis Deskiptif Dimensi Kinerja Indikator KN1 KN2 KN3 Inovasi IN1 IN2 IN3 Tanggung Jawab TJS1 Sosial TJS2 TJS3 Jasa JS1 JS2 JS3 Tata Kelola TK1 TK2 TK3 Iklim Tempat Kerja ITK1 ITK2 ITK3 REPUTASI Legitimasi LP1 Pragmatis LP2 Rata-Rata Standar Deviasi Nilai RataRata Dimensi Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2311 - 2324 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Legitimasi Moral Legitimasi Kognitif LP3 LM1 LM2 LM3 LK1 LK2 LK3 LEGITIMASI Sumber: Data Diolah 2023 Berdasarkan hasil rata-rata dari tiga dimensi legitimasi yang berbeda, tampak bahwa legitimasi moral mewakili nilai tertinggi, sedangkan dimensi kognitif berada di ujung yang berlawanan. Dalam hal reputasi, dimensi yang menunjukkan nilai tertinggi adalah inovasi, jasa, tanggung jawab sosial. Kinerja muncul sebagai dimensi dengan nilai terendah. Model Sruktural Uji Validitas Konvergen Pengujian validitas konvergen dihitung dengan menggunakan nilai rata-rata varian yang diekstraksi atau Avarage Variance Extracted (AVE) dan nilai dari loading Suatu variabel akan dikatakan valid jika memiliki nilai AVE minimal sebesar 0,5 dan nilai Loding Factor minimal 0,7. Jika tidak sesuai dengan nilai tersebut maka variabel yang digunakan tidak valid. Hasil dari pengujian validitas konvergen adalah sebagai berikut: Tabel 4. 2 Outer Loading IN1 IN2 IN3 ITK1 ITK2 ITK3 JS1 JS2 JS3 KN1 KN2 KN3 LK1 LK2 LK3 LM1 LM2 LM3 ITK TJS LEGITIMASI Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2311 - 2324 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. LP1 LP2 LP3 TJS1 TJS2 TJS3 TK1 TK2 TK3 Sumber: Data Diolah 2023 Tabel 4. 3 Average Variance Extracted (AVE) Kinerja Inovasi Tanggung Jawab Sosial Jasa Tata Kelola Iklim Tempat Kerja Legitimasi Sumber: Data Diolah 2023 Cronbach's Composite . Composite . Average (AVE) Berdasarkan tabel 4. 2, semua indikator dan dimensi dari variabel X dan Y dikatakan valid karena nilai loading factor dari semua indikator dan dimensi dari variabel X dan Y lebih besar dari nilai minimal loading factor yaitu 0,7. Berdasarkan tabel 4. 3, nilai Average Variance Extracted (AVE) dari setiap variabel X dan Y dikatakan valid. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai Average Variance Extracted (AVE) menunjukkan lebih besar dari 0,5. Uji Realibitas Uji reliabilitas dapat dilihat dari nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability. Suatu variabel dapat dikatakan reliabel jika memiliki nilai cronbachAos alpha dan composite reliability minimal sebesar 0,7. Adapun hasil dari pengujian reliabilitas dapat dilihat pada tabel 4. Berdasarkan tabel 4. 3, semua item dikatakan reliabel karena nilai CronbachAos Alpha lebih besar dari 0,7 , nilai Composite reliability . lebih besar dari 0,7 dan nilai Composite reliability . lebih besar dari 0,7. Uji Validitas Diskriminan Validitas diskriminan yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas diskiminan cross loading. Suatu variabel akan dikatakan valid apabila nilai setiap indikator dari suatu variabel memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan nilai setiap Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2311 - 2324 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. indikator variabel lainnya. Adapun hasil dari pengujian diskriminan adalah sebagai Tabel 4. 