Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 PENINGKATAN SDM DI PULAU HARAPAN MELALUI PELATIHAN PENGELOLAAN STANDAR USAHA HOMESTAY DALAM MENDUKUNG PROGRAM VISIT PULAU SERIBU 2023 Taufik Hidayat1. Hendaris Adriyanto2*. Bustomi Arisandi3 Jakarta International Hotel School of Hospitality. STAI Darul Hikmah Bangkalan3 e-mail: taufik. hidayat@jihs. id, hendaris. adriyanto@jihs. abindri9@gmail. ABSTRACT Harapan Island, located in the Pulau Seribu, holds amazing natural beauty, where the view of the sea, white beach sand, coral reefs, and beautiful island scenery are the main attractions. The people of the Pulau Seribu, in addition to living from marine products or fishermen, have also started to develop the economy through tourism activities, this is marked by the beginning of many people who have changed the function of their houses into homestays to tourists. To develop Homestay accommodation that has excellent service standards, it is not easy for the people in the Harapan Islands considering that the number of human resources who have competence in this field is still limited. For the community, there must be a change in attitude in maintaining the status of Homestay, such as preserving the village environment, maintaining cleanliness, maintaining cultural and spiritual sustainability, fostering creativity and innovation to grow and manage the resources owned, and most importantly, to increase knowledge and understanding related to tourism. This activity uses the Asset Based Community Development method, which is training for Pokdarwis in the form of a socialization program for Homestay business standards which aims to provide understanding to Homestay owners on Harapan Island. The results of this training are expected to improve the competence and capabilities of human resources to welcome tourists through the "Visit Pulau Seribu 2023" Keywords: training, homestay, human resources. Kepulauan Seribu Peningkatan SDM di Pulau Harapan melalui Pelatihan Pengelolaan Standar Usaha Homestay dalam Mendukung Program Visit Pulau Seribu 2023 Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 ABSTRAK Pulau Harapan yang terletak di kepulauan Seribu menyimpan keindahan alam menakjubkan, di mana pemandangan laut, pasir pantai nan putih, terumbu karang, serta pemandangan pulau yang asri menjadi daya tarik utama. Masyarakat kepulauan Seribu selain hidup dari hasil laut atau nelayan juga sudah memulai mengembangkan perekonomian melalui kegiatan wisata, hal ini ditandai dengan mulai banyaknya masyarakat yang merubah fungsi rumah tinggal menjadi Homestay kepada para wisatawan. Untuk mengembangkan akomodasi Homestay yang memiliki standar pelayanan yang prima, bukanlah hal yang mudah bagi masyarakat di Kepulauan Harapan mengingat sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang ini masih terbatas Bagi masyarakat harus ada perubahan sikap dalam menjaga status Homestay, seperti melestarikan lingkungan desa, menjaga kebersihan, menjaga keberlanjutan budaya dan spiritual, menumbuhkan kreativitas dan inovasi untuk menumbuhkan dan mengelola sumber daya yang dimiliki, dan yang terpenting adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang berhubungan dengan pariwisata. Kegiatan ini menggunakan metode Asset Based Community Development yaitu pelatihan kepada Pokdarwis dalam bentuk program sosialisasi standar usaha Homestay yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pemilik Homestay di Pulau Harapan. Hasil pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kapabilitas SDM untuk menyambut wisatawan melalui AuVisit Pulau Seribu 2023Ay. Kata Kunci: pelatihan, homestay, sumber daya manusia. Kepulauan Seribu Taufik Hidayat. Hendaris Adriyanto, dan Bustomi Arisandi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 PENDAHULUAN Latar belakang kegiatan ini adalah tentang pengembangan SDM di pulau Harapan Kepulauan Seribu melalui sosialisasi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Politeknik Jakarta Internasional bekerja sama dengan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekra. Kepulauan Seribu dalam mewujudkan Program Visit Pulau