Nazirwan Peran Guru Menurut Johann AA PERAN GURU MENURUT JOHANN HEINRICH PESTALOZZI DALAM MENGHADAPI DIGITAL NATIVES (Studi Kasus di Seoul. Korea Selata. NAZIRWAN Praktisi Pendidikan dan Dosen STAI Maarif Jambi nazirwans@yahoo. ABSTRAK Profesi sebagai seorang guru merupakan profesi yang sangat stategis dan terhormat, maka dari itu seorang guru harus memiliki beberapa pengetahuan utama antara lain pengetahuan tentang konten (Content Knowledg. , pengetahuan tentang pedagogik (Pedagogical Knowledg. dan pengetahuan tentang pedagogik konten (Pedagogical Content Knowledg. Seorang guru tugasnya tidak hanya melakukan proses transfer of knowledge kepada peserta didik, akan tetapi seorang guru harus bisa menfasilitasi peserta didik agar bisa membangun pengetahuan baru berdasarkan pada kemampuan yang telah dimiliki sebelumnya (Preliminary Knowledg. Tugas utama guru mempersiapkan peserta didik sebagai generasi digital natives dalam menghadapi kehidupannya dimasa yang akan datang, sehingga seorang guru sebagai generasi digital immigrants . enerasi peraliha. harus berperan aktif demi untuk mencapai tujuan pendidikan. Keyword : Peran Guru. Johann Heinrich Pestalozzi. Digital Natives PENDAHULUAN Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada Desember 2018. Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Islam melaksanakan Short Course di Seoul National University of Education (SNUE). Korea Selatan. Salah satu peserta pada kegiatan tersebut adalah seorang guru pendidikan agama Islam pada sekolah yang juga merupakan dosen pada Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi yang bernama Nazirwan. Pd. Bahan kajian pada kegiatan short course tersebut adalah berkenaan tentang penanan guru dalam pendidikan, karena seorang guru memiliki peran penting dalam pembangunan sebuah negara. Profesi guru di Korea Selatan merupakan profesi yang sangat stategis dan terhormat, maka dari itu seorang guru harus memiliki beberapa pengetahuan utama antara lain pengetahuan tentang konten (Content Knowledg. , pengetahuan tentang pedagogik (Pedagogical Knowledg. dan pengetahuan tentang pedagogik konten (Pedagogical Content Knowledg. Seorang guru tugasnya tidak hanya melakukan proses transfer of knowledge kepada peserta didik, akan tetapi seorang guru harus bisa menfasilitasi peserta didik agar bisa membangun Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Nazirwan Peran Guru Menurut Johann AA pengetahuan baru berdasarkan pada kemampuan yang telah dimiliki sebelumnya (Preliminary Knowledg. Seorang guru dalam melaksanakan tugas mempersiapkan peserta didiknya dalam menghadapi perkembangan zaman, hendaknya membekali diri dengan berbagai metode dan strategi yang efektif dan efisien. Seorang guru inovatif yang juga merupakan ahli pendidikan bernama Johann Heinrich Pestalozzi dalam teorinya menjelaskan tentang peran guru mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi digital natives (Generasi Digita. Ada dua generasi dalam dunia pendidikan yaitu digital natives dan digital immigrants. Digital natives merupakan generasi yang lahir pada era digital, sedangkan digital immigrants adalah generasi yang lahir sebelum era digital tetapi kemudian tertarik, lalu mengadopsi hal baru dari teknologi Generasi digital natives lebih banyak mengisi kehidupan dengan penggunaan komputer, video games, digital music players, video cams, cell phone dan berbagai macam perangkat permainan yang diproduksi di abad Generasi digital natives sudah terkondisikan dengan lingkungan seperti itu dan mengganggap teknologi digital sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya. Rata-rata generasi digital natives ketika lahir sudah berada dalam lingkungan teknologi digital. II. PEMBAHASAN PENGERTIAN GURU Guru merupakan seseorang yang berjasa dalam dunia pendidikan, karena guru merupakan orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya. Guru adalah orang dewasa, yang karena peranannya berkewajiban memberikan pendidikan kepada anak didik. Orang tersebut mungkin berpredikat sebagai ayah atau ibu, guru, ustadz, dosen, ulama dan sebagainya1. Guru merupakan unsur penting dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Djamarah Guru adalah seseorang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik atau tenaga profesional yang dapat menjadikan murid-muridnya untuk merencanakan, menganalisis dan menyimpulkan masalah yang dihadapi2. Menurut undang-undang nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Guru diartikan sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan Nawawi. Administrasi Pendidikan (Jakarta: Gunung Agung, 1. , hlm. Djamarah. Syaiful Bahri. Guru dan Peserta didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , hlm. Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Nazirwan Peran Guru Menurut Johann AA mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah3. Guru adalah seorang pendidik yang profesional, guru merupakan salah satu faktor utama bagi terciptanya generasi penerus bangsa. Menurut Djamarah dan Zain. Guru adalah seseorang yang berpengalaman dalam bidang profesinya. Dengan keilmuan yang dimilikinya, dia dapat menjadikan anak didik menjadi orang yang cerdas 4 . Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 39 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Menyatakan bahwa pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi5. Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli, dapat di tarik kesimpulan bahwa pengertian guru adalah seseorang yang berkewajiban untuk mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada orang lain, sehingga dia dapat menjadikan orang lain menjadi orang yang cerdas. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan. PERAN GURU Seorang guru memegang peranan yang sangat penting dalam dunia Guru memiliki beberapa peran yang harus di munculkan, adapun peran-peran tersebut antara lain6: Guru Sebagai Pendidik Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Peran guru sebagai pendidik . berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab kemasyarakatan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 Djaramah. Syaiful Bahra dan Zain Aswan. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , hlm. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Mulyasa. Menjadi Guru Profesional, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , hlm. Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Nazirwan Peran Guru Menurut Johann AA pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan. untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada. Guru Sebagai Pengajar Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam Jika factor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah. Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran, yaitu: Membuat ilustrasi. Mendefinisikan. Menganalisis. Mensintesis. Bertanya. Merespon. Mendengarkan. Menciptakan kepercayaan. Memberikan pandangan yang bervariasi. Menyediakan media untuk mengkaji materi standar. Menyesuaikan metode pembelajaran. Memberikan nada perasaan. Guru Sebagai Pembimbing Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks. Guru Sebagai Pemimpin Guru diharapkan mempunyai kepribadian dan ilmu pengetahuan. Guru menjadi pemimpin bagi peserta didiknya. Ia akan menjadi imam. Guru Sebagai Pengelola Pembelajaran Guru harus mampu menguasai berbagai metode pembelajaran. Selain itu, guru juga dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Guru Sebagai Model dan Teladan Guru merupakan model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Nazirwan Peran Guru Menurut Johann AA mudah untuk ditentang, apalagi ditolak. Sebagai teladan, tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang disekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru: sikap dasar, bicara dan gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap melalui pengalaman dan kesalahan, pakaian, hubungan kemanusiaan, proses berfikir, perilaku neurotis, selera, keputusan, kesehatan, gaya hidup secara umum. Perilaku guru sangat mempengaruhi peserta didik, tetapi peserta didik harus berani mengembangkan gaya hidup pribadinya sendiri. Guru yang baik adalah yang menyadari kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang ada pada