CERIA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 01 No. Mei 2025, pp 28-40 UPAYA IMPLEMENTASI MEDIA ANIMASI GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA ANAK DI KB MUTIARA BUNDA BLORA Ummi IstiAoanah1. Helina Himmatul Ulya Lina2 1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Institut Agama Islam Khozinatul Ulum. Blora. Indonesia 2 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Institut Agama Islam Khozinatul Ulum. Blora. Indonesia umiistiana07@gmail. com1, helinahimmatululyalina@iaikhozin. ABSTRAK Kata Kunci: Media Animasi Gambar. Bercerita Keyword: Animated Media. Storytelling Copyright A 2025 by Author. Published by CERIA IAI Khozinatul Ulum Blora. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi serta hasil penerapan media animasi gambar dalam meningkatkan kemampuan bercerita anak di KB Mutiara Bunda Dringo. Blora. Media animasi gambar merupakan sarana pembelajaran yang dapat merangsang pikiran, perasaan, dan perhatian anak sehingga mendorong terjadinya proses belajar yang bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus . ield researc. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media animasi gambar dilakukan dengan memberikan kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan imajinasi berdasarkan gambar yang ditampilkan oleh guru. Anak dilatih untuk mengembangkan daya pikir, kreativitas, dan kemampuan verbal dalam menceritakan kembali isi gambar sesuai dengan pemahamannya. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan mengarahkan kegiatan agar tetap sesuai dengan tema dan tujuan pembelajaran. Adapun hasil penerapan media animasi gambar terbukti mampu meningkatkan kemampuan bercerita anak, melatih kemampuan berpikir kreatif dan inovatif, mengenal konsep warna, bentuk, dan ukuran, serta mengembangkan kemampuan interpersonal. Dengan demikian, penggunaan media animasi gambar efektif dalam menstimulasi kemampuan bahasa dan imajinasi anak usia dini secara menyenangkan dan interaktif. ABSTRACT This study aims to determine the implementation and results of the application of animated image media in improving children's storytelling skills at the Mutiara Bunda Dringo Kindergarten. Blora. Animated image media is a learning tool that can stimulate children's thoughts, feelings, and attention, thereby encouraging a meaningful learning process. This study used a qualitative approach with a case study method . ield researc. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing The results showed that the implementation of animated image media was carried out by giving children the freedom to express their imagination based on the images presented by the teacher. CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 28 IMPLEMENTASI MEDIA ANIMASI GAMBAR A Children were trained to develop their thinking power, creativity, and verbal skills in retelling the contents of the images according to their understanding. The teacher acted as a facilitator who guided and directed activities to remain in line with the theme and learning objectives. The results of the application of animated image media were proven to improve children's storytelling skills, train creative and innovative thinking skills, recognize the concepts of color, shape, and size, and develop interpersonal Thus, the use of animated image media is effective in stimulating the language skills and imagination of early childhood in a fun and interactive manner. PENDAHULUAN Pendidikan Anak usia dini adalah sosok individu sebagai makhluk sosiokultural yang sedang mengalami proses perkembangan yang sangat fundamentel bagi kehidupan selanjutnya dan memiliki sejumlah karakteristik tertentu. Anak usia dini adalah suatu organisme yang merupakan satu kesatuan jasmani dan rohani yang utuh dengan segala stuktur dan perangkat biologis dan psikologisnya sehingga menjadi sosok yang unik. Anak usia dini mengalami suatu proses perkembangan yang fundamental dalam arti bahwa pengalaman perkembangan pada masa usia dini dapat memberikan pengaruh yang membekas dan