PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCINCE DALAM MENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Avelina Hadinda1 Pendidikan Biologi. PMIPA STKIP Pembangunan Indonesia, avelina@gmail. *Muqtakdir Nurafalaq Syarif2. Muh. Anas3. Yusniar Rasjid4 Pendidikan Biologi. PMIPA STKIP Pembangunan Indonesia moch@gmail. Yusniar-rasjid@gmail. Corresponding Author: muqtakdir@gmail. Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk memecahkan suatu permasalahan dalam pembelajaran IPA biologi dalam hal ini berupaya untuk meningkatkan hasil belajar melalui model pembelajaran Children Learning In Scince pada peserta didik kelas VII SMP Ittihad Makassar yang dilaksakan selama 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Ittihad Makassar yang berjumlah 23 orang yang terdiri dari 12 orang perempuan dan 11 orang laki-laki. Pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan metode observasi dan Tes kemampuan kognitif yang dilakukan pada akhir siklus I dan siklus II. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik, deskriptif, dalam bentuk analisis presentase. Hasil penelitian yang dipeoleh yaitu penerapan model Children Learning In Scinec pada kelas VII B SMP Ittihad Makassar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan rata-rata presentase hasil belajar biologi pada peserta didik kelas VII B SMP Ittihad Makassar pada siklus pertama sebesar 78,26% dan pada siklus kedua meningkat menjadi 91,30%. Dengan model pembalajaran tersebut peserta didik lebih aktif, focus dan termotivasi dalam pembelajaran dan terpenuhinya semua aspek dan Abstract This research is a classroom action research (CAR) which aims to solve a problem in biology science learning in this case seeks to improve learning outcomes through the Children Learning In Science learning model for seventh grade students of SMP Ittihad Makassar which was carried out for 2 cycles. The subjects in this study were students of class VII SMP Ittihad Makassar, totaling 23 people consisting of 12 women and 11 men. Data retrieval was carried out in this study by the method of observation and cognitive ability tests which were carried out at the end of cycle I and cycle II. The collected data was then analyzed quantitatively by using statistical analysis, descriptive, in the form of percentage analysis. The results obtained are the application of the Children Learning In Science model in class VII B SMP Ittihad Makassar can improve student learning outcomes with an average percentage of learning outcomes in biology in class VII B SMP Ittihad Makassar in the first cycle of 78. 26% and in the second cycle increased to 91. With this learning model, students are more active, focused and motivated in learning and the fulfillment of all aspects and indicators Kata Kunci: Children Learning In Scince. Hasil Belajar 44 Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Avelina. Muqtakdir. Anas dan Yusnia. PENDAHULUAN Pendidikan dimaksud adalah peserta didik dapat upaya untuk meningkatkan kualitas sumber membangun konsep-konsep biologi dengan Pendidikan usaha sadar dan terencana mewujudkan mampu mengaplikasikan dalam kehidupan proses belajar sepanjang hayat, menyentuh sehari-hari, serta mampu menyelesaikan masyarakat, dan semua usia. Kesadaran (Sudarsana. mengenai pentingnya pendidikan telah Peserta didik dapat memahami mendorong berbagai upaya dan perhatian IPA biologi secara luas, harus memulai seluruh aspek dalam lapisan masyarakat dengan pemahaman tentang konsep-konsep terhadap perkembangan dunia pendidikan, dasar yang ada pada mata kuliah biologi. terutama perkembangan dalam bidang Berhasil tidaknya pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah IPA juga bergantung pengetahuan tentang ilmu biologi yang pada pemahaman konsep, dimana dalam sangat erat kaitanya dengan IPTEK sangat Kelas IPA Biologi merupakan kelas