dirinya, kemudian menyadari kesalahan ketika memang bersalah. Kesalahan harus diikuti dengan sikap merasa dan berusaha untuk tidak mengulanginya. Sebagai Anggota Masyarakat Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan disegala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya. Guru perlu juga memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat melalui kemampuannya, antara lain melalui kegiatan olah raga, keagamaan dan Keluwesan bergaul harus dimiliki, sebab kalau tidak pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat. Guru sebagai administrator Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Guru akan dihadapkan pada berbagai tugas administrasi di sekolah. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Guru Sebagai Penasehat Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang. Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya. Agar Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Nazirwan Peran Guru Menurut Johann AA guru dapat menyadari perannya sebagai orang kepercayaan dan penasihat secara lebih mendalam, ia harus memahami psikologi kepribadian dan ilmu kesehatan mental. Guru Sebagai Pembaharu (Inovato. Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini, terdapat jurang yang dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain, demikian halnya pengalaman orang tua memiliki arti lebih banyak daripada nenek kita. Seorang peserta didik yang belajar sekarang, secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan. Tugas guru adalah menerjemahkan kebijakan dan pengalaman yang berharga ini kedalam istilah atau bahasa moderen yang akan diterima oleh peserta didik. Sebagai jembatan antara generasi tua dan genearasi muda, yang juga penerjemah pengalaman, guru harus menjadi pribadi yang terdidik. Guru Sebagai Pendorong Kreatifitas Kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreatifitas tersebut. Kreatifitas merupakan sesuatu yang bersifat universal dan merupakan cirri aspek dunia kehidupan di sekitar kita. Kreativitas ditandai oleh adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu. Akibat dari fungsi ini, guru senantiasa berusaha untuk menemukan cara yang lebih baik dalam melayani peserta didik, sehingga peserta didik akan menilaianya bahwa ia memang kreatif dan tidak melakukan sesuatu secara rutin saja. Kreativitas menunjukkan bahwa apa yang akan dikerjakan oleh guru sekarang lebih baik dari yang telah dikerjakan Guru Sebagai Emansipator Dengan kecerdikannya, guru mampu memahami potensi peserta didik, menghormati setiap insan dan menyadari bahwa kebanyakan insan merupakan AubudakAy stagnasi kebudayaan. Guru mengetahui bahwa pengalaman, pengakuan dan dorongan seringkali membebaskan peserta didik dari Auself imageAy yang tidak menyenangkan, kebodohan dan dari perasaan tertolak dan rendah diri. Guru telah melaksanakan peran sebagai emansipator ketika peserta didik yang dicampakkan secara moril dan mengalami berbagai kesulitan dibangkitkan kembali menjadi pribadi yang percaya diri. Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Nazirwan Peran Guru Menurut Johann AA Guru Sebagai Evaluator Evaluasi atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta variable lain yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi Teknik apapun yang dipilih, dalam penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut. Guru Sebagai Kulminator Guru adalah orang yang mengarahkan proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir . Dengan rancangannya peserta didik akan melewati tahap kulminasi, suatu tahap yang memungkinkan setiap peserta didik bisa mengetahui kemajuan Di sini peran kulminator terpadu dengan peran sebagai Dilihat dari beberapa peran guru diatas, dapat dikatakan bahwa peran utama guru adalah membantu siswa dalam proses perkembangan diri dan juga pengoptimalan bakat dan kemampuan yang dimilikinya selain itu guru berperan penting dalam pengelolaan kelas, salah satunya guru berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi siswa dalam belajar agar kegiatan pembelajaran dapat tercapai. Guru juga diharapkan mampu untuk mengembangkan RPP, salah