Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 66 Ae 72 PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN PUSAT STATISTIK ACEH Oleh : Dimas Bagus Susanto. Administrasi Bisnis/Administrasi Bisnis. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pelita Nusantara Email : dimasbagussusanto@stiapen. Maulidar. Administrasi Bisnis/Administrasi Bisnis. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pelita Nusantara Email : maulidar@stiapen. Article Info Abstract Article History : The purpose of this study was to determine the effect of organizational Received 16 Des - 2022 commitment on employee performance at the Aceh Statistics Center. Accepted 25 Des - 2022 determine the effect of job satisfaction on employee performance at the Available Online Aceh Statistic Center Office. To determine the mutual influence between 30 Des Ae 2022 organizational commitment and job satisfaction on employee performance at the Aceh Statistics Center. While the object of this research is organizational commitment and job satisfaction and employee performance with a total of 70 respondents. The results showed that organizational commitment and job satisfaction had a significant effect on employee performance at the Central Bureau of Statistics. Multicollinearity Test Results VIF value of 1. 008 which means <10, thus it can be concluded that there is no multicollinearity. Test Results Heteroscedasticity by looking at the distribution of random points both above and below the number 0 on the Y axis, it can be concluded that there is no heteroscedasticity in this regression model. The results of the Normality Test show that the normal graph pattern shows the distribution of points around the diagonal line, and following the direction of the diagonal line indicates that the regression model meets the assumptions of normality. After conducting research at the Aceh Central Statistics Agency, it is hoped that the Central Statistics Agency office will continue to improve performance and service to the community and to all employees to be able to continue to improve performance, so that the results obtained will be better. Keyword : Organizational Commitment. Job Satisfaction. Employee Performance Organisasi mempunyai struktur dan perencanaan yang dilakukan dengan penuh kesadaran, di dalamnya orang-orang bekerja dan berhubungan satu sama lain dengan suatu cara yang terkoordinasi, kooperatif, dan dorongan-dorongan guna mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan organisasi unsur-unsur ketergantungan antara satu dengan yang lainnya. dalam organisasi terdapat suatu kadar formalitas dan adanya pembagian tugas atau peranan yang anggota-anggota Komitmen organisasi merupakan sifat hubungan antara individu dengan organisasi kerja, dimana individu mempunyai keyakinan diri terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi kerja. PENDAHULUAN Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen di Indonesia yang mempunyai fungsi pokok sebagai penyedia data statistik dasar, baik untuk pemerintah maupun untuk masyarakat umum, secara nasional maupun regional. Keberadaan Badan Pusat Statistik merupakan salah satu bentuk kemajuan suatu daerah, dengan adanya Badan Pusat Statistik dapat merangkum berbagai permasalahan yang ada terutama masalah data-data dari berbagai daerah untuk melihat sejauh mana perkembangan dan kemajuan suatu daerah sehingga dapat melihat perubahan apa saja yang sudah terjadi di setiap-tiap daerah sehingga dapat memberikan solusi jika memang ada suatu daerah yang masih ketertinggalan. adanya kerelaan untuk menggunakan usahanya secara sungguh-sungguh demi kepentingan organisasi kerja serta mempunyai keinginan yang kuat untuk tetap menjadi bagian dari organisasi Dalam hal ini individu mengidentifikasikan dirinya pada suatu organisasi tertentu tempat individu bekerja dan berharap untuk menjadi anggota organisasi kerja guna turut merealisasikan tujuan-tujuan organisasi kerja (Zainuddin, 2. Komitmen organisasi memang sangat diperlukan Menurut (Mangkunegara, 2. adanya komitmen organisasi yang kuat dari anggota organisasi akan berpengaruh dalam pencapaian kinerja karyawan . alam hal ini kinerja manajeria. Adanya komitmen organisasi yang kuat akan mendorong individu berusaha keras mencapai tujuan Komitmen organisasi yang tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula. Fenomena