1 MENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK USIA DINI DENGAN MENGGUNAAN MEDIA PUZZEL PECAHAN KATA AISYAH S. Psi,M. Dosen prodi PG PAUD Univ. PGRI Adi Buana Surabaya ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa kemampuan membaca Anak Usia Dini yang diajarkan dengan menggunakan Media Puzzel Pecahan Kata lebih baik dari pada yang diajarkan tidak menggunakan Puzzel Pecahan Kata. Pada pembelajaran membaca, mengembangkan kemampuan membaca siswa banyak cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengajak siswa bermain game kartu gambar. penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara sistematis reflektif terhadap berbagai tindakan mulai dari siklus I sampai siklus II, yang masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan Data dikumpulkan dengan menggunakan tes membaca menggunakan media Puzzel Pecahan Kata dan di analisis dengan statistik pendidikan melalui rumus persentase yang menggunakan frekuensi relatif. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel. Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus menggunakan Media Puzzel Pecahan Kata mengungkapkan bahwa ketuntasan belajar membaca diantaranya, memusatkan perhatian sebanyak 90% dari 20 siswa, mengenal gambar dan rangkaian suku kata sebanyak 85% dari 20 siswa, dapat membaca gambar dan kata sebanyak 85% dari 20 siswa. Media Puzzel Pecahan Kata dapat meningkatkan kemampuan membaca, hal ini dapat dilihat dari jumlah siswa yang tuntas belajar. Kata Kunci : Media Puzzel Pecahan Kata. Kemampuan Membaca PENDAHULUAN Pendidikan Anak Usia Dini merupakan salah satu bentuk pen-didikan prasekolah, usia ini merupakan usia yang efektif untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak. Sesuai Depdiknas . 0 : . bahwa usia prasekolah seringkali disebut Aymasa pra belajarAy. Sehingga dalam pendidikan anak usia dini bertujuan untuk mengembangkan seluruh aspek yaitu yang meliputi moral agama, sosial, emosional dan kemandirian, motorik, aspek, kognitif, seni dan bahasa. Pengembangan kemampuan dasar meliputi beberapa pengembangan. Satu diantaranya adalah pengembangan kemampuan Bahasa merupakan sarana yang sangat penting dalam kehidupan Disamping itu bahasa juga merupakan alat untuk menyatakan pikiran dan perasan kepada orang lain yang sekaligus juga berfungsi untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain. Mengingat pengembangan bahasa bagi kehidupan anak maka perlu dikembangkan pada anak didik sejak usia dini. Sejalan dengan pendapat tentang pembelajaran bahasa terdiri atas empat tingkat ketrampilan yakni . ketrampilan menyimak, . ke-trampilan berbicara . ketrampilan membaca . ketrampilan Ketrampilan membaca pada anak usia prasekolah aktifitas membaca tidak terbatas pada buku bacaan, tetapi aktivitas membaca memiliki cakupan yang luas. Hal ini karena bacaan dapat meliputi buku cerita, kartu gambar, puzzle dan Perkembangan kemampuan membaca pada usia prasekolah diperkuat melalui ketrampilan mengenali gambar dan huruf, dapat pula memusatkan perhatian serta dapat membaca gambar. Hal ini didasarkan bahwa kemampuan membaca pada anak usia dini banyak mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. Hariwijaya dan Atik . 8 : . membaca adalah pintu kecerdasan anak. Media Puzzel pecahan kata sebagai media pembelajaran. Hal ini dimaksud agar kemampuan membaca anak menjadi lebih meni-ngkat. Fenomena menunjukkan bahwa kemampuan membaca anak usia dini yang masih rendah karena guru kurang mengoptimalkan media dalam pembelajaran kurang menarik serta Dengan menggunakan media Puzzel pecahan kata yang diharapkan, bisa membuat anak merasa senang dan tidak cepat bosan serta mempermudah pemahaman anak dalam membaca, serta meningkatkan semangat anak dalam belajar. Mengembangkan kemampuan membaca pada dasarnya harus dilakukan sungguh-sungguh pada anak usia prasekolah. Haryanto . 9 : . bahwa mengajar anak untuk bisa membaca pada usia dini memerlukan sikap kesungguhan, kesabaran dan keyakinan. Doman . alam Prasetyono, 2008 : . bahwa anak berusia dua tahun adalah saat terbaik untuk memulai diajarkan membaca bila anda ingin menghemat waktu dan tenaga. Untuk membaca banyak cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengajak anak bermain game. Puzzel dan membaca kartu Menganjurkan anak membaca sejak usia prasekolah merupakan satu bentuk menggembirakan, karena hal ini sangat penting untuk mencegah anak-anak mengalami kesulitan dalam belajar membaca ketika mereka duduk di bangku sekolah dasar. Sesuai depdiknas . 