satu elemen penting dalam RPP adalah sumber belajar, dengan demikian seorang guru di wajibkan untuk dapat mengembangkan bahan ajar sebagai salah satu sumber Seorang guru juga harus menjadi suri tauladan yang baik bagi siswanya, memberikan dorongan untuk belajar dan bisa membangkitkan minat belajar siswanya. PANDANGAN PESTALOZZI TENTANG PENDIDIKAN Johann Heinrich Pestalozzi lahir di Zurich. Switzerland pada tanggal 12 Januari 1746. Ayahnya meninggal ketika dia berumur lima tahun, dan ibunya membesarkannya bersama adiknya sendiri. Pestalozzi mulai mengenyam pendidikan formal pada umur sembilan tahun, tetapi dia sukses menempuh pendidikan dengan tepat waktu. Dia belajar di Universitas Zurich di mana dia bertemu dengan Johann Kasper Lavater yang mempengaruhi dia dalam dunia politik. Kematian Lavater merubah Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Nazirwan Peran Guru Menurut Johann AA pandangan dia dan akhirnya dia memutuskan untuk mencurahkan hidupnya pada pendidikan. Johann Heinrich Pestalozzi adalah seorang ahli dan pembaharu pendidikan Swiss yang memberikan pengaruh besar pada pembangunan sistem pendidikan di Eropa dan Amerika bahkan sampai sekarang. Tidak hanya karena dia seorang guru yang inovatif, tetapi dia juga mempunyai komitmen untuk melakukan reformasi sosial, dan juga melaksanakan proyek-proyek kemanusiaan yang melibatkan anak-anak yatim selama Metode pendidikannya menekankan pada pentingnya memberikan cinta dan kasih sayang, menciptakan lingkungan kekeluargaan dimana anak dapat tumbuh dan berkembang dengan alami menjadi a whole person . ribadi yang utu. dengan keseimbangan intelektual, fisik, dan kemampuan teknis, dan dengan pertumbuhan emosional, moral, etika, serta agama. Menurut Pestalozzi, ketika seseorang dididik sedemikian rupa, maka perbaikan sosial dan regenerasi Melalui asosiasinya dengan para reformis. Pestalozzi menjadi sadar akan masalah-masalah sosial, yang membantu dia dalam mengembangkan tiga hal, yaitu tujuan pendidikan, metode pendidikan dan disiplin dalam kelas. Prinsip-prinsip pendidikan menurut Prof. Dr. Sodiq A. Kuntoro dalam makalah "Sketsa Pendidikan Humanis Religius" antara lain bahwa prinsip pendidikan berpusat pada anak . hild centere. , peran guru yang tidak otoriter, fokus pada keterlibatan dan aktivitas siswa, dan aspek pendidikan yang demokratis dan kooperatif. Prinsip pendidikan ini diambil dari prinsip progresivisme sebagai reaksi terhadap pendidikan tradisional yang menekankan pada metode pembelajaran formal yang kurang memberi kebebasan pada siswa, sehingga siswa tidak kreatif yang sekedar mengikuti program pendidikan yang ditetapkan oleh orang dewasa"7. Pendapat Prof. Dr. Sodiq A. Kuntoro tentang prinsip-prinsip pendidikan sejalan dengan pandangan Pestalozzi yang menyatakan bahwa tujuan pendidikan dan proses pendidikan berasal dari anak . Oleh karenanya kurikulum dan tujuan pendidikan menyesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan prakarsa anak. Siswa adalah aktif bukan pasif, siswa memiliki keinginan belajar dan akan melakukan aktivitas belajar apabila mereka tidak difrustasikan belajarnya oleh orang dewasa atau penguasa yang memaksakan keinginannya. Peran guru adalah Sodiq A. Kuntoro. Sketsa Pendidikan Humanis Religius (Fakultas Ilmu Pendidikan, 2. , hlm. Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Nazirwan Peran Guru Menurut Johann AA sebagai penasehat, pembimbing, teman belajar bukan penguasa kelas. Tugas guru membantu siswa belajar, sehingga siswa memiliki kemandirian dalam belajar. Guru berperan sebagai pembimbing dan yang melakukan kegiatan mencari dan menemukan pengetahuan bersama Tidak boleh ada pembelajaran yang bersifat otoriter, dimana guru sebagai penguasa dan murid menyesuaikan. Proses pendidikan seharusnya tidak sekedar dibatasi sebagai kegiatan di dalam kelas dengan dibatasi empat dinding sehingga terpisah dari masyarakat luas. Karena pendidikan yang bermakna adalah apabila pendidikan itu dapat dimanfaatkan dalam kehidupan masyarakat. Pestalozzi menekankan bahwa pendidikan harus berpusat pada anak, bukan pada kurikulum ataupun guru. Karena