Seribu 2023. Kegiatan ini diharapkan mampu membangun SDM yang handal dalam bidang Homestay dan restoran dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada wisatawan dan mengembangkan ekonomi untuk masyarakat nya yaitu dengan menyiapkan SDM unggul dalam menyambut wisatawan manca negera di Kepulauan Seribu. Industri pariwisata memiliki peran penting dalam berbagai kebijakan pemerintah, khususnya di Indonesia (Sabon et al. , 2. Aset-aset ini perekonomian negara. Perekonomian nasional ke depan tidak bisa lagi mengandalkan sektor migas sebagai sumber utama devisa negara, karena cadangan migas pada akhirnya akan habis dan tidak dapat diganti (Setiani et al. , 2. Sektor pariwisata diharapkan memiliki peran terbesar dalam penyediaan devisa. Pulau Harapan adalah salah satu desa yang berada di kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Kabupaten Kepulauan Seribu. Jakarta. Indonesia dan secara geografis terletak pada koordinat 05A 39' 10" Selatan dan 106A 34' 41" E. Dengan cakupan wilayah yang sangat luas. Kecamatan Pulau Harapan memiliki 23 pulau kecil yang tersebar di bagian utara Kepulauan Seribu. Dua pulau berpenduduk, dan sisanya adalah pulau wisata untuk publik atau pribadi, serta Pulau Konservasi untuk perlindungan habitat hewan (Explore Pulau Seribu, 2. Berdiri di atas daratan dengan luas kurang lebih 6,7 hektar dan terletak di Kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, dulunya Peningkatan SDM di Pulau Harapan melalui Pelatihan Pengelolaan Standar Usaha Homestay dalam Mendukung Program Visit Pulau Seribu 2023 Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 dikenal sebagai "Pulau Pelemparan", karena awalnya ditujukan sebagai pulau tujuan transmigrasi dan relokasi. Dengan jumlah penduduk 2. jiwa, sebagian besar beragama Islam dan pendatang dari berbagai suku. Bugis. Mandar dan Jawa yang berasal dari pulau Kelapa dan pulau-pulau kecil lainnya. Yang paling unik dan menarik dibandingkan dengan destinasi lain seperti Pulau Tidung. Pulau Pramuka dan Pulau Pari adalah banyaknya pilihan untuk mengunjungi pulau-pulau kecil yang tersebar di seluruh wilayahnya, bagian terjauh adalah Pulau Sebira yang memiliki julukan sebagai Pulau Penjaga Utara, dibutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk sampai ke sana (Yanti et al. , 2. Dengan begitu banyak pilihan, tidak mungkin dalam sehari untuk mengunjungi semua pulau di wilayah Pulau Harapan. Apa yang tidak pernah lepas dari menjadi bagian dari itinerary Wisata Pulau, umumnya mereka akan mendarat di Pulau Perak. Pulau Perak Burn. Pulau Kayu Angin dan Pulau Bulat. Sisanya akan mendapat kesempatan jika Anda memiliki jadwal wisata lebih dari satu malam di Pulau Harapan. Eksplorasi pulau, menyelam di permukaan atau snorkeling, menikmati pesona senja dan pagi, mengunjungi pusat konservasi untuk mencicipi masakan laut segar adalah rangkaian kegiatan yang menjadi pilihan wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Harapan. Wisatawan perlu menyisihkan setidaknya satu malam saat berwisata di Pulau Harapan untuk mencicipi semua aktivitas laut yang menyenangkan. Keindahan alam yang dimiliki tidak serta merta dengan mudahnya menjadi sebuah destinasi wisata. Dibutuhkan upaya yang tidak ringan, salah satunya adalah menyiapkan sumberdaya yang kompeten untuk melayani para wisatawan. Sebuah desa dapat dijadikan sebuah destinasi wisata unggulan bila warga bahu membahu dalam membangun desanya menjadi Desa Wisata. Desa wisata merupakan salah satu program desa yang bertujuan membuat desanya untuk menarik wisatawan datang dan Taufik Hidayat. Hendaris Adriyanto, dan Bustomi Arisandi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 mengunjungi desa tersebut. Kedatangan wisatawan diharapkan akan menambah pendapatan desa dan meningkatkan kwalitas hidup masyarakat di desa wisata tersebut. Desa yang akan dikembangkan menjadi suatu desa wisata yaitu Pulau harapan yang terletak dikepulauan Seribu. Pekerjaan rumah yang harus segera ditangani dengan cepat adalah. SDM yang berkompeten dalam menyambut para wisatawan yang akan berkunjung ke desanya. Sebuah Desa Wisata dapat terbentuk bila seluruh