Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 67 Ae 76 e-ISSN: 2656 - 677X Menumbuhkan Pendidikan Karakter Melalui Linguistik Bagi Warga KP. Saga RT 004 RW 004 Desa Tobat Kec. Balaraja-Tangerang Banten Ade Siti Haryanti1. Astuti Samosir 2 Suyekti Kinanthi Rejeki 3 1,2,3 Universitas Indraprasta PGRI. Jakarta. Indonesia E-mail: astutissamosir77@gmail. siti86haryanti@gmail. Abstrak Pendidikan karakter anak memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pondasi moral dan etika anak sejak dini. Persoalan yang dihadapi mitra kegiatan yaitu terkait dengan karakter anak yang kurang baik, hal ini banyak penyebabnya salah satunya adalah kurangnya berkomunikasi yang baik antara orang tua dan Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah karakteristik seorang anak dipengaharui oleh bahasa, karena bahasa atau linguistik merupakan alat yang dipergunakan oleh seorang anak untuk berpikir, berkomunikasi, dan mengekspresikan diri. Peran bahasa bagi anak sangatlah penting terutama untuk berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan, sehingga mampu membentuk karakternya, berbahasa secara baik dan santun dapat menjadi kebiasaan yang dapat membentuk kepribadian seseorang menjadi lebih baik. Kata kunci: Pendidikan Karakter. Linguistik. Masyarakat Abstract Children's character education has a very important role in forming the foundation of children's morals and ethics from an early age. The problems faced by activity partners are related to children's poor character, this has many causes, one of which is the lack of good communication between parents and children. The results of implementing this activity are that a child's characteristics are influenced by language, because language or linguistics is a tool used by a child to think, communicate, and express themselves. The role of language for children is very important, especially for communicating both verbally and in writing, so that it can form their character, speaking well and politely can become a habit that can shape a person's personality to be better. Keywords: Character Education. Linguistics. Society PENDAHULUAN pendidikan karakter anak: Pendidikan Setiap individu memiliki karakter yang berbeda. Pendidikan karakter pengenalan dan pemahaman nilai-nilai anak memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pondasi kepedulian, dan bertanggung jawab. moral dan etika anak sejak dini. Proses Nilai-nilai ini menjadi dasar bagi anak sekolah, tetapi juga melibatkan peran sehari-hari. Orang Berikut adalah beberapa contoh dan teladan yang positif bagi aspek yang perlu diperhatikan dalam anak-anak. Mereka Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 67 Ae 76 e-ISSN: 2656 - 677X konsisten agar anak dapat belajar pendidikan (Jurusan et al. , 2. melalui pengamatan dan identifikasi. Pendidikan karakter pada anak (Sukatin et al. , 2. usia dini merupakan upaya penanaman Karakter diartikan sebagai tabiat. perilaku terpuji pada anak, baik perilaku sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau dalam beribadah, perilaku sebagai warga negara yang baik, perilaku seseorang daripada yang lain. Sumber berinteraksi dengan orang lain dan Nilai lingkunga, dan perilaku terpuji yang Pendidikan Karakter Agama: Pancasila: Budaya: dan Tujuan Pendidikan Pendidikan Nasional. Konsepsi pendidikan karakter yang dianut oleh dilaksanakan pada setiap lingkungan di Indonesia Lingkungan Gagasan mengenai absolute keluarga adalah lingkungan pertama yang ditemukan anak. Orang tua nilai-nilai diangkatnya nilai-nilai Pancasila dan menanamkan sikap-sikap yang baik nilai-nilai yang tertuang dalam tujuan pendidikan nasional sebagai sumber dari pendidikan karakter. Secara makro menerapkan pola asuh terhadap anak pendidikan karakter dibagi dalam tiga akan berpengaruh pada proses tumbuh Perilaku membentuk kepribadian anak. Setiap Pendidikan karakter dalam konteks tersendiri dalam mendidik anaknya, pendidikan secara holistik. Satuan dan ini mempengaruhi perkembangan pendidikan merupakan sektor utama (Bun et al. , 2. Orang tua tidak yang secara optimal memanfaatkan semestinya menyerahkan