INFOKES. VOL 11 NO 2. SEPTEMBER 2021 p-ISSN : 2086 - 2628 e-ISSN : 2745 - 5629 Analisis Akses Informasi Kesehatan Dalam Memperoleh Pelayanan Kesehatan TB Paru Di Puskesmas Ngoresan. Jebres. Kota Surakarta Oliva Virvizat Prasastin*, 2Frieda Ani Noor Prodi Administrasi Kesehatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kusuma Husada Surakarta Prodi Adminstrasi Kesehatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kusuma Husada Surakarta *OlivaPrasastin@gmail. Abstrak Latar Belakang : Incidence case penyakit Tuberkulosis (TB) masih menempati urutan pertama dalam klasifikasi penyakit menular pada beberapa Puskesmas di Surakarta selama 4 tahun terakhir. Sementara dalam 4 tahun terakhir sudah dilakukan upaya-upaya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan TB Paru, mulai dari case detection, akses dalam mendapatkan pelayanan sampai dengan Puskesmas yang memiliki kasus tertinggi penyakit TB Paru di Surakarta selama 5 tahun terakhir diantaranya adalah Puskesmas Ngoresan . Puskesmas Sangkrah . Puskesmas Pajang . dan Puskesmas Banyuanyar . Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akses informasi kesehatan berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang diperoleh oleh penderita TB Paru di Puskesmas Ngoresan. Kecamatan Jebres Kota Surakarta Metode : Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross Sectional dengan mengisi kuesioner pada sampel penelitian sebanyak 30 Hasil : Faktor Aefaktor yang berhubungan dengan akses informasi kesehatan dalam memperoleh Pelayanan Kesehatan TB Paru di Puskesmas Ngoresan. Jebres Kota Surakarta adalah faktor ketersediaan informasi kesehatan, komunikasi terhadap petugas kesehatan, transportasi, dukungan keluarga dan pengetahuan. Kesimpulan : ketersediaan informasi kesehatan, komunikasi terhadap petugas kesehatan, transportasi, dukungan keluarga dan pengetahuan mempengaruhi akses informasi kesehatan dalam memperoleh Pelayanan Kesehatan TB Paru di Puskesmas Ngoresan. Jebres Kota Surakarta. Kata Kunci: Akses. Informasi. Pelayanan. Kesehatan. TB Paru. Abstract Background: Incidence case of Tuberculosis (TB) still ranks first in the classification of infectious diseases at several health centers in Surakarta for the last 4 years. Meanwhile, in the last 4 years, efforts have been made to improve pulmonary TB health services, starting from case detection, access to services and treatment. The health centers that have the highest cases of pulmonary TB disease in Surakarta over the last 5 years include the Ngoresan Health Center . Sangkrah Health Center . Pajang Health Center . and Banyuanyar Health Center . Objectives: This study aims to analyze access of health information related to health services obtained by patients with pulmonary TB at Ngoresan Health Center. Jebres. Surakarta City. Methods: This research method uses a cross-sectional research design by filling out questionnaires on a research sample of 30 respondents. Result: Factors related to access of health information to obtaining Pulmonary TB Health Services at Ngoresan Health Center. Jebres Surakarta City are availability of health information, communication with health workers, transportation, family support and knowledge. Conclusion: the availability of health information, communication with health workers, transportation, family support and knowledge are affected by access of health information to obtaining pulmonary TB health services at Ngoresan Health Center. Jebres. Surakarta City. Keywords: Access. Information. Services. Health. Pulmonary TB PENDAHULUAN Indonesia kepulauan dengan masyarakat yang Faktor alam negara Indonesia dilihat secara demografi, topografi, ekonomi, budaya dan faktor-faktor lain dimana merupakan social determinant of health melahirkan perbedaan-perbedaan yang masih harus menjadi perhatian salah satunya di bidang