JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 6065 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. STUDI KASUS: TINDAKAN SUCTION TERHADAP BERSIHAN JALAN NAFAS PADA PASIEN INTRACEREBRAL HEMORRHAGE (ICH) POST OP CRANIOTOMY 1Nonok Karlina,2Suci Fauziyatu Alfiyah,3Yayan Nurcahyana, 4Fitriani budihartiningrum,5Nur 1Dosen Itekes Mahardika. Cirebon. Indonesia, nonok. karlina@stikesmahardika. 2,3,4,5 Mahasiswa Program Profesi Ners Itekes Mahardika. Cirebon. Indonesia. ARTICLE INFORMATION ABSTRACT Received: Month. Date. Year Revised: Month. Date. Year Available online: Month. Date. Year Intracerebral hemorrhage (ICH) is the deadliest type of stroke in the world that causes rupture of blood vessels so that patients experience a decrease in consciousness. Patients with decreased consciousness do not have an effective cough reflex resulting in a buildup of secrets in the airway. Suction is the main implementation for patients who are unable to remove secretions on airway hygiene. This case study aims to explain nursing care for Intracerebral Hemorrhage (ICH) patients in the ICU Room of Gunung Jati Hospital Cirebon. The type of research used is a case study approach. The study was conducted for 3 days. The results obtained based on patient assessment data experienced a buildup of sputum production in the airway. Nursing actions that can be given are suction actions. After 3 consecutive days, the patient's airway clearance increased. Nursing action of mucus sucking / suction is one of the effective interventions used in improving the airway of patients, especially in Intracerebral Hemorrhage (ICH) KEYWORDS Kata Kunci : Perdarahan intraserebral. Suction. Jalan nafas Kata Kunci : Intracerebral Hemorrhage,Suction. Airway CORRESPONDENCE Penulis korespondensi : nonok karlina Afiliasi: Institut Mahardika Negara : Indonesia E-mail: karlina@stikesmahardika. ABSTRAK Perdarahan intraserebral (ICH) adalah jenis stroke paling mematikan didunia yang menyebabakan pecahnya pembuluh darah sehingga pasien mengalami penurunan kesadaran. Pasien dengan penurunan kesadaran tidak mempunyai reflek batuk yang efektif sehingga terjadi penumpukan secret di jalan napas. Tindakan suction merupakan implementasi utama untuk pasien yang tidak mampu mengeluarkan sekret terhadap kebersihan jalan Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien Intracerebral Hemorrhage (ICH) di Ruang ICU RSD Gunung Jati Cirebon. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pendekatan case study. Penelitian dilakukan selama 3 hari. Hasil yang didapatkan berdasarkan data pengkajian pasien mengalami penumpukan produksi sputum pada jalan nafas. Tindakan keperawatan yang dapat diberikan yaitu tindakan Setelah dilakukan tindakan selama 3 hari berturut-turut bersihan jalan nafas pasien meningkat. Tindakan keperawatan penghisapan lendir/ suction merupakan salah satu intervensi yang efektif digunakan dalam meningkatkan jalan nafas pasien khususnya pada pasien Intracerebral Hemorrhage (ICH). This is an open access article under the CC BY-ND license Karlina. Nonok, et al. Tindakan Suction Terhadap Bersihan Jalan Napas Pada PasienA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 6065 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. dalam jaringan otak itu sendiri, hal ini dapat timbul pada cidera kepala tertutup yang berat atau cidera PENDAHULUAN kepala terbuka, intraserebral hematom dapat timbul Perdarahan intraserebral (PIS) spontan pada penderita stroke hemoragik akibat melebarnya adalah suatu ekstravasasi spontan darah ke dalam pembuluh nadi (Susilo, 2. parenkim otak yang dapat meluas ke ventrikel otak Stroke juga dapat memicu terjadinya gagal nafas. dan dapat sampai ke ruang subarakhnoid. PIS Gagal nafas dapat terjadi sebagai akibat langsung merupakan penyakit