yang seringkali terjadi adalah kinerja suatu perusahaan yang telah demikian bagus dapat dirusak, baik secara langsung maupun tidak langsung oleh berbagai perilaku karyawan yang sulit dicegah. Salah satunya adalah komitmen yang telah dibangun dengan baik, dapat rusak karena adanya rekan kerja yang tidak mematuhi peraturan yang ada, baik keterlambatannya datang ke kantor, maupun keterlambatan menyelesaikan Selain itu kupuasan kerja juga berkaitan dengan sikap emosinal, kayawan BPS Aceh kurang mencintai pekerjaannya sehingga dapat menciptakan ketidak patuhan terhadap kedisiplinan sehingga prestasi kerja menurun. Sedangkan mengenai kepuasan kerja pegawai pada Badan Pusat Statistik Aceh saat ini masih merasa belum puas dalam bekerja. Hal ini disebabkan antara lain perilaku kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala Badan Pusat Statistik Aceh dan juga oleh kepala bagian dari masingmasing struktur organisasi yang ada yang masih kurang berpihak pada kepentingan pegawai, sehingga setiap target pekerjaan yang telah menjadi beban kerja setiap pegawai tidak bisa Sedangkan budaya organisasi pada Badan Pusat Statistik Aceh juga belum sepenuhnya dapat diimplementasikan oleh seluruh pegawai dalam meningkatkan kinerja karyawan. Rendahnya kinerja pegawai dipengaruhi oleh kepemimpinan yang belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan pegawai maupun masih rendahnya komitmen organisasi pegawai dalam menjalankan KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Kinerja Kinerja adalah hasil seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu didalam melaksanakan tugas, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama (Zainal, 2. Kinerja pegawai tidak hanya sekedar informasi untuk dapat dilakukannya promosi atau penetapan gaji bagi perusahaan. Akan tetapi bagaimana perusahaan dapat memotivasi pegawai dan mengembangkan satu rencana untuk memperbaiki kemerosotan kinerja dapat dihindari. Kemudian (Ilyas, 2. kinerja adalah penampilan hasil karya pada seluruh jajaran personil di dalam suatu organisasi. (Hasibuan, 2. menyatakan AuKinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktuAy. Menurut (Hamzali and Arwin, 2. kinerja adalah seberapa jauh tingkat kemampuan pelaksanaan tugas-tugas organisasi dalam rangka pencapaian tujuan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan program atau kebijakan, visi dan misi yang telah ditetapkan sebelumnya (Pasolong, 2. menyatakan bahwa. AuKinerja adalah kualitas perilaku yang berorientasi pada tugas dan pekerjaan. Hal ini berarti bahwa kinerja pegawai dalam sebuah organisasi ditentukan oleh sikap dan perilaku pegawai terhadap pekerjaannya dan orientasi pegawai dalam melaksanakan pekerjaanya tersebut (Hamzali et al. , 2. Dari definisi-definisi tersebut kinerja merupakan suatu hasil dari tindakan seorang pekerja sesuai dengan pekerjaannya dan diawasi oleh orang-orang tertentu yaitu seorang atasan atau pimpinan dan dukungan dari organisasi. (Mangkuprawira. and Hubeis, 2. menyatakan faktor-faktor tersebut sebagai berikut : Faktor Personal, faktor personal pegawai meliputi unsur pengetahuan, keterampilan, kemampuan, kepercayaan diri, motivasi dan komitmen yang dimiliki oleh setiap individu. Faktor Kepemimpinan, meliputi aspek kualitas manajer dan team leader dalam memberikan dorongan, semangat, arahan, dan dukungan kerja kepada pegawai. Faktor Tim, meliputi kualitas dukungan dan semangat yang diberikan oleh rekan dalam satu team, kepercayaan terhadap sesama anggota team, kekompakan, dan keeratan anggota team. Faktor Sistem, meliputi system kerja, fasilitas kerja dan infrakstruktur yang diberikan oleh organisasi, kompensasi dan proses organisasi dan kultur kinerjadalam organisasi. Faktor Kontekstual, meliputi tekanan dan perubahan lingkungan eksternal dan internal. (Mangkunegara, 2. mengatakan kinerja pegawai Hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Adapun indikatornya adalah sebagai berikut: Kemampuan Loyalitas Ransparsai Kreatifitas Kemampuan memimpin Komitmen Organisasi (Kreitner and Kinicki, 2. bahwa komitmen organisasi adalah cerminan dimana seorang pegawai dalam mengenali organisasi dan terikat kepada tujuan-tujuannya. Ini adalah sikap kerja yang penting karena orang-orang memiliki komitmen diharapkan dapat menunjukkan ketersediaannya untuk bekerja lebih keras demi mencapai tujuan organisasi dan memiliki hasrat