Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Petani Padi di Kecamatan Majenang. Kabupaten Cilacap (The Influence of Motivation on Rice Farmer Productivity in Majenang District. Cilacap Regenc. Olivia Dwi Yanti. Kadhung Prayoga, dan Joko Mariyono Program Studi S1 Agribisnis. Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto. Tembalang. Kota Semarang Email: oliviady0012@gmail. ABSTRAK Padi sebagai komoditas strategis, memiliki dampak ekonomi, sosial, dan politik yang Hal ini dikarenakan hasil olah produk dari tanaman padi yaitu beras masih menjadi sumber pangan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi ekonomi dan sosiologis terhadap produktivitas petani padi di Kecamatan Majenang. Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari Ae Juni Lokasi penelitian ditentukan dengan pertimbangan bahwa di Kecamatan Majenang merupakan kecamatan yang memiliki potensi dan sudah berkembang dalam usahatani padi. Metode penelitian adalah survey. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode proporsional random sampling untuk memperoleh data yang representative, dimana pengambilan data disetiap wilayah ditentukan secara seimbang dengan banyaknya subjek dari masing-masing wilayah yang ditentukan. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 506 petani sehingga sampel yang digunakan sejumlah 76 petani namun dibulatkan menjadi 80. Metode pengumpulan data melalui wawancara dibantu dengan kuesioner dan observasi lapangan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . Motivasi ekonomi dan sosiologis petani padi di Kecamatan Majenang. Kabupaten Cilacap termasuk dalam kategori tinggi. Secara serempak peran motivasi ekonomi dan sosiologis berpengaruh terhadap produktivitas petani padi di Kecamatan Majenang. Kabupaten Cilacap. Kata Kunci :Padi, motivasi, produktivitas, ekonomi, sosiologis ABSTRACT Rice is a strategic commodity with substantial economic, social, and political implications. As a staple food for the majority of the Indonesian population, rice remains central to national food security, while paddy farming continues to serve as a primary source of livelihood for rural This study aims to examine the influence of economic and sociological motivations on the productivity of rice farmers in Majenang District. Cilacap Regency. The research was conducted from February to June 2025. Majenang District was selected as the study site due to its significant potential and advancement in rice farming practices. A survey method was employed, and respondents were selected using proportional random sampling to ensure representative data across sub-regions. The total population consisted of 506 rice farmers, from which a sample of 80 was drawn. Data collection involved structured interviews using questionnaires and direct field The data were analyzed using multiple linear regression analysis. The findings reveal that: . the economic and sociological motivations of rice farmers in Majenang District are generally high. both economic and sociological motivations have a statistically significant simultaneous effect on rice farmers' productivity in the region. Keywords: Rice, motivation, productivity, economic, sociological Olivia Dwi Yanti. Kadhung Prayoga, dan Joko Mariyono : Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Petani Padi di Kecamatan Majenang PENDAHULUAN Sektor pertanian memiliki peranan penting dalam menopang kehidupan masyarakat Indonesia, terutama dalam penyediaan pangan, penyerapan tenaga kerja, serta kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi nasional. Komoditas padi menjadi salah satu komoditas strategis karena beras masih menjadi makanan pokok bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, produktivitas padi mengalami penurunan, termasuk di wilayah Kabupaten Cilacap, khususnya Kecamatan Majenang. Data BPS . mencatat bahwa produksi padi di Kecamatan Majenang menurun dari 770 ton pada tahun 2021 menjadi 505 ton pada tahun 2023. Penurunan produktivitas padi ini menjadi tantangan serius, terlebih Kecamatan Majenang dikenal sebagai salah satu daerah yang aktif dalam pengembangan sektor pertanian dan pemberdayaan petani. Upaya peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada teknologi