Planta Simbiosa Jurnal Tanaman Pangan dan Hortikultura e-ISSN 2685-4627 https://doi. org/10. 25181/jplantasimbiosa. vXiX. x Respon Fisiologis dan Serapan Hara Tanaman Jagung Terhadap Inokulasi Ganda Mikroba dan Takaran Pupuk Urea Pada Media Gambut Physiological Response and Nutrient Uptake of Corn Plants Microbial Double Inoculation and Urea Fertilizer Measures on Peat Media Dermawati Sitorus1. Dwi Zulfita2. Safriadi3. Nadya Muliandari4 Universitas Tanjungpura. Jalan Kapur Raya. Kecamatan Sei Raya. Kabupaten Kubu Raya. Kalimantan Barat. Universitas Tanjungpura. Jalan Purnama 1. Kecamatan Pontianak Selatan. Kota Pontianak. Kalimantan Barat. Universitas Tanjungpura. Jalan H. Said Tebas. Kecamatan Tebas. Kabupaten Sambas. Kalimantan Barat. Universitas Tanjungpura. Jalan Purnama 2. Kecamatan Pontianak Selatan. Kota Pontianak. Kalimantan Barat. *E-mail: dermawati. sitorus@faperta. Submitted: 08/07/2025. Accepted: 04/11/2025. Published: 09/11/2025 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara inokulasi ganda Mikoriza Arbuskula dan bakteri penambat N non-simbiotik Azosprrillum pada takaran pupuk urea yang berbeda terhadap proses fisiologis dan serapan N. P pada tanah gambut. Penelitian menggunakan rancangan faktorial 4x4 tata letak Acak Lengkap dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah inokulasi Mikoriza Arbuskula dan Azospirillum lipoferum (M) terdiri dari 4 aras yaitu m 0 . anpa inokulas. , m1 . nokulasi Mikoriza Arbuskul. , m2 . nokulasi Azospirillum lipoferu. dan m3 . nokulasi dengan Mikoriza Arbuskula dan Azospirillum lipoferu. Faktor kedua adalah takaran pupuk urea dengan 4 aras yaitu n 0 . anpa pemberian pupuk ure. , n1 . rea A takaran anjura. , n2 (A takaran anjura. dan n3 . akaran anjura. Takaran pupuk urea untuk tanaman jagung adalah 150 kg ha -1. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varians . ji F), apabila uji F menunjukkan adanya perbedaan nyata dari masing-masing perlakuan maupun interaksinya maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5 %. Pangamatan dilakukan terhadap serapan N dan P. Laju Asimilasi Bersih (LAB) dan Laju Pertumbuhan Nisbi (LPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi ganda Mikoriza Arbuskula dan Azospirillum lipoferum efektif pada semua takaran pupuk urea dalam meningkatkan serapan hara N dan P Kata Kunci: Gambut. Jagung. Mikroba. Respon Fisiologis. Serapan Hara. ABSTRACT This study aims to determine the interaction between multiple inoculations of Arbuscular Mycorrhizae and non-symbiotic N-fixing bacteria Azosprrillum at different urea fertilizer dosages on physiological processes and N. P uptake in peat soils. The study used a factorial design of 4x4 completely randomized layout with 3 replications. The first factor is the inoculation of Arbuscular Mycorrhizae and Azospirillum lipoferum (M) consisting of 4 levels, namely m 0 . ithout inoculatio. , m1 (Arbuscular mycorrhiza inoculatio. , m2 (Azospirillum lipoferum inoculatio. and m3 . noculation with Arbuscular Mycorrhiza and Azospirillum. The second factor is the dose Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 138-149 Safriadi. Muliandari: Analisis Laju Asimilasi Padi Hitam akibat . of urea with 4 levels, namely n0 . ithout urea fertilize. , n1 . rea urea recommended dos. , n2 (A recommended dos. and n3 . ecommended dos. The dose of urea for maize is 150 kg ha-1. The data obtained were analyzed statistically using analysis of variance (F tes. , if the F test