JBEE : Journal Business Economics and Entrepreneurship http://jurnal. id/jurnal/index. php/bee JBEE Volume 6. No 2, 2024 PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM DENGAN TINGKAT SUKU BUNGA SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA BANK UMUM YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Sumitro1. Giriati2 Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Universitas Tanjungpura E-mail: mitro. cr7@gmail. Received: 18 Desember 2024. Accepted: 27 Desember 2024. Published: 31 Desember 2024 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham pada bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019Ae2023, dengan tingkat suku bunga sebagai variabel moderasi. Kinerja keuangan diukur melalui Return on Asset (ROA). Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Non-Performing Loan (NPL). Data yang digunakan bersifat kuantitatif, berasal dari laporan keuangan perusahaan dan data makroekonomi terkait. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan statistik dengan pengujian regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA dan LDR memiliki pengaruh positif signifikan terhadap return saham, sedangkan NPL memiliki pengaruh negatif signifikan. Tingkat suku bunga terbukti memoderasi hubungan antara variabelvariabel tersebut dengan return saham. Secara khusus, kenaikan tingkat suku bunga memperlemah hubungan positif antara ROA dan LDR dengan return saham serta memperburuk dampak negatif NPL terhadap return saham. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi serta bagi manajemen bank dalam mengelola kinerja keuangan dan risiko. Kata kunci: kinerja keuangan, return saham, tingkat suku bunga. ROA. LDR. Abstrak This study aims to analyze the influence of financial performance on stock returns of commercial banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2019Ae2023 period, with interest rates as a moderating variable. Financial performance is measured using Return on Assets (ROA). Loan to Deposit Ratio (LDR), and Non-Performing Loan (NPL). The data utilized are quantitative, sourced from corporate financial reports and relevant macroeconomic data. The analysis was conducted using statistical methods with moderation regression testing. The results indicate that ROA and LDR have a significant positive impact on stock returns, while NPL has a significant negative impact. Interest rates were found to moderate the relationship between these variables and stock returns. Specifically, higher interest rates weaken the positive relationship between ROA and LDR with stock returns and exacerbate the negative effect of NPL on stock returns. This study provides practical implications for investors in making investment decisions and for bank management in managing financial performance and risk. Keywords: financial performance, stock returns, interest rates. ROA. LDR. PENDAHULUAN Return adalah faktor utama yang memotivasi investor untuk berinvestasi. Investor menanamkan sebagian kekayaannya berharap bahwa return menjadi prioritas Return saham sendiri adalah keuntungan dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi dibandingkan harga Semakin besar perbedaan tersebut, semakin tinggiapula return yang diperoleh oleh investor. (J Hartono. Cara paling sederhana dan mudah JBEE : Journal Business. Economics and Entrepreneurship untuk menilai sebuah saham adalah dengan melihat nilai pasar perusahaan, yang dikenal juga sebagai kapitalisasi Kapitalisasi pasar ialah nilai yang diperoleh dengan mengalikan jumlah saham yang beredar dengan harga saham saat ini. (Tamarisa et al. , 2. Perkembangan saham sektoral tahun 2023 pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sebagaimana dipublikasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menunjukkan bahwa sektor yang paling dominan adalah sektor keuangan, industri konsumsi, infrastruktur, dan Dominasi sektor-sektor ini terlihat dari total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia, baik pada tahun 2023 maupun pada tahun Ae tahun . id, 2. Investor yang ingin berinvestasi di pasar modal biasanya terlebih dahulu