SESAWI Article Histori: JURNAL TEOLOGI DAN PENDIDIKAN KRISTEN VOLUME 6. NO 2 JUNI 2025 Availble at: http://sttsabdaagung. Submited Reviewed Acepted Published : 24/03/2025 : 15/04/2025 : 13/06/2025 : 27/06/2025 INTEGRASI NILAI KARAKTER DALAM PROFESIONALISME GURU PAK BERDASARKAN 2 TIMOTIUS 2:24-25 Yunita Edrodanti Tefa,A Endang Nuryanti Fay,A Melyarmes Hodner KuanineA Email korespondensi: melyarmeskuanine@gmail. Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Soe,AA Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung SurabayaA Abstract Christian Religious Education (PAK) teachers are individuals who are called to represent Christ in the world of education, both through teaching, behavior, and their daily In their role. PAK teachers not only transfer biblical knowledge, but also become role models in living out Christian values in 2 Timothy 2:24-25 which reflect the foundation of character that PAK teachers should have in carrying out their profession. This study uses a library study method and literature relevant to teacher professionalism. The results of the study show that the professionalism of PAK teachers is not only measured through academic competence, but also through spiritual integrity and Christian character. The book of 2 Timothy 2:24Ae25 provides a strong theological foundation for forming the professional attitudes of PAK teachers who not only teach, but also guide with love, patience, and divine wisdom. Keywords: Character Values. Professionalism. PAK Teachers, 2 Timothy 2:24-25 Abstrak Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) adalah pribadi yang dipanggil untuk mewakili Kristus dalam dunia pendidikan, baik melalui pengajaran, perilaku, maupun sikap hidupnya sehari-hari. Dalam perannya, guru PAK tidak hanya mentransfer pengetahuan Alkitab, tetapi juga menjadi teladan dalam menghidupi nilai-nilai Kristiani dalam 2 Timotius 2:24-25 yang mencerminkan landasan karakter yang seharusnya dimiliki guru PAK dalam menjalankan profesinya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan yaitu menggunakan literatur yang relevan dengan profesionalisme guru. Hasil penelitian menunjukkan profesionalisme guru PAK tidak hanya diukur melalui kompetensi akademik, tetapi juga melalui integritas spiritual dan karakter Kristiani. Kitab 2 Timotius 2:24Ae25 memberikan fondasi teologis yang kuat untuk membentuk sikap profesional guru PAK yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dengan kasih, kesabaran, dan hikmat Kata Kunci: Nilai Karakter. Profesionalisme. Guru PAK, 2 Timotius 2:24-25 PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan masa kini, profesionalisme guru menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Guru bukan hanya dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan mengajar yang baik, tetapi juga harus CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. memiliki karakter dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai etis dan spiritual, khususnya bagi guru pendidikan agama Kristen (PAK). Tugas guru PAK tidak sebatas mentransfer pengetahuan agama, tetapi juga membentuk karakter Kristiani dalam diri siswa melalui keteladanan hidup dan sikap yang mencerminkan kasih, kesabaran, dan integritas. 1 Dalam konteks inilah, kitab 2 Timotius 2:24Ae25 memberikan dasar yang kuat untuk memahami sikap profesionalisme yang seharusnya dimiliki oleh guru PAK. Ayat tersebut menekankan kualitas-kualitas utama yang seyogianya melekat pada seorang pengajar, yakni tidak suka bertengkar, ramah, sabar, cakap mengajar, dan lemah lembut. Nilai-nilai ini merupakan pilar penting dalam membangun profesionalisme yang tidak hanya berbasis kompetensi, tetapi juga berakar dalam karakter Kristiani. Namun dalam praktiknya, tidak semua guru PAK menampilkan sikap profesionalisme yang sesuai dengan prinsip-prinsip alkitabiah tersebut. Masih ditemukan guru yang mengajar dengan sikap otoriter, kurang sabar terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar, atau tidak menunjukkan keteladanan hidup yang selaras dengan ajaran Kristus. Hal ini menjadi tantangan serius, mengingat guru PAK memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai iman Kristen sejak dini kepada peserta didik. Pendidik agama Kristen harus lebih proaktif dalam memulihkan, meningkatkan, dan mengembangkan pendidik Kristen dan lembaga pendidikan yang kompeten. Terdapat banyak cara untuk mengevaluasi kinerja pendidikan, tetapi peran guru adalah salah satu yang paling penting. Generasi penerus yang akan membentuk masa depan negara, namun generasi itu bergantung pada mereka yang mendidiknya sekarang. Namun kenyataannya, secara universal sistem pendidikan yang semestinya melindungi pendidik dan memberi dukungan dalam menjalankan tugas, justru malah menjadi ancaman tersendiri bagi para Kasus guru Supriyani ini menjadi contoh betapa riskannya profesi guru di era saat ini, khususnya bagi para guru honorer yang perjuangannya dalam menjalankan tugas sangat 4 Selain itu, seorang oknum guru di Sabu Raijua-NTT melakukan pencabulan terhadap puluhan murid dengan memperlihatkan video mesum atau porno. Oknum tersebut pun yang notabene menyandang status agama Kristen. Kasus di atas, menunjukkan bahwa perilaku pendidik dan agama yang melekat padanya mendapat sorotan karena pelajaran agama kurang maksimal membantu siswa Indah Istapawati. AuKeteladanan Guru Pendidikan Agama Kristen Yang Memiliki Karakter Kristus Terhadap Peserta Didik Di Sekolah,Ay Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol. No. 1 (Juni 2. : 14Ae https://doi. org/10. 