showed a significant difference between each treatment and interaction, it was followed by Duncan's multiple distance test at the 5% level. Observations were made on N and P uptake. Net Assimilation Rate (LAB) and relative growth rate (LPN). The results showed that the double inoculation of Arbuscular Mycorrhizae and Azospirillum lipoferum was effective at all doses of urea in increasing nutrient uptake of N and P. Keywords: Peat. Corn. Microbes. Physiological Response. Nutrient Uptake. Copyright A 2025 Author. This work is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Kebutuhan jagung Nasional setiap tahunnya terus mengalami peningkatan baik untuk kebutuhan pangan, bahan baku industri maupun pakan ternak. Volume impor jagung tahun 2019 meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 37,91% atau sebesar 1,02 juta ton dari tahun sebelumnya 737,23 ton dan tahun 2021 meningkat 15,06% atau sebesar 960 ribu ton dari tahun 2020 sebesar 865,65 ribu ton kemudian tahun 2023 kembali meningkat 12,94% atau sebesar 1,24 juta ton dari tahun sebelumnya 1,09 juta ton. (MulianHanny dkk, 2. Terjadinya ketidakseimbangan laju produksi jagung dengan kebutuhan antara lain disebabkan hasil rata-rata jagung di tingkat petani relatif masih rendah. Rendahnya hasil yang dicapai salah satunya disebabkan budidaya tanaman jagung dilakukan pada lahan-lahan marginal seperti tanah Dalam upaya pemanfaatan tanah gambut, tanaman jagung terpilih sebagai tanaman percobaan karena perhatian penmerintah terhadap tanaman ini cukup besar yaitu dengan dilaksanakannya perluasan areal tanam, terutama ditujukan kepada lahan-lahan marginal seperti tanah Sampai saat ini rata-rata produksi jagung masih rendah. Hal ini disebabkan adanya beberapa kendala pada lahan gambut yaitu tingkat kesuburan rendah. Tingkat kemasaman tanah pada penelitian ini berkorelasi dengan tingkat kejenuhan Al, pH mempengaruhi ketersediaan hara serta kelarutan Al dan Fe dalam tanah yaitu pH asam menyebabkan kelarutan Al dan Fe meningkat, pH tanah yang berubah secara signifikan dan tergolong asam kuat menyebabkan mikroorganisme sulit menguraikan bahan organik (Siregar et al. Oleh karena itu perlu adanya usaha perbaikan tanah gambut sebelum Salah meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemupukan berimbang adalah dengan pemberian pupuk hayati berupa Mikoriza Arbuskula dan bakteri penambat nitrogen non-simbiotik Azospirillum. Beberapa menyatakan bahwa mikoriza arbuskula dapat meningkatkan hara yang tidak mobil seperti P ((Sasli Iwan, 2. Hasil penelitian (Suwanti et al. , 2. menyatakan bahwa Fungi mikoriza arbuskula berperan penting dalam pertumbuhan tanaman, dengan cara Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 138-149 meningkatkan serapan utama Phospor dan unsur hara lain seperti N. Zn. Co. S dan Mo sehingga tersedia untuk tanaman dari dalam tanah. (Pebrianingsih et al. , 2. melaporkan bahwa Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) mampu bersimbiosis dengan akar tanaman inang yang berfungi membantu tanaman dalam meningkatkan penyerapan unsur hara terutama unsur hara P. Hasil tersebut antara lain ditunjukkan oleh berat kering tanaman dan serapan fosfat pada tanaman tinggi. Azospirillum merupakan bakteri non-simbiotik yang mampu menfiksasi nitrogen dari udara dan merupakan bakteri yang berbentuk spiral yang berasosiasi dengan tanaman termasuk familia Gramineae. Hasil penelitian bahwa Azospirillum meningkatkan efisiensi pemupukan N pada