JURNAL FARMAMEDIKA (Pharmamedica Journa. Vol. 10 No. Desember 2025:157-161 PENGARUH EDUKASI APOTEKER TERHADAP PENGETAHUAN PASIEN TERKAIT BEYOND USE DATE DI APOTEK KOTA SEMARANG Chilmia Nurul Fatiha1*. Dita Clara Saputri2. Zamal Daud Dhandy Kusuma3 Program Studi Sarjana Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas Islam Sultan Agung. Jl. Raya Kaligawe Km 4. Semarang. Indonesia, 50112 Program Studi Profesi Apoteker. Fakultas Farmasi. Universitas Islam Sultan Agung. Jl. Raya Kaligawe Km 4. Semarang. Indonesia, 50212 Apotek Waras Barokah. Jl. Fatmawati No. Semarang. Indonesia, 50273 Korespondensi: chilmia@unissula. ABSTRAK Beyond use date (BUD) dan expired date (ED) tentunya berbeda, dimana ED dicantumkan oleh industri farmasi sedangkan BUD tidak selalu tercantum. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan pasien di Apotek Waras Barokah Semarang terkait BUD dan ED. Data dikumpulkan dengan metode one grup pretest postest dan diukur menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi. Sampel ditentukan dengan total sampling dan didapatkan 50 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Sebelum edukasi tingkat pengetahuan responden dikategorikan 43,2% kurang, 43,2% cukup, dan 13,5% baik sedangkan setelah edukasi diperoleh 100% baik. Hasil pretest dan postest dianalisis dengan wilcoxon test untuk mengetahui pengaruh edukasi dalam meningkatkan pengetahuan, didapatkan hasil signifikansi wilcoxon test 0,000 (<0,. Dapat diambil kesimpulan bahwa edukasi apoteker memiliki pengaruh signifikan terhadap pengetahuan pasien terkait BUD di apotek. Kata kunci: edukasi, apoteker, beyond use date, expired date, tingkat pengetahuan, obat. ABSTRACT Beyond use date and expired date are certainly different, where ED is listed by the pharmaceutical industry while BUD is not always listed. This study aimed to determine the impact of pharmacist education on patient knowledge in pharmacy in Semarang city. Data were collected use the one group pretest posttest method and measured trough validated questionnaire. The sample was determined by total sampling and 50 respondents were obtained based on inclusion and exclusion criterias. Before education, the level of knowledge of respondents were categorized as 43. 2% poor, 43. 2% sufficient, 5% good, while after education 100% was good. The results of the pretest and posttest were analyzed using the Wilcoxon test to determine the effect of education in increasing knowledge, the Wilcoxon test significance result was 0. 000 (<0. It can be concluded that pharmacist education has a significant influence on patient knowledge regarding BUD in pharmacies. Keywords: education, pharmacist, beyond use date, expired date, knowledge level, medicine. PENDAHULUAN Expired date (ED) adalah tanggal kadaluwarsa dari suatu sediaan obat yang tercantum di kemasan obat . Beyond Use Date (BUD) obat merupakan batas waktu obat dapat digunakan setelah dilakukan peracikan, penyiapan atau setelah kemasan primer obat telah dibuka atau rusak . Obat yang sudah ED tidak boleh digunakan karena zat aktif pada obat telah terdegradasi atau potensi dari obat menurun, sehingga obat tidak bermanfaat dan akan membahayakan kesehatan, mutu, keamanan dan khasiat dari obat tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan . BUD adalah salah satu informasi penting yang harus ditambahkan pada label obat untuk mengetahui batas obat tersebut dapat digunakan. BUD yang penting mempengaruhi kualitas obat untuk mendapatkan efek terapeutik yang diharapkan . 