JURNAL IKHTIBAR NUSANTARA E-ISSN: 2964-5255 Editorial Address: Jl. Nyak Arief No. 333 Jeulingke Kota Banda Aceh Provinsi Aceh Received: Filled 22-5-2. Accepted: 30-05-2. Published: 06-06-2024 Model Kepemimpinan Islami Orang Tua Dalam keluarga: Menuju Pengembangan Pendidikan Karakter Bagi Anak Masa Depan *Iskandar. Syarkawi. Email: iskandarumuslim@gmail. com1, syarkawi682@gmail. Universitas Almuslim Universitas Almuslim ABSTRACT The formation of human personality plays a major role in education, including Islamic education. Education is solely responsible for forming good morals in everyone, including the younger generation of Indonesia. Especially for children who are looking for their identity, without the role of education they will lose direction and be exposed to social problems. Not only education, the role of fathers and mothers is also very important in educating and caring for children. The influence of parental leadership models on children's naughty behavior has a significant influence on children's A good leadership model will create good character and vice versa. Many factors influence children's delinquency, including other friends and the environment, but family factors Character education is one solution to overcome child delinquency. Education also greatly influences the formation of a child's personality. This research uses qualitative research methods with field observations and interviews. This research was conducted in Bireuen. Keywords: Leadership. Education, character. Islamic ABSTRAK Pembentukan kepribadian manusia memegang peranan utama dalam pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Pendidikan semata-mata bertanggung jawab untuk membentuk akhlak yang baik pada diri setiap orang, termasuk generasi muda Indonesia. Apalagi bagi anak yang sedang mencari jati dirinya, tanpa adanya peran pendidikan maka ia akan kehilangan arah dan terkena permasalahan Tak hanya pendidikan, peran ayah dan ibu juga sangat penting dalam mendidik dan mengasuh Pengaruh model kepemimpinan orang tua terhadap perilaku nakal anak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepribadian anak. Model kepemimpinan yang baik akan menciptakan karakter yang baik dan sebaliknya. Banyak faktor yang mempengaruhi kenakalan anak, antara lain teman dan lingkungan, namun faktor keluarga lebih mendominasi. Pendidikan karakter menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kenakalan anak. Pendidikan juga sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan observasi lapangan dan wawancara. Penelitian ini dilakukan di Bireuen. Kata kunci: Kepemimpinan. Pendidikan, karakter. Islami Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Iskandar. Syarkawi Model Kepemimpinan orang tua PENDAHULUAN Pendidikan paling dasar seseorang dimulai dari keluarga. Pendidikan dalam lingkungan keluarga merupakan pendidikan utama anak. Yang paling penting adalah semua tingkat pemahaman, mulai dari intelektualitas, kepandaian, tumbuhnya minat dan bakat, dimulai dari dalam rumah atau keluarga. Keluarga inti dan anggota keluarga lainnya semuanya memegang peranan penting dalam menjalankan fungsinya1. Namun banyak orang yang menyadari bahwa saat ini tidak semua keluarga dapat menunaikan tugas pokoknya yaitu membantu dan membimbing anaknya secara menyeluruh dan profesional. Faktanya masih banyak keluarga yang melupakan kewajibannya terhadap keluarga lain. Hanya sedikit orang yang menyadari bahwa perannya juga penting dalam keluarga, karena ayah, ibu, nenek, kakek, paman, bibi, sepupu, dan anak semuanya memiliki peran, tugas, dan kewajiban dalam keluarga2. Dalam setiap peran keluarga. Ada berbagai strategi atau bentuk kepemimpinan tergantung pada orang tua dalam keluarga. Model kepemimpinan ini mendefinisikan tujuan kehidupan keluarga. Secara umum, ada tiga jenis model kepemimpinan orang tua: demokratis, otoriter, dan liberal 3. Ketiga model kepemimpinan ini semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masingmasing. Tergantung model implementasinya dalam keluarga4. Dalam keluarga, remaja merupakan salah satu anggota yang memerlukan pengawasan khusus karena masa remaja merupakan masa emas perkembangan manusia5. Golden growth merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa atau biasa dikenal dengan masa remaja. Masa remaja merupakan masa terpenting dalam Peramesti. Ni Putu Depi Yulia, and Dedi Kusmana. AuKepemimpinan Ideal Pada Era Generasi Milenial. AyTRANSFORMASI: Jurnal Manajemen Pemerintahan, 2018, pp. 73Ae84, ttps://doi. org/10. 33701/jt. AuKematangan Emosi. Konsep Diri Dan Kenakalan Remaja. Ay Jurnal Psikologi, vol. 7, no. Jurnal Iktibar Nusantara 1, 2017, pp. 490Ae500. Mubarok. Ramdanil. AuPeran Kepemimpinan Dalam Keluarga Pada Pembelajaran Daring Di Desa Sangatta Utara. Ay Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, vol. 3, 2021, p. 1251, https://doi. org/10. 37905/aksara. Ningsih. Diah Retno, and Tobriyanto Tobryianto. AuKepemimpinan Orang Tua Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa. Ay Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, vol. 2, no. 1, 2020, pp Rakhmawati. Istina. AuPeran Keluarga Dalam Pengasuhan Anak. Ay Jurnalbimbingan Konseling Isla, vol. 6, no. 1, 2020, pp. 1Ae18. Ani Siti Anisah. AuPola Asuh Orang Tua Dan Implikasinya Terhadap Pembentukan Karakter Anak. Ay Jurnal Pendidikan Universitas Garut, vol. 5, no. 1, 2018, pp. 70Ae84. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Iskandar. Syarkawi Model kepemimpinan Orang tua kehidupan manusia6. Dimana manusia merupakan bagian yang sangat berwarna karena dipenuhi dengan perasaan yang benar-benar baru termasuk kegembiraan, keinginan, kebahagiaan dan emosi bahagia, menyenangkan atau sedih lainnya. Namun tidak semua anak dapat lepas dari masa keemasan tersebut, banyak anak pada masa transisi ini yang tidak dapat menemukan jati dirinya, sehingga menyebabkan banyak anak yang kehilangan makna jati dirinya sehingga berujung pada kenakalan remaja7. Kontrol orang tua bukanlah satu-satunya cara untuk mengatasi permasalahan remaja dalam mencari jati dirinya, sehingga ada kelompok remaja yang kehilangan arah. Banyak orang tua yang bingung dengan pemahaman ini. Sebab kesalahpahaman orang tua dalam memahami anaknya justru membuat mereka menjadi buta sehingga menyebabkan anaknya menjadi nakal8. Tidak membiarkan anak bebas mengutarakan pendapatnya juga memaksanya untuk menuruti perintah dan larangan, sehingga perilakunya sulit dikendalikan, bahkan oleh orang tua sekalipun. Akibatnya banyak orang tua yang kewalahan dengan tugas mengasuh anaknya. Penyelenggaraan pendidikan sangat mempengaruhi perubahan sikap, kepribadian, watak bahkan budi pekerti seseorang. Munculnya kenakalan, kenakalan, penyimpangan agama dan maksiat dalam pendidikan sepenuhnya bertanggung jawab atas hal9. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional telah membuat rencana untuk mengatasi masalah ini. Pendidikan karakter dirancang untuk meningkatkan karakter yang baik. Pendidikan karakter bagi remaja juga telah dirancang di sekolah, dimana guru siswa mendapat pengajaran khusus tentang 24 indikator karakter. Hal itu hanya untuk meminimalisir dan menghilangkan berbagai penyimpangan, termasuk kenakalan remaja yang menimbulkan kekacauan dan merugikan kehidupan masyarakat. Tak hanya di rumah, interaksi dengan teman juga membawa dampak. Dampaknya bisa baik atau Tergantung pada hubungan remaja dan pertemanannya, pembentukan karakter teman-temannya juga ditentukan. Remaja yang berteman baik akan mengembangkan kepribadian yang baik, sebagaimana remaja yang bergaul dengan Ayun. Qurrotu. AuPola Asuh Orang Tua Dan Metode Pengasuhan Dalam Membentuk Kepribadian Anak. Ay . Muchtar. Dahlan, and Aisyah Suryani. AuPendidikan Karakter Menurut Kemendikbud. Ay Edumaspul: Jurnal Pendidikan, vol. 3, no. 2, 2019, pp. 50Ae57, https://doi. org/10. 