tanaman jagung dan dapat meningkatkan nilai kadar N-total tanaman sebesar 47,55% (Maharsyah et al. , 2. Inokulasi Azospirillum bermanfaat penggunaan pupuk N pada tanaman padi Percobaan di rumah kaca dengan menggunakan tanah latosol menunjukkan bahwa inokulasi Azospirillum dapat meningkatkan bobot kering jerami padi Inokulasi Azospirillum dapat mengurangi penggunaan pupuk N sampai Bahkan inokulasi Azospirillum mampu meningkatkan hasil padi sawah IR 64 di Citayam dengan kenaikan 0,94 ton/ha (Widiyawati et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara inokulasi ganda Mikoriza Arbuskula dan bakteri penambat N non-simbiotik Azosprrillum pada takaran pupuk urea yang berbeda terhadap proses fisiologis dan serapan hara pada media gambut. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ini diakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2019 sampai dengan bulan Februari 2020. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari inokulan Mikoriza arbuskula mycoper dengan carier batuan zeolite, bakteri penambat nitrogen non-simbiotik Azospirillum lipoferum dengan carier tanah gambut, pupuk urea. SP-36. KCl, benih jagung varietas Pioner 21, tanah gambut dengan tingkat kematangan hemik, polybag ukuran 10 kg tanah, kantong kertas. KOH 10%. HCl 1%, larutan Trypan blue. Aquades. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain meteran, cangkul, arit, gembor, pisau, timbangan analitik, gunting, kantong plastik, ember plastik, penggaris. Leaf Area Meter. Klorofilmeter SPAD 502, oven, timbangan kapasitas 10 kg, ayakan kawat ukuran 2 mm, gelas ukur 1000 ml, hand sprayer , gembor, termohigrometer, pagar kasa, label, kamera digital, alat tulis menulis, pH Metode Penelitian Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor inokulasi mikroba (M) terdiri dari 4 taraf yaitu m0 . anpa inokulas. , m1 . nokulasi mikoriza arbuskul. , m2 . nokulasi bakteri penambat N non- simbiotik Azospirillum lipoferum dan m3 . nokulasi dengan mikoriza arbuskula dan bakteri penambat N non-simbiotik Azospirillum lipoferu. Faktor takaran pupuk N (N) terdiri dari 4 taraf yaitu n0 . anpa pemberian pupuk Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 138-149 Safriadi. Muliandari: Analisis Laju Asimilasi Padi Hitam akibat . , n1 . rea A takaran anjura. , n2 . rea A takaran anjura. dan n3 . rea sesuai takaran anjura. Takaran pupuk urea untuk tanaman jagung adalah 150 kg ha-1. Pangamatan dilakukan terhadap serapan hara N dan P. Laju Asimilasi Bersih (LAB) dan Laju Pertumbuhan Nisbi (LPN). (Syah et al. , 2. berpendapat bahwa Laju tumbuh relatif (LTR) . /g/b. Laju tumbuh relatif adalah laju pertambahan berat kering tanaman per satuan berat kering persatuan waktu. ln W2 - ln W1 LTR = t2 t1 di mana W1 = Berat kering tanaman pada awal W2 = Berat kering tanaman pada akhir t1 = Waktu pengamatan awal t2 = Waktu pengamatan akhir. Demikian juga nilai LAB tidak berkorelasi dengan LPN . = 0,25t. Laju tumbuh relatif antara nomor aksesi yang diuji berkisar antara 0,84-2,33 g/g/bl. Apabila aksesi yang memiliki laju tumbuh relatif 1,30 g/g/bl. Nilai LPN (C) dipengaruhi oleh LAB (E) dan luas daun (L) sehingga diperoleh suatu fungsi LPN tanaman sebagai C = E x L. (Sondang et al. , 2. Laju Asimilasi Bersih (LAB = NAR) yaitu laju bersih asimilat persatuan luas daun dan waktu atau pertambahan berat kering per unit luas daun per waktu. Rumus NAR = 1/LA x dW/dt Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varians . ji F), apabila uji F