melihat saham dari perusahaan yang dianggap paling menguntungkan, dengan Kinerja keuangan adalah upaya formal yang dilakukan oleh Perusahaan untuk mengukur keberhasilannya dalam menghasilkan laba, serta untuk menilai prospek, pertumbuhan, dan potensi perkembangan perusahaan berdasarkan sumber daya yang dimiliki. Suatu perusahaan dianggap berhasil jika mampu mencapai standar dan tujuan yang telah ditetapkan. (Brigham, 2. Sektor perbankan merupakan industri yang paling banyak diatur oleh pemerintah mengingat kepentingannya sektor ini dalam perekonomian negara sebagai sumber pembiayaan sektor riil. Saham industri perbankan merupakan salah satu saham yang sangat diminati oleh para investor. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Novia Tantri, 2. , menunjukkan bahwa rasio likuiditas, leverage, dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap harga saham. Namun berbeda dengan hasil penelitian yang (Sari. JBEE Volume 6. No 2, 2024 | 209 menunjukkan bahwa rasio likuiditas dan leverage berpengaruh negatif terhadap harga saham, serta menurut (N. Putri & Septianti, 2. menyatakan bahwa rasio profitabilitas berpengaruh negatif terhadap harga saham. Perbedaan hasil penelitian ini menjadi alasan peneliti dalam memilih 3 rasio keuangan sebagai variabel independen, yaitu rasio Profitabilitas. Rasio Likuiditas, dan Rasio Aktivitas, serta faktor makroekonomi yaitu tingkat suku bunga sebagai variabel moderasi. Kinerja keuangan dalam penelitian Rasio Profitabilitas yaitu rasio return on assets (ROA). Rasio Likuididas yaitu Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Rasio Aktivitas yaitu non performing loan (NPL). Return on Asset (ROA) adalah salah satu rasio kemampuan bank untuk menghasilkan keuntungan dari aset yang dimilikinya. ROA yang tinggi menunjukkan bahwa bank berhasil memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan laba. (J Hartono, 2. menunjukkan bahwa ROA menjadi indikator penting bagi investor dalam menilai kinerja Ketika bank mampu meningkatkan ROA-nya, hal ini menunjukkan efisiensi dalam mengelola aset yang dimiliki. Penelitian ini menekankan bahwa investor cenderung memilih bank dengan ROA yang tinggi karena laba yang diperoleh lebih tinggi dari aset yang diinvestasikan. Ini meningkatkan daya tarik saham dan return yang diterima oleh investor. Loan to Deposit Ratio (LDR) adalah sebuah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam menyalurkan kredit berdasarkan pada dana yang dikumpulkan dari masyarakat Rasio menunjukkan perbandingan antara total kredit yang diberikan kepada pihak ketiga dengan total dana pihak ketiga yang dihimpun oleh bank. (Kasmir. Copyright A 2024 Institut Shanti Bhuana Bengkayang | e-ISSN 2656-9469. P-ISSN 2684-6829 210 | Sumitro & Giriati. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Dengan Tingkat Suku Bunga Sebagai Variabel Moderasi pada Bank Umum Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Menurut Hartono . rendahnya kemampuan bank dalam menegaskan bahwa LDR yang berada mengelola risiko kredit. Sebaliknya, rasio pada kisaran ideal dapat meningkatkan NPL yang rendah menunjukkan bahwa bank mampu menjaga kualitas kredit menunjukkan efisiensi dalam penyaluran yang disalurkan sehingga mengurangi kredit tanpa mengorbankan likuiditas. risiko gagal bayar. Kredit macet atau Non-Performing (Nugraha & Wirama, 2. Loan (NPL) mengharuskan adanya menemukan bahwa NPL tidak hanya cadangan kerugian penurunan nilai mempengaruhi profitabilitas tetapi juga (CKPN) untuk kredit yang dikategorikan kinerja pasar saham. Semakin tinggi kurang lancar, diragukan, atau macet. tingkat NPL, semakin rendah return Jika NPL melebihi 5%, bank tersebut saham yang dihasilkan oleh bank, karena akan dibatasi dalam melakukan ekspansi investor cenderung menghindari saham NPL ini juga diperhitungkan bank dengan risiko kredit yang tinggi. dalam penilaian kesehatan bank yang Mereka juga menemukan bahwa suku berasal dari risiko kredit. (Zaini et al. bunga memiliki efek moderasi terhadap pengaruh NPL pada return saham. NPL Kenaikan suku bunga memperburuk mengevaluasi kualitas aset