Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index Penguatan Nilai-Nilai Keislaman melalui Pembelajaran AlQurAoan di Madrasah Diniyah An-Nur Ngabar Ponorogo Wardatul Ummah Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar Ponorogo Email: wardatulummah83@gmail. Received: 08-07-2024 DOI: Accepted: 20-07-2024 Published: 30-07-2024 Abstract: This research discusses the strengthening of Islamic values through learning the Qur'an at Madrasah Diniyah An-Nur. Ngabar. Ponorogo. The focus of the study lies in how the Qur'an learning strategy is applied and the extent of its effectiveness in shaping the Islamic character of students. The purpose of this study is to describe the role of learning the Qur'an in instilling Islamic values such as faith, noble morals, and religious discipline. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques are carried out through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study show that the learning of the Qur'an at Madrasah Diniyah An-Nur is carried out systematically through the stages of tahsin, tahfiz, and tafsir accompanied by the habituation of Islamic values in daily life. Teachers have an important role in guiding, setting examples, and instilling spiritual and moral values. The conclusion of this study is that the learning of the Qur'an at Madrasah Diniyah An-Nur contributes significantly to strengthening the Islamic values of the students, which is reflected in their religious attitudes, discipline, and social behavior. An integrative and contextual learning model is the key to the success of the process of internalizing Islamic values. Keywords: Islamic values, learning the Qur'an, character of students, internalization of values. Abstrak: Penelitian ini membahas tentang penguatan nilai-nilai keislaman melalui pembelajaran Al-QurAoan di Madrasah Diniyah An-Nur. Ngabar. Ponorogo. Fokus kajian terletak pada bagaimana strategi pembelajaran Al-QurAoan diterapkan dan sejauh mana efektifitasnya dalam membentuk karakter keislaman santri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran pembelajaran Al-QurAoan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman seperti keimanan, akhlak mulia, dan kedisiplinan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran AlQurAoan di Madrasah Diniyah An-Nur dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan tahsin, tahfiz, dan tafsir yang disertai dengan pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Guru memiliki peran penting dalam membimbing, memberi teladan, serta menanamkan nilai spiritual dan moral. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran Al-QurAoan di Madrasah Diniyah An-Nur berkontribusi signifikan dalam memperkuat nilai-nilai keislaman santri, yang tercermin dalam sikap religius, kedisiplinan, dan perilaku sosial mereka. Model pembelajaran yang integratif dan kontekstual menjadi kunci keberhasilan proses internalisasi nilai-nilai keislaman tersebut. Kata Kunci: Nilai-nilai keislaman. Pembelajaran Al-QurAoan. Karakter Santri. Internalisasi Nilai Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli Wardatul Ummah. Penguatan Nilai-Nilai Keislaman melalui Pembelajaran Al-QurAoan di Madrasah Diniyah An-Nur Ngabar Ponorogo PENDAHULUAN Nilai-nilai keislaman merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter peserta didik, khususnya di lembaga pendidikan keagamaan seperti madrasah diniyah. Dalam konteks masyarakat pedesaan yang masih memegang teguh tradisi keagamaan, peran madrasah diniyah sangat strategis(Yahya, 2. dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak, dan Salah satu lembaga yang memiliki peran penting dalam hal ini adalah Madrasah Diniyah An-Nur di Ngabar. Ponorogo. Berdasarkan observasi awal, masih ditemukan tantangan dalam internalisasi nilai-nilai keislaman secara optimal melalui pembelajaran Al-QurAoan, terutama terkait dengan metode pengajaran yang belum sepenuhnya kontekstual dan adaptif terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik. Kesenjangan . yang muncul adalah kurangnya