berjangka waktu lama sehingga melandasi proses perkembangan anak selanjutnya. Setiap anak memiliki sejumlah potensi, baik potensi fisik-biologis, kognisi, maupun sosial emosinal. Anak yang sedang mengalami proses perkembangan sangat pesat sehingga membutuhkan pembelajaran yang aktif dan energik. Salah satu aspek yang perlu dikembangkan anak sejak dini adalah bahasa. Mengajarkan bahasa kepada anak usia dini tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan bahasa mempunyai beberapa aspek, antara lain berbicara, menyimak, membaca dan menulis. Keempat aspek itu harus diajarkan kepada anak secara menyeluruh. Kemampuan bahasa perlu diasah dan diperhatikan anak sejak dini oleh orang tua maupun guru di sekolah dan lingkungannya. Perlu adanya metode khusus dalam menstimulus bahasa anak usia dini banyak metode dalam mengembangkan bahasa anak usia dini diantaranya adalah: metode keteladanaan, metode pembiasaan, metode bercerita, metode karyawisata, pemberian tugas dan metode tanya jawab. Penulis tertarik dengan salah satu kemampuan bercerita karena dalam dunia pendidikan, bercerita merupakan cara yang sangat efektif, sebab membantu siswa untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang telah dilihat atau didengarnya. Sebagai cara penyajian, bercerita tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Bercerita dapat diartikan sebagai suatu tuturan yang memaparkan atau menjelaskan bagaimana terjadinya suatu hal, peristiwa, dan kejadian baik yang dialami oleh diri sendiri maupun orang lain. Pada umumnya baik anak-anak maupun orang dewasa senang untuk bercerita. Bercerita merupakan salah satu bentuk kegiatan Soegeng Santoso. Dasar-Dasar Pendidikan TK (Jakarta: Universitas Terbuka, 2. , hlm. CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2. IMPLEMENTASI MEDIA ANIMASI GAMBARA berbicara yang di pelajari oleh siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas. Bentuk kegiatan bercerita bermacam-macam, seperti menceritakan pengalaman, menceritakan kembali sebuah cerita, ataupun menceritakan tentang kegiatan seharihari. Bercerita melatih kepercayaan diri untuk berbicara di depan orang banyak, memperkaya kosakata, mengenalkan bentuk-bentuk ekspresi dan emosi, menstimulasi daya ingat dan kreativitas, meningkatkan daya imajinasi, serta melatih kemampuan berpikir dan menghafal. Sebagaimana Firman Allah dalam Q. S Al-AAoraf ayat 176 : Artinya : AuMaka ceritakanlah . epada merek. kisah-kisah itu agar mereka berfikirAy. Dalam ayat diatas dapat dipahami bahwa cerita yang terdapat dalam Al- QurAoan merupakan cerita-cerita pilihan yang mengandung nilai. Pemilihan aspek pendidikan dalam memlih tema cerita juga sangat penting , sehingga dari tema cerita itu diperoleh dua kuntungan yaitu menghibur dan mendidik anak. disnilah peran pencrita untuk dapat memilih tema cerita dan menyampaikan pesan-pesan dalam cerita. METODE Metode penelitian adalah strategi umum yang dianut dalam pengumpulan dan analisis data yang diperlukan guna menjawab persoalan yang dihadapi. Metode penelitian ini merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 4 Secara umum metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 5 Karena fokus penelitian KB Mutiara Bunda Dringo, maka penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana penelitian adalah instrumen kunci. Kemudian, bog dan taylor mendefinisikan penelitian kualitatif adalah: Au prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang diamatiAy. Penelitian ini berfokus pada konsepsi penelitian Rachmadini Nur Fadillah & Ika Lestari. ABuku Pop-Up Untuk Pembelajaran Bercerita Pendidikan Guru Sekolah DasarAo. PERSPEKTIF Ilmu Pendidikan, 30. , hlm. 21Ae26. Departemen Agama Republik Indonesia Q. S Al-AAoraf. Au Al-QurAoan dan Terjemahan Au (Semarang: CV. Toha Putr. , hlm. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2. , hlm. Sutopo. Metodelogi Penelitian Kualitatif, (Surakarta: Universitas Press, 2. , hlm. CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 30 IMPLEMENTASI MEDIA ANIMASI GAMBAR A deskriptif, di mana penelitian berusaha untuk menggambarkan atau menjelaskan peristiwa atau kejadian sesuai dengan apa adanya. Pendekatan yang digunakan penelitian yaitu pendekatan Fenomenologi yaitu merupakan metode kualitatif. peneliti yang menggunakan pendekatan fenomenologi harus mendekati objek penelitiannya atau hadir langsung dilapangan dengan pikiran polos tanpa asumsi, praduga, prasangka, atau pun konsep. Pandangan yang dimiliki peneliti tentang gejala penelitian harus di kurung sementara dan membiarkan partisipan mengungkapkan pengalamannya, sehingga nantinya akan diperoleh hakikat terdalam dari pengalaman tersebut. 6 Penelitian ini dilakukan di KB Mutiara Bunda yang terletak di Jl. Raya Todanan Ae Japah KM. 5 Desa Dringo Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Penelitian ini dilakukan di KB Mutiara Bunda. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Media Animasi Gambar Di KB Mutiara Bunda Dringo Blora. Rancangan Pengajaran dari guru pun sangat penting dalam proses pembelajaran dalam kelas untuk memotivasi minat anak dalam meningkatkan kemampuan bercerita dengan media animasi gambar, agar tidak mudah jenuh atau merasa bosan dan merasa terpaksa saat mengikuti pembelajaran. Sehubungan dengan hal ini peneliti juga mewawancarai Siti Maskanah selaku Guru KB Mutiara Bunda Dringo. Beliau menambahkan bahwa Anak sangat antusias dalam belajar bercerita/berkemampua bercerita dengan media animasi gambar. Anak sangat tertarik bila guru menerapkan pembelajaran media animasi gambar. Anak merasa bahagia dalam melakukan kegiatan ini, sehingga pembelajaran yang diberikan dapat diterima anak dengan mudah. Selain wawancara dengan kepala sekolah dan guru, peneliti disini juga mewawancarai orang tua anak. Dimana orang tua mempunyai peranan penting dalam mendidik anaknya, karena orang tua juga berpengaruh terhadap kemampuan bercerita anak itu sendiri. Hal ini disampaikan Beliau Ibu RobiAoah selaku orang tua dari Abil Hasan Mahmud, beliau menambahkan bahwa dia mengimplementasikan media animasi gambar kepada anaknya melalui media animasi gambar dirumah. Dimana dengan media animasi gambar dari HP android juga mengolah daya pikir anak untuk menjadikan anak dapat bercerita. Jadi berdasarkan hasil observasi dan wawancara penulis di KB Mutiara Bunda Dringo, bahwa implementasi media animasi gambar anak untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak di KB Mutiara Bunda Dringo tersebut Conny R. Semiawan. Metode Penelitian Kualitatif ,(Jakarta: Grasindo, 2. , hlm. Wawancara dengan Ibu Siti Maskanah selaku guru di KB Mutiara Bunda Dringo Pada Tanggal 12 Agustus 2022,Pukul 10. 00, di Kelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan RobiAoah Selaku Wali Murid (Ibu dari siswa Abil Hasan Mahmu. Pada Tanggal 13 Agustus 2022, pukul 09. 00, di Koridor Sekolah CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2. IMPLEMENTASI MEDIA ANIMASI GAMBARA selalu menggunakan alat atau media untuk menunjang daya pikirnya dalam Tetapi karena keterbatasan Alat Peraga Edukatif di KB Mutiara Bunda Dringo hanya menggunakan media animasi gambar. Peningkatan Kemampuan bercerita dengan media animasi gambar di KB Mutiara Bunda Dringo dapat meningkatkan daya pikir serta imajinatif anak, anak harus membayangkan bentuk yang akan dibuat, cita rasa seni dibutuhkan sehingga hasilnya enak dilihat. Kemampuan bercerita juga akan terasa melalui aktivitas dari kegiatan ini, ketekunan serta konsentrasi diperlukan melalui media animasi gambar dan saat erat dengan berbagai manfaat. Implementasi media animasi gambar dalam meningkatkan kemampuan bercerita anak di KB Mutiara Bunda Dringo dapat merangsang kemampuan anak untuk berfikir kreatif dan inovatif, selain itu juga dapat meningkatkan semangat belajar dan antusias anak di KB Mutiara Bunda Dringo ketika mengikuti pembelajaran melalui media animasi gambar. Anak Juga merasa tidak terbebani dengan adanya media tersebut, justru tanpa di sadari dengan media animasi mereka juga dapat belajar gambar media animasi gambar tersebut. Kemudian Ibu Siti