bank, dampak negatif NPL, karena debitur khususnya kredit yang disalurkan. Rasio menghadapi biaya pinjaman yang lebih NPL yang tinggi menunjukkan bahwa tinggi, yang meningkatkan risiko gagal bank memiliki sejumlah besar kredit Tabel 1. Perkembangan Suku Bunga Acuan Bank Indonesia (BI Rat. dan Return Saham Bank Umum . BI Rate Rata-rata Return Tahun Pengaruh Suku Bunga terhadap Return Saham (%) Saham Bank (%) Stabilitas suku bunga membantu investor, meskipun masih ada ketidakpastian global. Penurunan suku bunga karena pandemi COVID19, namun investor menghindari risiko. Penurunan suku bunga mendorong likuiditas dan pemulihan pasar, meningkatkan return. Kenaikan suku bunga mulai berdampak pada investor, namun return tetap positif karena pemulihan ekonomi. Kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, menekan pertumbuhan return saham. Sumber : Data olahan tahun 2024 Beberapa Indonesia. Tingkata suku bunga mendukung pentingnya penelitian ini adalah Kondisi Ekonomi Global yang berpengaruh terhadap ekonomi domestik. Tidak Stabil. Ketidakstabilan ekonomi khususnya sektor perbankan. Bank-bank global akibat dampak pandemi, konflik umum menghadapi tantangan besar geopolitik, dan inflasi yang tinggi di dalam mempertahankan performa kinerja banyak negara menyebabkan volatilitas keuangannya dan mengelola risiko akibat di pasar keuangan, termasuk di perubahan makroekonomi ini. Copyright A 2024 Institut Shanti Bhuana Bengkayang | e-ISSN 2656-9469. P-ISSN 2684-6829 JBEE : Journal Business. Economics and Entrepreneurship Kenaikan Suku Bunga Bank Indonesia (BI Rat. Dalam beberapa tahun terakhir. Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan (BI Rat. untuk menekan inflasi. Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya permintaan kredit, dan menurunkan profitabilitas perbankan. Investor di pasar modal mulai lebih berhati-hati, terutama terkait saham perbankan, karena ekspektasi return saham bisa dipengaruhi oleh suku bunga yang lebih Perubahan Kebijakan Makroekonomi Pemerintah. Kebijakan makroekonomi pemerintah, seperti stimulus fiskal untuk pemulihan ekonomi pasca-pandemi, dan reformasi regulasi perbankan, berdampak pada kinerja keuangan Perbankan. Bank-bank besar harus menyesuaikan strategi keuangan mereka untuk tetap kompetitif. Kinerja keuangan mereka, terutama dari sisi profitabilitas (ROA), likuiditas (LDR), dan kualitas kredit (NPL), menjadi indikator penting bagi investor untuk menilai return saham. Tingkat Kompetisi dan Ekspektasi Pasar. Perusahaan Perbankan menghadapi persaingan ketata dalam teknologi finansial . , yang juga menarik investor di pasara modal. Dengan demikian, kapitalisasi pasar, likuiditas, dan return saham dari Perusahaan Perbankan menjadi faktor yang semakin diperhatikan oleh investora dalam mengukur potensi investasi jangka Kajian Literatur dan Pengembangan Hipotesis Kinerja Keuangan Kinerja keuangan adalah hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh menjalankan fungsinya mengelola asset perusahaan secara efektif selama periode Suatu perusahaan harus JBEE Volume 6. No 2, 2024 | 211 Rumusan Masalah Apakaha return on asset (ROA) berpengaruh terhadap return saham? Apakaha Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh terhadap return Apakah non performing loan (NPL) berpengaruh terhadap return saham? Apakah Tingkat suku bunga dapat memoderasi pengaruh ROA terhadap return saham? Apakah Tingkat suku bunga dapat memoderasi pengaruh LDR terhadap return saham ? Apakah Tingkat suku bunga bisa memoderasi pengaruh NPL terhadap returna saham ? Tujuan Penelitian Menganalisis pengaruh return on asset (ROA) terhadap return saham. Menganalisis pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap return Menganalisis performing loan (NPL) terhadap return saham. Menganalisis Tingkat suku bunga dapat memoderasi pengaruh ROA terhadap return saham. menganalisis Tingkat suku bunga dapat memoderasi pengaruh LDR terhadap return saham. menganalisis Tingkat suku bunga dapat memoderasi pengaruh NPL terhadap return saham. melakukan evaluasi terhadap kinerja keuangannya karena kinerja keuangan tersebut memuat informasi mengenai kinerja dari suatu perusahaan yang perusahaan, kreditur, maupun investor (Rahmayanti et al. , 2. Dari Copyright A 2024 Institut Shanti Bhuana Bengkayang | e-ISSN 2656-9469. P-ISSN 2684-6829 212 | Sumitro & Giriati. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Dengan Tingkat Suku Bunga Sebagai Variabel Moderasi pada Bank Umum Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan adalah hasil atau pencapaian kerja perusahaan selama Dalam mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan, digunakannya Menurut (Kasmir, 2. , rasio keuangan adalah suatu indikator yang membandingkan dua angka dengan cara membagi satu angka dengan yang lainnya. Rasio keuangan digunakan sebagai alat untuk menilai keadaan keuangan ataupun kinerja dalam didasarkan pada informasi yang berada didalam laporan keuangan (N. Putri & Pardede, 2. Dengan memanfaatkan rasio tertentu, manajer perusahaan dapat memperoleh informasi tentang kekuatan dan kelemahan perusahaan mereka, yang kemudian dapat digunakan sebagai pedoman untuk membuat keputusan penting di masa depan (Yuliana & Artati. Selain laporan kinerja keuangan. Bank menyampaikan Laporan Rencana dan Realisasi Keuangan Berkelanjutan kepada OJK sebagai bagian dari transparansi atas komitmennya dalam mendukung penerapan Prinsip ESG. Tingkat keberhasilan bank dalam menjaga NPL dan NIM yang baik di Tengah pergeseran orientasi bisnis akan memberikan dampak yang positif terhadap tingkat profitabilitas Bank. Artinya. Bank tidak hanya berkinerja penerapan keuangan berkelanjutan. (Yasin, 2. Kinerja keuangan adalah usaha formal yang telah dilakukan oleh perusahaan yang dapat mengukur Perusahaan menghasilkan laba, sehingga dapat melihat prospek, pertumbuhan, dan potensi perkembangan baik perusahaan dengan mengandalkan sumber daya yang Suatu perusahaan dapat dikatakan berhasil apabila telah mencapai standar dan tujuan yang telah ditetapkan (Wahyudi, n. Return Saham Pengembalian saham mengacu pada metrik keuangan yang mengukur keuntungan bagi investornya melalui pengembalian yang diperoleh dari saham Metrik ini sangat penting dalam mengevaluasi kemampuan perusahaan untuk memaksimalkan pengembalian kepada pemegang sahamnya (Manurung & Horman, 2. Studi juga menyoroti dampak berbagai ukuran kinerja keuangan, seperti nilai tambah ekonomi (EVA), pada pengembalian pemegang mengelola ekspektasi tentang hasil meningkatkan nilai pemegang saham (Nugraha & Wirama, 2. Rasio Profitabilitas Dalam penelitian ini, rasio profitabilitas diukur dengan menggunakan Return on Asset (ROA). Return on Asset (ROA) ini mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset tertentu. yaycaycayca yaAyceycycycnEa ROA = ycu 100% ycNycuycycayco yaycyceyc Rasio Likuiditas Loan to Deposit Ratio (LDR) adalah sebuah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam menyalurkan kredit berdasarkan pada dana yang dikumpulkan dari masyarakat dan modal sendiri. Rumus Loan to Deposit Ratio (LDR) LDR = ycNycuycycayco ycEycnycuycycaycoycaycu ycu 100% ycNycuycycayco yaycaycuyca ycEycnEaycayco yayceycycnyciyca Copyright A 2024 Institut Shanti Bhuana Bengkayang | e-ISSN 2656-9469. P-ISSN 2684-6829 JBEE : Journal Business. Economics and Entrepreneurship JBEE Volume 6. No 2, 2024 | 213 Rasio Aktivitas Dalam penelitian ini, rasio aktivitas yang akan digunakan adalah Non Performing Loan (NPL) merupakan rasio untuk mengukur besarnya tingkat kredit bermasalah yang terjadi pada suatu bank. Kredit yang disalurkan oleh bank memiliki risiko terjadinya gagal bayar oleh debitur. Semakin besar tingkat NPL menunjukkan bahwa bank tersebut tidak kreditnya yang akan berdampak pada kerugian bank. yaycycoycoycaEa yaycyceyccycnyc ycayceycycoycaycycaycoycaEa ycNycuycycayco ycoycyceyccycnyc ycycaycuyci yccycnycayceycycnycoycaycu NPL = Return Saham Return merupakan hasil yang diperoleh dari suatu investasi. Return saham disebut juga sebagai pendapatan saham dan merupakan perubahan nilai harga saham periode t dengan t-I, semakin tinggi perubahan harga saham maka semakin tinggi return saham yang Return periode t yaycaycyciyca