0 : . bahwa sekolah dasar kelas I peserta didik harus menguasai keterampilan dasar membaca, menulis, dan berhitung, karena kemampuan yang dimaksudkan merupakan prasyarat untuk menguasai mata pelajaran yang lain dan pada pendidikan yang lebih Glenn . alam Haryanto, 2009 : . Mengatakan bahwa meng-ajarkan balita membaca adalah dengan mengenalkan satu kata yang bermakna. James Le Fanu . alam terjemahan Irham Ali Syaifuddin, 2008 : . Menyatakan bahwa anak-anak belajar membaca dengan menggunakan berbagai macam cara ingatan dalam bentuk visual dapat membantu mereka menterjemahkan kata-kata tertentu secara Sedangkan Prasetyono DS . 8 : . Menyatakan bahwa mengajarkan membaca bisa dilakukan dengan cara yang Kemampuan membaca pada usia dini dengan menggunakan media Puzzel pecahan kata banyak mempengaruhi tingkat intelegensi anak. Semakin dini seorang anak belajar membaca, maka semakin gemar ia membaca dan semakin baik ia membaca Prasetyono . 8 : . Menyatakan bahwa membaca diajarkan dengan meng-gunakan teknik visual melalui gambar-gambar. Muller . 6 : . Menyatakan mengemukakan bahwa kemampuan membaca anak berawal dari tulisan-tulisan yang konkrit yang sering ditemukan dalam dunia anak, seperti pada mainan, simbol-simbol pada makanan serta buku-buku bergambar. Hariwijaya dan Atik . 8 : . Menyatakan bahwa gambar sangat berguna bagi mereka untuk mulai membaca, karena petunjuk-petunjuk dari gambar memberi kepercayaan diri untuk mencoba kata-kata dibawah gambar Yani Mulyani dan Juliska Eracinia . 7 : . Menyatakan bahwa mengenalkan bentuk-bentuk sederhana untuk persiapan membaca yaitu mengenalkan tulisan lewat gambar. Sedangkan Cochorane (Brewer, 1. alam Musfiroh, 2009 : . Menjelaskan mengalami lima tingkatan membaca, yaitu. Tahap Magic Pada tahap ini belajar tentang guna buku, mulai berpikir bahwa buku adalah suatu yang penting. Anak melihat buku, membawa buku, dan memiliki buku favorit. Tahap Konsep diri Anak melihat diri sendiri sebagai pembaca, mulai terlihat dalam kegiatan Aypura-pura membacaAy, mengambil makna dari gambar, membahasakan buku walaupun tidak cocok dengan teks yang ada didalamnya. Tahap Pembaca Antara Anak-anak memiliki kesadaran terhadap bahan cetak. Mereka mungkin memilih kata yang sudah dikenal, mencatat kata-kata yang berkaitan dengan dirinya, dapat membaca ulang cerita yang telah ditulis, dapat membaca puisi. Anakanak mungkin mem-percayai setiap silabel sebagai kata dan dapat menjadi frustasi ketika mencoba mencocokkan bunyi dan tulisan. Pada tahap ini, anak mulai mengenali Tahap Lepas Landas Pada tahap ini anak mulai menggunakan tiga sistem tanda / ciri, yakni grafofonik, semantik, sintaksis. Mereka mulai ber-gairah membaca, mulai me-ngenali huruf dari konteks, memperhatikan lingkungan huruf cetak dan membaca apapun di sekitarnya, seperti tulisan pada kemasan, pada tanda-tanda. Resiko bahasa dari tahap ini adalah jika anak diberikan terlalu banyak perhatian pada setiap huruf. Tahap Independen Anak dapat membaca buku yang tidak dikenal secara mandiri. Mengkontruksi makna dari huruf dan dari pengalaman sebelumnya dan isyarat Anak dapat membuat perkiraan tentang materi bacaan. Materi berhubungan dengan pengalaman yang paling mudah dibaca, tetapi anak dapat memahami struktur dan genre yang dikenal, serta materi ekspositoris yang umum. Dari berbagai teori dan pendapat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa untuk mengembangkan kemampuan mem- baca siswa, guru harus mencari metode pembelajaran yang baru dan media yang mudah dipahami oleh siswa dalam belajar Tujuan dari peneliti ini adalah untuk mencari cara yang mudah dan tepat dalam meningkatkan kemampuan membaca pada anak usia dini dengan menggunakan Media Puzzel Pecahan Kata. Manfaat penelitian ini sebagai bahan masukan bagi guru agar dapat meningkatkan strategi belajar mengajar membaca anak usia dini dengan berbagai media yang menyenangkan sesuia dengan pedoman pembelajaran di PAUD yaitu belajar seraya METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang merupakan penelitian yang dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian tindakan kelas adalah suatu penelitian yang dilakukan oleh guru dikelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk mem-perbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil Kunandar . 