JIPM: Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Volume . Nomor . Tahun A Implementasi Model Pembelajaran Focus Explore Reflect and Apply (FERA) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas Vi Di MTs Al-MasAoudiyah KoAoolan Sherly Anawati1. Fahad Asyadulloh. SHI. Pd1. Millatul Islamiyah. Pd. Ed2. STIT Miftahul Ulum Modung Bangkalan . e-mail: serlyanawati10@gmail. Abstract This paper explores the Implementation of the Focus Explore Reflect and Apply (FERA) Learning Model to Improve Students' Critical Thinking Skills in Fiqh Subject Class Vi at MTs AlMas'udiyah Ko'olan. This research aims to find out how the implementation of the learning model is implemented, what obstacles are experienced and solutions to overcome these In this study, the researcher applied a qualitative descriptive research method, where the researcher went directly into the field at MTs Al-Mas'udiyah Ko'olan to obtain data through the process of interviews, documentation and observation. The results of this study show that the implementation of the FERA learning model in MTs Al-Mas'udiyah Ko'olan can improve the critical thinking ability of grade Vi students. Learning time limitations can be overcome by planning learning activities in more detail, dividing time proportionately and assigning independent assignments or homework. Students who are still dependent on teachers can be overcome by developing student independence by providing more opportunities for students to take initiative in learning as well as providing students with encouragement to ask questions. Keywords : Critical Thinking Skills. FERA. Fiqih. Grade Vi Students PENDAHULUAN Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran, dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercaayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku dimanapun dan kapanpun. Model pembelajaran dalam konteks PAI merupakan suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial untuk menentukan perangkat dalam pembelajaran seperti buku, kurikulum, komputer dan lain-lain. Model pembelajaran Focus Explore Reflect And Apply (FERA) merupakan model yang dikembangkan oleh Nationel Science Resources Center (NSRC). Model pembelajaran Focus Explore Reflect And Apply (FERA) adalah model pembelajaran yang pusat tujuannya tertuju pada peserta didik . tudent cente. yang mana dalam proses pembelajarannya peserta didik berperan aktif dalam menemukan masalah dan mencari solusinya tanpa bergantung pada pendidik. Berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis kemudian menyimpukannya secara sistematis dan dengan menggunakan alasan yang logis. Peserta didik yang memiliki kemampuan Berpikir kritis dapat mencerna pendapat orang lain berdasarkan kebenaran ilmiah dan pengetahuan yang dimilikinya sehingga tanpa ragu dapat memutuskan pendapat mana yang benar. Kemampuan Berpikir kritis dapat mempengaruhi kecerdasan peserta didik. Mereka akan mampu membuat, merumuskan, mengidentifikasi, menafsirkan, dan merencanakan cara mengatasi permasalahannya sendiri, untuk itu agar kemampuan Berpikir kritis peserta didik dapat menjadi lebih baik lagi, maka pendidik dan peserta didik harus berusaha untuk mengubahnya sebagaimana dijelaskan dalam ayat Q. S Ar-RaAod ayat 11 yang berbunyi : a a AeO OO aN OaII E aeAN aO aOIaN aII aI aA AcO aI aaC eOsI a cA U AEaN aI a caC A c AEE acIA c e e a e a e a a a aA acI eI A e e a aAEEa aE OaA a AEEa aaC eOsI aeO U aE aI a ac EaN aOaI aaEa eI acI eI a eOIaN aI eI acO sEA c AOacOaeO aI aa Ie aA a aN eI aO a a a aA }11{ Artinya : "Baginya . ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Dari ayat diatas, dijelaskan bahwa Allah SWT. akan merubah keadaan seseorang jika mereka berusaha mengubah keadaan pada diri mereka sendiri begitupun sebaliknya. MTs Al-MasAoudiyah KoAoolan merupakan lembaga pendidikan islam yang berada di naungan yayasan Miftahul Ulum Baiturrahmah. Yang berlokasi di Jl. Masjid JamiAo Baiturahmah No. 08 Desa KoAoolan Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru fiqih diperoleh informasi bahwa dalam pembelajaran masih ada sebagian siswa yang masih cenderung kurang termotivasi, pasif, dan kemampuan berpikir kritis yang masih terbilang rendah. Oleh karna itu dibutuhkan model pembelajaran Focus Explore Reflect And Apply (FERA) yang didalamnya terdapat indikator untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Diskusi Model Pembelajaran Focus Explore Reflect and Apply (FERA) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis sebenarnya bukan hal yang baru, sejumlah kajian telah dilakukan oleh (Putri, 2. / (Pariyanti, 2. Berdasarkan penelitian diatas. Model