Jurnal Ilmiah IKIP Mataram https://ojs. id/index. php/jiim Maret 2022. Vol. No. p-ISSN: 2355-6358 e-ISSN: 2774-938X Validitas Prototype Bahan Ajar Fisika Berbasis Inquiry pada Materi Gravitasi Ayu Safitri Melita. Syifaul Gummah. Dwi Pangga. 1,2,. Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas Sains. Teknik, dan Terapan. Universitas Pendidikan Mandalika. Mataram. NTB. *Corresponding Author e-mail: syifaulgummah@undikma. Diterima: Januari 2022. Direvisi: Februari 2022. Dipublikasi: Maret 2022 Abstrak Pengembangan bahan ajar ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kreativitas pendidik. materi yang menjadi objek Fisika maupun IPA pada umumnya berupa gejala-gejala alam yang bersifat fisik maupun abstrak. Untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan mengembangkan bahan ajar berbasis inquiry. Bahan ajar ini dikembangkan mengacu pada silabus, kurikulum 2013 dan berbasis inquiry. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan bahan ajar yang layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Model desain pengembangan yang digunakan yaitu menggunakan tahapan 4D yang terdiri dari define, design, development, dan disseminate. Hasi validitas bahan ajar yang dikembangkan menggunakan tiga validator ahli yakni pada validator 1 persentase skor yang diperoleh sebanyak 73,80% dengan kriteria layak, kemudian validator 2 dengan persentase skor 65,47% dengan kriteria layak, dan validator 3 dengan persentase skor 83,33% dengan kriteria sangat Berdasarkan data hasil validasi tersebut bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak untuk di gunakan dalam pembelajaran. Kata kunci: Prototipe. Bahan Ajar. Inquiri Sitasi: Melita. Gummah. Pangga. Validitas Prototype Bahan Ajar Fisika Berbasis Inquiry pada Materi Gravitasi: Jurnal Ilmiah IKIP Mataram. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu proses yang mencakup tiga dimensi, individu, masyarakat atau komunitas nasional dari individu tersebut, dan seluruh kandungan realitas, baik material maupun spiritual yang memainkan peran dalam menentukan sifat, nasib, bentuk manusia maupun masyarakat (Nurkholis, 2. Oleh sebab itu dalam dunia pendidikan tidak terlepas dari guru dan siswa dimana membutuhkan sumber belajar dalam proses belajar mengajar. Bahan ajar merupakan segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dikelas (Goudas, 2. Perlu disadari bahwa salah satu faktor penentu dalam peningkatan mutu pengajaran adalah dengan meningkatkna sumber belajar tersebut salahsatunya yakni buku ajar. Buku ajar merupakan sumber pengetahuan bagi siswa di sekolah yang sangat menunjang proses kegiatan belajar mengajar. Buku ajar sangat menentukan keberhasilan pendidikan dan siswa dalam menuntut pelajaran di sekolah. Oleh karena itu, buku ajar yang baik dan bermutu selain menajdi sumber pengetahuan yang dapat menunjang keberhasilan belajar siswa juga dapat membimbing dan mengarahkan proses belajar mengajar di kelas kearah proses pembelajaran yang bermutu pula. Buku pelajaran yang baik adalah buku yang menajdi sumber ilmu pengetahuan, sehingga menjadi media yang baik dan akan membantu mengoptimalkan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien, sehingga dapat Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 1, 2022 meningkatkan mutu pendidikan khususnya pendidikan sains (Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2. Ilmu fisika merupakan salah satu bagian dari Pendidikan sains, dimana lebih banyak memerlukan pemahaman daripada Dalam pembelajaran fisika kemampuan konsep fisika merupakan syarat mutlak untuk mencapai keberhasilan pembelajaran fisika (Indra Sakti dkk. Berdasarkan tahapan pengembangan bahan ajar, teknik penyusunana meliputi tahapan: . analisis, yaitu mengidentifikasi perilkau awal siswa, . perancangan, yaitu perumusukan tujuan