Maskanah dimana selaku Guru di KB Mutiara Bunda Dringo menambahkan bahwa anak dapat meningkatkan Kemampuan bercerita anak melalui media animasi gambar, dimana hal ini akan berpengaruh besar terhadap kehidupan anak ke depannya jika bisa dikembangkan secara maksimal yang di dukung oleh media yang dimilikinya. Berdasarkan hasil wawancara diatas, dapat dipahami bahwa media animasi gambar merupakan suatu kegiatan belajar berdasarkan imajinasi anak yang disesuaikan dengan tema pembelajaran pada saat itu atau aktivitas yang menyenangkan bagi anak, dan mampu mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak, sehingga anak dapat melatih kemampua bercerita yang ada dalam tubuhnya dan anak pun senang melakukan cerita. Berdasarkan hasil observasi dan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat peneliti simpulkan bahwa media animasi gambar di KB Mutiara Bunda Dringo yang diterapkan oleh guru dapat diikuti dengan baik oleh siswa. Siswa dapat lebih memahami tentang bersosialisasi, menghargai sesama, melatih kesabaran, serta dapat memberikan rasa senang bagi yang mengikutinya sehingga dapat memotivasi anak dalam mengikuti aktivitas pembelajaran. Kemudian penulis menimplementasikan kegiatan ini kedalam tiga tahapan yaitu sebagai berikut : Proses Perencanaan Perencanaan . adalah fungsi dasar . manajemen, karena orrganizing, staffing, directing dan kontroling pun harus terlebih dahulu direncanakan. Perencanaan ini adalah dinamis. Perencanaan ini ditunjukkan untuk masa depan yang penuh dengan ketidakpastian, karena adanya perubahan dan situasi. Perencanaan diproses oleh perencana Wawancara dengan Ibu Siti Maskanah selaku guru di KB Mutiara Bunda Dringo Pada Tanggal 12 Agustus 2022,Pukul 10. 00, di Kelas CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 32 IMPLEMENTASI MEDIA ANIMASI GAMBAR A , hasilnya menjadi rencana . Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan rencana. Adapun langkah-langkah / rencana yang dilakukan penulis meningkatkan Kemampuan bercerita dengan media animasi gambar di KB Mutiara Bunda Dringo penulis membaginya menjadi tiga kegiatan yaitu : 11 . Kegiatan Awal . Kegiatan Inti . Penutup Pelaksanaan Pelaksanaan adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci, implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaan sudah dianggap siap. Secara sederhana pelaksanaan bias diartikan penerapan. Kegiatan Awal . Guru mengabsen anak-anak yang hadir dan memberitahukan bahwa mereka adalah kelompok warna . ijau misalny. Guru memimpin berdoa sebelum melakukan kegiatan pembelajaan . Guru menyiapkan media animasi gambar dan tempat yang akan digunakan untuk bercerita berupa perangkat untuk menampilkan media animasi gambar. Anak duduk di kursi masing- masing dengan memperhatikan media animasi yang telah ditampilkan oleh guru. Kegiatan Inti . Guru menunjukkan gambar- gambar seperti bentuk rumah, menara, gapura dll, kemudian menerangkan bahwa anak akan belajar menyusun media animasi gambar menjadi sebuah cerita. Kemudian guru menjelaskan cara bercerita sambil menyebutkan macam-macam media animasi gambar yang ditampilkan. Kemudian anak di beri waktu untuk mengimajinasikan sehingga menjadi sebuah cerita dengan cara bekerjasama dengan temannya serta guru menjadi fasilitator / pengawas ketika anak memperhatikan media animasi gambar tersebut. Guru memberikan kesempatan pada setiap kelompok untuk menceritakan hasil imajinasinya. Guru melakukan penilaian . Kegiatan Penutup . Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama-sama. Malayu SP Hasibuan. Dasar Pengertian dan Masalah, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2. , hlm. Wawancara dengan Siti Maskanah selaku guru KB Mutiara Bunda Dringo, pada Tanggal 10 Agustus 2022, pukul 10. 00, di Kantor Nurdin Usman. Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum, (Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada, 2. CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2. IMPLEMENTASI MEDIA ANIMASI GAMBARA Kemudian anak-anak dibariskan dengan rapi lalu pulang dan meninggalkan kelas dengan tertib. Adapun langkah-langkah dalam meningkatkan kemampuan bercerita anak dengan animasi gambar di KB Mutiara Bunda sebagai berikut : Menyiapkan perangkat pembelajaran animasi gambar yang telah di . Membagikan perangkat pembelajaran kepada anak. Menjelaskan/menceritakan kejadian yang ada pada gambar. Memberikan waktu kepada anak untuk memahami dan berimajinasi pada animasi gambar yang telah didapat. Selanjutnya guru menunjuk kelompok anak untuk menceritakan semua kejadian yang ada pada gambar. Kemudian guru menjabarkan/menjelaskan tentang isi cerita dari animasi gambar tersebut. Evaluasi Evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari pada sesuatu. Sesuai dari pendapat tersebut dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai segala sesuatu dalam dunia pendidikan atau segala sesuatu yang ada hubungannya dengan dunia 13 Berdasarkan hasil wawancara dengan kedua guru di KB Mutiara Bunda Dringo dapat dianalisa bahwa terdapat lima faktor yang dapat mendukung kemampuan bercerita anak dengan animasi gambar yang meliputi memotivasi peserta didik, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, kondisi mental peserta didik dan lingkungan pengasuhan. Faktor Pendukung Memotivasi Peserta Didik Faktor pertama yang dapat mendukung kemampuan bercerita anak yaitu faktor motivasi peserta didik. Seperti yang telah diungkapkan salah satu guru, motivasi peserta didik merupakan faktor utama yang dapat meningkatkan kemampuan bercerita anak. Sehingga kemampuan bercerita yang dimiliki peserta didik dipengaruhi dari motivasi diri peserta didik itu sendiri. Secara teori, seseorang yang punya motivasi yang kuat untuk menguasai kemampuan bercerita biasanya telah punya modal besar untuk meraih prestasi. Kemudian, ketika seseorang mampu melakukan bercerita dengan baik, maka kemungkinan besar dia akan termotivasi untuk menguasai kemampuan bercerita yang lebih luas dan lebih tinggi lagi. 14 Oleh karena itu, dapat dianalisa ketika peserta Wayan Nurkancana Dan Sunartana. Evaluasi Pendidikan, (Surabaya. Usaha Offset Printing, 1. , hlm. Wawancara dengan RifaAoi selaku kepala sekolah KB Mutiara Bunda Dringo, pada tanggal 10 Agustus 2022, pukul 10. 00, di kelas CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 34 IMPLEMENTASI MEDIA ANIMASI GAMBAR A didik memiliki motivasi diri yang yang tinggi cenderung memiliki kemampuan bercerita yang tinggi juga. Sarana dan Prasarana Faktor pendukung dalam meningkatkan kemampuan bercerita anak khususnya di KB Mutiara Bunda Dringo yang kedua yaitu sarana dan prasarana. Dimana perkembangan bercerita seorang individu kemungkinann besar bisa berkembang secara optimal jika lingkungan tempat beraktivitasnya mendukung dan 15 Lingkungan disini bisa berarti fasilitas, peralatan, sarana dan prasarana. Sedangkan, lingkungan yang kondusif berarti lingkungan yang digunakan memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Pengaplikasian media animasi gambar di KB Mutiara Bunda Dringo tentu membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai guna sebagai pendukung tercapainya tujuan guru dalam meningkatkan kemampuan bercerita anak. Dalam hal ini, guru membutuhkan sarana yaitu media pembelajaran untuk menunjang kelancaran kegiatan bercerita melalui media animasi gambar. Di KB Mutiara Bunda Dringo sendiri memiliki media animasi gambar yang memadai untuk digunakan dalam meningkatkan kemampuan bercerita anak. Dengan adanya sarana dan prasarana yang memadai sehingga memudahkan guru dan peserta didik dalam melakukan kegiatan bercerita. Sumber Daya Manusia Faktor pendukung lain yaitu adanya sumber daya manusia. Sumber daya manusia disini adalah seorang guru yang membimbing dan mengarahakan peserta didik dalam proses meningkatkan kemampuan bercerita anak. Sumber daya manusia yang memadai yaitu guru disini sebagai penyalur ilmu kepada peserta didik mengenai teori pembelajaran, guru yang membimbing peserta didik selama permainan berlangsung sehingga mereka mampu melakukan dengan baik dan guru yang memberikan