yang cukup sering dijumpai, dari lesi stroke pada batang otak yang mengatur prevalensi PIS di Indonesia tertinggi terjadi di sistem respirasi, yang menyebabkan terjadinya provinsi Kalimantan Timur sebesar 14,7 permil, penumpukan jumlah sputum berlebih dimana sedangkan Jawa Barat menempati posisi ke-12 dari seseorang tidak mampu untuk batuk secara efektif 33 provinsi (Riskesdas, 2. akibat dari sekret yang berlebihan (Hidayat, 2. Perdarahan Berdasarkan hal tersebut, salah satu masalah perdarahan spontan yang bukan disebabkan oleh keperawatan yang dapat muncul pada pasien stroke trauma, yang darahnya masuk parenkim otak hemoragik yaitu bersihan jalan napas tidak efektif. Akibat Bersihan jalan nafas tidak efektif merupakan mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan obstruksi jalan nafas untuk mempertahankan jalan intrakranial dan penekanan pada jaringan otak nafas tetap paten (PPNI, 2. METODE Penyebab perdarahan intraserebral Penelitian adalah cedera kepala berat, hipertensi, aterosklerosis penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan serebral . enyempitan dan pengerasan pembuluh selama 3 hari di Ruang ICU RSD Gunung Jati darah arteri di serebral akibat pelebaran plak pada Cirebon. Dimulai dari tahap pengkajian sampai dinding pembuluh dara. , dengan tahap evaluasi. Tindakan keperawatan yang diberikan yaitu monitor bunyi nafas tambahan, perdarahan ke dalam jaringan otak atau ruang sekitar monitor sputum, lakukan penghisapan lendir/ Akibatnya adalah penghentian suplai darah ke suction, dan pemberian obat bronkodilator. Setelah otak yang menyebabkan kehilangan sementara atau dilakukan tindakan selama 3 hari berturut-turut gerakan permanen, ingatan berpikir, bicara, atau bersihan jalan nafas pasien meningkat. Tindakan (Titis Nurmalita Dianti, 2. keperawatan penghisapan lendir/ suction merupakan . ecahnya Intracerebral Hematom adalah perdarahan salah satu intervensi yang efektif digunakan dalam kedalaman substansi otak. Hemoragi ini biasanya meningkatkan jalan nafas pasien khususnya pada terjadi dimana tekanan mendesak kepala sampai pasien Intracerebral Hemorrhage (ICH). daerah kecil dapat terjadi pada luka tembak, cidera HASIL PENELITIAN Intra Cerebral hematom adalah perdarahan Karlina. Nonok, et al. Tindakan Suction Terhadap Bersihan Jalan Napas Pada PasienA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 6065 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Ilustrasi kasus: Tn. S berusia 68 tahun Tubuh: Gelisah Mengikuti telah di diagnosa Intracerebral Hemorrhage (ICH), batuk tapi masih toleransi . Ketegangan Otot: klien memiliki riwayat hipertensi kurang lebih sudah Kaku . Total skala: 6 . yeri bera. Berdasarkan 5 tahun. Ditemukan dampak secara fisiologis pada Tn. S yaitu terjadinya penurunan kesadaran, ditemukan yaitu nyeri akut. kesadaran sopor GCS 6 (E1 M4 V. sehingga pasien Berdasarkan dari hasil pengkajian dan tidak dapat batuk efektif, pasien tampak sesak analisa data bahwa Tn. S memiliki masalah fisisk napas/dispnea respirasi 33x/menit, terdengar suara yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, resiko ronchi di paru-paru kanan dan kiri atas, produksi perfusi serebral tidak efektif dan nyeri akut. sputum/secret berwarna putih dan kental, terpasang Intervensi yang diberikan pada pasien dengan ventilator mode SIMV flow 50, hasil rontgen masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak thorax: peningkatan corakan vaskuler, adanya efektif yaitu monitor bunyi napas tambahan, monitor Berdasarkan data pengkajian masalah sputum, lakukan penghisapan lendir <15 detik dan keperawatan yang ditemukan yaitu resiko gangguan lakukan kolaborasi pemberian obat bronkodilator. perfusi serebral tidak efektif bersihan jalan napas Intervensi tidak efektif. keperawatan resiko perfusi serebral tidak efektif Tn. S berusia 68 tahun merupakan pasien Identifikasi rujukan dari puskesmas Salajambe pada tanggal 4 peningkatan TIK, monitor tanda dan gejala maret 2023 pukul 18. 