yang perlu untuk dikembangkan mulai dari mengajarkan berbagai pengetahuan yang tingkat dasar untuk dapat bersaing dan mengembangkan daya, nalar, dan analisis, dapat bertahan dengan kondisi zaman yang sehingga hampir semua masalah yang berhubungan dengan alam dapat dipahami waktu, maka dalam proses pembelajaran (Utami. ,Indrawati. , & Sutarto. harus dapat mengembangkan kemampuan (Murti. , & Maya. peserta didik seutuhnya agar memiliki Hasil praobservasi yang telah kualitas sumber daya manusia yang baik dilaksanakan di SMP Ittihad Makassar untuk menjawab tantangan-tantangan yang diperoleh informasi bahwa rendahnya hasil ada (Nurseha. Darsikin, & Werdhiana. belajar peserta didik dapat dilihat dari data (Murti. , & Anas. hasil belajar peserta didik yaitu rata-rata Dalam nilai 60, kurang dari kriteria ketuntasan pendidik . dituntut untuk dapat menentukan model pembelajaran yang dikarenakan pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi peserta masih bersifat konvensional yang monoton didik agar dapat mencapai keberhasilan dan kurang variatif misalnya menggunakan metode demonstrasi, diskusi dan lain-lain Keberhasilan (KKM) Hal Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Avelina. Muqtakdir. Anas dan Yusnia. yang kurang melibatkan peserta didik Science dalam prosedur kerja ilmiah, akibatnya pengembangan dari model pembelajaran peserta didik mengalami kejenuhan dalam Children Learning In Scince generatif. proses belajar serta kesulitan memahami Pembelajaran materi (Wiyase. Science menekankan pada kegiatan peserta Pelajaran IPA Biologi sehingga Children Learning hasil belajar peserta didik rendah. Pendidik mendapatkan ide, menyesuaikan dengan sebaiknya mengubah strategi atau model ilmu pengetahuan yang ada, memecahkan pembelajaran yang lama dengan model dan mencari solusi dari masalah yang muncul sehingga peserta didik dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi peserta mengemukan pendapat sendiri, sebelum didik dan memungkinkan peserta didik guru . memberi penyempurnaan ide-ide ilmiah, peserta didik akan dituntun berdampak pada peningkatan hasil belajar untuk mengembangkan ide baru atau ide Salah Adanya kolaboratif antara peserta didik dengan Children Learning In Scince. (Suarni. H & guru sangat dibutuhkan demi terciptanya Dewi A D. pembelajaran yang interaktif dan inovatif. Peluang Berdasarkan mengungkapkan berbagai ide tentang topik tersebut penulis tetarik untuk melakukan membandingkan ide mereka dengan ide pembelajaran Children Learning In Scince siswa lain dan mendiskusikannya untuk dalam meningkatkan hasil belajar peserta menyeimbangkan persepsi siswa serta didik kelas VII SMP Ittihad Makassar. mengkondisikannya dalam kondisi yang Tujuan nyata terdapat dalam model pembelajaran memecahkan suatu permasalahan dalam Children Learning In Scince. Selain itu, pembelajaran IPA biologi dalam hal ini berupaya untuk meningkatkan hasil belajar membandingkannya dengan hasil eksperimen, pengamatan, atau melihat model pembelajaran kelas VII SMP Ittihad Makassar. peserta didik lebih optimal. Menurut model Children Learning Children Learning In Scince pada peserta didik buku teks dengan harapan hasil belajar 47 Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Avelina. Muqtakdir. Anas dan Yusnia. METODE PENELITIAN Penelitian pembelajaran dengan menerapkan model penelitian tindakan kelas (PTK) yang berusaha memecahkan suatu permasalahan Science. dalam pembelajaran IPA biologi dalam hal Children Leraning Pengambilan data yang dilakukan ini berupaya untuk meningkatkan hasil melalui model pembelajaran Observasi, dan Tes kemampuan kognitif Children Learning In Scince pada peserta yang dilakukan pada akhir siklus I dan didik kelas VII SMP Ittihad Makassar yang siklus II untuk menggambarkan daya serap atau pemahaman peserta didik terhadap menggunakan desaian penelitian tindakan materi