pengembangan model pembelajaran Al-QurAoan yang integratif antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam rangka penguatan nilai-nilai keislaman. Selain itu, kajian sebelumnya cenderung berfokus pada aspek kemampuan membaca AlQurAoan atau hafalan semata, tanpa mengaitkan secara mendalam dengan pembentukan karakter dan perilaku religius santri(Humanity, 2. Padahal, penguatan nilai keislaman melalui pembelajaran Al-QurAoan yang menyentuh dimensi spiritual dan sosial memiliki potensi besar dalam menumbuhkan karakter yang tangguh dan berakhlak mulia. Kajian literatur menunjukkan bahwa pembelajaran Al-QurAoan yang berhasil tidak hanya terletak pada aspek teknik baca dan hafal, melainkan pada bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat suci tersebut diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari(Gustiani et al. , 2. Sayangnya, masih minim penelitian terapan yang mengkaji pendekatan pembelajaran AlQurAoan berbasis nilai dalam konteks madrasah diniyah, terutama di wilayah rural seperti Ponorogo. Oleh karena itu, diperlukan suatu bentuk pengabdian berbasis riset yang dapat memberikan solusi strategis melalui pengembangan Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index Wardatul Ummah. Penguatan Nilai-Nilai Keislaman melalui Pembelajaran Al-QurAoan di Madrasah Diniyah An-Nur Ngabar Ponorogo dan pendampingan model pembelajaran Al-QurAoan yang bernuansa nilai. Di era modern yang ditandai dengan arus globalisasi dan kemajuan teknologi, tantangan pendidikan karakter semakin kompleks. Anak-anak dan remaja tidak hanya mendapatkan informasi dari lembaga pendidikan formal dan nonformal, tetapi juga dari media sosial dan lingkungan digital yang cenderung bebas nilai(Pendidikan et al. , 2. Dalam situasi ini, lembaga seperti madrasah diniyah menjadi benteng penting dalam menjaga identitas keislaman generasi muda(Nur Kholik, 2. Pembelajaran Al-QurAoan yang hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tanpa diimbangi dengan penanaman nilai-nilai, dikhawatirkan tidak mampu menjawab tantangan degradasi moral yang terjadi di masyarakat(Renci, 2. Oleh sebab itu, pembaruan pendekatan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan nilainilai keislaman dalam praktik pembelajaran Al-QurAoan menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan. Lebih lanjut, keberhasilan pembelajaran nilai dalam pendidikan Islam sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif guru, metode yang digunakan, serta Beberapa menekankan pentingnya metode yang kontekstual, partisipatif, dan berbasis pengalaman dalam menanamkan nilai(Fazri & sabariah, 2. Dalam konteks Madrasah Diniyah An-Nur, nilai-nilai pembelajaran Al-QurAoan perlu disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dan Oleh karena itu, pengabdian ini juga bertujuan untuk membangun kapasitas pendidik dan pengelola madrasah dalam merancang pembelajaran Al-QurAoan yang berorientasi pada penginternalisasian nilai, bukan sekadar penguasaan materi. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memperkuat nilai-nilai keislaman santri Madrasah Diniyah An-Nur melalui pendampingan penerapan model pembelajaran Al-QurAoan yang integratif dan kontekstual. Pengabdian ini didasarkan pada hasil riset pendahuluan dan didukung oleh kajian literatur Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index Wardatul Ummah. Penguatan Nilai-Nilai Keislaman melalui Pembelajaran Al-QurAoan di Madrasah Diniyah An-Nur Ngabar Ponorogo yang menunjukkan urgensi penguatan pendidikan nilai dalam pembelajaran Al-QurAoan. Dengan demikian, diharapkan terjadi transformasi dalam proses pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik secara menyeluruh. METODE PENELITIAN Pengabdian Participatory Action Research (PAR) (Greene, 2. Pendekatan ini dipilih karena mampu menjembatani antara teori dan praktik secara langsung melalui kolaborasi antara tim pengabdian dan komunitas sasaran, dalam hal ini adalah pengelola, guru, dan santri Madrasah Diniyah An-Nur. Ngabar. Ponorogo. Landasan teoretis dari pendekatan