budidaya, tetapi juga sangat ditentukan oleh faktor manusia, khususnya petani sebagai pelaku utama. Dalam hal ini, motivasi petani menjadi faktor penting yang dapat mendorong semangat kerja, pengambilan keputusan, serta kinerja dalam mengelola usaha taninya. Motivasi petani merupakan dorongan internal dan eksternal yang membentuk perilaku petani dalam menjalankan kegiatan pertanian. Motivasi ini dapat terbagi menjadi dua dimensi, yaitu motivasi ekonomi dan motivasi Motivasi ekonomi berkaitan dengan kebutuhan dasar seperti pendapatan, kesejahteraan, dan pemenuhan kebutuhan hidup, sedangkan motivasi sosiologis mencakup aspek sosial seperti relasi antarpetani, partisipasi dalam kelompok tani, serta penerimaan sosial dari masyarakat Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas petani padi di Kecamatan Majenang adalah petani kecil, dengan luas lahan terbatas dan akses terbatas terhadap sumber daya pertanian modern. Dalam situasi ini, peningkatan motivasi petani menjadi krusial untuk menjaga semangat dan efisiensi dalam menjalankan usahatani padi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana motivasi ekonomi dan motivasi sosiologis berpengaruh terhadap produktivitas petani padi, khususnya di wilayah Kecamatan Majenang. Kabupaten Cilacap. Penelitian ini penting dilakukan agar dapat memberikan gambaran nyata mengenai faktor-faktor motivasional yang mempengaruhi produktivitas usahatani Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah, penyuluh pertanian, serta stakeholder lainnya dalam merumuskan program pemberdayaan petani berbasis peningkatan motivasi kerja. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada Februari-Juni 2025 yang berlokasi di Kecamatan Majenang. Kabupaten Cilacap. Metode penelitian menggunakan metode survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 orang dari populasi 506 orang yang merupakan petani dari dua desa di Kecamtan Majenang. Penentuan jumlah sampel berpacu pada teori pengambilan 15% karena populasi yang besar. Sumber data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan menggunakan pertanyaan Analisis data yang digunakan yaitu regresi linier berganda. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik berdasarkan Umur Umur responden dalam penelitian adalah salah satu karakteristik responden yang penting untuk Umur dapat . Vol. No. 2 September 2025 mempengaruhi sikap, pengetahuan, dan perilaku responden terkait topik Oleh karena itu, penting untuk mengelompokkan responden berdasarkan usia agar dapat menganalisis data secara lebih mendalam dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan-perbedaan yang mungkin ada antar kelompok usia. Umur merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kinerja dan kemampuan petani dalam mengelola usahatani. Usia petani dapat mencerminkan tingkat kematangan berpikir, pengalaman, serta ketahanan fisik yang dibutuhkan dalam kegiatan Menurut Sulistyowati . , setiap kategori umur memiliki perbedaan kemampuan yang beragam. Berikut merupakan jumlah dan presentase responden berdasarkan umur. Berikut merupakan jumlah dan presentase responden berdasarkan umur. Sebagian besar petani responden berada pada kelompok usia 46 hingga 60 tahun, yang termasuk dalam kategori usia produktif madya. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas petani yang menjadi responden masih berada dalam usia yang secara umum dianggap aktif dan produktif untuk bekerja di sektor pertanian. Usia yang berada pada kisaran produktif menjadi indikasi bahwa petani masih memiliki tenaga kerja yang cukup kuat serta pengalaman yang relatif matang dalam bertani. Namun, fakta lain dilapangan ditemukan bahwa pada kelompok usia yang lebih tua petani responden masih produktif bertani. Karakteristik berdasarkan Pendidikan Tingkat pendidikan merupakan salah satu karakteristik penting yang dapat memengaruhi cara petani dalam mengambil keputusan serta merespon berbagai informasi dan teknologi yang berkaitan dengan usahatani. Pendidikan berperan dalam meningkatkan kemampuan kognitif petani, terutama dalam memahami metode pertanian modern, akses terhadap informasi pasar, serta penerapan praktik pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan (Sari dan Rachmawati, 2. Olivia