38189/jan. Lilis Ermindyawati. AuPeranan Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Perilaku Siswa-Siswi,Ay Jurnal FIDEI. Vol. No. 1 (Juni 2. : 40Ae61. https://doi. org/10. 34081/fidei. Fermina Laia. AuPentingnya Keteladanan Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pembentukan Karakter Siswa,Ay Inculco Journal of Christian Education 3. No. : 301Ae13, https://doi. org/10. 59404/ijce. Dokumentasi Andri. Kasus Supriyani Contoh Rentannya Profesi Guru Dikriminalisasi, https://emedia. id/2024/10/28/kasus-supriyani-contoh-rentannya-profesi-guru-dikriminalisasi/. Diakses tanggal 12 Februari 2025, pukul 09. AuGuru Cabuli Puluhan Siswa SD Di NTT Terancam Penjara 15 Tahun Baca Artikel CNN Indonesia AGuru Cabuli Puluhan Siswa SD Di NTT Terancam Penjara 15 TahunA Selengkapnya Di Sini: Https://w. Cnnindonesia. Com/Nasional/20250531033234-12-1234889/Guru-Cabuli-Pulu,Ay 2025, https://w. com/nasional/20250531033234-12-1234889/guru-cabuli-puluhan-siswa-sd-di-nterancam-penjara-15-tahun. Diakses tanggal 30 Mei 2025 CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. menjadi serupa dengan Kristus. Pendidik Kristen harus menganggap realitas ini perlu diperhatikan untuk menjaga keberhasilan proses pendidikan dalam agama Kristen, karena tanggung jawab dan tugas guru sangat penting dalam mengintegrasikan nilai Kristiani dalam pembelajaran. Masengi menegaskan bahwa, oleh karena begitu vitalnya tugas dan fungsi guru, maka pendidikan Kristen juga harus melihat prinsip ini menjadi sesuatu yang mendesak untuk keberlangsungan proses pendidikan yang baik di dalam Kekristenan. Arifianto dan Berlian Haan melihat segi profesionalisme guru sebagai sasaran umum yang menggambarkan suatu kondisi, nilai, tujuan dan kualitas pengetahuan dalam bidang pengajaran agama Kristen sehingga siswa menjadi pribadi yang taat. 7 Panjaitan dan Mustikawati menekankan bahwa guru profesional adalah seseorang yang memiliki keahlian dan pengetahuan yang khas di bidang pendidikan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. Oleh sebab itu, gambaran di atas secara ringkas dipahami bahwa, hasil kajian Masengi berorientasi pada kompetensi guru PAK secara umum, kemudiaan Arifianto dan Berlian Haan menegaskan pandangan mereka pada aspek keteladanan guru PAK yang bersumber dari alkitab. Selanjutnya Panjaitan dan Mustikawati mendasarkan gagasan mereka pada penguasan pengetahuan dan implementasi dalam pengajaran. Selain daripada itu. Joko Prihanto dkk lebih spesifik dan mengerucut pada aspek spiritual dan pengalaman iman, namun pandangan mereka juga masih terbatas pada konsep pengajaran iman Kristen secara teoritis atau gagasan pribadi tanpa menyoroti salah satu dasar alkitab yang menjadi dasar gagasan mereka mengenai keterampilan yang diperlukan untuk melakukan kegiatan pendidikan dan pengajaran yang memenuhi kriteria sebagai guru profesional. Dengan demikian cukup jelas bahwa sebagian besar penelitian mengenai profesionalisme guru lebih berfokus pada standar pedagogis umum, kompetensi akademik, dan keterampilan manajerial. Namun, kajian yang secara khusus membahas profesionalisme guru pendidikan agama Kristen (PAK) dalam perspektif 2 Timotius 2:24Ae 25 masih terbatas. Sampai saat ini, belum banyak penelitian yang secara khusus mengkaji profesionalisme guru PAK dari sudut pandang karakter alkitabiah sebagaimana dicontohkan dalam 2 Timotius 2:24Ae25. Oleh karena itu, ayat ini menekankan karakter seperti kelemahlembutan, kesabaran, dan kemampuan mengajar yang sering kali tidak menjadi pusat perhatian dalam teori profesionalisme umum. Alasan mendasar inilah Fengky Luky Masengi. AuPendidikan Agama Kristen Dan Pertumbuhan Gereja (Studi Deskriptif Di Gereja Pantekosta Di Indonesia Jemaat Ekklesi. ,Ay Jurnal Pendidikan Agama Katekese dan Pastoral (Lume. Vol. No. 1 (Juni 2. : 111Ae122. https://ejurnal. id/index. php/lumen/article/view/67/78 Ester Berlian Haan dan Yonatan Alex Arifianto. AuProfesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Tinjauan Alkitabiah Upaya Teladan Guru Masa Kini,Ay Shalom: Jurnal Teologi Kristen. Vol. No. 1 (Juni 2. : 15Ae26. https://doi. org/10. 56191/shalom. Mustikawati dan Natalia Panjaitan. AuPengaruh Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Siswa Kelas X MIA3 SMAN 11 Pekanbaru Tahun Ajaran 2018/2019,Ay Asteros Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol. No. 1 (Juli 2. : 52Ae69. https://ejournal. stt-star. id/index. php/asteros/article/view/12 Joko Prihanto. Fitri Duma Pakpahan, and Doni Pranata Tarigan. AuPeran Kode Etik Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen,Ay Journal of Industrial Engineering & Management Research. Vol. No. : 157Ae63, http://w. CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. menjadi peluang bagi peneliti dalam menyoroti integrasi nilai karakter dalam profesionalisme guru PAK dalam perspektif 2 Timotius 2:24-25. METODE PENELITIAN Dalam menjawab permasalahan penelitian ini, penulis menggunakan teknik studi Tahap awal pada kajian ini, penulis melakuan reduksi data dimana peneliti melakukan proses menyederhanakan, mengorganisir dan mengurangi jumlah data yang ada, sehingga data menjadi lebih