E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. Hubungan Komitmen Organisasi Dan Kepuasan Kerja Dengan Intensi Turnover Pada Marketing Di PT. Bestprofit Futures Rani Destriani1 . Tatiyani2 Universitas Persada Indonesia Y. Email : ranidest99@upi-yai. id1, tatiyani@upi-yai. Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komitmen organisi dan kepuasan kerja dengan dengan intensi turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures. Populasi penelitian adalah marketing di PT. Bestprofit Futures dan sampel sebanyak 113 marketing. Teknik penagambilan sampel menggunakan Teknik simple random sampling dan pengumpulan data menggunakan skala likert. Penelitian ini menggunakan tiga skala yaitu skala intensi turnover . item = 0. , skala komitmen organisasi . item = 0,. , dan skala kepuasan kerja . item = 0,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif komitmen organisasi dengan intensi turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures 379 dan Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif antara kepuasan kerja dengan intensi turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures sebesar -0. Selanjutnya, hasil analisis data denganmultivariate correlations menggunakan program computer SPSS version 25. 0 for windows diperoleh koefisien korelasi R sebesar 499 dan P = 0. 000 < 0. Hal ini menyatakan bahwa Ha3= AuAda hubungan antara Komitmen Organisasi dan Kepuasan Kerja dengan Intensi Turnover Pada Marketing di PT. Bestprofit Futures Ay Diterima. Kontribusi komitmen organisasi dan kepuasan kerja dengan intensi turnover dari hasil koefisien determinasi (R. = 0. 249 sebesar 24,9% sedangkan sisanya sebesar 75,1% menyangkut sumbangan dari faktor lain yang tidak diteliti. Kata Kunci : Komitmen Organisasi. Kepuasan Kerja. Intensi Turnover. Abstract This research is a quantitative study that aims to determine the relationship between organizational commitment and job satisfaction with turnover intention in marketing at PT. Bestprofit Futures. The research population is marketing at PT. Bestprofit Futures and a sample of 113 marketing. The sampling technique uses a simple random sampling technique and data collection uses a Likert scale. This study uses three scales, namely the turnover intention scale . items = 0. , organizational commitment scale . items = 0. , and job satisfaction scale . items = The results showed that there was a significant relationship in the negative direction of organizational commitment with turnover intention in marketing at PT. Bestprofit Futures of -0. 379 and there was a significant relationship in a negative direction between job satisfaction and turnover intention in marketing at PT. Bestprofit Futures of -0. Furthermore, the results of data analysis with multivariate correlations using the computer program SPSS version 25. 0 for Windows obtained a correlation coefficient R of 0. 499 and P = 0. 000 <0. This states that Ha3 = "There is a relationship between Organizational Commitment and Job Satisfaction with Turnover Intentions in Marketing at PT. Bestprofit Futures" Accepted. The contribution of organizational commitment and job satisfaction to turnover intention from the results of the coefficient of determination (R. = 0. 249 was 24. 9% while the remaining 75. 1% involved contributions from other factors not examined. Keywords: Organizational Commitment. Job Satisfaction. Turnover Intention. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 3 November 2023 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. Pendahuluan Dengan pulihnya pertumbuhan ekonomi yang sudah stabil pasca pandemi covid-19, peningkatan pertumbuhan perusahaan pialang di Indonesia salah satunya di PT. Bestprofit Futures. Dalam kegiatan utamanya Dalam kegiatan utamanya berperan sebagai perantara makelar dan nasabah melakukan transaksi jual dan beli di bursa berjangka. Salah satu bagian terpenting dalam perusahaan ini adalah Dalam kegiatan utamanya berperan sebagai perantara makelar dan nasabah melakukan transaksi jual dan beli di bursa Salah satu bagian terpenting dalam perusahaan ini adalah marketing. Marketing berlomba-lomba untuk merebut hati nasabah dengan memberikan fee . bersaing, service . dan juga solusi yang