menunjukkan adanya perbedaan nyata dari masing-masing perlakuan maupun interaksinya maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5 %. Cara Kerja Persiapan Media Tanam. Tanah gambut diambil secara komposit pada kedalaman 20cm. Kemudian tanah diaduk merata dan dipisahkan dari kotoran yang Selanjutnya contoh tanah ditimbang sebanyak 10 kg untuk masingmasing polybag. Pemberian Kapur Dolomit. Pemberian kapur dolomit dilakukan 1 minggu sebelum tanam dengan dosis 97,40 g/polybag. Inokulasi Mikoriza dilakukan pada saat tanam dengan dosis 10 g/polybag. Inokulasi Bakteri Azospirillum dilakukan pada saat tanam dengan dosis 15 g/polybag. Penanaman. Benih jagung yang ditanam diusahakan bersentuhan dengan inokulan agar terjadi infeksi. Benih jagung ditanam 2 biji/lubang. Pada saat tanaman berumur 1 mst dilakukan penjarangan dan ditinggal 1 tanaman yang paling baik pertumbuhannya pada tiap Pupuk urea diberikan sesuai dengan dosis perlakuan. Pupuk urea diberikan 2 kali yaitu : setengah dosis diberikan pada saat tanam dan setengah dosis diberikan pada minggu ke-4 setelah Pupuk KCl dan SP-36 diberikan sesuai dengan dosis anjuran dan diberikan pada saat tanam. Pemeliharaan tanaman yang dilakukan meliputi penyiraman, pengendalian hama dan penyakit. Panen dilakukan apabila tanaman sudah memenuhi kriteria panen seperti sudah mengeringnya kelobot yang membungkus biji dan biji sudah mengeras serta warna biji merah kekuningan. Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 138-149 HASIL DAN PEMBAHASAN Serapan Hara N Dan P Interaksi inokulasi ganda mikroba dan takaran pupuk urea berpengaruh nyata terhadap serapan hara hara N dan P tanaman jagung (Tabel . Tabel 1 menunjukkan bahwa tanaman jagung menghasilkan serapan hara N tertinggi pada urea A takaran anjuran . ,446 . tetapi tidak berbeda dengan inokulasi ganda MA Azospirillum pada pupuk urea takaran anjuran. Inokulasi ganda MA Azospirillum pada pupuk urea A takaran anjuran menghasilkan serapan hara N yang lebih rendah dibandingkan dengan inokulasi FMA. Intensitas pengaruh Azospirillum tergantung pada lingkungan dan kondisi tanah, species dan kultivar tanaman serta konsentrasi optimum inokulum, juga ditentukan oleh kompetisi populasi mikroorganisme dan kandungan bahan organik dalam media tanam (Okon et al. Tabel 1. Serapan N . dan Serapan P . tanaman jagung akibat interaksi inokulasi ganda mikroba dan takaran Nitrogen Perlakuan Serapan N Serapan P Tanpa Inokulasi tanpa pupuk urea 0,153 c 22,14 f Tanpa Inokulasi urea A takaran 0,090 cdef 53,19 c Tanpa Inokulasi urea A takaran 0,034 f 42,06 d Tanpa Inokulasi urea takaran anjuran 0,138 cd 52,09 c Mikoriza tanpa pupuk urea 0,049 ef 23,48 f Mikoriza urea A takaran anjuran 0,446 a 84,98 a Mikoriza Urea A takaran anjuran 0,026 f 42,45 d Mikoriza Urea takaran anjuran 0,168 c 53,06 c Azospirillum tanpa pupuk urea 0,132 cd 23,91 f Azospirillum Urea A takaran anjuran 0,162 c 32,02 e Azospirillum Urea A takaran anjuran 0,329 b 42,43 d Azospirillum Urea takaran anjuran 0,156 c 64,12 b MA Azospirillum tanpa pupuk urea 0,152 c 23,33 f MA Azospirillum Urea A takaran 0,064 def 42,41 d MA Azospirillum Urea A takaran 0,122 cde 52,82 c MA Azospirillum Urea takaran 0,441 a 63,41 b Keterangan : Angka di dalam kolom atau baris diikuti huruf sama berarti tidak berbeda menurut uji jarak berganda Duncan taraf 5%. Tabel 1 juga menunjukkan bahwa tanaman jagung yang diinokulasi dengan MA dan urea A takaran anjuran menghasilkan serapan P yang tertinggi . ,98 m. Hal ini diduga bahwa urea A takaran anjuran mencukupi kebutuhan hara P tanaman jagung sehingga dengan inokulasi MA maka kebutuhan hara P menjadi tercukupi. Menurut (Mujibur 2. ), meningkatkan bobot kering tanaman pada masing-masing dosis pupuk P, tetapi tidak Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 138-149 Safriadi. Muliandari: Analisis Laju Asimilasi Padi Hitam akibat . dibandingkan dengan perlakuan tanpa aplikasi MA. MA yang menginfeksi akar akan membantu dalam penyerapan nutrisi dari dalam tanah khususnya penyerapan P. Tanah gambut memiliki kandungan bahan organik yang sangat tinggi serta reaksi tanah yang masam . H renda. , maka sangat dibutuhkan ketersediaan fosfor (P), dan peran mikoriza arbuskular (MA), diakibatkan pada tanah gambut sering tidak optimal ketersediaan unsur P. P terikat kuat oleh ion FeAA dan AlAA . esi dan aluminiu. , atau Terjerap oleh kompleks bahan organik dalam tanah Akibatnya, tanaman kesulitan menyerap P secara langsung dari tanah, juga terkait kebutuhan MA (Mikoriza Arbuskula. yang menjadi sangat berperan meningkatkan penyerapan P dari tanah gambut melalui hifa eksternal yang menjangkau daerah akar yang lebih luas. dimana MA juga dapat melepaskan P terikat dari senyawa Fe/Al atau bahan organik melalui sekresi asam organik dan enzim fosfatase juga MA memperbaiki kesehatan akar dan toleransi tanaman terhadap kondisi masam dan miskin hara. Dodd et al . Bolan . menyatakan bahwa efektivitas hifa MA dalam penyediaan P dapat dihubungkan dengan kecilnya diameter hifa sehingga luas permukaan kontak dengan sumber P lebih besar dibandingkan dengan luas menggunakan pupuk P yang kurang Variabel Fisiologis Tanaman Respon fisiologis yang diamati pada penelitian ini adalah Laju Asimilasi Bersih dan Laju Pertumbuhan Nisbi. Interaksi inokulasi ganda mikroba dan takaran pupuk urea berpengaruh nyata terhadap laju asimilasi bersih dan laju pertumbuhan tanaman jagung (Tabel . Tabel 2 menunjukkan bahwa tanaman jagung yang diinokulasi dengan MA dan diberi pupuk urea dengan takaran anjuran menghasilkan LAB yang paling tinggi . ,037 g cm-2 minggu-. tetapi tidak berbeda dengan LAB yang dihasilkan oleh tanaman jagung yang diinokulasi dengan MA dan diberi pupuk urea dengan A takaran anjuran . ,035 g cm-2 minggu-. LAB terendah dihasilkan tanaman jagung yang diinokulasi ganda dengan MA Azospirillum dan urea A takaran anjuran . ,012 g cm-2 minggu-. tetapi tidak berbeda dengan tanaman jagung yang diinokulasi ganda dengan MA Azospirillum dan pupuk urea dengan takaran lainnya. Umumnya inokulasi ganda dengan mikrobia telah mampu meningkatkan nilai LAB tanaman jagung dibandingkan dengan perlakuan tanpa inokulasi ganda dengan mikroba. (Purnamasari et al. menyatakan bahwa LAB atau Laju asimilasi bersih merupakan ukuran menghasilkan bahan kering tanaman. LAB adalah hasil bersih dari hasil asimilasi, persatuan luas daun dan waktu. LAB juga meliputi penambahan mineral, tetapi ini bukan merupakan bagian yang besar karena mineral hanya menyusun 5% berat total atau bahkan kurang dari itu. Tanaman jagung yang diinokulasi dengan MA dan pupuk urea A takaran anjuran menghasilkan daun yang paling luas akan tetapi tidak dapat menghasilkan LAB yang paling tinggi. Hal ini desebabkan peningkatan luas daun berdampak pada efek saling naung sehingga efisiensi Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 138-149 penyerapan radiasi matahari menurun dan terjadi penurunan laju fotosintesis. Tidak ada hubungan antara peningkatan LAB dan luas daun . = 0,32t. padahal menurut (Fitri Nur R, 2. luas daun yang lebih luas dan tidak saling menaungi akan mempunyai kesempatan yang lebih besar dalam memanfaatkan Cahaya matahari yang ditangkap oleh daun untuk digunakan sebagai energi untuk proses fotosintesis sehingga akan meningkatkan LAB. Tabel 2. Laju Asimilasi Bersih . cm-2 minggu-. dan laju pertumbuhan nisbi . /g/mingg. tanaman jagung akibat interaksi inokulasi ganda mikroba dan takaran Nitrogen Laju Asimilasi Bersih 0,031 abcd Perlakuan Laju Pertumbuhan Nisbi Tanpa Inokulasi tanpa pupuk urea 1,167 bc Tanpa Inokulasi Urea A takaran 0,019 fgh 0,814 def Tanpa Inokulasi Urea A takaran 0,025 cdefg 0,956 d Tanpa Inokulasi Urea takaran 0,030 abcd 1,610 a Mikoriza tanpa pupuk urea 0,033 abc 1,226 b Mikoriza Urea A takaran anjuran 0,035 a 0,932 de Mikoriza Urea A takaran anjuran 0,029 abcde 0,893 de Mikoriza Urea takaran anjuran 0,017 gh 0,712 ef Azospirillum tanpa pupuk urea 0,020 efgh 0,795 def Azospirillum Urea A takaran 0,020 efgh 0,777 def Azospirillum Urea A takaran 0,023 defg 0,860 de Azospirillum Urea takaran anjuran 0,012 h 0,863 de MA Azospirillum tanpa pupuk 0,023 defg 0,643 f MA Azospirillum Urea A 0,037 a 0,921 de takaran anjuran MA Azospirillum Urea A 0,027 bcdef 0,989 cd takaran anjuran MA Azospirillum Urea takaran 0,019 fgh 0,879 de Keterangan : Angka di dalam kolom atau baris diikuti huruf sama berarti tidak berbeda menurut uji jarak berganda Duncan taraf 5% Tabel 2 juga menunjukkan bahwa tanaman jagung tanpa inokulasi ganda mikrobia terjadi penurunan LPN dengan meningkatnya takaran pupuk urea sampai takaran anjuran. Sedangkan tanaman jagung yang diinokulasi dengan MA dan tanaman jagung yang diinokulasi dengan Azospirillum menghasilkan LPN yang tidak berbeda dengan variasi takaran pupuk urea. Tanaman jagung yang diinokulasi ganda dengan MA Azospirillum dan tanpa diberi pupuk urea menghasilkan LPN yang paling tinggi . ,610 g/g/mingg. Hal ini disebabkan dengan kondisi kekahatan hara N dan P. MA bekerja sangat efektif sehingga unsur Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 138-149 Safriadi. Muliandari: Analisis Laju Asimilasi Padi Hitam akibat . hara P menjadi tersedia disamping unsur hara lainnya seperti N dan K. Akibatnya pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal dengan laju fotosintesis yang Respon yang berlainan dari variabel luas daun dan LAB akibat inokulasi ganda mikrobia menyebabkan nilai LPN berbeda secara nyata antar tanaman. Daun yang paling luas dan efek saling naung antar daun akan mengurangi penyekapan cahaya matahari sehingga laju fotosintesis potensialnya tidak akan tercapai. Hal ini mengakibatkan LAB dan LPN yang dihasilkan tidak optimal sehingga akan berpengaruh terhadap hasil jagung yang akan diperoleh. Tanaman hanya dapat melakukan proses respirasi seluler, di mana cadangan energi dalam bentuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam jangka panjang, kurangnya fotosintesis menyebabkan penurunan pertumbuhan, dan dapat mengakibatkan kematian tanaman. (Debora Zega et al. KESIMPULAN Inokulasi Mikoriza Arbuskula dan Azospirillum efektif pada semua takaran pupuk urea . anpa pupuk urea. A takaran anjuran. A takaran anjuran dan takaran anjura. dalam meningkatkan serapan hara N dan serapan hara P. Sedangkan peningkatan LAB dan LPN tanaman jagung yang efektif justru ditunjukkan tanaman jagung tanpa inokulasi ganda mikrobia dan pupuk urea takaran anjuran. DAFTAR PUSTAKA