pelajaran dengan menggunakan kelas yang terdiri dari empat langkah yaitu model pembelajaran Children Learning In perencanaan . , aksi atau tindakan Scince. , observasi . , dan refleksi . Data Subjek dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan analisis peserta didik kelas VII SMP Ittihad statistik, deskriptif, dalam bentuk analisis Makassar yang berjumlah 23 peserta didik Teknik ini digunakan untuk 12 orang perempuan dan 11 orang laki- mendeskripsikan variabel penelitian yang Adapun fakor-faktor yang akan meliputi skor rata-rata, skor terendah, skor diteliti adalah . Faktor input, meliputi: tertinggi presentase dan frekuensi. Sedang kehadiran peserta didik, keaktifan peserta data hasil observasi akan dianalisis secara didik, dan kemampuan peserta didik untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dan sebesar 80% dengan KKM Ou 70 dari bahan . pelajaran dengan penerapan jumlah peserta didik dalam satu kelas model pembelajaran Children Learning In tersebut telah tercapai dalam tes maka Science. Faktor proses, meliputi: dapat dikatakan berhasil. Interaksi antara pendidik dengan peserta didik selama kegiatan proses belajar HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian yang dilakukan di kelas menerapkan model pembelajaran Children VII B SMP Ittihad Makassar untuk Learning In Science. Dan . Faktor output, meliputui: melihat hasil belajar pembelajaran Children Learning In Scince peserta didik dari tes akhir pada setiap untuk meningkatkan hasil belajar peserta Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Avelina. Muqtakdir. Anas dan Yusnia. didik kelas VII B SMP Ittihad Makassar. pada pelaksanaan pembelajaran yang telah Adapaun hasil penelitian dapat diuraikan sebagai berikut: dilakukan bersaman pada saat pelaksanaan Siklus I belajar mengajar. Pengamatan . Pelaksanaan kegiatan pembelajaran Data aktivitas pembelajaran peserta pada siklus I dilaksanakan di kelas SMP didik diambil dengan menggunakan lembar Ittihad Makassar dengan jumlah peserta observasi yang telah dibuat sebelumnya, didik sebanyak 23 peserta didik. Dalam hal sebagaimana yang terlihat pada tabel ini peneliti bertindak sebagai pendidik. Adapun proses pembelajaran mengacu Tabel 1 Data Aktivitas Peserta didik pada siklus I Aktivitas Peserta Didik Pertemuan ke- Ratarata % Mencatat penjelasan dari guru 2 Merespon pertanyaan dari guru 3 Mengajukan pertanyaan kepada guru 4 Berperan aktif dalam kerja kelompok 5 Mengemukakan pendapat dalam 6 Mengerjakan tugas secara tuntas Total Nilai Rata-rata Kategori 73,92 82,60 86,95 52,17 73,91 86,95 47,82 52,17 69,56 65,21 73,91 78,26 56,52 69,56 73,91 65,21 69,56 82,60 81,15 71,01 56,51 72,46 69,66 72,45 70,54 tinggi, tinggi, cukup, kurang, serta kurang mengukur sejauh mana hasil belajar yang Hasil ketuntasan belajar pada siklus dicapai oleh peserta didik berdasarkan pengkategorian yang ada. Adapun kategori Learning In Scienec dapat dilihat pada tabel hasil belajar yang dimaksud adalah sangat dibawah ini: No. Children Tabel 2. Nilai Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I. SIKLUS I Ketuntasan Hasil Belajar Tuntas 78,26 Tidak tuntas 21,73 49 Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Avelina. Muqtakdir. Anas dan Yusnia. Dari tabel 2 di atas menunjukan bahwa nilai membuat perencanaan serta melihat kira- hasil belajar peserta didik kira bagian pembelajaran mana yang pada siklus I dengan jumlah keseluruhan membuat peserta didik mendapatkan nilai dari peserta didik 23 orang siswa yang kurang serta berusaha memberikan pujian masuk pada kategori tuntas sebanyak 18 atau apresiasi kepada peserta didik yang orang . ,26%) dan peserta didik yang bertanya serta menjawab pertanyaan dari berada pada kategori tidak tuntas sebanyak guru maupun sesama temanya, dengan 5 orang . ,73%) Refleksi peneliti pada saat proses siklus I. Hasil Setelah selesai melakukan