relevan dan mudah dipahami terkait dengan penelitian ini mencakup analisis eksegetis terhadap 2 Timotius 2:24Ae25, dengan tujuan menggali nilainilai karakter yang dituntut dari seorang hamba Tuhan, khususnya dalam hal kelemahlembutan, kesabaran, pengajaran yang benar, dan sikap tidak suka bertengkar. Teks ini menjadi fondasi teologis bagi konsep profesionalisme guru PAK. Proses ini peneliti lakukan untuk menghilangkan data yang tidak sesuai atau tidak relevan agar analisis data menjadi lebih fokus dan efisien seputar nilai-nilai karakter yang diidentifikasi dari teks Alkitab dikaji dalam konteks karakter Kristen seperti kasih, kerendahan hati, kesabaran, dan integritas. Kajian ini menggunakan sumber-sumber literatur teologis dan etika Kristen untuk menjelaskan makna dan relevansi nilai-nilai tersebut bagi kehidupan dan pelayanan Selain itu, peneliti mereduksi data dengan suatu bentuk analisis yang menajamkan, membuang data yang mengorganisasi data sehingga kesimpulan final dapat diambil dan diverifikasi mengenai kajian yang menyoroti pengertian dan unsur-unsur profesionalisme dalam konteks pendidikan Kristen, seperti kompetensi pedagogis, integritas moral, tanggung jawab rohani, serta kemampuan relasional dan komunikatif guru PAK. Penelitian juga menelaah standar profesional guru menurut perspektif pendidikan nasional dan pendidikan iman Kristen. Kemudiaan peneliti melakukan penyajian data melalui proses menyusun data yang telah dikumpulkan, diolah agar mudah dipahami dan dianalisis sejalan dengan nilai-nilai karakter hasil kajian Alkitab dengan prinsip profesionalisme guru PAK. Model integrasi dikembangkan melalui pendekatan normatif-teologis dan deskriptif-kualitatif, dengan mempertimbangkan relevansi penerapannya dalam konteks pembelajaran PAK di sekolah. HASIL DAN PEMBAHASAN Timotius seorang pengikut rasul Paulus menjadi contoh sikap seorang guru pendidikan agama Kristen. Nasihat utama yang diberikan kepada Timotius sebagai rekan kerja dan penolong agar Timotius terus melayani sebagai pengajar dan pewarta Injil dari Allah. Timotius dinasihati agar terus dengan setia membagikan berita tentang Tuhan Yesus Kristus dan berpegang pada ajaran-ajaran Kitab Suci. Surat ini ditulis untuk mendorong Timotius memberitakan Injil dan menggantikan Paulus sebagai rasul Kristus. Timotius didesak mengikuti jejak Paulus dengan meneladani imannya kepada Kristus serta kesabaran, kasih dan keteguhan melayani walaupun akan diperhadapkan dengan penderitaan dan penganiayaan. Paulus mengungkapkan keinginannya agar Timotius CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. menggantikannya dalam surat ini, yang konon ditulis saat ia mendekati akhir hidupnya. Dari gambaran sikap yang dimiliki Timotius dapat dijadikan teladan dan rujukan profesionalisme untuk guru pendidikan agama Kristen yaitu: Tidak Boleh Bertengkar Dalam bahasa Yunani, ungkapan "hamba Tuhan tidak boleh bertengkar" dapat diterjemahkan menjadi "C a sC oA" . uden eristikos tou doulou tou Theo. Ini berarti "tidak boleh ada . yang bertengkar dari hamba Tuhan. Kata a . berarti "tidak ada" atau "sesuatu pun". Sedangkan kata a . berarti "bertengkar", "suka bertengkar", atau "yang menimbulkan pertengkaran". Selanjut sC oA . ou doulou tou Theo. berarti "dari hamba Tuhan". oA (Theo. adalah bentuk genitif dari "oAUA (Theo. " yang berarti "Tuhan" sC . berarti "hamba", "pelayan". Jadi secara keseluruhan, ungkapan ini menekankan bahwa seorang hamba Tuhan tidak boleh menunjukkan perilaku bertengkar atau yang menimbulkan pertengkaran, tetapi harus memiliki sikap yang ramah, sabar, dan penuh kasih kepada semua orang. Sejalan dengan gambaran di atas, dalam konteks seorang guru pendidikan agama Kristen (PAK) adalah pribadi yang dipanggil untuk mewakili Kristus dalam dunia Pendidikan baik melalui pengajaran, perilaku maupun sikap hidupnya sehari-hari. Dalam perannya, guru PAK tidak hanya mentransfer pengetahuan Alkitab, tetapi juga menjadi teladan dalam menghidupi nilai-nilai Kristiani. Salah satu nilai penting yang harus dijunjung tinggi adalah tidak suka bertengkar atau suka membantah. Dalam 2 Timotius 2:24-25 (TB). Rasul Paulus menasihati "Sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan. " Ayat ini secara langsung menunjukkan bahwa seorang hamba Tuhan . ermasuk guru PAK) tidak boleh bertengkar karena pertengkaran merusak kesaksian iman. Selain itu, bertolak belakang dengan buah Roh, seperti kelemahlembutan, kesabaran, dan kasih (Galatia 5:22-. , tidak membangun tubuh Kristus, melainkan memperkeruh hubungan. Guru yang tidak suka bertengkar menunjukkan sikap rendah hati, sabar, dan mampu mengendalikan diri, mencerminkan karakter Kristus yang penuh kasih dan pengampunan. Pertengkaran menciptakan ketegangan dan rasa takut di kelas. Sebaliknya, sikap lembut dan penuh pengertian membangun lingkungan belajar yang sehat dan mendukung pertumbuhan spiritual siswa. Guru PAK dipanggil untuk membimbing siswa dalam menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat, bijak, dan alkitabiah. Dengan demikian aplikasi praktis dalam konteks mengajar adalah dengan menghindari debat yang tidak membangun, terutama dalam perbedaan pendapat, menanggapi siswa dengan sabar, meskipun mereka bersikap keras kepala atau sulit diatur, berdoa sebelum merespons konflik agar dapat merespons dalam pimpinan Roh Kudus, mengutamakan kasih dan pengertian, bukan emosi atau pembelaan diri. Seorang guru agama Kristen dipanggil untuk tidak bertengkar karena pertengkaran tidak mencerminkan kasih Kristus dan tidak membangun kehidupan rohani peserta didik. Nely Nely dan Femi Mariance Atonis. AuPeran Guru Sebagai Orang Tua Rohani Berdasarkan Surat 1 dan II Timotius,Ay Institutio : Jurnal Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. 