p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 07. No. Juli 2025 PENGARUH BIAYA PRODUKSI DAN BIAYA OPERASIONAL TERHADAP LABA BERSIH PERUSAHAAN Frisca L Siagian1. Tiara Sri Wulandari2. Diana Setyo Dewi3. Maralus Samosir4 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakarta1,2,3,4 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih perusahaan manufaktur sub sektor industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2019Ae2023. Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut untuk mampu mengelola biaya secara efisien agar dapat mencapai profitabilitas yang optimal. Biaya produksi merupakan seluruh pengeluaran yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan barang atau jasa, sedangkan biaya operasional adalah biaya yang diperlukan untuk menunjang aktivitas bisnis sehari-hari di luar proses produksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda untuk menguji pengaruh variabel independen, yaitu biaya produksi dan biaya operasional, terhadap variabel dependen, yaitu laba bersih. Sampel penelitian ini terdiri dari 30 perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik biaya produksi maupun biaya operasional berpengaruh signifikan terhadap laba bersih perusahaan, baik secara parsial maupun simultan. Pengelolaan dan pengendalian biaya yang efektif menjadi kunci penting bagi perusahaan untuk mempertahankan profitabilitas dan meningkatkan daya saing di pasar. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi manajemen perusahaan, investor, dan pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan strategis guna meningkatkan kinerja keuangan di masa mendatang. Kata Kunci: Biaya Produksi. Biaya Operasional. Laba Bersih. Kinerja Keuangan. Perusahaan Manufaktur. ABSTRACT This research aims to analyze the effect of production costs and operational costs on the net profit of manufacturing companies in the food and beverage sub-sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2019Ae2023. In an increasingly competitive business environment, companies are required to manage their costs efficiently to achieve optimal profitability. Production costs refer to all expenses incurred in the process of producing goods or services, while operational costs are expenses necessary to support daily business activities outside the production process. This study employs a quantitative approach using multiple linear regression analysis to examine the influence of independent variables, namely production costs and operational costs, on the dependent variable, net profit. The research sample consists of 30 manufacturing companies in the food and beverage sub-sector. The findings indicate that both production costs and operational costs have a significant impact on the company's net profit, either partially or simultaneously. Efficient management and control of these costs are crucial to maintaining profitability and enhancing competitive advantage. The results of this study are expected to provide insights for company management, investors, and stakeholders in making better strategic decisions to improve financial performance in the future. Keywords: Production Costs. Operational Costs. Net Profit. Financial Performance. Manufacturing Companies. Korespondensi: Frisca L Siagian. STIE Jayakarta. Jl. Salemba Raya No. RT. 4/RW. Jakarta Pusat 10430 Email: frisca@stie. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 07. No. Juli 2025 PENDAHULUAN Dalam persaingan global yang semakin ketat, perusahaan dituntut meningkatkan efisiensi dan kinerja agar tetap kompetitif. Salah satu indikator utama kinerja adalah laba bersih. Laba bersih mencerminkan hasil akhir dari pengelolaan biaya dan pendapatan perusahaan. Biaya produksi mencakup seluruh pengeluaran untuk menghasilkan produk, seperti bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik. Biaya operasional mencakup biaya untuk menjalankan aktivitas bisnis seperti pemasaran, sewa, dan administrasi. Kedua biaya ini secara langsung memengaruhi laba bersih. Pengendalian dan efisiensi biaya menjadi strategi penting dalam meningkatkan profitabilitas. Ketika perusahaan gagal mengelola biaya dengan baik, peningkatan pendapatan sekalipun belum tentu meningkatkan laba. Oleh karena itu, pengelolaan biaya yang tepat sangat krusial. Dalam konteks Indonesia, khususnya sektor makanan dan minuman, efisiensi biaya menjadi tantangan tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih perusahaan pada sub sektor ini selama 2019Ae2023. Dari sudut pandang akademis, pengaruh biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih telah banyak diteliti, namun sebagian besar studi masih bersifat sektoral atau terbatas pada industri Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk memperluas cakupan penelitian secara lintas sektor agar dapat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh dan relevan dengan berbagai jenis usaha. Penelitian ini akan memberikan kontribusi baru dalam melihat hubungan kausalitas antara biaya produksi, biaya operasional, dan laba bersih, khususnya dalam konteks perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Data yang diperoleh dari penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi efisiensi biaya yang lebih aplikatif dan kontekstual. II. TINJAUAN LITERATUR Teori biaya (Cost Theor. merupakan bagian dari teori ekonomi mikro yang mempelajari perilaku biaya produksi dalam kaitannya dengan tingkat output yang dihasilkan. Teori ini menjelaskan bagaimana perusahaan menghadapi dan mengelola biaya dalam proses produksi guna mencapai efisiensi dan profitabilitas. Biaya produksi merupakan elemen penting dalam proses manajerial karena berpengaruh langsung terhadap keputusan penetapan harga, strategi pemasaran, serta margin keuntungan dan laba bersih perusahaan. Dalam konsep dasar ekonomi, biaya diartikan sebagai pengorbanan sumber daya yang memiliki nilai alternatif, seperti tenaga kerja, bahan baku, modal, dan p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 07. No. Juli 2025 Biaya tidak hanya mencerminkan pengeluaran kas, tetapi juga mencakup biaya implisit seperti biaya peluang . pportunity cos. yang tidak selalu tercermin dalam laporan keuangan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap teori biaya sangat penting bagi perusahaan untuk mengambil keputusan produksi dan investasi yang tepat. Jenis-jenis biaya dalam teori biaya membagi biaya produksi ke dalam berbagai jenis, yaitu biaya tetap (Fixed Cos. , biaya yang tidak berubah meskipun volume produksi berubah, seperti biaya sewa gedung, penyusutan alat, dan gaji manajerial. Biaya variabel (Variable Cos. adalah biaya yang berubah seiring dengan perubahan tingkat produksi, seperti bahan baku dan upah tenaga kerja langsung. Biaya total (Total Cos. adalah jumlah dari biaya tetap dan biaya variabel pada tingkat output tertentu. Biaya rata-rata (Average Cos. adalah total biaya yang dibagi dengan jumlah unit output yang diproduksi. Biaya marginal (Marginal Cos. adalah tambahan biaya untuk memproduksi satu unit output tambahan. Konsep-konsep ini menjadi dasar bagi analisis biaya dalam proses produksi dan membantu perusahaan menentukan tingkat produksi yang optimal. Hubungan biaya dan output yaitu salah satu konsep utama dalam teori biaya adalah hubungan antara biaya dan output. Ketika perusahaan memproduksi lebih banyak output, biaya variabel akan meningkat, namun biaya tetap tetap konstan. Pada awalnya, biaya rata-rata cenderung menurun karena adanya efisiensi skala dan pembagian biaya tetap ke lebih banyak unit. Namun, setelah titik tertentu, biaya rata-rata mulai meningkat karena hukum hasil yang menurun . aw of diminishing Teori ini menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, terdapat keterbatasan dalam menambah faktor produksi tetap. Laba bersih merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang menunjukkan keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam suatu periode tertentu setelah dikurangi semua beban, termasuk biaya produksi, biaya operasional, bunga, dan pajak. Menurut Mardiasmo . , laba bersih adalah keuntungan bersih perusahaan setelah dikurangi seluruh biaya dan pajak yang berlaku. Laba bersih mencerminkan kinerja keuangan perusahaan dan menjadi indikator utama dalam menilai profitabilitas suatu entitas bisnis. Biaya produksi adalah seluruh pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam proses pembuatan barang atau jasa. Biaya ini meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Menurut Mulyadi . , biaya produksi memiliki pengaruh langsung terhadap laba perusahaan, karena semakin tinggi biaya yang dikeluarkan, maka akan semakin kecil potensi laba jika harga jual tetap. Biaya operasional mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menunjang aktivitas operasional sehari-hari perusahaan, seperti biaya pemasaran, administrasi, dan distribusi. Garrison dan Noreen . menyatakan bahwa biaya operasional yang efisien akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan margin laba yang sehat. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 07. No. Juli 2025 Hubungan antara Biaya Produksi. Biaya Operasional, dan Laba Bersih Secara teoritis, baik biaya produksi maupun biaya operasional merupakan komponen yang secara langsung memengaruhi laba bersih. Jika biaya-biaya ini dapat ditekan atau dikelola secara efisien, maka laba bersih perusahaan dapat meningkat. Sebaliknya, pembengkakan pada salah satu jenis biaya dapat menggerus keuntungan. Oleh karena itu, pengelolaan biaya menjadi kunci dalam mempertahankan atau meningkatkan profitabilitas perusahaan. Teori Akuntansi Keuangan Menurut teori ini, laba adalah ukuran akuntansi dari kinerja perusahaan yang digunakan untuk pengambilan keputusan ekonomi oleh investor, manajer, dan kreditor. Teori Nilai Pemegang Saham (Shareholder Value Theor. Teori ini menyatakan bahwa laba bersih merupakan ukuran penting dalam menciptakan nilai bagi pemegang saham. Perusahaan yang mampu meningkatkan laba bersih secara konsisten akan meningkatkan nilai perusahaan di mata investor. METODE Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif asosiatif. Menurut Sugiyono . , penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, dengan tujuan menguji hipotesis yang telah Pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan variabel biaya produksi, biaya operasional, dan laba bersih, sedangkan pendekatan verifikatif digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel-variabel tersebut. Objek dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan sub sektor manufaktur industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019Ae2023. Objek ini dipilih karena data keuangan tersebut mencerminkan kinerja operasional dan efisiensi biaya perusahaan, yang relevan untuk dianalisis dalam konteks pengaruh terhadap laba bersih dan variabel yang mempengaruhi laba bersih yaitu biaya produksi, biaya operasional dan laba bersih perusahaan. Pengumpulan data merupakan tahap penting dalam proses penelitian, di mana peneliti mengakses dan memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis. Menurut Darwin, dkk. , kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan melibatkan peneliti secara langsung maupun tidak langsung terhadap objek penelitian, baik melalui observasi, pemberian pertanyaan, maupun telaah terhadap sumber tertulis yang tersedia. Data yang dikumpulkan mencakup p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 07. No. Juli 2025 variabel independen . dan variabel dependen . , serta dapat bersumber dari data primer maupun sekunder tergantung kebutuhan penelitian. Sebelum proses pengumpulan data dilakukan, peneliti wajib memastikan bahwa instrumen yang digunakan telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, sehingga data yang diperoleh dapat dipercaya dan sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengumpulan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi dan studi kepustakaan, karena data yang dianalisis berasal dari laporan keuangan perusahaan yang telah dipublikasikan secara terbuka. Teknik Data Sekunder Data sekunder adalah data yang tidak dikumpulkan secara langsung oleh peneliti, melainkan berasal dari sumber yang telah tersedia sebelumnya. Menurut Sekaran dan Bougie . , data sekunder merupakan data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain dan biasanya digunakan kembali untuk keperluan penelitian lain, asalkan tetap relevan. Data sekunder dapat berbentuk laporan, arsip resmi, tabel statistik, grafik, maupun hasil dokumentasi lain yang telah tersedia dalam format cetak maupun digital. Dalam konteks penelitian ini, data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dari perusahaan sub sektor manufaktur makanan dan minuman yang go public di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan dapat diakses melalui situs resmi w. IV. HASIL DAN DISKUSI Hasil Regresi Data Panel Hasil Uji Statistik Deskriptif (Dinyatakan dalam Jutaan Rupia. Descriptive Statistics N Minimu Maximu Mean Sumber: Data SPSS 27 BIAYA PRODUKSI BIAYA 75 176910 5207575 Std. Deviation 1558530 21441140 149542108 LABA BERSIH 507794 60535593 539938040 Valid N . OPERASIONAL p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 07. No. Juli 2025 Pada Tabel 4. 6 diatas, kolom N menunjukan jumlah data yang digunakan, yaitu sebanyak 75 sample, terdiri dari 15 perushaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019Ae2023 dan sudah sesuai dengan kriteria untuk dijadikan sample penelitian. Penjelasan mengenai gambaran variabelvariabel penelitian ini adalah sebagai berikut: Variabel biaya produksi memiliki nilai minimum sebesar 176. 910 dan nilai maksimum sebesar 5. Selain itu, variabel biaya produksi memiliki nilai mean sebesar 2. 124,45 dengan standar deviasi sebesar 1. 037,097. Variabel biaya operasional memiliki nilai minimum sebesar 96. 029 dan nilai maksimum sebesar 1. 530 Selain itu, variabel biaya operasional memiliki nilai mean sebesar 21. 140 dengan standar deviasi sebesar 149. 542,108. Variabel laba bersih memiliki nilai minimum sebesar 957 dan nilai maksimum 794 Selain itu, variabel laba bersih memiliki nilai mean sebesar 411,40 dengan standar deviasi sebesar 149. 542,108. 