pelayanan kesehatan. Sistem pelayanan kesehatan yang disediakan oleh provider penting dalam mempertimbangkan berbagai beberapa diantaranya berkaitan dengan penyebaran fasilitas kesehatan yang belun Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan INFOKES. VOL 11 NO 2. SEPTEMBER 2021 p-ISSN : 2086 - 2628 e-ISSN : 2745 - 5629 merata dan akses dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Akses pelayanan kesehatan dapat diartikan mengidentifikasi kebutuhan kesehatan, untuk mencari layanan kesehatan, untuk mencapai, untuk mendapatkan atau menggunakan layanan kesehatan, dan dieruntukkan bagi yang benar-benar memiliki kebutuhan untuk layanan Hal lain yang perlu diperhatikan adalah dalam kaitan terhadap akses pelayanan kesehatan adalah mempengaruhi karakteristik provider dalam memberikan pelayanan. Oleh karena tersebut, dengan kata lain bahwa akses dalam mendapatkan pelayanan kesehatan berawal dari hubungan antara customer dan resources dalam pelayanan kesehatan (Levesque, 2. Meskipun akses dapat dilihat dari sudut pandang resources dan customer meningkatkan pelayanan jangka pendek, resources memegang peranan penting yang diikuti oleh resources lainnya seperti biaya pelayanan, waktu/jarak tempuh, sarana transportasi dan waktu Kondisi tersebut sesuai dengan teori yang disampaikan oleh (Levesque, pelayanan kesehatan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan dapat digunakan mencari dan mendapatkan sumber daya dan menawarkan pelayanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan pengguna. Selain itu, terdapat pendapat lain dari (Jones, 2. mengemukakan bahwa akses pelayanan kesehatan merupakan kemampuan setiap individu untuk mencari pelayanan kesehatan yang Salah satu dimensi akses pelayanan kesehatan, salah satunya adalah akses terkait informasi kesehatan. Informasi kemampuan kognitif yang paling rendah namun sangat penting karena dapat membentuk perilaku seseorang dalam hubungan yang positif dengan perubahan Dimana terjadi peningkatan terhadap pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan dan penyuluhanpenyuluhan kesehatan serta keinginan memperoleh pelayanan kesehatan (Yusyaf. Pemanfaatan pelayanan kesehatan di tentukan oleh 3 faktor (Notoatmodjo, 2. , yaitu . faktor predisposisi . engetahuan, keyakinan, tradis. , . faktor pemungkin . arana dan prasarana, akses pelayanan kesehata. faktor pendorong atau penguat . okoh masyarakat, dukungan Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang masih menjadi perhatian Sampai saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas TB. Angka kematian dan kesakitan di negara India Mycobacterium tuberculosis ini termasuk tinggi. Tahun 2009 sejumlah 1,7 juta orang meninggal . sementara ada 9,4 juta kasus baru TB . ,3 juta diantaranya perempua. Sepertiga dari populasi dunia sudah tertular dengan TB dimana sebagian besar penderita TB adalah usia produktif yaitu 15 sampai 55 tahun (Kemenkes, 2. Gejala utama pasien Tuberkulosis (TB) yaitu batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih. Batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat malam hari tanpa kegiatan Asik, demam meriang lebih dari satu bulan. Pada pasien dengan HIV positif, batuk sering kali bukan merupakan gejala TB yang khas, sehingga gejala batuk tidak harus selalu selama 2 minggu atau lebih (Pusdatin Kemenkes RI, 2. Beberapa seperti Indonesia dan China merupakan negara dengan penderita tuberkulosis terbanyak yaitu berturut-turut 23%, 10% Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan INFOKES. VOL 11 NO 2. SEPTEMBER 2021 p-ISSN : 2086 - 2628 e-ISSN : 2745 - 5629 dan 10% dari seluruh penderita di dunia. Jumlah kasus tertinggi yang dilaporkan terdapat di provinsi dengan jumlah penduduk yang besar yaitu Jawa Barat. Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kasus TB di 3 provinsi tersebut sebesar 38% dari jumlah seluruh kasus baru di Indonesia (Kemenkes, 2. Penyakit Tuberkulosis (TB) Beberapa menyebabkan tingginya kasus TB di Indonesia antara lain : . Waktu pengobatan TB yang relatif lama . sampai 8 bula. menjadi penyebab penderita TB sulit sembuh karena pasien TB berhenti berobat . setelah merasa sehat meski proses pengobatan belum . Selain itu, masalah TB diperberat dengan adanya peningkatan infeksi HIV/AIDS yang berkembang cepat dan munculnya permasalahan TBMDR (Multi Drugs Resistant = kebal . Permasalahan lainnya, yaitu adanya penderita TB laten, dimana penderita tidak sakit namun akibat daya tahan tubuh menurun, penyakit TB akan muncul (Kemenkes, 2. Berbagai terhadap penyakit TB sudah dilakukan. Upaya-upaya pelayanan kesehatan TB Paru mulai dari case detection, akses dalam mendapatkan pelayanan sampai dengan pengobatan dimana hal tersebut berhubungan dengan pelayanan kesehatan TB Paru yang sudah diberikan, terutama dalam membuka AupintuAy utama pelayanan kesehatan yaitu melalui akses informasi kesehatan. Kota Surakarta merupakan salah satu kota dengan incidence case penyakit Tuberkulosis (TB) masih menempati urutan pertama dalam klasifikasi penyakit menular pada beberapa Puskesmas di Kota Surakarta selama 4 tahun terakhir. Wilayah Puskesmas dengan incidence case paling tinggi selama 4 tahun berturut-turut Puskesmas Banyuanyar tahun 2015 sejumlah 283 total kasus. Puskesmas Pajang tahun 2016 sejumlah 166 total kasus dan 31 merupakan kasus baru di Puskesmas tersebut. Puskesmas Sangkrah tahun 2017 sejumlah 29 kasus baru dengan total kasus 180 kasus dan Puskesmas Ngoresan tahun 2018 sejumlah 74 kasus baru. Sementara dalam 4 tahun terakhir sudah upaya-upaya meningkatkan pelayanan kesehatan TB Paru, mulai dari case detection, akses dalam mendapatkan pelayanan sampai dengan pengobatan. (Profil DKK Kota Surakarta, 2. Berdasarkan didapatkan bahwa tujuan penelitian informasi pelayanan kesehatan penyakit Tuberkulosis (TB) dan mendapatkan alternatif solusi pemecahan masalah yang ada di lapangan untuk bisa diterapkan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. TINJAUAN PUSTAKA Beberapa penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian ini telah Penelitian yang dilakukan Ulfa menyatakan bahwa memiliki kontribusi dalam proses pelayanan kesehatan yang didukung oleh dukungan keluarga. Selain itu, menurut penelitian Sugiharti dan Lestari . jarak tempat tinggal dari fasilitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor dalam ketersediaan transportasi untuk menjangkau pelayanan kesehatan. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian dari Irasanty . yang menyatakan bahwa faktor geografis, jarak dan infrastruktur memiliki pengaruh individu/kelompok dalam mengakses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari kota, dimana hal ini berkaitan dengan penggunaan transportasi. Adanya dukungan keluarga dalam penelitian yang dilaksanakan oleh Andersen . dan Hafiz . mempengaruhi seseorang dalam membuat pelayanan kesehatan yang didukung Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan INFOKES. VOL 11 NO 2. SEPTEMBER 2021 dengan adanya akses pelayanan kesehatan, salah satunya adalah komunikasi antara pasien dengan petugas kesehatan, menurut Wijono . dan Bustami . komunikasi yang baik antara pasien atau masyarakat dengan petugas kesehatan dapat mendorong terciptanya kesadaran terhadap hak dan kewajiban METODE Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Ngoresan. Jebres Kota Surakarta dengan alokasi waktu penelitian bulan Juni Ae Agustus 2020. Desain penelitian ini adalah adalah penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan atau rancangan penelitian Cross sectional dan dilaksanakan melalui metode indepht interview dengan 30 Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan oleh peneliti. Adapun kriteria ditetapkan