1 (Januari 2. : 1Ae https://doi. org/10. 51689/it. CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Dengan bersikap lembut, sabar, dan menghindari konflik yang tidak perlu, guru PAK menjadi terang di tengah dunia pendidikan serta membawa damai dalam relasi pengajar dan peserta didik. Cakap mengajar Kalimat "cakap mengajar" dalam 2 Timotius 2:24 diterjemahkan sebagai "U" . Kata ini berasal dari kata "didaktikos" . , yang berarti "yang dapat diajarkan", "cakap mengajar", atau "yang cocok untuk mengajar". Kata UA . adalah bentuk adjektif yang menggambarkan seseorang atau sesuatu yang memiliki kemampuan atau kecenderungan untuk mengajar. Kalimat ini bisa merujuk pada sifat seorang guru atau orang yang ahli dalam mengajarkan sesuatu. Kemudiaan U . merupakan bentuk netral dari adjektif di atas, yang digunakan dalam konteks 2 Timotius 2:24 untuk menggambarkan kualitas seorang hamba Tuhan yang harus memiliki kemampuan untuk mengajar dengan baik. Konteks 2 Timotius 2:24 cukup jelas menggambarkan sikap intrinsik seorang pelayan Tuhan yang berkualitas dalam kaitannya dengan orang lain atau sesama. Ia harus menunjukkan sikap yang cakap mengajar (U), mempunyai perilaku sabar, dan sikap lemah lembut untuk mengajar. " Dalam ayat ini. Paulus menasihati Timotius bahwa sosok hamba Tuhan tidak hanya harus ramah dan sabar, tetapi juga harus cakap mengajar. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang dipercaya untuk melayani Tuhan harus memiliki kemampuan untuk menjelaskan dan mengajarkan kebenaran Injil dengan Menurut kamus lengkap bahasa Indonesia, cakap berarti sanggup melakukan sesuatu, pandai dan mahir. Guru yang cakap mengajar menjadikan diri sebagai teladan hidup dan mampu mengajarkan kebenaran yang berdampak bagi diri siswa. Wenas et. al mengungkapkan bahwa mengetahui fungsi seorang guru dalam mendidik siswa merupakan kewajiban, sebab prinsip mengajar adalah salah satu bentuk seni memahami kepribadian siswa. Guru akan merasa gembira saat mengajar jika siswa serius menunjukkan prilaku belajar aktif di dalam kelas. Sebab kondisi ini akan jelas memperlihatkan hasil mengajar guru yang dapat memiliki dampak pada siswa melalui kepribadian guru. Arifianto dan Setiyowati menegaskan bahwa siswa akan mempercayai apa yang dikatakan guru dan menunjukkan minat belajar di kelas, apabila guru menggunakan otoritas dan mampu mengartikulasikan poin-poin utama sesi pembelajaran secara efektif. Artinya guru memahami tujuan pedagogik pengajaran yang memiliki target yang jelas dan membantu siswa memahami fokus utama pelajaran. 13 Di sini hak istimewa seorang guru terutama seorang guru Kristen diharapkan mahir dalam berbagai peran yang didukung dengan pengetahuan yang luas, terampil, menguasai materi pelajaran dan memahami kebutuhan dan keadaan siswa. Sulchan Yasyin. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, (Surabaya: Amanah, 1. Maria Lidya Wenas. Elsi Susanti Br Simamora. Maharin. Joni Apri Candra. Rifka Priskila. AuNilai-Nilai Kristiani Bagi Kompetensi Kepribadian Guru,Ay Skenoo:Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. 1 (Juni 2. : 1Ae10. https://journal. id/skenoo/article/view/3/1 Ester Putri Setiyowati dan Yonatan Alex Arifianto. AuHubungan Kompetensi Pedagogik Guru Dan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen,Ay SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. 2 (Agustus 2. : 78Ae95. https://doi. org/10. 52220/sikip. CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Pemahaman guru terkait keseluruhan kegiatan pembelajaran akan tergambar dengan jelas melalui proses berinteraksi dengan siswa, rekan kerja, dan anggota komunitas di luar Maka perlu keterampilan komunikasi guru terhadap hasil belajar siswa, merupakan peran sosial sesungguhnya yang secara spesifik menggambarkan mutu pengajaran. Tidak mengherankan jika orang tua biasanya lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah berkualitas karena guru di sekolah tersebut harus berkualitas. Sagala dan Siang menegaskan bahwa dilihat dari segi metode mengajar, keterampilan berbicara dan seni menjelaskan materi, kualitas mengajar seorang guru menjadi penting. Telaumbanua menegaskan saat berada di atas bukit. Yesus juga mengajar muridmuridnya. Pengajaran-Nya jelas menekankan pada sasaran, proses dan tujuan pendidikan. Kemudiaan Yesus menegaskan dan menginstruksikan murid-murid untuk mengikuti semua perintah-Nya. Yesus mengetahui bahwa suatu hari murid-murid akan menjadi seorang guru atau pengajar sehingga Yesus menasihati murid-murid untuk meneladani kehidupan dan pengajaran-Nya (Matius 28:19Ae. Guru PAK yang baik menuntut keinginan untuk meninggikan Yesus, memahami, mencintai kebenaran dan memedulikan orang lain, bahkan jika seorang guru tidak terampil dalam gaya dan pendekatan mengajarnya, siswa yang tulus tertarik kepadanya dengan sifatsifat tersebut. Karena mengajar bagian dari seni, adalah mungkin untuk membuat metode pengajaran lebih efektif dengan mempertimbangkan filosofi dan metode pengajaran. 