33487/edumaspul. Sumara. Dadan, et al. AuKenakalan Remaja Dan Penanganannya. Ay Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 4, no. 2, 2017, pp. 346Ae53, https://doi. org/10. 24198/jppm. Martini. Eneng, et al. AuPengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Pembentukan Karakter Anak Di Desa Budiharja Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat. Ay CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, vol. 2, no. 1, 2018, pp. 10Ae21, https://doi. org/10. 36805/civics. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Iskandar. Syarkawi Model Kepemimpinan orang tua teman yang buruk juga akan berkembang menjadi remaja yang buruk. Masalah sosial yang muncul di kalangan remaja saat ini adalah perilaku menyimpang yang disebut dengan kejahatan remaja10. Banyak faktor penyebab permasalahan tersebut, salah satunya adalah model kepemimpinan orang tua dan hal ini juga menjadi salah satu permasalahan yang ada di Bireuen. Dengan mengamati kejadian tersebut, penulis mencoba mengkaji secara langsung hakikat kejadian tersebut untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kenakalan anak remaja dan untuk memberikan edukasi kepada orang tua, sekolah dan masyarakat, mencari cara untuk mengatasi kenakalan remaja. Dalam penelitian ini lokasi yang dipilih sebagai lokasi penelitian adalah di Bireuen. Oleh karena itu, perlu adanya pendidikan karakter Islami pada remaja agar terbentuk kriteria remaja ideal. Persentase anak remaja sekarang yang kurang baik diduga karena latar belakang pelaku dan teladan kepemimpinan orang tua kurang lengkap dalam membimbing remaja atau bahkan tidak mampu mendampingi remaja Penelitian ini menjadi jembatan untuk mempelajari lebih jauh permasalahan tersebut dan mencoba mencari solusinya. Sebagai perbandingan, model kepemimpinan orang tua dalam Islam yang mana yang dapat membawa akibat yang baik dan sebaliknya. Hal tersebut akan dijelaskan pada penelitian ini. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana penelitian ini untuk menindaklanjuti tentang permasalhan remaja di tempat penelitian dan mencoba menghubungkan dengan beberapa informan terkait11. Peristiwa yang di maksud itu meliputi hal-hal yang terlibat dalam kehidupan sehari-hari seperti tindakan, persepsi atau emosi, motivasi atau sikap yang dilakukan secara menyeluruh dengan menjelaskannya menjadi kalimat. Informan penelitian merupakan sasaran yang akan di teliti untuk mendapatkan sumber informasi sehingga mendapatkan hasil kesimpulan dari Objek penelitian ini adalah sarana pendukung atau keaadaan yang memiliki kaitan yang erat dengan subjek penelitian. Informan penelitian ini adalah remaja tengah dengan rentang waktu 15-18 tahun dengan jumlah remaja yang akan di teliti sekitar 20 remaja, kedua orang tua dan tokoh masyarakat yang tinggal di Bireuen. Dan objek penelitian ini adalah pola kepemimpinan orang tua, pendidikan karakter dan kenakalan remaja. Informan penelitian ini terdiri dari 25 remaja usia 15-18 tahun dengan jenis kelamin 18 laki-laki 7 perempuan,25 ibu, 25 ayah, 10 tokoh masyarakat yang meliputi jajaran gampong, guru, dan ustad. Teknik Fatimah. Siti, and Muhammad Towil Umuri. AuFaktor-Faktor Penyebab Kenakalan Remaja Di Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul. Ay Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, vol. 4, no. 1, 2014, pp. 87Ae96, http://journal. id/index. php/Citizenship/article/view/6284. Rijali. Ahmad. AuAnalisis Data Kualitatif Ahmad Rijali. Ay Jurnal Alhadharah, vol. 33, 2018, pp. 81Ae95. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Iskandar. Syarkawi Model kepemimpinan Orang tua pengumpulan data penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Observasi adalah pengamatan yang sistematis dan terencana untuk memperoleh data yang terkendali. Wawancara adalah proses mentransfer informasi untuk tujuan tertentu. Data yang diperoleh dianalisis secara mendalam sesuai dengan kebutuhan penelitian Data yang dikumpulkan meliputi data observasi lapangan dan data HASIL DAN PEMBAHASAN Penduduk Bireuen 60% berprofesi sebagai petani, 20% buruh, 10% pengusaha, 10% guru/ASN/. anak yang dijadikan informan penelitian adalah anak dari keluarga petani dan kelas pekerja yang berjumlah 25 orang anak berusia antara 15 dan 18 tahun atau anak yang sedang duduk di bangku sekolah menengah atas. proses pengumpulan data dari 25 anak remaja melalui pendapat orang tua dan tokoh Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi langsung dan wawancara tidak terstruktur. Pengumpulan data diawali dari informasi yang diperoleh dari gampong, antara lain pendataan 25 keluarga tahun ini dengan anak remaja berusia antara 15 hingga 18 tahun. Selanjutnya, jadwalkan waktu dengan tokoh masyarakat untuk wawancara. Kemudian, wawancara langsung dengan orang Strategi Penerapan Pendidikan Karakter Islami Pendidikan karakter adalah sistem pendidikan yang mengutamakan nilainilai budaya bangsa dalam aspek pengetahuan, sikap dan tindakan menuju Tuhan Yang Maha Esa terhadap diri sendiri dan bangsa. Kebijakan nasional tentang pembangunan jati diri bangsa periode 2010-2025 penegasan karakter merupakan hasil gabungan empat bagian yaitu hati, pikiran, raga, rasa dan karsa. Hasil dari melatih hati adalah perasaan atau keyakinan . , yaitu pengolahan pikiran dan penalaran yang digunakan untuk mencari dan menggunakan ilmu pengetahuan secara kritis, kreatif dan memperbaharui. Berolahraga adalah proses persepsi, peniruan, persiapan, manipulasi pribadi dan penciptaan aktivitas baru dengan semangat olahraga. Dan yang terakhir, perwujudan perasaan dan karsa dikaitkan dengan perasaan hasrat dan pembangkitan ide-ide yang kreativitasnya diungkapkan melalui kepedulian, visualisasi, dan penciptaan hal-hal baru. Keempatnya berasal dari 24 nilai inti karakter yang ada di sekolah12. Seperti agama, kejujuran, kecerdasan, demokrasi. Untuk melaksanakan pendidikan karakter diperlukan suatu strategi, strategi pelaksanaannya adalah: sosialisasi, regulasi dan pengembangan kapasitas, implementasi dan kolaborasi, dan terakhir pemantauan dan evaluasi. Masni. AuPeran Pola Asuh Demokratis Orangtua Terhadap Pengembangan Potensi Diri Dan Kreativitas Siswa. Ay Jurnal Ilmiah Dikdaya, vol. 6, no. 1, 2016, pp. 58Ae74. Muawanah. Lis Binti, and Herlan Pratikto. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Iskandar. Syarkawi Model Kepemimpinan orang tua Pendidikan karakter Islami bagi remaja bertujuan untuk: mempertebal keimanan, menjaga religiusitas keagamaan, dan mendorong remaja untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sesuai dengan nilai-nilai agama Islam. Penerapan pendidikan karakter Islami Sebaiknya orang tua memberikan motivasi yang cukup agar remaja dapat menerima pendidikan tersebut dengan baik sehingga tercipta remaja yang Pendidikan karakter bagi remaja pada umumnya didasarkan pada beberapa bagian yaitu pendidikan, iman, etika, ilmu pengetahuan, ilmu dan ibadah. Pendidikan aqidah merupakan tugas orang tua mendidik anaknya dengan mengenalkan bahwa tidak ada AuTuhanAy yang berhak disembah kecuali Allah dan dengan mengajarkan kepada anak untuk tidak menyekutukan Allah SWT. Pendidikan akhlak adalah tugas orang tua untuk mendidik anak sedini mungkin etika terpuji atau akhlak yang baik, seperti kedisiplinan, kejujuran, amanah dan birrul walidain. Pendidikan ilmu orang tua harus menanamkan pada diri anak kecintaan terhadap ilmu dan semangat menuntut ilmu. Dan pendidikan ibadah orang tua mempunyai kewajiban untuk membimbing anak dalam bersungguhsungguh dalam istiqamah