yang lebih besar untuk tetap bekerja di suatu (Sopiah, 2. menyatakan komitmen kerja sebagai istilah lain dari komitmen Selain itu juga komitmen organisasional merupakan dimensi perilaku penting yang dapat digunakan untuk menilai kecenderungan pegawai, mengidentifikasi dan keterlibatan seseorang yang relatif kuat terhadap organisasi, dan mengetahui keinginan anggota keanggotaan nya dalam organisasi serta bersedia berusaha keras bagi pencapaian tujuan organisasi serta mampu menerima norma-norma yang ada dalam perusahaan tersebut. (David, 2. menyatakan komitmen organisasi adalah refleksi loyalitas pegawai dan proses berkelanjutan di mana anggota organisasi mengekspresikan perhatiannya terhadap organisasi serta keyakinan untuk menerima nilai dan tujuan Loyalitas disini menurut (Susanto and Hamzali, 2. loyalitas para karyawan bukan hanya sekedar kesetiaan fisik atau keberadannya di dalam organisasi, namun termasuk pikiran, perhatian, gagasan, serta dedikasinya tercurah sepenuhnya kepada organisasi. Berdasarkan dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasi adalah suatu perilaku pegawai yang berkaitan dengan kepercayaan dan penerimaan yang kuat atas tujuan dan nilai-nilai organisasi, adanya kemauan untuk organsisasi, dan keinginan untuk mempertahankan kedudukan sebagai anggota organisasi. Agar dapat menilai organisasi tersebut sehingga mereka tetap loyal dan bersedia bekerja sebaik mungkin demi tercapainya tujuan organisasi tersebut. (Simatupang et al. , 2. berpendapat bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat Faktor faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu: Karakteristik pribadi yang berkaitan dengan usia dan masa kerja, tingkat pendidikan, status perkawinan, dan jenis kelamin Karakteristik pekerjaan yang berkaitan dengan peran, self-employment, otonomi, jam kerja, tantangan dalam pekerjaan, serta tingkat kesulitan dalam pekerjaan. Pengalaman kerja dipandang sebagai suatu kekuatan sosialisasi utama yang mempunyai pengaruh penting dalam pembentukan ikatan psikologi dengan organisasi. Karakteristik struktural yang meliputi kemajuan karier dan peluang promosi, besar atau kecilnya organisasi, dan tingkat pengendalian yang dilakukan organisasi terhadap pegawai. (Robbins and Coutler, 2. indikator komitmen organisasional adalah : Komitmen afektif . ffective commitmen. yaitu perasaan emosional untuk organisasi dan keyakinan dalam nilai-nilainya. Komitmen . ontinuance commitmen. : yaitu nilai ekonomi yang dirasa dari bertahan dalam suatu organisasi bila organisasi tersebut. seorang karyawan mungkin berkomitmen kepada pemberi kerja karena ia dibayar tinggi dan merasa bahwa pengunduran diri dari perusahaan akan menghancurkan keluarganya. Komitmen normatif . ormative commitmen. yaitu kewajiban untuk bertahan dalam organisasi untuk alasan- alasan moral atau Keinginan untuk bekerja keras. Hasrat untuk bertahan menjadi bagian dari Kepuasan Kerja Kepuasan kerja merupakan evaluasi yang menggambarkan seseorang atas perasaan sikapnya, senang atau tidak senang, puas, atau tidak puas dalam bekerja (Rivai, 2. (Handoko, 2. menyatakan Aukepuasaan penelitian ini adalah semua pegawai tetap pada Badan Pusat Statistik Aceh yaitu sebanyak 70 orang pegawai Negeri Sipil. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sensus atau mengambil seluruh pegawai pada Badan Pusat Statistik Aceh. Teknik pengumpulan data menggunakan metode data primer dan data sekunder. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Validitas Pengujian validitas data dilakukan secara statistik, yaitu dengan menggunakan uji SPSS. Berdasarkan output seluruh pernyataan dinyatakan valid karena memiliki tingkat signifikan di bawah Sedangkan jika dilakukan secara manual maka nilai korelasi yang diperoleh masing-masing pernyataan harus dibandingkan dengan nilai kritis korelasi product moment dimana hasilnya mempunyai nilai korelasi diatas nilai kritis 5% yaitu di atas 0,294 sehingga pernyataan-pernyataan tersebut adalah signifikan dan memiliki validitas konstrak atau dalam bahasa statistic terdapat konsistensi internal . nternal consistenc. yang berarti pernyataan-pernyataan tersebut mengukur aspek yang sama. Tabel 1. Hasil Uji Validitas kerja . ob satisfactio. adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dari para pegawai dalam memandang pekerjaan merekaAy. Kepuasan kerja merupakan sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja pegawai harus diciptakan sebaik-baiknya supaya moral kerja, dedikasi. Sehingga dapat disimpulkan pengertian kepuasan kerja adalah sikap yang positif dari tenaga kerja meliputi perasaan dan tingkah laku terhadap pekerjaannya melalui penilaian salah satu pekerjaan sebagai rasa menghargai dalam mencapai salah satu nilainilai penting pekerjaan. Ada lima faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja menurut (Kreitner and Kinicki, 2. yaitu sebagai berikut : Pemenuhan kebutuhan (Need fulfillmen. Kepuasan kesempatan pada individu untuk memenuhi Perbedaan (Discrepancie. Kepuasan merupakan suatu hasil memenuhi harapan. Pemenuhan perbedaan antara apa yang diharapkan dan apa yang diperoleh individu dari pekerjaannya. Bila harapan lebih besar dari apa yang diterima, orang akan tidak puas. Sebaliknya individu akan puas bila menerima manfaat diatas harapan. Pencapaian nilai (Value attainmen. Kepuasan merupakan hasil dari persepsi pekerjaan memberikan pemenuhan nilai kerja individual yang penting. Keadilan (Equit. Kepuasan merupakan fungsi dari seberapa adil individu diperlakukan di tempat kerja. Komponen genetik (Genetic component. Kepuasan kerja merupakan fungsi sifat pribadi dan faktor genetik. Hal ini menyiratkan perbedaan sifat individu mempunyai arti penting untuk menjelaskan kepuasan kerja disampng karakteristik lingkungan pekerjaan. Kinerja Pegawai 0,638 0,751 0,678 0,638 0,748 Nilai Tabel . =70 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 Komitme Organisa Kepuasan Kerja X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. 0,790 0,749 0,707 0,742 0,701 0,788 0,810 0,564 0,753 0,628 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 0,235 Variabel Item Pertanyaa Nilai Hitun Keteranga Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data Primer (Diola. ,2022 Berdasarkan tabel diatas, maka dapat diketahui bahwa nilai korelasi r hitung untuk masing-masing item yang terdapat pada variabel kinerja pegawai, komitmen organisasi dan kepuasan kerja lebih besar diabandingkan dengan nilai r tabel. Dengan demikian dapat diartikan bahwa seluruh item pertanyaan yang berhubungan dengan variabel komitmen organisasi dan kepuasan kerja dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Hasil pengujian reliabilitas kuesioner untuk ketiga variabel penelitian memperlihatkan nilai cronbach aplha kinerja pegawai 0,629, komitmen organisasi 0,857 dan kepuasan kerja METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada Badan Pusat Statistik Aceh Jl. Tgk Daud Beureueh Kota Banda Aceh. Objek penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Badan Pusat Statistik Aceh. Populasi dalam 0,689. Untuk lebih jelasnya besarnya nilai alpha pada masing-masing variabel diperlihatkan pada tabel 2 berikut : Tabel 2. Uji Hasil Reliabilitas Kuesioner Variabel Nilai Batas Ket Alpha Kinerja Pegawai (Y) Komitmen Organisasi(X. Kepuasan Kerja (X. Hasil Uji Heteroskedastisitas Minimal 0,817 0,857 0,235 0,60 Realibel 0,815 Sumber : Data Primer (Diola. , 2022 Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa nilai Cronbach's Alpha masing-masing variabel yaitu kinerja pegawai. Komitmen organisasi dan kepuasan kerja di Kantor Badan Pusat Statistik Banda Aceh menunjukkan nilai Cronbach's Alpha di atas 0,60. Dengan demikian kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan data yang berhubungan dengan variabel-variabel yang diteliti dinilai sudah menunjukkan ketepatan, keakuratan atau konsistensi alat dalam mengungkapkan gejala yang berhubungan dengan variabel terkait. maka dapat diartikan bahwa kuesioner yangdigunakan dalam penelitian ini dinyatakan handal. Hasil Uji Normalitas Berdasarkan garbar di atas, maka terlihat bahwa grafik scatter plot tidak memiliki pola yang sistematis dan titik-titik menyebar di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi ini. Hasil Regresi Komitmen Organisasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa komitmen organisasi dan kepuasan berpengaruh posiif terhadap terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Pusat Statistik Aceh. Hal ini dilihat oleh nilai koefesien regresi masingmasing variabel seperti terlihat dalam bagian printout SPSS, dapat dilihat pada tabel di bawah Tabel 4. Hasil Pengujian Regresi Nama Variabel Constanta Hasil Uji Multikolinieritas Tabel 3. Hasil Uji Multikolinieritas eeta