pengembangan mutu produk wisata pedesaan, pembinaan kelompok pengusaha setempat melalui pembentukan Kelompok Sadar wisata atau yang lebih dikenal dengan Pokdarwis. Pokdarwis adalah lembaga yang didirikan warga desa yang anggotanya terdiri dari para pelaku kepariwisataan yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab serta berperan sebagai penggerak untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya kepariwisataan di wilayah desa mereka serta mewujudkan Sapta Pesona. Kepariwisataan ini diharapkan bakal meningkatkan pembangunan daerah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga desa. (Purnawati, 2021. Rahmawati & Novaria, 2019. Ratna Susanti et al. , 2022. Riannada & Mardliyah, 2. Kelompok Kesadaran Pariwisata diharapkan dapat meningkatkan pembangunan daerah dan memberikan manfaat terbesar bagi warga desa (Sari & Pinasti, 2. Diperlukan kajian dan analisis yang lebih rinci untuk melihat kekurangan atau kelebihan dari sebuah Homestay. Ini digunakan untuk melihat sejauh mana peningkatan dan keberhasilan sebuah Homestay. Beberapa kegiatan tentang pengembangan Homestay telah dilakukan sebagai pertimbangan. Wedatama and Mardiansjah . Dalam kegiatan mereka tentang desa Homestay di kawasan Borobudur melihat bahwa pemanfaatan teknologi informasi dalam pariwisata di Desa Homestay Peningkatan SDM di Pulau Harapan melalui Pelatihan Pengelolaan Standar Usaha Homestay dalam Mendukung Program Visit Pulau Seribu 2023 Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Borobudur mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi melalui kemudahan wisatawan untuk menginap dan keterbukaan informasi serta menindaklanjuti umpan balik yang diberikan oleh wisatawan untuk perbaikan ke depannya. While Widyaningsih . Maulana and Hermansyah . Suwintari . , and Salsabila et al . berfokus pada peluang desa wisata menjadi Homestay dengan membuat produk daerah, memperkenalkan kuliner lokal, dan berbagai kesenian yang dapat ditawarkan kepada wisatawan. Hasil kegiatan oleh Ratu dan Adikampana . menyatakan bahwa menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi dengan menggunakan analisis SWOT, maka diperoleh strategi pemasaran yang dapat diterapkan, yaitu strategi pengemasan produk, strategi promosi, strategi reposisi dan strategi untuk memberikan layanan Kegiatan pengembangan Homestay di Pulau Harapan di Kepulauan Seribu melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan Homestay yang diikuti oleh 77 peserta yang terdiri dari pemilik Homestay. Pengembangan Homestay ini adalah dengan melihat potensi dan permasalahan di masyarakat setempat. Hal ini bertujuan untuk membangun 3 pilar, yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial (Setiawan & Zulfanita, 2. Oleh karena itu, pengembangan obyek lain sebagai Homestay diharapkan mampu membuat Pulau Harapan segera terbentuk menjadi salah satu Homestay dengan obyek wisata bahari dan destinasi taman nasional penyu. PELAKSANAAN DAN METODE Kegiatan ini menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD), yaitu sebuah model pemberdayaan masyarakat yang menekankan pada pemanfaatan aset dan potensi yang dimiliki oleh Taufik Hidayat. Hendaris Adriyanto, dan Bustomi Arisandi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Masyarakat dapat menggunakan potensi dan kekuatan yang dimiliki ini sebagai senjata ampuh untuk melakukan program pemberdayaan masyarakat (Afandi et , 2. Penerapan metode ini dilakukan dalam bentuk pelatihan praktikum penerapan konsep Wisata Berbasis Masyarakat melalui Pokdarwis yang memiliki peran strategis dalam mengembangkan desanya. Kegiatan PKM . engabdian kepada masyaraka. berlangsung selama 2 . hari pada tanggal 27 dan 28 Februari 2023 bertempat di pulau Pelatihan dilakukan untuk menutup "kesenjangan" antar keterampilan dan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja dalam mencapai tujuan kerja yang telah ditetapkan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan Standar Bisnis Homestay dilakukan dalam menyambut Kunjungan Pulau Seribu. 