pendidikan karakter anak kepada guru. Orang tua lingkungan belajar yang ada untuk dan guru adalah model yang akan ditiru dan diteladani oleh anak, baik ucapan menguatkan, dan menyempurnakan maupun perbuatannya. Penanaman karakter pada anak dapat dilakukan Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 67 Ae 76 e-ISSN: 2656 - 677X bunyi bahasa, makna bahasa, dan keteladanan, dan penguatan (Hasibuan penggunaan praktis bahasa. Secara et al. , 2. Peran sebagai sarana pendidikan karakter menyimak dengan baik, berbicara atau anak sekolah dasar sangat karena dalam pembentukan karakter efektif, memaknai bacaan dengan baik, dan menulis dengan terampil. Siswa sekolah dasar, diperlukan memiliki kemampuan yang sangat baik Kerjasama dalam berkomunikasi, mengingat, serta dalam hal konsistensi penanaman nilai- menggunakan ejaan bahasa sesuai nilai karakter dilingkungan keluarga, kaidah bahasa yang baik dan benar dilingkungansekolah, dan dilingkungan serta memiliki semangat dan kecintaan tinggi terhadap Bahasa (Maskar et al. dengan kecerdasan linguistik tinggi Dengan konsistensi tersebut, karakter yang diharapkan dapat tertananam dengan Sangat penting adanya integrasi baik sehingga terbentuk kakrakter yang misalnya: Anak penerapan teknik pembelajaran dalam karakter jujur apabila dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah pendidikan karakter dan kecerdasan majemuk pada diri siswa. Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa problematika nilai kejujuran (MaAosumah et al. , 2. besar yang dialami siswa ada tiga Bahasa merupakan bagian yang aspek yaitu kesulitan dalam mencapai menanamkan/mengajarkan kelompok masyarakat tutur (Ummah. Kecerdasan (Lutfiyatun, 2. Permasalahan Mitra menggunakan kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Seorang Persoalan yang dihadapi mitra dengan kecerdasan lingustik mampu kegiatan yaitu terkait dengan karakter untuk memanipulasi struktur bahasa, anak yang kurang baik, hal ini banyak Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 67 Ae 76 e-ISSN: 2656 - 677X penyebabnya salah satunya adalah kurangnya berkomunikasi yang baik Teknologi yang ada menjadi ancaman antara orang tua dan anak. bagi generasi penerus bangsa, karena Selama linguistik//berbahasa kurang dianggap anak memiliki karakter yang buruk. Anak mendapat perhatian dari orang tua (Wiryadinata et al. , 2. mulai dari mengarahkan mana yang METODE baik dan buruk hingga kegiatan anak sehari-hari pelaksanaan PKM ini adalah metode Usaha untuk membentuk karakter diskusi bersama Sosialiasi mengenalkan manfaat dari kegiatan Sosialisasi langsung di salah satu rumah warga. Beberapa penyebab dibantu oleh Keluarga Ade sebagai salah satu warga. Metode yang dilakukan dalam phone untuk membuat anak tenang. disebabkan oleh aktifnya penggunaan Berbagi Pengalaman gawai . , maraknya penggunaan Kegiatan media sosial, dan kurangnya perhatian kesempatan bagi tim relawan untuk orang tua siswa terhadap komunikasi. berbagi pengalaman bersama. Zaman ini berarti anak kecil sudah bisa Diskusi Bersama dan mampu menggunakan HP dalam Diskusi peran terhadap pembentukan karakter anak dengan penggunaan smartphone sekarang ini. Pembentukan karakter sayogiyanya menjadi salah satu dasar Pendekatan Participatory Learning pendidikan yang diberikan kepada and Action (PLA). anak (Aswadi & Lismayanti, 2. Pendekatan Participatory Learning and orang tua Bersama Action (PLA) diterapkan untuk belajar Dalam perkembangan teknologi di era sekarang ini memiliki pengaruh Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 67 Ae 76 e-ISSN: 2656 - 677X bersama berkenaan dengan karakter manusia terbentuk dan bagaimana hal dan linguistik. tersebut berfungsi. Ekonomi digital, di HASIL DAN PEMBAHASAN Seiring dengan perkembangan lain, menguatkan nilai-nilai ilmu pengetahuan dan teknologi maka pada kekuatan ekonomi digital itu hal tersebut berpengaruh terhadap karakteristik seorang anak, dengan ketidakseimbangan di dalam komunitas . Kondisi penting dalam membentuk kualitas Keterampilan Penurunan moralitas era digitalisasi permasalahan bangsa, terhadap peran orang tua (Wiryadinata