Identifikasi Sikap Dasar Konselor Berbasis Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara Melalui Analisis Hermeneutika IDENTIFIKASI SIKAP DASAR KONSELOR BERBASIS KONSEP PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA MELALUI ANALISIS HERMENEUTIKA Revi Mariska Putri Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email : revi. 20023@mhs. Bakhrudin All Habsy Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email : bakhrudinhabsy@unesa. Abstrak Sikap dasar konselor dibutuhkan oleh seorang profesional dalam memberikan pelayanan dan bantuan terhadap konseli. Sikap dasar memiliki definisi yaitu merupakan suatu kondisi psikologis atau kecenderungan untuk merespon sesuatu dengan cara tertentu. Sikap mencakup nilai-nilai, keyakinan, dan perasaan yang dapat memengaruhi perilaku seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengembangkan sikap dasar konselor berdasarkan basis budaya Indonesia yaitu konsep pemikiran dan ajaran hidup Ki Hajar Dewantara, yang dikembangkan dari gagasan sistem Among. Tut Wuri Handayani serta fatwa-fatwa yang merupakan konsep pemikiran dan ajaran hidup Ki Hajar Dewantara. Peneliti menggunakan Metode Kualitatif dengan metode analisis Hermeneutika Gadamer. Teks yang dianalisis menghasilkan makna baru secara subyektif dengan proses peleburan dua cakrawala antara cakrawala teks dan cakrawala penafsir. Yang menghasilkan adaptasi sikap dasar konselor berdasarkan konsep pemikiran dan ajaran hidup KI Hajar Dewantara, diantaranya adalah . Peka terhadap sekitar, . Optimis, . Kontrol diri, dan . Tatag dan berani (Tatag lan wan. Kata Kunci: Konselor. Karakteristik ideal. Ki Hajar Dewantara Abstract The basic attitude of a consultant is required by a professional in providing services and assistance to the Basic attitude has a definition that is a psychological condition or a tendency to respond to something in a certain way. Attitudes include values, beliefs, and feelings that can influence one's behavior. The aim of this research is to identify and develop the basic attitude of the counselor based on the Indonesian cultural basis of the concept of thinking and life teachings of Ki Hajar Dewantara, which developed from the idea of the Among system. Tut Wuri Handayani and fatwa-fatwa which is the concepts of the thinking and teaching of life of Ki hajar dewantara. The researchers used the Qualitative Method with Gadamer's hermeneutic analysis method. The text analyzed produces a new meaning subjectively with the process of melting two horizons between the text horizon and the interpreting horizon. This resulted in an adaptation of the basic attitude of the counselor based on the concept of thinking and life teachings of KI Hajar Dewantara, among them are: . Sensitive to the surroundings, . Optimistic, . Self-control, and . Indulgent and brave (Tatag lan wan. Keywords: Counselor, ideal characteristics. Ki Hajar Dewantara memengaruhi perilaku seseorang. Konselor dalam bimbingan dan konseling harus menunjukkan sejumlah sikap yang mendukung proses bimbingan dan memberikan pengaruh positif pada klien. PENDAHULUAN Sikap adalah istilah yang menggambarkan perasaan seseorang terhadap benda, objek, situasi, kejadian, orang, atau kelompok, bisa berupa suka, tidak suka, atau perasaan netral. Apabila tidak menciptakan emosi apapun, maka sikapnya dianggap netral. Jika yang muncul adalah perasaan positif, maka yang dirasakan adalah kebahagiaan atau kesenangan, sementara jika perasaan negatif yang muncul, yang dirasakan adalah (Sarlito Sarwono,2. Sikap memiliki definisi yaitu merupakan suatu kondisi psikologis atau kecenderungan untuk merespon sesuatu dengan cara tertentu. Sikap mencakup nilai-nilai, keyakinan, dan perasaan yang dapat Rogers menjelaskan bahwa konselor harus memiliki tiga sikap utama dalam memahami dan membantu konseli: persamaan, perhatian positif yang tidak disyaratkan, dan pemahaman empati yang akurat (Corey, 2009. Flanagan & Flanagan, 2004. Parrot i. Sharf, 2. Jika konselor mampu memahami dan menerapkan keterampilan konseling, tiga sifat tersebut dapat muncul dan ditunjukkan. Sikap dasar konselor sudah seharusnya sesuai dengan keadaan budaya dan masyarakat Indonesia Identifikasi Sikap Dasar Konselor Berbasis Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara Melalui Analisis Hermeneutika ketenangan batin. Ki Hadjar Dewantara mengatakan bahwa ketika seseorang mencapai kesucian pikiran, ketenangan batin, dan ketenangan hati, mereka akan menjadi kuat. Dalam