UKURAN PERUSAHAAN. PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP AUDIT REPOT LAG: KUMPULAN JURNAL Aprinansi STIE YBPK Palangka Raya e-mail: aprinansi9@gmail. Abstrak: Laporan keuangan disajikan kepada publik umumnya laporan keuangan diaudit oleh auditor eksternal. Tujuannya, mendapatkan legitimasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keakuratan dan validitas laporan Proses audit memerlukan waktu sehingga berdampak ketepatan waktu penyajian laporan keuangan. Keterlambatan publikasi laporan keuangan, menjadi indikasi terdapat masalah laporan keuangan perusahaan. Tujuan penelitian untuk membuktikan pengaruh ukuran perusahaan, leverage dan profitabilitas terhadap audit repot lag. Metode penelitian menggunakan explanatory research. Hasil penelitian, profitabilitas tidak berpengaruh negative terhadap audit report lag. Ukuran persahaan berpengaruh positif dan negatif terhadap audit report lag. Leverage berpengaruh positif terhadap audit report lag. Penelitian, hanya terfokus pada hasil-hasil penelitian sebelumnya sehingga menggambarkan kondisi variabelvariabel diteliti tentang audit report lag. Kata kunci: Ukuran Perusahaan. Profitabilitas. Leverage. Audit Repot Lag Latar Belakang Menyediaan informasi tepat waktu, seringkali perlu melaporkan sebelum seluruh aspek transaksi atau peristiwa lainnya di ketahui, sehingga mengurangi ke andalan Jika pelaporan di tunda sampai seluruh aspek di ketahui informasi, di hasilkan mungkin sangatandal tetapi kurang bermanfaat, dalam pengambilan keputusan. Salah satu kewajiban perusahan go public adalah mempublikasikan laporan keuangan, dibuat sesuai standar akuntansi keuangan dan di audit akuntan publik yang terdaftar dalam Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM). Seluruh perusahan go public mempunyai kewajiban mempublika-sikan laporan keuangannya kepada seluruh pihak informasi mengeni setiap kondisi dan aktifitas yang dilakukan oleh perusahan. Laporan keuangan yang dipublikasikan harus disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan, diaudit dan dipublikasikan secara tepat waktu. Mulai tanggal 30 September 2003. BAPEPAM memperketat peraturan pelaporan keuangan menerbitkan lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor : Kep 36/PM/2003 menyatakan laporan keuangan di sertai laporan akuntan dengan opini wajar wajib disampaikan kepada BAPEPAM Paling lambat akhir bulan ketiga . setelah tanggal laporan ke-uangan tahunan. Jika perusahaan meng-alami penundaan lama, dapat menimbulkan asimetri beredarnya rumor masalah kesehatan keuangan dan kinerja perusahaan. Laporan keuangan harus di sampaikan sedini mungkin mencegah terjadinya hal tersebut. Laporan keuangan di sajikan kepada publik umumnya diaudit oleh auditor eksternal. Tujuannya, mendapatkan legitimasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap ke akuratan dan validitas laporan Proses audit memerlukan waktu sehingga berdampaak ketepatan waktu penyajian laporan keuangan. Rentang waktu antara tanggal tutup buku perusahaan dengan tanggal dikeluarkannya opini auditor dapat diketahui lamanya waktu penyelesaian audit disebut Audit Report Lag (ARL) (Eleazar & Suklimah. Audit Report Lag merupakan aspek penting dalam lapor-an 218 Kindai. Vol. Nomor 2. Halaman 217Ae223 keuangan, menjaga relefansi informasi perusahaan, dibutuhkan bagi pengguna laporan keuangan. Keterlambatan publikasi laporan keuangan, menjadi indikasi terdapat masalah laporan keuangan perusahan sehingga akan mempengaruhi jangka waktu Audit Report Lag (Arie, 2. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh keuntungan. Kemampuan tersebut menunjukkan kinerja perusahaan yang baik. Profitabilitas salah satu variabel terkait ARL, karena profitabilitas tinggi merupakan halbaik bagi infestor dan calon investor. Hal ini mendorong perusahan menyajikan laporankeuangan tepatwaktu (Al-Akra, et al. , 2. (Voku & Cular, 2. menunjukkan profitabilitas berhubungan signifikan terhadap ARL dan profitabiilitas tidak pengaruh signifikan terhadap ARL di Nigeria (Oladipupo. Sedangkan (Eleazar & Suklimah, 2. profitabilitas berhubungan negatif signifikan terhadap ARL. Leverage tinggi membawa risikobagi Keadaan menuntut perusahan lebih berhati-hati menyajikan laporan Perusahan tingkat leveragenya tinggi mendapat tekanan kuat dari debitor karena laporan keuangaan audit di sajikan lebih cepat, sehingga prediksi ARL menjadi lebih singkat. Hubungan leverage dengan ARL menunjukkan hasil bervariasi. (Eleazar & Suklimah, 2. leverage berpengaruh signifikan terhadap ARL. (Pratiwi & Agus, 2. leverege tidak pengaruh signifikan terhadap ARL. (Fujianti, 2. ukuran perusahaan, profitabilitas dan leverage terhadap ARL menunjukkan hasil bervariasi di berbagai Fenomena ARL terjadi di sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia. Terdapat perusahaan yang melakukan ARL selama 6 tahun terakhir. PT. Garja Tujuh Buana Indonesia di tahun 2019. PT. Capitalinc Investment setiap tahunnya mengalami keterlambatan melaporkan laporan pengauditanya. Selain sector pertambangan, terdapat sector manufaktur mengalami ARL. Tahun 2018, terdapat dua perusahaan mengalami audit report lag yaitu Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) bergerak di sektor makanan minuman dan PT Nipress Tbk (NIPS) bergerak di sektor otomotif dan komponen. Tahun 2019 terdapat lima yaitu PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO). PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA). PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI). PT Grand Kartech Tbk(KRAH), dan PT Nipress Tbk(NIPS). Tahun 2020 terdapat tujuh belas perusahaan manufaktur mengalami keterlambatan menyampaikan laporan keuangannya. Berdasar penjelasaan latar belakang, maka tujuan penelitian menjelaskan ukuran perusahaan, profitabilitas dan leverage berhubungan dengan Audit Repot Lag di beberapa penelitian. STUDI LITERATUR Teori Sinyal Teori sinyal merupakan informasi yang dipublikasikan oleh perusahaan, hal yang penting bagi investor dan pelaku pasar lainnya serta mempengaruhi pengambilan keputusan investasi. Teori sinyaling menyatakan bagaimana perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan, sinyal nya berupa informasi mengenai yang sudah dilakukan manajemen perusahaan guna merealisasikan ke inginan pemiliik (Rina, 2. Manfaat utama teori sinyal adalah keakurasi dan ketepatan waktu penyajian laporan keuangan ke publik adalah sinyal dari perusahaan adanya informasi bermanfaat dalam kebutuhan pembuatan keputusan dari investor dan calon investor. Perusahaan mempunyai kewajiban memberikan informasi pihak eks-ternal berupa laporan keuangan karena adanya asimetri informasi antara pihak perusahaan dengan pihak eksternal Asimetry informasi terjadi karena pihak perusahan lebih mengetahui tentang informasi informasi di perusahan dari pihak manajemen tidak menyampaikan seluruh invormasi kepihak exsternal (Arie, 2. Audit Repot Lag Audit merupakan rangkaian sistematis mendapatkan serta menganalisis bukti 219 Kindai. Vol. Nomor 2. Halaman 217Ae223 bukti didapat dengan objektif terkait transaksi ekonomi dan pernyatan mengenai kegiatan, guna menetukaan ketetapaan dan menilai apakah di antara pernyataan terkait dan ketentuannya dibuat sesuai, lalu menyampaikan hasil dari auditing yaitu opini auditor kepada pengguna memiliki kepentingaan (Mulyadi & Tirtayasa, 2. Audit Report Lag merupakan lamanya waktu pengukuran audit laporan keuangan perusahaan, terhitung sejak tanggal penutupan