Perubahan Sosial Masyarakat Desa Palangka Pasca Pemilukada Sinjai (The Application Of Process Standard Based Teaching And Learning At SMP One Pinran. Oleh: Mursak PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DESA PALANGKA PASCA PEMILUKADA SINJAI Oleh: Mursak (Dosen STISIP Muhamadiyah Sinja. Abstrak Pemilihan umum kepala daerah . langsung bukan lagi hal yang asing bagi masyarakat, karena sejak dulu masyarakat telah dihadapkan pada suatu pemilihan yaitu pemilihan kepala desa. Seiring dengan perkembangan zaman akhirnya masyarakat dihadapkan pada pemilihan umum kepala daerah . Dengan hal terkadang terjadi suatu perubahan sosial dalam lingkungan masyarakat pasca Kondisi real yang terjadi pada saat sekarang ini dalam lingkungan masyarakat. Setiap pasca pemilukada sering terjadi suatu perubahan yaitu perubahan sosial, salah satunya adalah terjadinya suatu hubungan yang tidak harmonis antara keluarga yang satu dengan yang lainnya. Hal itu terkadang disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat sebagai pemilih untuk memilih calon pemimpin. Dengan hal itu, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian terkait perubahan sosial masyarakat Desa Palangka pasca pemilukada Kabupaten Sinjai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis secara ilmiah perubahan sosial masayarakat Desa Palangka pasca pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sinjai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif, adapaun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data kemudian menyajikan data yang ada sehingga lebih mudah dipahami. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan sosial masyarakat Desa Palangka. Baik dari segi sistem politik dan kekuasaan, sistem kekeluargaan yang tidak harmonis maupun sistem status. Kata Kunci: Perubahan Sosial. Pemilukada memicu timbulnya suatu konflik terhadap pemim- PENDAHULUAN Salah satu tujuan reformasi adalah untuk mewujudkan suatu Indonesia baru, yaitu Indonesia pin yang terpilih dan bahkan konflik antar sesama anggota masyarakat selaku pemilih. yang lebih demokratis. Hal ini bisa dicapai dengan Pemilihan umum kepala daerah . emilu- mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat. langsung sebenarnya bukanlah hal yang Selama ini, baik dimasa orde baru maupun di Era asing bagi masyarakat. Sejak dulu masyarakat Reformasi, kedaulatan sepenuhnya berada ditangan telah dihadapkan pada pemilihan kepala desa yang lembaga-lembaga eksekutif, dan ditangan lembaga dipilih secara langsung. Desa merupakan perangkat Satu-satunya hak politik yang masih pemerintahan terkecil dalam melaksanakan proses dimiliki rakyat adalah hak memberikan suara pada Dengan konteks yang sama dan ling- saat pemilu berlangsung. Sesudah itu semua hak kup yang berbeda, masyarakat kini dihadapkan politik yang dimiliki rakyat beralih kepada partai pada pemilukada langsung yang tentunya dengan politik sehingga rakyat tidak memiliki apa-apa pelaksanaan yang lebih kompleks. lagi, bahkan sudah dilupakan sama sekali. Format kepala daerah sebagai pemimpin Dengan hal tersebut, terkadang rakyat eksekutif telah terlihat proporsional dalam UU No. merasa tidak memiliki hak yang seutuhnya lagi 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah. Kedudukan untuk memilih seorang pemimpin, akhirnya akan gubernur dan bupati/walikota sebagai kepala ekse- Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 8. No. Juni 2017 Sebagaimana kepala pemerintahan lain, perubahan struktur pola hubungan sosial, perseba- kepala daerah sebagai kepala eksekutif . hief ran penduduk, sistem politik dan kekuasaan, hubu- executiv. daerah harus dapat melaksanakan ngan keluarga, dan sistem