terbaik dengan profesionalisme yang mereka miliki kepada para Hal ini tentu saja berimbas pada adanya tekanan terhadap marketing. Keberadaan marketing harus dikelola dengan baik agar tidak terjadi intensi turnover. Adanya intensi turnover tidak hanya menghilangkan bakat organisasi, tetapi juga menghambat kelancaran organisasi. Marketing yang belum merasa puas dengan pekerjaannya akan mengurangi rasa komitmen individu terhadap organisasinya yang dapat menyebabkan tingginya intensi turnover pada individu (Iman Manurung dan Ratnawati, 2. Banyak faktor yang memberikan pengaruh intensi turnover pada karyawan yaitu komitmen organisasi. Bagaimana individu memiliki komitmen yang baik terhadap organisasinya sehingga mampu mencapai tujuan organisasinya. Komitmen organisasi memiliki kaitan dengan intensi Mondy dan Noe . mengatakan komitmen organisasi adalah tingkatan dimana individu memposisikan dirinya pada organisasi dan kemauan untuk melanjutkan upaya pencapaian kepentingan organisasi, karyawan dengan komitmen rendah terhadap perusahaan akan menunggu kesempatan yang baik untuk melakukan turnover. Berdasarkan hasil yang diteliti oleh Satwari. Musadieq, dan Afrianty . menunjukan adanya hubungan negatif dan signifikan antara komitmen organisasi terhadap intensi turnover pada karyawan. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi komitmen organisasi karyawan maka semakin rendah pula intensi turnover, begitu pun sebaliknya jika komitmen organisasi yang dimiliki karyawan rendah maka semakin tinggi intensi turnover. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 3 November 2023 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. Intensi turnover erat kaitannya dengan kepuasan kerja. Menurut Nilvia . Kepuasan kerja karyawan adalah salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam usaha peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam suatu organisasi, karena dengan kepuasan kerja seseorang karyawan mampu bekerja secara optimal didalam proses bekerja. Berdasarkan dilakukan oleh Elmi . menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif antara kepuasan kerja dengan intensi turnover, namun terdapat pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja dengan intensi turnover, dengan hubungan korelasi yang tinggi namun negatif, artinya terdapat hubungan yakni apabila kepuasan kerja semakin rendah maka intensi turnover akan semakin meningkat. Berdasarkan latar belakang di atas peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang hubungan komitmen organisasi dan kepuasan kerja dengan intensi turnover. Maka dari itu judul penelitian ini adalah AuHubungan Komitmen Organisasi Dan Kepuasan Kerja Dengan Intensi Turnover Pada Marketing Di PT. Bestprofit FuturesAy Latar belakang yang telah di uraikan di atas, maka penulis mengemukakan masalah yang dirumuskan sebagai berikut Apakah terdapat hubungan antara Komitmen Organisasi dengan Intensi Turnover Pada Marketing di PT. Bestprofit Futures? ,Apakah terdapat hubungan antara Kepuasan Kerja dengan Intensi Turnover pada Marketing di PT. Bestprofit Futures? ,dan Apakah terdapat hubungan antara Komitmen Organisasi dan Kepuasan Kerja dengan Intensi Turnover pada Marketing di PT. Bestprofit Futures? Landasan Teori Intensi Turnover Menurut Putri dan Suana . intensi turnover adalah keinginan karyawan untuk memilih perusahaan lain dan memutuskan untuk berhenti atau mengundurkan diri dari Hal perusahaan menghadapi kenyataan dimana perusahaan dalam waktu tertentu, selain iitu karyawan yang ingin melakukan turnover melihat hasil evaluasi sebagai kelanjutan keterkaitan karyawan di tempat bekerja dimana belum ada pencapaian di saat melakukan Rogelberg . Intensi turnover mengacu pada keinginan individu untuk meninggalkan perusahaan, yang mana hal tersebut belum terwujud dalam suatu tindakan. Apabila alternatif pekerjaan yang ada memiliki prospek yang lebih baik, maka akan timbul niat untuk turnover ke pekerjaan lain. Namun, jika alternatif yang tersedia tidak terlalu menjanjikan, situasi tersebut akan menstimulasi individu untuk tetap bertahan. Intensi turnover berpusat pada persepsi individu terhadap pekerjaan dan evaluasi individu terhadap alternatif- alternatif pekerjaan. Mathis dan Jackson . mengemukakan intensi turnover sebagai suatu proses dimana karyawan meninggalkan perusahaan dan posisi pekerjaan tersebut harus digantikan oleh orang Intensi turnover diartikan sebagai keinginan atau niat tenaga kerja keluar dari perusahaan. Komitmen Organisasi Mondy dan Noe . komitmen organisasi adalah tingkatan dimana individu memposisikan dirinya pada organisasi dan kemauan untuk melanjutkan upaya pencapaian kepentingan organisasi, karyawan dengan komitmen rendah terhadap perusahaan akan menunggu kesempatan yang baik untuk melakukan turnover. Yusuf dan Syarif . Pada umumnya seorang individu jika mempunyai tingkat komitmen tinggi pada organisasinya maka individu melakukan pekerjaanya dengan mengungkapkan segala hal mulai dari gagasan, atensi, usaha dan kesempatan yang dimilikinya untuk segala aktifitas organisasi, sehinga semua segala aktivitas dapat mencapai tujuan dan kemajuan perusahaan. Suatu perusahaan wajib melaksanakan upaya dalam menumbuhkan rasa komitmen organisasi di dalam diri individu, karena jika tingkat komitmen organisasinya tinggi maka semakin giat individu dalam melakukan tugas pekerjaanya, hal tersbut Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 3 November 2023 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. membuat individu nyaman dan ingin tetap berada diorganisasinya. Mowday . alam Wati, berpendapat bahwa salah satu indikator terjadinya komitmen organisasi yaituadanya keminatan dalam menjadi bagian dari organisasinya tersebut. Hal ini penting bagi suatu organisasi dan bagi diri karyawan itu Kepuasan Kerja Menurut Nilvia . Kepuasan kerja karyawan adalah salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam usaha peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam suatu organisasi, karena dengan kepuasan kerja seseorang karyawan mampu bekerja secara optimal didalam proses bekerja. Menurut AsAoad . berpendapat bahwa kepuasan kerja berhubungan erat dengan sikap dari karyawan terhadap pekerjaannya sendiri, situasi kerja, kerjasama antara pimpinan dengan sesama karyawan sangat penting karena pegawai yang tidak mendapat kepuasan dalam bekerja akan terdorong untuk bekerja tidak maksimal, datang tidak tepat waktu, sering tdiak masuk kerja, bekerja tidak memakai hati, dan bahkan mungkin tidak bisa bertahan ditempat Menurut Hornby . alam Neliwati 2. kepuasan kerja adalah suatu keadaan dalam diri seseorang yang merasa puas, lega dan senang karena situasi dan kondisi kerja yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, keinginan dan harapannya, apabila seseorang telah menemukan rasa puas terhadap hasil kerjanya maka individu tersebut akan memiliki komitmen yang tinggi terhadap pekerjaannya. Hipotesis Ha1: Ada hubungan antara Komitmen Organisasi dengan Intensi Turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures. Ha2 : Ada hubungan antara Kepuasan Kerja dengan Intensi Turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures. Ha3 : Ada hubungan antara Komitmen Organisasi dan Kepuasan Kerja dengan Intensi Turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures. Metode Penelitian Definisi Konseptual Intensi turnover adalah niat individu untuk mencari pekerjaan lain atau meninggalkan pekerjaan tersebut yang terjadi secara sukarela maupun tidak sukarela tergantung pada kondisi Komitmen organisasi merupakan sikap seorang individu terhadap organisasi secara keseluruhan yang ditunjukkan oleh adanya loyalitas dan keterlibatan individu dalam aktifitas organisasi. Kepuasan kerja adalah sikap karyawan terhadap penyesuaian diri dari berbagai aspek Populasi dan Sampel Populasi penelitian adalah marketing di PT. Bestprofit Futures. Jumlah sampel penelitian berjumlah 113 marketing. Teknik sampling yang di gunakan yaitu teknik Simple Random Sampling. Metode Pengumpulan Data Metode digunakan adalah skala psikologi yang disusun berdasarkan skala Likert dengan membagi lima kategori pilihan jawaban, yaitu: Sangat Sesuai (SS). Sesuai (S). Netral (N). Tidak Sesuai (TS), dan Sangat Tidak Sesuai (STS). Skala ini terdiri dari beberapa pertanyaan favorable dan Skala ini terdiri dari beberapa pertanyaan favorable dan unfavorable. Dari hasil try out diperoleh hasil pada skala intensi turnover terdapat 18 item valid dan 2 item gugur, pada skala komitmen organisasi terdapat 23 item valid dan 5 item gugur, serta pada skala kepuasan kerja terdapat 20 item valid dan tidak ada item gugur. Metode Analisis Data Metode yang digunakan untuk menguji hipotesis dan menganalisis data dalam penelitian ini adalah Bivariate Correlation Multivariate Correlation dengan teknik komputerisasi dengan menggunakan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 25. 