4 Validitas Diskriminan (Cross Loadin. ITK IN1 0,978 0,887 IN2 0,990 0,837 IN3 0,979 0,881 ITK1 0,828 0,950 ITK2 0,817 0,962 ITK3 0,841 0,906 JS1 0,779 0,853 JS2 0,825 0,846 JS3 0,833 0,752 KN1 0,624 0,551 KN2 0,695 0,688 KN3 0,619 0,710 LK1 0,766 0,827 LK2 0,751 0,812 LK3 0,845 0,851 LM1 0,834 0,813 LM2 0,843 0,815 LM3 0,848 0,832 LP1 0,802 0,814 LP2 0,825 0,805 LP3 0,874 0,854 TJS1 0,886 0,886 TJS2 0,832 0,864 TJS3 0,865 0,855 TK1 0,754 0,795 TK2 0,739 0,733 TK3 0,772 0,787 Sumber: Data Diolah 2023 0,838 0,852 0,879 0,785 0,817 0,870 0,930 0,937 0,926 0,696 0,717 0,684 0,856 0,847 0,850 0,789 0,764 0,845 0,873 0,722 0,763 0,928 0,878 0,867 0,843 0,860 0,833 0,709 0,670 0,670 0,658 0,644 0,667 0,670 0,769 0,654 0,903 0,972 0,917 0,599 0,609 0,692 0,594 0,592 0,630 0,609 0,572 0,593 0,674 0,667 0,655 0,627 0,599 0,635 TJS 0,841 0,868 0,897 0,808 0,799 0,900 0,899 0,845 0,808 0,583 0,694 0,627 0,860 0,833 0,830 0,898 0,872 0,909 0,791 0,684 0,815 0,971 0,977 0,972 0,778 0,779 0,856 0,749 0,746 0,792 0,736 0,710 0,783 0,814 0,790 0,821 0,585 0,585 0,615 0,766 0,708 0,776 0,710 0,692 0,794 0,767 0,633 0,706 0,849 0,795 0,770 0,975 0,979 0,966 LEGITIMASI 0,858 0,860 0,882 0,809 0,810 0,874 0,844 0,817 0,775 0,571 0,659 0,598 0,946 0,911 0,942 0,951 0,935 0,969 0,909 0,869 0,936 0,886 0,863 0,869 0,757 0,743 0,786 R-Square Dalam menilai model dengan menggunakan PLS, dapat dilihat dari R-square untuk setiap variabel Y dependen, yang mana pada pengujian kali ini nilai R-square dengan menggunakan Smart PLS versi 3 sebagai berikut: Tabel 4. 5 R-Square LEGITIMASI Sumber: Data Diolah 2023 R-square R-square adjusted Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2311 - 2324 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tabel 4. 5 menunjukkan bahwa nilai R-Square sebesar 0. 857, hal ini menunjukkan bahwa 85,7% variabel Y (Legitimas. dipengaruhi oleh variabel Reputasi. Sisanya sebesar 14,3% dipengaruhi oleh variabel di luar penelitian ini. Uji Hipotesis (Bootstrappin. Uji hipotesis dalam PLS dilakukan dengan metode bootstrapping. Pengujian dari bootstrapping digunakan untuk meminimalkan ketidaknormalan data penelitian. Hasil model pengujian dengan bootstrapping dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. 6 Uji Hipotesis (Bootstrappin. IN -> LEGITIMASI ITK -> LEGITIMASI JS -> LEGITIMASI KN -> LEGITIMASI TJS -> LEGITIMASI TK -> LEGITIMASI REPUTASI -> LK REPUTASI -> LM REPUTASI -> LP REPUTASI -> LEGITIMASI Sumber: Data Diolah 2023 Origina Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) T statistics (IO/STDE VI) P Values 0,907 0,055 Pembahasan Pengaruh Reputasi terhadap Legitimasi Perguruan Tinggi Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa nilai koefisien jalurnya adalah 912 dengan p values 0. 000 < 0. Hasil ini membuktikan bahwa Reputasi berpengaruh positif terhadap Legitimasi (Hipotesis 1 dapat diterim. Hal ini tentunya sejalan dengan hasil penelitian (Miotto et al. , 2. yang mengatakan bahwa reputasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap legitimasi di Perguruan Tinggi. Seperti yang dijelaskan oleh (Miotto et al. , 2. dalam penelitiannya yang mengatakan bahwa Legitimasi dan reputasi dianggap penting dalam aset berwujud untuk memastikan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan serta untuk menjamin kelangsungan hidup dan pertumbuhan organisasi mereka. Pengaruh Kinerja terhadap Legitimasi Perguruan Tinggi Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa nilai koefisien jalurnya adalah 046 dengan p values 0. 414 > 0. Hasil ini membuktikan bahwa Kinerja tidak berpengaruh positif terhadap Legitimasi (Hipotesis 1. 1 tidak dapat diterim. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2311 - 2324 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Hal ini tentunya sejalan dengan hasil penelitian (Miotto et al. , 2. yang mengatakan bahwa kinerja tidak berpengaruh positif terhadap legitimasi di Perguruan Tinggi. Pengaruh Inovasi terhadap Legitimasi Perguruan Tinggi Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa nilai koefisien jalurnya adalah 268 dengan p values 0. 