pengetahuan terletak pada cara bagaimana anak bisa menyeselaikan suatu persoalan, tujuan pembelajaran adalah untuk menemukan cara untuk membentangkan Pestalozzi bahwa pengalaman langsung adalah metode yang paling baik. Dia juga mendukung spontanitas dan aktivitas pribadi. Guru seharusnya tidak mengajar melalui kata demi kata, misalnya memberikan anak dengan jawaban yang siap dipakai, namun anak harus menemukan jawabannya Tidak ada yang lebih baik dari pengalaman. Pestalozzi menganjurkan agar kehidupan kelas seharusnya seperti kehidupan keluarga. Atmosfer kelas harus mempunyai suasana loving and caring . asih sayang dan kepedulia. Sebagaimana yang terjadi dalam keluarga, harus ada kerjasama, saling mencintai satu sama lain, baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. Dia mengembangkan "family classroom" seperti seorang ibu membesarkan dia dan saudara perempuannya. Kehidupan ruang kelas perlu diorganisasi dengan baik sehingga proses belajar mengajar akan terlaksana dengan baik, siswa bisa memperhatikan dan terlibat aktif dalam interaksi kelas, pelajaran bisa dilaksanakan sesuai dengan rencana sehingga tujuan bisa tercapai. GENERASI DIGITAL NATIVES Istilah Digital Natives dan Digital Immigrants diciptakan oleh seorang konsultan pendidikan bernama Marc Prensky pada tahun 2001 dalam artikelnya yang berjudul Digital Natives. Digital Immigrants. Marc membahas tentang kesenjangan antara Siswa yang lahir sebagai Digital Natives dalam dekade terakhir abad ke-20 dengan Pendidik yang menggunakan metode lawas untuk mengajar Siswanya. Karena menurutnya teknologi telah mengubah cara siswa berpikir dan Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Nazirwan Peran Guru Menurut Johann AA memproses informasi. Sehingga sulit bagi siswa untuk unggul secara akademis menggunakan metode pengajaran yang sudah usang . aman Prensky menjuliki anak-anak ini Digital Natives AuPribumi DigitalAy8. Generasi digital natives mengganggap perangkat komunikasi sebagai bagian integral dari kehidupannya. Sedangkan orang-orang yang tidak lahir pada abad digital tetapi mengadopsi teknologi baru dianggap sebagai digital immigrants, karena ada proses adaptasi pada lingkungan dengan mengadopsi teknologi. Seorang individu yang lahir pada abad digital, tumbuh dan memperoleh pendidikan pada tingkat sekolah dasar dengan perangkat komputer, individu tersebut dianggap sebagai generasi digital natives. Mulai dari pendidikan dasar sudah dihadapkan dengan penggunaan komputer, seperti, kuiz interaktif online, video games, handphone, internet, e-mail dan sebagainya. Sedangkan guru dianggap sebagai generasi digital immigrants karena keterampilan digitalnya didapatkan pada masa kuliah atau memasuki dunia kerja. Singkatnya generasi digital natives selalu berinteraksi dan terhubung dengan internet sepanjang waktu. Selain kebiasaan baru yang muncul dari generasi digital natives. Gaith mengemukakan bahwa gaya belajar juga bisa terpengaruh, sehingga muncul anggapan bahwa cara belajar mereka sudah terbiasa dengan serba cepat, menciptakan koneksi secara acak, memproses informasi visual secara dinamis dan bisa saja informasi yang diperoleh bisa akurat atau bermanfaat9. Robinson dalam penelitiannya menyatakan bahwa 89 persen lebih menyukai akses format elektronik serta 53 persen lebih mempercayai informasi yang diperoleh melalui mesin pencari dibanding mencari informasi ke buku di Dari berbagai pendapat di atas dapat simpulkan bahwa generasi digital natives menyukai suatu permainan yang interaktif, akses secara random, ingin segera mendapatkan informasi dalam waktu cepat, serta preferensi informasi pada sumber-sumber online lebih besar dibanding sumber informasi di perpustakaan. Karakteristik generasi digital natives seperti ini, menjadi tantangan bagi seorang guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya. Riana Mardina. Potensi Digital Natives dalam representasi literasi informasi multimedia berbasis web di perguruan tinggi. (Jurnal Pustakawan Indonesia Volume 11 No. 1, 2. , hlm. Gaith G. An Exploratory Study of the Achievement of the Twenty-First Century kills in Higher Education (Education & Training, 2. , hlm. Robinson. Digital Nature and Digital Nurture: Libraries. Learning and Digital Native. Library Management, 2007, hlm. Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Nazirwan Peran Guru Menurut Johann AA IMPLEMENTASI PANDANGAN PESTALOZZI DI KOREA SELATAN. JOHANN HEINRICH Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, memberangkatkan 10 orang tim untuk mengikuti Short Course di Seoul National University of Education (SNUE). Korea Selatan pada tanggal 9 s/d 15 Desember 2018 dalam rangka memotret kondisi dan sistem pendidikan di Korea Selatan. Short course ini dibuka dengan keynote speaker. Mr. Kyung-Sung Kim. Ph. President of SNUE yang menyampaikan paparan dengan topik The Magic of Korean Education. Pada tahun 2009. Korea Selatan menjadi negara terbaik menurut peringkat PISA dan berhasil melampaui Finlandia. Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya dan kerja keras dengan mengembalikan orientasi pendidikan kepada jati diri Korea Selatan. Upaya lain yang tidak kalah pentingnya adalah dengan menempatkan guru pada posisi yang strategis dan terhormat. President SNUE yang merupakan sahabat dari Bapak Jahja Umar. Ph. D, mantan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, juga memaparkan bahwa sejarah panjang kemajuan pendidikan di Korea Selatan dipelopori Presiden Junghee Park . yang menjadikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Investasi penting ini dimulai dengan melatih guru, membangun sekolah, dan meningkatkan gaji guru. Hal ini dilakukan karena meraka berpendapat bahwa guru merupakan peranan penting dalam pendidikan. Lebih lanjut, salah seorang guru besar SNUE yang bernama Prof. Young Lee memaparkan bahwa peranan guru pada abad 21 yang dikenal dengan era revolusi Industri 4. 0 dihadapkan pada tantangan yang tidak Guru sebagai "digital immigrants" harus mampu membimbing peserta didik yang lahir pada saat atau setelah era digital . igital native. Oleh karena itu guru dituntut untuk senantiasa membekali diri dalam meningkatkan kemampuan dan kreativitasnya agar dapat membimbing peserta didiknya mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Seorang guru harus memahami dan melatih peserta didik agar memiliki keterampilan abad 21 . st Century Skil. Keterampilan abad 21 tersebut meliputi Foundational Literacies . agaimana peserta didik dapat menerapkan kecakapan pokok pada tugas sehari-har. Competencies . agaimana peserta didik dapat mengatasi tantangan-tantangan yang komplek. dan Character Qualities . agaimana peserta didik menghadapi perubahan lingkungan merek. Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Nazirwan Peran Guru Menurut Johann AA Berdasarkan studi visit di Seoul Bang-il Elemantary School sebuah Sekolah Dasar Negeri tertua di Korea Selatan. Kurikulum Seoul Bang-Il Elementary School terdiri dari tiga garapan utama, yaitu Personality. Systematic Reading dan Improve of School Environtment. Dalam mendidik personality. Bang-Il melakukan beberapa program, diantaranya menyusun buku kerja. Expression of Love Stickers. Camp. Parenting Class dan literasi Program-program ini bisa berjalan atas dukungan dan peran penting dari seorang guru. Seorang guru dalam melaksanakan tugas mempersiapkan peserta didiknya, dilakukan dengan berbagai persiapan yang sangat matang serta membekali diri dengan berbagai metode dan strategi yang efektif dan efisien sebagai bentuk dari tugas dan tanggung jawab sebagai seorang guru di Korea Selatan. Hal ini mereka lakukan karena meraka berpandangan bahwa anak-anak yang meraka ajar tersebut adalah anak-anak digital natives. Hal ini sejalan pandangan dari seorang guru inovatif yang juga merupakan ahli pendidikan bernama Johann Heinrich Pestalozzi dalam teorinya menyatakan bahwa metode pendidikan menekankan pada pentingnya memberikan cinta dan kasih sayang, menciptakan lingkungan kekeluargaan dimana anak dapat tumbuh dan berkembang dengan alami menjadi menjadi a whole person . ribadi yang sempurn. dengan keseimbangan intelektual, fisik, dan kemampuan teknis, dan dengan pertumbuhan emosional, moral, etika, serta