Pembelajaran Focus Explore Reflect and Apply (FERA) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, karna model pembelajaran ini pusat tujuannya tertuju pada peserta didik . tudent cente. yang mana dalam proses pembelajarannya peserta didik berperan aktif dalam menemukan masalah dan mencari solusinya tanpa bergantung pada pendidik. METODE Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriftif kualitatif, karena itu data dan fakta yang dipaparkan pada penelitian ini berupa pernyataan yang didapatkan dari hasil data informasi dan fenomena yang diamati secara mendetail tentang kemampuan Berpikir kritis siswa kelas Vi dalam pembelajaran fiqih di MTs Al-MasAoudiyah KoAoolan. Alasan peneliti menggunakan penelitian kualitatif adalah supaya peneliti dapat meneliti secara langsung mengenani kemampuan Berpikir kritis siswa dalam pembelajaran fiqih melalui model pembelajaran FERA (Focus Explore Reflect And Appl. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif, penelitian deskriptif adalah penelitian yang digunakan untuk mendeskripsikan dan menjawab persoalan-persoalan suatu fenomena atau peristiwa yang terjadi saat ini. Karena hasil penelitian akan berusaha mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa. Menurut Whitney yang dikutip oleh Moh. Nazir berpendapat bahwa metode deskriptif adalah pencapaian fakta dengan intepretasi yang Metode ini mempelajari masalah-masalah dalam sekelompok manusia beserta tatacara yang berlaku didalamnya. Situasi-situasi tertentu termasuk tentang hubungan kegiatan-kegiatan, sikap, pandangan serta proses yang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah field research . enelitian lapanga. yaitu meneliti kebiasaan siswa yang cenderung kurang termotivasi, kurang fokus, pasif dan kemampuan berpikir kritis yang rendah pada pembelajaran fiqih kelas Vi di MTs Al-MasAoudiyah KoAoolan. Dedy Mulyana berpendapat bahwa field research . enelitian lapanga. adalah jenis penelitian yang mempelajari fenomena dalam lingkungannya yang alamiah. Untuk itu, data primernya adalah data yang berasal dari lapangan. Sehingga data yang didapat benar-benar sesuai dengan realitas mengenai fenomena-fenomena yang ada di lokasi penelitian tersebut. Alasan peneliti menggunakan metode ini adalah agar dapat mencari data di lapangan secara detail dan terperinci dengan cara mengamati dari fenomena terkecil yang menjadi acuan titik permasalahan, sampai mengamati fenomena terbesar dan berusaha mencari solusi permasalahan demi kemaslahatan bersama serta untuk mempermudah dalam mengupas sebuah masalah pada siswa kelas Vi MTs AlMasAoudiyah KoAoolan Pada Mata Pelajaran Fiqih. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer (Kepala sekolah. Guru Fiqih & siswa kelas Vi MTs Al-MasAoudiyah KoAoola. dan sekunder, yang mana data analisisnya menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah melakukan penelitian tentang Implementasi Model Pembelajaran Focus Explore Reflect and Apply (FERA) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas Vi pada mata pelajaran fiqih sudah dikatakan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya siswa yang semakin aktif dalam pembelajaran, bertanya tentang materi yang belum dikuasai dan lain sebagainya. Pembelajaran yang efektif tidak sekedar tentang mentransfer informasi dari guru ke siswa, tetapi juga tentang mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir secara kritis. Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan inti yang memungkinkan siswa untuk menganalisis dan mengevaluasi informasi dengan cara yang rasional dan terbuka. Kemampuan berpikir kritis memainkan peran penting dalam pendidikan modern, karena tidak hanya membantu siswa untuk menghadapi tantangan intelektual, tetapi juga untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi dunia yang kompleks dan berubah-ubah. Salah satu pendekatan yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis adalah model pembelajaran FERA, yang terdiri dari tahap-tahap Focus. Explore. Reflect, dan Apply. Adapun Model Pembelajaran Focus Explore Reflect and Apply (FERA) terdapat 4 tahapan yaitu : pertama. Focus. Pada tahap ini guru memperkenalkan konsep materi fiqih tentang haji dan umroh. Tahap Focus dalam model pembelajaran ini adalah langkah penting untuk membangun dasar pengetahuan dan minat siswa terhadap topik yang akan Melalui penetapan tujuan pembelajaran yang jelas, pengenalan konsepkonsep kunci, dan berbagai strategi untuk menarik minat siswa, tahap ini membantu mempersiapkan siswa untuk tahap eksplorasi, refleksi, dan aplikasi yang lebih Dengan demikian, siswa akan lebih siap dan termotivasi untuk memahami dan