ycycaEaycayco ycyyceycycnycuyccyce yc Oe (Eaycaycyciyca ycycaEaycayco yc Oe . Eaycaycyciyca ycycaEaycayco yc Oe 1 Gambar 1. Kerangka Konseptual H1 : H2 : H3 : H4 : Return on asset (ROA) berpengaruh terhadap return saham Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh terhadap return Non performing loan (NPL) berpengaruh terhadap return saham Tingkat Suku Bunga dapat memoderasi hubungan antara Return on asset (ROA) terhadap return saham H5 : Tingkat Suku Bunga dapat memoderasi hubungan antara Loan to Deposit Ratio terhadap return saham H6 : Tingkat Suku Bunga dapat memoderasi hubungan antara Non performing loan terhadap return saham METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan analitik. Pendekatan kuantitatif dilakukan untuk menganalisis data berupa angka, seperti rasio keuangan dan tingkat suku bunga. Penelitian menggambarkan kinerja keuangan bank umum di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019Ae2023. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data return saham, data laporan keuangan (Return On Assets (ROA). Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Non performing loan (NPL) dan data Copyright A 2024 Institut Shanti Bhuana Bengkayang | e-ISSN 2656-9469. P-ISSN 2684-6829 214 | Sumitro & Giriati. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Dengan Tingkat Suku Bunga Sebagai Variabel Moderasi pada Bank Umum Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia BI rate dimulai dari periode 2019 hingga Dalam penelitian ini, digunakan model regresi data panel yang melibatkan data cross section dari 24 Perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan data time series yang meliputi rentang waktu 5 tahun dari periode 2019 hingga 2023 sebagai sampel penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai karakteristik data penelitian. Dalam penelitian ini, data mencakup variabel kinerja keuangan (ROA. LDR. NPL), return saham, dan tingkat suku bunga (BI Rat. dari 24 bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019Ae2023. Tabel 1. Statistik deskriptif Variabel Min Max ROA (%) LDR (%) NPL (%) Return Saham (%) BI Rate (%) Mean Standar Deviasi Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas Variance Inflation Factors Date: 12/05/24 Time: 13:24 Sample: 2019 2023 Included observations: 120 Variable Coefficient Variance Uncentered VIF Centered VIF X1Z X2Z X3Z Sumber : Hasil Olah data Eviews 12 Tabel multikolinearitas, menunjukakan nilai VIF > 10 sehingga dapat dinyatakan Tabel 3 Hasil Uji Autokorelasi R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber : Hasil Olah data Eviews 12 Tabel 3 jika nilai dari statistik Durbin- Watson adalah 1,582859. Sebab pada penelitian ini nilai Durbin- Watson berada di antara 1 dan 3, yakni 1 < 1,582859 < 3 sehingga tidak terjadi adanya autokorelasi. Data Olahan Uji Asumsi Klasik Gambar 2. Hasil Uji Normalitas Sumber : Hasil Olah data Eviews 12 Gambar 2 nilai probabilitas dari statistik Jarque-Bera ialah 2,053869. Oleh karena nilai Prob. yang sebesar 0,358103 merupakan lebih besar dari pada tingkat signifikansi, yakni 0,05 yang artinya model regresi berdistribusi Pengujian Model Regresi Data Panel Tabel 4 Hasil Uji Chow Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled Test cross-section fixed effects Effects Test Statistic Prob. Cross-section F Cross-section Chi-square . Sumber : Hasil Olah data Eviews 12 Hasil pengujian uji Chow diatas, ditemukan jika nilai Prob. dari Cross Section Chi- square sebesar 0,0000 < 0,05 yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak, yang mana merupakan model fixed effect lebih tepat untuk digunakan daripada common effect. Maka model estimasi yang digunakan dalam uji chow adalah model fixed effect (FEM). Copyright A 2024 Institut Shanti Bhuana Bengkayang | e-ISSN 2656-9469. P-ISSN 2684-6829 JBEE : Journal Business. Economics and Entrepreneurship Tabel 5 Hasil Uji hausman Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled Test cross-section random effects Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Prob. Cross-section random Sumber : Hasil Olah data Eviews 12 