beribadah kepada Allah SWT. Serta memastikan anak menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah dan Rasulnya. Sehingga pembentukan karakter islami anak dapat di pertanggung jawabakan dan anak ini siap dalam menyikapi kehidupan di masa depan. Kenakalan Remaja Kenakalan remaja yang terjadi di objek penelitian ini lebih kepada pola kurangnya kesadaran dalam menjalankan tugas dan kewajiban pribadi seperti pentingnya belajar atau menghormati orang tua13. Remaja menjadi nakal salah satu faktornya adalah karena belum bisa mengontrol dan mengekspresikan emosinya dengan baik dan dengan cara yang bisa di terima di masyarakat. Orang tua yang menjalankan pola kepemimpinan otoriter membuat anak malah memiliki perilaku membantah dan tidak jujur karena berdasar takut kepada orang tua peristiwa ini terjadi seperti contoh dia berangkat sekolah dari rumah tapi tidak sampai ke Pola kepemimpinan otoriter ini memiliki dampak buruk kepada anak. Berbeda dengan orang tua yang menjalankan pola kepemimpinan demokratis, anak lebih terbuka dan jujur dan dapat menerima pemahaman dimana hal ini berdampak pada perilaku anak yang baik dan bisa berjalan sesuai dengan norma agama dan ikut serta dalam menjalankan norma di masyarakat. Model kepemimpinan ini menjadi faktor dominan dalam mengembangkan kepribadian Prasasti FKIP. Suci, et al. AuKenakalan Remaja Dan Faktor Penyebabnya. Ay Prosiding Seminar Nasional Bimbingan Dan Konseling, vol. 1, no. 1, 2017, pp. 28Ae45, http://prosiding. id/index. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Iskandar. Syarkawi Model kepemimpinan Orang tua anak baik secara intelektual maupun keterampilan untuk membentuk kepribadian yang baik14. Macam-macam model kepemimpinan orang tua dalam membentuk pendidikan karakter remaja nakal di Bireuen yang mayoritas model kepemimpinan orang tua remaja menganut model otoriter merupakan jawaban terhadap permasalahan kenakalan remaja. Sebab pada model ini, orang tua terkesan memaksa anaknya untuk menuruti perintahnya meski di luar kemampuannya atau tanpa memperhatikan kondisi anaknya. Orang tua yang mengikuti model kepemimpinan otoriter ini mengharapkan anak-anak mereka mengikuti perintah mereka dengan tunduk pada keinginan mereka. Model pengasuhan seperti ini menjadi memberikan pengaruh negatif karena anak tidak mempunyai kesempatan untuk menerima kasih sayang, nasehat dan bimbingan15. Orang tua tidak mau tahu, mereka hanya fokus pada kewajiban menafkahi. untuk anak-anak dan mencari nafkah. Mereka tidak memberikan kesempatan berdiskusi dan anak tidak mempunyai kesempatan untuk menyampaikan Orang tua menginginkan anaknya menjadi apa yang diinginkannya dengan memenuhi kebutuhannya tanpa memantau perkembangannya atau mendampinginya hingga keinginan tersebut tercapai. Hal inilah yang membuat remaja merasa bebas dan tidak membumi, tanpa latar belakang ilmu pengetahuan. mengembangkan kepribadian ke arah disorientasi dan tidak mampu menemukan jati diri di masa keemasan ini. Penyimpangan yang dilakukan bahkan ditujukan untuk mencari kasih sayang orang tua. Bahkan orang tua salah memahami makna tersebut sehingga membuat remaja semakin terkekang dan terbatas dalam cara berpikirnya karena banyak tambahan perintah dan larangan. Motif kenakalan remaja tidak hanya terletak pada model kepemimpinan keluarga yang buruk, namun juga rendahnya kesadaran anak dalam mencari perhatian orang tuanya. Kejadian ini terjadi karena orang tua dan remaja tidak memiliki landasan dan tujuan yang jelas dalam kepemimpinan keluarga16. Model kepemimpinan orang tua ini mempengaruhi kepribadian remaja karena kesalahan kepemimpinan di rumah akan mempengaruhi kepribadian anak di masyarakat. Pengaruh model kepemimpinan orang tua mempunyai dampak yang serius terhadap kepribadian anak. Pola kepemimpinan yang baik akan berdampak baik dan Saman. Abdul. Psympathic. Jurnal Ilmiah Psikologi 2010. Vol. No. 1: 1-14. 2010, pp. 1Ae14. Adawiyah. Robiatul, and Siti Suaedah. AuPola Asuh Orang Tua Pada Minat Belajar Siswa Di Smpn 15 Kota Bekasi. Ay Research and Development Journal of Education, vol. 8, no. 2022, p. 808, https://doi. org/10. 30998/rdje. Latifah. Atik. AuPeran Lingkungan Dan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Pembentukan Karakter Anak Usia Dini. Ay (JAPRA) Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal (JAPRA), vol. 3, no. 2020, pp. 101Ae12, https://doi. org/10. 15575/japra. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Iskandar. Syarkawi Model Kepemimpinan orang tua Berhasilnya pendidikan karakter pada remaja di pengaruhi besar oleh pola kepemimpinan orang tua. Karena orang tua mempunyai pegangan penting dalam membentuk interaksi yang intim dan berlangsung kepada anak untuk menciptakan kasih sayang, kepedulian dan hubungan yang harmonis dalam Orang tua yang mempunyai hubungan yang baik dengan anaknya akan memberikan dampak positif bagi anaknya. Pola kepemimpinan orang tua yang bisa memberikan dampak positif bagi anaknya adalah pola demokratis. Sebenarnya pola kepemimpinan otoriter jika dijalankan dengan prinsip prinsip yang baik dan terarah bisa berdampak baik seperti anak akan bersifat lebih semangat dalam berusaha mencapai cita-citanya, lebih tegas dan mampu mengendalikan dirinya. Pola kepemimpinan demokratif merupakan jenis kepemimpinan yang unik karena mempunyi tipe kepemimpinan yang dapat membangun akhlak remaja dengan pendekatan yang berjalan lurus dengan syariat agama18. Tindakan Penganggualangan Kenakalan Remaja Tindakan penanggunalangan kenakalan remaja penulis membagi menjadi 3 bagian yaitu: Tindakan Preventif Usaha pencegahannya adalah. Mengenal ciri umum dan khusus remaja. Mencari tahu masalah yang sedang di alami remaja karena biasnaya hal ini yang menjadikan sebab pelampiasan dalam bentuk kenakalan. Sementara itu, usaha pembinaannya adalah. Menguatkan psikologi atau mental remaja. Memberikan pendidikan tidak hanya pada ilmu dunia tapi ilmu agama dan memantau Senantiasa memberikan motivasi dan dorongan untuk selalu melakukan kebaikan dan memperkenalkan hubungan sosial yang baik. Memberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berpendapat. dan Memperbaiki keadaan lingkungan19. Dalam tindakan ini keluarga juga mempunyai peran untuk membentuk pribadi remaja yang berakahlak mulia. Hal ini bisa di mulai dari perilaku sederhana seperti mencontohkan sikap jujur, membaca doa sebelum melakukan apapun, serta memberikan bimbingan agama dengan pembinaan yang perlahan dan sabar. Usaha pembinaan yang terstruktur ini akan membentuk remaja yang akan mengembangkan dirinya sehingga dapat menyeimbangkan emosi, membuka pikiran yang sehat dan mengantarkan remaja kepada perbuatan yang pantas, sopan Hasanah. Uswatun. AuPola Asuh Orangtua Dalam Membentuk Karakter Anak. Ay Jurnal Elementary, vol. 2, no. 2, 2021, pp. 72Ae82. Wahyudin. Ujang. AuPola Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Membangun Akhlak Peserta Didik. Ay Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, vol. 11, no. 1, 2018, p. https://doi. org/10. 32832/tawazun. Lestari. Erieska Gita, et al. AuPeran Keluarga Dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja. Ay Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 4, no. 2, 2019, https://doi. org/10. 24198/jppm. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Iskandar. Syarkawi Model kepemimpinan Orang tua dan bertanggung jawab sehingga remaja dapat menyelesaikan masalah dengan bijaksana dan mandiri. Pembinaan terhadap remaja ini bertujuan untuk: Identitas diri, dapat menilai diri sendiri dan menjaga hubungan dengan orang lain. Adaptasi diri, mengenal dan menerima tugas dan kewajiban sehingga diri bisa menyesuaikan dengan tugas dan kewajiban tersebut. Orientasi diri, pengarahan remaja ke arah pembatasan pribadi dan sosial dengan menerapkan pada penyadaran norma-norma Bimbingan ini bisa di lakukan dengan dua pendekatan, yaitu: Pendekatan langsung dan pendekatan kelompok. Tindakan represif Usaha tindak lanjut pelanggaran norma dan yuridis dengan mengadakan hukuman terhadap pelaku pelanggaran. Harus ada tindakan tegas untuk menangani perilaku ilegal anak di bawah umur untuk mencegah dan mencegah terulangnya perilaku serupa. Misalnya remaja harus mengikuti aturan yang berlaku dalam Keluarga harus menghukum mereka yang melanggar aturan keluarga. Penerapan peraturan harus dilakukan secara konsisten20. Tindakan korektif Tindakan ini merupakan tindak lanjut di mana perilaku ilegal anak di bawah umur sudah melampaui batas dan tidak dapat dikelola di rumah, pendidikan melalui pengembangan khusus dikelola langsung oleh suatu organisasi atau ahli di Solusi bagi remaja dalam mengendalikan kenakalan remaja, yaitu: Prinsip keteladanan, remaja harus mencari tokoh masyarakat yang telah melalui tahapan tersebut dan cobalah memperbaiki diri untuk memberi contoh sebelum terlambat pada tahap ini. Motivasi dan dukungan penuh dari orang tua, keluarga, guru dan teman. Remaja melakukan berbagai aktivitas positif untuk menyalurkan Remaja dapat mengatur dan memilih teman-temannya, lingkungan dan peran orang tua disini akan memberikan arahan bagi integrasi sosial. Remaja menciptakan prinsip yang kokoh untuk menguatkan dirinya dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif. Solusi dan nasehat ini dikatakan efektif dalam memerangi remaja kejahatan untuk membatasi dan menyelesaikan kenakalan remaja. Dalam diskusi ini, remaja perlu dilibatkan langsung dalam upaya pengendalian kenakalan remaja agar dapat diarahkan pada masyarakat yang lebih baik dan taat pada hukum agama dan norma Penelitian ini mengkaji tiga model kepemimpinan orang tua di bidang ini: demokratis, otoriter, dan permisif. Ketiga role model ini menciptakan tipikal kepribadian remaja yang berbeda-beda. Hal ini bukan disebabkan oleh model Namun hal ini disebabkan oleh dasar penerapan model kepemimpinan ini. Model kepemimpinan Islami orang tua dalam keluarga apabila diterapkan dengan baik maka akan membentuk karakter Islami yang baik pada diri Karlina. Lilis. AuFenomena Terjadinya Kenakalan Remaja. Ay Edukasi Nonformal, vol. 1, no. 2, 2020, pp. 147Ae58, https://ummaspul. e journal. id/JENFOL/article/view/434. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Iskandar. Syarkawi Model Kepemimpinan orang tua Kenakalan remaja saat ini berakar pada model kepemimpinan yang masih jauh dari nilai-nilai Islam. Banyak orang tua yang belum menyadari pentingnya menerapkan model kepemimpinan Islami. Orang tua diharapkan mampu menerapkan model kepemimpinan Islami dalam keluarga karena selain dapat menurunkan angka kenakalan anak remaja, model kepemimpinan tersebut juga dapat mengembangkan masa depan remaja Muslim di masa yang akan dating. KESIMPULAN Penelitian ini mengkaji tiga model kepemimpinan orang tua di bidang ini: demokratis, otoriter, dan permisif. Ketiga panutan inilah yang melahirkan karakter berbeda-beda khas remaja. Hal ini bukan disebabkan oleh model kepemimpinannya. Namun hal ini disebabkan oleh penerapan radikal model kepemimpinan ini. Apabila model kepemimpinan Islami orang tua dalam keluarga diterapkan dengan baik maka akan tercipta karakter Islami yang baik pada remaja. Kejahatan remaja saat ini berakar pada model kepemimpinan yang masih jauh dari nilai-nilai Islam. Banyak orang tua yang masih belum menyadari pentingnya menerapkan model kepemimpinan Islami. Orang tua diharapkan mampu menerapkan model kepemimpinan Islami dalam keluarga karena selain dapat menurunkan angka kenakalan remaja, model kepemimpinan tersebut juga dapat mengembangkan masa depan remaja Muslim. REFERENSI