status. Dari kelima hal fungsi-fungsi pemerintah daerah di antaranya, tersebut, itulah terkadang menimbulkan konflik yang tidak diharapkan dalam lingkungan masyara- Bupati/Walikota dalam kerangka otonomi daerah kat pasca pemilukada. menjadi penanggung jawab pelaksanaan otonomi Berdasarkan fenomena yang telah diuraikan Oleh karena itu, berhasil atau tidaknya sebelumnya, maka Penelitian ini dilakukan bertu- penerapan otonomi daerah tentu akan sangat juan untuk mengetahui bagaimanakah perubahan bergantung pada kepala daerahnya. sosial masyarakat desa palangka pasca pemilihan Tak dapat dipungkiri bahwa proses pemilu- kepala daerah di Kabupaten Sinjai. kada langsung lahir dari alternatif solusi akumulasi kekecewaan terhadap kepemimpinan daerah dan METODOLOGI PENELITIAN kinerja aparatnya. Akan tetapi pemilukada langsu- Jenis Penelitian digunakan adalah penelitian ng tidak dengan sendirinya menjamin bahwa akan Salah satu alasan peneliti menggunakan lahir seorang pemimpin yang kapabel, kredibel dan jenis penelitian ini karena peneliti akan menggam- juga akuntabel. Walaupun dengan pemilukada barkan realitas yang terjadi dilapangan. Lokasi lang-sung setidaknya akan melahirkan legitimasi Penelitian, yaitu di Desa Palangka. Kecamatan rakyat yang kuat, akan tetapi krisis kepemimpinan Sinjai Selatan. Kabupaten Sinjai. daerah terbukti belum sepenuhnya terselesaikan. Data yang digunakan berupa data primer dan Legitimasi langsung bukanlah satu-satunya faktor data sekunder. Data primer didapat dari hasil penentu berhasilnya penerapan sistem demokrasi wawancara terhadap beberapa Informan dalam hal untuk mencari seorang pemimpin yang ideal. ini para tokoh masyarakat yang ada di Desa Kondisi real yang terjadi pada lingkungan Palangka, sedangkan data sekunder diperoleh dari masyarakat sekarang ini pasca pemilukada yaitu peraturan perundang-undangan yang berlaku, hasil adanya suatu perubahan yakni perubahan sosial, penelitian, hasil pengamatan, serta berbagai opini salah satunya adalah hubungan yang tidak harmo- atau pernyataan yang muncul di berbagai media nis baik itu antar sesama keluarga, kerabat maupun Sumber data yang lainnya yakni dokumen- Ini semua akan terjadi setiap melaku- dokumen yang berkaitan dengan fokus penelitian. kan suatu pemilihan kepala daerah, karena setiap Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni manusia itu memiliki hak dan kewajiban masing- wawancara, observasi, dan dokumentasi masing dalam menentukan seorang pemimpin Teknik analisis data yang digunakan di sesuai dengan pilihan mereka yang layak untuk dalam penelitian kualitatif ini adalah teknik dijadikan seorang pemimpin. analisis interaktif. Teknik analisis interaktif ini Menurut Mujibur Rohman . , peruba- dijalankan dengan cara Reduksi data yang meliputi han sosial dipengaruhi oleh lima hal, yaitu: proses merangkum dan memilah data yang berkai- Program Studi Ilmu Administrasi Negara Perubahan Sosial Masyarakat Desa Palangka Pasca Pemilukada Sinjai (The Application Of Process Standard Based Teaching And Learning At SMP One Pinran. Oleh: Mursak tan dengan hal-hal pokok serta memfokusan pada baik itu kepada yang menekan maupun yang di hal-hal yang penting. Penyajian data yang dapat antara pihak yang ditekan. Sebagaimana dalam diartikan sebagai pengorganisasian data yang telah teori konflik yang di kemukakan oleh Robert K. Dalam penyajian data ini peneliti mela- Merton dalam Ritzer . 