menkonstruksi sikap dasar konselor yang sesuai dengan karakter budaya dan masyarakat di Indonesia dilakukannya analisis berbasis konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara yang mana merupakan salah satu tokoh perjuangan pada masa kemerdekaan. Memiliki banyak konsep pemikiran dan teladan yang seringkali dijadikan pedomana dan ajaran dalam dunia pendidikan, yang merupakan bapak pendidikan Indonesia karena konsep pemikirannya yaitu sistem among dan konsep tut wuri Hal tersebut mendasari bagaimana bila konstruksi sikap dasar konselor di analisis berdasarkan konsep pemikiran dari tokoh Ki Hajar Dewantara. Sebagai contoh adalah perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam pendirian sekolah Taman Siswa yang Mengapa SS atau KHD mendirikan Perguruan Taman Siswa di Yogyakarta pada 3 Juli 1922? Menurut KHD, pendidikan adalah alat mobilisasi politik dan sekaligus sebagai penyejahtera umat. Dari pendidikan akan dihasilkan kepemimpinan anak bangsa yang akan memimpin rakyat dan mengajaknya pendidikan yang bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia. Jiwa KHD mendasarinya untuk menyatu dengan rakyat, sehingga meski beliau keturunan bangsawan yang pada waktu itu terdapat jurang yang lebar dengan kehidupan wong cilik, tetapi beliau berusaha menutup celah itu. Sebuah kehidupan yang demokratis yang bisa dinikmati rakyat (DT/KHD:PP/33/TMKN/2. Ada 3 fatwa yang diberikan oleh Ki Hajar Dewantara dalam penjelasan sekolah Taman Siswa, dimana 3 fatwa ini dapat dipresentasikan sebagai sikap dasar konselor. Buat mengunci pidatonya yang amat penting itu. Ki Hajar Dewantara menyampaikan kepada rakyat tiga macam fatwa. Tetep, antep dan mantep. Ketetapan pikiran dan batin itulah yang akan menentukan kualitas Dan jika tetep dan antep itu sudah ada maka mantep itu datang juga, yakni tiada dapat diundurkan lagi. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dimaknai dengan dimana bahwa Ki Hajar Dewantara memerlukan dan melewati perjuangan untuk mendirikan sekolah Taman Siswa ini karena desakan dan ancaman dari kolonial Belanda yang melarang adanya sekolah dan pendidikan untuk para pribum. Namun Ki Hajar Dewantara dengan berani menerobos desakan dan ancaman dari kolonial Belanda untuk memperjuangkan pendidikan untuk para kaum pribumi bangsa Indonesia. Hal ini bisa menjadi sebuah teladan sikap dari Ki Hajar Dewantara yang mana konselor harus memiliki sikap beran dan rasa percaya diri dalam memperjuangkan kebenaran dan juga kebaikan. Selain sikap berani teladan lain yang dapat di ambil yaitu suatu perjuangan menegak kan keadilan dan kebenaran, dimana konselor juga harus memiliki sikap berani dan adil dalam memeberikan layanan konseling kepada seluruh individu. Ngandel, kandel, kendel, bandel. Artinya : Percaya akan memberikan pendirian yang tegak. Maka kemudian kendel . dan bandel . idak lekas ketakutan, tawaka. akan menyusul Neng, ning, nung, dan nang. Kesucian pikran dan kebatianan, yang didapatkan dengan ketenangan hati, itulah yang mendatangkan Dan kalau sudah ada ketiganya itu, maka kemenengan akan jadi bahagiaan kita. (DT/KHD:P/KHD/2. Data teks tersebut dapat ditafsirkan bahwa seorang pendidik harus memiliki yang pertama keseimbangan batin dan pikiran (Tete. , lalu hal tersebut akan diikuti oleh dengan rasa percaya diri (Ante. jika sudah memiliki keduanya akan mantep dalam kemajuan di masa yang akan datang. Selanjutnya sikap yang harus dimiliki ngandel, kandel, kendel dan bandel yang mana hal ini diartika dengan seorang yang harus memiliki sikap . erpendirian tegak/tegu. Orang yang memiliki prinsip hidup adalah orang yang teguh. Istilah "kendel" mengacu pada keberanian. Orang yang berpendidikan adalah mereka yang matang dan dewasa dalam menghadapi cobaan dan berani menegakkan kebenaran dan keadilan. Namun, bandel menunjukkan bahwa orang yang terdidik "tahan uji" terhadap berbagai situasi dan kondisi yang akan mereka hadapi. Pendidikan pada tataran terdalam dipengaruhi oleh agama. Pendidikan menghasilkan perasaan yang menyenangkan . , keheningan yang tenang . , ketenangan yang tenang . , dan renungan yang tenang. Pendidikan memungkinkan seseorang untuk mendapatkan ketenangan pikiran dan Keteguhan hatinya untuk memperjuangkan nasionalisme Indonesia lewat pendidikan dilakukan dengan resistensi terhadap Undangundang Sekolah Liar (Wilde Scholen Ordonnantie, 1. Undang-undang yang membatasi gerak nasionalisme pendidikan Indonesia akhirnya dihapus oleh pemerintah (DT/KHD:PP/TMKN/10/2. Konseling harus