Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 67-70 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Melukis Dengan Teknik Tarikan Benang Rani Puspitasari. Rita Prima Bendriyanti. Lydia Margaretha Affiliation: RA Uswatn Hasanah Panca Mukti Corresponding Author: Ranisafa451@gmail. Abstract Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kegiatan melukis dengan teknik tarikan benang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak di RA Uswatun Hasanah Panca Mukti. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau yang disebut juga Classroom action research dengan prosedur yang digunakan berbentuk siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok A di RA Uswatun Hasanah Panca Mukti yang berjumlah 13 orang anak. Penelitian dilaksanakan dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif, analisis data dengan menggunakan persentase. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Hasil peningkatan bahasa anak pada siklus I pertemuan I sebesar 44,23%, dan pertemuan II sebesar 55,77%. Pada siklus II pertemuan I peningkatan sebesar 69,73% dan pertemuan II sebesar 92,95%. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan melukis dengan teknik tarikan benang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak kelompok A di RA Uswatun Hasanah Panca Mukti, terbukti pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan, hasil persentase pencapaian sebesar 92,95% dengan kriteria berkembang sangat baik (BSB). Keyword: Motorik Halus. Melukis. Teknik Tarikan Benang Pendahuluan Secara umum perkembangan anak usia dini mencakup perkembangan fisik, sosial, emosi, dan Namun beberapa ahli mengembangkan menjadi aspek aspek perkembangan yang lebih terperinci. Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini pada Pasal 5 dinyatakan: AuBahwa aspek aspek pengembangan dalam kurikulum PAUD mencakup nilai agama, nilai moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosialemosional, dan seniAy. Santrock . 7: . menyatakan, perkembangan anak usia dini mencakup beberapa yaitu, aspek perkembangan fisik, kognitif, sosial-emosional, konteks sosial, moral, bahasa, identitas diri, dan gender. Kail dan Reese menjelaskan, bahwa ruang lingkup perkembangan anak usia dini mencakup perkembangan kemandirian, moral, sosial, bahasa, fisik, dan kognitif Aspek perkembangan anak khususnya perkembangan fisik motorik sangat penting untuk melatih koordinasi gerakan yang melibatkan bagian bagian tubuh. Menurut Sujiono sspek perkembangan motorik dibedakan menjadi dua yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar menekankan pada koordinasi tubuh pada gerakan otot-otot besar seperti melompat, berlari dan berguling. Motorik halus adalah gerakan tubuh yang hanya melibatkan otototot kecil seperti otot jari tangan, dan pergelangan tangan. Gerakan motorik halus terutama yang melibatkan otot tangan dan jari biasanya membutuhkan kecermatan tinggi, ketekunan, dan kemampuan koordinasi antara mata dan tangan. Semakin baik gerakan motorik halus membuat anak dapat berkreasi, seperti menggunting, menggambar, mewarnai, merobek, menulis, meronce, melukis, menjahit, meremas, menggenggam, menganyam, dan sebagainya. Dikutip dari Tuminem . 9: . menyebutkan bahwa prinsip dalam pengembangan motorik halus untuk mengembangkan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di PAUD agar berkembang secara optimal, maka perlu memperhatikan prinsip-prinsip yang terdapat dalam Depdiknas, sebagai berikut: . memberikan kebebasan untuk berekspresi pada anak. melakukan pengaturan waktu, tempat, media seperti alat dan bahan agar dapat merangsang anak untuk berkreatif. memberikan bimbingan kepada anak untuk menentukan teknik atau cara yang baik dalam melakukan kegiatan dengan berbagai media. menumbuhkan keberanian anak dan hindarkan petunjuk yang dapat merusak keberanian dan perkembangan . membimbing anak sesuai dengan kemampuan dan taraf perkembangannya. memberikan rasa gembira dan menciptakan suasana yang menyenangkan pada anak. melakukan pengawasan menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan Kemampuan motorik halus anak yang terlihat belum mencapai indikator untuk anak usia 4-5 tahun seperti belum memegang pensil dengan benar antara ibu jari dan dua jari, masih Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 67-70 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 belum mampu meronce, menggunting sesuai pola, melepas dan memasang pakaian sendiri, bahkan masih ada yang belum mampu memasang sepatu sendiri. Berdasarkan dari hasil observasi yang peneliti lakukan selaku pendidik di kelompok RA Uswatun Hasanah di Desa Panca Mukti tersebut ditemukan adanya kendala dalam meningkatkan keterampilan motorik halus. Sehingga hal tersebut berdampak pada capaian perkembangan motorik halus anak. Dimana masih ada anak yang masih kesulitan dalam menirukan bentuk maupun mewarnai dan menggambar bentuk dengan baik dan jelas. Selain itu, kegiatan monoton seperti menggambar dan mewarnai yang kerap kali dilakkan dalam mengembangkan kegiatan motorik balus anak, membuat anak menjadi bosan dan tidak menyelesaikan kegiatannya. Oleh karena itu agar meningkatnya kemampuan motorik halus anak guru berupaya memberikan stimulus yang tepat dan menyenangkan untuk anak usia 4-5 tahun khususnya anak kelompok RA Uswatun Hasanah di Desa Panca Mukti. Salah satu kegiatan aspek motorik halus anak adalah dengan kegiatan melukis. Dalam kegiatan ini, anak bisa dengan bebas mengekspresikan jiwanya dalam bentuk coretan-coretan, yang sekecil apapun mewakili imajinasinya dan ditranformasikan kedalam coretan-coretan