dilatih secara bekelanjutan, hal ini akan et al. , 2. memberikan dampak yang baik bagi Adapun para penggunanya sehingga tingkat pendidikan. William Bennett, pola asuh kesalahan berbahasa akan sangat pada anak sangat tergantung pada jenis pola asuh yang diterapkan orang Keterampilan berbahasa sebagai tua pada anaknya. Misalnya, hal ini bisa alat komunikasi sangat penting bagi dilihat sebagai pola interaksi antara anak dengan orangtua yang meliputi Kemampuan berbicara dengan jelas dan mengolah bunyi kebutuhan psikologis serta sosialisasi norma-norma masyarakat agar anak dapat hidup (Ambarwati, 2. perkembangan karakteristik seorang Tujuan Sudaryanti . alam Khaironi, 2. lingustik adalah untuk mendefinisikan karakter . haracter buildin. dapat di lakukan melalui pendidikan budi pekerti yaitu, melibatkan aspek pengetahuan . , . Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 67 Ae 76 e-ISSN: 2656 - 677X tindakan . Adapun menurut bahasa atau linguistik merupakan alat Megawangi yang dipergunakan oleh seorang anak Fitriani, 2. , anak- anak akan tumbuh untuk berpikir, berkomunikasi, dan menjadi pribadi yang berkarakter baik mengekspresikan diri. Perkembangan jika berada pada lingkungan yang bahasa yang baik dapat membentuk . alam Prasanti Hal mengingat lingkungan anak bukan saja pihak seperti sekolah, media massa, dan sebagainya turut andil dalam perkembangan karakter anak. Jika dikaitkan dengan pembahasan penulis karakter anak usia dini, yang dilihat dari Dengan begitu peran bahasa bagi anak Hal ini dikarenakan seorang anak harus mampu berinteraksi dalam segala hal baik di dalam rumah maupun di luar rumah. membentuk karakternya, berbahasa secara baik dan santun dapat menjadi kebiasaan yang dapat membentuk kepribadian seseorang menjadi lebih Kegiatan pada gambar di atas pembentukan karakter anak melalui bahasa di hadapan warga Rt 004 Rw Karakteristik Masa keemasan seorang anak . he golden ag. , dimana masa ini Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 67 Ae 76 e-ISSN: 2656 - 677X merupakan masa ketika seorang anak seorang anak ketika dewasa nanti, sangat baik untuk dikembangkan dan yaitu seperti manusia yang mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Masa bayi identitas diri, berbudi pekerti, melalui dianggap sebagai masa kritis dalam pembiasaan dan keteladanan yang telah dijalankannya. Mencetak anak merupakan periode di mana dasar- sukses bukan hanya tergantung pada dasar awal hidupnya dan juga dapat lembaga pendidikan formal, melainkan dikatakan sebagai golden age . aman bisa kita mulai dengan memberikan pendidikan di dalam keluarga sejak perkembangan otak terjadi. Masa bayi usia dini. Satu diantara faktor penentu terjadi periode dasar pembentukan gaya perilaku, sikap, dan ekspresi perubahan yang cepat, baik secara fisik emas, atau masa keemasan dalam maupun psikologis, periode hilangnya periodisasi tumbuh kembanh mausia ketergantungan karena bayi telah mulai atau yang dalam kajian periodisasi menerapkan indranya untuk bekerja (Bonita et al. , 2. Pada masa inilah, dikenal dengan istilah The Golden Age (Chapnick, 2. menanamkan nilai-nillai karakter yang Secara nantinya akan membentuk karaktistik pengabdian kepada masyarakat ini yang baik bagi anak. Pendidikan moral berjalan dengan baik dan lancar. Materi pada anak usia dini merupakan salah pelatihan yang diberikan oleh tim satu upaya yang dilaksanakan untuk memberikan kesadaran tentang moral memang cukup padat dengan durasi pada anak sejak dini. Anak akan yang sangat singkat. Namun materi mampu melaksanakan moral yang ada pelatihan ini ternyata dapat dipahami jika diberikan pendidikan moral yang Untuk orang tua dan lembaga pendidikan di karakteristik anak lebih mendalam. Tim luar rumah (Khaironi, 2. Perlunya pengabdian masyarakat di semester nilai-nilai Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 67 Ae 76 e-ISSN: 2656 - 677X Hal ini atas arahan ketua RT untuk melanjutkan materi dan praktik kepada seluruh warga masyarakat dalam pemahaman lingusitik untuk khusus Ibu-ibu KP. Saga RT 004 RW 004 Desa Tobat Kecamatan Balaraja Kebupaten Tangerang-Banten SIMPULAN REFERENSI