Dwi Yanti. Kadhung Prayoga, dan Joko Mariyono : Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Petani Padi di Kecamatan Majenang Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani responden memiliki tingkat pendidikan yang relatif rendah, dengan sebagian besar hanya menamatkan pendidikan dasar. Data menunjukkan bahwa 36,25% petani berpendidikan hingga Sekolah Dasar dan hanya sebagian kecil, yaitu 3,75%, yang memiliki pendidikan tinggi (S. , sementara 26,5% petani tidak pernah menempuh pendidikan formal. Kondisi ini menunjukkan bahwa rendahnya tingkat pendidikan petani berpotensi membatasi kemampuan mereka dalam menerima dan mengadopsi inovasi teknologi pertanian, sehingga menjadi tantangan dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani di wilayah tersebut. Jumlah anggota keluarga berpengaruh langsung terhadap produktivitas usahatani karena berkaitan dengan ketersediaan tenaga kerja dalam rumah tangga. Sejumlah 59 petani atau sebanyak 73,5% responden memiliki jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan kurang dari 5 jiwa per Meskipun data mengenai jumlah anggota keluarga tidak disajikan secara terperinci, secara umum struktur keluarga petani menunjukkan kecenderungan adanya kontribusi tenaga kerja dari anggota keluarga dalam kegiatan usahatani. Widyawati et . menyatakan bahwa anggota keluarga yang terlibat dalam pertanian penting untuk efisiensi tenaga kerja, terutama dalam sistem pertanian Rentang usia petani responden dalam lama betani paling tinggi pada usia 11 Ae 30 tahun sebesar 76,25%, pada rentang usia >30 tahun sebesar 20% dan terendah pada usia <10 tahun sebesar 3,75%. Lama pengalaman petani dalam bertani berpengaruh pada tingkat pengetahuan dan keterampilan yang . Vol. No. 2 September 2025 lebih baik dalam bertani dibandingkan dengan petani yang memiliki lama pengalaman bertani lebih singkat. Produktivitas tinggi di Kecamatan Majenang menunjukkan pengalaman panjang membantu petani mengelola usahatani dengan efektif. Petani berpengalaman lebih terbuka pada teknologi, varietas unggul, dan pendampingan penyuluh. Motivasi tinggi juga menjadi kunci keberhasilan (Ismail & Kurniawati, 2. Mayoritas responden memiliki lahan pertanian milik sendiri, yaitu sebanyak 61 orang . ,25%), sementara sisanya sebanyak 19 orang . ,75%) mengelola lahan dengan status sewa. Petani yang memiliki lahan pribadi memiliki fleksibilitas dalam pengambilan keputusan dan lebih berani berinovasi. Sebaliknya, petani penggarap/penyewa lebih konservatif dan minim investasi karena keterbatasan hak atas lahan. Menurut Susanti et al. kepemilikan lahan juga mempengaruhi motivasi dan komitmen kerja petani. Berdasarkan data yang telah dianalisa dengan metode uji regresi linier berganda, diperoleh hasil persamaan Y = 4,694 (-0,. X1 0,691X2 e. Nilai konstanta sebesar 4,649 menyatakan bahwa apabila tidak ada variabel tidak ada variabel motivasi ekonomi dan motivasi sosiologis atau variabel Hasil Analisis Variabel Motivasi Petani Terhadap Produktivitas Petani Padi di Kecamatan Majenang. Kabupaten Cilacap Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda menggunakan bantuan program SPSS 25. 0 diperoleh data sebagai berikut : independent dianggap 0 . , maka nilai produktivitas sebesar 4,649. Nilai koefisien regresi pada variabel motivasi ekonomi (X. yaitu sebesar -0,246 dimana bernilai negatif. Hal ini menjelaskan bahwa apabila nilai pengaruh motivasi ekonomi bertambah sebesar 1 satuan, maka produktivitas Olivia Dwi Yanti. Kadhung Prayoga, dan Joko Mariyono : Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Petani Padi di Kecamatan Majenang petani akan mengalami penurunan sebesar 0,246 satuan dengan asumsi bahwa variabel lainnya dianggap tetap. Koefisien bernilai negatif dalam pengaruh motivasi ekonomi (X. dan produktivitas (Y) dapat diartikan bahwa ketika semakin tinggi pengaruh motivasi ekonomi (X. yang dimiliki petani padi, maka semakin rendah produktivitasnya. Nilai koefisien regresi pada variabel motivasi sosiologis (X. yaitu sebesar 0,691. Hal ini menjelaskan bahwa setiap kenaikan 1 satuan variabel motivasi sosiologis, maka produktivitas petani meningkat sebesar 0,691 satuan dengan asumsi variabel lainnya dianggap Koefisien regresi yang bernilai