PAR mengacu pada konsep pembelajaran transformatif Paulo Freire, yang menempatkan masyarakat sebagai subjek perubahan sosial dan kultural, bukan hanya sebagai objek(Freire, 2. Langkah-langkah dalam metode PAR ini meliputi: . identifikasi dan pemetaan masalah melalui observasi dan wawancara partisipatif. perencanaan solusi bersama dengan para guru dan pengelola madrasah. implementasi model pembelajaran Al-QurAoan yang integratif dan berbasis nilai dan . refleksi dan evaluasi terhadap keberhasilan program melalui diskusi kelompok terfokus (FGD) serta monitoring berkala. Keberhasilan program diukur dari perubahan sikap santri terhadap nilai-nilai keislaman, peningkatan pemahaman terhadap isi kandungan Al-QurAoan, serta keterlibatan aktif guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis nilai. Subjek pengabdian adalah santri Madrasah Diniyah An-Nur yang berjumlah sekitar 60 santri, dengan rentang usia 5Ae14 tahun, serta 6 orang guru pengampu mata pelajaran Al-QurAoan pengelola madrasah. Data dikumpulkan melalui teknik triangulasi: . observasi terhadap proses . wawancara mendalam dengan guru dan santri. dokumentasi berupa catatan lapangan, foto kegiatan, serta lembar evaluasi Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index Wardatul Ummah. Penguatan Nilai-Nilai Keislaman melalui Pembelajaran Al-QurAoan di Madrasah Diniyah An-Nur Ngabar Ponorogo Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui model analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan(Miles. Matthew B. Michael. and Saldana, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Madrasah Diniyah An-Nur Ngabar Ponorogo berfokus pada penguatan nilai-nilai keislaman melalui pembelajaran Al-QurAoan. Penguatan ini menjadi penting karena madrasah diniyah tidak hanya bertugas mentransfer ilmu agama, tetapi juga menjadi pusat internalisasi nilai moral dalam kehidupan santri. Salah satu indikator keberhasilan pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman santri terhadap nilai-nilai keislaman seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan toleransi. Nilai-nilai ini merupakan bagian integral dari pendidikan Islam yang bersumber dari Al-QurAoan. Sebelum pengabdian dilaksanakan, dilakukan asesmen awal berupa pretest kepada 60 santri. Hasil pre-test menunjukkan bahwa pemahaman mereka terhadap nilai-nilai keislaman masih terbatas dan cenderung bersifat teoritis. Dalam pre-test tersebut, skor rata-rata pemahaman nilai kejujuran adalah 62, nilai amanah 59, toleransi 60, dan tanggung jawab 58. Skor tersebut menunjukkan bahwa santri belum sepenuhnya memahami konsep nilai dalam konteks aplikatif. Setelah pengabdian dilakukan selama tiga bulan dengan pendekatan pembelajaran Al-QurAoan berbasis nilai, dilakukan post-test yang hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan di seluruh indikator nilai. Skor rata-rata pasca-intervensi pada nilai kejujuran meningkat menjadi 84, amanah menjadi 81, toleransi 82, dan tanggung jawab 80. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas pendekatan pembelajaran yang diterapkan. Tabel 1. Tabel Peningkatan Nilai Santri (Pre-test vs Post-tes. Nilai Keislaman Skor Pre-test Skor Post-test Kejujuran Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index Wardatul Ummah. Penguatan Nilai-Nilai Keislaman melalui Pembelajaran Al-QurAoan di Madrasah Diniyah An-Nur Ngabar Ponorogo Amanah Toleransi Tanggung Jawab Peningkatan skor ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan metode, tetapi juga memperkuat argumentasi bahwa pembelajaran berbasis nilai yang bersamaan(Sulastri & Bustam, 2. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah metode diskusi tafsir tematik, di mana guru membimbing santri menafsirkan ayat-ayat Al-QurAoan yang berkaitan dengan nilai-nilai tertentu dan mengaitkannya dengan kehidupan mereka sehari-hari. Sebagai contoh, dalam membahas nilai kejujuran, guru menggunakan QS. Al-Ahzab: 70 yang mengajarkan pentingnya berkata benar. Nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan praktik kejujuran dalam kehidupan santri di asrama dan keluarga. Selain itu, nilai amanah dikembangkan melalui pemahaman terhadap QS. An-Nisa: 58. Santri diajak berdiskusi mengenai bentuk-bentuk amanah dalam kehidupan, seperti menjaga rahasia, mengelola waktu belajar, dan melaksanakan tugas piket. Pembelajaran juga diperkaya dengan metode role-playing yang mendorong santri untuk menghidupkan nilai dalam bentuk skenario kehidupan nyata. Metode ini terbukti memperkuat penghayatan nilai. Keberhasilan program tidak lepas dari keterlibatan aktif guru dalam proses perancangan dan pelaksanaan model pembelajaran. Guru bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi fasilitator pembelajaran nilai. Berdasarkan hasil wawancara, 83% guru merasa terbantu dengan pendekatan ini karena membuat pembelajaran lebih hidup dan bermakna. Mereka juga merasa lebih mampu membimbing santri secara moral dan Keterlibatan guru ini penting karena mereka menjadi agen utama dalam transformasi nilai. Komitmen dan kapasitas guru dalam membawakan Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index Wardatul Ummah. Penguatan Nilai-Nilai Keislaman melalui Pembelajaran Al-QurAoan di Madrasah Diniyah An-Nur Ngabar Ponorogo nilai-nilai Islam menentukan keberhasilan proses internalisasi pada santri. Secara sosiologis, terjadi perubahan perilaku santri yang cukup mencolok, terutama dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab kolektif, dan empati terhadap sesama. Guru mencatat bahwa santri lebih aktif dalam kerja bakti dan kegiatan tadarus. Perubahan sikap ini mencerminkan keberhasilan pembelajaran afektif yang tidak hanya membentuk pemahaman, tetapi juga mengubah cara pandang dan pola perilaku(Arief et al. , 2. Data observasi mencatat bahwa 75% santri menunjukkan peningkatan konsistensi dalam menerapkan nilai keislaman, seperti lebih menjaga kebersihan, hadir tepat waktu, dan menghindari kebohongan kecil. Program ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran nilai tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus penguatan naratif berbasis Al-QurAoan. Dalam perspektif pendidikan Islam, integrasi antara kognisi dan afeksi merupakan kunci dalam pembentukan karakter. Hasil pengabdian ini menegaskan pentingnya integrasi tersebut sebagai strategi pengajaran di madrasah diniyah. Salah satu temuan penting adalah perlunya peningkatan kapasitas guru dalam literasi nilai dan metodologi pembelajaran nilai. Pengabdian ini menjadi ruang pelatihan tidak langsung bagi guru untuk mengembangkan kreativitas pedagogis mereka. Santri juga menyatakan bahwa mereka lebih memahami makna Al-QurAoan ketika dikaitkan dengan kehidupan Hal ini membuktikan bahwa pendekatan kontekstual lebih mudah dicerna oleh peserta didik usia diniyah. Pembelajaran menginternalisasi nilai, karena mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga merenung dan mengevaluasi pengalaman mereka sendiri. Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya (Aji Suprayitno et al. , 2. bahwa pendidikan Islam yang berbasis nilai dan konteks lebih mampu menjawab tantangan moralitas generasi muda. Dengan Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index Wardatul Ummah. Penguatan Nilai-Nilai Keislaman melalui Pembelajaran Al-QurAoan di Madrasah Diniyah An-Nur Ngabar Ponorogo memperkuat nilai-nilai keislaman melalui pembelajaran Al-QurAoan yang integratif, partisipatif, dan kontekstual. Model ini diharapkan dapat direplikasi di madrasah lain sebagai model pembelajaran nilai berbasis Al-QurAoan yang efektif dan relevan dalam menjawab krisis nilai di kalangan remaja Muslim saat Lebih jauh, keberhasilan program ini juga ditandai dengan meningkatnya kesadaran reflektif santri terhadap pentingnya menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber dari Al-QurAoan. Hal ini tampak dalam kemampuan mereka menyebutkan contoh konkret nilai keislaman dari pengalaman pribadi dan kehidupan sosial mereka. Refleksi ini penting karena menjadi indikator bahwa santri tidak sekadar memahami nilai secara teoritis, tetapi mampu