JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Vol. No. Agustus 2021: hlm 519-532 EISSN 2622-545X SUBSTITUSI FILLER DENGAN LIMBAH KARBIT TERHADAP CAMPURAN ASPAL PANAS HOT ROLLED SHEET Ae BASE COURSE (HRS-BC) Putri Devi Pratiwi 1 dan Dwi Kartikasari 2 Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik. Universitas Islam Lamongan. Jl. Veteran No. 53 A Lamongan putridevipratiwi79@gmail. Dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik. Universitas Islam Lamongan. Jl. Veteran No. 53 A Lamongan dkartika27@gmail. Masuk: 18-05-2021, revisi: 29-06-2021, diterima untuk diterbitkan: 06-07-2021 ABSTRACT In hot asphalt mixtures, fillers are used, fillers are used as fillers between coarser aggregate particles, fillers also function to increase the binding energy . of asphalt concrete. This study uses waste carbide as an alternative to filler in the HRS-BC asphalt mixture, this study aims to determine the results of the Marshall test, namely stability. VFWA. VMA. VIM. Flow, and MQ. This research uses experimental research method. Composition Variation The substitution of carbide waste used is 0%, 40%, 50%, and 60% of the weight of the filler. The results of the study obtained a mixture of 0% carbide waste with stability values of 871. 13 kg. VFWA 75. 18 kg. VMA 22. VIM 7. 01 kg, flow 3. 80 mm. MQ 229. variation 40% stability value is 629. 20 kg. VFWA 65. 69 kg. VMA 25. VIM 10. 05 kg, flow 2. 85 mm. MQ 226. variation of 50% stability value is 1011. 76 kg. VFWA 72. 75 kg. VMA 15 kg. VIM 7. 72 kg, flow 2. 50 mm. MQ 410. variation of 60% stability value is 1291. 26 kg. VFWA 71. 67 kg. VMA 23. 41 kg. VIM 8. 04 kg, flow 2. 30 mm. MQ value 562. from the results of the study it can be concluded that the use of carbide waste at a variation of 60% is the most effective mixture according to the General Specifications Division 6: 2016 Asphalt Pavement. Keywords: Fillers. HRS-BC. Carbide Waste. Marshall Test ABSTRAK Dalam campuran aspal panas digunakan bahan pengisi filler,Filler digunakan sebagai bahan pengisi antar partikel agregat yang lebih kasar,filler juga berfungsi meningkatkan energi ikat . pada aspal beton. penelitian ini menggunakan limbah karbit sebagai alternatif pengganti filler pada campuran aspal HRS-BC, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengujian marshall test yaitu stabilitas,VFWA,VMA,VIM,Flow,dan MQ. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Eksperimen. Komposisi Variasi Substitusi limbah karbit yang digunakan sebesar 0%, 40%, 50%, dan 60% dari berat filler. hasil penelitian didapatkan campuran limbah karbit variasi 0% nilai stabilitas sebesar 871,13 kg. VFWA 75,18 kg. VMA 22,55 kg. VIM 7,01 kg, flow 3,80 mm. MQ 229,29. variasi 40% nilai stabilitas sebesar 629,20 kg. VFWA 65,69 kg. VMA 25,09 kg. VIM 10,05 kg, flow 2,85 mm. MQ 226,52. variasi 50% nilai stabilitas sebesar 1011,76 kg. VFWA 72,75 kg. VMA 23,15 kg. VIM 7,72 kg, flow 2,50 mm. MQ 410,00. variasi 60% nilai stabilitas sebesar 1291,26 kg. VFWA 71,67 kg. VMA 23,41 kg. VIM 8,04 kg, flow 2,30 mm, nilai MQ 562,35. dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan limbah karbit pada variasi 60% adalah campuran yang paling efektif sesuai Spesifikasi Spesifikasi Umum Divisi 6 : 2016 Perkerasan Aspal. Kata kunci: Filler. HRS-BC. Limbah Karbit. Marshall Test PENDAHULUAN Latar belakang Saat ini inovasi campuran aspal diindonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat dari reuse dan reduce menggunakan alternatif bahan pengganti / bahan tambah yang bertujuan untuk peningkatan kualitas perkerasan jalan raya dan bertambahnya nilai ekonomis dari bahan yang tak terpakai seperti limbah karbit. Didaerah kabupaten lamongan, banyak