berani. Berani mengambil bagian dalam upaya bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling yang menampilkan orang tanpa topeng bukanlah tugas yang mudah. Untuk terjun ke dunia tanpa topeng, diperlukan keberanian tertentu. Selain itu, diperlukan keberanian untuk menggunakan teknik dan materi tertentu dalam usaha bimbingan dan Perlu diingat bahwa bimbingan dan konseling adalah pekerjaan yang penuh risiko, termasuk risiko Identifikasi Sikap Dasar Konselor Berbasis Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara Melalui Analisis Hermeneutika hubungan antarpribadi dan risiko kegagalan mengarahkan kemandirian individu yang dibimbing. Keberanian berarti siap untuk membuka diri dan mengurangi kemungkinan kegagalan (Arifin, 2. Penelitian kualitatif juga lebih berkonsentrasi pada proses daripada hasil. Ini disebabkan oleh fakta bahwa hubungan antara komponen yang dipelajari akan menjadi jauh lebih jelas jika diamati selama prosesnya. Sugiyono . menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang didasarkan pada filosofi dan . Dalam menggunakan teknik pengumpulan data dan analisis kualitatif lebih menekankan pada pemaknaan. Pemaparan diatas dapat disimpulkan sikap dasar konselor menurut konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu diantaranya adalah . sikap percaya diri, konselor sudah seharusnya memiliki sikap percaya diri untuk membangun kualitas diri dihadapan individu lainnya jika konselor memiliki kepercayaan diri yang bagus maka hal ini akan membantu individu lain juga percaya untuk berbagi cerita dan permasalahannya. Menggunakan pendekatan Analisis yang mengacu pada seperangkat metode untuk menafsirkan Hermeneutika Gadamer adalah teori Gadamer yang memandang bahwa membaca dan memahami suatu teks pada dasarnya adalah melakukan dialog dan membangun sintesa atas suatu teks, dunia pengarang dan dunia Ada empat jenis teori yang dikemukakan oleh Gadamer: . Prasangka hermeneutik: Pembacaan diri dan pemahaman tentang diri sendiri adalah konstruksi yang ada dan terbentuk dalam diri sendiri. dibentuk oleh lingkungannya dan mengembangkan pengetahuan Gadamer menekankan pentingnya pemikiran kritis terhadap penafsiran yang dibuat. Ini seharusnya membentuk prasangka kita terhadap apa yang harus ditafsirkan, karena kita tidak akan membuang begitu saja berbagai pengalaman sebelumnya dengan menafsirkan Selanjutnya . keyakinan diri berhubungan dengan percaya diri, konselor juga harus yakin kepada dirinya jadi lebih bisa yakin dengan kemampuan diri dan kelebihan dalam dirinya untuk bisa menghadapi tekanan. Fokus terhadap progres kemajuan harus dimiliki oleh konselor yang mana proses konseling membutuhkan pantauan progres dalam penyelesaian dan fokus untuk kedepan. Berpendirian dalam artian konselor harus bisa menjadi individu yang memiliki prinsip dalam hidupnya, dan berani dalam artian menghadapi berbagai rintangan dan dapat dengan berani membela kebenaran dan . Bisa bertanggung jawab disebutkan juga dalam penelitian yaitu Konsekuensinya, konselor harus bertanggung jawab sesuai dengan fungsi dan tanggung Tanggung jawab konselor erat terkait dengan Salah satu karakteristik konselor yang memiliki prinsip dan komitmen adalah tanggung jawab. Konseling bertanggung jawab karena mereka menyadari akibat perbuatannya, baik yang positif maupun negatif, dan mengetahui bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya (Siregar, 2. ketenangan, serta sikap yang mempertimbangkan atau mengevaluasi diri. Lingkaran hermeneutik: Secara tradisional, lingkaran ini mengatakan bahwa teks harus ditafsirkan secara melingkar, dengan bagian-bagiannya dilihat sebagai keseluruhan dan sebaliknya, bagian-bagiannya dilihat sebagai keseluruhan. Ini berarti bahwa proses pemahaman memperhatikan hubungan yang kuat antara keseluruhan dan bagian-bagiannya. (Darmadji, 2. METODE . AuAku-KamuAy menjadi AuKamiAy. Menurut F. Budi Hardiman dalam ceramahnya di kelas Salihara . , kita akan mencapai pemahaman ketika dalam satu ruang "pemahaman", memahami bersama dalam wilayah baru, dan penyebutan "Aku dan Kamu" yang memiliki makna pribadi dan perbedaan pandangan menjadi "Kita" yang satu pemahaman. Jenis penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan yang menggunakan pendekatan analisis hermeneutika. Penelitian kualitatif adalah deskriptif dan biasanya menggunakan analisis. Dalam penelitian kualitatif, proses dan artinya lebih ditekankan. Sebuah jalur teori digunakan sebagai pedoman untuk memfokuskan penelitian berdasarkan