17 Oleh karena itu, seorang guru pendidikan agama Kristen harus mampu mendidik anak didiknya, karena setiap kepribadian anak didiknya akan dibentuk oleh kemampuan mengajar guru Kelak, saat mereka meneladani Tuhan Yesus Kristus sebagai Guru Agung, mereka akan matang menjadi pribadi yang tidak hanya berdampak positif bagi orang-orang di sekitar tetapi juga menjadi pembawa kabar baik bagi semua orang. Prinsip pengajaran yang diperlihatkan Yesus tentu dengan otoritas dan kuasa. Prinsip ini membuktikan bahwa Dia ahli dan terampil membangun seni mengajar (Matius 7:29. Lukas 4:22. Yohanes 4:1-. Orang Yahudi yang secara lazim menyebut Yesus sebagai "Rabi", mereka sering mengamati dan memuji kemampuan Yesus sebagai seorang Kata AuRabiAy digunakan 16 kali dalam Perjanjian Baru untuk menyebut Yesus ahli kitab yang berarti suatu panggilan dengan hormat. Hal ini tidak diragukan lagi merupakan Rudolf Weindra Sagala dan Jhoni Lagun Siang. AuPenggunaan Metode Simulasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen,Ay MAGENANG:Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol. No. 2 (Agustus 2. : 60Ae66. https://ejournal-iaknmanado. id/index. php/magenang/article/view/1037 Arozatulo Telaumbanua. AuImplementasiKonsep Pengajaran Tuhan Yesus Kristus Pada PembelajaranPendidikan Agama Kristen,Ay Jurnal Teologi RAHMAT. Vol. No. 1 (Juni 2. : 27Ae39. https://journal. id/index. php/jtr/article/view/29 Ipiana Ipiana. Reni Triposa. AuKajian Teologis Terhadap Peran Guru Agama Kristen Sebagai Pembimbing Dalam Meningkatkan Karakter Peserta Didik,Ay Antusias: Jurnal Teologi dan Pelayanan. Vol. No. (Desember 2. https://sttintheos. id/e-journal/index. php/antusias/article/view/468 Nelly. Lican Gultom. AuMenerapkan Keteladanan Yesus Sebagai Guru Berdasarkan Injil Lukas Bagi Guru SMA Kristen Adhi Wiyata Jember,Ay PEADA: Jurnal Pendidikan Kristen. Vol. No. 1 (Juni 2. : 59Ae71. https://doi. org/10. 34307/peada. CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. gelar kehormatan yang menunjukkan betapa murid-murid sangat menghormati dan mengagumi Yesus. Perintah Yesus pada murid-murid-Nya, untuk menjadikan semua murid merupakan esensi injil yang harus diketahui oleh semua orang (Matius 28:18-. Dalam mewujudkan tugas penting ini. Yesus mempersiapkan murid-murid melalui kehidupan dan pelayanan di Perjalanan pelayanan bersama murid-murid merupakan salah satu aspek latihan mengajar yang diperlihatkan oleh Yesus. Sehinga dikemudiaan hari murid-murid memahami dengan jelas landasan pelaksanaan berita injil yang sesungguhnya. Cara sederhana yang dilakukan Yesus menjadi model bagi guru PAK masa kini, bahwa pemberian tugas bagi para siswa tentu memiliki dampak besar terhadap aspek pengetahuan dan perilaku siswa dalam pembelajaran agama Kristen. Latihan dari guru Agung menunjukkan bahwa tugas guru tidak boleh selesai sebaliknya murid-muridnya harus menjalankan tugas itu. Jadi, ajaran Tuhan Yesus memberi pertimbangan yang serius terhadap masa depan pendidikan. 20 Tuhan Yesus memberikan pelajaran setiap saat dan di semua tempat, termasuk di atas bukit, dari dalam perahu, di samping orang sakit, di sumur, di rumah sederhana, di depan pejabat agama dan politik bahkan di kayu salib. Tuhan Yesus juga tidak membatasi pengajaran-Nya pada zaman tertentu. Yesus akan menjelaskan kerajaan surga yang akan datang dan jalan keselamatan kepada siapa saja yang mau belajar dari Dia, siang dan malam (Yohanes 3:. dan yang paling penting Tuhan Yesus adalah teladan hidup dalam mengajar hingga akhir hidup-Nya. Pengajaran Yesus mampu mengubah hidup orang-orang sepanjang hidup-Nya. mengajar cinta persaudaraan yang tulus, menghormati kepribadian seseorang, pembaruan spiritual dan kehidupan rumah tangga yang lebih baik. Pengaruh ajaran-Nya telah bertahan bahkan hingga hari ini. Yesus sebagai guru memiliki kekuatan untuk mengilhami para pengikut-Nya dan terus mengikuti apa yang telah Dia ajarkan. Paulus mengikuti petunjuk guru agung dengan merujuk pada ajaran Yesus Kristus. Khotbah Paulus tidak didasarkan pada pengetahuannya semata sebaliknya didasarkan pada kuasa Roh Kudus yang dianugerahkan secara ilahi. Sehingga tidak ada masalah yang dia temui akan mengganggu tanggung jawab pelayanannya. Ketika dipenjara tidak menghentikan Paulus untuk membagikan Injil bahkan terus melakukan pekerjaan injil dengan bantuan rekan kerjanya. Kualitas tanggung jawab seorang guru didasarkan pada integritasnya. Apa yang Tuhan Yesus ajarkan dan lakukan, keduanya dilakukan dengan integritas mutlak. Hal ini Edi Purnama. AuImplikasi Kebijaksanaan Yesus Bagi Guru Pendidikan Agama Kristen,Ay Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol. No. 1 (Februari 2. : 33Ae50. https://journaltiranus. id/index. php/pengarah/article/view/19/14 Tjendanawangi Saputra. Sedianus. AuPelayanan Yesus Sebagai Teladan Kepemimpinan Transformatif Pendidikan Agama Kristen,Ay BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol. No. 2 (Desember 2. : 252Ae273. https://doi. org/10. 46558/bonafide. Frans Wonatorei dan Marciano Antaricksawan Waani. AuMetode Penginjilan Yesus Kristus Menurut Injil Lukas,Ay KHARISMATA: Jurnal Teologi Pentakosta. Vol. No. 2 (Januari 2. : 148Ae https://doi. org/10. 