043 < 0. Hasil ini membuktikan bahwa Inovasi berpengaruh positif terhadap Legitimasi (Hipotesis 1. 2 dapat diterim. Hal ini berbeda dengan hasil penelitian (Miotto et al. , 2. yang mengatakan bahwa inovasi tidak secara relevan meningkatkan persepsi positif terhadap reputasi. Mereka menganggap bahwa menyelaraskan manajemen Perguruan Tinggi dengan nilai-nilai masyarakat dan sah secara moral merupakan sumber keunggulan kompetitif yang lebih baik daripada inovasi. Inovasi dianggap sebagai sumber reputasi akademis di komunitas terbatas dan elit, tidak berdampak pada persepsi masyarakat umum. Pengaruh Tanggung Jawab Sosial terhadap Legitimasi Perguruan Tinggi Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa nilai koefisien jalurnya adalah 305 dengan p values 0. 021 < 0. Hasil ini membuktikan bahwa Tanggung Jawab Sosial berpengaruh positif terhadap Legitimasi (Hipotesis 1. 3 dapat diterim. Hal ini tentunya sejalan dengan hasil penelitian (Miotto et al. , 2. yang mengatakan bahwa banyak organisasi telah mengadopsi tanggung jawab sosial sebagai posisi strategis. Perguruan tinggi yang mampu menyelaraskan strateginya dengan harapan pemangku kepentingan akan menjadi perguruan tinggi yang memiliki keunggulan kompetitif yang lebih berkelanjutan. Strategi-strategi ini harus difokuskan pada solusi isu-isu penting dan global melalui penelitian, transfer pengetahuan ke dunia usaha, dan penjangkauan komunitas. Pengaruh Jasa terhadap Legitimasi Perguruan Tinggi Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa nilai koefisien jalurnya adalah 148 dengan p values 0. 252 > 0. Hasil ini membuktikan bahwa Jasa tidak berpengaruh positif terhadap Legitimasi (Hipotesis 1. 4 tidak dapat diterim. Hal ini tentunya sejalan dengan hasil penelitian (Miotto et al. , 2. yang mengatakan bahwa jasa tidak berpengaruh positif terhadap legitimasi di Perguruan Tinggi. Pengaruh Tata Kelola terhadap Legitimasi Perguruan Tinggi Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa nilai koefisien jalurnya adalah 006 dengan p values 0. 939 > 0. Hasil ini membuktikan bahwa Tata Kelola tidak berpengaruh positif terhadap Legitimasi (Hipotesis 1. 5 tidak dapat diterim. Tata kelola universitas tidak dianggap sebagai aspek positif oleh dosen, yang berarti bahwa aktivitas administrator publik tidak dianggap cukup baik untuk mendapatkan reputasi positif. Hal ini berbeda dengan hasil penelitian (Miotto et al. yang mengatakan bahwa tata kelola meningkatkan persepsi positif terhadap Pengaruh Iklim Tempat Kerja terhadap Legitimasi Perguruan Tinggi Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa nilai koefisien jalurnya adalah 275 dengan p values 0. 032 < 0. Hasil ini membuktikan bahwa Iklim Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2311 - 2324 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tempat Kerja berpengaruh positif terhadap Legitimasi (Hipotesis 1. 6 dapat diterim. Hal ini tentunya sejalan dengan hasil penelitian (Miotto et al. , 2. yang mengatakan bahwa iklim tempat kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap legitimasi di Perguruan Tinggi. Pengaruh Reputasi terhadap Legitimasi Pragmatis Perguruan Tinggi Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa nilai koefisien jalurnya adalah 876 dengan p values 0. 000 < 0. Hasil ini membuktikan bahwa Reputasi berpengaruh positif terhadap Legitimasi Pragmatis (Hipotesis 2. 