oleh peneliti antara lain, . Berdomisili tetap di Kota Surakarta, . Penderita Tuberkulosis (TB) atau pernah sebagai penderita Tuberkulosis, . Melaksanakan pengobatan di Puskesmas Ngoresan. Jebres Kota Surakarta dan . Bersedia menjadi responden. HASIL DAN PEMBAHASAN Puskesmas Ngoresan merupakan Unit Pelaksana Teknis dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta beralamatkan di Jl. Kartika IV No. 2 RT 03 RW 18 Kecamatan Jebres. Kota Surakarta. Hubungan Pelayanan Kesehatan Tuberkulosis (TB) Ketersediaan Informasi Kesehatan Tabel 1 Hubungan Pelayanan Kesehatan Tuberkulosis (TB) dengan Ketersediaan Informasi Kesehatan. Ketersediaan Informasi Kesehatan Pelayanan Kesehatan TB Paru Baik Cukup Kurang Total p-value Ada Tidak 0,024 p-ISSN : 2086 - 2628 e-ISSN : 2745 - 5629 Tabel 1 menunjukkan bahwa adanya informasi yang diperoleh pasien terkait penyakit TB Paru oleh Petugas Kesehatan baik dari bidan, kader atau hubungan terhadap pelayanan kesehatan TB Paru. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi Square yang dilakukan terhadap adanya informasi kesehatan tentang TB Paru dari Petugas Kesehatan dalam membantu memperoleh pelayanan kesehatan TB Paru didapatkan hasil nilai A = 0,024 sehingga A O 0,05 maka Ho pada penelitian ini ditolak, artinya Ha diterima dan bahwa ada hubungan antara ada tidaknya informasi kesehatan yang diterima pasien oleh Petugas Kesehatan baik dari bidan, kader atau pemegang program TB dalam mendapatkan pelayanan kesehatan TB Paru di Puskesmas Ngoresan. Jeberes Kota Surakarta. Faktor kesehatan dalam pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor yang dapat pelayanan kesehatan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Green, 2. yang menyatakan bahwa memiliki andil dalam proses pelayanan Selain itu, adanya dukungan keluarga dalam pengambilan keputusan kesehatan memiliki peran yang signifikan. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang disampaikan oleh (Safitri, 2. dan (Novinadri, 2. Hubungan Pelayanan Kesehatan Tuberkulosis (TB) Komunikasi Tenaga Kesehatan Tabel 2 Hubungan Pelayanan Penyakit TB Paru dengan Komunikasi Petugas Kesehatan Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan INFOKES. VOL 11 NO 2. SEPTEMBER 2021 Tenaga Kesehatan Pelayanan Kesehatan TB Paru Baik Cukup Kurang Total p-value Ada Tidak 0,038 Berdasarkan menggunakan uji Chi Square yang dilakukan terhadap adanya komunikasi yang terjalin antara pasien dengan Petugas Kesehatan didapatkan hasil nilai A = 0,038 sehingga A O 0,05 maka Ho pada penelitian ini ditolak, artinya Ha diterima dan bahwa ada hubungan antara komunikasi yang terjalin antara pasien dan Petugas Kesehatan baik dari bidan, kader atau pemegang program TB kesehatan TB Paru di Puskesmas Ngoresan. Jeberes Kota Surakarta. Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Wijono, 2. dan (Bustami, komunikasi antara pasien dan petugas pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Menurutkomunikasi yang baik antara pasien atau masyarakat dengan petugas kesehatan akan mendorong terciptanya kesadaran terhadap hak dan kewajiban masing-masing serta menunjang hasil untuk tujuan yang sama yakni Hubungan Pelayanan Kesehatan Tuberkulosis (TB) Transportasi Tabel 3 Hubungan Pelayanan Penyakit TB Paru dengan Transportasi Transportasi Ada Tidak Pelayanan Kesehatan TB Paru Baik Cukup Kurang Total p-value 0,025 Tabel 3 menunjukkan bahwa adanya transportasi memiliki hubungan terhadap pelayanan kesehatan TB Paru. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi Square yang dilakukan terhadap p-ISSN : 2086 - 2628 e-ISSN : 2745 - 5629 adanya komunikasi yang terjalin antara pasien dengan Petugas Kesehatan didapatkan hasil nilai A = 0,025 sehingga A O 0,05 maka Ho pada penelitian ini ditolak, artinya Ha diterima dan ada hubungan bahwa ketersediaan transportasi memiliki pengaruh dalam mendapatkan pelayanan kesehatan TB Paru di Puskesmas Ngoresan. Jeberes Kota Surakarta. Menurut penelitian (Sugiharti dan Lestari, 2. jarak tempat tinggal dari fasilitas pelayanan kesehatan dimana berkaitan juga dengan ketersediaan transportasi dan factor lainnya yang berkaitan, menurut hasil analisis lanjutan data Riskesda tahun 2007 memiliki hubungan yang signifikan terhadap pelayanan kesehatan TB Paru di Puskesmas Ngoresan. Jebres Kota Suakarta. Selain itu, hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian dari (Irasanty, 2. yang menyatakan bahwa factor geografis, jarak dan infrastruktur memiliki pengaruh yang signifikan individu/kelompok dalam mengakses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari kota, dikarenakan hal ini berkaitan dengan penggunaan transportasi. Hubungan Pelayanan Kesehatan Tuberkulosis (TB) Dukungan Keluarga Tabel 4 Hubungan Pelayanan Penyakit TB Paru Dukungan Keluarga Dukungan Keluarga Pelayanan Kesehatan TB Paru Baik Cukup Kurang Total p-value Ada Tidak 0,024 Tabel 4 menunjukkan bahwa adanya dukungan keluarga memiliki hubungan terhadap pelayanan kesehatan TB Paru. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi Square yang dilakukan terhadap adanya komunikasi yang terjalin antara Petugas Kesehatan didapatkan hasil nilai A = 0,024 sehingga A O 0,05 maka Ho pada penelitian ini ditolak. Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan INFOKES. VOL 11 NO 2. SEPTEMBER 2021 artinya Ha diterima dan ada hubungan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan TB Paru di Puskesmas Ngoresan. Jeberes Kota Surakarta. Adanya dukungan keluarga dalam penelitian yang dilaksanakan oleh (Andersen, 2. dan (Hafiz, 2. mempengaruhi seseorang dalam membuat keputusan untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan sejalan dengan hasil penelitian Selain itu, hasil penelitian juga diperkuat dengan adanya dukungan pengetahuan dan komunikasi yang baik antara individu/kelompok dengan tenaga kesehatan menurut (Alfreda, 2. Hubungan Pelayanan Kesehatan Tuberkulosis (TB) Pengetahuan Tabel 5 Hubungan Pelayanan Penyakit TB Paru dengan Pengetahuan Pengetahuan Ada Tidak Pelayanan Kesehatan TB Paru Baik Cukup Kurang Total p-value 0,030 Tabel 5 menunjukkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan terhadap Paru. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi Square yang dilakukan terhadap hubungan antara pengetahuan pasien terhadap penularan TB Paru dengan Paru didapatkan hasil nilai A = 0,03 sehingga A O 0,05 maka Ho pada penelitian ini ditolak, artinya Ha diterima dan ada hubungan pengetahuan pasien terhadap penularan TB Paru dengan pemanfaatan pelayanan TB Paru di Puskesmas Ngoresan. Jeberes Kota Surakarta. Penelitian dengan faktor pengetahuan memiliki hubungan dalam pengambilan keputusan Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilaksanakan oleh (Andersen, 2. , (Saflin dkk. , 2. dan (Hafiz, 2. Menurutnya dukungan keluarga merupakan proses yang terjadi p-ISSN : 2086 - 2628 e-ISSN : 2745 - 5629 sepanjang hidup dimana di dalamnya terdapat sebuah informasi, saran, bantuan nyata dan sikap yang diberikan oleh keluarga dan orang terdekat dalam membuat keputusan untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan. Keputusan untuk merupakan kombinasi dari kebutuhan dirasakan, karena untuk konsumsi pelayanan kesehatan, konsumen sering tergantung kepada informasi yang disediakan oleh institusi pelayanan SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian diatas, bahwa akses informasi kesehatan di pelayanan kesehatan TB Paru di Puskesmas Ngoresan. Jebres Kota Surakarta. yang terdiri dari ketersediaan informasi kesehatan, komunikasi terhadap dukungan keluarga dan pengetahuan, memiliki hubungan yang signifikan terhadap pelayanan kesehatan TB Paru di Puskesmas Ngoresan. Jebres Kota Surakarta DAFTAR PUSTAKA