tahun buku sampai dengan tanggal laporan auditor terbit (Sudradjat et al. Lamanya waktu penyelesaian laporan keuangan yang diaudit oleh auditor eksternal tidak dapat diprediksi sehingga terjadinya Audit Report Lag (Abdillah et al. Ukuran Perusahaan terhadap Audit Repot Lag Ukuran perusahan merupakan fungsi kecepatan penyampaian laporan keuangan karena perusahan besar cenderung memiliki Audit Report Lag lebih pendek dibandingkan perusahan kecil, karena perusahan besar mendapat perhatian dari pihak investor, kreditor dan masyarakat, pembutuhkan laporan keuangan dalam keputusan bisnisnya sehingga perusahan besar ditntut melaporkan laporan keuangan nya lebihcepat (Arie, (Habiba & Bhuiyan, 2. hubungan negatif antara ukuran perusahaan dengan ARL karena perusahaan besar mampu memberikan tekanan lebih besar kepada auditor agar pelaporan tepat waktu dan perusahaan besar mempunyai pengendalian internal kuat sehingga dapat di andalkan oleh audit, mengurangi jumlah pekerjaan audit di akhir tahun. Perusahaan besar memiliki waktu audit lebih singkat dibandingkan perusahaan kecil. Beberapa penelitian terkait ukuran perusahaan dengan ARL adalah (Meirawati et al, 2. hubungan negatif signifikan antara ukuran perusahaan dengan ARL. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap Audit Report Lag (Eleazar & Suklimah, 2. , (Pratiwi & Agus, 2. (Illahi & Oknaryana, 2. Ada hubungan ukuran perusahaan terhadap audit report lag (Sabatini & Vestari, 2. Profitabilitas terhadap Audit Repot Lag Profitabilias mempengaruhi Audit Report Lag (Chandra dan Indrastuti, 2. karena besarnya nilai proftabilitas di miliki perusahaan merupakan kemudahan bagi auditor melaksanakan proses audit, tidak adanya resiko litigasi. Perusahaan memperoleh laba cenderung melaporkan laporan keuangan lebih cepat karena perusahan ingin menyampaikangood news kepada investor, terkandung dalam laporan keuangan. Perusahan pemberikan segala sesuatu yang dibutuhkan auditor agar proses audit cepat selesai. (Dura, 2. profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit report lag karna laba memiliki kesan positif sehingga perusahaan memberikan informasi mengenai laporan keuangan secara singkat serta audit report lag menjadi lebih efisien. Beberapa penelitian terkait profitabilitas pada ARL (Dura, 2. , (Eleazar & Suklimah, 2. , (Meirawati et al, 2. profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit report lag (Illahi & Oknaryana, 2. (Tjhajono & Reynaldi, 2. terdapat hubungan signifikan profitabilitas dengan audit report lag. Leverage terhadap Audit Repot Lag Leverage adalah ratio hutang terhadap equitas. Semakin rendah leverege maka semakin pendek waktu audit karena tidak memerlukan banyak pengujian, semakin tinggi leverege maka semakin lama waktu dibutuhkan penyelesaikan proses audit. Perusahan dengan tingkat utang lebihtinggi akan membuat auditor lebih berhati hati, karena berpengaruh pada terlambatan penyajian dan mempublikasian laporan keuangan tahunan. Saat perusahan memiliki tingkat hutang tinggi mengakibatkan meningkatnya Audit Report Lag (Abernathy et , 2. Selain itu. Besarnya leverage dapat juga disebabkan adanya manajemen yang buruk atau terjadinya fraud dalam perusahaan (Gazali & Amanah 2. Risiko yang tinggi menunjukkan adanya kemungkinan perusahaan tidak mampu membayar kembali hutangnya baik berupa pokok maupun Jika perusahaan memiliki jumlah leverage yang besar maka perusahaan 220 Kindai. Vol. Nomor 2. Halaman 217Ae223 tersebut juga semakin berisiko. Hal ini akan membuat auditor lebih berhati hati dalam menghindari risiko salah saji. Untuk mendapatkan kepercayaan akan laporan keuangan maka auditor memerlukan waktu rentan lama untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan, sehingga meningkatkan terjadinya audit report lag. Eleazar & Suklimah . dan Illahi & Oknaryana menemukan bahwa leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap Audit Report Lag. Sebaliknya, leverage tidak signifikan terhadap Audit Report Lag (Pratiwi & Agus, 2. (Meirawati et al. Metode Penelitian Desain penelitian Rancangan explanatory research yaitu penelitian ber tujuan menganalisis hubungan antara satu variable dengan variabel lain berdasarkan penelitian sebelumnya. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Audit report lag merupakan lamanya waktu yang di perlukan perusahaan dalam pelaporan laporan keuangaan telah di audit kepada pihak berkepentingan paling lambat pada akhir bulan ke empat setelah satu tahun buku berakhir, di ukur berdasarkan jumlah hari dari tanggal tutup buku perusahaan sampai tanggal ditandatanganinya laporan keuangan oleh auditor. Ukuran perusahaan merupakan skala di mana di klasifikasikan besar kecil nya perusahan menurut berbagai cara antara lain dengan ln total aset, nilai pasar saham, dan lain-lain. Semakin besar nilai aset perusahan, maka semakin pendek audit report lag dan sebaliknya (Meirawati et al. , diukur berdasarkan ln total asset. Leverage adalah seberapa besar kewajiban hutang dibebankan ke perusahaan dibandingkan dengan aktivanya (Meirawati et al. , 2. , diukur berdasarkan total hutang dibagi total ekuitas. Profitabilitas adalah kemampuaan perusahan dalam memperoleh laba dengan penggunaan sumber sumber dimiliki perusahan. Profitabilitas diproksikan Return On Asset dengan membanding laba bersih setelah pajak dengan total aset (Arie, 2. Hasil Penelitian dan Pembahasan Perusahaan total aset besar. ARL lebih pendek di bandingkan perusahaan total aset rendah. Semakin besar ukuran perusahaan maka rentang wantu pelaporan semakin pendek. Perusahaan mempunyai ukuran besar terdorong lebih cepat menunjukkan audit report lag. Perusahan dengan sistem pengendalian internal efektif mengkurangi tingkat kesalahan menyajikan laporan keuangan, sehingga bukti audit lebih dipercaya dan dibandingkan pengendalian internalnya lemah (Sudradjat et al. , 2. Perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia diawasi oleh investor, pengawas pasar modal, pemerinta dan masyaraakat, sehinga perusahan dengan total aset besar atau kecil kemungkinan sama dalam mendapatkan tekanan penyajian laporan keuangan. Perusahaan besar mampu memberi dorongan kepada pihak audit menyaajikan laporaan keuangan audit lebih cepat sehingga memperpendek ARL. Perusahaan skala besar mempunyai pengaruh terhadap rentang waktu mpenyampaian laporan keuangan. Pertama, perusahaan besar mempunyai sistem informasi dan teknologi lebih baik dibandingkan perusahaan kecil sehinga memperkuat pengendalian internal perusahaan dan mengurangi kesalahaan penyusunan laporan keuangan, mudahkan auditor mengaudit laporan keuangan. Kedua, perusahaan skala besar membayar biaya audit yang tinggi agar laporan keuangan audit segera di sajikan. Ketiga, perusahaan skala besar di awasi secara ketat oleh pihak-pihak membutuhkan informasi laporan keuangan sehinga menghadapi tekanaan lebih tinggi saat menyajikan laporan keuangaan. Leverage berhubungan positif pada audit report lag. Saat perusaha an memiliiki hutan tinggi mengakibat kan peningkataan audit report lag. Perusahan memiliki hutang tinggi tidak mengakibat kan peningkatan audit report lag. Kreditor belum memberikan tekanan kepada perusahan penyaji laporan keuangan secara tepat waktu sehingga menurunkan ARL. 221 Kindai. Vol. Nomor 2. Halaman 217Ae223 Leverage merupakan proporsi hutang terhadap total ekuitas tidak mempengaruhi ARL, dikarenakan auditor menganalisis berdasarkan pada profitabilitas perusahan yang menggambarkan