158 Chilmia Nurul Fatiha et al. , (Pengaruh Edukasi Apoteker Terhadap Pengetahuan A. Penelitian sebelumnya memberikan hasil bahwa 97% responden tidak mengetahui tentang BUD . Expiration Date (ED) obat setelah dibuka seringkali dianggap sama dengan Expiration Date (ED) obat sebelum dibuka. Pada kenyataannya Expiration Date (ED) obat tersebut sudah berubah. Ketidaksesuaian perilaku masyarakat dalam penyimpanan obat disebabkan oleh rendahnya tingkat pengetahuan. Pentingnya pengetahuan masyarakat tentang Beyond Use Date dan Expired Date sehingga peneliti memiliki ketertarikan untuk meneliti pengetahuan pasien di Apotek Waras Barokah Semarang terkait BUD dan ED. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan one group pretest postest dimana pasien diberikan edukasi mengenai BUD dan ED dengan leaflet. Sebelum dan susudah edukasi, pengetahuan pasien diukur menggunakan kuesioner. Analisis: Analisis tingkat pengetahuan pasien dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 25. Dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas serta wilcoxon test untuk melihat perbedaan sebelum dan setelah pasien diberikan edukasi mengenai BUD dan ED. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di Apotek Waras Barokah Semarang dengan sampel sejumlah 50 responden yang sesuai kriteria inklusi dan Hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen tingkat pengetahuan menunjukkan nilai r hitung > r tabel . dan CronbachAos alpha 0,763 (>0,. Sehingga kuesioner dinyatakan valid dan reliabel. Karakteristik demografi responden sebagai berikut. METODE PENELITIAN Penelitian ini telah mendapatkan izin oleh komisi bioetika penelitian Fakultas Kedokteran No. 269/VII/2024/Komisi Bioetik. Alat: Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari 10 pertanyaan mengenai pengetahuan penyimpanan obat, pengertian BUD, pengertian ED. BUD sediaan semi solid. BUD sediaan cair. BUD sediaan padat, dan mengenai petugas kesehatan. Kategori Tabel 1. Karakteristik demografi responden Jumlah Responden Persentase Usia 18 tahun Ae 26 tahun 27 tahun Ae 35 tahun 36 tahun Ae 43 tahun 44 tahun Ae 52 tahun Laki laki Perempuan Ibu rumah tangga Wiraswasta Mahasiswa PNS Lain lain Jenis kelamin Agama Islam Pekerjaan JURNAL FARMAMEDIKA (Pharmamedica Journa. Vol. 10 No. Desember 2025:157-161 159 Chilmia Nurul Fatiha et al. , (Pengaruh Edukasi Apoteker Terhadap Pengetahuan A. Pendidikan terakhir SMA/Sederajat Diploma Pada tabel 1, mayoritas responden berusia 18 Ae 26 tahun . %), faktor usia berpengaruh pada tingkat pengetahuan individu, umumnya pada usia produktif pasien memiliki daya tangkap dan pola pikir berkembang, maka lebih mudah terlibat dalam kegiatan sehingga memiliki keinginan yang besar untuk mengetahui tentang BUD dan ED . Jenis kelamin responden didominasi perempuan . %), dikarenakan pasien dengan jenis kelamin perempuan mempunyai respon dan tingkat kesediaan yang tinggi untuk berpartisipasi dalam penelitian dibandingkan dengan pasien dengan jenis kelamin laki-laki . Responden didominasi dengan agama islam . %). Pekerjaan responden didominasi sebagai mahasiswa . %), interaksi dan intensitas individu dengan satu sama lain yang semakin luas juga akan meningkatkan paparan informasi. pekerjaan akan berpengaruh pada cara seseorang dalam mencari informasi, dimana pengetahuan juga akan meningkat Pendidikan terakhir responden didominasi dengan S1 . %), dimana semakin tinggi pendidikan maka pengetahuan juga akan meningkat . Selain itu, berpengetahuan luas juga dapat mempengaruhi cara berpikir dan kemampuan kognitif sehingga mempermudah untuk memahami mengenai BUD dan ED . Tabel 2. Distribusi jawaban Kuesioner No. Indikator Pernyataan Pretest Benar Salah . %) . %) Posttest Benar Salah . %) . %) Penyimpanan obat di rumah Pengertian Beyond Use Date Pengertian expiration date BUD sediaan semi padat BUD sediaan cair BUD