9: . bahwa pertenta- kukan upaya untuk menyusun pola hubungan dari ngan . bisa terjadi antara anggota-anggota seluruh data yang ada sehingga data lebih mudah dalam keluarga itu sendiri, ataukah antara keluarga Berdasarkan pada data yang telah ter- yang satu dengan keluarga yang lainnya. organisir tersebut, peneliti memberikan interpretasi Sesuai dengan hasil wawancara terhadap dan kemudian menarik kesimpulan mengenai pola keluarga yang bersitegang dalam pemilihan kepala keteraturan ataupun penyimpangan yang ada dalam daerah yang lalu, peneliti dapat menyimpulkan fenomena yang diteliti. bahwa munculnya perbedaan pendapat dan rasa iri dari masyarakat sebagai pemilih disebabkan ada- HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN nya politik uang yang diterapkan oleh beberapa calon, oleh karena itu masyarakat yang kurang Politik dan kekuasan Sebagian masyarakat desa palangka masih pen-didikan politiknya menanggapi dengan tidak kurang pengetahuannya tentang memilih pemimpin Hal tersebut akhirnya terjadi ketidak- yang baik karena tidak berpikir untuk 5 tahun harmonisan diantara mereka. Dalam hal ini mereka hanya akan Terjadinya konflik antar keluarga selain memilih pemimpin ketika ada uangnya yang dibe- disebabkan dari calon pemimpin itu sendiri juga rikan secara langsung oleh para calon. dari masing-masing keluarga itu sendiri. Hal itu Ketika kita mau kaji sebenarnya eksistensi ditandai dengan adanya sistem politik uang yang dari seorang pemimpin tersebut, maka kita sebagai dilakukan oleh tim sukses dari masing-masing calon, akhirnya masyarakat atau keluarga yang pemimpin yang akan kita pilih nanti karena itu tidak dapat akan merasa iri akhirnya terjadi perse- sebagai orang nomor satu di daerah kita masing- teruan diantara mereka. Namun masyarakat di desa Palangka Ketika kita kaitkan lagi dengan terjadinya masih minim pemahamannya terkait hal tersebut, konflik antar keluarga yang satu dengan yang maka dari itu terkadang memilih pemimpin tidak lainnya, maka itu sangat jelas karena dengan beda sesuai dengan harapan masyarakat pada umumnya. pilihan dan memiliki kepentingan tersendiri, maka Selain itu, karena adanya berbagai tekanan-tekanan itulah yang akan menimbulkan perasaan iri dian- dari para penguasa yang seharusnya memberikan tara mereka akhirnya akan terjadi konflik. pemahaman dalam hal memilih pemimpin secara Sesuai dengan hasil pemilukada di Desa cerdas namun hal itu tidak dila kukan. Palangka bahwa yang menang itu tidak bisa dija- Sistem Kekeluargaan min karena adanya politik uang, karena figurnya Adanya suatu penekanan-penekanan terha- maupun karena visi misinya serta adanya keluarga dap masyarakat akhirnya akan terjadi pertentangan yang bertempat tinggal di Desa tersebut. Mengapa Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 8. No. Juni 2017 demikian, karena ada beberapa calon yang punya status sosial masyarakat pasca pemilukada walau- keluarga tapi buktinya mereka tidak berhasil pun tidak menyeluruh. ketika akan memilih calon memenangkan pertarungan politik tersebut. pemimpin, mereka bersatu untuk memilih calon Sistem Status yang diusulkan oleh pemerintah setempat dan Dalam kehidupan sosial, status dari masing- patuh terhadap apa yang diamanatkan. masing masyarakat akan berbeda. Ada yang status- Secara umum, dari hasil wawancara terha- nya dalam kehidupan bermasyarakat dipandang dap tokoh masyarakat Desa Palangka yang telah tinggi adapula yang rendah tergantung dari jabatan dilakukan menyatakan bahwa memang terjadi atau eksistensinya di lingkungan mereka tinggal. perubahan sosial pasca pemilukada Sinjai, teru- Di Desa Palangka sebagian besar masyara- tama dari segi hubungan kekeluargaan. Selain itu, katnya sebagai petani dan pekebun yang notabene mereka juga menyatakan bahwa setiap pasca patuh dan setia kepada pemerintah setempat karena pemilukada memang tidak bisa dipungkiri pasti pemerintah setempat adalah salah satu keturunan akan