10 , saat datang ke RSD peningkatan TIK. Minimalkan stimulus dengan Gunung Jati Cirebon pasien sudah dalam keadaan tidak sadar, keluarga mengatakan pasien tidak sadar berkolaborasi pemberian obat penurun tekanan sejak sore tadi. Setelah di observasi di IGD selama Selanjutnya intervensi yang dilakukan pada kurang lebih 6 jam Tn. S dipindahkan ke ruang masalah keperawatan nyeri akut yaitu Identifikasi perawatan ICU. Pasien di diagnosis oleh dokter skala nyeri, identifikasi skala nyeri non verbal, yaitu Intracerebral Hemorrhage (ICH). Keadaan control lingkungan yang memperberat rasa nyeri dan umum pasien lemah, tampak gelisah, kesadaran berkolaborasi pemberian analgetik. sopor GCS 6 (E1 M4 V. , tekanan darah 177/69 Pada pengkajian hari pertama setelah mmHg, spoA 100% menggunakan ventilator tipe dilakukan intervensi pada masalah keperawatan SIMV inspirasi : ekspirasi rasio 1:2 tidal volume bersihan jalan napas tidak efektif mendapatkan hasil 360 pressure control/ support 8 peep 5 flo2/flow 50, terdapat suara ronkhi di paru-paru kanan dan kiri Diameter pupil kanan dan kiri 2mm/2mm. CRT <2 atas, terdapat sputum/secret sedang berwarna putih detik. Hasil Head MSCT: ICH corona radiate dan kental -15cc, terdapat sputum/secret dihisap bilateral dengan volume perdarahan lk 40 cc sebanyak 30 cc. pasien tampak lega, tidak ada mual Berdasarkan data dan muntah, pasien diberikan terapi ventolin 1 amp pengkajian masalah keperawatan yang ditemukan Pulmicort 1 amp dan sesak berkurang. Pada yaitu resiko gangguan perfusi serebral tidak efektif. Tn. S berusia 68 tahun dengan post mendapatkan hasil masih terdapat suara ronkhi kraniotomi, terpasang drainase di kepala, pengkajian diparu-paru Nyeri CPOT: Ekspresi wajah: Tegang . Gerakan sputum/secret sedang kental berwarna putih sudah Karlina. Nonok, et al. Tindakan Suction Terhadap Bersihan Jalan Napas Pada PasienA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 6065 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. nyeri akut mendapatkan hasil nyeri berat dengan kental sebanyak -10cc, tidak ada mual dan muntah, skala 6 dari . , pengkajian nyeri CPOT: pasien diberikan terapi ventolin 1 amp Pulmicort Ekspresi wajah tegang . Gerakan tubuh Gelisah 1 amp dan sesak berkurang. Selanjutnya pada . , mengikuti ventilator batuk tapi masih toleransi pengkajian hari ketiga setelah diberikan intervensi . , ketegangan otot aku . pasien nyaman dengan mendapatkan hasil sudah tidak terdapat suara ronkhi lingkungan yang sejuk dan nyaman, diberikan di paru-paru kanan dan kiri atas, terdapat sputum yang tertahan sputum berwarna putih kental -10cc, pengkajian nyeri CPOT Ekspresi wajah tegang . , . Mengikuti muntah, pasien diberikan terapi ventolin 1 amp ventilator batuk tapi masih toleransi. Ketegangan Pulmicort 1 amp dan sesak berkurang. otot kaku . , total skala: 4 . nyeri sedang. Pada Pada pengkajian hari pertama setelah pengkajian hari kedua setelah pemberian intervensi diberikan intervensi dengan masalah keperawatan mendapatkan hasil skala nyeri 4 . nyeri sedang, resiko perfusi serebral tidak efektif mendapatkan pengkajian Nyeri CPOT: ekspresi wajah tegang . , hasil pasien ICH post kraniotomi terpasang drainase di kepala. Tekanan darah: 177/69 mmHg. Heart rate: 55x/ menit (Bradikard. kesadaran sopor GCS 6 (E:1 . , ketegangan otot kaku . pasien nyaman M:4 V:. dengan lingkungan yang sejuk dan nyaman, diberikan terapi analgetic syringe pump kabimidine diberikan terapi manitol 3x 50 ml tekanan darah: 1ml/jam dengan hasil pengkajian Pengkajian Nyeri 132/58 mmHg, heart rate 60x/menit, suhu 36,5C. CPOT: ekspresi wajah netral, relaks . , gerakan