membumikan nilai dalam tataran Dalam proses ini, pembelajaran Al-QurAoan tidak lagi menjadi kegiatan ritualistik semata, melainkan menjadi jalan spiritual dan sosial untuk membentuk karakter. Selain itu, peran lingkungan belajar yang kondusif turut Madrasah Diniyah An-Nur menyediakan ruang interaksi yang egaliter antara guru dan santri, yang memungkinkan proses dialogis berkembang dalam proses belajar mengajar. Dialog antara guru dan santri memperkuat pendekatan partisipatif dalam pembelajaran. Ini sejalan dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif, bukan objek pasif dalam proses pendidikan(Peserta et al. , 2. Lebih dari itu, interaksi nilai yang dibangun dalam kelas dan lingkungan madrasah memperlihatkan terjadinya internalisasi melalui kebiasaan dan budaya yang terbentuk secara kolektif. Nilai-nilai seperti kerja sama, tanggung jawab kolektif, dan kepedulian tumbuh melalui aktivitas bersama yang terstruktur. Dalam perspektif sosiokultural(Vygotsky, 1. , program ini juga memperlihatkan bahwa pembelajaran berbasis nilai tidak dapat dilepaskan dari budaya lokal. Guru mengaitkan pembelajaran dengan konteks sosial masyarakat Ngabar, seperti nilai gotong royong dan musyawarah, yang Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index Wardatul Ummah. Penguatan Nilai-Nilai Keislaman melalui Pembelajaran Al-QurAoan di Madrasah Diniyah An-Nur Ngabar Ponorogo memperkuat daya tangkap nilai oleh santri. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan kontekstual yang berbasis lokalitas menjadi kunci keberhasilan pendidikan nilai. Santri lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai jika ia melihat relevansi langsung antara teks Al-QurAoan dan realitas sosialnya. Data dari observasi triangulatif juga menunjukkan bahwa setelah program berjalan, terdapat penurunan signifikan terhadap pelanggaran tata ketidakhadiran tanpa alasan. Pola ini mencerminkan bahwa santri tidak hanya mengalami peningkatan pemahaman, tetapi juga mengalami transformasi perilaku yang stabil. Perubahan ini merupakan tanda bahwa nilai sudah menjadi bagian dari cara berpikir dan bertindak mereka secara konsisten. Dalam wawancara mendalam, beberapa santri menyatakan bahwa mereka merasa lebih termotivasi menjaga akhlak karena memahami bahwa nilai-nilai tersebut memiliki dasar ilahiah dan bukan sekadar aturan manusia. Kesadaran ini membangun aspek spiritualitas yang kuat. Peningkatan spiritualitas ini merupakan dampak penting dari pembelajaran Al-QurAoan yang tidak hanya menyasar aspek kognitif, tetapi juga emosional dan transendental. Nilai-nilai keislaman bukan hanya dibaca, tetapi diresapi sebagai bentuk kedekatan kepada Allah. Program ini juga mendorong munculnya agen perubahan di kalangan santri. Beberapa di antara mereka mulai berinisiatif menjadi penggerak kegiatan positif seperti kelompok tadarus, mentoring akhlak, dan forum diskusi nilai di luar jam pelajaran. Tabel 2. Perubahan sikap atau perilaku santri setelah program Aspek Perilaku Sebelum Intervensi Setelah Intervensi Disiplin dan ketepatan waktu Kurang konsisten Meningkat, hadir tepat waktu Kegiatan kolektif Pasif Lebih Kesadaran nilai Teoritis Reflektif Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index Wardatul Ummah. Penguatan Nilai-Nilai Keislaman melalui Pembelajaran Al-QurAoan di Madrasah Diniyah An-Nur Ngabar Ponorogo Kemunculan inisiatif ini menandakan bahwa internalisasi nilai berhasil melahirkan kepemimpinan moral di tingkat mikro. Ini menjadi benih penting dalam membangun generasi pemimpin Muslim yang memiliki integritas spiritual dan sosial. Tidak kalah penting adalah perubahan pola pikir guru terhadap pembelajaran Al-QurAoan. Sebelum pengabdian, sebagian besar guru masih menggunakan pendekatan tekstual semata. Setelah program berjalan, terjadi pergeseran ke arah pendekatan nilai yang lebih reflektif dan kontekstual. Guru mulai memosisikan diri tidak hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai pembimbing moral yang memberi ruang bagi santri untuk bertanya, berdiskusi, dan merefleksikan