dijumpai bengkel las karbit yang pada umumnya tidak dilakukan pengolahan kembali terhadap limbah las karbit tersebut. Limbah las karbit ini didapatkan dari proses penyambungan logam dengan logam . yang menggunakan karbit . as aseteline = C2H. sebagai bahan bakar yang mengandung zat berbahaya dan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC) Putri Devi Pratiwi, et al. Seiring dengan perkembangan inovasi terhadap bahan campuran aspal yang pesat, solusi pengurangan Limbah karbit yang sebelumnya hanya menjadi tumpukan dan dibuang di area sekitar bengkel las karbit adalah dengan cara melakukan pemanfaatan kembali limbah karbit sebagai Filler pada campuran aspal panas. sama halnya seperti semen, limbah karbit mengandung kapur (CaO) dan silika yang cukup tinggi. Limbah karbit mengandung sekitar 60% unsur kalsium sehingga limbah karbit dapat digunakan sebagai filler dalam campuran aspal. Filler penggunaannya dalam campuran beton aspal sangat sedikit, namun manfaatnya sangatlah baik. Filler digunakan sebagai bahan pengisi antar partikel agregat yang lebih kasar, sehingga udara menjadi lebih kecil serta menghasilkan tahanan gesek dan penguncian antar butiran yang lebih tinggi. dengan demikian stabilitas campuran semakin Disamping itu filler dapat berfungsi meningkatkan energi ikat . pada aspal beton. Penggunaan limbah karbit dapat meningkatkan kinerja aspal karena mempengaruhi karakteristik campuran, seperti ketahanan deformasi serta persentase rongga. Berdasarkan uraian diatas, penulis melakukan penelitian tentang hal tersebut yaitu penggantian filler dengan limbah karbit. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari pengujian marshall pada aspal HRS-BC dan mengetahui secara umum pengaruh penggunaan limbah karbit sebagai substitusi filler terhadap campuran aspal HRS-BC. Kebanyakan peneliti terdahulu menggunakan limbah karbit sebagai campuran aspal panas jenis AC-WC dengan variasi substiusi limbah karbit sebesar 25%,50%,75% dan 100% dari berat filler. Hasil penelitian tersebut menunjukkan campuran terbaik adalah pada penggunaan limbah karbit kadar 50%. penambahan limbah karbit 50% dapat meningkatkan nilai KAO sebesar 5,89% serta nilai stabilitas,VFWA,VIM,flow,dan MQ. Sedangkan pada penelitian ini Limbah Karbit digunakan sebagai filler pada campuran aspal HRS-BC dengan kadar limbah karbit sebesar 0%,40%,50% dan 60%. hasil penelitian campuran terbaik terdapat pada kadar 60% yang dapat meningkatkan nilai stabilitas,VFWA,VIM,dan MQ. sedangkan penurunan terjadi pada nilai VMA dan flow. Hot Rolled Sheet (HRS) Menurut (Hardiyatmo, 2. Lataston / HRS adalah lapisan penutup yang terdiri dari campuran agregat bergradasi senjang, filler, dan aspal keras dengan kandungan aspal yang lebih tinggi daripada jenis laston. pada aspal HRS Kadar aspal yang digunakan sangatlah tinggi, penggunaan kadar aspal yang tinggi bertujuan untuk memiliki kelenturan, ketahanan dan ketahanan yang lebih tinggi terhadap peleburan. campuran lataston tahan terhadap retak, tetapi rentan terhadap deformasi plastis berupa bekas roda jalan, terutama akibat lalu lintas yang padat. Karakteristik beton aspal yang paling penting dalam campuran ini adalah keawetan dan kelenturannya. Menurut fungsinya. Lataston memiliki 2 campuran diantaranya: Lataston sebagai lapisan permukaan, biasa disebut HRS-WC. Tebal minimum lapisan HRS-WC yaitu 3 cm. Lataston sebagai lapisan pondasi, disebut HRS-Base. HRS-Base mempunyai gradasi yang lebih kasar daripada lataston HRS-WC. Tebal minimum lapisan HRS-Base adalah 3,5 cm. Spesifikasi campuran Lataston Ketentuan sifat Ae sifat campuran Lataston (Hot Rolled Shee. terdapat pada Tabel 1. Tabel 1. Persyaratan HRS untuk kepadatan lalu