spoA 100%. RR 30x/menit, kesadaran sopor GCS 6 tubuh perlindungan . , mengikuti ventilator batuk (E:1 M:4 V:. , drainase -40cc tidak bertambah. tapi masih toleransi . , ketegangan otot kaku . Pengkajian pada hari kedua pemebrian intervensi dikepala. TD 127/55 mmHg, heart rate 55 x/menit, 36,7AC, . Pada diberikan intervensi keadaan Tn. S menjadi lebih 100%. RR 25/xmenit, kesadaran sopor GCS 6 (E:1 baik dengan hasil sudah tidak ada suara ronkhi di M:4 V:. , drainase tidak keluar, pasien tampak paru-paru atas kanan dan kiri, sputum sudah berkurang, sesak napas pasien sudah berkurang. Selanjutnya pengkajian pada hari ketiga pasien sudah tidak terpasang drainase, nyeri pasien mendapatkan hasil pasien sudah tidak terpasang sudah berkurang dari skala 6 . nyeri berat menjadi 3 . nyeri sedang. 98/60 mmHg, heart rate 78 x/mnt, suhu 36,5 AC, spoA 100%. PEMBAHASAN 25/xmenit. Kesadaran sopor GCS 6 (E:1 M: 4 V:. Ruang intensif merupakan salah satu unit pasien tampak nyaman dengan lingkungan tenang pelayanan rumah sakit dimana pasien yang dirawat tanpa kebisingan. disini adalah pasien-pasien yang berpenyakit kritis Pada pengkajian hari pertama setelah dan membutuhan pelayanan kesehatan secara diberikan intervensi dengan masalah keperawatan Intensive Care Unit ( ICU) adalah suatu Karlina. Nonok, et al. Tindakan Suction Terhadap Bersihan Jalan Napas Pada PasienA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 6065 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. bagian rumah sakit yang mandiri, dengan staf dan melakukan penghisapan lender . Suction suatu prosedur tindakan yang memiliki agar observasi, perawatan dan terapi pasien yang menjaga jalan nafas pasien tetap bersih yaitu dengan menderita penyakit, cedera, yang mengancam memasukan kateter ke pipa endostrakeal pasien ICU menyediakan kemampuan, sarana, dan kemudian secret paru pasien dibuang dengan prasarana serta peralatan khusus untuk menunjang menggunakan tekanan negative ( Restrepo et al. fungsi-fungsi Hal ini sesuai dengan pasien Tn. S dengan keterampilan staf medik, perawat dan staf lain yang diagnosa Intra Cerebral Hemorrahage (ICH) Post Operasi Craniotomy diruang ICU RSD Gunung Jati Prevalensi penggunaan ICU di dunia tidak Kota Cirebon. Ketika pengkajian klien keadaan diketahui secara pasti. Namun data yang ditunjukan umum lemah, tampak gelisah, kesadaran sopor E:1 lebih mengarah kepada data mortalitas yang terjadi M:4 V:1, tampak penurunan kesadaran sehingga diruang ICU (Ragland. J . pasien tidak bisa batuk efektif, pasien tampak sesak Intracerebral Hemorrhage (ICH) adalah nafas atau dispnea, terdengar suara ronghi di paru- pendarahan yang terjadi pada jaringan otak biasanya paru kanan dan kiri atas, produksi secret berwarna akibat robekan pembuluh darah yang ada dalam putih dan kental. CRT<2 detik. Tekanan darah Scan 177/69 mmHg. Heart Rate : 55x/menit (Bradikard. , didapatkan lesi pendarahan diantara neuron otak SPO2 100%, menggunakan ventilator tipe SIMV , yang relative normal. Indikasi dilakukanya operasi inspirasi : ekspirasi rasio 1:2, tidal volume 360, adanya daerah hyperdense, diameter >3 cm, perifer, pressure control/support 8, peep 5, flo2/flow 50. adanya pergeseran garis tengah ( Amin dan Hardhi. Hasil rontgen thorax : peningkatan corakan vaskuler, adanya cardiomegaly. Hasil head MSCT :ICH Pada Intracerebral Hemorrhage (ICH) merupakan suatu kondisi yang dimana terjadi corona radiate bilateral dengan volume pendarahan lk 40 cc . ebelum tindakan operati. pendarahan akibat adanya subtansi otak, seringkali Indikasi dilakukanya suction meliputi terjadi pada pasien hipertensi dan atherosclerosis serebral karena perubahan degeneratif kedua penyakit tersebut penyebab ruptur pada pembuluh peningkatan tekanan puncak pernafasan pada Pendarahan hemoragik yang terjadi