menerapkan ketentuan haji dan umroh dalam kehidupan mereka. Langkah-langkah implementasi yang dapat guru lakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut : Pembukaan (Introductio. , yaitu memulai kelas dengan menyapa siswa dan mengajak mereka berdiskusi singkat tentang pengetahuan awal mereka mengenai haji dan umroh, menyampaikan tujuan pembelajaran dan pentingnya mempelajari ketentuan haji dan umroh dalam konteks ibadah dan kehidupan sehari-hari. Pengantar Materi (Content Introductio. , yaitu menyajikan peta konsep yang menunjukkan berbagai aspek haji dan umroh. Aktivitas Pencetus (Trigger Activit. , yaitu melibatkan siswa dalam aktivitas yang dapat memicu minat mereka terhadap topik, seperti kuis singkat tentang fakta-fakta menarik seputar haji dan umroh, mengadakan sesi tanya jawab interaktif untuk mengeksplorasi pengetahuan awal siswa dan memotivasi mereka untuk belajar lebih . Relevansi dan Konteks (Relevance and Contex. , yaitu menjelaskan relevansi materi yang akan dipelajari dengan kehidupan siswa dan pentingnya memahami ketentuan haji dan umroh dalam praktik ibadah, mengaitkan materi dengan pengalaman pribadi atau cerita dari orang-orang yang telah melaksanakan haji dan umroh. Kedua. Explore. Pada tahap ini , siswa dapat melakukan eksplorasi seperti diskusi kelompok terkait dengan konsep materi Fiqih tentang tentang tatacara menunaikan rangkaian haji dan umrah sesuai ketentuan ulama. Tahap Explore dalam model pembelajaran FERA pada materi ketentuan haji dan umroh bertujuan untuk memperdalam pemahaman siswa melalui aktivitas eksploratif dan penelitian. Dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, mereka dapat menemukan informasi baru, mengajukan pertanyaan, dan mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai ketentuan haji dan umroh. Aktivitas seperti kerja kelompok, diskusi dan presentasi membantu siswa untuk belajar secara kontekstual dan aplikatif, sehingga mereka siap untuk melanjutkan ke tahap Reflect dan Apply. Langkah-langkah implementasi yang dapat guru lakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut : Penugasan Eksploratif, yaitu memberikan tugas kepada siswa untuk mencari informasi tambahan mengenai ketentuan haji dan umroh dari berbagai sumber seperti buku dan video. Contoh: Siswa diminta untuk mencari informasi tentang rukun haji, perbedaan antara rukun dan wajib haji, dan hal-hal yang membatalkan . Kerja Kelompok, yaitu membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk melakukan eksplorasi bersama. Kemudian setiap kelompok diberikan subtopik tertentu untuk dieksplorasi lebih dalam, seperti miqat, thawaf, saAoi, wukuf di Arafah, dan lain-lain. Diskusi dan Presentasi, yaitu siswa mendiskusikan temuan mereka dalam kelompok dan mempersiapkan presentasi untuk disampaikan kepada teman sekelas. Presentasi kelompok diikuti dengan sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman siswa. Studi Kasus yaitu. Menyajikan studi kasus tentang pelaksanaan haji dan umroh, termasuk situasi yang mungkin dihadapi jamaah haji. setelah itu, siswa diminta untuk menganalisis studi kasus dan mengidentifikasi solusi berdasarkan ketentuan haji dan Ketiga. Reflect. Pada tahap ini siswa diminta untuk memikirkan kembali bagaimana tata cara dan ketentuan haji dan umrah yang telah dipelajari. Tahap ini bertujuan untuk membantu siswa merenungkan dan menginternalisasi pengetahuan yang telah mereka Dengan menggunakan berbagai aktivitas reflektif, seperti diskusi, kegiatan kelompok, dan analisis studi kasus siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan memperkuat pemahaman mereka. Refleksi memungkinkan siswa untuk menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman pribadi dan konteks kehidupan nyata, sehingga meningkatkan relevansi dan makna dari pembelajaran mereka. Langkah-langkah implementasi yang dapat guru lakukan pada tahap ini adalah sebagai . Buku Refleksi, yaitu siswa menulis buku refleksi tentang apa yang telah mereka pelajari, bagaimana mereka memahaminya, dan bagaimana informasi tersebut relevan dengan kehidupan mereka. Contoh pertanyaan reflektif: "Apa yang paling menantang bagi Anda dalam memahami ketentuan haji dan umroh?" atau "Bagaimana pemahaman Anda tentang haji dan umroh berubah setelah eksplorasi . Diskusi Kelas, yaitu mengadakan diskusi kelas di mana siswa berbagi atau bertukar pemikiran dan refleksi mereka tentang ketentuan haji dan umroh. Analisis Studi Kasus, yaitu siswa menganalisis studi kasus yang berkaitan dengan ketentuan haji dan umroh, kemudian merefleksikan pelajaran yang dapat diambil dari kasus tersebut. Contoh studi kasus: Situasi di mana seorang jemaah