data lapangan. Penelitian kualitatif, menurut Hendryadi et al. , adalah metode penelitian naturalis yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang fenomena sosial secara alami. Hermeutika dialektika mengatakan bahwa ketika teks dipahami, dimaknai, dan dihubungkan dengan pembacanya, mereka akan tetap berbunyi dan hidup. Teks menjadi bermakna karena kita bersungguhsungguh. Sampai batas tertentu, pemahaman dan pengalaman adalah refleksi dan penafsiran subjektif yang muncul dari proses berbicara dengan dunia yang dihadapinya, termasuk dunia teks dan tradisi. Kualitas lebih penting dalam penelitian kualitatif daripada kuantitas, dan data yang dikumpulkan tidak berasal dari kuesioner, tetapi dari observasi langsung, wawancara, dan dokumen resmi yang relevan lainnya. Identifikasi Sikap Dasar Konselor Berbasis Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara Melalui Analisis Hermeneutika Sumber yang saya pergunakan dalam melakukan penelitian ini terdiri dari dua sumber, yaitu sumber data primer yang bersumber dari teks kumpulan konsep pemikiran dan ajaran hidup Ki Hajar Dewantara meliputi . Bagian Kesatu : Pendidikan, . Kitab Zikir Taman Siswa Tahun ke-30, 1922-1952, . Menuju Manusia Merdeka dan . Perjuangan dan Ajaran Hidup ki Hajar Sedangkan data sekunder diperoleh dari wawancara dengan pengelola museum dan observasi di tiga lokasi: . SMA Negeri Surabaya, . Museum Kirti Griya Dewantara di Kota Yogyakarta dan . Museum Pendidikan Indonesia di Kota Surabaya. Teknik pengumpulan data merupakan tahapan yang paling strategis dalam suatu penelitian, karena tujuan utama penelitian adalah memperoleh data. Dalam penelitian kualitatif, peneliti berfungsi sebagai komponen utama atau alat penelitian. Oleh karena itu, peneliti biasanya lebih aktif mendatangi subjek penelitian saat menggunakan teknik pengumpulan data penelitian. Selain itu, peneliti harus mempertimbangkan subjek penelitian dan lingkungan di mana data dikumpulkan. Tiga teknik pengumpulan data digunakan oleh peneliti untuk melakukan penelitian ini: analisis teks, wawancara, observasi, dan dokumentasi. NO. Judul Teks Kode Teks Perjuangan Ajaran Hidup Ki Hajar Dewantara 1/PDAHKHD/Hal/2011 Bagian Pendidikan Satu: DT 2/BP:P/Hal/2004 Buku Peringatan Taman Siswa, 1922-1952 3/BP30TTM/Hal/1529 Menuju Merdeka DT 5/m/Hal/2019 Manusia Unsur Unsur Dan Deskripsi Sikap Dasar Konselor Berbasis Konsep Pemikiran dan ajaran hidup Ki Hajar Dewantara Ngerti. Ngrasa. Nglakoni Ki Hajar Dewantara mempunyai konsep berpikir yang disebut dengan fatwa sendi manusia yang mandiri, salah satunya adalah pengertian, pengertian, pengakuan yang berarti suatu ajaran dan jalannya sistem kita memerlukan pemahaman, kesadaran, dan keseriusan dalam pelaksanaannya. Maka anda harus bisa memahami bahwa ilmu sederhana saja tidak cukup, jika anda tidak bisa merasakan dan memahami lalu melakukannya hanya dengan berjalan tanpa sadar maka itu bukanlah sebuah usaha. Pameran ini didukung dengan pernyataan Ki Hajar Dewantara. Dalam perspektif hermeneutika Gadamerian, menurut Mappiare . 3:123-. menguraikan langkahlangkah analisis hermeneutika Gadamerian meliputi . penafsiran bagian, unsur atau bagian . , . penafsiran keseluruhan, keseluruhan, ( . memperoleh pemahaman tentang makna . nderstanding Meanin. Proses analisis dalam penelitian model ini dilakukan melalui empat tahapan, yaitu: . Pengumpulan Data, . Reduksi Data, . Penyajian Data dan . Kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian akan memuat data analisis teks konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara yang dapat dikorelasikan sebagai ciri-ciri ideal konsultan di Indonesia dimana data analisis teks tersebut akan didukung dengan data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang telah diperoleh di lapangan. Peneliti membaca keseluruhan isi buku teks kemudian memetakannya ke dalam tiga sub fokus penelitian. Membaca berulang-ulang bertujuan untuk menemukan konsep pemikiran dan ajaran hidup Ki Hajar Dewantara yang sesuai dengan sub fokus penelitian. Data teks Ki Ha Hajar dewantara diperoleh melalui pembacaan menyeluruh dan berulang-ulang yang menjadi sumber utama dalam penelitian. Buku teks tersebut dirangkum mengenai sumber utama penelitian dalam tabel berikut: Ki Hajar Dewantara mengingatkan, bahwa terhadap segala ajaran, dan citacita hidup yang kita anut, diperlukan pengertian, kesadaran dan kesungguhan Tahu dan mengerti saja tidak cukup, kalau tidak merasakan menyadari, dan tidak ada artinya kalau Merasa saja dengan tidak pengertian dan tidak melaksanakan, menjalankan tanpa kesadaran dan tanpa pengertian tidak akan membawa hasil. (DT 1/PDAHKHD/49-50/2. Tabel 1. Tabel Data Primer Teks Ki Hajar Dewantara Penjelasan tersebut juga didukung dengan pernyataan Prof. Dr. Sardjito. Rektor Identifikasi Sikap Dasar Konselor Berbasis Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara Melalui Analisis Hermeneutika Universitas Gajah Mada, dalam sambutannya pada acara penganugerahan Doctor Honoris Causa oleh Universitas Gajah Mada kepada Ki Hajar Dewantara pada acara Dies Natalis. menengok kekanan dan kekiri. Kita harus terus berdjalan tertib dan madju, setiap dan taat terhadap segala azasazas kita. Lagi pula haruslah kita selalu berbesar hati atau mantep, agar tak akan ada kekuatan dapat menahan laku kita atau membelokkan aliran Sesudah kira dapat tetap dalam laku lahir kita dan mantep dalam rasa batin kita, dengan sendirilah segala perbuatan kita akan antep jaAoni berat, dan pastilah tak akan mudah kita dapat ditahan, dihambat atau dilawan oleh (DT 3/BP30TTM/308/1. Mula-mula sebagai tokoh perjuangan nasional dengan jalan politik, dan setelah mengalami penderitaan akibat reaksi penjajahan, yang sebaliknya dari menumbuhkan dasar kerohanian yang murni dan leluasa untuk melaksanakan hasrat nusa dan bangsa, maka kesadaran akan tercakup tjuan kemerdekaan politik bagi nusa dan bangsa dalam terbangunnya kebudayaan pribadi bangsa Indonesia. (DT 5/m/189/2. Dimana pemaparan diatas diperkuat dengan penjelasan pada saat Ki Hajar Dewantara menerima sanksi penggusuran dari pemerintah Belanda mengenai kritik pedas yang diberikan Ki Hadar Dewantar kepada pemerintah Belanda saat itu. Penjelasan tersebut disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa. Auilmu tanpa amal seperti pohon kayu yang tidak berubahAy. Aungelmu tanpa laku kothong, laku tanpa ngelmu cupetAy. Ilmu tanpa amal perbuatan adalah kosong, perbuatan tanpa ilmu pincang. Bagi pengikut dan peserta perjuangan haruslan penuh pengetahuan dan pengertian, penuh semangat dan sungguh-sungguh melaksanakan semua yang menjadi cita-citanya. Demikianlah Hajar Dewantara bagi tiap-tiap orang yang (DT 1/PDAHKHD/50/2. Selama dalam pembuangan itu Ki Hajar Dewantara terus berjuang di lapangan politik. Ia menggabungkan AoAsosiasi IndiaAo, perkumpulan mahasiswa Indonesia di Belanda. Disana kebangsawanannya (Garis Ma. Suwardi Suryoningrat. Selama pembuangan itu ia ilmu pendidikan dengan mengikuti kursus-kursus tertulis dan kursus kursus malam hingga mencapai akte (DT 1/PDAHKHD/15/2. Tetep, antep, mantep Sebagai perjuangan. Ki Hajar Dewantara memberikan bungkusan beberapa ajarannya yang disebut Ki Hjar Dewantar sebagai AoFatwa Akan Sendi Hidup MerdekaAo. Salah satu fatwa tersebut adalah doa antep dan mantep yang mempunyai arti doa dan mantep yaitu untuk memantapkan batin dan pikiran atau kemantapan diri kita, maka akan disusul dengan antep yang jalannya sesuai kebijakan dan aturan yang ada. Pameran ini didukung oleh pernyataan Ki Hajar Dewantara dalam buku peringatan HUT ke-30 Taman Siswa. Ngandhel, kendhel, bandhel Fatwa lain yang disebutkan Ki Hajar Dewantara adalah jahe, lilin, tebu, bandel. Fatwa ini mempunyai makna bahwa kita harus bergender, percaya pada kekuasaan Tuhan dan percaya pada diri sendiri. Kendel, jangan berani takut dan was-was karena kami percaya pada Tuhan dan diri sendiri. Itu perban yang kokoh. Dengan demikian kita menjadi lilin tebal lahirnya batin kita yang kuat, memperjuangkan cita-cita kita. Pameran di atas digambarkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam buku peringatan HUT ke-30 Taman Siswa. Untuk mentjapai apa jang kita kehendakkan perlulah kita selalu tetap dalam pekerdjaan kita, djangan selalu Ngandel atau pertjaja yakin akan Identifikasi Sikap Dasar Konselor Berbasis Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara Melalui Analisis Hermeneutika kekuasaan dan kekuatan diri Tuhan. Kendhel atau keberanian menghindari rasa takut dan curiga. Bandhel atau tahan, tawakal, adalah penderitaan hati yang kuat. Kandhel atau tebal, meski menderita, namun tubuhnya kuat. Keempat kebiasaan ini sungguh saling berkaitan, siapa yang dapat bertakwa pasti akan menjadi pemberani dan kemudian dia akan mudah tawekal dan dengan sendirinya dia akan menjadi (DT 3/BP30TTM/308/1. Neng, ning, nung, nang yang termasuk dalam fatwa yang disebutkan oleh Ki Hajar Dewantara, mempunyai arti bahwa dengan 'meneng', tentram lahirlah batik, bukan Nerveius, kita menjadi 'ning', wening, liming, menjernihkan pikiran, mudah membedakan. mana yang benar dan mana yang salah, mana yang benar dan salah, kita 'ung', haning, kuat, santosa, teguh lahir batin pada cita-cita. Pada akhirnya. AunangAy, yang menang, dan mendapatkan kewibawaan, hak dan kekuatan ikhtiar kita yang ditunjukkan oleh Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara yang menjelaskan pentingnya bekerja dengan kekuatan sendiri, masuk Azas Taman Siswa pada tahun 1922. Kapan berarti meneng jaAoni tenteram lahir batinnja. Djauh dari sifat Dan dari perkataan wening dan bening berarti djernih fikirannja jaitu mudah dapat barang jang chak dan jang batal jang benar dan jang salah. Nung dari perkataan hanung berarti kuat, sentausa dalam kemauannja, jaitu kokoh dalam segala kekuatan nja lahir dan batin untuk mentjapai apa jang Nang jaitu menang atau dapat wewenang atau berhak atas buah usahanja. Djuga empat tabiat ini saling berhubungan, jaitu barang siapa dapat berfikir jang ning, lalu menjadi atau nung kemauannja dan (DT/BP30TTS/308/1. Ayat kelima : ini adalah prinsip yang sangat penting bagi setiap orang, yang benar-benar kemerdekaan hidup jang sepenungpenuhnja. Djanganlah menerima bantua jang dapat mengikat diri kita, baik berupa ikatan lahir Boleh kita menerima bantuan dari siapapun djuga, asalkan tidak mengikat sedemikian rupa, hingga dapat mengurangi kemerdekaan dan kebebasan kita. Dan dengan positif tegas dinjatakanlah disitu, bahwa pokok dari pada azas kita ialah : bersedia bekerja dengan kekuatan Anda (DT 3/BP30TTM/48/1. Ki Hajar Dewantara menerbitkan siaran berjudul AuAls ik eens Netherlander wasAy atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan AuSeandainya Aku orang BelandaAy. Dalam teladannya, seorang kapten yang pemberani dan bijaksana, seorang prajurit yang gagah berani dan Dalam pelaksanaan perjuangan pemimpin, diperlukan syarat 'Berani dan Bijaksana' bagi perwira, bagi 'Berani dan Setia' bagi para prajurit, bagi para pejuang, sehingga pemimpin Ki Hajar Dewantara tidak cukup hanya bermodal keberanian, tanpa perhitungan dan kebijaksanaan. Keberanian tanpa kebijaksanaan akan menenggelamkan bahtera perjuangan yang mendalam petualangan yang membahayakan seluruh kru. (DT 1/PDAHKHD/55/2. Di dalam tulisannya Sdr. Sowardu Soerjaningrat Nojorono memberi tamparan yang hebat kepada si angkara murka penjajah. Tetapi caranya tidak kasar, tidak dengan maki-maki, senantiasa tetap sebagai ksatria, memberi kata-kata yang tepat, jitu, indah susunannya, ada humornya, ada sinisnya, tercampur ejekan yang pedas, yang dilemparkan kepada si penjajah, tetapi selanjutnya juga pandangan-pandangan, dapat direnungkan untuk pihak sana, dan juga untuk pihak (DT Neng. Ning. Nung. Nang Identifikasi Sikap Dasar Konselor Berbasis Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara Melalui Analisis Hermeneutika 5/m/191/2. manusia merdeka salah satunya adalah Ngandhel. Kendhel. Bandhel dalam pemaknaan dari Ngandhel. Yang dijelaskan bahwa seorang yang bandhel itu adalah orang yang memiliki kepercayaan kepada kepampuan dirinya dan juga kepercayaan kepada Tuhan. Dijelaskan oleh Ki Hajar Dewantara apakah jang disebut rasa-diri jang kuat (Positief zelfgovoe. itu? Rasa diri itu segala rasa atau anggapan kita terhadap diri sendiri, misalnja : saja sudah tua , saja bodoh, saja tjerdik dan serba gainja. Djika kita ada anggapan terhadap pada diri kita sendiri bahwa kita itu ada kuasa atau ada kekuatan atau kesanggupan dalam hal ini atau itu maka bolehlah dikatakan bahwa kita ada rasa jang kuat. Dan disebutkan oleh Siti Partini menyatakan sikap adalah kesiapan untuk menyikapidengan sifat baik atau buruk terhadap suatu objek atau situasi secara konsisten. Apabila seseorang memiliki sikap yang baik terhadap suatu objek, maka dia akan siap untuk membantu, memperhatikan, menerima dan menyukai objek tersebut dengan baik (Sarlito & Eko. Dialah yang mempunyai keperkasaan dan keperkasaan serta keperkasaan jiwanya, dan dialah yang mempunyai ketabahan hatinya, dan yang kekuatan serta keperkasaannya adalah kekuatan ruhnya. Pameran ini didukung dengan pernyataan Ki Hajar Dewantara. Demikianlah Hajar Dewantara dalam perjalanan ke pembuangan kepada kawan-kawan seperjuangannya di tanah air dengan keyakinan penuh waktu iru, bahwa kemerdekaan kita pasti datang. Katakata memekikkan suara hati yang memberontak, tidak ikhlas tanah airnya diinjak-injak oleh Belanda, yang dengan tak tahu malu merayakan kemerdekaannya di muka rakyat yang (DT 