Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 3 Nomor 2 Juli 2023 UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI SMK MUHAMMADIYAH BANJAR Geri Garyadian Mauluddin STIT Muhammadiyah Banjar Email: geri. garyadinamauluddin@gmail. Abstrak Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Analisis data dilakukan melalui observasi berkelanjutan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pendidikan agama Islam di SMK Muhammadiyah Banjar merencanakan pembelajaran sesuai kurikulum dan materi yang relevan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Implementasi upaya ini meliputi pembelajaran intrakurikuler dengan menunjukkan dalil dalam Al-Qur'an tentang haramnya narkoba dan kegiatan ekstrakurikuler seperti razia, seminar narkoba bulanan, serta kegiatan pondok Ramadhan untuk memperkuat iman dan akhlak mulia Guru PAI menunjukkan kepedulian tinggi terhadap masalah narkoba di kalangan siswa. Peneliti menyarankan sekolah, terutama guru PAI, untuk mengembangkan upaya lebih lanjut dalam mencegah penyalahgunaan narkoba guna mencetak generasi muda yang bebas dari pengaruh narkoba. Orang tua juga diharapkan lebih memperhatikan dan menanamkan nilai-nilai agama sejak dini pada anak-anak. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba bagi para Kata Kunci: Penyalahgunaan narkoba. Akhlak mulia. Abstract This study employs a qualitative approach with field research methodology, involving direct observation, interviews, and documentation for data collection. Data analysis was conducted through persistent observation and triangulation. The findings indicate that Islamic education teachers at SMK Muhammadiyah Banjar plan their lessons according to the current curriculum and relevant materials to prevent drug abuse. The implementation includes intracurricular activities, where teachers provide evidence from the Qur'an about the prohibition of narcotics, and extracurricular activities such as regular drug searches, monthly drug seminars, and Romadhon camps aimed at strengthening students' faith and moral character. Islamic education teachers show high concern for the issue of drug abuse among students. The researcher suggests that schools, especially Islamic education teachers, should further develop strategies to prevent drug abuse to create a drug-free young generation. Parents are encouraged to instill religious values in their children from an early Additionally, this study aims to increase awareness about the dangers of drug abuse for users. Keywords: Drug abuse. Noble character, dinikmati oleh golongan remaja, tetapi juga oleh golongan setengah baya maupun usia tua (Imron Masyhuri. Dwi S. Pada tahun 1961, pemerintah Indonesia mengesahkan Konvensi Tunggal Narkotika, hasil dari United Nations Conference For Adoption of a Single Convention on Narcotic Drug yang diselenggarakan di New York dari tanggal 24 Januari sampai 30 Maret 1961. Konvensi ini bertujuan untuk menjalin kerja sama internasional dalam pengawasan atas narkotika (Aulia et , 2. Berdasarkan PBB Pemberantasan Gelap Narkotika dan Psikotropika, yang PENDAHULUAN Masalah narkoba atau NAPZA (Narkotika. Alkohol. Psikotropika, dan Zat Adiktif lainny. adalah salah satu isu yang sangat serius di Indonesia. Penyalahgunaan narkoba telah menjadi perhatian banyak orang dan terus-menerus dibicarakan serta dipublikasikan. Bahkan, masalah ini menjadi perhatian berbagai kalangan di Indonesia, mulai dari pemerintah. LSM. Ormas, hingga masyarakat umum, yang semuanya menginginkan agar remaja tidak mencoba dan mengkonsumsi narkoba. Namun, pada kenyataannya, pengguna narkoba sudah masuk ke segala lapisan masyarakat, baik kalangan atas, menengah, maupun bawah. Narkoba tidak hanya Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 3 Nomor 2 Juli 2023 lebih dikenal dengan istilah Konvensi Wina 1988, konvensi ini merupakan penegasan dan penyempurnaan atas prinsip-prinsip dan ketentuan yang telah diatur dalam Konvensi Tunggal Narkotika 1961 serta Konvensi Psikotropika 1971 tentang pemberantasan peredaran