proses pelajaran refleksi di ataslah menjadi acuan sehingga dilaksanakanya tindakan siklus yang ke II. mengetahui hasil atau perubahan yang Berdasarkan dialami oleh peserta didik. Dalam hal ini dilakukan pada saat siklus I masih terdapat tindakan siklus I telah selesai, namun peserta didik yang dikategorikan kurang masih terdapat kekurangan yang dialami bahkan ada yang sangat kurang. Adapun oleh peneliti karena masih terdapat peserta perubahan yang didapatkan oleh peneliti didik yang mendapat nilai yang masuk dalam kategori sangat kurang dan rendah. peserta didik dalam penelitian yang kedua Siklus II Adapun dilakukan oleh peneliti yaitu dengan perbandingan aktivitas kedua siklus yang Tabel 3. Lembar Observasi Terhadap Aktivitas Peserta didik dalam penerapan model Children Learning In Scince Siklus II Aktivitas Peserta Didik Pertemuan keRataNo 1 Mencatat penjelasan dari 20 86,95 21 91,30 23 100 T 92,75 2 Merespon pertanyaan dari 19 82,60 21 91,30 22 95,65 S 89,85 3 Mengajukan pertanyaan 20 86,95 21 91,30 22 95,65 S 91,30 kepada guru 4 Berperan aktif dalam kerja 20 86,95 22 95,65 23 100 K 94,20 5 Mengemukakan pendapat 20 86,95 21 91,30 22 95,65 U 91,30 dalam kelompok 6 Mengerjakan tugas secara 20 91,30 22 91,30 23 94,20 Total Nilai Rata-rata 92,26 Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Avelina. Muqtakdir. Anas dan Yusnia. Pada siklus II dilakukan tes yang sangat tinggi, tinggi, cukup, kurang dan sama terhadap peserta didik kelas VII B kurang sekali. Hasil ketuntasan belajar SMP Ittihad Makassar yang berjumlah 23 siklus II dengan penerapan model Children peserta didik. Kategori hasil belajar. Hasil Learning In Scince dapat dilihat pada tabel dibawah ini: menggunakan beberapa kategori yaitu Tabel 4. Nilai Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II. SIKLUS II Ketuntasan Hasil Belajar Tuntas 91,30 Tidak tuntas 8,69 ketuntasan hasil belajar peserta didik. No. Refleksi Memasuki siklus II dalam proses Semangat dan keaktifan peserta didik belajar mengajar dengan menggunakan tersebut dan meningkatnya hasil ketuntasan penerapan model Children Learning In belajar dan hal ini tidak terlepas dari Science, pendidik meminta peserta didik untuk menyimak, mendengar, berbicara, fasilitator dan motivator yang mampu berargumen, dan mengemukan pendapat menyenangkan bagi peserta didik, dalam bersemangat dan lebih aktif sehingga hal ini tentunya dengan penerapan model Children Learning In Science. Dari data memahami materi yang dijelaskan semakin aktivitas peserta didik yang mengikuti Dengan semangat dan keaktifan peserta didik dalam proses belajar mengajar model Children Learning In Scince dapat ini secara langsung akan meningkatkan digambarkan pada grafik dibawah ini: Aktivitas Peserta Didik Perlakuan Siklus Gambar 1. Grafik Perbandingan Aktivitas Peserta Didik Siklus I dan Siklus I Berdasarkan tabel dan grafik di nilai rata-rata aktivitas peserta didik siklus Siklus I atas, dapat disimpulkan bahwa presentase Siklus II I nilai rata-rata yang diperoleh peserta 51 Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Avelina. Muqtakdir. Anas dan Yusnia. didik Peningkatan hasil belajar dari peningkatan pada siklus II sebanyak siklus I ke siklus II di karenakan pada 92,26%. siklus II peserta didik lebih berperan aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar. aktivitas peserta didik yang aktif mengikuti Perbandingan nilai kategori hasil Hal 70,54% menggunakan penerapan model Children Learning Science belajar peserta didik siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Perbandingan Nilai Kategori Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II Tuntas Tidak Tuntas Sangat Tinggi Tinggi 80-90 Cukup 65-79 Kurang 55-64 Sangat Kurang Kategori Gambar 2. Grafik Distribusi Frekuensi Kategori Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II Beradasarkan tabel dan grafik di