1 dapat diterim. Hal ini tentunya sejalan dengan hasil penelitian (Miotto et al. , 2. yang mengatakan bahwa reputasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap legitimasi pragmatis di Perguruan Tinggi. Pengaruh Reputasi terhadap Legitimasi Moral Perguruan Tinggi Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa nilai koefisien jalurnya adalah 875 dengan p values 0. 000 < 0. Hasil ini membuktikan bahwa Reputasi berpengaruh positif terhadap Legitimasi Moral (Hipotesis 2. 2 dapat diterim. Hal ini tentunya sejalan dengan hasil penelitian (Miotto et al. , 2. yang mengatakan bahwa legitimasi moral dan reputasi yang dicapai melalui keterlibatan kewarganegaraan menyediakan organisasi dengan kredibilitas, kepercayaan, dan dukungan dari pemangku kepentingan serta akses terhadap sumber daya yang diperlukan untuk bertahan hidup. Pengaruh Reputasi terhadap Legitimasi Kognitif Perguruan Tinggi Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa nilai koefisien jalurnya adalah 898 dengan p values 0. 000 < 0. Hasil ini membuktikan bahwa Reputasi berpengaruh positif terhadap Legitimasi Kognitif (Hipotesis 2. 3 dapat diterim. Hal ini tentunya sejalan dengan hasil penelitian (Miotto et al. , 2. yang mengatakan bahwa reputasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap legitimasi kognitif di Perguruan Tinggi. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan dari penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Terdapat hubungan positif antara Reputasi (X) dengan Legitimasi (Y). Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikan. Dengan nilai p values 0. 000 < 0. Mengingat enam dimensi yang dikembangkan oleh (Vidaver-Cohen, 2. untuk mengukur reputasi sekolah bisnis, hasilnya menunjukkan bahwa hanya tiga dari enam dimensi yang berpengaruh positif: inovasi, tanggung jawab sosial, dan iklim tempat kerja. Seluruh dimensi legitimasi berpengaruh positif. Oleh karena itu, dimensi yang dikemukakan oleh (Suchman, 1. dapat dipastikan valid melalui penelitian ini. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengetahuan kita tentang masalah ini dengan bukti empiris dalam bidang yang relatif baru. Penelitian ini juga Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2311 - 2324 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. dapat membantu para manajer Perguruan Tinggi memutuskan bagaimana mengelola reputasi dan legitimasi mereka sebagai alat untuk keunggulan kompetitif yang Oleh karena itu, mengetahui pengaruh reputasi terhadap legitimasi dapat menjadi alat yang berguna untuk mengoptimalkan sumber daya yang langka ini dan memanfaatkan potensi sinergi saat mengelola kedua aset tersebut. Jika Perguruan Tinggi berinvestasi dalam mengembangkan tindakan atau strategi untuk meningkatkan tingkat reputasinya dan tindakan ini dianggap positif oleh para dosennya, maka legitimasi universitas juga akan meningkat. Penelitian ini hanya menggunakan satu sumber yaitu kuesioner, sehingga data yang di ambil hanya menggambarkan adapun pendapat dari responden, dalam hal ini kuesioner memiliki keterbatasan terkadang jawaban yang diberikan oleh responden belum bisa menunjukkan keadaan yang sebenarnya dan mungkin penelitian ini juga memiliki keterbatasan terhadap jumlah sampel yang mungkin masih kurang merata di setiap bagian Perguruan Tinggi Indonesia. Untuk penelitian selanjutnya jika melakukan pengujian yang sama dengan penelitian ini disarankan untuk difokuskan pada pembuktian sampel dengan menyurvei anggota dari berbagai departemen akademik yang mungkin lebih mengetahui aspek-aspek yang terkait. DAFTAR PUSTAKA