3 Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda bertujuan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini, analisis regresi berganda yang digunakan untuk memprediksi hubungan pengaruh variabel penelitian yaitu biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih. Hasil dari uji analisis regresi linier berganda pada Tabel 4. 12 di bawah ini: Hasil dari uji parsial ditujukan pada Tabel 4. 13 dibawah ini: Tabel 4. Uji Parsial (Uji . Sumber: Data diolah dengan SPSS 27 p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 07. No. Juli 2025 Berdasarkan hasil pada Tabel 4. 13 dapat dijelaskan sebagai berikut: Berdasarkan hasil pada Tabel 4. 13 dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai t tabel dicari dengan posisi horizontal /2 = 0,025 dan posisi vertikal df = n Oe k Oe 1 = 75 Oe 2 Oe 1 = 72. Hasil t tabel adalah sebesar 1,99346. Variabel Biaya Operasional Nilai t hitung variabel Biaya Operasional adalah sebesar 3,896 dengan signifikansi < 0,001. Karena t hitung . > t tabel . ,99. dan nilai signifikansi (< 0,. < 0,05, maka hal ini menunjukkan bahwa variabel Biaya Operasional memiliki arah hubungan positif dan berpengaruh signifikan terhadap Laba bersih . ariabel Y). Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa Biaya Operasional berpengaruh signifikan terhadap Y diterima. Variabel Biaya Produksi Nilai t hitung variabel Biaya Produksi adalah sebesar 2,996 dengan signifikansi 0,004. Karena t hitung . > t tabel . ,99. dan nilai signifikansi . < 0,05, maka hal ini menunjukkan bahwa variabel Biaya Produksi juga memiliki arah hubungan positif dan berpengaruh signifikan terhadap laba bersih (Y). Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa Biaya Produksi berpengaruh signifikan terhadap laba bersih (Y) diterima. 2Uji Hipotesis Simultan (Uji F) Uji F dilakukan untuk mengukur ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual secara statistik. Model goodness of fit dapat diukur dari nilai statistik F yang menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Kriteria pengujian ini adalah sebagai berikut: Jika nilai Fhitung < Ftabel atau nilai signifikan > 0,05 maka uji model ini tidak layak untuk digunakan pada penelitian. Jika nilai Fhitung > Ftabel atau signifikan < 0,05 maka uji model ini layak untuk digunakan pada penelitian. Hasil pengujian uji F ditunjukkan pada Tabel 4. 14 di bawah ini: Tabel 4. Uji Kelayakan Model (Uji F) p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 07. No. Juli 2025 Berdasarkan hasil pada Tabel 4. 14 di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai F tabel dicari dengan tingkat signifikansi = 5%, dengan df1 = k = 2 . umlah variabel independe. dan df2 = n Oe k Oe 1 = 75 Oe 2 Oe 1 = 72. Hasil F tabel adalah sebesar 3,124. Hasil perhitungan menunjukkan nilai F hitung sebesar 16,201 dengan nilai signifikansi < 0,001. Karena F hitung . > F tabel . dan nilai signifikansi (< 0,. < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Biaya Produksi dan Biaya Operasional secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel Transform_Y pada perusahaan sub sektor yang diteliti. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa Biaya Produksi dan Biaya Operasional berpengaruh secara simultan terhadap Transform_Y diterima karena nilai F hitung . > F tabel . dan signifikansi < 0,05. KESIMPULAN Biaya produksi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019Ae2023. Berdasarkan hasil uji t pada Tabel 4. 13, nilai t hitung sebesar 2,996 lebih besar dari t tabel 1,99346 dan nilai signifikansi 0,004 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan atau penurunan biaya produksi berpengaruh terhadap perubahan laba bersih yang diperoleh perusahaan. Biaya operasional terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019Ae2023. Berdasarkan hasil uji t pada Tabel 4. 13, nilai t hitung sebesar 3,896 lebih besar dari t tabel 1,99346 dengan nilai signifikansi < 0,001 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa kenaikan biaya operasional pada perusahaan akan berdampak pada kenaikan laba yang diperoleh, sedangkan penurunan biaya operasional dapat menurunkan laba bersih. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 07. No. Juli 2025 Biaya produksi dan biaya operasional terbukti berpengaruh positif dan simultan terhadap laba bersih pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019Ae2023. Hasil uji F pada Tabel 4. 14 menunjukkan nilai F hitung sebesar 16,201 lebih besar dari F tabel 3,124, dengan nilai signifikansi < 0,001 < 0,05. Artinya, secara bersama-sama, biaya produksi dan biaya operasional berpengaruh signifikan terhadap laba bersih dan secara simultan dapat meningkatkan laba yang diperoleh perusahaan. REFERENCES