tinggi sebanyak 68,86%, kategori sedang atas, diketahui bahwa siklus I nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik kategori sebanyak 8,69% dan kategori sangat sangat tinggi sebanyak 8,69%, kategori tinggi sebanyak 47,82%, kategori sedang 21,73%, 13,04%. Ketuntasan hasil belajar peserta didik dapat diketahui bahwa peserta didik sebanyak 13,04%, dan kategori sangat setelah mengikuti evaluasi belajar pada rendah sebanyak 8,69%. Pada siklus II siklus I dan siklus II tingkat ketuntasan nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik belajar dapat dilihat pada tabel dibawah kategori sangat tinggi 17,39%, kategori Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Avelina. Muqtakdir. Anas dan Yusnia. Perbandingan nilai Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II Presentase Tuntas Tidak Tuntas Siklus I Siklus II Ketuntasan Tiap Siklus Gambar 5. Grafik Perbandingan Nilai Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II Berdasarkan tabel dan grafik di atas ketuntasan perkembangan hasil belajar Ittihad Makassar yang dilaksanakan selama dua siklus tercatat sejumlah hasil tindakan sebagai berikut. peserta didik dari siklus I dan siklus II. Berdasarkan Pada Siklus I peserta didik yang tuntas tersebut terlihat pada siklus I belum belajar pada siklus I sebanyak . ,26%) dan yang tidak tuntas sebanyak . ,73%). karena pada tes hasil belajar, nilai yang Meningkat pada siklus II yang tuntas diperoleh peserta didik belum memenuhi belajar sebanyak . ,30%) dan yang tidak kriteria ketuntasan minimal dan ketuntasan tuntas sebanyak . ,69%). Kriteria ketuntasan minimal yang Terjadinya ditetapkan adalah 70 dan ketuntasan belajar peserta didik ini disebabkan karena dalam proses belajar mengajar diterapkan penyebabnya adalah kehadiran peserta model Children Learning Ini Scince. Nilai ketuntasan peserta didik dianggap berhasil pembelajaran berlangsung, kurang fokus jika jumlah peserta didik yang tuntas dalam proses belajar mengajar melebihi 50% dari jumlah peserta didik yang hadir. kurangnya berpartisipasi pada saat diskusi. Berdasarkan hasil kegiatan pembelajaran enggan dalam memperesentasikan diskusi IPA Biologi dengan menerapkan model kelompok, malas bertanya ketika ada materi yang kurang dipahami, belum Science pada peserta didik kelas VII SMP paham materi sehingga hanya diam saat Children Learning Ditemukan 53 Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Avelina. Muqtakdir. Anas dan Yusnia. menjawab pertanyaan. Pelaksanaan siklus I Scince belum berhasil atau belum begitu tidak berhasil sehingga berdasarkan hasil tes dan refleksi penelitian ini diteruskan di melihat masalah atau hasil itu peneliti melakukan refleksi dengan melanjutkan Dengan revisi dari siklus 1 proses siklus II, pada siklus ini hasil aktivitas pembelajaran di siklus 2 dilanjutkan belajar dan hasil belajar peserta didik dengan memperhatikan kekurangan dan mengalami peningkatan mencapai hasil kelemahan pada siklus 1 agar hasil yang rata-rata yaitu: 91,30% untuk aktivitas diperoleh lebih optimal dan mencapai belajar yaitu 92,26%. Dengan demikian dapat ditunjukan bahwa aktivitas belajar penelitian ini. Terlihat jumlah peserta didik dan hasil belajar peserta didik kelas VII B yang tuntas secara klasikal 91,30%. Model SMP Ittihad Makassar dalam pembelajaran pembelajaran yang diterapkan mampu IPA membuatan peserta didik lebih focus dalam pemanasan global dapat meningkat dengan memperhatikan pendidik sehingga proses penerapan model pembelajaran Children pembelajaran lebih aktif dan mampu Leraning In Science. Hal ini berarti bahwa memotivasi peserta didik. Dalam proses hipotesis tindakan yang diajukan dapat diterima dengan dukungan hasil penelitian Biologi yang relevan. pembelajaran dengan baik. Meskipun ada Keberhasilan dalam meningkatkan beberapa tahapan yang belum sempurna, hasil belajar peserta didik di siklus 2 merupakan hasil usaha peserta didik dalam masing-masing aspek sudah baik. memahami penerapan model pembelajaran Berdasarkan hasil pada pengolahan IPA Biologi dengan model pembelajaran data nampak jelas bahwa hasil rata-rata Children Learning In Science kelas VII B aktivitas belajar dan hasil belajar peserta SMP Ittihad Makassar dan kolabirasi didik siklus I masih dibawah ketuntasan minimal yaitu 33,34 tercapainya semua aspek dan indikator untuk aktivitas Terlihat belajar 70,54%. Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus I nilai rata-rata hasil Menurut Anwar. Wahyuni. , & peningkatan belajar dan nilai rata-rata hasil Hamid. belajar peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran Children Learning In pembelajaran dipengaruhi oleh partisipasi . bahwa keberhasilan Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Avelina. Muqtakdir. Anas dan Yusnia. guru pada bahwa Aumodel pembelajaran CLIS dapat memberikan kesempatan kepada siswa belajar siswa pada mata pelajaran IPA. untuk lebih aktif berbicara atau terlibat Siswa dituntut untuk dapat melaksanakan lima indikasi yang telah ditentukan untuk semua siswa pada tindakan siklus II. siswa dalam proses pembelajaranAy. Berdasarkan Menurut Budiarto. dan terhadap subjek penelitian, terlihat bahwa Danil. Syamswisna, & Ariyati. indikasi yang dimaksud dengan berhasil. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan langsung terhadap fenomena dan proses oleh Aristiyani. bahwa aktivitas ilmiah, akan mampu melatih keterampilan baik berdasarkan IPA melalui pengamatan menanamkan dan mengembangkan sikap (B). Model ilmiah, serta akan mampu menemukan Pembelajaran CLIS dan memecahkan masalah baru dengan mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa dengan pembelajaran IPA. Hasilnya, pembelajaran CLIS meningkatkan kualitas kontribusi siswa dalam diskusi kelas, dan aktivitas dan hasil belajar siswa pada siswa dapat mengembangkan kecakapan mata pelajaran IPA. hidup sosialnya. Menurut Desstya. CLIS Kesimpulan adalah model pembelajaran CLIS Model . dan Hidayati. Hartono. , & Mujamil. bahwa rasa percaya diri siswa meningkat, dan semua siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi diingat siswa. Model pembelajaran CLIS di kelas karena telah memikirkan jawaban juga mendorong siswa untuk belajar satu dari pertanyaan guru, tidak seperti ketika sama lain dan bertukar pikiran dalam hanya beberapa siswa yang menjawab lingkungan yang tidak menarik sebelum mempresentasikan ide mereka kepada KESIMPULAN kelompok yang lebih besar Hasil ini sesuai Berdasarkan hasil penelitian diatas dengan perspektif Samatowa . maka kesimpulannya adalah penerapan 55 Jurnal Binomial Volume 5 Nomor 1. Maret 2022 (Avelina. Muqtakdir. Anas dan Yusnia. model pembelajaran Children Learning In Scince pada kelas VII B SMP Ittihad Makassar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Adapun peningkatan hasil belajar peserat didik kelas VII B SMP Ittihad Makassar siklus pertama sebesar 78,26% dan pada siklus kedua meningkat 91,30% pembalajaran tersebut peserta didik lebih pembelajaran dan terpenuhinya semua aspek dan indikator UCAPAN TERIMA KASIH https://doi. org/10. 26740/eds. Budiarto. Keefektifan Model Pembelajaran CLIS (Children Learning In Scienc. terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPA. Journal of Elementary Education. :1-9 https://journal. id/sju/index. hp/jee/article/view/7537 Danil. Syamswisna, & Ariyati. Penerapan Model CLIS disertai Booklet terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Pencernaan SMP. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Untan. :215-230. DOI: http://dx. org/10. 26418/jppk Terima kasih kepada semua pihak menyelesaikan tulisan ini, kepada STKIP Pembangunan Makassar dan pihak sekolah SMP Ittihad Makassar alor yang telah melaksanakan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA