Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pelatihan Akuntansi. Pajak dan Kewirausahaan pada Pondok Pesantren Nurul Ihsan Sebagai Alternatif Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Fithrah Kamaliyah1. Sri Agustini2 Universitas Pamulang. Indonesia dosen02052@unpam. id1, dosen00535@unpam. Submitted: 06th March 2024 | Edited: 19th June 2024 | Issued: 01st July 2024 Cited on: Kamaliyah. , & Agustini. Pelatihan Akuntansi. Pajak dan Kewirausahaan Pada Pondok Pesantren Nurul Ihsan Sebagai Alternatif Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 4. ABSTRAK Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan seperti akuntansi, pajak dan kewirausahaan sehingga santri akan dapat bersaing di dunia kerja dan juga mampu membuka usaha agar dapat mandiri secara ekonomi. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah berbasis pengajaran dan praktik kewirausahaan membuat produk berupa makanan tradisional yang dapat dijual kemudian hari untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi santri Pondok Pesantren Nurul Ihsan. Hasil dari PKM ini, santri sangat termotivasi untuk belajar mendalami ilmu akuntansi, pajak, dan juga termotivasi untuk membuka usaha secara mandiri agar dapat penghasilan tambahan yang dapat dijadikan sebagai uang saku atau tabungan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kata Kunci: Akuntansi. Pajak. Kewirausahaan ABSTRACT This Community Service aims to develop knowledge such as accounting, tax and entrepreneurship so that students will be able to compete in the world of work and also be able to open a business so they can be economically independent. The method used in this PKM is based on teaching and entrepreneurial practice in making products in the form of traditional food which can be sold later to earn additional income for the students of the Nurul Ihsan Islamic Boarding School. As a result of this PKM, students are very motivated to learn more about accounting and taxes, and are also motivated to open businesses independently in order to get additional income that can be used as pocket money or savings to continue their education to a higher level. Keywords: Accounting. Taxation. Enterpreneurship PENDAHULUAN Perguruan tinggi berkewajiban dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (P3KM). Diharapkan dengan P3KM tersebut keberadaan perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi besar kepada pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Salah satu dari P3KM yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat, menurut undang-undang tentang pendidikan tinggi. Pengabdian Kepada Masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan positif. Pengajar . , harus mampu bersosialisasi dengan masyarakat dan mampu berkontribusi nyata. Seperti yang kita ketahui selama ini, bahwasannya dosen adalah penyambung lidah rakyat, agent of changei dan lainnya, maka dosen harus mengetahui porsi dan tugas mereka masingmasing dalam mengabdi kepada Masyarakat (Widiyanti, 2. Universitas Pamulang (Unpa. adalah salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang secara konsisten menyelenggarakan P3KM. Pelaksanaan P3KM di Unpam di bawah kendali Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M). LP2M Unpam memegang peranan yang sangat penting dalam mendorong dan mengarahkan kegiatan-kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi. Setiap kegiatan P3KM yang diselenggarkan oleh seluruh Program Studi (Prod. di Unpam harus berkoordinasi dengan LP2M. Khususnya saat ini LP2M sedang gencar mengkampanyekan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Program PKM yang akan dilaksanakan sesuai dengan bidang keilmuan di setiap Prodi . kuntansi, pajak dan kewirausahaan/hard skil. sesuai kebutuhan Masyarakat (Agustini: 2. Program Studi Akuntansi Unpam akan menyelenggarakan PKM ke Pondok Pesantren Nurul Ihsan di Tangerang Selatan Banten dengan memberikan pelatihan akuntansi, pajak, dan kewirausahaan kepada para santriwan dan santriwati untuk memberikan pengetahuan sebagai bekal di masa depan mereka. Pengabdian Kepada Masyarakat adalah pelaksanaan pengabdian yang dilaksanakan oleh dosen Unpam dari berbagai disiplin ilmu masing-masing. Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk membantu masyarakat dalam proses pemberdayaan/pengembangan diri dalam rangka mencapai perikehidupan yang lebih maju, adil, dan sejahtera. Termasuk di dalamnya adalah usaha untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memecahkan berbagai persoalan yang Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat haruslah diarahkan kepada kegiatan-kegiatan yang dampak dan manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh Titik pijak pengabdian kepada masyarakat adalah kebutuhan dan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. perkembangan masyarakat itu sendiri. Persoalan- persoalan yang dihadapi masyarakat yang segera membutuhkan solusi . ataupun potensi-potensi yang dimiliki yang bisa dikembangkan, perlu dikenali terlebih dulu. Upaya ini dapat dilakukan dengan suatu penelitian atau pengkajian ulang terhadap hal-hal yang ditemui pada saat menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Keberpijakan pada kebutuhan dan perkembangan masyarakat amat penting untuk diperhatikan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Perlu diingat bahwa pengabdian kepada masyarakat antara lain bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dirinya mampu menghadapi dan menjalani perubahan-perubahan menuju perbaikan dan kemajuan hidup sesuai dengan nilai-nilai sosial dan kultural yang Sistem yang diterapkan dan di kembangkan di Pondok Pesantren Nurul Ihsan. Tangerang Selatan adalah memadukan antara ilmu Agama dan ilmu umum, serta adanya program-program yang lain, seperti program pendidikan, program sosial, program perekonomian. Hal ini diambil sebagai perwujudan untuk mencetak generasi yang berkualitas secara fisik, mental dan spiritual serta berwawasan. Keberadaan pondok yang secara intensif mampu memberikan resonansi dalam mewujudkan lembaga pendidikan tinggi Islam yang ilmiah-religius, sekaligus sebagai bentuk penguatan terhadap pembentukan lulusan yang berintelek. Sebab sejarah telah membuktikan bahwa, tidak sedikit keberadaan pondok pesantren telah mampu memberikan sumbangan besar pada hajat besar bangsa ini melalui alumninya dalam mengisi pembangunan manusia seutuhnya (Gunherani, 2. Faktor yang menghambat pengembangan sistem pendidikan Pondok pesantren Nurul Ihsan adalah kekurangan ruangan untuk belajar mengajar sehingga kurangnya kondusif, beban operasional untuk kebutuhan sehari-hari Pondok pesantren tersebut masih berharap dari santunan para donatur. Saat ini banyak nya para donatur yang rutin menyumbangkan rezekinya ke Yayasan tersebut semakin berkurang, selain itu semakin banyak para santri dan santriwati yang berasal dari keluarga yang kurang mampu, atau bahkan tidak memiliki keluarga . atim piat. dititipkan di Pondok tersebut. Sehingga dengan adanya PKM ini santriwan dan santriwati dapat memperoleh pengetahuan lain seperti akuntansi, sehingga santriwan dan satriwati dapat memperoleh pendidikan. yang tidak hanya harus Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. didapati di pendidikan formal saja namun dapat diperoleh dengan adanya PKM seperti Dengan semua itu agar santri mampu bersaing di dunia modern saat ini, dan bisa bersos ialisali dalam kehidupan di Masyarakat terutama di dunia kerja nantinya (Zamakhsari Dhofier, 2. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan secara realistik-pragmatik, yakni sesuai kebutuhan masyarakat dan daya dukung yang dimiliki, serta memberikan manfaat nyata kepadanya secara langsung atau tidak langsung. Sinergis, dalam pengertian melibatkan para pihak internal maupun eksternal yang berkompeten, dalam suatu kerjasama yang terbuka dan produktif dan fleksibel, tidak kaku dan mudah menyesuaikan dengan realitas lapangan tanpa harus mengorbankan tujuan awal yang hendak dicapai serta berkelanjutan, dalam arti kegiatan pengabdian dapat dan akan dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat secara mandiri. Salah satu pendidikan nonformal pada suatu instansi atau organisasi adalah Pendidikan dan pelatihan yang sering disebut Pendidikan dan Pelatihan (Dikla. Diklat merupakan bagian dari suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan khusus atau sekelompok orang. Diklat dapat juga dipandang sebagai salah satu bentuk Dalam organisasi atau instansi yang ingin berkembang, diklat bagi pegawai atau karyawan memperoleh perhatian yang sangat besar agar tujuan diklat dapat tercapai sesuai dengan harapan intansi atau organisasi tersebut. Tercapai atau tidaknya tujuan diklat ini juga sangat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang diberikan oleh penyelenggara diklat itu sendiri (Henriyanto, 2. Adapun bentuk kegiatan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Pelatihan Akuntansi. Pajak, dan Kewirausahaan pada Pondok Pesantren Nurul Ihsan sebagai Alternatif Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Dengan para pengajar dan narasumber yang dilibatkan adalah para Dosen Program Studi S1 Akuntansi. Universitas Pamulang. Pendidikan yang diberikan kepada para santri, yang menjadi tema dalam pengabdian masyarakat ini yakni kegiatan yang bertujuan mendidik atau meningkatkan pengetahuan/kemampuan para santri dalam akuntansi pajak, dan kewirausahaan yang dilaksanakan melalui pelatihan tatap muka. Adapun deskripsi materi pelatihan: Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Akuntansi Dasar: Merupakan hubungan antara harta, utang, dan modal yang dimiliki perusahaan. Tujuannya adalah sebagai dasar pencatatan pada sistem akuntansi yang artinya setiap kali terjadi transkasi harus dicatat dalam dua aspek yaitu sisi kiri . dan sisi kanan . Banyak orang beranggapan bahwa Akuntasi merupakan ilmu yang sulit dipahami. Padahal, apabila telah diketahui konsep dasarnya, maka para peserta dapat dengan mudah memahami konsep akuntansi secara keseluruhan. Pelatihan metode akuntansi ini akan membahas mengenai konsep dasar, pengetahuan dan keterampilan akuntansi keuangan yang diperlukan dalam mengolah data penyajian laporan keuangan. Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan pemahaman atas konsep dasar, proses, dan penyusunan laporan keuangan, dapat menambah kemampuan dalam proses dan penyusunan laporan keuangan, serta membantu peserta memahami bisnis yang digeluti atau perusahaan dimana mereka bekerja (Satria dan Fatmawati, 2. Pajak: Merupakan kontribusi wajib dari badan atau perusahaan maupun orang secara pribadi yang dibayarkan kepada negara dan bersifat memaksa sesuai peraturan yang berlaku. Masyarakat yang membayar pajak tidak dapat menikmati secara pribadi manfaat dari pajak tersebut karena pajak digunakan sebagai sumber dana pembangunan pemerintah dan kepentingan umum lainnya. Oleh karena itu, pajak sering disebut sebagai ujung tombak jalannya sebuah negara. Pajak adalah sumber penerimaan negara yang paling besar, sehingga tanpa pajak maka negara ini tidak bisa terus bergerak maju dikarenakan tidak ada adanya dana. Apabila di masa lalu pahlawan adalah mereka yang memagang tombak dan pedang untuk berjuang meraih kemerdekaan, maka sekarang pahlawan adalah mereka yang mau membayar pajak untuk menjaga eksistensi dari negara ini dan juga mereka yang mau berkarya agar bangsa ini diakui dan dihormati oleh bangsa lain. Semua perusahaan baik itu berbentuk perusahaan perorangan, badan usaha, ataupun badan hukum, apabila telah memiliki NPWP maka sudah melekat kewajiban perpajakan pada perusahaan tersebut. Hal ini tercantum dalam Pasal 3 ayat 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir dengan Undangundang Nomor 16 Tahun 2009 (Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1. Dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan, pemerintah telah memberikan kepercayaan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. kepada wajib pajak baik perusahaan maupun perorangan untuk menghitung, menyetor dan melaporkan pajak secara mandiri atau yang biasa dikenal dengan istilah AuSelf-Assesment SystemAy. Walaupun wajib perusahaan pajak diberikan kepercayaan oleh Kantor Pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya secara mandiri, namun jangan disalahgunakan, karena sanksinya berat Pasal 13A UU No. 6/1983 (Mardiasmo, 2. Kewirausahaan: Merupakan suatu usaha untuk menentukan, mengembangkan, kemudian menggabungkan inovasi, kesempatan, dan cara yang lebih baik agar memiliki nilai yang lebih dalam kehidupan. Wirausahawan adalah seseorang yang menciptakan bisnis baru dengan mengambil risiko atau ketidakpastian demi memperoleh keuntungan, melalui identifikasi peluang dan kesempatan yang ada serta memanfaatkan berbagai sumber daya yang diperlukan. Wirausahawan harus memiliki keberanian untuk mewujudkan ide bisnisnya menjadi tindakan nyata yang disertai dengan kreativitas. Dengan kreativitas yang tinggi, wirausahawan menjalankan bisnisnya untuk memperbaiki kualitas atau standar hidup. Dengan memiliki usaha sendiri dan bekerja lebih keras diyakini akan menghasilkan lebih banyak uang dan merasa lebih bahagia daripada bekerja untuk orang lain. Sebagian besar pemilik bisnis kecil lebih memilih untuk menjalankan usaha sendiri meskipun harus memulainya dari nol (Hery, 2. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan tiga tahap, dimana tahapan pertama merupakan tahap persiapan. Pada tahap ini kelompok pengabdian melakukan survey pendahuluan untuk melihat kondisi di lapangan dan menentukan siapa saja para santriwan dan santriwati yang berada di Pondok Pesantren Nurul IhsanTangerang Selatan - Banten yang akan hadir. Dalam tahap ini, penentuan para santriwan dan santriwati yang diundang didasarkan pada kebutuhan Pondok Pesantren Nurul Ihsan, karena mereka masih minim dalam mengelola keuangan, pajak dan bagaimana mempelajari materi tersebut yang mereka terima di sekolah dengan baik. Tahap selanjutnya merupakan tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian, dimana dalam tahap ini tim PKM melakukan kegiatan memberikan pemahaman tentang pengertian akuntansi, perpajakan dan kewirausahaan serta pentingnya materi tersebut bagi para peserta PKM dalam mengembangkan usahanya di masa mendatang. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan latihan. Adapun langkah-langkah dalam Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah sebagai berikut: Langkah 1: Peserta pelatihan diberikan materi mengenai akuntansi, perpajakan dan kewirausahaan yang berkaitan dengan pemahaman tentang akuntansi, perpajakan dan kewirausahaan secara umum, arti pentingnya Materi Akuntansi dapat mengelola keuangan dalam bentuk laporan keuangan sesuai standar yang berlaku. Perpajakan agar para satriwan dan satriwati dapat memahami dan mengerti bagaimana menjadi wajib pajak yang baik. Serta pengetahuan tambahan tentang kewirausahaan agar para santriwan dan santriwati mempunyai orientasi ke masa depan, inovatif, kreatif serta Langkah 2: Para santriwan dan santriwati diberikan kesempatan untuk mendiskusikan materi yang telah diberikan. Kesempatan tanya jawab diberikan untuk memperjelas keraguan serta ketidaktahuan para santriwan dan santriwati tentang materi yang Langkah 3: Para santriwan dan santriwati berlatih untuk menyusun laporan keuangan dari soal kasus yang diberikan (Nuraeni, 2. Langkah 4: Setelah pemberian materi akuntasni dan pajak selanjutnya dilakukan praktik kewirausahaan dengan memberikan step by step dalam membuat kue bolu kukus sebagai produknya. PEMBAHASAN Hasil Pelaksanaan PKM yang dilakukan pada tanggal 17 s. 19 Maret 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang, dengan rincian 25 santri putri, 30 santri putra, dan 5 asatidz/ah, dengan jenjang pendidikan santri yaitu SMP 35 orang dan SMA 20 orang. Dalam kegiatan PKM ini telah diberikan materi mengenai akuntansi, pajak, dan kewirausahaan dengan menunjukkan bahwa: Memberikan pengetahuan kepada santri Pondok Pesantren Nurul Ihsan mengenai dasar-dasar akuntansi dengan menginput transaksi menjadi jurnal dan juga memberikan pemahaman mengenai persamaan dasar akuntansi melalui transaksi dalam contoh kegiatan usaha sehari-hari. Santri yang telah mengikuti pelatihan akuntansi dan pajak melalui kegiatan PKM ini menjadi lebih paham mengenai pencatatan akuntansi dan dasar-dasar perpajakan dibuktikan dengan jawaban mereka saat diberkan pertanyaan berupa Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. quiz di akhir acara PKM, mereka dapat menjawab dengan baik dan benar atas pertanyaan yang diajukan. Santri dan asatidz sangat antusias dalam mengikuti materi yang diberikan karena merupakan wawasan tambahan bagi mereka mengenai akuntansi, pajak dan kewirausahaan, dibuktikan dengan semangat mereka dalam bertanya dan berdiskusi terkait materi yang telah diberikan. Dampak positif dari dilaksanakannya PKM ini adalah para santri tidak hanya fokus dengan materi pelajaran keagamaan yang diajarkan di pesantren saja melaikan juga harus menyeimbangkan dengan pengetahuan umum seperti akuntansi, pajak, dan kewirausahaan agar mereka dapat bersaing dengan sekolah umum dan juga tantangan dunia kerja yang membutuhkan skill dalam pengelolaan keuangan usaha. Pemberian praktik dalam membuat produk yaitu kue dengan mengajarkan step by step mulai dari persiapan bahan sampai dengan produk tersebut matang sehingga para santri dapat dengan mudah mengikuti langkah-langkahnya dan dapat mempraktikannya kembali dikemudian hari sampai dengan memasarkan Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat merupakan kewajiban civitas academica Perguruan Tinggi. Selalin kompetensi akademik dan komitmen social, kegiatan ini butuh kesamaan langkah, kesepahaman. Kerjasama dan koordinasi diantara para pihak. Dampak positif dari adanya PKM ini adalah para peserta yang terdiri dari santri dan asatidz dapat menambah wawasan lebih dalam mengenai akuntansi, pajak, dan kewirausahaan untuk bekal di jenjang pendidikan selanjutnya dan dapat juga dipraktikan dalam dunia usaha jika mereka ingin menjadi wirausahawan yang dapat bersaing dengan dunia usaha di Masyarakat (Nuraeni, 2. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dan interprestasi atas hasil penelitian, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa perhitungan penyusutan menurut PSAK dengan peraturan Per Undang-Undangan yang berlaku terjadi selisih koreksi positif yang akan menambah besarnya penghasilan kena pajak perusahaan. Adanya perbedaan- perbedaan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. antara perarturan perpajakan dengan standar akuntansi keuangan bisa menjadikan laba kena pajak berbeda dan selanjutnya menyebabkan perbedaan dasar penetapan pajak penghasilan terutang. DAFTAR PUSTAKA