agama. Menurut Pestalozzi, ketika seseorang dididik sedemikian rupa, maka perbaikan sosial dan regenerasi akan terjadi. Pestalozzi menjadi sadar akan masalah-masalah sosial, sehingga dapat membantu dia dalam mengembangkan tiga hal yang berkaitan dengan pendidikan, yaitu tujuan pendidikan, metode pendidikan dan disiplin dalam kelas. Hal serupa yang dilakukan oleh Mrs. Ana Hetriana Kusumah dalam sistem pendidikan di Korea Selatan. Mrs. Ana merupakan satu dari sekian orang Indonesia yang tinggal di Korea Selatan. Pekerjaannya sebagai seorang guru di Korea Selatan dijadikan sebagai ladang amal untuk terus memperjuangkan pendidikan. Kondisi Korea Selatan sangat terbuka terhadap berbagai kultur. Namun dalam beberapa kasus, pendidikan terhadap anak-anak dari orang tua yang mix-married . awin campu. membutuhkan sentuhan dan kasih sayangnya. Hal ini yang menjadi perhatiannya, karena anak-anak tersebut sering kali mengalami kendala dalam pendidikannya, dikarenakan faktor bahasa dan budaya dari keluarga dan orang tuanya. Prinsip pendidikan yang dijalankan oleh Mrs. Ana adalah berpusat pada anak . hild centere. , peran guru yang tidak otoriter, fokus pada Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Nazirwan Peran Guru Menurut Johann AA keterlibatan dan aktivitas siswa, dan aspek pendidikan yang demokris dan kooperatif. Prinsip tersebut merupakan implikasi dari pandangan Pestalozzi bahwa tujuan pendidikan bukan untuk menanamkan pengetahuan, namun untuk membentangkan kemampuan alami dan mengembangkan kemampuan yang tersembunyi dalam setiap orang. Dengan kata lain, pendidik perlu memfokuskan pada human being pada anak, dan bukan pada pendidikan itu sendiri. Pestalozzi mendukung bahwa pengalaman langsung adalah metode yang paling baik. Dia juga mendukung spontanitas dan aktivitas pribadi peserta didik. Pandangan tersebut dapat diterapkan dalam perbaikan metode Metode pembelajaran tidak boleh otoriter, karena akan mematikan kreasi siswa. Metode pembelajaran harus demokratif dimana siswa dapat menciptakan ide-ide kreatif. Pendidikan berpusat pada anak sehingga siswa terdorong untuk berpartisipasi aktif menciptakan pengetahuan dan nilai-nilai. Pembelajaran yang kooperatif sangatlah humanis, proses pemahaman pengetahuan dan nilai-nilai dapat dilakukan oleh anak didik melalui kerja sama. Pengetahuan dan nilai-nilai ditanamkan pada siswa sebagai suatu konstruk pemikiran, ide-ide kehidupan yang dinamis untuk dapat dilakukan dalam kehidupan dan perbaikan kehidupan masa akan datang. KESIMPULAN Berdasarkan uraian tentang peran guru menurut pandangan Johann Heinrich Pestalozzi tentang pendidikan dalam rangka mempersiapkan peserta didik yang merupakan generasi digital natives sebagai salah satu kajian di Seoul Nasional University of Education (SNUE) Korea Selatan, dapat disimpulkan bahwa sebagai seorang guru profesional hendaknya mengelola proses pembelajaran dengan baik yang mengaktifkan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang efektif dan efisien. Prinsip pendidikan adalah berpusat pada anak . hild centere. , peran guru yang demokratis, fokus pada keterlibatan dan aktivitas siswa. Tujuan pendidikan bukan untuk menanamkan pengetahuan, namun untuk mengembangkan kemampuan yang tersembunyi pada peserta didik. Dengan kata lain, pendidik perlu memfokuskan pada human being pada anak, dan bukan pada pendidikan itu sendiri. Metode pendidikan hendaknya menekankan pada pentingnya memberikan cinta dan kasih sayang, menciptakan lingkungan kekeluargaan dimana anak dapat tumbuh dan berkembang dengan alami menjadi a whole person . ribadi yang utu. dengan keseimbangan intelektual, fisik, dan kemampuan teknis, dan dengan pertumbuhan emosional, moral, etika, serta Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Nazirwan Peran Guru Menurut Johann AA Ketika seseorang dididik sedemikian rupa sesuai dengan pandangan pendidikan Johann Heinrich Pestalozzi, maka akan terjadi perbaikan sosial dan generasi digital natives yang kreatif, inovatif, colaboratif dalam menghadapi abad 21, sebagaimana yang telah diterapkan di Korea Selatan. Daftar Pustaka