0 for Windows. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 3 November 2023 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. Hasil dan Pembahasan Hasil perhitungan dengan metode analisis data Bivariate Correlation, pada pengujian hipotesis pertama adalah terdapat hubungan komitmen organisasi dengan intensi turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures. Berdasarkan hasil analisis data penelitian di peroleh nilai r = 0. 379 dan p = 0. 000 < 0. 05, maka ada hubungan yang signifikan dengan arah korelasi negatif antara Komitmen Organisasi dengan Intensi Turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif antara komitmen organisasi dengan intensi turnover, artinya semakin tinggi komitmen organisasi maka semakin rendah intensi turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures. Demikian sebaliknya, semakin rendah komitmen organisasi maka semakin tinggi intensi turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures. Hal ini sesuai dengan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Melky . bahwakorelasi negatif antara variabel komitmen organisasi dengan intensi turnover pada Dimana semakin rendah komitmen organisasi, maka semakin tinggi juga terjadinya intensi turnover pada karyawan. Pada pengujian hipotesis kedua adalah terdapat hubungan kepuasan kerja dengan intensi turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures. Berdasarkan hasil analisis data penelitian di peroleh nilai r = - 0. 443 dan p = 0. 000 < 0. maka ada hubungan yang signifikan dengan arah korelasi negatif antara Kepuasan Kerja dengan Intensi Turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures. Sehingga dapat disimpulkan semakin tinggi kepuasan kerja maka semakin rendah intensi turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures. Demikian sebaliknya, semakin rendah kepuasan kerja maka semakin tinggi intensi turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures. Hal ini sesuai dengan hasil dari penelitian yang dilakukan Randhawa . menunjukkan hasil yang sama bahwa kepuasan kerja memiliki korelasi yang signifikan dan negatif terhadap intensi turnover. Artinya apabila semakin tinggi kepuasan kerja yang dimiliki individu atau karyawan, maka semakin rendah intensi turnover karyawan tersebut. Pada pengujian hipotesis ketiga adalah terdapat hubungan antara komitmen organisasi dan kepuasan kerja dengan intensi turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures. Berdasarkan output model summary, hasil hipotesis ketiga diperoleh nilai R sebesar 0. R square sebesar 249, p = 0. 000 < 0. Hal ini berarti (Ho. yang berbunyi tidak ada hubungan komitmen organisasi dan kepuasan kerja dengan intensi turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures di tolak dan (Ha. yang berbunyi terdapat hubungan komitmen organisasi dan kepuasan kerja dengan intensi turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif antara komitmen organisasi dengan intensi turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures. Hal ini menyatakan bahwa semakin tinggi komitmen organisasi maka semakin rendah intensi turnover. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah komitmen organisasi maka semakin tinggi intensi Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif antara kepuasan kerja dengan PT. Bestprofit Futures. Hal ini menyatakan bahwa semakin tinggi kepuasan kerja maka semakin rendah intensi turnover. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah kepuasan kerja maka semakin tinggi intensi turnover. Terdapat hubungan yang signifikan antara komitmen organisasi dan kepuasan kerja dengan intensi turnover pada marketing di PT. Bestprofit Futures. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 3 November 2023 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. Daftar Pustaka