motivasi, stimulasi dan contoh pada peserta didik. beberapa hal tersebut sangat penting dimiliki oleh seorang guru dalam proses meningkatkan kemampuan bercerita anak. Kondisi Mental Anak Seperti yang diketahui secara umum, kemampuan bercerita anak selalu berkaitan erat dengan kondisi mental yang dimiliki oleh peserta didik. Sehingga kondisi mental anak sangat mempengaruhi atau mendukung meningkatnya kemampuan bercerita anak. Perkembangan bercerita sangat erat kaitannya dengan mental, maka kondisi mental tentu saja sangat berpengaruh pada perkembangan Wawancara dengan Siti Maskanah selaku guru KB Mutiara Bunda Dringo, pada tanggal 10 Agustus 2022, pukul 10. 00, di kelas CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2. IMPLEMENTASI MEDIA ANIMASI GAMBARA bercerita seseorang. Seorang yang normal biasanya perkembangan berceritanya akan lebih baik dibandingkan orang lain yang memiliki kekurangan mental. Melihat kondisi mental pada peserta didik KB Mutiara Bunda Dringo, mereka memiliki kondisi mental yang bagus dimana mereka tidak memiliki keterbelakangan mental. Selain itu, peserta didik juga memiliki kesehatan yang baik. Dengan kesehatan dan kondisi mental yang baik, peserta didik di KB Mutiara Bunda Dringo tentu dapat melakukan semua aktifitas yang disarankan oleh guru dalam melakukan pembelajaran media animasi gambar dengan sangat baik. Oleh karena itu, peserta didik juga mudah sekali dalam melakukan peningkatan kemampuan bercerita mereka. Lingkungan Pengasuhan Menurut kedua guru di KB Mutiara Bunda Dringo menyebutkan faktor pendukung lain dalam meningkatkan kemampuan bercerita anak yaitu lingkungan pengaruhan. Lingkungan pengasuhan disini dimaksudkan bahwa tidak hanya guru dan lingkungan sekolah yang mampu mempengaruhi peningkatan kemampuan bercerita anak melaiankan peran orangtua juga sangat dibutuhkan dalam hal ini. Lingkungan pengasuhan merupakan interaksi ibu dan anak sangat mempengaruhi perkembangan bercerita anak. 17 Interaksi yang sangat dominan disini salah satunya adalah pola asuh yang digunakan oleh orangtua. Seperti contoh penggunaan pola asuh otoriter oleh orangtua akan menjadikan anak menjadi penakut, pendiam, dan kepribadian lemah sehingga akan mempengaruhi perkembangan bercerita pada balita. Faktor penghambat Setiap ada faktor pendukung tentu terdapat juga faktor penghambatnya, dalam wawancara terkait faktor penghambat dalam meningkatkan kemampuan bercerita anak di KB Mutiara Bunda Dringo dapat dianalisa bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan kemampuan bercerita anak yaitu kurangnya kemadirian anak, keterbatasan waktu, kurangnya imajinasi, dan jenis kelamin. Kurangnya kemandirian Anak Faktor penghambat yang pertama yang dapat mempengaruhi peningkatan kemampuan bercerita pada anak yaitu kurangnya kemandirian anak dalam melakukan sesuatu. Anak yang tidak mandiri atau ketergantungan bisa mencakup dari segi fisik ataupun dari mental. Wawancara dengan Siti Maskanah selaku guru KB Mutiara Bunda Dringo, pada tanggal 10 Agustus 2022, pukul 10. 00, di kelas Wawancara dengan Ayu Dwi Rustika selaku guru KB Mutiara Bunda Dringo, pada tanggal 10 Agustus 2022, pukul 10. 00, di kelas CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 36 IMPLEMENTASI MEDIA ANIMASI GAMBAR A misalnya anak akan selalu meminta bantuan untuk membeli jajan, memanggil temannya, biasanya anak yang tidak mandiri akan sulit untuk mengambil keputusan. Sejalan dengan teori tersebut, beberapa peserta didik di KB Mutiara Bunda Dringo yang kurang berkembang dengan baik atau sesuai harapan adalah peserta didik yang kurang memiliki kemandirian yang baik. Dimana beberapa dari mereka menunjukkan ketidak mandiriannya dengan selalu meminta bantuan pada guru untuk memanggil temannya ketika keluar kelas, takut meminta untuk membukan bungkus makanan dan lain sebagainya. Sehingga, kemampuan bercerita yang ditunjukkan mereka juga kurang berkembangan dengan sesuai tujuan. Keterbatasan Waktu Keterbatasan waktu juga merupakan faktor penghambat dalam meningkatkan kemampuan bercerita