yang penuh makna dan Dalam kegiatan melukis ini, anak juga dapat belajar mengendalikan tangan, mengkoordinasikan pikiran, mata dan tangan, serta mengekspresikan dirinya melalui seni. Anak akan merasa bangga dan memceritakan apa yang telah di perbuatnya. Berdasarkan teori dan penelitian terdahulu, untuk menstimulasi motorik halus anak guru perlu memfasilitasi dengan kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk anak usia dini sehingga dalam prosesnya anak akan terstimulasi dengan baik, salah satu kegiatan yang berpengaruh terhadap pengembangan motorik halus anak adalah dengan kegiatan melukis menggunakan teknik tarikan benang. Menurut Einondalam jurnal pendidikan tambusai . melukis dengan tali atau benang merupakan kegiatan yang bagus untuk koordinasi mata dan tangan serta untuk kelenturan tangan, dan merupakan metode lukis yang baik untuk anak yang belum bisa melukis. Selain itu juga melukis dengan benang mampu mengembangkan keterampilan seni rupa dan kreatifitas Peneliti akan melibatkan anak didik untuk melukis di kelompok A RA Uswatun Hasanah di Desa Panca Mukti dengan menggunakan cat air berwarnawarni serta benang kasur yang akan digunakan sebagai media dalam cetak benang tarik. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau yang disebut juga Classroom action research dengan prosedur yang digunakan berbentuk siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok A di RA Uswatun Hasanah Panca Mukti yang berjumlah 13 orang anak. Penelitian dilaksanakan dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif, analisis data dengan menggunakan persentase. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil reflesi dari 13 anak di RA Uswatun Hasanah berdasarkan aspek yang diamati yang semuanya 100% mendapatakan kriteria penilaian BSB. Sementara prosentase keberhasilan secara keseluruhan aspek yang diamati sebesar 83% (BSB). Adanya pengulangan kegiatan dan bimbingan yang dilakukan membantu anak dalam memahami kegiatan serta meningkatkan keterampilan motorik halus anak. persentase keberhasilan secara keseluruhan yang diperoleh sebesar 92,95% mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 75%-100%. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan motorik halus melalui kegiatan melukis dengan teknik tarik benang dengan baik. Hasil peningkatan pada siklus I belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Kegiatan melukis dengan teknik tarik benang pada siklus I baru mencapai 55,77% dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Hal ini dkarenakan beberapa faktor, dimana anak masih kesulitan dalam membuat pola bentk bentang, memegang benang saat mencelupkan benaang ke dalam cat, serta menggnakan tangan saat menarik benang pada kegiatan melukis tanpa terlepas dari tangan dengan baik, terutama dalam mengkoordinasikan mata dan tangan. Hasi Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 67-70 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 persentase yang diperoleh pada siklus I belum dapat mencapai indikator keberhasilan yaitu 75%-100% dengan kriteria Berkembang Sangat Baik, sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II. Hasil penelitian pada siklus II, dapat diketahui apabila kemampuan anak meningkat secara bertahap dan signifikan. Peningkatan yang dicapai anak pada siklus II mencapai 92,95% dengan kritera Berkembang Sangat Baik (BSB). Pada siklus ini terlihat anak sudah dapat melakukan kegiatan melukis menggunakan teknik benang tarik dengan baik. Dimana anak sudah dapat mengkoordinasikan mata dan tangan saat membat pola bentuk benang, anak dapat memegang benang saat mencelupkan benang e dalam cat warna, dan anak sudah dapat menggunakan tangan saat menarik benang tanpa terlepas. Hal ini sesuai dengan indikator motorik halus anak yaitu. Anak dapat meniru bentuk, . Anak dapat membuat garis vertikal, horizontal, lengkng kiri/kanan, miring kiri/kanan, dan lingkaran, . Anak dapat menkoordinasikan mata dan tangan untuk melakukan gerakan yang rumit, . Anak dapat mengontrol gerakan tangan yang menggunakan otot halus (Permendikbud No. 137 Tahun Berdasarkan hasil pada tabel di atas, pelaksanaan tindakan pada siklus I persentase yang diperoleh yaitu 44,23% dengan kriteria MB dan pada pertemuan II sebesar 55,77% dengan kriteria BSH belm mencapai kriteria yang diharapkan sehingga diperlukannya tindakan untuk dilanjutkan ke siklus selanjutnya yaitu siklus II. Pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan siklus I, dimana persentase hasil yang diperoleh pada siklus II pertemuan I sebesar 69,23% dengan kriteria BSH dan pertemuan II sebesar mengkoordinasikan mata dan tangan saat 92,95% dengan kriteria BSB. Berdasarkan hasil persentase pada siklus II, sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan melukis dengan teknik tarik benang dapat meningkatkan motorik halus anak di RA Uswatun Hasanah Panca Mukti. Adapun indikator motorik halus yang hendak dicapai adalah anak dapat meniru bentuk, menkoordinasikan mata dan tangan untuk melakukan gerakan yang rumitdan anak dapat mengontrol gerakan tangan yang menggunakan otot halus. Peningkatan terlihat dari adanya peningkatan persentase setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I dan siklus II. Pelaksanaan siklus I persentase yang ditunjukkan sebesar 55,77%. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan persentase yang signifikan. Persentase siklus II mencapai 92,95% dengan kriteria Berkembang Sangat Baik, artinya mencapai krteria ketuntasan indikator keberhasilan penelitian yaitu 75%-100%. Sehingga penelitian dianggap berhasl pada siklus II. Daftar Pustaka