Sig. Tolerance 0,88 Standa r Error 0,321 Sig. 2,74 1,995 0,00 1,995 0,00 1,995 0,00 Komitme 0,38 3,87 0,100 Organisas Kepuasan 0,42 4,24 0,099 Kerja Koefisien Korelasi (R) = 0,990 Koefisien Determinan (R. = 0,981 Adjusted (R. = 0,980 Berdasarkan grafik di atas menunjukkan bahwa grafik normal pola menunjukkanmengikuti arah garis diagonal dan penyebaran titik di sekitar garis diagonal mengindikasikan model regresi memenuhi asumsi normalitas. Nama Variabel Constanta Komitmen Organisasi Kepuasan Kerja eeta Sumber : Data Primer (Diola. , 2022 0,882 Standar Error 0,321 VIF 0,008 0,387 0,100 0,000 0,488 2,053 0,420 0,099 0,000 0,488 2,053 Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS, yang menjelaskan Pengaruh komitmen organisasi, dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Pusat Statistik Aceh, maka dapat diperlihatkan pada hasil persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y= 0,882 0,387 X1 0,420 X2 Jika dianalisis angka-angka yang ada pada regresi linear berganda tersebut, maka dapat diuraikan sebagai berikut: Sumber : Data Primer (Diola. , 2022 Berdasarkan nilai VIF sebesar 2,053 yang berarti <10 dengan demikian dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinieritas. Apabila variable X1. omitmen organisas. mengalami kenaikan 1 skor akan menyebabkan kenaikan terhadap variable Y (Kinerja pegawa. sebesar 0,387 atau 38,7%. Apabila variable X2 . epuasan kerj. mengalami kenaikan 1 skor akan menyebabkan kenaikan terhadap variable Y (Kinerja pegawa. sebesar 0,420 atau 42,0%. Berdasarkan hasil analisis data, untuk melihat pengaruh budaya organisasi, kompensasi dan kinerja pegawai, dapat dijelaskan sebagai Koefisien korelasi (R) = 0,796 yang organisasi, kepuasan kerjaterhadap kinerja pegawai adalah79,6 % artinya budaya organisasi, kompensasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Koefisien Determinan (Adjusted R. organisasi dan kepuasan kerjaberpengaruh terhadap kinerja pegawai pada koefisien determinan 0,623 atau 62,3 % sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. h signifikan . ipotesis Ha diterima dan H0 Tabel 5. Kesimpulan Hipotesis Pengujian Secara Simultan Nilai Statistik Sig F tabel 57,879 0,000 2,352 Sig 3,871 0,000 1,9955 Kepuasan Kerja 4,241 0,000 1,9955 Komitmen h signifikan Kepuasan h signifikan Sumber : Data Primer (Diola. , 2022 Berdasarkan tabel di atas, maka memperlihatkan nilai t hitung sebesar 3,871 untuk variabel komitmen organisasi. Nilai t hitung tersebut juga lebih besar dibandingkan dengan t tabel pada tingkat keyakinan 95% sebesar 1,9955 dapat diartikan secara parsial komitmen organisasi juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Badan Pusat Statistik Aceh. Selanjutnya untuk nilai t hitung untuk variabel kepuasan kerja sebesar 4,241 juga lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel pada tingkat keyakinan 95% sebesar 1,9955. Hal ini berarti bahwa secara parsial kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerjapegawai Badan Pusat Statistik Aceh. Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diketahui baik secara simultan maupun parsial, kedua variabel yang terdiri dari komitmen organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Badan Pusat Statistik. Pengujian Hipotesis Bentuk Pengujian Pengujian Secara Parsial Komitme Organisas Keterangan Kedua Badan Pusat Statistik dengan nilai t hitung pada (X. sebesar 3,871, nilai t tabel pada menunjukkan angka sebesar 1,995. Secara parsial variabel kepuasan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor Badan Pusat Statistik diperoleh nilai t hitung pada (X. sebesar 4,241, nilai t tabel pada tingkat keyakinan sebesar 95% menunjukkan angka sebesar 1,9955. Journal of Economics. Business and Management, 3. , pp. 41Ae53. 36349/EASJEBM. Hamzali. and Arwin . AoPengaruh Pembelajaran Organisasi Dan Inovasi Organisasi Terhadap Kinerja OrganisasiAo. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 9. , pp. 52Ae56. Handoko. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE. KESIMPULAN Berdasarkan analisis data hasil yang telah dilakukan pada penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Secara simultan variabel komitmen organisasi, kepuasan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor Badan Pusat Statistik. Secara parsial variabel komitmen organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor REFERENSI