juga ventilator dan penurunan saturasi oksigen (Urden. dapat diakibatkan oleh keadaan patologi pada areri. LD, 2. Hal ini sesuai dengan pasien Tn. tumor otak, dan penggunaan medikasi seperti diperoleh data objektif klien terdengar suara ronkhi antikogualan oral, amfetamin, dan obat- obatan di paru-paru kanan dan kiri atas, terjadi penurunan narkotik . (Wulandari, 2. kesadaran sehingga pasien tidak bisa batuk efektif. Pada kondisi ketidakmampuan pasien pasien tampak sesak nafas atau dispnea, produksi tersebut maka diperlukan sebuah intervensi untuk secret berwarna putih dan kental. CRT<2 detik, penatalaksanaan agar pasien tidak mengalami Tekanan darah 177/69 mmHg. Heart Rate : aspirasi dan jalan nafas tetap terbuka sehingga 55x/menit (Bradikard. SPO2 100%. pasien tetap teroksegenasi dengan adekuat. Salah KESIMPULAN DAN SARAN satu intervensi yang sering dilakukan adalah Kesimpulan Karlina. Nonok, et al. Tindakan Suction Terhadap Bersihan Jalan Napas Pada PasienA. JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 6065 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Berdasarkan metode studi kasus gawat darurat dan kritis pada pasien Tn. S dengan Intracerebral Hemorhage di ruang ICU RSD Gunung Jati dapat di simpulkan bahwa pada pasien dengan perdarahan intraserebral akan terjadi masalah penurunan kesadaran dan masalah pernafasan maka perlu mempertahankan memberikan terapi oksigen atau bantuan napas untuk mempertahankan kadar oksigen dalam tubuh pasien, namun jika kondisi jalan nafas pasien terdapat secret/lendir perawat akan melakukan intervensi suction atau penghisapan lender/secret dengan memasukkan kateter ke pipa endostrakeal pada pasien tujuannya agar menjaga jalan nafas pasien tetap bersih. Saran Bagi institusi kesehatan Bagi institusi kesehatan hasil penelitian ini dapat di jadikan sebagai masukan dalam melakukan upaya-upaya penanganan masalah bersihan jalan nafas yang di jadilankan dengan intervensi suction. Bagi petugas kesehatan Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah wawasan bagi petugas kesehatan bersihan jalan nafas untuk di lakukan suction. Bagi peneliti selanjutnya Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber atau referensi bagi peneliti selanjutnya dalam ruang lingkup yang sama. Amin. Hardi . Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & Nanda. Nic. Noc. Yogyakarta: Medi Action A. Raya. Karakteristik Terjadinya Intracerebral Hematoma Spontan di Ruang Rawat Bedah Saraf. Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik. Corwin. Buku Saku Patologis. Jakarta: EGC Geofani. Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Stroke Hemoragik. Bangsal Saraf RSUP Dr. M Djamil PPNI . Standar diagnosis keperawatan Indonesia: definisi dan indikator Edisi 1 Jakarta: DPP PPNI PPNI . Standar intervensi keperawatan Indonesia: Definisi dan tindakan keperawatan. Edisi 1. Jakara: DPP PPNI Qurbany. , & Wibowo. Stroke Hemorogik e. c Hipertensi Grade II. Jurnal Medula. Ragland. and Lee. Critical Care Management and Monitoring of Intracranial Pressure. Journal of Neurocritical Care, 9. , pp. 105Ae112. doi: 10. 18700/jnc. Riskesdas 2018: Laporan Provinsi Jawa Barat. Artikel, diakses pada 08 Juni2023, https://ejournal2. d/index. php/lpb/article/view/3662 Susilo . Improving post stroke functional ability using the bobath concept: a Physiotherapy conference 158-165 Suwita. Tatalaksana Nutrisi Pasien Stroke Hemoragik Dengan Berbagai Faktor Resiko Tarwoto. Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Pernafasan. Jakarta: CV Sagung Seto Titis Nurmalita Dianti, . Mengenal pendarahan intracerebral (ICH). Airlangga nursing journalist Wulandari. Dian. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Diagnosa Medis Cva Ich Di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang DAFTAR PUSTAKA