anak. Keterbatasan waktu ini dimaksudkan bahwa proses belajar mengajar dalam meningkatkan kemampuan bercerita anak melalui media animasi gambar ini hanya bisa dilakukan guru selama jam pembelajaran yang sudah ada dan di beberapa pertemuan saja. Dengan terbatasnya waktu, gurupun mengatakan jika itu menjadi penghambat dalam proses meningkatkan kemampuan bercerita anak dimana prosesnya tidak terlaksanya dengan sempurna karena ada tujuan-tujuan lain yang harus dicapai dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, dukungan orangtua untuk melatih bercerita anak di luar kelas atau jam pelajaran sangat dianjurkan demi peningkatan kemampuan bercerita anak. Kurangnya Imajinasi Pada awal perkembangannya, sejak usia dini anak perlu berimajinasi yang besar. Kurangnya imajinasi pada anak ini juga menjadi penghambat dalam meningkatkan kemampuan bercerita anak. Kurangnya imajinasi pada pikiran anak menjadikan guru sedikit kesusahan dalam meminta anak melakukan aktifitas yang mampu meningkatkan kemampuan berceritanya. Sehingga penting sekali utuk guru dan orangtua selalu membiasakan untuk memberi ajaran yang berimajinasi pada anak. Jenis Kelamin Faktor penghambat lainnya yang dapat menghambat peningkatan kemampuan bercerita anak melalui media animasi gambar yatu jenis kelamin. Di KB Mutiara Bunda Dringo dikatakan bahwasannya jenis kelamin perempuan dan laki-laki menunjukkan perbedaan pada pencapaian kemampuan bercerita melalui media animasi gambar. Peserta didik laki-laki cenderung memiliki Wawancara dengan Ayu Dwi Rustika selaku guru KB Mutiara Bunda Dringo, pada tanggal 10 Agustus 2022, pukul 10. 00, di kelas CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2. IMPLEMENTASI MEDIA ANIMASI GAMBARA kemampuan bercerita yang tinggi sebab mereka menujukkan eksplorasi yang tinggi dalam setiap aktifitas pembelajaran media animasi gambar. Selain itu, peserta didik laki-laki juga menujukkan lebih berani dalam melakukan kegiatan bercerita. Disisi lain, peserta didik dengan jenis kelamin perempuan sebaliknya mereka kurang dapat eksplor dalam melakukan kegiatan bercerita dan cenderung takut. Dengan begitu, jenis kelamin menjadi penentu meningkat atau tidaknya kemampuan bercerita anak. Implementasi Media Animasi Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Bercerita Anak Di KB Mutiara Bunda Dringo Blora Masa kanak-kanak adalah masa bermain, karena dengan bermain membuat anak dapat meningkatkan kemampuan kemampua bercerita anak dari pengalaman yang didapat. Melalui bermain anak dapat mengekspresikan pikirannya atau anak dapat berkhayal membuat sesuatu karya dengan cara alami dan original. Dengan kegiatan bermain anak akan mendapatkan pengalaman yang baru dan permasalahan yang baru, sehingga anak akan berpikir untuk mengatasi masalah yang dihadapinya saat itu. Pembelajaran yang ditujukan dalam peningkatan kemampuan kognitif anak dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dimana cara pembelajaran yang diterapkan hendaknya menyenangkan bagi anak didik. Pada penelitian ini peneliti akan meneliti tentang implementasi media animasi gambar untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak anak di KB Mutiara Bunda Dringo. Dari Ayu Dwi Rustika selaku guru di KB Mutiara Bunda Dringo menyatakan peningkatan kemampuan bercerita anak di KB Mutiara Bunda Dringo. Awalnya banyak anak yang tidak tertarik mengikuti pembelajaran tapi saat guru mengajak anak untuk belajar melalui media animasi gambar, anak menjadi lebih tertarik dan sangat menyukai mengikuti pembelajaran yang diberikan, sehingga memalui media animasi gambar guru dapat melihat perkembangan kecerdasan yang dimiliki anak. Kemudian wawancara dengan Kepala Sekolah KB Mutiara Bunda Dringo yakni melalui media animasi gambar akan meningkatkan kemampuan anak dalam kemampuan berceritanya. Misalnya ketika anak sedang bercerita anak sudah lancar intonasi kemampua berceritanya. Sehubungan dengan hal ini peneliti juga mewawancarai Siti Maskanah selaku guru KB Mutiara Bunda Dringo beliau menambahkan bahwa melalui bercerita dengan media animasi gambar akan meningkatkan kemampuan kemampua bercerita. Anak juga dapat mengenal berbagai macam gambar dari media animasi yang pernah dilihatnya. Selain itu anak juga mampu membilang Wawancara dengan Ayu Dwi Rustika selaku guru di KB Mutiara Bunda Dringo Pada Tanggal 12 Agustus 2022,Pukul 10. 