terjadi perubahan-perubahan yang signifikan dari pemerintah sebelumnya yang bisa dikatakan terutama dalam hal hubungan kekeluargaan dalam sebagai salah satu pejuang sehingga terbentuk desa hal ini tidak harmonisnya antara keluarga yang Palangka, oleh karena itu masyarakat yang minim satu dengan keluarga lainnya. Dalam hal ini pendidikan politiknya selalu terbawa arus dengan disebabkan karena adanya perbedaan pendapat dan hal-hal seperti itu. timbulnya rasa iri terhadap orang lain dalam hal Ketika pemerintah setempat memerintahkan bahwa ada yang harus kita kerja secara bersamasama, memilih seorang calon bupati dan calon wakil maka masyarakat berbondong-bondong Selain itu, yang menjadi kendala bagi untuk mengerjakannya. Termasuk juga masalah sebagian besar masyarakat Desa Palangka yaitu pemilihan seorang pemimpin, ketika pemerintah kurangnya pengetahuan tentang pendidikan politik, mengatakan bahwa ada salah satu calon yang harus jadi itulah salah satu faktor sehingga sering terjadi dipilih bersama maka masyarakat bersatu untuk konflik antar keluarga yang satu dengan yang memilih calon tersebut. Hal ini terjadi pada Sistem politik dan kekuasaan juga masih pemilukada sebelumnya. diterapkan oleh sebagian besar masyarakat. Realitas Pemilukada khususnya di desa Palangka perubahan KESIMPULAN DAN SARAN sosial itu sangat jelas, salah satu bukti dari seba- Dari hasil penelitian yang dilakukan pasca gian besar masyarakat patuh kepada pemerintah pemilukada kabupaten Sinjai di Desa Palangka sebelum pemilukada namun setelah pemilukada masih ada sistem politik dan kekuasaan yang diterapkan oleh pihak-pihak tertentu, terutama Hal itu menjadi salah satu bukti bahwa di Dengan hal itu, maka masyarakat belum diberikan Desa Palangka memang terjadi juga perubahan kebebasan untuk memilih calon pemimpin yang Program Studi Ilmu Administrasi Negara Perubahan Sosial Masyarakat Desa Palangka Pasca Pemilukada Sinjai (The Application Of Process Standard Based Teaching And Learning At SMP One Pinran. Oleh: Mursak sesuai dengan harapannya masing-masing. Selain itu, salah satu asas dalam pemilu tidak terealisasi. Di desa Palangka terjadi suatu perubahan sosial pasca pemilukada Sinjai. adapun perubahan sosial yang terjadi yaitu sistem kekeluargaan yang tidak harmonis dan bahkan sampai pada saat ini keluarga yang dimaksud belum berkomunikasi dengan baik. Selain itu, dari sistem status masyarakat maupun sosio-history. com/2013/01/ Faktor-faktor perubahan sosial. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabeta. Metode Penelitian Kombinasi ( Mixed Methods ). Bandung : Alfabeta. Undang Ae Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan daerah. pemerintah mengalami suatu perubahan yang sebelumnya masyarakat patuh terhadap pemerintah namun lambat laun hal itu mulai mengalami suatu perubahan dan terbukti pada saat pasca pemilukada, status Pemerintah setempat sebagai pemimpin dalam masyarakat tidak terlalu nampak lagi terhadap sebagian masyarakat Desa Palangka. Dalam hal ini masyarakat tidak terlalu mengikuti apa yang diusulkan oleh pemerintah setempat dalam hal pemilihan seorang pemimpin terutama untuk pemilihan calon legislatif yang akan datang. Selain dari hal tersebut, terjadi perubahan sosial dalam hal struktur organisasi terhadap pola hubungan sosial masyarakat yang sebelumnya hanya tokoh masyarakat biasa menjadi pengurus dalam suatu partai. Dari kesimpulan diatas, maka peneliti dapat menyarankan atau merekomendasi-kan bagi pihak yang terkait dalam pemilukada. Agar kiranya melakukan suatu sosialisasi kepada masyarakat yang masih kurang pendidikan politik-nya atau bahkan secara umum kepada semua masyarakat. Daftar Pustaka