47167/kharis. Magdalena Grace K. Tindag. AuYesus: Sosok Guru Agung Kompetensi Dan Profesionalitas Dasar Guru PAK,Ay Missio Ecclesiae. Vol. No. 1 (April 2. : 1Ae21. https://jurnal. id/me/article/view/55 CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. pun diwujudkan Paulus yang memperlihatkan dirinya siap untuk memimpin dengan teladan baik dalam perkataan maupun perilakunya, jadi tidak ada alasan untuk mempertanyakan Gambaran pelayanan Paulus menjadi daya penggerak bagi guru PAK dalam memperlihatkan identitas guru dikenal sebagai Auorang yang digugu dan diteladaniAy. Siswa mengikuti seorang guru tidak hanya dengan apa yang dikatakan, tetapi juga dengan apa yang dia lakukan. Teladan hidup berintegritas menjadi keharusan, khususnya bagi guru PAK. Sabar Kata AusabarAy diartikan dalam bahasa Yunani AumakrothumiaAy dari kata kerja AukesabaranAy. Kata ini ketika digunakan dalam kalimat tentang orang lain, menunjuk pada bergerak perlahan, menahan kesulitan untuk waktu yang lama, melatih kesabaran, menahan penderitaan, dan menunggu dengan sabar sambil menahan harapan. Selain itu, istilah padanan kata Yunani untuk AusabarAy yang diartikan AuanexikakosAy, merujuk pada orang yang menanggung kejahatan tanpa kebencian. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia mengartikan AusabarAy sebagai kemampuan menahan kesulitan . idak mudah marah, gundah, atau patah hati, teguh, tenang, atau tergesa-ges. 24 Secara harfiah, tentu teks ini jelas bahwa Timotius perlu memiliki sikap sabar dan tabah melewati setiap kesulitan yang dihadapinya, tidak mudah putus asa atau mudah marah. Gambaran di atas, sejalan dengan pandangan Darius yang mengungkapkan bahwa kualitas yang perlu dimiliki untuk menjadi guru atau pendidik adalah kesabaran. Ketika seseorang ingin menjadi guru profesional dan disegani siswa, maka kesabaran adalah kunci utama dan pertama. Nilai keutamaan ini menjadi sebuah tolok ukur bagi guru agama Kristen. Pola pikir di atas, mestinya melekat pada diri guru pendidik agama Kristen sehingga Zebua et. al menegaskan bahwa guru perlu bersabar dalam menghadapi situasi pembelajaran di sekolah. Seorang guru Kristen harus bisa mengikuti petunjuk Tuhan Yesus mengenai esensi kesabaran. Menurut kitab Amsal, orang yang sabar besar pengertiannya, sedangkan orang yang cepat marah menyebabkan kebodohan. Orang yang pemarah juga memulai pertengkaran, sedangkan orang yang sabar menenangkannya (Ams. 26 Guru yang sabar pasti akan memberikan hasil yang menyenangkan. Hal ini disebabkan oleh keyakinan para guru yang sabar bahwa kejadian yang tidak menyenangkan dan apa yang terjadi pada siswanya tidak bersifat permanen. Perilaku siswa yang tidak diinginkan pasti cepat atau lambat akan berubah. Ezra Yani Sibuea. Teguh Parluhutan Saragih dan Paulus Karaeng Lembangon AuPenanaman Nilai Dan Norma Kristiani Melalui Keteladalan Guru Terhadap Anak Didik,Ay SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen. Vol. No. 1 (Februari 2. : 32Ae42. https://doi. org/10. 52220/sikip. Sulchan Yasyin. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, 403. Darius dan Ricky Mallisa. AuGuru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Emotional Inteligence Peserta Didik,Ay PEADA: Jurnal Pendidikan Kristen. Vol. No. 1 (Juni 2. : 43Ae https://doi. org/10. 34307/peada. Afolo Zebua. Nova Yulita Saragih. Andi Sadarita. Maston Situmorang. AuHubungan Kepribadian Guru PAK Dengan Karakter Peserta Didik Di SMP Negeri 2 Bandar Pulau Asahan,Ay I L L U M I N A T E: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. 2 (Desember 2. : 190Ae201. https://sttbaptis-medan. id/ejournal/index. php/illuminate/article/view/169/61 CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Landasan perkembangan siswa yang tak luput dari perhatian guru di atas. Kurniati melihat alasan utama dalam pertumbuhan aspek psikologis siswa bersifat temporal. Alasannya sederhana, bahwa apa yang terjadi pada siswa sekarang niscaya akan berhenti, apalagi siswa akan menjadi dewasa dan berkembang. Kondisi perkembangan siswa akan memotifasi guru untuk menciptakan pembelajaran aktif dan bersahabat. 27 Kualitas kesabaran lainnya adalah kemampuan guru PAK untuk mengendalikan perasaannya saat menghadapi situasi genting dengan siswa. Sebab persoalan utamanya bahwa setiap siswa atau anak sedang melalui proses untuk menjadi lebih baik. Proses tersebut perlu dipahami dengan baik sehingga guru memiliki beberapa pertimbangan yang matang saat diperhadapkan dengan situasi sulit di sekolah. Keadaan seperti itu dapat membangkitkan emosi guru dan menyebabkan siswa berperilaku dengan cara yang tidak etis. Namun, seorang guru harus menerapkan banyak toleransi dan memahami tingkah laku siswa pada saat itu. Kesabaran hanya dapat diwujudkan dengan rasa kasih dan kesetiaan terhadap nilai hidup manusia. Bersikap Lemah Lembut Kata lemah lembut diartikan dari kata Yunani . Kata AuprautenAy menunjuk pada seseorang dengan sifat baik adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan Sehingga jelas secara mendasar, kata AuprautenAy terkait dengan perilaku sosial Dalam konteks sekolah, kata AuprautanAy menggambarkan sikap seorang guru menentukan suasana belajar siswa. Ketika guru berhadapan dengan siswa yang telah menghasut atau berbahaya dengan cara apapun, kelembutan harus digunakan. Tidak pantas seorang guru PAK untuk menghina dan mengabaikan suasana pembelajaran yang tidak kondusif di sekolah. Sebaliknya, guru PAK harus belajar mengendalikan