gelap narkotika dan psikotropika (Nuralim, 2. Di Indonesia, perkembangan pencandu narkoba semakin pesat, terutama di kalangan usia produktif atau usia pelajar antara 11 sampai 24 tahun. Awalnya, pelajar yang mengkonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Dari kebiasaan merokok inilah, pergaulan terus meningkat terutama ketika pelajar tersebut bergabung dengan lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, kemudian mengalami ketergantungan (Wahyu Wirasati. Hingga kini, penyebaran narkoba sudah hampir tidak bisa dicegah. Hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapatkan narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti bandar narkoba yang mencari mangsa di daerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Hal ini menyebabkan kekhawatiran bagi para orang tua, ormas, dan pemerintah (Saputra & Widiansyah, 2. Berkurangnya pengawasan orang tua di usia remaja akan menjerumuskan anak ke dalam hal-hal negatif seperti perkelahian, seks bebas, dan penyalahgunaan narkoba. Selain pengawasan orang tua yang terlalu longgar, pergaulan yang semakin meluas juga menjadi faktor anak terlibat dalam hal-hal negatif(Unique. Guru pendidikan Islam berpenampilan sesuai dengan nilai-nilai agama, menjaga pergaulan, dan tidak bergaul dengan orang yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba (Latifah, 2. PAI dalam mencegah penyalahgunaan narkoba serta tantangan yang mereka hadapi, dengan harapan dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi peningkatan efektivitas program pencegahan narkoba di HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menghasilkan temuan yang penting terkait peran dan upaya yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa SMK Muhammadiyah Banjar. Hasil penelitian diperoleh dari observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi, yang diolah dan dianalisis untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Peran Guru PAI Penyalahgunaan Narkoba Pencegahan Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa guru PAI di SMK Muhammadiyah Banjar memainkan peran yang signifikan dalam pencegahan penyalahgunaan Mereka tidak hanya memberikan pendidikan agama yang menekankan nilai-nilai moral dan spiritual, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan untuk memperkuat iman dan akhlak mulia Kegiatan seperti seminar narkoba bulanan, razia narkoba, dan program pondok Ramadhan adalah beberapa contoh upaya konkret yang dilakukan oleh guru PAI. Strategi Pencegahan yang Digunakan Strategi pencegahan yang diterapkan oleh guru PAI meliputi pendekatan preventif dan kuratif. Secara preventif, guru PAI mengintegrasikan materi tentang bahaya narkoba dalam kurikulum dan mengaitkannya dengan ajaran agama, khususnya dengan menunjukkan dalil-dalil Al-Qur'an tentang haramnya narkoba. Selain itu, mereka juga melibatkan siswa dalam diskusi dan aktivitas yang mengedukasi mereka mengenai dampak negatif Secara kuratif, guru PAI memberikan bimbingan menyalahgunakan narkoba serta bekerja sama dengan orang tua dan pihak sekolah untuk memberikan dukungan yang diperlukan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk memahami peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa SMK Muhammadiyah Banjar. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis Observasi dilakukan untuk melihat interaksi guru PAI dengan siswa serta kegiatan pencegahan yang dilaksanakan di sekolah. Wawancara mendalam melibatkan guru PAI, siswa, dan pihak sekolah untuk menggali pandangan dan pengalaman mereka terkait upaya pencegahan narkoba. Tantangan yang Dihadapi Meskipun upaya pencegahan narkoba telah dilakukan dengan baik, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh guru PAI. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar, termasuk keluarga siswa yang kurang memberikan pengawasan Selain itu, pengaruh lingkungan sosial yang buruk dan akses mudah terhadap narkoba di masyarakat sekitar sekolah juga menjadi kendala. Guru PAI juga menghadapi kesulitan dalam mengidentifikasi siswa yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba secara dini, karena kurangnya keterbukaan dari siswa itu sendiri. Dokumentasi mencakup analisis terhadap kurikulum, materi ajar, dan laporan kegiatan pencegahan Analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan berdasarkan tematema utama yang muncul dari data yang diperoleh. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber data, member checking, dan audit trail. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan oleh guru Efektivitas Upaya Pencegahan Jurnal TarbiyahMu ISSN 2798-429X Volume 3 Nomor 2 Juli 2023 Dari hasil wawancara dan observasi, dapat disimpulkan bahwa upaya pencegahan yang dilakukan oleh guru PAI cukup efektif dalam mengurangi tingkat penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa. Banyak siswa yang menyatakan bahwa mereka menjadi lebih sadar akan bahaya narkoba dan merasa lebih terjaga dari pengaruh negatif tersebut. Namun, untuk mencapai hasil yang lebih optimal, perlu adanya peningkatan kolaborasi antara guru, orang tua, dan pihak sekolah serta penguatan programprogram pencegahan yang sudah ada. Illicit Traffic in Narcotic and Psychotropic Substances 1988 Terhadap Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika di Indonesia. YUSTISIA TIRTAYASA : JURNAL TUGAS AKHIR, 2. , 76Ae Imron Masyhuri. Dwi S, et. Survei Nasional Penyalahgunaan Narkoba 2021. Pusat Penelitian . Data. Dan Informasi Badan Narkotika Nasional, 2. , 405. Latifah. Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembinaan Karakter Siswa. Jurnal Tahsinia, 4. , 40Ae48. https://doi. org/10. 57171/jt. Implikasi dan Rekomendasi Berdasarkan temuan penelitian, disarankan agar sekolah, khususnya guru PAI, terus mengembangkan dan meningkatkan upaya pencegahan narkoba dengan mengadopsi pendekatan yang lebih komprehensif dan melibatkan seluruh komunitas sekolah. Perlu adanya pelatihan rutin bagi guru tentang metode pencegahan narkoba dan pembaruan materi ajar yang relevan. Orang tua juga harus lebih aktif dalam mengawasi dan membimbing anak-anak mereka, serta memberikan dukungan moral dan spiritual yang kuat. Dengan demikian, diharapkan generasi muda dapat terbebas dari pengaruh narkoba dan tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia dan berprestasi. Nuralim. PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA GENERASI MILENIAL DI KABUPATEN BONE (PRESPEKTIF HUKUM ISLAM). International Journal of Technology, 47. Saputra. , & Widiansyah. Penyuluhan Hukum Bahaya Narkotika serta Bentuk Pencegahan dikalangan Remaja Mustika Karang Satria Kabupaten Bekasi. Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6. , 9Ae19. https://doi. org/10. 25134/empowerment. Unique. PENGARUH PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI DUSUN CILAWANG DESA CIPADANG. 0, 1Ae PENUTUP Penelitian ini menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Muhammadiyah Banjar penyalahgunaan narkoba melalui pendidikan moral dan kegiatan pencegahan seperti seminar dan bimbingan. Meskipun efektif, mereka menghadapi tantangan seperti kurangnya dukungan keluarga dan lingkungan sosial serta kesulitan dalam mengidentifikasi siswa yang terlibat narkoba sejak dini. Saran Peningkatan Kolaborasi: Sekolah dan Orang Tua: Tingkatkan kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua dalam program pencegahan narkoba. Pengembangan Program Pencegahan: Pelatihan dan Kegiatan:Adakan pelatihan rutin bagi guru dan perluas kegiatan ekstrakurikuler yang meningkatkan kesadaran Pendekatan Komprehensif: Integrasi dan Dukungan: Integrasikan materi tentang bahaya narkoba ke dalam kurikulum dan libatkan lembaga eksternal untuk mendukung program pencegahan. Dengan implementasi saran ini, program pencegahan narkoba di sekolah dapat lebih efektif dan berkelanjutan, menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan karakter siswa. Wahyu Wirasati. Pentingnya Edukasi Penyalahgunaan Narkoba Dan Bahaya Hiv/Aids Terhadap Generasi Muda. Jurnal Suara Pengabdian 45, 1. , 1Ae7. https://doi. org/10. 56444/pengabdian45. DAFTAR PUSTAKA