sumber keuntungan bagi pemangku kepentingaan, sehingga auditor melakukan audit akan lebih fokus pada prosedur yang ada. Perusahan banyak utang akan menyajikan laporan keuangan lebih cepat agar menyakinkan debitur atas kemampuannya membayar utang. Selain itu, setiap berusahaan memiliki tingkat leverage yang berbeda sehingga lamanya waktu yang dibutuhkan oleh auditor dalam mengadut laporan keuangan juga berbeda beda ha ini terkait resiko yang diterima perusahaan terkait leverage-nya. Profitabilitas berhubungan signifikan terhadap audit report lag. Besar kecilnya keuntungan perusahan perdampak percepatan audit report lag. Perusahan mendapatkan keuntungan lebih akan melakukan proses audit lebih cepat di bandingkan dengan perusahan mengalam kerugian. (Sudradjat et al. , 2. Perusahan memiliki profitabilitas rendah tidak akan membuat auditor hati-hati dalam memproses audit sehingga menyebabkan audit report lag lebih cepat. Persamaan dan Perbandingan Penelitian Berdasarkan beberapa penelitian terkait audit report lag terdapat persaman antar penelitian. Sebagian besar penelitian menghubungkan profitabilitas, ukuran perusahan, dan leverage terhadap audit report lag tetapi dengan hasil yang berbeda GS Septiah . menemukan bahwa ukuran perusahan dan profitabilitas berhubungan negatif signifikan terhadap audit report lag. Meirawati et al. profitabilitas, ukuran perusahan berhubungan negatif sigifikan terhaadap audit report Leverage berhubungan negatif tidak signifikan pada audit report lag. Suratman. , et al. membuktikan ukuran persahan berhubungan positif signifikan terhadap audit report lag. Fakhfakh & Jarboui . menemukan bahwa profitabilitas berhubungan positif tidak signifikan terhadap audit report lag. Leverege berhubungan positif signifikan pada audit report lag, ukuran perusahaan berhubungan negatif signifikan pada audit report lag. Fujianti & Satria . membuktikan ukuran perusahan, profitabilitas berhubungan negatif signifikan pada audit report lag. Leverage tidak hubungan pada audit delay. (Sudradjat et al. , 2. ukuran perusahan hubungan negatif signifikan terhadap audit report lag. Profitabilitas dan leverage hubungan negatif tidak signifiikan terhadap audit report lag. Lestari & Nuryatno . menyatakan bahwa ukuran perusahaan hubungan negatif signifikan terhadap audit report lag. Profitabilitas hubungan positif tidak signifikan terhadap audit report lag dan leverage hubungan positif signifikan pada audit report lag. KESIMPULAN Berbagai penelitian membuktikan bahwa ukuran persahaan berhubungan positif dan negatif terhadap audit report lag. Ukuran persahaan tidak berhubungan dengan audit report lag pada perusahaan yang Profitabilitas berhubungan positif dan negatif signfikan terhadaap audit report Leverage pengaruh positif terhadap audit report lag, serta tidak berhubungan dengan audit report lag. Keterbatasan penelitian ini adalah hanya terfokus pada hasil-hasil penelitian sebelumnya sehingga penelitian ini hanya menggambarkan kondisi tiga factor diteliti . kuraan perusahaan, profitabiilitas, dan leverag. terkait audit report lag. Keterbatasan penelitian ini terutama karena menggunakan data sekunder dari perusahaan yang berbeda terdaftar di Bursa Efek Indonesia, didasarkan informasi laporan keuangaan yang disajikan oleh masingmasing perusahan yang di amati selama periode penelitiaan yang berbeda. Implikasi terhadap kebijaksanaan manajemen menjadi penting mengingat banyak faktor menyebabkan terjadinya audit report lag. Penelitian menunjuk kan bahwa secara signifikan size, profitabilitas, dan leverage berpengaruh secara positif 222 Kindai. Vol. Nomor 2. Halaman 217Ae223 maupun negatif, dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk berinvestasi. DAFTAR PUSTAKA