ditemukan jika nilai Prob. 0,0000 < 0,05 yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak, yang mana model fixed effect lebih tepat untuk digunakan daripada model random effect. Maka model estimasi yang dipakai dalam uji hausman pada penelitian ini ialah model fixed effect (FEM). Uji Kelayakan Model Tabel 6 Hasil Ujivariable. Cross-section fixed . ummy R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat JBEE Volume 6. No 2, 2024 | 215 090011 dan dengan nilai Prob. 0,7232 > 0,05. NPL memiliki pengaruh positif dan signifikan Return Saham, dengan nilai koefisien -2,640516 dan nilai Prob. 0,0503 > 0,05. Tabel 8 Hasil Uji Moderasi Dependent Variable: Y Method: Panel Least Squares Date: 12/04/24 Time: 22:36 Sample: 2019 2023 Periods included: 5 Cross-sections included: 24 Total panel . observations: 120 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. X1Z X2Z X3Z R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber : Hasil Olah data Eviews 12 Sumber : Hasil Olah data Eviews 12 Berdasarkan ditemukan nilai Prob. (F-statisti. yakni 0,000000 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa semua variabel independen, yakni ROA. LDR. NPL dan Tingkat suku bunga berpengaruh signifikan terhadap variabel Return Saham dengan secara simultan. Tabel 7 Hasil Uji T Dependent Variable: Y Method: Panel Least Squares Date: 12/04/24 Time: 21:34 Sample: 2019 2023 Periods included: 5 Cross-sections included: 24 Total panel . observations: 120 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Sumber : Hasil Olah data Eviews 12 Berdasarkan Tabel 7 hasil uji T diatas, diketahui bahwa: ROA memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Return Saham, dengan nilai koefisien 6. 000264 dan nilai Prob. 0,0000 < 0,05. LDR tidak memiliki pengaruh terhadap Return Saham, dengan nilai Berdasarkan tabel 8 Hasil Uji Moderasi diketahui : ROA dengan nilai Prob. 0,0066 < 0,05 dinyatakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return Saham. LDR dengan nilai Prob. 0,4443 > 0,05 dinyatakan tidak memiliki pengaruh terhadap Return Saham. NPL dengan nilai Prob. 0,5296 > 0,05 terhadap Return Saham. Tingkat suku bunga dengan nilai Prob = 0,0431 < 0,05 dinyatakan signifikan memoderasi hubungan ROA terhadap Return Saham. Tingkat suku bunga dengan nilai Prob = 0,2415 > 0,05 dinyatakan tidak signifikan memoderasi hubungan LDR terhadap Return Saham. Tingkat suku bunga dengan nilai Prob = 0,4246 > 0,05 dinyatakan tidak signifikan memoderasi hubungan NPL terhadap Return Saham. Pembahasan Return on Assets (ROA): Hasil analisis menunjukkan bahwa ROA memiliki pengaruh positif dan Copyright A 2024 Institut Shanti Bhuana Bengkayang | e-ISSN 2656-9469. P-ISSN 2684-6829 216 | Sumitro & Giriati. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Dengan Tingkat Suku Bunga Sebagai Variabel Moderasi pada Bank Umum Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia signifikan terhadap return saham. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan perusahaan perbankan dalam menghasilkan laba bersih dari asetnya, semakin tinggi pula tingkat perusahaan tersebut. Dengan demikian. ROA yang tinggi mencerminkan efisiensi pengelolaan aset yang pada akhirnya meningkatkan nilai pasar saham. Temuan ini sejalan dengan teori keuangan yang merupakan indikator utama dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan H1: Return on Asset (ROA) Berpengaruh terhadap Return Saham Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Temuan ini konsisten dengan teori profitabilitas yang menyatakan bahwa rasio ROA mencerminkan efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan laba. Kinerja ROA yang baik memberi sinyal positif kepada investor, meningkatkan kepercayaan mereka terhadap potensi pertumbuhan Penelitian (Hartati & Zakiyah. ROA cenderung menarik investor karena menghasilkan laba lebih besar. Sebuah studi oleh Khairani . juga mengungkapkan bahwa dalam konteks perbankan. ROA yang tinggi tidak hanya mencerminkan profitabilitas yang lebih baik tetapi juga meningkatkan nilai pasar saham secara signifikan. Return saham meningkat karena