lintas berat Spesifikasi Jumlah Tumbukan Densitas VIM VFMA Stabilitas Flow Marshall Quotient Nilai 75 x 2 3-6% Ou 68% Ou 800 kg Ou 3 mm Ou 250 kg/mm (Sumber : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2. Unsur penyusun campuran aspal panas Aspal Aspal dapat didefinisikan sebagai zat berwarna hitam atau coklat tua, padat sampai agak padat pada suhu kamar. Jika dipanaskan sampai suhu tertentu maka aspal akan melunak atau menjadi cair, sehingga pada saat proses pembuatan aspal beton dapat membungkus partikel agregat pada perkerasan jalan. (Satyagraha, 2. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Vol. No. Agustus 2021: hlm 519-532 EISSN 2622-545X Agregat Menurut (Hardiyatmo, 2. Agregat adalah kumpulan batu dan pasir yang dihancurkan atau partikel mineral alami dan buatan lainnya. Lapisan perkerasan mengandung 90-95% dari persentase berat agregat, atau 75-85% dari persentase volume agregat. Jenis-jenis agregat dibagi menjadi beberapa bagian menurut diameter partikelnya yaitu: Agregat kasar Agregat kasar adalah agregat yang butirannya tertahan saringan no. ,36 m. Agregat halus Agregat Halus adalah agregat yang butiranya lolos saringan No. ,36 m. dan tertahan saringan No. iameter 0,075 m. Filler / bahan pengisi Filler adalah bahan pengisi yang materialnya lolos saringan no. iameter 0,075 m. digunakan sebagai pengisi antar partikel agregat kasar untuk mengecilkan pori-pori, menghasilkan tahanan gesek yang tinggi dan mengunci antar partikel, sehingga meningkatkan stabilitas campuran. (Hardiyatmo, 2. Limbah karbit Limbah Las Karbit merupakan produk gas acetylene yang melalui proses yang sangat sederhana yaitu Kalsium karbida (CaC. bereaksi dengan air (H2O) menghasilkan gas asetilen (C2H. Kalsium karbida adalah produk sampingan dari produksi gas asetilen, berbentuk padatan berwarna hitam dan putih atau abu-abu muda. Awalnya karena adanya gas dan air, limbah kalsium karbida diproduksi dalam bentuk koloid . emi cai. Setelah 3-7 hari, gas yang terkandung akan perlahan menguap saat gas dan air kapur menguap. Setelah sisa karbida yang disemen mulai mengering, akan menjadi menggumpal, rapuh dan mudah hancur, serta dapat berubah menjadi bubuk. (Mahendra & Risdiato, 2. Limbah Karbit didapatkan dari sisa pembakaran karbit yang tidak digunakan. sama halnya dengan semen, limbah karbit memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi, limbah karbit mengandung sekitar 60% unsur kalsium, komposisi kimia limbah karbit antara lain yaitu 1,48% SiO2, 59,98% CaO, 0,09% Fe2O3, 9,07% Al2O3, 0,67% MgO dan 28,71% Unsur lain. (Zakir et al. , 2. Limbah las karbit juga dapat meningkatkan kinerja aspal karena mempengaruhi karakteristik campuran, seperti ketahanan deformasi serta persentase rongga. (Wiharto, 2. Gambar 1. Limbah karbit METODE PENELITIAN Waktu dan lokasi penelitian Waktu pelaksanaan pada penelitian ini pada tanggal 16 Februari 2021 dan lokasi penelitian terletak di laboratorium program studi teknik sipil ,Universitas Islam Lamongan Tahap pengumpulan data Data primer Dalam hal ini, peneliti mengumpulkan data primer dengan melakukan observasi dan penelitian secara langsung di labolatorium Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan secara Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC) Putri Devi Pratiwi, et al. Data sekunder Pengumpulan data dan mencari data dengan membaca buku di perpustakaan, dan jurnal yang berkaitan dengan pemanfaatan limbah karbit. Tahapan penelitian Persiapan Alat dan bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini : Agregat material kasar Agregat material Halus Aspal penetrasi 60/70 Filler atau bahan pengisi yaitu Portland Cement. Peralatan yang digunakan sebagai berikut : Peralatan pemeriksaan aspal Pemeriksaan aspal menggunakan peraatan uji penetrasi, uji titik lembek, titik nyala dan titik bakar dan uji berat jenis (Piknomete. Pemeriksaan aspal agregat Satu set saringan . ieve analyisi. , alat uji berat jenis . iknometer, timbangan, pemana. Pengujian karateristik campuran beraspal Alat uji karateristik campuran beraspal yaitu alat dalam Pengujian untuk metode marshall. Pengujian bahan susun campuran aspal HRS-BC Pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat kasar Menurut (SNI 1969-2. dilakukan Pengujian berat jenis dan penyerapan air. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan berat jenis . , berat jenis kering permukaan jenuh . aturated surface dr. dan berat jenis semua . dari agregat kasar. Pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat halus Menurut (SNI 1970-2. dilakukan uji berat jenis dan penyerapan agregat halus. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menentukan berat jenis Curah, kering permukaan jenuh, dan berat jenis total . agregat halus. Pengujian bahan aspal Pengujian penetrasi aspal Pengujian Penetrasi aspal digunakan untuk mengetahui permeabilitas aspal keras atau lunak . adat atau semi Dengan memasukkan jarum penetrasi dengan ukuran tertentu, beban tertentu dan waktu tertentu, kedalaman aspal pada suhu tertentu. uji penetrasi aspal mengacu pada (SNI 2456-2. Pengujian titik lembek aspal Pengujian Titik Lembek Aspal dapat digunakan untuk menentukan titik lembek aspal kisaran antara 30AC 200AC. Pengujian Titik lembek mengacu pada (SNI 2434-2. Pengujian titik nyala dan titik bakar aspal Pengujian titik nyala dan titik bakar mengacu pada (SNI 2433-2. Pengujian ini digunakan untuk menentukan titik nyala dan titik bakar aspal. Titik nyala adalah suhu nyala singkat pada suatu titik di atas permukaan aspal. Titik bakar adalah suhu di mana nyala api terlihat setidaknya selama 5 detik pada titik di atas permukaan aspal. Rencana campuran / Job Mix Formula Job mix Formula yang digunakan untuk meningkatkan mutu dari campuran aspal panas HRS-BC maka dibuatlah suatu campuran yang nantinya akan digunakan. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Vol. No. Agustus 2021: hlm 519-532 EISSN 2622-545X Proses persiapan limbah karbit Limbah Karbit diambil dari bengkel las karbit daerah kabupaten lamongan, kemudian pengolahan limbah las karbit dilakukan dengan cara mengayak menggunakan saringan sieve shaker untuk mendapatkan limbah las karbit murni. limbah las karbit yang digunakan sebagai filler adalah limbah karbit yang lolos saringan no. Metode pencampuran limbah karbit Metode Pencampuran Limbah Karbit yaitu aspal dipanaskan dengan suhu yang 150AC, kemudian limbah las karbit ditambahkan pada aspal,agregat dan filler dan dilanjutkan pengadukan selama A 20 menit. tercampur merata benda uji siap dipadatkan dengan alat compact. Adapun Komposisi bahan penyusun campuran aspal panas yang digunakan adalah sebagai berikut: Pada penelitian ini agregat yang digunakan yaitu agregat untuk campuran HRS-BC dimana agregat yang digunakan mengikuti spesifikasi SNI Melakukan analisis perhitungan komposisi mengikuti persyaratan spesifikasi yag digunakan Aspal yang digunakan dalam penelitian ini adalah aspal minyak dengan presentase pen 60/70 yang merupakan produk pertamina dan didapatkan dari PT. Cahaya Indah Madya Pratama. Limbah Karbit digunakan berasal dari bengkel las karbit didaerah lamongan Kadar Aspal yang digunakan adalah 6,5% dengan berat aspal dari Job Mix Formula yang ditentukan. Variasi untuk campuran aspal panas dengan penambahan limbah karbit adalah 40%, 50% dan 60% dari berat Tabel 2. Job Mix Desain campuran aspal HRS-BC Fine Aggregate ( 0 5 mm ) Medium Aggregate ( 5 10 mm ) 4,75 2,36 1,18 0,600 0,300 0,150 0,075 99,86 98,97 70,98 43,33 21,74 4,88 3,68 3,27 99,43 91,66 38,46 7,27 4,70 4,11 3,60 2,93 2,33 Size No. Sieve Sieve 3/4 " 1/2 " 3/8 " # 16 # 30 # 50 # 100 # 200 53,92 53,44 38,33 23,40 11,74 2,64 1,99 1,77 29,83 27,50 11,54 2,18 1,41 1,23 1,08 0,88 0,70 Coarse Aggregate ( 10 19 mm ) 99,38 75,24 22,22 5,34 2,30 2,19 2,08 1,98 1,86 1,73 Filler 13,91 10,53 3,11 0,75 0,32 0,31 0,29 0,28 0,26 0,24 Combined Gradation Spesification 99,91 96,36 86,53 67,73 42,84 27,12 15,26 5,99 5,13 4,71 90 - 100 65 - 90 35 - 55 15 - 35 Analisis pengujian Marshall Pengujian marshall test dilakukan untuk mengetahui pengaruh substitusi limbah karbit dalam campuran terhadap nilai nilai marshall properties yaitu Stabilitas Marshall. VFWA. VIM. Flow, dan Marshall Quotient (MQ). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pemeriksaan berat jenis dan penyerapan agregat Hasil pengujian material agregat Kasar. Sedang dan Halus ditunjukkan pada Tabel 3. Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC) Putri Devi Pratiwi, et al. Tabel 3. Hasil pemeriksaan material agregat kasar, agregat sedang, dan agregat halus Metode Pengujian Hasil Pengujian Berat jenis bulk Berat Jenis SSD Berat Jenis Semu Penyerapan Air SNI 1969-2008 SNI 1969-2008 SNI 1969-2008 SNI 1969-2008 2,61 2,66 2,75 1,93 Agregat Sedang Berat jenis bulk Berat Jenis SSD Berat Jenis Semu Penyerapan Air SNI 1969-2008 SNI 1969-2008 SNI 1969-2008 SNI 1969-2008 2,66 2,72 2,84 2,40 Agregat Halus Berat jenis bulk Berat Jenis SSD Berat Jenis Semu Penyerapan Air SNI 1970-2008 SNI 1970-2008 SNI 1970-2008 SNI 1970-2008 2,57 2,65 2,87 2,87 Jenis Pemeriksaan Agregat Kasar Pengujian aspal Syarat Keterangan Ou 2,5 Ou 2,5 Ou 2,5 O 2,5%. Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Ou 2,5 Ou 2,5 Ou 2,5 O 3%. Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Ou 2,5 Ou 2,5 Ou 2,5 O 2,5%. Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Aspal keras produksi pertamina penetrasi 60/70 yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil pengujian aspal pen 60/70 dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil pengujian aspal pen 60/70 Jenis Pemeriksaan Metode Pengujian Penetrasi Aspal Titik Nyala Titik Bakar Titik Lembek Berat Jenis Aspal SNI 2456-2011 SNI 2433-2011 SNI 2433-2011 SNI 2434-2011 SNI 2441-2011 Spesifikasi Min Max Ou 1,00 Perhitungan kadar aspal Hasil Pengujian Keterangan 1,0209 Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Memenuhi Untuk menghitung kadar aspal optimum sebagai bahan campuran diperoleh dari perhitungan sebagai berikut : Kao = 0,035 x CA 0,045 x FA 0,18 x Filler K Kao = 0,035 x 3,04 0,045 x . ,68 0,. 0,18 x 0,41 3 Kao = 6,46 Kao = 6,5 % Keterangan : : Agregat kasar dengan nomor ayakan tertahan 8 : Agregat halus total melewati saringan nomor 8 dan tertahan nomor. : Filler agregat halus tertahan no. : Nilai Konstanta 3,0 Dengan demikian kadar aspal yang digunakan dalam penelitian ini adalah 6,5%. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Vol. No. Agustus 2021: hlm 519-532 EISSN 2622-545X Komposisi campuran aspal HRS-BC Setelah didapatkan prosentase masing-masing agregat dan perbandingan aspal, tentukan berat material mix design dan kapasitas cetakan . yang ada. job mix masing-masing varian campuran aspal HRS-BC dengan limbah karbit ditunjukkan pada Tabel 5. Tabel 5. Komposisi campuran aspal HRS-BC setiap variasi limbah karbit Coarse Aggregate Medium Aggregate Fine Aggregate Filler 0,00 75,51 0,00 75,70 0,00 74,86 8,96 73,80 13,44 8,96 75,84 13,44 8,96 75,90 13,44 75,60 76,54 76,12 13,44 75,15 8,96 13,44 76,28 8,96 13,44 73,51 8,96 Kadar Aspal Limbah Karbit Berat Limbah Karbit