mengalami kesulitan dalam melaksanakan salah satu rukun haji, dan bagaimana mereka Keempat. Apply. Pada tahap ini, siswa dapat menerapkan materi yang telah dipelajari seperti praktek menunaikan haji dan umrah saat bermain dirumah dengan bantuan video tutorial dan lain sebagainya. Tahap ini merupakan tahap di mana siswa menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka peroleh ke dalam situasi nyata atau simulasi. Pada materi ketentuan haji dan umroh, tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami konsep-konsep yang diajarkan, tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan. Implementasi yang dapat guru lakukan pada tahap ini adalah simulasi dan Role Play, yaitu mengadakan simulasi pelaksanaan haji dan umroh di lingkungan sekolah atau lingkungan rumah. Siswa berperan sebagai jemaah dan menjalankan setiap tahapan ritual. Seperti simulasi thawaf dengan mengelilingi kelas sambil membaca kalimat talbiyah, saAoi, wukuf di Arafah, dan kegiatan lainnya. Faktor kendala Implementasi Model Pembelajaran Focus Explore Reflect and Apply (FERA) Pada mata pelajaran Fiqih Kelas Vi di MTs Al-MasAoudiyah yaitu: Pertama keterbatasan waktu pembelajaran. Hal ini sering kali menyebabkan penyampaian materi menjadi kurang mendalam dan siswa tidak memiliki cukup waktu untuk memahami informasi dengan baik. Akibatnya, efektivitas pembelajaran dapat berkurang, dan tujuan pembelajaran mungkin tidak tercapai sepenuhnya. Kedua peserta didik yang bergantung pada guru. Walaupun model pembelajaran FERA dirancang untuk mendorong siswa lebih aktif dalam pembelajaran mereka sendiri, ketergantungan pada guru tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi. Dengan memberdayakan siswa untuk mengambil inisiatif dalam pembelajaran mereka, guru dapat memainkan peran yang penting sebagai fasilitator, mendukung perkembangan keterampilan mandiri dan kritis siswa. Solusi Implementasi Model Pembelajaran Focus Explore Reflect and Apply (FERA) Pada mata pelajaran Fiqih Kelas Vi di MTs Al-MasAoudiyah dari yang keterbatasan waktu belajar yaitu: Pertama. Merencanakan kegiatan pembelajaran dengan lebih detail, seperti menetapkan tujuan pembelajaran yang jelas, mengidentifikasi materi pembelajaran yang relevan dan mengembangkan strategi pembelajaran yang beragam. Kedua. Membagi waktu secara proporsional, dengan memperhatikan pembagian waktu secara proporsional, guru dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih terfokus, bermakna, dan mendukung dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Ketiga. Pemberian tugas mandiri atau pekerjaan rumah (PR), memberikan tugas atau proyek yang dapat dikerjakan secara mandiri oleh siswa di rumah dapat memperdalam pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari di kelas. Sedangkan solusi dari ketergantungan siswa pada guru yaitu dengan mengembangkan kemandirian siswa dan memberikan dorongan siswa untuk bertanya. SIMPULAN Implementasi model pembelajaran focus, explore, reflect and apply (FERA) di MTs AlMasAoudiyah KoAoolan terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas Vi. Kendala yang ditemukan dalam penerapan model pembelajaran FERA yaitu keterbatasan waktu pembelajaran dan peserta didik yang bergantung pada guru. Keterbatasan waktu pembelajaran dapat diatasi dengan merencanakan kegiatan pembelajaran dengan lebih detail, membagi waktu secara proporsional dan pemberian tugas mandiri atau pekerjaan rumah. Mengembangkan kemandirian siswa dengan memberikan lebih banyak kesempatan kepada siswa untuk mengambil inisiatif dalam pembelajaran serta memberikan dorongan siswa untuk bertanya merupakan solusi bagi siswa yang masih bergantung kepada guru. REFRENSI Rusman. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesional Guru. Trianto Ibnu Badar Al-Tabany. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif. Progsesi Dan Kontekstual . Rahma Diani. Dkk. AuPerbandingan Model Pembelajaran PBL Dan Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Peserta Didik,Ay Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika. Vol 7. No. Ika Rahmawati. Dkk. AuAnalisis Keterampilan Berfikir Kritis Siswa SMP Pada Materi Gaya Dan Penerapannya,Ay Prosiding Semnas Pendidikan IPA Pascasarjana UM. No 1. Wayan Suana, . AuPeningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Dengan Pendekatan Keterampilan Proses,Ay Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika. Vol. 5, no. Moh. Nazir. Metode Penelitian (Jakarta : Ghilmia Indonesia, 2. , h. Dedy Mulyana. Metodologi Penelitian Kualitatif (Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainny. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , h.