amarahnya sendiri dan menahan amarah siswa dengan kelembutan. Kata Aulemah lembutAy diterjemhkan dari kata Yunani . ata benda AuprautesAy dan kata sifat AuprausA. mengacu pada disposisi hati yang digambarkan dalam Perjanjian Baru (PB). Lemah lembut merupakan kata yang mengambarkan watak Kristen yang hanya dapat dihasilkan oleh karya Roh Kudus. Karena tanggung jawab yang diterima dan dijalankan guru PAK sebagai jalan Tuhan baginya, dalam mewujudkan tujuan-Nya penuh hikmat dan kasih dalam pembelajaran agama Kristen. Dalam mewujudkan amanah penting ini dalam pengajaran. Patandean menegaskan bahwan guru PAK perlu bersikap lemah lembut dan tidak memendam kebencian terhadap tindakan kasar yang dialaminya baik dari siswa maupun sesama guru. Guru PAK wajib memberikan teladan bagi para siswa, sehingga perlu bagi guru harus selalu bersikap baik dan ramah. Hal yang sama berlaku jika guru bertemu dengan murid yang sulit diatur. Hindari bersikap kasar atau menegur siswa yang memberontak Agusta Kurniati. AuGuru Dalam Pandangan Gravisimum Educationis,Ay Jurnal PEKAN. Vol. No. 1 (April 2. : 13Ae21. https://jurnal. id/jurnal/index. php/PEKAN/article/view/193/176 Syani Bombongan Rante Salu. AuPemberlakuan Kurikulum Berbasis Nilai Dan Karakter Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa SMA Negeri Di Tana Toraja,Ay BIA:Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual. Vol. No. 2 (Desember 2. : 214Ae229. https://doi. org/10. 34307/b. Yohanes Enci Patandean. AuPengajaran Tuhan Yesus Mengenai Berbahagia Dalam Matius 5:3-12,Ay Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat. Vol. No. 2 (Juli 2. : 115Ae134. https://doi. org/10. 46445/ejti. CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. hanya akan memperburuk keadaan. 30 Siswa akan termotivasi dan terinspirasi oleh guru ketika diajar dengan kasih sayang dan kebaikan. Menuntun Orang Yang Suka Melawan Dalam Bahasa Yunani kata OUA . berarti "pembimbing" atau "penuntun" secara umum. Apabila digunakan secara bersama dengan kata kerja untuk melawan . AAO, anti-teino, yang berarti "melawan" atau A, anti-sto, "berdiri melawan"), ungkapan ini bisa berarti "membimbing seseorang yang suka melawan". Kemudiaan kata a . berarti "pelindung" atau "penjaga". Jika digunakan dengan konteks yang sama, bisa berarti "membimbing orang yang suka melawan" dengan cara memberikan perlindungan atau dukungan. Selanjutnya kata aCA . berarti "perawat" atau "pembantu". Dalam konteks ini, "menuntun orang yang suka melawan" bisa berarti membantu atau memberikan dukungan untuk mengubah sikap seseorang yang suka melawan, atau memberikan terapi untuk menyelesaikan masalah yang Selanjutnya pada aspek penggunaan makna kata ini " OUA a A AC A. " (O agsgos prospathei na voithisi to atomo pou ) "Pembimbing berusaha membantu orang yang melawan". Selain itu " a asA AC A. " (O prostates prostates to atomo pou "Pelindung melindungi orang yang melawan". " aCA A AC A A . " (O therapiuts voithai to atomo pou antisteketai na allaxi stasi. ) "Perawat membantu orang yang melawan untuk mengubah sikap". Kalimat ini dimaknai secara aplikatif merujuk pada sikap seorang hamba Tuhan atau guru PAK seharusnya memiliki kesabaran untuk membimbing dan menuntun orang yang suka melawan atau peserta didik yang menyalahi aturan sekolah dengan bijaksana. Ia harus menunjukkan kelembutan dan kasih dalam segala keadaan, bukan dengan cara terpaksa. Marselina et. al mengatakan bahwa menjadi seorang guru membutuhkan lebih dari sekedar menyampaikan informasi tentang mata pelajaran agama Kristen. Guru yang cerdas harus menanamkan akhlak yang baik kepada siswa. Tanggung jawab mendidik tampaknya tidak selalu sederhana. Sebab guru PAK memerlukan lebih banyak waktu dan upaya untuk menangani tipe kepribadian siswa yang berbeda-beda. 31 Ada siswa yang disiplin, ada yang penurut, tidak patuh atau bahkan pembuat onar. Sudah jelas bahwa perilaku demikian menyebabkan guru biasanya khawatir tentang siswa yang sering berdebat, memiliki masalah dengan teman sebayanya dan tidak mematuhi aturan. Efek masalah siswa yang sering melawan guru, tidak hanya berdampak pada hubungan di antara mereka, tetapi juga berdampak signifikan pada lingkungan kelas saat proses belajar mengajar berlangsung. IMPLIKASI Gambaran di atas dapat diperoleh implikasi mengenai sikap profesionalisme mengajar guru PAK bukan hanya sekadar keterampilan akademik, tetapi juga mencerminkan keteladanan iman dan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Kristiani. Oleh karena itu, siswa yang keras kepala dan pemarah tidak boleh diperlakukan dengan kasar. Nasib Tua Lumban Gaol dan Andrianus Nababan. AuKepemimpinan Guru Pendidikan Agama Kristen,Ay Jurnal Kelola. Vol. No. 1 (Juni 2. : 89Ae96. https://ejournal. edu/kelola/article/view/2442 Marselina T. Babang. Dwi Novita Sari dan Yonathan Y. Mononimbar. AuStrategi Guru PAK Dalam Menanggulangi Dekadensi Moral Di SMP Negeri Satap Langira,Ay SAGACITY: Journal of Theology and Cristian Education. Vol. No. 1 (Desember 2. : 65Ae77. CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Guru PAK yang bijaksana harus menjaga ketenangan dan menahan diri saat menghadapi situasi seperti ini. Salah satu peran guru PAK yang inovatif dengan menunjukkan sikap yang tepat sebagai pelindung garis depan yang selalu berkomunikasi dan terlibat dengan siswa. Hal ini mengharuskan