Berat Aspal Kadar Total Campuran kerja dibuat untuk setiap satu kali cetakan sesuai dengan kebutuhan bahan yang telah direncanakan. aspal yang digunakan sebesar 6,5% dari berat aspal. sementara itu, besarnya substitusi limbah karbit terhadap filler sangatlah bervariasi yaitu 40%,50% dan 60%. Gambar 2. Komposisi job mix aspal HRS-BC Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC) Putri Devi Pratiwi, et al. Pengujian Marshall Hasil pengujian substitusi filler dengan penggunaan limbah karbit campuran aspal panas HRS-BC dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Hasil pengujian Marshall Test rata-rata dengan limbah karbit pengganti filler Limbah Karbit Stabilitas VFWA VMA VIM Flow (%) kg/mm 871,13 75,18 22,55 7,01 3,80 229,29 629,20 65,69 25,09 10,05 2,85 226,52 1011,76 72,75 23,15 7,72 2,50 410,00 1291,26 71,67 23,41 8,04 2,30 562,35 Tinjauan penggantian limbah karbit terhadap stabilitas Hasil pengujian stabilitas penggunaan Limbah karbit dengan variasi 0%, 40%,50% dan 60% dari berat filler pada campuran aspal HRS-BC Secara umum memperlihatkan peningkatan dan penurunan nilai stabilitas seiring dengan Variasi kadar limbah karbitnya. adapun hubungan antara stabilitas marshall dengan limbah karbit dapat dilihat pada Gambar 3. Stabilitas . Hasil Stabilitas Syarat Min. Kadar % Limbah Karbit Gambar 3. Grafik hubungan antara stabilitas marshall dengan limbah karbit Grafik diatas Menunjukkan bahwa substitusi limbah karbit mempengaruhi nilai stabilitas dan dari hasil percobaan pada variasi 40% nilai variasi mengalami penurunan, sedangkan pada kadar 50% - 60% nilai stabilitas mengalami sementara untuk ketentuan dan syarat dari stabilitas marshall minimal 800 kg. sehingga stabilitas marshall dari filler yang telah disubstitusi dengan limbah karbit pada kadar 40% tidak memenuhi Standart Spesifikasi Umum Divisi 6 : Perkerasan Aspal . sedangkan stabilitas marshall pada kadar 50% dan 60% telah memenuhi Standart Spesifikasi Umum Divisi 6 : Perkerasan Aspal. Kenaikan nilai stabilitas dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti susunan agregat dalam campuran terselimuti aspal secara merata dan saling mengunci secara sempurna . antara bahan susun, aspal dan bahan pengganti. sehingga nilai stabilitas menunjukan kenaikan diantara variasi kadar limbah karbit yang lainnya. penurunan yang terjadi dalam nilai stabilitas dapat dipengaruhi oleh volume antara agregat yang terlalu tinggi dan penguncian antara partikelnya yang kurang merata. Tinjauan penggantian limbah karbit terhadap Void in the minerale aggregate (VMA) Hasil pengujian Void in the minerale aggregate (VMA) penggunaan Limbah karbit dengan variasi 0%, 40%,50% dan 60% dari berat filler pada campuran aspal HRS-BC memperlihatkan peningkatan dan penurunan nilai Void in the minerale aggregate (VMA) seiring dengan Variasi kadar limbah karbitnya. adapun hubungan antara VMA dengan limbah karbit dapat dilihat pada Gambar 4. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Vol. No. Agustus 2021: hlm 519-532 EISSN 2622-545X VMA % Hasil VMA Syarat Min. Kadar % Limbah Karbit Gambar 4. Grafik hubungan antara VMA dengan limbah karbit Grafik diatas Menunjukkan bahwa hasil penelitian substitusi limbah karbit mempengaruhi nilai Void in the minerale aggregate (VMA). sementara ketentuan Standart Spesifikasi Umum Divisi 6 : Perkerasan Aspal untuk Void in the minerale aggregate (VMA) minimal 18 kg. sehingga Void in the minerale aggregate (VMA) pada variasi 40% 60% telah memenuhi Standart Spesifikasi Umum Divisi 6 : Perkerasan Aspal. Faktor Ae faktor yang mempengaruhi naik atau turunnya nilai VMA anatara lain jumlah tumbukan, gradasi agregat dan kadar aspal. nilai VMA berpengaruh pada