2023 Sebelum melaksanakan kegiatan pengabdian ini, perlu dilakukan beberapa tahapan yaitu tahapan persiapan dan tahapan implementasi. Adapun tahapan persiapan yang dilakukan sebelum kegiatan dilaksanakan adalah: . Berkomunikasi dengan Pokdarwis dari Pulau Harapan untuk mendapatkan informasi detail tentang masalah yang sering dihadapi dalam manajemen Homestay. Melakukan diskusi dengan Dinas Pariwisata Kepulauan Seribu terkait dinamika sumber daya manusia dan program pelaksanaan sosialisasi. Membentuk kelompok diskusi untuk mengetahui permasalahan dan permasalahan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah. Tahapan implementasi dibutuhkan metode yang tepat dan terarah kepada para peserta agar kegiatan pelatihan ini dapat memberikan dampak Metode yang dilakukan dalam sosialisasi standar manajemen Homestay adalah: . Brainstorming yang bertujuan utama penggunaan metode ini adalah untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang Peningkatan SDM di Pulau Harapan melalui Pelatihan Pengelolaan Standar Usaha Homestay dalam Mendukung Program Visit Pulau Seribu 2023 Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 berbagai keluhan, masalah, serta potensi dan peluang yang dihadapi oleh peserta dalam menyelesaikan pekerjaannya. Metode ini sangat berguna untuk membantu fasilitator dan peserta memetakan ruang lingkup permasalahan yang sedang dihadapi seputar pengelolaan Homestay. Presentasi/presentasi dari narasumber/fasilitator, metode ini bertujuan untuk mengantarkan peserta ke topik tertentu yang akan dibahas. Materi yang disampaikan sebatas memberikan gambaran pengelolaan Homestay dan penjelasan suatu konsep, alat, kondisi faktual, serta data dan informasi yang relevan dengan kondisi saat ini kepada peserta. Diskusi dan tanya jawab, selain menggunakan paparan yang disampaikan kepada peserta, narasumber berusaha mendorong keaktifan peserta yang hadir untuk memahami materi yang disampaikan. Penggunaan metode ini adalah untuk memancing respon dan mendapatkan umpan balik dari peserta terhadap materi yang baru saja disampaikan. Cara ini tidak hanya akan memberi penghargaan kepada peserta yang dianggap lebih tahu tentang kondisi yang dihadapi dalam melakukan pekerjaannya. Pelatihan yaitu para peserta pelatihan diajak melakukan kunjungan lapangan untuk melihat pengelolaan Homestay milik peserta, kemudian melakukan diskusi observasi dan praktik mulai dari penerimaan reservasi kamar hingga praktik membersihkan ruangan dan menyajikan hidangan makanan dan . Tahapan evaluasi, kegiatan evaluasi dilaksanakan setelah pelatihan selesai. para narasumber mengevaluasi peserta sejauh mana materi yang telah diberikan dapat dipahami. Dengan menggunakan salah satu Homestay peserta, kegiatan evaluasi menggunakan metode praktik lapangan dinilai paling mudah untuk mengukur keberhasilan peserta. Dari kegiatan ini, para narasumber dapat langsung melihat apakah standar dalam manajemen Homestay telah diterapkan dengan benar. Taufik Hidayat. Hendaris Adriyanto, dan Bustomi Arisandi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 HASIL DAN PEMBAHASAN Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, proses pelaksanaan dibagi dalam beberapa tahapan yang dimulai dengan persiapan yang cermat dan Pada tahapan melibatkan koordinasi intensif dengan Pokdarwis dan Dinas Pariwisata Kepulauan Seribu untuk memastikan kelancaran kegiatan. Hal ini mencakup penentuan jadwal pelaksanaan, pemilihan peserta pelatihan, serta penetapan lokasi dan jumlah peserta. Selain itu, tim pengabdian masyarakat menyiapkan materi sosialisasi yang akan disampaikan kepada peserta, dengan fokus utama pada Standar Manajemen Homestay. Proses administrasi juga menjadi perhatian penting, termasuk penyusunan daftar absensi peserta, penyediaan konsumsi, dan pengorganisasian seminar kit yang akan digunakan selama kegiatan. Persiapan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua aspek teknis dan logistik dapat mendukung kelancaran program dan mencapai hasil yang optimal. Pada tahapan implementasi, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Pulau Harapan Kepulauan Seribu berlangsung selama dua hari berturut-turut, yaitu pada tanggal 27 dan 28 Februari 2023. Selama periode ini, berbagai aktivitas