positif ini mengindikasikan adanya hubungan yang searah . antara motivasi sosiologis dan produktivitas. Artinya, semakin tinggi tingkat motivasi sosiologis yang dimiliki petani seperti kebutuhan akan prestasi, afiliasi, dan peran sosial dalam masyarakat, maka semakin tinggi pula kecenderungan produktivitasnya dalam usahatani. Sejalan dengan penelitian oleh Idrus et al. , yang mengemukakan bahwa motivasi, termasuk aspek sosiologisnya, memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi, diperoleh nilai sebesar 0,496. Nilai ini menunjukkan bahwa variabel-variabel independen yang terdiri dari motivasi ekonomi dan motivasi sosiologis secara bersama-sama memiliki pengaruh sebesar 49,6% terhadap variabel dependen, yaitu Sementara itu, 50,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam model penelitian Koefisien determinasi sendiri memiliki rentang nilai antara 0 hingga 1, di mana semakin mendekati 1 menunjukkan hubungan yang semakin kuat antara variabel bebas dan variabel Sebagaimana dijelaskan oleh Ghozali . Nilai RA berkisar antara 0 hingga 1, di mana nilai yang mendekati 1 menunjukkan bahwa model regresi mampu menjelaskan sebagian besar variasi dalam variabel dependen. Sebaliknya, nilai RA yang kecil mengindikasikan bahwa kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen sangat terbatas. Berdasarkan hasil dari uji t menggunakan SPSS diperoleh data yang ditampilan dalam tabel Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel motivasi ekonomi (X. memiliki nilai t-hitung sebesar -3,323 dengan signifikansi 0,001 . < 0,. , yang berarti berpengaruh signifikan terhadap produktivitas petani padi, namun dengan arah negatif. Artinya, peningkatan motivasi ekonomi justru diikuti oleh penurunan produktivitas. Fenomena ini dapat dijelaskan oleh temuan Sihotang et al. yang menyatakan bahwa meskipun motivasi ekonomi petani . Vol. No. 2 September 2025 tergolong tinggi, faktor-faktor seperti keterbatasan akses terhadap teknologi pertanian dan kurangnya pelatihan dapat menghambat peningkatan produktivitas. Motivasi ekonomi yang tinggi tidak selalu sejalan dengan peningkatan produktivitas jika tidak didukung oleh sumber daya dan pengetahuan yang memadai. Sebaliknya, variabel motivasi sosiologis (X. memiliki nilai t-hitung sebesar 7,693 dengan signifikansi < 0,001, yang berarti berpengaruh signifikan dan positif terhadap produktivitas petani padi. Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi sosiologis petani seperti dorongan untuk bekerja demi keluarga, keinginan berkontribusi terhadap masyarakat, dan partisipasi dalam kelompok tani semakin tinggi pula produktivitas mereka. Temuan ini sejalan dengan penelitian oleh Fikri dan Sam'un . , yang menekankan bahwa partisipasi petani dalam kelompok tani dan peran aktif ketua kelompok dapat meningkatkan motivasi sosiologis, seperti rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap produktivitas. Uji F digunakan untuk menguji apakah variabel-variabel independen secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS, diperoleh nilai F hitung sebesar 37. 906 dengan tingkat signifikansi < 0. Karena nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari taraf signifikan 0,05, maka HCA ditolak dan HCA Ini berarti bahwa variabel motivasi ekonomi (X. , motivasi sosiologis (X. , secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas (Y) petani padi di Kecamatan Majenang. KESIMPULAN Motivasi ekonomi dan motivasi sosiologis petani di Kecamatan Majenang. Kabupaten Cilacap, secara umum berada dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa petani memiliki dorongan yang kuat baik dari segi kebutuhan ekonomi maupun dari aspek sosial dalam menjalankan usaha tani Secara serempak/simultan, motivasi ekonomi dan motivasi sosiologis berpengaruh terhadap produktivitas petani padi di Kecamatan Majenang sebesar 49,6%. Artinya, hampir setengah dari variasi produktivitas dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sementara sisanya sebesar 50,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak tercakup dalam model penelitian ini. Secara parsial, motivasi ekonomi ternyata berpengaruh negatif, sedangkan motivasi sosiologis berpengaruh positif terhadap produktivitas petani. DAFTAR PUSTAKA