00, di Kelas Wawancara dengan RifaAoI. SE Selaku Kepala KB Mutiara Bunda Dringo. Pada Tanggal 10 Agustus 2022, 00, di Kantor CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 38 IMPLEMENTASI MEDIA ANIMASI GAMBAR A dengan menunjukkan ceritanya yang telah di imajinasikan dari media animasi Menurut Nur Jannah selaku Orang tua dari Aprillya Feby media animasi gambar anak lebih mudah untuk meningkatkan kemampuan bercerita dengan daya pikir anak seperti melihat gambar animasi ataupun yang lainya. Dengan demikian bahwa pengaruh media animasi untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak di KB Mutiara Bunda Dringo yakni, anak lebih mudah dalam meningkatkan kemampuan bercerita anak. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan penelitian dokumen yang di lakukan peneliti di KB Mutiara Bunda Dringo tentang implementasi media animasi gambar untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak di KB Mutiara Bunda Dringo Kecamatan Todanan Kabupaten Blora dapat di analisis peneliti sebagai Dengan pembelajaran media animasi gambar anak akan mendapatkan pengalaman yang baru dan permasalahan yang baru, sehingga anak akan berpikir untuk mengatasi masalah yang dihadapinya dengan pola pikir dan kreatifitas yang Di samping itu anak akan terlatih berfikir kreatif dan inovatif dalam berbagai macam masalah yang akan di hadapinya. Kemudian anak akan dapat mengembangkan potensi dalam dirinya dan mengeksploitasi secara optimal bakat dan kemampuan anak. Meningkatkan kemampuan bercerita dengan media animasi gambar tanpa di sadari dapat melatih kemampuan dalam berkemampua bercerita anak. Adapun implementasi media animasi gambar dalam meningkatkan kemampuan bercerita anak di KB Mutiara Bunda Dringo dapat diketahui dari nilai-nilai kemampuan bercerita anak yang cukup baik dan meningkat, disamping itu dari hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas ada peningkatan motivasi belajar anak karena didukung dengan media dan pembelajaran yang menyenangkan. Berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua seorang anak akan lebih mudah untuk bercerita. SIMPULAN Implementasi media animasi gambar di KB Mutiara Bunda Dringo berjalan dengan baik karena didukung oleh sarana prasarana yang memadai seperti laptop, proyektor, dan kabel terminal listrik. Dalam prosesnya, guru berperan sebagai pembimbing, pengarah, dan fasilitator yang menyiapkan tampilan media serta lingkungan pembelajaran. Anak diberikan kebebasan untuk berekspresi dan berimajinasi sesuai dengan tema yang ditentukan, sementara guru tetap mengarahkan agar pembelajaran sesuai dengan tujuan. Melalui kegiatan ini, anak didorong untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam bercerita berdasarkan tampilan animasi gambar Wawancara dengan Ibu Siti Maskanah selaku guru di KB Mutiara Bunda Dringo Pada Tanggal 12 Agustus 2022,Pukul 10. 00, di Kelas Berdasarkan hasil wawancara dengan Nur Jannah selaku wali murid dari siswa Aprillya Feby. Pada Tanggal 13 Agustus 2022. Pukul 10. 00, di Koridor Sekolah CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2. IMPLEMENTASI MEDIA ANIMASI GAMBARA yang diberikan. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan penelitian, penerapan media animasi gambar terbukti mampu meningkatkan kemampuan bercerita anak. Anak menjadi lebih antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran karena metode yang digunakan menyenangkan dan interaktif. Selain itu, anak juga belajar mengenal berbagai konsep seperti warna, ukuran, keseimbangan, serta posisi atas-bawah dan kanan-kiri. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bercerita, tetapi juga menumbuhkan daya pikir kreatif serta kemampuan memecahkan masalah pada anak. DAFTAR PUSTAKA