investor melihat kemampuan yang baik dalam mengelola aset untuk menghasilkan keuntungan Loan to Deposit Ratio (LDR): Berdasarkan hasil uji statistik. LDR tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap return saham. Hal ini dapat menyalurkan kredit yang tidak secara langsung diterjemahkan ke dalam nilai pasar saham. Temuan ini menunjukkan bahwa investor lebih memprioritaskan indikator lain seperti profitabilitas daripada likuiditas dalam pengambilan keputusan investasi. H2: Loan to Deposit Ratio (LDR) Berpengaruh terhadap Return Saham Hasil penelitian mengindikasikan bahwa LDR tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap return saham. Ini menunjukkan bahwa tingkat likuiditas, sebagaimana diukur oleh LDR, mungkin tidak menjadi faktor utama yang dipertimbangkan oleh investor dalam mengevaluasi saham bank. Selain itu, kondisi LDR yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menimbulkan risiko tambahan seperti over-leverage atau kurangnya kapasitas penyaluran kredit, meningkatkan nilai pasar saham. Investor tampaknya lebih fokus pada indikator profitabilitas yang langsung memengaruhi kemampuan perusahaan untuk memberikan return. Hasil ini berbeda dengan penelitian sebelumnya seperti yang dilakukan oleh Megawati . , yang menemukan hubungan positif antara LDR dan return Non-Performing Loan (NPL): NPL menunjukkan pengaruh negatif terhadap return saham, meskipun pengaruhnya tidak signifikan. Tingginya NPL mencerminkan risiko kredit bermasalah yang dapat merusak Namun, ketidaksignifikanan ini mungkin terkait dengan strategi manajemen risiko bank yang berhasil memitigasi dampak NPL pada profitabilitas secara keseluruhan. H3: Non Performing Loan (NPL) Berpengaruh terhadap Return Saham Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa NPL berpengaruh negatif terhadap return saham, meskipun Copyright A 2024 Institut Shanti Bhuana Bengkayang | e-ISSN 2656-9469. P-ISSN 2684-6829 JBEE : Journal Business. Economics and Entrepreneurship pengaruhnya tidak signifikan. Studi sebelumnya oleh Junaeni . NPL menunjukkan kualitas kredit yang buruk, yang dapat memengaruhi profitabilitas perusahaan dan mengurangi kepercayaan Namun, penelitian Khairani . menyebutkan bahwa dampak NPL terhadap return saham sering kali bergantung pada efektivitas manajemen risiko kredit bank dalam menangani kredit bermasalah. Moderasi Tingkat Suku Bunga terhadap ROA dan Return Saham: Tingkat suku bunga terbukti memoderasi hubungan antara ROA dan return saham secara signifikan. Hal ini menegaskan bahwa dalam kondisi tingkat suku bunga yang lebih rendah, bank dapat lebih optimal memanfaatkan Sebaliknya, kenaikan suku bunga dapat meningkatkan biaya dana, sehingga mengurangi keuntungan yang diperoleh dari aset bank. H4: Tingkat Suku Bunga Memoderasi Hubungan antara ROA terhadap Return Saham Tingkat suku bunga terbukti memoderasi hubungan antara ROA dan return saham secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam kondisi suku bunga yang lebih rendah, perusahaan dapat mengelola aset dengan lebih efisien karena biaya pendanaan yang lebih Sebaliknya, kenaikan suku bunga meningkatkan biaya modal, yang dapat mengurangi laba bersih meskipun ROA tetap tinggi. Hasil ini mendukung teori bahwa suku bunga memengaruhi daya tarik investasi, seperti yang ditemukan oleh (Ivan Aditya Nugraha et al. , 2. Bank yang mampu menjaga efisiensi pengelolaan asetnya di tengah kenaikan suku bunga dapat mempertahankan kepercayaan investor, meskipun biaya operasional meningkat. JBEE Volume 6. No 2, 2024 | 217 Moderasi Tingkat Suku Bunga terhadap LDR dan Return Saham: Tidak terdapat pengaruh moderasi yang signifikan antara tingkat suku bunga dan hubungan LDR terhadap return saham. Hal ini menunjukkan bahwa dalam konteks perbankan Indonesia, fluktuasi suku bunga tidak cukup kuat untuk memengaruhi hubungan antara likuiditas dan return H5: Tingkat Suku Bunga Memoderasi Hubungan antara LDR terhadap Return Saham Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat suku bunga tidak memoderasi hubungan antara LDR dan return saham secara signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa hubungan antara likuiditas dan kinerja pasar saham bank tidak dipengaruhi secara langsung oleh perubahan suku bunga. Dalam konteks ini. LDR yang optimal mungkin tidak cukup untuk menarik perhatian investor jika kondisi makroekonomi, termasuk suku bunga, tidak mendukung. Hasil ini bertolak belakang dengan penelitian Misbahudin . , yang menunjukkan bahwa suku bunga rendah dapat memperkuat hubungan antara LDR dan return saham melalui peningkatan penyaluran kredit. Moderasi Tingkat Suku Bunga terhadap NPL dan Return Saham: Tingkat suku bunga juga tidak memoderasi hubungan antara NPL dan return saham secara signifikan. Namun, hasil ini dapat mengindikasikan bahwa pengaruh suku bunga terhadap risiko kredit lebih terasa secara operasional dibandingkan pengaruhnya terhadap pasar saham H6: Tingkat Suku Bunga Memoderasi Hubungan antara NPL terhadap Return Saham Tingkat suku bunga juga tidak memoderasi hubungan antara NPL dan return saham secara signifikan. Kredit bermasalah (NPL) tetap menjadi risiko Copyright A 2024 Institut Shanti Bhuana Bengkayang | e-ISSN 2656-9469. P-ISSN 2684-6829 218 | Sumitro & Giriati. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Dengan Tingkat Suku Bunga Sebagai Variabel Moderasi pada Bank Umum Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia utama bagi bank, terlepas dari tingkat suku bunga. Namun, kenaikan suku bunga dapat memperburuk risiko kredit melalui peningkatan biaya pinjaman bagi meningkatkan NPL. Meski demikian, dampak ini tampaknya lebih relevan pada kinerja operasional bank daripada kinerja Penelitian sebelumnya oleh Rasyada . menemukan bahwa kenaikan suku bunga dapat memperburuk dampak negatif NPL terhadap return saham, tetapi dampaknya mungkin lebih terasa di bank dengan manajemen risiko yang kurang efisien. Studi sebelumnya oleh Nugraha & Wirama . mengemukakan bahwa kenaikan suku bunga cenderung memperburuk dampak negatif NPL meningkatkan risiko gagal bayar. Namun, pengelolaan risiko kredit yang efektif dapat mengurangi dampak ini, seperti yang ditemukan dalam penelitian oleh Junaeni . Implikasi Temuan Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa investor perlu lebih memperhatikan indikator profitabilitas seperti ROA dalam mengevaluasi saham sektor perbankan. Selain itu, kebijakan moneter yang memengaruhi tingkat suku bunga juga memiliki dampak signifikan terhadap daya tarik investasi di sektor ini. Dengan meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas untuk menarik lebih banyak investor dan mempertahankan stabilitas pasar saham mereka. di mana suku bunga rendah memperkuat hubungan tersebut. Namun, tingkat suku memoderasi hubungan antara LDR maupun NPL terhadap return saham. Hasil ini menegaskan pentingnya efisiensi aset bank dalam menarik minat investor serta pengaruh tingkat suku bunga terhadap dinamika pasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa profitabilitas, yang diukur melalui ROA, merupakan indikator kunci bagi investor dalam menentukan investasi di saham perbankan. NPL tidak terlalu memengaruhi keputusan investor jika risiko kredit terkendali. Tingkat suku bunga memiliki peran signifikan sebagai variabel moderasi dalam memperkuat hubungan antara ROA dan return saham. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa bank perlu meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitasnya untuk menarik investor. Selain itu, investor disarankan lebih mempertimbangkan profitabilitas dalam membuat keputusan investasi, sedangkan pemerintah dan otoritas moneter perlu memastikan kebijakan suku bunga yang mendukung stabilitas sektor keuangan. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA memiliki pengaruh positif signifikan terhadap return saham, sedangkan LDR tidak berpengaruh NPL memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan. Tingkat suku bunga memoderasi hubungan ROA terhadap return saham secara signifikan. Copyright A 2024 Institut Shanti Bhuana Bengkayang | e-ISSN 2656-9469. P-ISSN 2684-6829 JBEE : Journal Business. Economics and Entrepreneurship JBEE Volume 6. No 2, 2024 | 219 REFERENSI