pembelajaran, pengembangan peta konsep mata pelajaran, serta pengembangan garis besar program pembelajaran, . pengembangan, yaitu dari referensi yang telah ada maka selanjutnya yaitu mengembangkan sehinggan didapatkan bahan ajar baru yang efektif dan efisien, . evaluasi dan revisi, yaitu proses untuk memperoleh beragam rekasi dari berbagai pihak terhadap bahan ajar yang telah dikemabngkan (Sugiyono, 2. Dalam pengembangan Model pembelajaran inquiry menurut Wike dan Straits yakni model pembelajaran yang berperan penting dalam membangun paradigma pembelajaran konstruktivisik yang menekankan pada keaktifan belajar perserta didik (Jufri, 2. Berdasarkan hal tersebut, maka dipandang perlu untuk mengembangkan bahan ajar yang layak untuk digunakan sebagai acuan dalam proses belajar mengajar. METODE Prosedur penelitian dan pengembangan ini menggunakan model 4D yang dikemukakan oleh Thiagarajan . yang telah diadaptasi. Adapun tahapan pengembangan dapat dilihat pada gambar 1 berikut: Gambar 1. Diagram Alir Pengembangan Prototipe Buku Ajar (Ibrahim, 2. Jenis Data Jenis data yang diperoleh terdiri atas data kuantitatif dan data kualitatif. Data ini merupakan data yang berkaitan dengan validasi dan tanggapan dosen ahli, guru, dan tanggapan siswa tentang bahan ajar modul yang dikembangkan. Data kuantitatif terdiri atas data hasil penilaian kelayakan hasil pengembangan yang telah diisi oleh ahli bidang isi/materi dan ahli bidang pembelajaran pada kegiatan Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 1, 2022 penilaian dari ahli. Data kuantitatif terdiri atas tanggapan baik dari bidang ahli isi/materi dan ahli bidang pembelajaran pada kegiatan penilaian ahli maupun subjek uji coba perorangan. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk Angket dapat berupa pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka (Sugiyono, 2. Angket dalam penelitian ini digunakan untuk menguji kelayakan isi/materi hasil pengembangan. Angket tersebut terdiri dari angket untuk bidang ahli, untuk guru mata pelajaran fisika, dan angket untuk siswa. Teknik Analisis Data Proses analisis data validasi modul yang digunakan rumus sebagai berikut: Presentasi kelayakan = Tingkat mengonfirmasikan presentase hasil penskoran yang dicapai dengan kriteria kelayakan sebagaimana disajikan pada tabel dibawah ini : Tabel 1. Kriteria Kelayakan Interval Tingkat Kelayakan 81% O skor Ou 100% Sangat layak atau Sangat 61% O skor Ou 80% Layak atau Baik 41% O skor Ou 60% Cukup 21% O skor Ou 40% Kurang layak atau Kurang 0% O skor Ou 20% Tidak layak atau Tidak baik HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk memperoleh bahan ajar yang memenuhi kriteria layak atau valid, peneliti mengikuti prosesur pengembangan dan menganalisis hasil penelitian. Untuk memenuhi tujuan tersebut, peneliti melakukan pengembangan bahan ajar dengan menggunakan model 4D akan tetapi pada pengembangan bahan ajar ini sampai pada tahap validasi ahli. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Angket merupakan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Angket dapat berupa pertanyaan atau pernyataan tertutup atau terbuka (Sugiyono, 2. Angket dalam penelitian ini digunakan untuk menguji kelayakan isi/materi hasil pengebangan. Angket tersebut terdiri dari angket untuk bidang ahli, dan guru mata pelajaran fisika. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 1, 2022 Berdasarkan hasil analisis data dari angket yang diberikan kepada 3 ahli didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 2. Data Hasil Validasi Ahli Validator Presentase (%) Keterangan Validator 1 73,80 % Layak Validator 2 65,47 % Layak Validator 3 83,33% Sangat Layak Pada table 2 di atas menunjukkan bahwa masing-masing validator memberikan penilaian yang bagus, yakni pada validator I tingkat kelayakannya sebesar 73,80% dengan kriteria layak, kemudian untuk validator 2 diperoleh sebesar 65,47% dengan kriteria layak, kemudian untuk validator 3 diperoleh sebesar 83,33 % dengan kriteria sangat layak. Hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas. Tabel 3. Data Kualitatif Validasi Ahli Validator Tanggapan dan Saran Validator I A Sudah cukup bagus dan layak digunakan dalam proses belajar mengajar, akan tetapi pada bagain sampul dan atribut pendukung lainnya dibuat lebih menarik lagi agar menarik minat siswa untuk Validator II A Spesifikasikan langkah inkuiri dengan bagian yang dilakukan. A Modul ini belum mencantumkan aspek-aspek inquiri, modul ini lebih ke arah pemahaman konsep. A Aspek penilaian belum disesuaikan dengan aspek-aspek inkuiri. Validator i A Secara umum sudah baik, namun perlu diperhatikan layoutnya, dan terlalu banyak ruang kosong. A Perlu adanya pegangan guru sebagai panduan guru dalam proses Secara umum, pengembangan prototype bahan ajar berupa modul pemahaman konsep berbasis inquiry, dimana hasil pengembangan telah dinyatakan layak dalam data kuantitatif uji kelayakan ahli diatas, namun ada beberapa tanggapan dan saran dari masing-masing validator terhadap pengembangan Sebagaimana yang terlihat dalam tabel 3 di atas. Adapun tahapan yang dilalui dalam pengembangan bahan ajar tersebut adalah sebagai berikut: Tahap Pendefinisian (Defin. Tahap pendefinisian ini merupakan tahap pertama yang dilalui peneliti yang bertujuan untuk menetapkan dan mendefiniskan syarat-syarat pembelajaran. Jadi, sebelum mengembangkan kearah produk ada beberapa langkah pokok tahap pendefinisian yang penting untuk dijadikan pertimbangan atau pedoman awal. Adapun tahap pendefinisian adalah sebagai berikut: Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 1, 2022 a. Fronted Analysis. Concept Analysis, and Learner Analysis Tahap Fronted analysis, bertujuan untuk memunculkan masalah dasar yang diperlukan saat mengembangkan bahan ajar agar memperoleh alternative pembelajaran yang relevan. Oleh karena itu, beberapa hal yang dipertimbangkan oleh peneliti adalah kurikulum dan bahan ajar. Kurikulum ini digunakan peneliti sebagai acuan pengembangan modul pembelajaran Fisika berbasis Inquiry pada materi gravitasi. Adapun kurikulum dalam penelitian ini adalah kurikulum 2013. Task Analysis dan Specifying Instructional Objectives Pada tahap task analysis dan specifying instructional objectives, peneliti melakukan penjabaran indikator-indikator yang berdasarkan pada Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) pelajaran fisika yang tercantum dalam kurikulum Indikator tersebut digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan modul fisika berbasis inquiry pada materi gravitasi. Mempelajari Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Kompetensi Inti KI I : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI II : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli . otong royong, kerjasama, toleran, dama. , santun, responsive dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI i : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, procedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI IV : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. Kompetensi Dasar . Menganalisis keteraturan gerak planet dan satelit dalam tata surya berdasarkan hukum-hukum Newton . Menyajikan karya mengenai gerak satelit buatan yang mengorbit bumi, pemanfaatan dan dapak yang ditimbulkannya dari penelusuran berbagai sumber informasi. Menetapkan Materi Materi yang dipilih yaitu gravitasi, telah ditentukan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar untuk memudahkan dalam mengarahkan pembuatan modul pembelajaran agar lebih terfokus pada judul yang telah ditentukan. Merumuskan Indikator Pembelajaran Indikator pembelajaran dibuat