sifat kekedapan dan keawetan campuran terhadap air dan udara bebas serta kekakuan campuran. semakin tinggi nilai VMA berarti semakin banyak rongga dalam campuran yang terisi aspal sehingga kekedapan campuran terhadap air dan udara semakin tinggi, sebaliknya nilai VMA yang terlalu rendah menunjukkan kecilnya jumlah aspal yang mengisis rongga, sehingga akan menyebabkan lapisan kurang dapat mengikat agregat yang berakibat perkerasan mudah terjadi stripping. Tinjauan penambahan limbah karbit terhadap Voids Filled With Asphalt (VFWA) Hasil pengujian Voids Filled With Asphalt (VFWA) penggunaan Limbah karbit dengan variasi 0%, 40%,50% dan 60% dari berat filler pada campuran aspal HRS-BC memperlihatkan peningkatan dan penurunan nilai Voids Filled With Asphalt (VFWA) seiring dengan Variasi kadar limbah karbitnya. adapun hubungan antara VFWA dengan limbah karbit dapat dilihat pada Gambar 5. VFWA (%) Hasil VFWA Syarat Max. Kadar Limbah Karbit Gambar 5. Grafik hubungan antara VFWA dengan limbah karbit Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC) Putri Devi Pratiwi, et al. Grafik diatas Menunjukkan bahwa hasil penelitian substitusi limbah karbit mempengaruhi nilai Voids Filled With Asphalt (VFWA). berdasarkan ketentuan Standart Spesifikasi Umum Divisi 6 : Perkerasan Aspal untuk nilai Voids Filled With Asphalt (VFWA) minimal 68 kg. sehingga hasil penelitian Voids Filled With Asphalt (VFWA) pada variasi 40% - 60% telah memenuhi Standart Spesifikasi Umum Divisi 6 : Perkerasan Aspal Nilai VFWA yang besar menunjukkan jumlah aspal yang mengisi rongga besar sehingga kekedapan campuran akan senaliknya jika nilai VFWA terlalu kecil akan menyebabkan kekedapan campuran perkerasan semkain kecil dan aspal dalam campuran akan teroksidasi dengan udara dan keawetan atau kekedapan campuran akan sehingga aspal tidak mengikat dengan baik. Tinjauan penggunaan limbah karbit terhadap Void in the mix (VIM) Hasil pengujian Void in the mix (VIM) penggunaan Limbah karbit dengan variasi 0%, 40%,50% dan 60% dari berat filler pada campuran aspal HRS-BC memperlihatkan peningkatan dan penurunan nilai Void in the mix (VIM) seiring dengan Variasi kadar limbah karbitnya. adapun hubungan antara VIM dengan limbah karbit dapat dilihat pada Gambar 6. VIM (%) Hasil VIM Syarat Min. Syarat Max. % Kadar Limbah Karbit Gambar 6. Grafik hubungan antara VIM dengan limbah karbit Grafik diatas Menunjukkan bahwa substitusi limbah karbit mempengaruhi nilai Void in the mix (VIM) dan dari hasil percobaan pada variasi 40% - 60% mengalami peningkatan. sementara untuk ketentuan dan syarat dari Void in the mix (VIM) minimal 4 dan maksimal 6 kg. sehingga Void in the mix (VIM) dari filler yang telah disubstitusi dengan limbah karbit pada variasi 40% - 60% tidak memenuhi Standart Spesifikasi Umum Divisi 6 : Perkerasan Aspal. Besarnya nilai VIM sangat dipengaruhi oleh kadar aspal, cara pemadatan dan gradasi batuan. Kenaikan nilai VIM menunujukkan campuran banyak terdapat rongga sehingga campuran kurang terhadap kekedapan air dan udara, sehingga campuran akan lebih mudah diresapi air, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada lapis perkerasan. Tinjauan penggunaan limbah karbit terhadap kelelehan (Flo. Hasil pengujian Kelelehan (Flo. penggunaan Limbah karbit variasi 0%, 40%,50% dan 60% dari berat filler pada campuran aspal HRS-BC memperlihatkan penurunan nilai kelelehan (Flo. seiring Variasi kadar limbah karbitnya. adapun hubungan antara kelelehan (Flo. dengan limbah karbit dapat dilihat pada Gambar 7. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Vol. No. Agustus 2021: hlm 519-532 EISSN 2622-545X Flow . Hasil Flow Syarat Min. % Kadar Limbah Karbit Gambar 7. Grafik hubungan antara Flow dengan limbah karbit Grafik diatas Menunjukkan bahwa substitusi limbah karbit mempengaruhi nilai (Flo. dan dari hasil percobaan variasi 40% - 60% nilai flow mengalami penurunan dengan nilai O 3,0. sementara untuk ketentuan dan syarat dari (Flo. minimal 3,0 mm. sehingga nilai kelelehan . dari dari hasil percobaan tidak memenuhi Standart Spesifikasi Umum Divisi 6 : Perkerasan Aspal Faktor yang mempengaruhi kenaikan serta penurunan pada nilai flow yaitu semakin banyak substitusi kadar limbah karbit, maka semakin berkurang kadar aspal sehingga mengakibatkan perekatan agregat dan aspal tidak sempurna dan menyebabkan ketegasan. Tinjauan penggunaan limbah karbit terhadap Marshall Quotient (MQ) Hasil pengujian Marshall Quotient (MQ) penggunaan Limbah karbit variasi 0%, 40%,50% dan 60% dari berat filler pada campuran aspal HRS-BC memperlihatkan peningkatan dan penurunan nilai Marshall Quotient (MQ) seiring dengan Variasi kadar limbah karbitnya. adapun hubungan antara Marshall Quotient (MQ) dengan limbah karbit dapat dilihat pada Gambar 8. Marshall Quotient . g,m. Hasil MQ Syarat Min. % Kadar Limbah Karbit Gambar 8. Grafik hubungan antara Marshall Quotient (MQ) dengan limbah karbit Grafik diatas Menunjukkan bahwa substitusi limbah karbit mempengaruhi nilai Marshall Quotient (MQ) dan dari hasil percobaan pada variasi 40% nilai variasi mengalami penurunan, sedangkan pada kadar 50% - 60% nilai Marshall Quotient (MQ) mengalami peningkatan. sementara untuk ketentuan dan syarat dari Marshall Quotient Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC) Putri Devi Pratiwi, et al. (MQ) minimal 250 kg/mm. sehingga Marshall Quotient (MQ) variasi 40% tidak memenuhi Standart Spesifikasi Umum Divisi 6 : Perkerasan Aspal. sedangkan Marshall Quotient (MQ) variasi 50% dan 60% telah memenuhi Standart Spesifikasi Umum Divisi 6 : Perkerasan Aspal kenaikan dan penurunan nilai MQ dipengaruhi stabilitas dan flow. pada campuran semakin tinggi nilai stabilitas dan semakin rendah nilai flow maka nilai MQ semakin tinggi atau sebaliknya. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini diantaranya : Hasil dari Pengujian substitusi filler dengan variasi limbah karbit 0%, 40%, 50% dan 60% dari berat filler untuk nilai marshall properties didapatkan hasil penelitian pada Tabel 7. Tabel 7. Hasil pengujian Marshall Test dengan variasi limbah karbit pengganti filler Limbah Karbit Stabilitas VFWA VMA VIM Flow (%) kg/mm 871,13 75,18 22,55 7,01 3,80 229,29 629,20 65,69 25,09 10,05 2,85 226,52 1011,76 72,75 23,15 7,72 2,50 410,00 1291,26 71,67 23,41 8,04 2,30 562,35 Spesifikasi Min 800 Min 68 Min 17 Min 4 Max 6 Min 3,0 Min 250 Jumlah Tumbukan 2 x 75 Kadar Aspal (%) 6,5% Substitusi filler dengan penggunaan limbah karbit terhadap campuran aspal HRS-BC ternyata mempengaruhi hasil marshall properties. hasil pengujian substitusi campuran yang paling memenuhi spesifikasi adalah pada campuran limbah karbit kadar 60% yakni hasil stabilitas. VFWA,VMA, dan Marshall Quotient. namun pada kadar 60% ada yang tidak memenuhi Spesifikasi Umum Divisi 6 : Perkerasan Aspal yaitu hasil Flow dan nilai VIM. Saran Saran yang diperoleh dari penelitian ini diantaranya : Sebelum memulai pengujian, disarankan untuk dilakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap kevalidan peralatan yang akan digunakan untuk penelitian. karena hal ini berpengaruh terhadap proses pembuatan benda uji campuran aspal HRS-BC. Diperlukan ketelitian dan perhitungan yang baik dalam penentuan komposisi aspal dan pembuatan campuran kerja aspal HRS-BC agar hasil penelitian tersebut dapat maksimal dan tidak terjadi kesalahan serta penelitian dapat sesuai standart yang berlaku DAFTAR PUSTAKA