1/PDAHKHD/14/2. Pengendalian diri, berdasarkan konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara diambil dari intisari fatwa sendi manusia merdeka salah satunya adalah Neng. Ning. Nung. Nang dalam pemaknaan dari Neng. Dijelaskan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa Neng berarti meneng jaAoni tenteram lahir batinnja. Djauh dari sifat nervositeit. Artinya seorang yang dapat memiliki sikap kontrol diri yang baik dalam membuat pribadinya stabil. Memiliki kontrol diri bagi seorang konselor merupakan hal yang penting karena pada dasarnya konselor hanyalah seorang fasilitator bukan orang yang berkuasa pada diri peserta Menurut Dr. Namora Lumongga Lubis. Sc, konselor adalah pihak yang membantu klien dalam proses Sebagai pihak yang paling memahami dasar dan teknik konseling secara luas. Konselor dalam menjalankan perannya bertindak sebagai fasilitator bagi klien (Lumongga, 2. Kontrol dibagi menjadi tiga kategori: kontrol kognitif, kontrol keputusan, dan kontrol perilaku (Falah, dkk. Dari ketiga aspek tersebut dapat dipahami bahwa penting bagi seseorang untuk memiliki pengendalian diri agar mampu mengendalikan diri dalam berperilaku agar terhindar dari hal-hal buruk. Pentingnya pengendalian diri menurut Wibisono . pengendalian diri berperan penting dalam hubungan seseorang dengan orang lain . nteraksi sosia. , . pengendalian diri berperan dalam menunjukkan siapa diri kita . ilai dir. , . Pengendalian diri berperan dalam pencapaian tujuan . einginan/gagasa. (Falah. PEMBAHASAN Unsur-unsur dan gambaran sikap dasar menurut konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara yang dapat dikorelasikan, yaitu: . Peka terhadap lingkungan sekitar. Sikap peka terhadap sekitar ini berdasarkan konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara diambil dari intisari fatwa sendi manusia merdeka salah satunya adalah Ngerti. Ngrasa. Nglakoni dalam pemaknaan dari Ngerti lan Ngrasa. Ki Hajar Dewantara mengingatkan, bahwa terhadap segala ajaran, dan citacita hidup yang kita anut, diperlukan pengertian, kesadaran dan kesungguhan pelaksanaannya. Tahu dan mengerti saja tidak cukup, kalau tidak merasakan menyadari, dan tidak ada artinya kalau tidak melaksanakannya dan tidak memperjuangkan. Merasa saja dengan tidak pengertian dan tidak melaksanakan, menjalankan tanpa kesadaran dan tanpa pengertian tidak akan membawa hasil. Sikap peka dengan sekitar ini merupakan awal dari terbentuknya karakter empati pada seseorang, dimana awalnya akan peduli tertarik dengan diri orang lain dan jadilan karakter empati. Konsultan yang efektif memperhatikan diri mereka sendiri dan orang lain dengan sensitif, dapat bertindak secara spontan, kreatif, dan bersikap empati. Sangat bermanfaat jika seorang konsultan memiliki pengalaman hidup yang beragam sehingga mereka dapat memahami apa yang akan dialami oleh kliennya dan bertindak dengan cepat dan waspada (Safiasari, 2. Sikap kuat tatag ini berdasarkan konsep . Optimis, berdasarkan konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara diambil dari intisari fatwa sendi pemikiran Ki Hajar Dewantara diambil dari intisari fatwa sendi manusia merdeka salah satunya adalah Tetep. Identifikasi Sikap Dasar Konselor Berbasis Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara Melalui Analisis Hermeneutika Antep. Mantep. Kendhel. Bandhel, lan Nung. Beberapa komponen fatwa tersebut jika di satukan memiliki arti bawah seorang pribadi harus bisa tatag kuat lahir batin dan berani. Jika dikorelasikan dalam sikap konselor maka seorang konselor yang tugasnya memeberikan layanan dan bimbingan pada peserta didik dalam membantu mencari jalan keluar dari masalah mereka. Maka konselor harus bisa menunjukan sikap kuat dan kokoh serta berani dalam menjalankan tugasnya. Karena mereka setiap hari akan dihadapkan dengan berbagai karakteristik anak dengan berbagai permasalahananya. Menurut Surya Kekuatan adalah ketabahan konselor untuk mencapai apa yang dikatakan dirinya yang terdalam, sehingga kekuatan itu dapat membantu konselor selama proses konseling. Konselor membutuhkan kekuatan ini untuk menanggung serangan dan manipulasi perilaku konseli (Harahap, dkk. Pendapat lain berpendapat bahwa kuasa seorang konselor sangat menentukan dalam memberikan bantuan karena membuat Anda merasa aman. Pelanggan memandang konsultan sebagai seseorang yang mampu berdiri tegak dalam menghadapi permasalahan, mendorong klien untuk menyelesaikan permasalahannya, serta mengatasi kebutuhan dan permasalahan