JURNAL FLYWHEEL. Februari 2023. Vol 14 . , 13-18 E-ISSN: 2745-7435 P-ISSN: 1979-5858 Laju Korosi pada Plat Baja Hitam dengan Penambahan Inhibitor Allium Sativum Solo Garlic di Lingkungan Air Laut Kismanti1. Waluyo 2. Asdar3 Teknik Mesin. Universitas Borneo Tarakan. Tarakan. Indonesia Email: kismanti88@gmail. com, marhadibw@borneo. 1,2,3 ABSTRACT Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah weight loss, yaitu suatu metode sederhana untuk menghitung laju korosi yang terjadi pada waktu tertentu. Adapun spesimen yang digunakan yaitu plat baja hitam. Medium korosi yang digunakan adalah air laut yang telah di saring untuk menghilangkan micro organisme, dengan variasi waktu perendaman 5 hingga 30 hari. Berdasarkan hasil penelitian, efisiensi inhibisi korosi yang baik terjadi pada konsetrasi inhibitor 100 ppm, baik untuk perendaman 5 hari hingga 30 hari dengan nilai rata- rata efesiensi yaitu 53 %. Pada foto struktur makro menunjukkan pada permukaan plat baja hitam dilapisi dengan bawang lanang pada konsentrasi inhibitor 100 ppm dengan tingkat laju korosi sangat rendah. Keywords korosi, inhibitor, bawang lanang, weight loss PENDAHULUAN Penggunaan baja logam banyak digunakan dalam sehari-hari salah satunya konstruksi yang menggunakan bahan berkekuatan lebih keras seperti kerangka mobil alat berat dan alat alat lainnya yang menggunakan bahan dasar baja. Akan tetapi baja ini memiliki kekurangan mungkin tidak asing lagi di dunia industri yaitu korosi. Korosi dapat menyebabkan kerusakan pada baja dan dapat mengurangi kualitas baja itu sendiri. Korosi ini menjadi masalah bagi industri karena sengat berdampak buruk bagi alat alat konstruksi yang menggunakan bahan dasar baja. Usia suatu konstruksi menjadi berkurang dari waktu yang telah ditentukan akibat terkena korosi. Biaya yang besar untuk mengganti alat yang sudah terkena korosi yang sudah terlalu parah. Korosi ini tidak dapat dihentikan namun dapat diperlambat dengan pemberian inhibitor yang berfungsi untuk memperlambat laju korosinya. Korosi melemahkan struktur pada logam baja yang menyebabkan terjadi sebuah kerapuhan. Kerapuhan tersebut sangat menghambat dan mempengaruhi usia material khusunya baja karbon rendah. Pengendalian korosi ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya korosi pada logam dan baja. Salah satu pengendalian korosi dengan menggunakan Inhibitor merupakan proses rekayasa yang dilakukan pada lingkungan. Inhibitor itu sendiri merupakan penambahan sebuah bahan, baik itu organik maupun anorganik ke sebuah logam dan baja. Inhibitor ini dapat menghambat reaksi kimia sehingga dapat memperlambat laju korosi yang terjadi. Seperti pada penelitian-penelitian sebelumnya banyak yang memanfaatkan bahan organik sebagai inhibitor. Pemilihan bahan organik untuk dijadikan sebagai penghambat laju korosi sangat efisien dan ramah lingkungan Sebagaimana yang dinyatakan oleh M. Fajar dkk. Memanfaatkan ekstrak rimpang jahe untuk menghambat laju korosi pada pipa baja. Hal ini juga dinyatakan oleh (Hesti Istiqlaliyah dkk . bahwa pemanfaatan limbah puntung rokok dan daun tembakau dapat digunakan sebagai inhibitor. METODE Analisi Kegagalan Salah satu penyebab kegagalan material adalah korosi. Korosi merupakan reaksi yang terjadi pada material dan Korosi yang terjadi dapat dikendalikan namun tidak dapat dihilangkan karena korosi merupakan reaksi Pada lingkungan air asin tentu reaksi korosi akan terjadi lebih cepat. Baja karbon rendah yang diaplikasikan dilingkungan air laut akan mengalami korosi yang lebih cepat. Hal ini akan mempercepat terjadinya kegagalan. Inhibitor Inhibitor adalah penambahan bahan berupa zat dalam jumlah sedikit terhadap material, sehingga terjadinya reaksi kimia dengan permukaan logam. Dimana bertujuan untuk menghambat laju korosi terjadi. Inhibitor yang akan digunakan yaitu ekstrak bawang lanang. Kismanti. Waluyo. Asdar Analisa Data Analisis laju korosi pada material dengan metode inhibitor dapat dilakukan dengan beberapa metode. Dimulai dari proses eksperimen kemudian di lakukan pengumpulan data untuk diolah. Pengujian juga dilakukan untuk membuktikan hasil analisa data. Uji weight loss dan uji efesiensi inhibitor dilakukan. Setelah diperoleh data pada uji weight loss data kemudian diolah dengan menghitung kehilangan berat material. Setelah data terbaik diperoleh, dilakukan uji foto mikro pada spesimen. Pengujian ini bertujuan untuk membuktikan secara visual yang kemudian dikorelasikan denga hasil olah data. Pengujian foto mikro dilakukan menggunakan kamera mikro usb. DISKUSI