sediaan padat Kerusakan kapsul Kerusakan puyer Kerusakan racikan mengandung air Kerusakan puyer Diketahui sebelum dilakukan edukasi, mayoritas responden belum paham mengenai BUD, dilihat dari pertanyaan mengenai BUD terdapat 50 responden . %) yang menjawab . %) . %) . %) . %) . %) 50 . %) salah, namun sudah banyak responden yang mengetahui tentang ED, dilihat dari pertanyaan mengenai ED terdapat 43 respoden . %) yang menjawab benar. Responden rata-rata belum JURNAL FARMAMEDIKA (Pharmamedica Journa. Vol. 10 No. Desember 2025:157-161 160 Chilmia Nurul Fatiha et al. , (Pengaruh Edukasi Apoteker Terhadap Pengetahuan A. memahami ciri-ciri obat yang tidak boleh dikonsumsi kembali. Pengetahuan tentang batas waktu penggunaan obat yang tepat terkait dengan sediaan obat yang stabil dan bermutu. Salah satu faktor yang mempengaruhi kurangnya pengetahuan mengenai BUD yaitu petugas kesehatan yang belum memberikan Hal tersebut sejalan dengan penelitian (Noviani et al. , 2. , dimana terdapat 100% peserta yang menyatakan bahwa petugas kesehatan belum memberikan informasi mengenai BUD obat. Setelah dilakukan edukasi, terdapat peningkatan pengetahuan, dimana terdapat 47 responden . %) yang telah mengetahui tentang BUD, dan 50 responden . %) yang telah paham tentang ED, serta mengetahui tentang ciri sediaan obat yang sudah tidak layak diminum. BUD dan ED digunakan untuk menentukan batas waktu stabilitas obat. Sediaan obat dinyatakan stabil jika dapat mikrobiologi, terapetik dan toksikologi dari awal produksi hingga penyimpanan dan penggunaan. Jika stabilitas obat menurun, maka akan ada penurusan efektifitas serta keamanan obat, stabilitas obat diharapkan dapat terjamin pada saat penyimpanan dirumah serta saat penggunaan . erata = 57,. erata=94,. kurang (<. Gambar 1. Diagram perbandingan skor Berdasarkan rerata skor sebelum dan sesudah edukasi, diketahui terdapat peningkatan pengetahuan (Gambar . Pada saat pretest terdapat 16 responden . ,2%) dengan pengetahuan yang cukup, setelah dilakukan edukasi terdapat 50 responden . %) dengan pengetahuan yang baik, hal tersebut menandakan bahwa para responden menerima edukasi dengan baik sehingga dapat meningkatkan pengetahuan responden. Hal ini sesuai dengan penelitian (Nurbaety et al. , 2. didapatkan hasil kategori cukup . ,43%) dan meningkat setelah dilakukan edukasi menjadi kategori baik . Penyuluhan kesehatan memiliki pengaruh yang besar untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku, dimana sebuah penyuluhan kesehatan memiliki kaitan dengan perubahan yang bisa merubah perilaku serta membantu mencapai tujuan yang Pemberian penyuluhan kesehatan yang bertambah akan membuat perilaku semakin baik . Hasil pretest dan postest dianalisis dengan wilcoxon test untuk mengetahui pengaruh edukasi dalam meningkatkan pengetahuan, didapatkan hasil signifikansi wilcoxon test 0,000 (<0,. sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa ada perbedaan hasil pada pretest dan postest yang berarti terdapat pengaruh edukasi pada pengetahuan pasien di Apotek Waras Barokah Semarang terkait BUD dan ED. SIMPULAN siginifikan terdapat pengetahuan pasien terkait BUD di apotek kota Semarang. Tingkat pengetahuan responden sebelum edukasi apoteker sebanyak 43,2% kurang, 43,2% cukup, dan 13,5% baik sedangkan setelah edukasi diperoleh 100% baik Edukasi apoteker dengan media leaflet memiliki pengaruh UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada Program Studi Profesi Apoteker Unissula atas dukungan finansial dan fasilitas yang diberikan. JURNAL FARMAMEDIKA (Pharmamedica Journa. Vol. 10 No. Desember 2025:157-161 161 Chilmia Nurul Fatiha et al. , (Pengaruh Edukasi Apoteker Terhadap Pengetahuan A. DAFTAR PUSTAKA