8 : . Mengatakan bahwa dengan PTK kekurangan atau kelebihan yang terjadi dalam proses mengajar dapat teridentifikasi dan terdeteksi untuk selanjutnya dicari solusi yang tepat. Teknik Pengumpulan Data Data-data yang diperlukan dalam pengelolaan pembelajaran, observasi yaitu untuk melihat gejala yang tampak saat ber-langsung, tingkah laku dan peran siswa saat melaksanakan kegiatan membaca. Secara umum observasi ini merupakan upaya merekam peristiwa atau kegiatan yang terjadi selama tindakan per-baikan itu berlangsung dengan menggunakan alat bantu Media Puzzel Pecahan Kata. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan untuk memecahkan masalah pembelajaran dikelas. Pada penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan rancangan pembelajaran yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdapat ketuntasan belajar siswa dalam membaca yang menggunakan media Puzzel pecahan suku kata yang disajikan dalam bentuk tabel perkembangan siswa dan histogram perkembangan siswa sebagai berikut : Siklus Pertama No. Tabel Perkembangan Siswa Dalam Membaca Jumlah Siswa Presentase Perkembangan Tidak Tidak Memusatkan perhatian Mengenal merangkai suku kata Dapat membaca gambar dan Dari tabel diatas diperoleh memusatkan perhatian mencapai 35% atau 5 siswa dari 20 siswa, yang tidak 65% atau 15 siswa dari 20 siswa. Siswa yang mengenal gambar dan huruf mencapai 30% atau 6 siswa dari 20 siswa, yang tidak 70% atau 14 siswa dari 20 siswa. Sedangkan siswa yang dapat membaca gambar mencapai 30% atau 6 siswa dari 20 siswa, yang tidak 70% atau 14 siswa dari 20 siswa. Siklus Kedua No. Tabel Perkembangan Siswa Dalam Membaca Jumlah Siswa Presentase Perkembangan Tidak Tidak Memusatkan perhatian Mengenal merangkai suku kata Dapat membaca gambar dan Dari tabel diatas diperoleh memusatkan perhatian mencapai 90% atau 18 siswa dari 20 siswa, yang tidak mencapai 10% atau 2 siswa dari 20 siswa. Siswa yang mengenal gambar dan huruf mencapai 85% atau 17 siswa dari 20 siswa, yang tidak mencapai 15% atau 3 siswa dari 20 siswa. Sedangkan siswa yang dapat membaca gambar mencapai 85% atau 17 No. siswa dari 20 siswa, yang tidak 15% atau 3 siswa dari 20 siswa. Dilihat dari tabel dan siklus I sampai siklus II terdapat ketuntasan belajar yang mencapai 90% dari siklus dua yang dibandingkan dengan siklus pertama yang mencapai 35% yang belum tuntas belajar, dari pembahasan tersebut dapat dilihat tabel perbandingan dari siklus I sampai siklus II sebagai berikut: Tabel Ketuntasan belajar Siklus I Perkembangan Tidak Memusatkan perhatian Mengenal gambar dan merangkai suku kata Dapat membaca gambar dan kata Siklus II Tidak Jadi, dilihat dari tabel dan ketuntasan belajar pada siklus dua terdapat ketuntasan belajar yang meningkat dibandingkan dengan siklus satu yang ketuntasan belajarnya belum Tabel Bagan Keterkaitan antar siklus Siklus I Perkembangan Memusatkan perhatian Mengenal gambar dan merangkai suku kata Dapat membaca gambar dan kata Siklus II Prosentase Tidak Tidak Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis yang digunakan penelitian tindakan kelas, diperoleh simpulan bahwa media Puzzel pecahan suku kata dapat meningkatkan kemampuan membaca Anak Usia Dini pada pembelajaran berbahasa yang dinyatakan dalam kompetensi dasar, anak mampu mendengar, berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata dan simbol-simbol membaca dan menulis. Dalam bentuk hasil belajar, dapat memahami bahwa ada hubungan antara bahasa dan lisan dengan menghubungkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkanya. Puzzle pecahan kata sangat berguna bagi anak untuk mulai membaca, karena petunjuk-petunjuk dari gambar dapat memberi kepercayaan diri untuk mencoba kata-kata yang ada di bawah Media Puzzel Pecahan Kata dapat membantu guru dalam memilih metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan kemampuan anak dalam proses belajar mengajar. Jadi. Media Puzzel Pecahan Kata dapat meningkatkan kemampuan membaca pada Anak Usia Dini dan dapat memberi kepercayaan diri pada anak, serta dapat membantu guru dalam memilih metode pembelajaran dalam proses belajar DAFTAR PUSTAKA