PENGARUH KOMPENSASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN HOLTIKULTURA DAN PETERNAKAN KABUPATEN PASAMAN BARAT Yurasti Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pasaman. Simpang Empat. Pasaman Barat Jl. Mayor Said Zam Zam. Pujarahayu Ophir, 26368. Email : yurastilbs@yahoo. Disetujui 28 Desember 2016 Diterima 04 Desember 2016 ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Kompensasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai kontrak di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat dengan jumlah sampel 31 orang, dimana teknik penarikan sampel menggunakan sampling jenuh. Instrumen penelitian adalah kuisioner. Data yang terkumpul selanjutnya diolah menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Dari hasil penelitian ini didapatkan variabel Kompensasi (X. dan Kepuasan Kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja (Y) dengan tingkat signifikan 0,000. Besarnya pengaruh Kompensasi (X. dan Kepuasan Kerja (X. terhadap Kinerja (Y) adalah 0,481 (R2 = 48. Kata kunci: Kompensasi. Kepuasan Kerja. Kinerja ABSTRACT The purpose of this study was to determine the influence of Compensation and Job Satisfaction toward Employee Performance at the Department of Agriculture Horticulture and Animal Husbandry in West Pasaman. The population in this study were all contract employees in that place with sample size about 31 people, where sampling techniques using saturated sampling. The research instrument was a questionnaire. Thus, the data collection processed using multiple linear regression analysis with SPSS. From the result of this study found variable Compensation (X. and Job Satisfaction (X. on the Performance (Y) about 0,481 (R2 = 48. Keywords : Compensation. Job Satisfaction. Performance PENDAHULUAN Setiap organisasi atau instansi dalam melaksanakan programnya selalu diarahkan untuk mencapai tujuannya. Salah satu faktor yang menjadi kriteria untuk mencapai kelancaran tujuan suatu instansi adalah sumber daya manusia yang ada didalamnya. Organisasi merupakan suatu kesatuan komplek yang berusaha mengalokasikan sumber daya manusia secara penuh demi tercapainya suatu tujuan. Apabila suatu organisasi mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan, maka dapat dikatakan bahwa organisasi tersebut Setiap organisasi dituntut untuk dapat bersaing memberikan pelayanan yang maksimal, tidak terkecuali di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat. Sumber daya manusia dalam organisasi menjadi asset penting dalam suatu Tampa adanya sumber daya manusia yang bekerja dengan baik maka suatu organisasi tidak dapat melakukan kegiatannya dengan baik Keberhasilan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh kinerja pegawainya. Menurut simamora, . kinerja adalah proses yang dipakai oleh organisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja induvidu pegawai. Kinerja pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 5. Nomor 1. Januari 2017 : 41 - 46 kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara. Setiap organisasi maupun instansi akan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja pegawai, dengan harapan apa yang menjadi tujuan instansi akan tercapai. Bila suatu instansi mampu meningkatkan kinerja pegawainya, maka instansi akan memperoleh banyak keuntungan. Pegawai yang mempunyai kinerja tinggi, maka pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan. Kinerja pada dasarnya adalah, apa yang dilakukan karyawan sehingga mempengaruhi seberapa banyak mereka berkontribusi kepada organisasi atau perusahaan. Mangkunegara . mengemukakan bahwa istilah kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance yaitu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja pegawai yang tidak baik secara langsung akan mempengaruhi kinerja organisasi sehingga mengganggu stabilitas Apabila permasalahan tersebut tidak diatasi dengan baik akan menyebabkan terganggunya pencapaian tujuan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan berbagai pendekatan untuk mengatasi masalah tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, suatu organisasi hendaknya memberikan perhatian lebih pada kinerja pegawainya,terutama pada pegawai yang memiliki kinerja di bawah standar yang ditetapkan oleh organisasi yang bersangkutan. Sumber daya manusia yang masih memiliki kinerja dibawah standar organisasi tersebut, harus terus dibina dan dia arahkan untuk dapat menunjang keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Karena dengan meningkatkan kinerja karyawan, pada akhirnya akan meningkatkan kinerja Dalam meningkatkan kinerja pegawainya di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat melakukan beberapa cara yang dapat mendorong karyawan untuk bekerja secara maksimal. Beberapa kegiatan tersebut diantaranya pemberian pelatihan, pemberian kompensasi, pemberian penghargaan dan lain sebagainya. Kepuasan atas kompensasi dapat mempengaruhi perilaku pegawai untuk bekerja lebih bersemangat dan memacu tingginya kinerja (Handoko, 2. Kompensasi merupakan sesuatu yang diterima pegawai sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada organisasi. Setiap pegawai dalam suatu ISSN : 2337 - 3997 mendapatkan kompensasi yang sesuai dengan Apabila harapan tersebut terpenuhi, maka pegawai tersebut akan senantiasa bersemangat dalam bekerja. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan terhadap sepuluh pegawai kontrak di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat yang ditemui secara acak dapat disimpulkan bahwa mengenai kompensasi berupa gaji kadang sering terjadi keterlambatan pembayaran. Sehingga menurukan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat. Apabila kompensasi yang diberikan sesuai, maka pegawai lebih terpuaskan dan termotivasi untuk bekerja lebih giat lagi. Seperti yang dikatakan Simamora . , sistem kompensasi yang baik adalah sistem kompensasi yang tanggap terhadap situasi dan sistem yang dapat memotivasi Dalam hal ini, sistem kompensasi hendaknya memuaskan kebutuhan pegawai, memastikan perlakuan adil terhadap mereka dan memberikan imbalan terhadap kinerja mereka. Menurut Dessler . , kompensasi pegawai pengganjaran mengalir kepada pegawai dan timbul dari kepegawaian mereka. Kompensasi diharapkan mampu memotivasi sehingga pegawai dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Dengan adanya kompensasi yang memadai dapat meningkat kepuasan dan meningkatkan kinerja Kepuasan kerja juga menjadi peran penting dalam organisasi. Kepuasan merupakan keadaan emosional, di mana terjadi ataupun tidak terjadi titik temu antara nilai balas jasa kerja dari perusahaan atau organisasi dengan tingkat nilai balas jasa yang memang diinginkan oleh pegawai yang bersangkutan. Kinerja yang dicari oleh perusahaan juga tergantung pada motivasi Dengan adanya kepuasan kerja dan motivasi kerja yang ada dalam diri karyawan akan membuat karyawan tersebut mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menjalankan semua Kepuasan kerja adalah sikap pekerjaannya, atau dapat dikatakan bahwa kepuasan kerja merupakan perbedaan antara harapan dan kenyataan dari imbalan yang diterima dalam bekerja (Robbin 2. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 5. Nomor 1. Januari 2017 : 41 - 46 Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti mengangkat judul Au Pengaruh Kompensasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat. Berdasarkan fenomena di atas dapat disimpulkan beberapa permasalahan penelitian sebagai berikut : Apakah Kompensasi berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Peternakan Kabupaten Pasaman Barat ? Apakah Kepuasan Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Peternakan Kabupaten Pasaman Barat? METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian explanatory research . enelitian penjelasa. , yaitu Au suatu peneltian yang menyoroti hubungan antar variabel dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnyaAy, menurut Singarimbun dan Effendy, . Jadi penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Kompensasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja. Populasi dan Sampel Menurut Sekaran . merupakan suatu wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat sebanyak 65 orang. Sampel adalah sebagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiono, 2. Dalam penelitian ini yang dijadikan sampel hanya pegawai kontrak di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat karena jumlah populasi relative kecil kurang dari 100 orang, maka teknik penentuan sampel dalam penelitian ini teknik sampling jenuh. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 orang pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat. ISSN : 2337 - 3997 Metode Pengumpulan Data Observasi (Pengamata. Observasi sebagai teknik pengumpulan data dibandingkan dengan teknik yang lain, wawancara atau kuisioner. Kalau wawancara atau kuisioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang saja tetapi juga objek Ae objek yang berhubungan dengan variabel penelitian. Wawancara Teknik wawancara yaitu dengan melakukan tanya jawab secara langsung dengan pihak Ae pihak yang terkait. Ini dilakukan untuk sebagai informasi tambahan untuk melengkapkan hasil Metode angket . uesioner Kuesioner adalah sejumlah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal Ae hal yang diketahui (Arikunto 2. Kuesioner yang digunakan dalam hal ini adalah kuisioner tertutup, yakni kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih dan dijawab secara langsung oleh responden. Studi Pustaka Merupakan metode pengumpulan data sekunder yang bersumber pada literature, majalah, internet, dan hasil penelitian sebelumnya yang diperoleh dari perpustakaan, serta berkaitan dengan masalah peneliti. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 5. Nomor 1. Januari 2017 : 41 - 46 ISSN : 2337 - 3997 Definisi Operasional Variabel Tabel 1 : Rekapitulasi Operasional Variabel Variabel Kompensasi (X. Indikator Upah atau gaji Insentif Tunjangan Fasilitas Kepuasan Kerja (X. Ganjaran yang pantas Robbins . Pekerjaan itu sendiri Rekan kerja yang mendukung Kesesuaian Kinerja (Y) Kualitas Kerja Kemampuan Kerja Ketepatan Waktu HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Sebelum data hasil kuesioner penelitian dianalisis lebih lanjut, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap alat ukur penelitian untuk membuktikan apakah alat ukur yang digunakan memiliki kesahihan . dan keandalan . untuk mengukur apa yang seharusnya menjadi fungsi ukurnya, yaitu untuk menguji apakah kuesioner telah mengukur secara dan tepat apa yang ingin diukur pada penelitian ini. Sumber Simamora . Janseen . Berdasarkan menunjukkan bahwa setiap indikator telah memenuhi syarat validitas, karena semua indikator berada diatas nilai 0,30. Selain valid, alat ukur juga harus memiliki kehadalan atau reliabilitas, suatu alat ukur dapat diandalkan jika alat ukur tersebut digunakan berulangkali akan memberikan hasil yang relatif sama . idak berbeda jau. Berdasarkan Kompensasi dan Kepuasan Kerja, dan Kinerja Pegawai menunjukkan reliabel karena cronbachAos alpha diatas 0,70. Tabel 2 : Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kompensasi (X. CronbachAos alpha Kepuasan Kerja (X. Reliabel Kinerja (Y) Reliabel Keterangan Reliabel Sumber: Pengolahan data Primer 2016 Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda . ultiple regression analysi. digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh beberapa variabel bebas terhadap variabel terikat (Kuncoro, 2. Adapun tujuan melakukan analisis regresi linear berganda dalam penelitian ini adalah untuk melihat : Hasil membuktikan pengaruh Kompensasi dan Kepuasan Kerja, terhadap Kinerja Pegawai dapat dilihat pada Tabel 3. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 5. Nomor 1. Januari 2017 : 41 - 46 ISSN : 2337 - 3997 Tabel 3 : Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Variabel Independen Konstanta Kompensasi (X. Koefisien 0,189 Sig 0,000 0,000 Keterangan Signifikan Kepuasan Kerja (X. 0,368 0,000 Signifikan Koefisien Korelasi (R) : 0,534 Koefisien Determinasi (R ) : 0,481 Nilai F : 17,334 Signifikan F : 0,000 Sumber : Pengolahan Data Primer 2016 Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda diatas, diperoleh persamaan regresi linear Y = a b1X1 b2X2 e Y = 1. 987 0,189 X1 0,368X2 Konstanta bernilai 1,987 dimana konstanta bernilai positif artinya jika skor nilai Kompensasi (X. dan Kepuasan Kerja (X2 ) tidak ada sama dengan nol, maka skor kinerja (Y) sebesar Hasil analisis regresi linear berganda Kompensasi (X. dan Kepuasan Kerja (X2 ) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, karena memiliki nilai signifikan lebih kecil dari = 0,05. Berdasarkan pengaruh secara bersama-sama antara Kompensasi (X. dan Kepuasan Kerja (X2 ) terhadap kinerja pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat adalah 1% (R2 = 0,. Sisanya 51. 9% lagi dipengaruhi variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Hal ini juga menunjukkan bahwa pengaruh variabel Kompensasi (X. dan Kepuasan Kerja (X2 ) dalam penelitian ini relatif besar terhadap kinerja pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat. Hasil penelitian menemukan bahwa variabel Kompensasi (X. dan Kepuasan Kerja (X2 ) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat. Secara spesifik, hasil penelitian ini menemukan bahwa variabel kepuasan kerja memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap kinerja pegawai, kemudian diikuti oleh variabel Kompensasi. KESIMPULAN Secara umum, hipotesis merupakan dugaan sementara tentang hubungan yang logis antara dua variabel atau lebih yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan yang perlu diuji kebenarannya. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan sebelumnya, maka berikut ini dapat disajikan ringkasan hasil uji hipotesis penelitian sebagai berikut : Terdapat pengaruh yang positif antara variabel Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat dengan koefisien regresi 0. dan nilai signifikan 0. oleh karena itu hipotesis pertama diterima. Terdapat pengaruh yang positif antara variabel Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat dengan koefisien regresi 0. dan nilai signifikan 0. oleh karena itu hipotesis kedua diterima. Koefisien determinasi adalah sebesar 0. Hal ini menunjukan bahwa kontribusi semua variabel independen yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebesar 48. Selebihnya yaitu 51. 9% lagi dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian Dari hasil uji F dapat ditarik kesimpulan bahwa Kompensasidan Kepuasan Kerja secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat sebesar 334 dengan nilai signifikan sebesar 0. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 5. Nomor 1. Januari 2017 : 41 - 46 UCAPAN TERIMAKASIH Penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat yang telah ikut berpartisipasi dalam pengisian kuesioner penelitian ini dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasaman Simpang Empat serta semua pihak yang membantu dalam penyelesaian penelitian ini. ISSN : 2337 - 3997 Sugiono, 2007. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta: Bandung. Singarimbun. dan Effendy. Metode Penelitian Survai. LP3ES: Jakarta. Simamora. Henry. Manajemen Pemasaran Internasional Jilid II Edisi 2. PT Rineka Cipta: Jakarta. DAFTAR PUSTAKA