dilakukan mulai dari pendaftaran peserta, di mana mereka mengisi daftar hadir untuk menerima materi seminar dan kit Acara dimulai dengan pembukaan resmi yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Seribu. Ibu Puji Hastuti, serta Ketua Pokdarwis, yang memberikan sambutan pembuka. Materi tentang Standar Manajemen Homestay disampaikan oleh Taufik Hidayat. M dalam sesi teori, sementara Hendaris Adriyanto. Par. , memimpin sesi praktik. Materi praktik mencakup berbagai aspek penting, termasuk kondisi rumah yang digunakan sebagai Homestay, unsur tata ruang, standar kamar tidur dan kamar mandi, serta elemen Peningkatan SDM di Pulau Harapan melalui Pelatihan Pengelolaan Standar Usaha Homestay dalam Mendukung Program Visit Pulau Seribu 2023 Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 listrik dan pasokan air. Selain teori, peserta juga mengikuti sesi praktek yang meliputi pengelolaan pesanan kamar, penyajian makanan dan minuman, serta administrasi pembayaran saat tamu meninggalkan Aktivitas ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh dan keterampilan praktis yang diperlukan dalam manajemen Homestay. Gambar 1. Kegiatan PKM Taufik Hidayat. Hendaris Adriyanto, dan Bustomi Arisandi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Gambar 2. Hasil Pre-Test dan Post-Test Gambar 3. Peningkatan SDM di Pulau Harapan melalui Pelatihan Pengelolaan Standar Usaha Homestay dalam Mendukung Program Visit Pulau Seribu 2023 Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Hasil Evaluasi Tahapan evaluasi dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan dapat dipahami dengan baik oleh peserta dan diterapkan secara efektif. Evaluasi ini dilakukan melalui beberapa metode, dimulai dengan sesi tanya jawab mengenai Standar Manajemen Homestay, pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Selain itu, dilakukan kunjungan lapangan ke Pulau Harapan untuk memeriksa kondisi yang ada secara langsung, memberikan masukan serta arahan mengenai standar produk, layanan, dan manajemen Homestay. Observasi juga dilakukan terhadap unsur pendukung Homestay, seperti produk pariwisata di sekitar pulau, untuk menilai integrasi dan kualitas layanan yang ada. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua elemen yang diperlukan untuk meningkatkan standar Homestay telah diterapkan dengan baik dan memberikan umpan balik yang konstruktif untuk perbaikan di masa depan. KESIMPULAN Kegiatan penyampaian materi standar pengelolaan homestay sangat penting dalam melakukan kegiatan operasional untuk memberikan layanan yang maksimal bagi pengunjung homestay. Selama dua hari para peserta mendapatkan pengetahuan dan penyegaran ilmu yang mermanfaat dalam kegiatan usaha meraka. Dalam rangka mewujudkan desa wisata yang memiliki pengunjung yang berkesinambungan, tentu faktor SDM juga menjadi asset yang tidak kalah penting. Kompetensi yang tepat akan memberikan jaminan kepada wisatawan maupun pengunjung bahwa mereka tidak salah memilih destinasi wisata. Program Visit Pulau Seribu Taufik Hidayat. Hendaris Adriyanto, dan Bustomi Arisandi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 2023 dapat dijadikan parameter tingkat kompetensi yang dimiliki oleh para insan pariwisata di kepulauan Seribu. Kegiatan pelatihan yang dilakukan secara terus menerus dapat menumbuhkan kepercayaan kepada wisatawan untuk terus memberikan rekomendasi bagi kerabatnya untuk berkunjung di kepulauan Seribu. Sapta Pesona yang menjadi ikon wisata Indonesia harus terus digaungkan dan dipraktekan agar selalu memberikan kesan yang positif bagi wisatawan. Program ini tentunya memiliki keterbatasan dimana pemantauan pasca pelatihan tidak dapat dilakukan secara berkelanjutan dalam waktu dekat. Dalam hal ini pihak kelurahan dibantu Kelompok Sadar Wisata dapat memberikan dukungan dan pemantauan keterampilan yang sudah diberikan hingga nantinya dapat jadikan salah satu andalan mata pencarian selain perikanan. Peningkatan SDM di Pulau Harapan melalui Pelatihan Pengelolaan Standar Usaha Homestay dalam Mendukung Program Visit Pulau Seribu 2023 Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 DAFTAR PUSTAKA