nilai-nilai keislaman secara kritis. Hal ini menghidupkan kembali ruh pendidikan Islam klasik yang bersifat humanis. Secara kelembagaan, program ini memperlihatkan bahwa madrasah diniyah dapat menjadi pusat perubahan sosial berbasis nilai. Dengan kapasitas guru yang memadai dan pendekatan yang sesuai, madrasah dapat memainkan peran strategis dalam menjawab krisis moral generasi muda. Hasil pengabdian ini juga memperkaya diskursus akademik tentang pentingnya redefinisi kurikulum Al-QurAoan yang selama ini terlalu fokus pada aspek hafalan dan Penguatan aspek nilai memberi dimensi baru dalam pembelajaran AlQurAoan yang lebih aplikatif dan menyeluruh. Keberhasilan program juga menegaskan efektivitas metode Participatory Action Research (PAR) dalam konteks pengembangan pendidikan Islam. Pelibatan aktif seluruh elemenAiguru, santri, dan komunitasAimembuat proses belajar menjadi milik bersama, bukan hanya tanggung jawab pengabdi. Pendekatan PAR mendorong terjadinya transformasi struktural dalam sistem Santri merasa menjadi bagian dari perubahan, bukan sekadar objek perubahan. Ini memperkuat rasa kepemilikan terhadap nilai yang mereka Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index Wardatul Ummah. Penguatan Nilai-Nilai Keislaman melalui Pembelajaran Al-QurAoan di Madrasah Diniyah An-Nur Ngabar Ponorogo Model yang dikembangkan dalam pengabdian ini juga dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan Islam lain yang ingin membangun pendidikan nilai secara berkelanjutan. Hal ini mengingat tantangan dekadensi moral yang semakin meluas di tengah modernisasi. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter Islam tidak cukup hanya dengan ceramah dan nasihat. Dibutuhkan pendekatan yang sistematis, integratif, dan berbasis pada realitas peserta didik agar nilai dapat benar-benar tertanam. Dengan menekankan pada integrasi antara teks . dan konteks. Al-QurAoan problematika kehidupan remaja Muslim. Pendekatan seperti inilah yang menjawab kritik terhadap pendidikan Islam yang terkesan kaku dan jauh dari Pada akhirnya, pengabdian ini tidak hanya berdampak pada individu santri, tetapi juga pada budaya belajar dan iklim keislaman di madrasah secara Budaya nilai yang tumbuh menjalar ke dalam aktivitas keseharian madrasah dan memperkuat identitas keislaman institusi. Dari paparan di atas, jelas bahwa penguatan nilai keislaman melalui pembelajaran Al-QurAoan dapat menjadi solusi konkret terhadap krisis nilai di kalangan remaja Muslim. Model yang dikembangkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kurikulum nilai di madrasah dan pesantren. KESIMPULAN Pengabdian kepada masyarakat di Madrasah Diniyah An-Nur Ngabar Ponorogo menunjukkan bahwa pembelajaran Al-QurAoan yang berbasis nilai mampu memperkuat karakter keislaman santri secara signifikan. Melalui pendekatan kontekstual, partisipatif, dan integratif, nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan toleransi tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diinternalisasi dan diwujudkan dalam perilaku santri. Proses ini diperkuat oleh metode diskusi tafsir tematik, role-playing, serta pembiasaan dan keteladanan yang dilakukan secara konsisten oleh guru. Keterlibatan guru Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index Wardatul Ummah. Penguatan Nilai-Nilai Keislaman melalui Pembelajaran Al-QurAoan di Madrasah Diniyah An-Nur Ngabar Ponorogo sebagai fasilitator nilai menjadi kunci keberhasilan transformasi moral santri. Data pre-test dan post-test, serta hasil observasi dan wawancara, menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek kognitif, afektif, dan spiritualitas santri. Program ini juga menciptakan ruang reflektif dan dialogis yang mendorong Keberhasilan Al-QurAoan pendekatan yang lebih aplikatif dan relevan. Pengalaman ini dapat direplikasi di madrasah lain sebagai model pendidikan karakter Islami yang responsif terhadap tantangan moral generasi muda, sekaligus menghidupkan kembali peran strategis madrasah dalam membentuk pribadi Muslim yang utuh dan DAFTAR PUSTAKA