pribadinya. (Alawiyah dkk. , 2. Seorang konselor harus mempunyai kekuatan psikologis yang dapat membuat klien merasa nyaman dalam konseling, luwes dalam bekerja, dan mampu mengendalikan emosinya sendiri. Berdasarkan Carkhuff Berdasarkan Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 Berdasarkan teks Ki Hajar Sikap termasuk dalam dalam peraturan Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008. Menunjukkan kepribadian yang Sikap adaptasi konsep pemikiran dan ajaran hidup Ki Hajar Dewantara pemikiran fatwafatwa . agamis, . hangat, . ramah, . bersahabat, . Menampilkan . sabar, . Peka, bersikap empati, keragaman dan . jujur, . peka, . empati, . alstruistik, . disiplin, . perhatian, . genuine, . tegas, . arif, . Menampilkan toleransi tinggi terhadap konseli yang menghadapi stres dan frustasi . Neng. Ning. Nung. Menghasilkan sikap dasar yang . Peka terhadap sekitar, . Tegas dan Berani (Tatag lan wan. , . Optimis, dan . kontrol diri. kompeten, . strength, . pendengar yang baik, . kreatif dan Maka dari hasil pengujian korespodensi antara teori karakteristik ideal menurut Carkhuff dan peraturan Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 dengan hasil adaptasi karakteristik ideal menurut Ki Hajar Dewantara di dapatkan beberapa karakteristik yang belum ada acuan pedoman penerapannya di Indonesia. tersebut mencakup sikap dasar yaitu tegas dan berani . atag lan wan. dan optimis. Sikap Dasar Berdasarkan pemaparan dari Carkhuff aspek kualitas konselor dalam tahapan proses adalah sebagai . PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan bagaimana sikap dasar konselor berdasarkan konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara, maka dapat disimpulkan bahwa konsep-konsep berpikir Ki Hasar Dewantar dapat dikorelasikan dan diadaptasikan sesuai dengan pandangan sikap dasar pada seorang konselor. Sikap dasar konselor berdasarkan kecocokan budaya dan etnis di Indonesia. Hal ini dikarenakan seorang Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Dari hasil analisis sikap dasar konselor yang sesuai dengan fokus penelitian diperoleh . Ngerti lan Ngrasa, . Ngandhel. Kendhel. Bandhel. Identifikasi Sikap Dasar Konselor Berbasis Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara Melalui Analisis Hermeneutika Corey. Theory and practice of counseling and Cengage learning. hasil sebagai berikut. Unsur-unsur dan gambaran sikap dasar menurut konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara yang dapat diaplikasikan adalah . Peka terhadap lingkungan sekitar, . Optimis , . Pengendalian diri, dan . Kuat dan berani. Dan dari hasil perbandingan dengan teori dasar Carkhuff dan peraturan Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 menghasilkan sikap dasar yang belum menjadi acuan adalah sikap dasar yaitu tegas dan berani . atag lan wan. dan optimis. Dewantara, . Jogjakarta: Majelis Leluhur Taman Siswa. Eka Marwati. Nanik Prihartini & Wisnu Sri H. Pelatihan Berfikir Optimis Untuk Meningkatkan Harga Diri Pada Remaja di Panti Asuhan. Jurnal Indigenous. Vol. Mei 2016, hal. Elitasari. Analisis Konsep Guru Penggerak: Pandangan Hajar Dewantara. AsSibyan, 5. , 79-91. Saran Fadlilah. Karakter Ideal Konselor Dalam Budaya Ngereng Dhabu Di Madura. Al-Ulum Jurnal Pemikiran Penelitian Islaman, 8. , 56-68. Berdasarkan kesimpulan diatas, saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah meliputi : . Perlunya melanjutkan penelitian ini ditingkap lapangan secara empiris dan eksperimen dan penelitian pengembangan, untuk menyusun sikap dasar konselor berdasarkan konsep pemikiran dan ajaran hidup Ki Hajar Dewantara secara tuntas, . Peneliti lanjutan dapat mengembangkan konsep-konsep pokok penelitian dan juga memperkuat data pendukung lapangan terhadap peninggalan masa lalu dari Ki Hajar Dewantara, . Para praktisi dan akademisi diharap memberikan perhatikan terhadap pribumisasi konseling, sebagai upaya memperluas keragaman wawasan dan mengembangkan konseling berdasarkan tokoh Ki Hajar Dewantara suatu tawaran ancangan konseling yang matang. Falah. Hartini. Agungbudiprabowo. , & Siswanti. Peningkatan Self Control Melalui Konseling Kelompok dengan Teknik Modelling Pada Siswa Kelas X. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4. , 28832888. Handoko. , & Riyanto. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. PT Kanisius. Haolah. Atus. , & Irmayanti. Pentingnya kualitas pribadi konselor dalam pelaksanaan FOKUS (Kajian Bimbingan Konseling Dalam Pendidika. , 1. , 215-226. DAFTAR PUSTAKA