berdasarkan kompetensi dasar yang telah ditentukan, yaitu : Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 1, 2022 a. Menjelaskan perilaku tarik-menarik antar benda bermassa dalam suatu hukum universal gravitasi Newton Menjelaskan faktor yang mempengaruhi besar dan arah gaya gravitasi Menentukan besarnya resultan gaya gravitasi pada suatu benda Menentukan perbandingan besarnya berat suatu di bumi dengan diplanet Menentukan besarnya energy potensial gravitasi Merumuskan dan menetukan besarnya kelajuan lepas . elajuan awa. gerak satelit menjauhi bumi Menjelaskan Hukum Kepler I. II dan i Menerapkan Hukum Kepler I. II dan i dalam menyelesaikan masalah Menganalisis keteraturan gerak planet dan satelit dalam tata surya berdasarkan hukum-hukum Newton Mendesain bahan presentasi mengenai gerak satelit buatan yang mengorbit bumi, pemanfaatan dan dampak yang ditimbulkannya Menyajikan karya mengenai gerak satelit buatan yang mengorbit bumi, pemanfaatan dan damapak yang ditimbulkannya Mengembangkan Item Soal Soal-soal yang dikembangkan adalah soal yang ditemukan jawabannya sendiri berdasarkan langkah-langkah pembelajaran inquiry yang mengacu pada indikator pembelajaran untuk digunakan sebagai latihan tingkat pemahaman konsep peserta didik pada materi gravitasi. Tahap Perancangan (Desig. Tahap perancangan bertujuan untuk merancang bahan ajar yang akan digunakan dalam pembelajaran. Tahap perancangan ini terdiri dari dua kegiatan yaitu format selection and initial design. Tujuan dari langkah ini adalah mendeskripsikan produk hasil pengembangan, baik deskripsi secara umum maupun secara mendetail. Pada kegiatan format selection, secara umum modul pembelajaran fisika berbasis inquiry memuat sajian materi gravitasi yang sub pembahasannya dijelaskan pada bagian task analysis dan specifying instructional Sajian materi tersebut masing-masing dilengkapi dengan latihan dan tes formatif serta uji coba . yang dijadikan sebagai sarana latihan siswa dalam mengembangkan kompetensinya. Sedangkan initial design, modul pembelajaran fisika berbasis inquiry yang telah dirancang, sajian materinya tidak hanya memuat konsep saja, tetapi pengembangan materi yang dirasa bersifat kontekstual terhadap pengalaan hidup siswa, sehingga siswa dapat mengaplikasikan materi gravitasi dalam kehidupannya. Secara tampilan modul ini dibuat dengan cover yang memperlihatkan luar angkasa yang ditambahkan dengan beberapa gambar yang mengacu pada materi Hal ini bertujuan untuk menarik motivasi siswa sehingga siswa merasa senang dan dapat menggunakan modul pembelajaran tersebut dalam Selain itu, pembahasan sajian materi modul menggunakan bahsa yang mudah dipahami siswa serta penggunaan istilah yang tidak Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 1, 2022 Tahap Pengembangan (Developmen. Tahap pengembangan adalah tahap yang menghasilkan produk hasil pengembangan yang dilakukan melalui dua langkah, yaitu expert appraisal dan developmental testing. Expert testing merupakan penilian dosen ahli yan diikuti revisi, sedangkan developmental testing merupakan uji coba pada kelompok terbatas. Dalam penelitian pengembangan ini, dilakukan uji kelayakan produk hasil pengembangan. Uji kelayakan tersebut dilakukan oleh validator ahli. Data kuantitatif berisi pertanyaan-pertanyaan tertulis untuk menentukan tingkat kelayakan produk hasil pengembangan sedangkan data kualitatif berisi tanggapan dan saran perbaikan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis inquiry yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran dengan tingkat kelayakan dari masing-masing validator memberikan penilaian yang baik, yakni pada validator I tingkat kelayakannya sebesar 73,80%, kemudian untuk validator 2 diperoleh sebesar 65,47%, kemudian untuk validator 3 diperoleh sebesar 83,33 %. DAFTAR PUSTAKA