guru PAK mampu membaca atau mengenali perilaku yang ditampilkan siswa di kelas. Guru yang pandai juga harus mampu memperhatikan hal-hal yang tidak biasa yang ditunjukkan oleh siswa dalam perilaku atau sikap mereka saat berada di kelas. Siswa yang dianggap pembuat onar, nakal atau memiliki masalah yang tidak dapat diselesaikan di rumah, di komunitas dan di tempat lain. 33 Dengan cara sederhana ini guru PAK dapat mengadopsi pendekatan pribadi kepada siswa sehingga mengungkapkan Ini adalah salah satu cara untuk menasihati anak-anak yang keras kepala. Guru perlu beri siswa ini lebih banyak perhatian agar mereka tidak merasa terisolasi. Seringkali orang tua membawa anak-anak yang suka berkelahi ke sekolah. Orang tua menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab tersebut pada guru. Berbagai alasan mendasar yang menyelimuti sikap orang tua dalam meletakkan beban yang begitu besar pada guru di sekolah. Dari banyak situasi seperti itu, telah ditunjukkan bahwa siswa yang memberontak biasanya berusaha menonjol atau menyembunyikan rasa tidak aman karena merasa disalahpahami. 35 Nasihat yang guru berikan kepada siswa pemberontak seharusnya tidak membuat mereka merasa terpojok. Tunjukkan pada mereka bahwa guru bersikap bijak dan mengenali dan menghargai mereka dengan melakukannya dengan lembut. Berikan contoh bagaimana siswa dapat menghormati teman sekelasnya, pengajar, dan orang tua di Guru yang baik tidak segan-segan melakukan refleksi dengan memeriksa kembali diri sendiri, metode komunikasi dan pengajarannya. Kemudiaan melakukan evaluasi diri atas perilaku belajar bahwa, apakah siswa merasa nyaman atau tidak saat mengikuti pembelajaran di kelas. Setelah guru menemukan alasan yang menenangkan siswa saat pembelajaran, perlu memberi penjelasan pada siswa untuk berbicara dengan guru menggunakan bahasa yang tegas namun lembut. Siswa pada umumnya tidak akan mendengarkan nasihat guru apabila hanya menegurnya, demikian sebaliknya, siswa akan lebih menolak dan melanjutkan perilaku buruk mereka. Melalui pendekatan ini, dimaksudkan agar siswa mudah didekati dengan pendelegasian sebagai pemimpin dalam Frista Esterine Patodo dan Resa Junias Putra. AuKarakter Guru Sebagai Pembimbing Kerohanian Menurut Mazmur 25:1-22 Di Antara Siswa-Siswi SMP Kristen Bethel Sulung 3 Surabaya,Ay Inculco Journal of Christian Education. Vol. No. : 121Ae156. https://doi. org/10. 59404/ijce. Rifai. AuRefleksi Teologis Terhadap Tingkat Stress Guru Selama Pandemi Covid-19,Ay Dunamis: Jurnal Penelitian Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. : 396Ae407. https://sttintheos. id/ejournal/index. php/dunamis/article/view/458/208 Bimo Setyo Utomo. Au(R)Evolusi Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Mentransformasi Kehidupan Siswa,Ay Dunamis : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. 2 (April 2. : 102Ae116. https://sttintheos. id/e-journal/index. php/dunamis/article/view/111/100 Talizaro Tafonao. AuPeran Pendidikan Agama Kristen Dalam Keluarga Terhadap Perilaku Anak,Ay Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 2 (Juni 2. : 121Ae133. https://w. org/index. php/Edudikara/article/view/92 Sriyati dan Esen Hon Nakamnanu. AuPeran Guru Dalam Menerapkan Pendidikan Agama Kristen Untuk Menumbuhkan Iman Kristen Anak Sejak Dini,Ay Shamayim: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. Vol. No. : 14Ae28. https://doi. org/10. 51615/sha. CopyrightA 2025. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. kelompok kecil sehingga terbentuk tanggung jawab dini dalam diri siswa. 37 Harapan ini akan terwujud jika guru PAK memaksimalkan kerja sama dengan orang tua siswa sehingga perubahan yang lebih baik akan dihasilkan. Oleh sebab itu, sangat penting bahwa orang tua harus peduli dengan keberhasilan program pendidikan dan profesionalisme guru selaku penanggung jawab siswa di sekolah. Karena pendidikan akan berhasil apabila nilai-nilai hakiki manusia yang termuat dalam bingkai pengajaran di sekolah dapat dioptimalisasi melalui fungsi orang tua sebagai mitra dalam membangun karakter dan kecerdasan emosional siswa. KESIMPULAN Meninjau gagasan di atas, seharusnya sudah jelas mengapa seorang guru yang memiliki keahlian dalam menyusun isi pengajaran dari berbagai sumber buku sebagai bahan pelajaran bagi siswa dapat memberikan pengetahuan yang mendalam tentang iman Kristiani, agar mereka memiliki iman dan keyakinan yang kokoh akan kasih Tuhan. Oleh sebab itu. Guru pendidikan agama Kristen harus berfungsi sebagai pembimbing dan motivator yang memahami sepenuhnya kebutuhan siswa dengan berupaya membangun lingkungan belajar yang menarik, merancang bahan pelajaran yang berkualitas, dan mencontohkan perilaku yang sesuai ajaran iman Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Guru PAK juga merupakan pelaku utama dalam proses belajar mengajar, sehingga harus mampu memilih, mempraktekkan, memperhatikan, dan mengelola kegiatan belajar mengajar secara Dengan demikian pengajar pendidikan agama Kristen harus profesional karena alasan ini. Sebagai guru agama Kristen, sudah pasti akan menyampaikan kebenaran Kristus kepada murid-muridnya. Hal ini harus dilandasi dengan spiritualitas yang baik, pemahaman yang menyeluruh terhadap materi yang disampaikan pada siswa, memastikan materi tersebut dapat diterima dan diterapkan di mana pun siswa berada. DAFTAR PUSTAKA